<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ugm Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ugm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ugm/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2021 13:42:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ugm Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ugm/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>XLFL Isi Kuliah Kepemimpinan di FISIPOL UGM</title>
		<link>https://prokabar.com/xlfl-isi-kuliah-kepemimpinan-di-fisipol-ugm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 13:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<category><![CDATA[#xlfetureleader]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Dalam rangka implementasi Program Kampus Merdeka, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), memilih XL Axiata Future...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/xlfl-isi-kuliah-kepemimpinan-di-fisipol-ugm/">XLFL Isi Kuliah Kepemimpinan di FISIPOL UGM</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><strong><span class="s2">Jakarta, Prokabar —</span></strong><span class="s1"> Dalam rangka implementasi Program Kampus Merdeka, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), memilih XL Axiata Future Leaders (XLFL) sebagai salah satu pengisi mata kuliah </span><span class="s4">Future Leader and Organisation</span><span class="s1">.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mata kuliah tersebut merupakan bagian dari program Kewirausahaan Sosial (KS) dan paket  perkuliahan </span><span class="s4">Future Skills </span><span class="s1">yang disediakan oleh UGM dan telah berlangsung sejak 28 Agustus 2021.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Chief Corporate Affair Officer XL Axiata, Marwan O. Baasir mengatakan, Suatu kehormatan bagi XL Axiata atas kepercayaan yang diberikan oleh kampus sebesar UGM kepada Program XLFL untuk mengisi mata kuliah dalam rangka implementasi Program Kampus Merdeka. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Kami akan memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan langka ini guna membagikan pengetahuan kami mengenai kepemimpinan dan berbagai softskill yang harus dimiliki oleh generasi muda Indonesia, yang selama 10 tahun terakhir kami sampaikan kepada para mahasiswa peserta program XLFL.” ungkapnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menurut Wakil Dekan Bidang Kerjasama Alumni, dan Penelitian FISIPOL UGM, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, pertimbangan UGM memilih XLFL untuk mengajar di program Kampus Merdeka antara lain adalah XLFL dipandang sebagai sebuah program yang fokus pada pengembangan diri para generasi muda di Indonesia yang memiliki kesamaan visi dengan program Kewirausahaan Sosial FISIPOL UGM.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">“Baik XLFL maupun FISIPOL UGM sama-sama melihat pentingnya generasi muda untuk bisa mendapatkan kesempatan pengembangan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan, manajemen, dan organisasional untuk menyiapkan mahasiswa menjadi calon pemimpin masa depan,” lanjut Poppy.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ada sebanyak 150 mahasiswa dari 381 pendaftar yang berasal dari berbagai instansi pendidikan, yang terpilih untuk mengikuti kelas khusus Program Kampus Merdeka dengan pengampu dan kurikulum dari XLFL ini. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mereka antara lain berasal dari 65 perguruan tinggi, antara lain UGM, UI, ITB, UNAIR, UNPAD, UNAND, UNILA, Universitas Patimura, IPB, UNS, IAIN Kudus, IAIN Purwokerto, dan IAIN Batusangkar. Serangkaian seleksi peserta kelas ini dilakukan oleh XLFL terhadap para pendaftar yang merupakan mahasiswa yang sedang menempuh semester 5-7. Pendaftaran dibuka pada 15 &#8211; 27 Juli 2021 lalu melalui laman <a href="http://www.futureskills.id/"><span class="s5">www.futureskills.id</span></a>.