<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#uinib Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/uinib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/uinib/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Oct 2023 02:05:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#uinib Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/uinib/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seminar Moderasi Beragama : Jangan Karena Kerdil Memahami Agama, Merusak Keutuhan Bangsa</title>
		<link>https://prokabar.com/seminar-moderasi-beragama-jangan-karena-kerdil-memahami-agama-merusak-keutuhan-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 02:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#ModerasiBeragama]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#uinib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI) dilahirkan di atas kenyataan perbedaan-perbedaan. Atas keinginan lepas dari kolonialisme, membangun kehidupan yang damai, dengan semangat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seminar-moderasi-beragama-jangan-karena-kerdil-memahami-agama-merusak-keutuhan-bangsa/">Seminar Moderasi Beragama : Jangan Karena Kerdil Memahami Agama, Merusak Keutuhan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI) dilahirkan di atas kenyataan perbedaan-perbedaan. Atas keinginan lepas dari kolonialisme, membangun kehidupan yang damai, dengan semangat nasionalisme, para aktivis politik kemerdekaan berjuang memerdekakan diri. Hingga kini, memasuki abad serba digital, Indonesia telah berusia 78 tahun, begitu banyak tantangan agar tetap utuh. Anak bangsa-negara (nation-state) harus merawat dengan memelihara, menjaga dan membuat Indonesia relevan dengan era serba kolaborasi ini.</p>
<p>Demikian benang merah dari Seminar Moderasi Beragama yang bertajuk Mahasiswa Moderat Era Digital, yang digelar Universitas Islam Negeri (Imam Bonjol) Padang, di Ballroom Grand Zuri Hotel (GZH), Minggu (22/10).</p>
<p>&#8220;Era digital itu mengkhawatirkan, jika gerakan literasi berhenti, mahasiswa tidak dengan persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu banyak hal yang menggerogoti pilar-pilar kebangsaan kita. Khusus di sosial media, kita setiap hari disuguhkan kebencian, berita palsu, hingga caci-maki. Ini mengerikan, lebih-lebih kepentingan politik kekuasaan Pemilu 2024,&#8221; ujar Ketua Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Taufik, S.Ag, M.Si di hadapan 150 mahasiswa terpilih sebagai peserta.</p>
<p>Kandidat doktor Sosiologi Unand ini mengajak mahasiswa untuk berpikir terbuka (open minded) terhadap perbedaan sebagai anugrah ilahi. Mambangun toleransi sejak dalam pikiran, serta jangan mudah terprovokasi dengan fakta-fakta semu dari sosial media, yang menggiring perpecahan antarsesama. Indonesia perlu dirawat melalui pemahaman keagamaan yang moderat.</p>
<p>&#8220;Banyak kasus, kenapa seseorang menjadi radikal dan liberal. Semua itu berangkat dari intelektualisme, literasi dan kondisi hidup yang memaksa berada pada titik tersebut. Mari belajar terus menerus, memahami perbedaan merupakan perintah agama. Agar kita bisa bersyukur dengan keadaan yang telah diberikan ini, hingga tidak terjebak pada kondisi yang rumit dalam beragama,&#8221; ujar santri jebolan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, ini.</p>
<p>Senada dengan itu, Aidil Aulya mengungkapkan berbagai data intoleran dari berbagai survei dan penelitian, menunjukkan kegaduhan sosial muncul akibat dari ketidaktahuan. Tertutupnya cara berpikir untuk memahami perbedaan, serta menjinjing kebenaran kelompok ke ruang publik tanpa mempertimbangkan kebenaran yang lain.</p>
<p>&#8220;Intoleran muncul dari cara berpikir yang sempit atas kenyataan empirik kehidupan. Beragama dimulai dari ruang pikir yang sempit, sehingga menumbuhkan perbedaan dari pada mencari titik temu,&#8221; ujar santri jebolan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Koto Baru Padangpanjang ini.</p>
