<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tragedi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tragedi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tragedi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 14:56:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#tragedi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tragedi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolom: The Day After Tragedi Kanjuruhan, Suatu Hari tanpa Rasa takut ke Stadion</title>
		<link>https://prokabar.com/kolom-the-day-after-tragedi-kanjuruhan-suatu-hari-tanpa-rasa-takut-ke-stadion/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 14:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Stadion]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107606</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Wartawan Utama Dalam dua dekade catatan perjalanan jurnalistik saya sebagai wartawan olahraga, separohnya area peliputan saya adalah sepakbola Indonesia. Hal itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-the-day-after-tragedi-kanjuruhan-suatu-hari-tanpa-rasa-takut-ke-stadion/">Kolom: The Day After Tragedi Kanjuruhan, Suatu Hari tanpa Rasa takut ke Stadion</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class=" wp-image-20005 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/kanju.jpg" alt="" width="133" height="159" /></p>
<p>Oleh:<strong> Rizal Marajo</strong><br />
<strong>Wartawan Utama</strong></p>
<p>Dalam dua dekade catatan perjalanan jurnalistik saya sebagai wartawan olahraga, separohnya area peliputan saya adalah sepakbola Indonesia. Hal itu pula yang membuat saya bisa membuat list stadion-stadion yang pernah saya masuki di Indonesia.</p>
<p>29 Stadion di Indonesia, tercatat sudah pernah menjadi area tugas saya. Mulai dari stadion standar internasional, sampai stadion kabupaten/kota. Satu hal yang tak pernah luput dari pengamatan saya di semua stadion itu, perilaku penonton atau suporter.</p>
<p>Dari sini saya punya hipotesa, fanatisme penggila sepakbola Indonesia itu memang dahsyat, heboh, bahkan &#8220;gila&#8221;. Padahal dari segi prestasi, sepakbola Indonesia itu belum kemana-mana, hanya berkutat disitu-situ saja.</p>
<p>Bukan pemandangan aneh melihat tribune-tribune stadion penuh, disesaki orang yang ingin memberi dukungan kepada klub kesayangannya. Olahraga yang satu ini tak hanya sekdar permainan, tapi sepertinya sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Suporter bola, kalau kita bicara Indonesia, memang rata-rata bersenjatakan fanatis, terutama tim-tim yang secara tradisi memang punya basis suporter yang besar. Kalau sudah bicara fanatisme, kegilaan dan kecintaan para suporter itu kepada timnya memang tak bisa ditawar-tawar lagi.</p>
<p>Tetapi itulah suporter, tribun adalah rumah kedua mereka. Tempat terbaik mereka menyuarakan dan mengekspresikan semuanya, tempat terindah untuk menangis haru jika tim kesayangan menang.</p>
<p>Tapi sebaliknya, tribun juga terkadang menjadi tempat terburuk, jika tim mengalami kekalahan. Berbagai kejadian sebagai efek kekalahan juga berasal dari tribun. Reaktif, spontanitas, dan terkadang jadi liar, adalah dunianya suporter.</p>
<p>Ketika dunia jurnalis membawa saya ke stadion-stadion meliput sepakbola nasional, ternyata saya justru sangat menikmati, bahkan sedikit tergila-gila dengan sepakbola negeri ini.</p>
<p>Sebut saja, bersama Semen Padang FC saya kerap diundang ikut tur away. Menulis reportase atau live score pertandingan memang menyenangkan. Tapi mengamati polah dan style para suporter adalah bonus yang tak kalah menarik.</p>
<p>Rata-rata agresif, itulah karakater suporter sepakbola Indonesia. Dari semua Stadion yang pernah saya kunjungi, disamping menikmati ternyata juga ada rasa was-wasnya, terutama jika berada di Stadion luar Sumbar dan melibatkan klub-klub besar dengan basis masa pendukung berlimpah.</p>
<p>Beberapa kali saya pernah berada di tengah suporter klub besar dan fanatik seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, PSM Makassar, Arema, ataupun PSM Makassar. Bahkan juga suporter Persipura Jayapura.</p>