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Para mahasiswa yang terpilih akan mengikuti kelas Kampus Merdeka ini selama satu semester, yaitu antara 28 Agustus 2021 &#8211; Januari 2022, pada hari Sabtu. Kuliah diselenggarakan secara </span><span class="s4">online </span><span class="s1">dengan total 12 pertemuan, durasi masing-masing pertemuan 120 menit. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mahasiswa diwajibkan untuk memenuhi minimal 75% presensi dan menyalakan kamera selama kelas berlangsung.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mata kuliah dalam rangka Kampus Merdeka ini terbagi atas lima kelas yang masing-masing berisi 30 mahasiswa. Penyampaian materi dilakukan oleh dua orang dosen pengampu dalam satu kelas secara bergantian, yaitu dari fasilitator dan alumni XLFL yang telah memiliki pengalaman mengajar serta meraih pencapaian di tempat kerjanya masing-masing.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Terkait materi kuliah yang disampaikan dalam program Kampus Merdeka ini, materi disesuaikan dengan kurikulum XLFL. Nilai-nilai kompetensi dalam kurikulum tersebut meliputi komunikasi efektif, kewirausahaan dan inovasi, serta manajemen perubahan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Layaknya perkuliahan pada umumnya, pada mata kuliah </span><span class="s4">Soft Skills and Leadership Development Class </span><span class="s1">dari XLFL</span><span class="s1">ini juga akan ada Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk menilai kompetensi yang diperoleh mahasiswa. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mahasiswa yang lulus dari mata kuliah ini diharapkan lebih siap dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja, di luar IPK maupun pengalaman organisasi selama masa perkuliahan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"> </span>Ketika lulus dari mata kuliah tersebut, setiap mahasiswa memperoleh sertifikat dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dikti). Dengan mengikuti perkuliahan Program Kampus Merdeka ini, mahasiswa telah memenuhi 3 SKS yang diakui oleh Dikti.</p>
<p class="p2"><span class="s1">Selama hampir 10 tahun, melalui program XLFL, XL Axiata mempersiapkan para anak-anak muda Indonesia untuk bisa menghadapi tantangan di masa depan, melalui kemampuan berkomunikasi secara efektif, mengatasi perubahan, dan berpikir kreatif untuk mencari solusi. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Memasuki masa satu dasawarsa, XLFL telah diikuti oleh lebih dari 137.000 pendaftar, 1.300 mahasiswa peserta dan telah berhasil mencetak 1.000 alumni yang sebagian besar di antaranya telah memasuki dunia profesional dan tersebar di berbagai bidang. (<strong>Rel</strong>)</span></p>
<p class="p2"><span class="s1"> </span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/xlfl-isi-kuliah-kepemimpinan-di-fisipol-ugm/">XLFL Isi Kuliah Kepemimpinan di FISIPOL UGM</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkait Gejolak Injil Berbahasa Minang, Ini Tanggapan Filsuf UGM asal Solok</title>
		<link>https://prokabar.com/terkait-gejolak-injil-berbahasa-minang-ini-tanggapan-filsuf-ugm-asal-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 11:01:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#injil]]></category>
		<category><![CDATA[#injilminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69015</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Anggun Gunawan, seorang pemerhati filsafat, literasi dan budaya asal Kota Solok ini menanggapi serius beredarnya Injil Berbahasa Minangkabau. Akademisi tamatan Jurusan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-gejolak-injil-berbahasa-minang-ini-tanggapan-filsuf-ugm-asal-solok/">Terkait Gejolak Injil Berbahasa Minang, Ini Tanggapan Filsuf UGM asal Solok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Anggun Gunawan, seorang pemerhati filsafat, literasi dan budaya asal Kota Solok ini menanggapi serius beredarnya