<p>Narasumber berikutnya, kandidat doktor sejarah peradaban Islam, Pasca Sarjana UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Nasir, S.S, MA menguji pola pikir peserta dengan instrumen sederhana. Hasilnya, pola-pola yang muncul dari peserta menunjukkan sikap egois dalam beragama hadir karena tidak ada akses menggali perbedaan. Padahal, pengalaman dalam perbedaan status sosial sangatlah penting.</p>
<p>&#8220;Tidak ada jalan lain, kecuali belajar lebih serius dan mendalam. Jangan berhenti pada satu titik rasa puas. Sebab perubahan begitu cepat, apalagi pengaruh kinerja algoritma pada sangat mengkhawatirkan. Instrumen sederhana itu telah memberi sinyal lampu kuning bagi para cendekiawan muda,&#8221; ungkap santri jebolan MAN Batumandi, Kabupaten Agam ini.</p>
<p>Acara sehari penuh ini diikuti oleh mahasiswa utusan dari fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Syariah dan Ilmu Hukum (FSIH, Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FTK), Ushuluddin dan Studi Agama-Agama (FUSA), Sains dan Teknologi (FST). Juga diikuti utusan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Suara Kampus, Menwa, Tapak Suci, Panjat Dinding, Boxer, Olahraga, Kopma, Pengembangan Diri, DKTV, Bengkel Kata, Sema-Dema Universitas, Teater, Mapala, Baitul Quran, Kaligrafi, Musik, Surau Konstitusi, Sinematografi, Bahasa dan Pramuka.</p>
<p>Wakil Dekan III FDIK, Dr. Abdullah Khusairi, MA yang membuka dan menutup acara ini secara resmi mengungkapkan tentang pentingnya dialektika mahasiswa yang membahas moderasi beragama. Doktor jebolan Sekolah Pasca Sarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat itu menantang agar mahasiswa menulis di media massa tentang moderasi beragama dari perspektif keilmuan dan pengalaman hidup yang ada.</p>
<p>&#8220;Mengusung pemikiran yang sempit di sosial media hanya memperlihatkan wajah ummat beragama yang tidak elegant. Sebab agama pada dasarnya membawa kebenaran, kedamaian, memberi pemahaman tentang kenyataan dunia dalam perbedaan yang indah. Selagi pemahaman keagamaan yang diusung itu membuat gaduh secara sosial, berarti ada cara-cara memahami agama sejak dalam pikiran, sudah keliru karena faktor-faktor lain dalam kehidupan seseorang,&#8221; ujar santri jebolan Pondok Pesantren Alhidayah Sarolangun, ini.</p>
<p>Menurut dosen pengampu mata kuliah literasi media ini, isu-isu di media sosial mudah mempengaruhi siapapun, termasuk mahasiswa yang fakir narasi karena malas membaca. Menikmati informasi di sosial media harus hati-hati, karena rawan hoax dan fakenews.</p>
<p>&#8220;Melalui acara ini, peserta hendaknya menjadi aktor perdamaian dari seluruh perbedaan yang muncul ke permukaan karena pemahaman agama yang mengerdilkan wawasan kebangsaan kita. Era digital harus disambut dengan sikap bersedia berkolaborasi untuk kemajuan bersama, bukan kehancuran bersama,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Wakil Rektor III UIN Imam Bonjol Padang, Welhendri Azwar, S.Ag., M.Si, Ph.D mengungkapkan, acara Seminar Moderasi Beragama dirancang sebagai mandatori dari Kementerian Agama. R.I., yang sebenarnya adalah kebutuhan untuk menghargai perbedaan budaya keagamaan di masing-masing aliran pemikiran, kawasan, serta merawatnya dengan baik tanpa membenci satu sama lain.</p>
<p>&#8220;Kunci moderasi beragama yakni kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penghargaan kepada tradisi. Ini hal yang sudah lama dan diperbarui menjadi program yang dibutuhkan pada era digital,&#8221; ujar jebolan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini.</p>
<p>Berdasarkan hasil dari instrumen quality control terhadap peserta pada seminar ini, kegiatan serupa harus dilakukan terus menerus di kampus agar bisa melahirkan banyak aktor perdamaian dan agen moderasi beragama. Kampus adalah tempat berdialektika wacana-wacana untuk pengembangan ilmu pengetahuan, seterusnya diimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat. [rls]</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seminar-moderasi-beragama-jangan-karena-kerdil-memahami-agama-merusak-keutuhan-bangsa/">Seminar Moderasi Beragama : Jangan Karena Kerdil Memahami Agama, Merusak Keutuhan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belasan Alumni HTN UIN Imam Bonjol Berebut Kursi Ketua Umum</title>