<p>Pengalaman yang beragam berada ditengah-tengah mereka. Ada yang menakutkan, tapi ada juga yang bersahabat.</p>
<p>Bersama tim Semen Padang FC, saya pernah mencapat teror dari suporter persib di Stadion Sliwangi, atau seramnya pendukung Juku Eja di Stadion Andi Matalatta Makassar. Juga betapa liarnya Aremania saat mnendukung timnya di Stadion Kanjuruhan.</p>
<p>Saya juga pernah bersama para Jakmania di partai usiran di Stadion Manahan Solo tahun 2011. Tapi saya juga telah mengalami manisnya sikap pendukung Persipura di Stadion Mandala 2003.</p>
<p>Walau timnya kalah dari Semen Padang, tapi mereka memberikan aplaus seusai laga kepada tim tamu. Bahkan sepanjang jalan menuju hotel, bus Semen Padang FC sedikitpun tak diusik. Bahkan dari balik kaca bus terlihat mereka mengacungkan jempol dan memberikan tepuk tangan. Sungguh, Jayapura terlalu manis untuk dilupakan.</p>
<p>Tapi pernah juga saya berada satu stadion dengan suporter klub Divisi lebih rendah dan suporternya jumlahnya tak terlalu banyak, semacam PSAP Sigli, PSSB Bireun, atau PSBL Bandar Lampung, Persikabo Bogor, atau PSDS Deli Serdang. Walau kecil, tapi mereka bisa juga sedikit &#8220;gila&#8221; dan agresif.</p>
<p>Nah, sudah seringkali dibahas dan ditulis, bahwa datang ke stadion di Indonesia selalu memunculkan ketegangan dan dibayangi rasa khawatir potensi rusuh. Pertanyaannya, seseram itukah stadion-stadion di Indonesia?</p>
<p>Memang ada kecendrungan fanatisme pada tim kesayangan makin kesini semakin tak terkendali dan agak kebablasan. Rivalitas yang sengaja dibuat panas. Maraknya sosial media ikut membantu memudahkan terjadinya pergesekan.</p>
<p>Padahal antar pemain di lapangan tak ada masalah, mereka profesional dengan seragam tim masing-masing.</p>
<p>Akan tetapi, perlu juga digaris bawahi, tak melulu suporter sepakbola Tanah Air identik dengan hal-hal negatif.</p>
<p>Sekarang bukan hal aneh melihat perempuan sudah mulai ikut &#8220;nyetadion&#8221; nonton bola. Bahkan ada keluarga kecil, pasangan muda dengan anak-anak mereka datang ke stadion kompak memakai jersey klub kesayangan</p>
<p>Saat ini kelompok suporter berbagai klub juga bersaing kreatifitas dalam mendukung tim kesayangan. Harus diakui atraksi mereka saat memberi dukungan lewat nyanyian atau koreo menjadi elemen penting yang membuat sepak bola Indonesia lebih terasa hidup.</p>
<p>Kesampingkan dan harap maklum saja kalau prestasi bal-balan kita belum kelas dunia, namun bicara kalau fanatisme dan aksi-aksi suporternya di tribune kita fantastis.</p>
<p>Tidak percaya, bahkan klub-klub Eropa yang menjalani tur pra musim atau sambil berlibur di musim panas ke Indonesia, dipastikan akan selalu memuji fanatisme suporter Indonesia sebagai suporter paling fantastis di dunia.</p>
<p>Terlepas pujian itu bagian dari marketing mereka karena Indonesia adalah pasar besar merchandise mereka, tapi itulah suporter sepakbola Indonesia yang semakin &#8220;diperhitungkan&#8221; di dunia sepakbola Internasional.</p>
<p><strong>Apa yang mereka cari ke stadion?</strong><br />
Untuk menjawab hal ini saya mendapat jawaban yang riil, karena saya banyak belajar dan banyak berkomunikasi dengan para suporter. Yang terdekat sebut saja suporter Semen Padang FC semisal spartacks atau the Kmers.</p>
<p>Setidaknya apa yang mereka katakan adalah suara hati para suporter bola secara universal. Karena menonton pertandingan selama 90 menit akan terasa nikmat mereka hadir di stadion. Akan jauh beda suasananya menonton pertandingan di Stadion yang kosong melompong.</p>
<p>Mereka datang ke stadion memang untuk mendukung, mengekspresikan kecintaan dan loyalitas kepada tim dari tribun. Tak banyak yang mereka harapkan dari tim dan para pemainnya.</p>
<p>Bermain dengan penampilan yang penuh spirit, berjuang dengan bangga demi lambang di dada, dan tentunya mendambakan sebuah kemenangan. Itu saja sudah cukup.</p>
<p>Seorang suporter tak akan berharap dapat liputan eksklusif di media, tak menuntut ikut menikmati bonus atau hadiah kalau tim menang. Mereka juga tak berfikir dan terobsesi bisa ikut memegang piala jika tim kesayangan juara. Mereka sudah cukup senang ikut bergembira dibalik pagar tribun.</p>