Injil Berbahasa Minangkabau. Akademisi tamatan Jurusan Philosophy of Reliqion UGM ini sangat tidak setuju tindakan oleh orang tidak bertanggung jawab tersebut. Dan perlu diklarifikasi oleh pihak tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya gini ya Guys. Kalau sebuah etnis telah menetapkan agama anutan buat masyarakatnya, itu sah-sah saja. Apalagi menyatunya Islam dan Minangkabau, panjang sejarahnya. Dan dari pemuka adat, agamawan dan masyarakat biasa menerima diktum Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Dan hampir tidak ada perlawanan dan penentangan terhadap ABS-SBK itu beratus-ratus tahun lamanya. Yang ada malah gerakan memperkuat penerapan syariat Islam dalam kerangka ABS-SBK itu,&#8221; ungkap Anggun Gunawan.</p>
<p>Orang Minang lanjutnya, punya sistem pengambilan keputusan yang unik. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang demokratis di antara masyarakat-masyarakat lain di bumi Nusantara. Di setiap level-level komunitas terjadi rapat untuk mufakat. Dari tataran &#8220;Saparuik&#8221; alias satu nenek, sa jorong, sa nagari, sa luhak sampai nanti pada level Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau yang merupakan kumpulan dari penghulu-penghulu pucuak di masing-masing Nagari. Dan keputusannya adalah Identitas Minangkabau melekat erat dan kuat dengan Identitas Keagamaan (Islam).</p>
<p>CEO at Gre Publishing ini melanjutkan, apakah itu melanggar HAM dan Konstitusi? Saya pikir tidak. Hukum Nasional Indonesia dirumuskan dengan mengambil inspirasi dari hukum-hukum adat etnis-etnis yang ada di Indonesia. Dan saat ini ada Undang-Undang Masyarakat Adat. Yang isinya adalah perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat untuk hidup dengan nilai-nilai yang sudah mereka sepakati bersama dan menjadi way of life dari etnis atau suku-suku yang ada. Di KOMNAS HAM sendiri ada Ketua yang khusus menaungi Hak dan Persoalan-Persoalan Masyarakat Adat ini.</p>
<p>&#8220;Nah, soal Injil atau Alkitab berbahasa Minang sebenarnya kan perlu diklarifikasi. Ini tujuannya buat apa? Apakah ingin mengkristenkan orang Minang atau bagian dari kampanye untuk saling memahami satu sama lain di antara pemeluk agama agama yang ada di Indonesia?</p>
<p>Kalau ini bagian dari agenda Kristenisasi, tentu saja orang Minang marah. Karena beratus atau bahkan beribu tahun lamanya orang Minang telah menjadikan identitas kebudayaan melekat dengan identitas keagamaan (Islam).</p>
<p>Hal itu pilihan dan hak setiap etnis. Sebagaimana Yahudi yg mendaulat diri sebagai agama bangsa. Artinya anda ngak bisa menjadi orang yahudi jika tidak punya darah yahudi,&#8221; ujar Mahasiswa Jurusan MA publishing Media di Oxford Brookes University tersebut.</p>
<p>Kemudian, Kalau ada yang tidak suka dengan diktum &#8220;Minang itu Islam&#8221; maka masyarakat adat Minangkabau sendiri yang memutuskan apakah mau dikaji ulang atau tetap dipertahankan. Jadi bukan urusan etnis lain. Dan jika ada orang Minang sendiri yang mempermasalahkan, maka ia harus berhadapan dengan Majelis Tinggi Kerapatan Adat Minangkabau atau LKAAM saat ini. Jika keberatan itu hanyalah suara satu dua orang Minang yang cuma sekedar mencari sensasi saja demi mendapatkan duit dari riset-riset kontroversial. &#8220;Maka apakah konsensus ABS-SBK yang sudah jamak diterima masyarakat Minang itu harus direvisi?,&#8221; luasnya.</p>
<p>Jika Injil berbahasa Minang itu bagian dari Kristenisasi, maka wajar orang Minang marah. Karena itu memporak-porandakan tatanan nilai dan budaya yang sudah mereka anut sekian lama.</p>
<p>Orang Minang mempersilahkan kepada orang Minang yang ingin pindah agama. Bahkan adik satu ayah lain ibu Buya Hamka adalah seorang pendeta kawakan. Tapi bagi orang Minang walaupun ia keturunan seorang ulama besar dan rahim ibu yang taat berminang, setelah memutuskan pindah agama, maka ia bukanlah orang minang lagi. Terbuang secara adat. Silahkan memulai hidup baru dengan agama baru dan tentu lepaskan identitas keminangan. Dan orang Minang tidak akan mengusik kehidupan dia jika memang sudah memutuskan pindah agama. Selama ia juga tidak mengusik orang Minang dengan memperbanyak orang-orang Minang lain untuk turut dalam keyakinan baru yang ia anut.</p>