		<link>https://prokabar.com/belasan-alumni-htn-uin-imam-bonjol-berebut-kursi-ketua-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 10:41:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#htn]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#uinib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;   Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Hukum Tatanegara (HTN) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dihelat 12-13 Maret 2022...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belasan-alumni-htn-uin-imam-bonjol-berebut-kursi-ketua-umum/">Belasan Alumni HTN UIN Imam Bonjol Berebut Kursi Ketua Umum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;   Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Hukum Tatanegara (HTN) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dihelat 12-13 Maret 2022 mendatang. Sejumlah nama akan maju sebagai ketua umum, salah satunya adalah Doni Demawan yang kini menjabata senagai Ketua Pangadilan Agama (PA) Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.</p>
<p>Doni Demawan, merupakan ketua Umum Alumni HTN Fakultas Syariah periode 2017-2022.</p>
<p>Selain Doni yang kembali maju, ada beberapa nama besar Alumni HTN yang muncul untuk merebut kursi incamben, berbagai muncul tokoh Alumni lintas profesi.</p>
<p>Ada, Firdaus Wiros (Anggota DPRD Sumbar), Mansurdin (Kesekretarian DPRD Tanjung Jabung), Jarudin (WR III STKIP Sumbar), Firdaus MP (Kasi Sarpras Kemenag Sumbar), Fatur Rizki (Hakim Pengawas Mahkamah Agung RI)</p>
<p>Selanjutnya, Anase Syukriza (Hakim Mahkamah Syariah Aceh), Firdaus Diezo (Dosen Univ. Ekasakti dan UIN IB Padang), Risnaldi (Politisi Partai Nasdem), Abdul Rajab (Advokat), Irwan B (Advokat), Fauzan Azim (Dosen HTN UIN IB Padang) dan Al Amin Buyung (Wartawan).</p>
<p>Namun, semakin dekat pendaftaran diprediksi makin banyak pula Alumni maju sebagai Caketum. Selain Doni, pada mubes kali ini, diprediksi sejumlah tokoh Alumni akan meramaikan bertarung pada pemilihan mendatang.</p>
<p>Doni Demawan mengatakan, dirinya bukan tidak beralasan, niat baik dorongan dan dukungan dari Alumni yang mendorong dan menginspirasi tekad kembali maju untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) baik Alumni maupun mahasiswa yang sedang menduduki bangku kulya.</p>
<p>&#8220;Dengan niat baik, dorongan dan dukungan Alumni yang menginspirasi saya kembali maju mencalonkan diri dalam mubes nanti, artinya maju dalam mubes itu bukanlah sebuah persaingan dengan para calon-calon nanti, yang jelas membangun, apa yang saya katakan tadi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia sangat bangga kepada Alumni yang ikut maju dalam mubes, siapapun yang terpilih nanti mari kita dukung bersama demi memajukan jurusan HTN ini, ungkap peria BP tahun 1995 itu.</p>
<p>&#8220;Artinya kran demokrasi sudah terbuka lebar, maju sebagai calon Ketum adalah hak konstitusi siapa saja Alumni HTN. Siapa yang ikut saya sangat bangga, karena, saya banyak tau bawah Alumni HTN ini SDMnya banyak yang mampu untuk menahkodai jurusan yang mulia ini, tuturnya.</p>
<p>Lanjut Doni mengatakan, dirinya maju dengan berbagai program dan ide yang rasional, menjadikan Alumni jurusan HTN lebih eksis dan mampu menjadi kebangaan almamater.</p>
<p>&#8220;Jika kembali terpilih, insya Allah ide dan program sudah saya godok, harus diakui ide dan program itu merupakan hasil restorasi bersama. Alumni jurusan HTN yang berkaliber sudah menasinall dan siap merebur,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Prinsip menjadi Ketua Umum alumni itu, ulas Doni, adalah istigomah dengan amanah yang diberikakan nanti ribuan Alumni jurusan HTN.</p>