<p>Namun, jujur saja sepakbola lokal kita belum spenuhnya bisa menjadi sebuah tontonan yang nyaman di tribun stadion. Terkadang ada risiko yang ditanggung.</p>
<p>Hati saya bergetar, tapi salut juga melihat ayah-ayah yang berani membawa anaknya, bahkan balitanya ke stadion, terutama di laga-laga rivalitas panas. Atau para gadis-gadis remaja ikut membaur berosrak, bernyanyi, ditengah-tengah suporter.</p>
<p>Saya pujikan nyali mereka, padahal mereka menyadari potensi-potensi negatif yang mungkin dan bisa saja terjadi.</p>
<p>Saya yakin banyak orang sesama penggemar bola berpikir yang sama. Mereka ingin membawa keluarga ke stadion, tapi takut akan risikonya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20003" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6.png" alt="" width="958" height="448" /></p>
<p><strong>Rapor Merah PSSI</strong><br />
Permasalahannya, problematik kenyamanan menonton bola ini tak pernah dibenahi secara serius oleh pihak-pihak berkepentingan. PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola Tanah Air, sepertinya sudah tak berdaya mencari akar masalah kenapa sepak bola Indonesia terkadang bisa begitu menakutkan.</p>
<p>PSSI baru sebatas berkutat pada tata tata kelola dan menghidupkan industrinya. Tapi itupun tak juga mulus, karena kompetisi dan juga prestasi timnas juga amburadul.</p>
<p>Bagaimana mereka akan menyentuh dan mengurus hal-hal berbau sosial seperti suporter, sedangkan untuk urusan mengatrol prestasi dan menjalankan pembinaan sepakbola saja, rapor PSSI masih banyak merahnya.</p>
<p>Petinggi-petinggi kelompok suporter sejatinya menyadari, konflik-konflik di jajaran akar rumput anggota mereka makin ke sini makin kebablasan. Sejumlah orang berpengaruh di kelompok suporter sudah berupaya melakukan meretas jalan damai.</p>
<p>Namun, itu semua tidak bisa berjalan mulus, karena nihil kesepahaman bersama di kalangan akar rumput yang jumlahnya amat besar. Makanya pergesekan dan kericuhan antar suporter tetap ada.</p>
<p><strong>Kelas Sosial</strong><br />
Bukan rahasia lagi, kalau suporter di Indonesia kerap diidentikkan dengan sekumpulan orang dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah, sebuah jumlah kelas sosial yang mendominasi di negara ini.</p>
<p>Mereka menjadikan sepak bola sebagai sarana melupakan kesusahan kehidupan. Mereka yang sudah sering kalah dalam kehidupan, menumpukkan harapan ke klub kesayangannya.</p>
<p>Lewat identitas klub mereka bisa merasakan kemenangan, hal yang mungkin mereka tak dapatkan dalam kehidupan. Keceriaan dalam sepak bola bisa melupakan sejenak masalah masing-masing pribadi.</p>
<p>Jangan heran mereka bisa begitu marahnya, saat tim kesayangan kalah. Hal terindah dalam kehidupan mereka tersakiti. Apa iya sepak bola maknanya begitu besar buat mereka? Realitanya seperti itu. Sepak bola bagi masyarakat Indonesia merupakan sebuah harapan.</p>
<p>Anda mungkin bisa mengolok-olok klub-klub dunia seperti Liverpool, Manchester United, AC Milan, Barcelona, Real Madrid, tanpa menderita konsekuensi. Perang fans di media sosial pun lebih kepada bersenang-senang.</p>
<p>Tapi jangan pernah bicara negatif tentang Persija, Persib, Persebaya, Arema dsb. di hadapan fans fanatisnya. Sekalipun satu komentar di media sosial, itu akan memunculkan keributan.</p>
<p>Entahlah, buat mereka klub adalah identitas yang sudah menyatu dengan kehidupan. Tak bisa dipandang remeh.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20004" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/pintu-01-1.jpg" alt="" width="570" height="380" /></p>
<p><strong>Tragedi Kanjuruhan</strong><br />
1 Oktober 2022, Tragedi Kanjuruhan seperti menyadarkan kita, ada bom waktu masalah di dunia sepakbola negeri ini. Persoalan Suporter memang tak pernah dianggap dan ditangani serius.</p>
<p>Terasa menyayat hati, lebih dari seratus orang meninggal dunia. Bahkan banyak di antara mereka bukan dari kalangan suporter kebanyakan, tapi anak kecil dan wanita.</p>
<p>Yang memilukan mereka bukan oknum-oknum suporter yang masuk ke lapangan meluapkan kekecewaan karena tim kesayangan kalah dari rival. Mayoritas mereka yang jadi korban adalah orang-orang yang duduk manis di area tribune.</p>