<p>Jangan kemudian nama minang dan suku-suku Minang dibawa-bawa. Silahkan pindah agama, tapi lepaskan identitas keminangan. Karena pemakaian identitas itu harus lewat persetujuan dari pemilik kebudayaan itu sendiri.</p>
<p>Orang Minang tidak mempermasalahkan jika Orang Jawa tidak menjadikan Islam sebagai identitas etnis. Karena Jawa punya sejarah dan pilihan sendiri.</p>
<p>Sebuah konsensus etnisitas adalah hal yang biasa dan harus dihormati oleh siapapun. Bahkan saat ini saja malah diperbolehkan suku-suku tradisional menganut agama lokal demi menjaga tradisi dan keyakinan yg sudah menjadi bagian tak terpisahkan di antara masyarakat adat tersebut.</p>
<p>Apabila injil terjemahan berbahasa Minang itu bertujuan untuk meningkatkan sikap toleransi beragama di kalangan orang Minang, saya pikir ini tentu salah alamat. Karena toleransi itu tidak mewajibkan orang untuk paham isi kitab suci dari agama lain. Toleransi itu bisa dibangun dengan memakai platform bersama dan nilai-nilai kebangsaan bersama. Misalnya lewat penjelasan butir-butir Pancasila.</p>
<p>Selama tidak ada tindakan memusuhi umat lain dan orang-orang agama lain diberikan kesempatan ibadah tanpa rasa takut, maka sesungguhnya toleransi itu sudah terbangun. Soal membaca kitab agama orang lain adalah pilihan sukarela dan sangat berkaitan dengan kebutuhan khusus.</p>
<p>Misalnya, ada orang yang ingin belajar Kristologi. Kalau perlu belajar bahasa aramaic/syiriac yang asli atau belajar bahasa Latin. Sehingga makna dari AlKitab bisa dipahami secara benar dan tidak tergerus atau terdistorsi oleh dilema pemaknaan serta miskinnya kosa kata dari bahasa terjemahan.</p>
<p>Tapi apakah masyarakat awam memiliki kepentingan untuk baca kitab suci agama lain? Saya pikir ngak penting buat mereka. Baca terjemahan Al Qurán saja juga malas.</p>
<p>Penerjemahan sebuah kitab suci membutuhkan effort dan expertise yang ngak main-main. Untuk menerjemahkan Al Qurán ke dalam bahasa Indonesia, kementerian agama membuat tim yang terdiri dari sekian professor ahli tafsir al qurán, ahli bahasa arab dan ahli bahasa Indonesia. Artinya, butuh kepakaran yang kuat dan investasi yang besar. Karena ngak mungkin tim penerjemahan bekerja gratisan saja.</p>
<p>Ketika sebuah terjemahan kitab suci masuk ke marketplace, maka sesungguhnya ia tunduk kepada hukum ekonomi. Ada pasar yang ditarget, ada hitungan laba dan rugi atas investasi yang sudah dikeluarkan. Apabila sudah diketahui bahwa sebuah proyek atau produk tidak memenuhi analisis keterserapan pasar karena marketnya yang kecil, tapi kemudian sang produsen tetap ingin memasarkannya, pasti ada motif tertentu di luar bisnis di balik pemasaran tersebut.</p>
<p>&#8220;Jadi sebenarnya, kita dah capek ribut-ribut soal agama ini di Indonesia. Biarlah orang Islam tenang dan kita juga ingin orang Kristen serta kawan-kawan agama lain hidup tentram. Jalani saja agama masing-masing, tanpa harus rebutan umat atau pengikut. Yang mau pindah agama dipersilahkan saja dengan azas tanpa paksaan dan lahir dari kesadaran pribadi,&#8221; terang Anggun Gunawan.</p>
<p>Tapi jika masuk pada ranah melompati pagar orang lain, membidik umat lain atau etnis tertentu untuk dipindah-agamakan secara sistematis, sebenarnya inilah duri-duri yang membuat hubungan sesama anak bangsa selalu riuh dan panas. Yang tak tahu bagaimana konsep beradat dan berislam orang Minang, tak usah pulalah berkomentar banyak. Jangan samakan pilihan identitas etnis anda dengan orang Minang. Karena sama saja anda sedang memakai kacamata kuda untuk menilai sebuah kebudayaan yang anda bukanlah bagiannya dan tidak mengetahui lika-likunya.</p>