<p>&#8220;Menjalankan roda organisasi dengan berkolaborasi serta bersinergi dengan semua Alumni jurusan HTN untuk menjalankan roda organisasi ini. Dan berintegrasi dengan gaya bersaudara serta terbuka untuk semua pendapat Alumni,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Sering itu, sambungan, Doni, organisasi ini sangat penting sekali bisa menjaga dan menjalankan fungsi organisasi ke dalam dan keluar, ke atas dan ke bawah.</p>
<p>&#8220;Baik itu hubungan kita dengan individu, masyarakat, badan atau instansi swasta maupun pemerintah semuanya harus didasarkan untuk kejayaan bangsa dan negeri yang kita cintai,&#8221; harapnya.</p>
<p>Mubes kali ini panitia, mengangkat tema, &#8220;<em>Mauleh nan putuih manjapuik nan tingga Mangumpuan nan taserak</em>&#8221;</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ketua panitia mubes, Al Hanif Syukriadi mengatakan, prinsipnya panitia sudah siap untuk menghelat Mubes, sejak terbentuknya panitia pelaksana sebagai steering committee (SC) dan organization committee (OC).</p>
<p>&#8220;Kami sudah menyiapkan tata tertib, syarat dan kriteria yang harus terpenuhi oleh bakal calon ketua umum,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Panitia sangat optimis hajatan ini akan terlaksana dengan maksimal dan sukses, kemudian panitia juga sudah merumuskan tata tertib, syarat dan kriteria yang harus di penuhi oleh bakal calon ketua umum.</p>
<p>&#8220;Kami panitia sudah menyiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan acara Mubes pada 12-13 Maret mendatang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh Caketum, pertama Alumni dari HTN UIN IB Padang yang minimal lima tahun kelulusan, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik dan tidak dalam proses hukum atau sedang dalam pengawasan hukum yang berlaku, dan dicalonkan atau direkomendasikan secara tertulis dan ditandatangani oleh minimal 10 orang yang mencalonkannya dari berbagai angkatan.</p>
<p>Selanjutnya, memiliki inisiatif tinggi dan menjunjung nilai-nilai kreativitas, berprestasi dengan kemampuan berorganisasi yang baik dan berpengalaman menjadi pimpinan suatu organisasi, menyertakan program kerja berdasarkan visi &amp; misi yang mencakup bidang pendidikan, women empowerment, kesehatan, sosial dan budaya terakhir, menyertakan foto dan CV terbaru sebagai dokumen pendukung.</p>
<p>Selian itu, kata Hanif, panitia pelaksana akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait tata cara pelaksanaan acara Mubes, tentunya panitia akan mematuhi dan mengikuti seluruh aturan dan himbauan pemerintah terkait Protokol Kesehatan yang harus dipatuhi.</p>
<p>&#8220;Kami menyiapkan masker dan handsanitizer serta alat pengukur suhu untuk peserta Mubes dan pengunjung yang hadir pada saat acara akan dimulai, karna panitia berkomitmen akan menjalankan protuker kesehatan (prokes) secara ketat mengingatkan kondisi wabah covid-19 yang belum rendah saat ini,&#8221; tuturnya,(amn)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belasan-alumni-htn-uin-imam-bonjol-berebut-kursi-ketua-umum/">Belasan Alumni HTN UIN Imam Bonjol Berebut Kursi Ketua Umum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maneger Nasution Dipercaya Menjadi Ketua Umum PP Iluni UIN IB Periode 2021-2026</title>
		<link>https://prokabar.com/maneger-nasution-dipercaya-menjadi-ketua-umum-pp-iluni-uin-ib-periode-2021-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 13:37:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Iluni]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#uinib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang akhirnya menetapkan Maneger Nasution sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Iluni periode...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/maneger-nasution-dipercaya-menjadi-ketua-umum-pp-iluni-uin-ib-periode-2021-2026/">Maneger Nasution Dipercaya Menjadi Ketua Umum PP Iluni UIN IB Periode 2021-2026</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang akhirnya menetapkan Maneger Nasution sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Iluni periode 2021-2026.</p>