<p>Fans datang ke stadion dengan membayar, mereka konsumen yang semestinya dilindungi. Bukan objek eksploitasi dengan berlindung dibalik industri sepak bola. Tapi justru mereka menjadi korban sia-sia.</p>
<p>Tapi saya tidak atau belum ingin mengubur hasrat untuk menyaksikan pertandingan sepakbola Indonesia ke stadion. Saya dan semua penikmat sepakbola Indonesia pasti masih berharap, mereka datang ke Stadion tanpa diganggu rasa takut.</p>
<p>Suatu saat, hari itu akan datang. Saya percaya Indonesia bangsa pemenang yang bisa bangkit setelah tragedi Kanjuruhan.</p>
<p>Turut berduka cita saudara-saudaraku Aremania di Malang. Salam Satu Jiwa!</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-the-day-after-tragedi-kanjuruhan-suatu-hari-tanpa-rasa-takut-ke-stadion/">Kolom: The Day After Tragedi Kanjuruhan, Suatu Hari tanpa Rasa takut ke Stadion</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</title>
		<link>https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 14:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107486</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malang, prokabar &#8211; Tragedi Kanjuruhan sudah tiga hari berlalu. Namun peristiwa memilukan yang menelan ratusan korban jiwa itu, masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/">Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malang, prokabar</strong> &#8211; Tragedi Kanjuruhan sudah tiga hari berlalu. Namun peristiwa memilukan yang menelan ratusan korban jiwa itu, masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga para korban.</p>
<p>1 Oktober 2022 akan selalu dicatat sebagai malam paling memilukan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sedikitnya 125 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan di pertandingan Arema FC vs Persebaya pada lanjutan Liga 1 2022.</p>
<p>Kesaksian dan ungkapan kepiluan dari tragedi itu satu persatu mulai bermunculan. Dua saksi tragedi Kanjuruhan menceritakan bagaimana situasi chaos yang terjadi di markas Arema FC pada malam mencekam itu.</p>
<p>Seperti kisah mengiris hati dialami oleh Evi Elmiati, seorang ibu yang kehilangan anak dan suaminya saat tragedi Kanjuruhan terjadi. Ia mengaku terpisah dari rombongan saat kisruh mulai terjadi selepas laga Arema FC versus Persebaya Surabaya.</p>
<p>&#8220;Saya bersama keluarga dari suami dan keluarga saya. Saya berangkat dari rumah sama anak dan suami saya. Suami dan anak saya meninggal, anak saya usia 3,5 tahun,&#8221; kata Evi.</p>
<p>&#8220;Waktu kejadian, suami saya gandeng anak saya, saat mau keluar, Pintu 13 ditahan, alasannya harus keluar satu-satu, sementara yang dari atas sudah ditembak gas air mata.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada yang meluk saya, perempuan, mungkin dikira saya saudaranya, saya diajaknya ke atas tribune, saya terpisah dari suami dan anak saya. Sangat banyak orang berdesak-desakan.&#8221;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone  wp-image-107489" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-300x140.png" alt="" width="403" height="188" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-300x140.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-768x359.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6.png 958w" sizes="auto, (max-width: 403px) 100vw, 403px" /></p>
<p>Saksi hidup lainnya, dalam wawancara bersama Kompas TV, Rifqi Aziz Azhari, satu Aremania yang berada di tribune VIP Stadion Kanjuruhan bercerita betapa asap dari gas air mata terasa di seluruh penjuru stadion.</p>
<p>&#8220;Enggak langsung sesak napas, berapa menit setelah tembakan asapnya terbawa angin, harus tutup hidung. Posisi penembak itu di Tribune 14, asapnya terbawa sampai VIP,&#8221; kata Rifqi.</p>
<p>&#8220;Orang-orang berhamburan ke VIP karena ada pintu yang dekat dengan ruangan medis, jadi semua larinya ke akses VIP. Ada yang kejang-kejang, ada yang mukanya biru. Yang saya lihat lima korban, satu polisi, sudah meninggal,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Evi dan Rifqi lalu melanjutkan, situasi yang tak terkendali menyebabkan banyak orang terjatuh dan terinjak-injak. Ditambah dengan gas air mata yang membuat semua orang saling dorong demi menyelamatkan nyawa.</p>