<p>Dari sudut pandang linguistik atau kebahasaan, sebenarnya di kampung-kampung Sumatera Barat orang sudah ber-Indonesia Raya. Alias Bahasa Indonesia dengan logat dan struktur bahasa Minang.</p>
<p>Bacaan orang Minang pun sebenarnya juga sudah sangat Indonesia. Hampir tidak ada koran yang berbahasa minang di Sumatera Barat. Kecuali beberapa kolom sastra dan budaya.</p>
<p>Kekuatan budaya merantau telah membuat orang Minang menjadi sangat urban. Beda dengan di Jawa. Masih banyak orang di desa yg masih susah berbahasa Indonesia. Terutama generasi di atas 60 tahun.</p>
<p>Di pasar-pasar di Jogja, Si Mbah pedagang sayur ketika diajak bicara bahasa Indonesia, masih membalas dengan bahasa Jawa. Di Jawa pun banyak gereja-gereja kristen Jawa. Yang membuat Injil berbahasa Jawa diperlukan.</p>
<p>&#8220;Nah, kalau bikin injil berbahasa Minang ngak ada gunanya. Pertama, sudah ada diktum orang MINANG ITU ISLAM. Jadi marketnya bisa dikatakan Nol. Kalau agak moderat, nol koma. Selain itu, lebih terbiasanya orang Minang dengan literasi berbahasa Indonesia sampai ke pelosok-pelosok kampung. Mungkin bagi filolog akan lebih menarik jika Injil itu dalam bahasa Minang dan beraksara Arab Melayu. 100 tahun lagi akan mahal harganya. Karena akan jadi dokumen menarik untuk penelitian,&#8221; pungkas Founder dan CEO Gre Holdings ini. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-gejolak-injil-berbahasa-minang-ini-tanggapan-filsuf-ugm-asal-solok/">Terkait Gejolak Injil Berbahasa Minang, Ini Tanggapan Filsuf UGM asal Solok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekjen DPD RI Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Erwan Agus Purwanto</title>
		<link>https://prokabar.com/sekjen-dpd-ri-hadiri-pengukuhan-guru-besar-erwan-agus-purwanto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2019 06:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#DPD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<category><![CDATA[dpdri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Prokabar — Sekjen DPD RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPN – IKAPTK) DR. Drs. Reydonnyzar “Donny” Moenek., M.Devt.M,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekjen-dpd-ri-hadiri-pengukuhan-guru-besar-erwan-agus-purwanto/">Sekjen DPD RI Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Erwan Agus Purwanto</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Yogyakarta, Prokabar —</strong> Sekjen DPD RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPN – IKAPTK) DR. Drs. Reydonnyzar “Donny” Moenek., M.Devt.M, hadir pada acara Rapat Terbuka Dewan Guru Besar, Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si yang merupakan Dekan Fisipol UGM, bertempat di Gedung Senat Fisipol Kampus Universitas Gajah Mada Yokyakarta, Senin (23/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di hadapan civitas akademika UGM, tamu dan undangan yang hadir, Prof Erwan Agus Purwanto, menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul “Kebijakan Publik yang Agile dan Inovatif dalam memenangkan Persaingan di Era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Turut hadir dalam acara pengukuhan guru besar tersebut, Mensesneg Pratikno, Ketua KPU RI Arief Budiman, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sekjen Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Ses KemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji, Budayawan Eros Djarot, dan banyak lainnya. Kemudian dari UGM sendiri Rektor Prof Panut, Warek Bidang Pendidikan Prof Jagal serta Warek Bidang SDM dan Aset Prof Bambang. (<b>rel</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekjen-dpd-ri-hadiri-pengukuhan-guru-besar-erwan-agus-purwanto/">Sekjen DPD RI Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Erwan Agus Purwanto</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahas Kualitas Pers Indonesia, UGM dan Dewan Pers Jalin Kerja Sama</title>
