<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Traumahealing Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/traumahealing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/traumahealing/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 13:10:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Traumahealing Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/traumahealing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</title>
		<link>https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 13:05:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#pascabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[#Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Traumahealing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=131780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar– Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/">Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar–</strong> Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.</p>
<p>Diantara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.</p>
<p>Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.</p>
<p>Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.</p>
<p>Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.</p>
<p>Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.</p>
<p>Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.</p>
<p>“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.</p>
<p>Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.</p>
<p>Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.</p>
<p>Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.</p>
<p>Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.</p>
<p>Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.</p>
<p>Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.</p>
<p>Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.</p>
<p>Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.</p>
<p>Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.</p>
<p>“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.</p>
<p>Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.</p>
<p>“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.</p>
<p>Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.</p>
<p>SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/">Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Kirim TRC dan Dirikan Posko Trauma Healing untuk Korban Banjir Pessel</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-kirim-trc-dan-dirikan-posko-trauma-healing-untuk-korban-banjir-pessel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 14:07:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#timTRC]]></category>
		<category><![CDATA[#Traumahealing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Untuk membantu penanganan pasca-banjir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), PT Semen Padang mengirim relawan Tim Reaksi Cepat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kirim-trc-dan-dirikan-posko-trauma-healing-untuk-korban-banjir-pessel/">Semen Padang Kirim TRC dan Dirikan Posko Trauma Healing untuk Korban Banjir Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Untuk membantu penanganan pasca-banjir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), PT Semen Padang mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan tim medis dari Semen Padang Hospital (SPH) ke lokasi banjir di Pessel.</p>
<p>Selain relawan, bersamaan dengan itu juga dikirim bantuan sembako sebanyak 620 paket, serta selimut dan pakaian yang akan dibagikan di dua titik lokasi terdampak bencana banjir, yaitu di Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto 11 Tarusan, dan di Surantih, Kecamatan Sutera.</p>
<p>Pelepasan relawan dan paket sembako serta selimut dan pakaian itu, dilakukan oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa (12/3/2024). Pada pelepasan tersebut, turut hadir Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, dan Dirut SPH, dr. Selfi Farisha.</p>
<p>Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari mengatakan, relawan TRC yang dikirim ke lokasi banjir di Pessel itu merupakan gelombang kedua. Sebelumnya, PT Semen Padang juga mengirimkan 10 orang relawan dari Mine Rescue Team Rescue Team (MRT) Departemen Tambang &amp; Pengelolaan Bahan Baku untuk membantu korban terdampak banjir.</p>
<p>&#8220;Selain mengirim relawan MRT, Semen Padang sebelumnya juga mengirimkan bantuan bahan makanan untuk kebutuhan dapur umum korban banjir di Pessel yang dikirim melalui Dinas Sosial dan Dinas ESDM Provinsi Sumbar,&#8221; kata Pri Gustari usai melepas relawan TRC dan tim medis SPH ke lokasi bencana banjir Pessel.</p>
<p>Untuk relawan TRC Semen Padang ini, Pri Gustari menyampaikan sesampai di Kecamatan Sutera, para relawan ini langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel terkait penanganan pasca-banjir yang terjadi akibat hujan deras sejak Kamis (7/3/2024) sore hingga Jumat.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, kehadiran TRC ini dapat membantu masyarakat atau korban yang terdampak banjir, ataupun membantu pencarian korban banjir yang mungkin masih belum ditemukan, serta membantu rumah-rumah masyarakat atau fasilitas umum yang mungkin masih tertimbun material banjir,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati menambahkan bahwa relawan TRC Semen Padang ini akan berada selama 4 hari di lokasi bencana banjir di Kecamatan Sutera. Selama di sana, mereka juga akan membantu pendistribusian bantuan logistik untuk korban banjir.</p>
<p>&#8220;Informasinya, di sana (Kecamatan Sutera) merupakan lokasi yang belum tersentuh oleh bantuan logistik dan relawan. Maka dari itu, sembako yang kami kirim hari ini sebagian akan didistribusikan di Kecamatan Sutera, yaitu di Nagari Surantih,&#8221; kata Anita.</p>
<p>Di lokasi bencana, PT Semen Padang bersama SPH juga membuka posko trauma healing dengan melibatkan tim medis SPH yang terdiri dari 2 orang dokter, 5 perawat dan 2 apoteker. &#8220;Kami pun juga membawa bantuan obat-obatan dan selimut,&#8221; tambah Dirut SPH dr. Selfi Farisha.</p>
<p><strong>Sampai di Tarusan</strong></p>
<p>TRC Semen Padang dan tim medis dari Semen Padang Hospital (SPH) sampai di lokasi Kampung Tanjung, Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto 11 Tarusan sekitar pukul 16.00 WIB. Di lokasi ini, tim menyerahkan bantuan Sembako untuk 300 KK. Juga diserahkan bantuan bedcover, dan pakaian anak anak, dan dewasa.</p>
<p>Tokoh masyarkat Kampung Tanjung Simon tanjuang menyampaikan terimakasih atas bantuan tim Semen Padang Group. &#8220;Di Kampung Tanjung ini ada sebanyak 250 KK yang terisolas dan butuh bantuan. Banyak di antara warga sejak Jumat (8/3/2024) kelaparan karena belum mendapat bantuan,&#8221; tutur Simon dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Lokasi di Kampung Tanjung terisolasi karena akses jalan tertutup oleh kayu dan batu-batu. Penduduk di dalam lebih banyak di luar, dan sangat butuh bantuan sampai saat ini,&#8221; kata Simon.</p>
<p>Setelah dari 11 Koto Tarusan, sekitar pukul 17.00 WIB, relawan TRC dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu bersama tim medis dari SPH kemudian melanjutkan misi kemanusian ke Kecamatan Surantih. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kirim-trc-dan-dirikan-posko-trauma-healing-untuk-korban-banjir-pessel/">Semen Padang Kirim TRC dan Dirikan Posko Trauma Healing untuk Korban Banjir Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/60 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:18:33 by W3 Total Cache
-->