<p>&#8220;Sangat susah karena gas air mata, banyak yang jatuh, terinjak-injak, sementara pintu keluar hanya muat dua orang saja,&#8221; kata Evi melanjutkan.</p>
<p>&#8220;Gas air mata yang ditembakkan seingat saya ada satu, tapi yang keluar ada empat. Kemudian ada yang ditembakkan ke lapangan, yang kedua langsung ke tribune timur,&#8221; kata Rifqi menambahkan.</p>
<p>&#8220;Yang paling parah itu yang ada di tribune 13 dan 14, karena polisi yang menembakkan itu posisinya ada di tribune 14. Rusuh kan di lapangan, yang di tribune tidak, tapi kenapa yang ditembak yang di tribune? Padahal ada anak-anak, perempuan juga.&#8221;katanya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/">Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 Dihentikan Dua Pekan</title>
		<link>https://prokabar.com/imbas-tragedi-kanjuruhan-kompetisi-liga-2-dihentikan-dua-pekan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 13:22:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Liga2]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107426</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Setelah memutuskan untuk menghentikan sementara penyelenggaraan Liga 1 terkait Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 juga dipastikan bernasib sama. Hal itu ditegaskan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/imbas-tragedi-kanjuruhan-kompetisi-liga-2-dihentikan-dua-pekan/">Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 Dihentikan Dua Pekan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Setelah memutuskan untuk menghentikan sementara penyelenggaraan Liga 1 terkait Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 juga dipastikan bernasib sama.</p>
<p>Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang mengatakan pihaknya bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sepakat untuk menghentikan kedua liga tersebut.</p>
<p>&#8220;PSSI dan PT LIB menunda gelaran lanjutan Liga 1 dan Liga 2 itu selama satu pekan, tetapi tetap juga menunggu hasil keputusan dari pihak pemerintah,&#8221; kata Yunus, Senin (3/10).</p>
<p>&#8220;Kalau pun juga memang harus diperpanjang untuk penundaannya, kami semua menyerahkan kepada pihak pemerintah untuk penundaan tersebut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Seperti diketahui, PSSI sebelumnya menegaskan bahwa mengenai kompetisi hanya Liga 1 yang dihentikan untuk sementara. Sedangkan kompetisi lain, seperti Liga 2 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 dipastikan tetap jalan.</p>
<p>Keputusan itu diambil PSSI usai Tragedi Kanjuruhan. Setelah sebanyak 125 orang menjadi korban jiwa atas kerusuhan suporter. Di mana tragedi terjadi usai laga Arema vs Persebaya yang berakhir 2-3 untuk kekalahan Singo Edan.</p>
<p>PT. LIB juga sudah menyurati manajemen klub-klub Liga 2 perihal penghentian sementara kompetisi. Surat tertanggal 3 Oktober itu memuat pemberitahuan tentang kompetisi Liga 2 yang ditunda selama dua pekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-19933" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/lib.jpg" alt="" width="920" height="1280" /></p>
<p>Namun, CEO Semen Padang FC, Win Bernadino sudah mencoba untuk menghubungi PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memastikan hal tersebut. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban.</p>
<p>“Informasinya dari sejumlah media Nasional, Liga 2 juga ikut dibatalkan. Namun, sampai saat ini kita belum menerima surat tersebut dari PT LIB,” sebut Win, seperti diwartakan radar sumbar.</p>
<p>Ditambahkannya, usai kejadian yang mengerikan tersebut, Semen Padang FC yang akan menggelar laga kandang pada 6 Oktober 2022 juga sudah melakukan persiapan jelang laga, salah satunya koordinasi dengan Dit Intelkam Polda Sumbar dan PSSI Asprov Sumbar.</p>
<p>“Kita diskusi tentang kelanjutan kompetisi ke depan setelah kejadian memilukan itu. Kita semua berduka, tapi kita juga tetap berharap bisa menggelar pertandingan di Liga 2 ini,” tuturnya.</p>