		<link>https://prokabar.com/bahas-kualitas-pers-indonesia-ugm-dan-dewan-pers-jalin-kerja-sama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 05:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#dewanpers]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[#PWI]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono dan Ketua Dewan Pers, M Nuh telah menandatangani nota kesepahaman bersama. Kerja sama kedua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bahas-kualitas-pers-indonesia-ugm-dan-dewan-pers-jalin-kerja-sama/">Bahas Kualitas Pers Indonesia, UGM dan Dewan Pers Jalin Kerja Sama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono dan Ketua Dewan Pers, M Nuh telah menandatangani nota kesepahaman bersama.</p>
<p>Kerja sama kedua belah piha ini meliputi bidang Pengembangan Pendidikan Pers Pancasila, Pembinaan dan Pemberdayaan Pers Mahasiswa, dan Pendidikan mengenai Penyelesaian Sengketa Pers.</p>
<p>M Nuh mengatakan Dewan Pers ikut bertanggung jawab dalam meningkatkan kemerdekaan pers yang berkualitas. Salah satu hal yang menentukan berkualitasnya pers Indonesia tersebut diantaranya ditentukan dari kompetensi para jurnalis.</p>
<p>“Kualitas pers ditentukan oleh kompetensi dari para jurnalisnya dan itu ditentukan sejak ia belajar menjadi mahasiswa. Kita mengapresiasi UGM karena menjadi inisiator pengembangan pendidikan pers mahasiswa,” kata Nuh.</p>
<p>Panut Mulyono mengatakan UGM sebagai institusi pendidikan selalu mengingatkan agar para pegiat pers khususnya pers mahasiswa untuk kritis, namun terarah dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Di sinilah peran Dewan Pers sangat diperlukan untuk membuat kehidupan pers di kampus lebih semarak lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dirjen Informasi Komunikasi Publik (KIP), Widodo Muktiyo yang hadir dalam acara tersebut mengatakan MoU antara Dewan Pers dengan perguruan tinggi, termasuk UGM, menjadi sangat penting karena banyak media yang kompetensi jurnalisnya sering diragukan.</p>
<p>“Kerja sama ini diharapkan bisa menjadi jembatan hubungan media dengan dunia kampus,” pungkas Widodo. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bahas-kualitas-pers-indonesia-ugm-dan-dewan-pers-jalin-kerja-sama/">Bahas Kualitas Pers Indonesia, UGM dan Dewan Pers Jalin Kerja Sama</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 00:37:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokampus]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#itb]]></category>
		<category><![CDATA[#kankerservik]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<category><![CDATA[#unair]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surabaya, Prokabar — Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, Prokabar — </strong>Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang alat scanner kanker servik.</p>
<p>Dalam mengerjakan alat ini, Dosen Uniar, Dr Riries RST MT bersama tim (Winarno SSi, MT Osmalina Nur Rahma ST MSi) tim UGM, ITB, dan IPB melakukan penelitian yang menghasilkan alat berupa hardware dan software scanner kanker servik.</p>
<p>“Tidak hanya untuk membantu mendeteksi pasien, tapi juga untuk alat pembelajaran dokter muda,” ungkap Dr Riries.</p>
<p>Alat ini menurut Dr Riries, dilengkapi mikroskop portable, namun di-improve lebih spesifik untuk kanker servik. Penelitian yang memanfaatkan engineering dan image processing itu, akan menampilkan hasil akhir keseluruhan gambar dengan dapat menampilkan secara detail saat diperbesar.</p>
<p>Adapun penelitian tersebut, tidak hanya sebagai scanning dan identifikasi, tapi juga sebagai data repository. Data repository bisa sebagai digital record riwayat kesehatan pasien dan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pasien.”Nanti juga bisa data repository, selama ini data preparat disimpan saja nanti berjamur sewaktu-waktu data tersebut diminta dinas kesehatan.</p>