<p>Maneger Nasution merupakan Wakil Ketua LPSK RI 2019-2024. Sebelumnya Maneger juga pernah menjadi anggota Komnas HAM RI pada 2012-2017.</p>
<p>Pemilihan ketua umum Pimpinan Pusat Iluni UIN IB dilakukan oleh 7 orang formatur. Maneger Nasution ditetapkan sebagai Ketua Umum Iluni dalam agenda pleno ke 4 yang dipilih 7 formatur.</p>
<p>7 formatur yang tersebut yakni, M Rifki, Kombes Pol Ricky Yanuarfi, Salman K Memet, Nasrul A, Apris, M Sawati, dan Maneger Nasution.</p>
<p>&#8220;Iluni merupakan organisasi sosial yang memerlukan kesadaran yang tinggi. Kita akan fokus ke 3 hal dalam waktu dekat ini. Bagaimana tagline UIN Connection itu padukan. Saya ingin mengatakan kepada adek-adek mahasiswa mari kita bangun kebanggaan,” ungkapnya dalam sambutannya usai terpilih menjadi Ketua Umum, Sabtu (4/12).</p>
<p>Kemudian dia melanjutkan bagaimana koneksi antar alumni. “Bagaimana berguna sesama alumni, dan berguna bagi umat dan bangsa,” ujarnya.</p>
<p>Terakhir, bagaimana mendata alumni. Untuk memetakan kekuatan untuk UIN Connection.</p>
<p>Tak hanya itu, Meneger juga mengatakan bahwa dirinya bukan orang politik, tidak punya basis politik di Sumbar.</p>
<p>Dalam jangka sepekan pihaknya berjanji akan menyelesaikan susunan pengurus Iluni.</p>
<p>Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mrngharapkan agar alumni UIN bisa ikut andil dalam memajukan ekonimi Sumbar.</p>
<p>&#8220;Pergerakan pertumbuhan ekonomi mengisi banyak sisi untuk memberi dukungan kepada masyarakat Sumbar. Kita konsen menjadikan Sumbar pusat keuangan syariah, wisata halal dan industri halal,&#8221; ungkap Mahyeldi saat membuka acara Mubes Iluni UIN IB, Sabtu (4/12/2021).</p>
<p>Keberadaan UIN IB, kata Mahyeldi, adalah yang pling kuat, erat untuk membangun perekonomian Sumbar. Karena UIN dihadirkan untuk menjaga falsafah Adar Basa di Syara, Syara&#8217; Basandi Kitabullah.</p>
<p>Apalagi, kata Gubernur, UIN memiliki fakultas ekonomi bisnis islam.&#8221; Mari kita bersinergi dalam memberikan dorongan dan penguatan untuk Sumbar ke depan, &#8220;ajaknya.</p>
<p>Menurut Mahyeldi keberadaan alumni juga mempercepat dalam pembangunan Sumbar dan program yang dihadirkan di Sumbar.</p>
<p>&#8221; Kita juga berterima kasih karena Iluni juga melakukan vaksinasi untuk membantu pemerintah mencapai target vaksinasi.</p>
<p>Kita baru 56 persen ada 14 persen lagi yang harus kita capai hingga akhir tahun ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mudah-mudahan kerja sama pemerintah dan UIN bisa lebih baik lagi ke depannya. Semoga dengan Mubes ini dapat menghadirkan ketua dan pengurus yang terbaik.</p>
<p>Sementara itu ketua Panitia Mubes UIN IB M Rofqi menyampaikan ucapan terima kasih pada rektor yang membantu secara moril dan materi serta fasilitas lainnya sangat bernilai bagi kami.</p>
<p>&#8220;Juga terimakasih pada pemimpin di Sumbar, audiensi dengan pak gubernur dan beliau hadir hari ini. Usul saran yang diberikan  pimpinan kita akan menjadi catatan penting bagi kita dalam pengurusan iluni yang akan datang,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Kemudian ucapan terima kasih kepada Bupati Tanah Datar dan Bupati Dharmasraya karena ikut memasang baliho yang besar di daerah masing-masing.</p>
<p>Juga kepada donatur yang memberikan donasi dan bantuannya. Itu sangat berharga kami semua. Terima kasih pada panitia yang tak kenal lelah.</p>
<p>&#8220;Kami mohon maaf jika ada rangkaian sebelumnya, hari ini dan selanjutnya jika ada yang kurang kami mohon maaf,&#8221; jelasnya.(rls</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/maneger-nasution-dipercaya-menjadi-ketua-umum-pp-iluni-uin-ib-periode-2021-2026/">Maneger Nasution Dipercaya Menjadi Ketua Umum PP Iluni UIN IB Periode 2021-2026</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Targetkan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, #temanKIP Maraton Kunjungi Rektor di Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/targetkan-kip-kuliah-tepat-sasaran-temankip-maraton-kunjungi-rektor-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2020 13:49:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#temankip]]></category>