<p>Penelitian yang masih berjalan tersebut, menurut bu Riries selaku ketua tim mengharapkan dapat bermanfaat. Terutama pada faskes kesehatan yang rendah untuk bisa mengakses. Dengan itu, faskes rendah seperti puskesmas dapat mengonsultasikannya dengan dokter yang di pusat dengan konsep Internet Of Thinking.</p>
<p>”Faskes-faskes rendah bisa mengakses. Nanti dikirim ke dokter yang di pusat, nanti bisa melalui telepon atau internet,” ungkapnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Kanker Servik merupakan penyakit yang banyak penderitanya. Beberapa tahun terakhir penyakit itu menjadi yang sangat diperhatikan. Pemerintah melalui beberapa iklan layanan masyarakat menganjurkan untuk rajin melakukan tes pap smear pada semua perempuan Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi, Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) adalah program dikti yang bertujuan mendorong para dosen di seluruh Indonesia melakukan publikasi demi mencapai World Class University. Penelitian tersebut merupakan gelombang pertama yang diikuti dari empat universitas yakni, UNAIR, ITB, IPB dan UGM. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Hadiri Reuni Akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada</title>
		<link>https://prokabar.com/presiden-hadiri-reuni-akbar-keluarga-alumni-universitas-gadjah-mada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2018 09:48:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=19195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Reuni Akbar Alumni Keluarga Universitas Gadjah Mada (Kagama) Tahun 2018, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-hadiri-reuni-akbar-keluarga-alumni-universitas-gadjah-mada/">Presiden Hadiri Reuni Akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Reuni Akbar Alumni Keluarga Universitas Gadjah Mada (Kagama) Tahun 2018, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9)LPP.</p>
<p>Tiba sekitar pukul 12.20 WIB, Presiden Jokowi yang mengenakan baju batik berwarna coklat dilapisi jakerta berwarna merah disambut oleh Ketua Kagama yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selanjutnya, Presiden duduk diapit oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.</p>
<p>Dalam kesempatan itu turut menghibur peserta Reuni Kagama 2018 adalah Elek Yo Band, yang merupakan Group Band beranggotakan para Menteri Kabinet Kerja.</p>
<p>Saat memberikan sambutan Presiden Jokowi mengungkapkan, sebenarnya dirinya sudah bersiap untuk menyiapkan diri untuk menyanyi. Ia bahkan sudah meminta satu lagu saja Elek yo Band namun ternyata enggak bisa.</p>
<p>“Ya enggak jadilah, enggak jadi,” ujar Presiden Jokowi disambut tawa hadirin peserta Reuni Kagama 2018.</p>
<p>Presiden meminta agar Elek Yo Band berlatih lebih rutin. Ia mengaku sempat melihat penampilan group band itu di televisi yang memang tampak jelek. “Betul, saya sampai mules mules ndengerinya. Kalau pas <em>live</em> gini enggak kelihatan, enggak keliatan kalau pas <em>live</em>. Tapi begitu di tv, kelihatan sekali jeleknya kelihatan,” ucapnya.</p>
<p>Menurut Presiden, Elek Yo Band bagus karena ada <em>backin</em>g vokalnya. Namun coba disuruh nyanyi sendirian kayak biasanya, menurut Presiden, pasti ya jelek.</p>
<p>“Enggak pernah latihan, isinya kerja enggak pernah latihan,” ujar Presiden.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi yang juga alumni UGM mengundang sejumlah anggota Kagama yang semasa kuliah di UGM pernah berhutang pada warung-warung di sekitar kampur atas tempat mereka kos. Berulang kali peserta reuni dibuat tertawa oleh pengakuan sejumlah anggota Kagama yang sempat berhutang karena berbagai alasan.</p>
<p>Tampak hadir pada acara tersebut antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Rektor UGM Panut Mulyono. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-hadiri-reuni-akbar-keluarga-alumni-universitas-gadjah-mada/">Presiden Hadiri Reuni Akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 52/114 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/11 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:40:45 by W3 Total Cache
-->