		<category><![CDATA[#uinib]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Relawan temanKIP yang merupakan program kolaborasi antara Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma&#8217;ruf, Kemendikbud RI dan Kemenag RI terus berupaya memastikan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/targetkan-kip-kuliah-tepat-sasaran-temankip-maraton-kunjungi-rektor-di-sumbar/">Targetkan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, #temanKIP Maraton Kunjungi Rektor di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Relawan temanKIP yang merupakan program kolaborasi antara Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma&#8217;ruf, Kemendikbud RI dan Kemenag RI terus berupaya memastikan penyaluran KIP-Kuliah dan Bantuan keringanan UKT agar tepat sasaran.</p>
<p>P-Asisten Staf Khusus Presiden RI dan juga Koorwil temanKIP zona Sumatera Ahmad Riduan Hasibuan melakukan kunjungan maraton bertemu rektor kampus PTN dan PTUIN di Padang, Sumatera Barat.</p>
<p>Setelah bertemu rektor Universitas Negeri Padang (UNP) dan UIN Imam Bonjol, Koorwil #temanKIP melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Andalas yang di terima langsung Rektor Universitas Andalah Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH didampingi Warek 3 Bidang Kemahasiswaan Ir Ichsannul Kamil, PhD, IPM,ASEAN Eng di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Andalas, Padang Selasa (25/08)</p>
<p>Yuliandri menyambut baik kedatangan tim Staf Khusus Presiden RI di Universitas Andalas dan siap sedia mensukseskan program KIP karena menjadi tanggung jawab bersama sebagai perguruan tinggi penyelenggara.</p>
<p>&#8220;Kami laporkan, tahap pertama menerima kuota 1.739 untuk tahap satu, dan tahap dua 260, totalnya 1.999 sekarang sedang recruitmen, dan kami sampaikan Andalas sebagai kampus terbaik di luar pulau jawa, kami siap kolaborasi dengan staf khusus presiden RI,&#8221; Tegas Yuliandri</p>
<p>Rapat lanjutan yang diteruskan Wakil Rektor 3 Ichsannul Kamil juga menyampaikan skema tindak lanjut dalam pendampingan penerima KIP-Kuliah dengan melibatkan orang tua penerima manfaat KIP untuk ikut terlibat ke kampus.</p>
<p>&#8220;Nanti setelah KIP-Kuliah diterima oleh mahasiswa akan ada evaluasi berkala persemester untuk memantau perkembangan akademik anak dan akan melibatkan orang tua penerima KIP-Kuliah agar juga hadir di kampus agar tahu perkembangan anaknya, karena penerima KIP-Kuliah adalah bagian dari duta pendidikan Indonesia sebagai kampanye yang miskin juga harus kuliah,&#8221; tegas Ichsannul Karim</p>
<p>Sementara itu, P-Asisten Stafsus Presiden RI Ahmad Riduan Hasibuan menyampaikan dukungan atas ide yang di sampaikan wakil rektor 3 Universitas Andalas dan menyampaikan dukungan pendampingan dari #temanKIP.</p>
<p>&#8220;Saya dukung ide bapak, temanKIP siap support, kami ada PIC #temanKIP di Andalas,&#8221; tegasnya sambil mengenalkan PIC kampus temanKIP Andalas</p>
<p>Setelah pertemuan, Warek 3 Unand mengajak untuk melihat view sunsite dari ruang rektor kampus Unand dan meminta agar ada kunjungan selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Jangan datang cuma sekali pak, Kampus kami terbuka, nanti harus datang lagi,&#8221; Ucapnya</p>
<p>&#8220;Saya akan datang lagi pak, KIP-Kuliah harus sukses, dan bapak balas dulu kunjungan saya datang berkunjung ke Jakarta,&#8221; canda Riduan</p>
<p>Sebelumnya, kunjungan yang sama juga dilaksanakan di UIN IB, Padang diterima Wakil Rektor 2 UIN IB Dr Firdaus, MAg di rektorat kampus UIN Imam Bonjol Selasa,(25/08).<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/targetkan-kip-kuliah-tepat-sasaran-temankip-maraton-kunjungi-rektor-di-sumbar/">Targetkan KIP-Kuliah Tepat Sasaran, #temanKIP Maraton Kunjungi Rektor di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/86 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.009 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:18:43 by W3 Total Cache
-->