<p>Selain itu, kata Win, manajemen Semen Padang FC juga berharap banyak laga akan dilakoni, jika memang tidak jadi dibatalkan, tetap pakai penonton. Tapi, kalau ditunda, banyak hal yang diselesaikan.</p>
<p>“Sejauh ini kita masih memantau perkembangan. Semen Padang FC akan ikut apapun arahan dari PSSI dan pemerintah,” tutupnya, (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/imbas-tragedi-kanjuruhan-kompetisi-liga-2-dihentikan-dua-pekan/">Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 Dihentikan Dua Pekan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berada di Titik Terendah usai Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebreeet Mundur Sebagai Komentator Liga 1</title>
		<link>https://prokabar.com/berada-di-titik-terendah-usai-tragedi-kanjuruhan-valentino-jebreeet-mundur-sebagai-komentator-liga-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 08:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[#valentino]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan membuat Radot Valentino Simanjuntak prihatin. Sebagai wujud rasa dukanya, Valentino mengumumkan untuk mundur dari profesinya sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berada-di-titik-terendah-usai-tragedi-kanjuruhan-valentino-jebreeet-mundur-sebagai-komentator-liga-1/">Berada di Titik Terendah usai Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebreeet Mundur Sebagai Komentator Liga 1</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan membuat Radot Valentino Simanjuntak prihatin. Sebagai wujud rasa dukanya, Valentino mengumumkan untuk mundur dari profesinya sebagai komentator pertandingan sepakbola.</p>
<p>Valentino memang ikut menjadi komentator di laga Arema vs Persebaya. Pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu, Singo Edan kalah 2-3.</p>
<p>Namun, kerusuhan pecah tidak lama usai laga usai. Para Aremania yang tidak terima hasil ini langsung menyerbu ke lapangan begitu laga usai. Pihak keamanan mencoba membubarkan massa dengan melepaskan gas air mata ke tribun penonton.</p>
<p>Namun, hal itu justru membuat ribuan penonton panik dan berdesakkan mencari jalan keluar. Alhasil, banyak dari mereka yang terinjak-injak dan mengalami sesak napas.<br />
Insiden itu akhinya menyebabkan ratusan nyawa melayang.</p>
<p>Padahal, Valentino menyebut duel bertajuk Derby Jatim itu salah satu yang terbaik yang pernah dia komentari.</p>
<p>Namun, komentator yang terkenal dengan teriakan jebreeet itu tak menyangka jika akhirnya laga itu jadi bencana.</p>
<p>“Kemarin malam (1/10) adalah salah 1 pertandingan terbaik di Liga 1 yg saya bawakan. Tetapi, tak menyangka beberapa saat kemudian dan sampai pagi mendengar kabar yang begitu menyedihkan,” katanya di Instagram.</p>
<p>Karena insiden ini pula Valentino memutuskan untuk mundur dari sebagai komentator. Dia mengaku kehilangan motivasi dan berada di titik terendah.</p>
<p>“Saya sebagai bagian dari insan sepak bola nasional merasa prihatin dan sedih yang mengakibatkan semangat/hasrat untuk berpartisipasi dalam program Liga 1 2022/2023 sudah pada titik terendah dalam karier saya sebagai host dan komentator program sepakbola nasional,” ujarnya.</p>
<p>“Hilangnya semangat tersebut akan berdampak pada kontribusi saya yang tidak akan lagi memberikan hal yang maksimal seperti yang telah saya berikan sebelumnya,” jelas Valentino.</p>
<p>Valentino juga berharap semua korban meninggal dunia dapat terdata dengan baik. Dia juga meminta agar tidak ada yang saling menyalahkan.</p>
<p>&#8220;Hentikan saling menyalahkan, saatnya semua melakukan tanggung jawabnya masing-masing untuk keadaan saat ini dan yang kita harapkan di masa depan untuk kemajuan sepak bola Indonesia,&#8221; tegasnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/berada-di-titik-terendah-usai-tragedi-kanjuruhan-valentino-jebreeet-mundur-sebagai-komentator-liga-1/">Berada di Titik Terendah usai Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebreeet Mundur Sebagai Komentator Liga 1</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aremania, Salam Satu Jiwa dan Tragedi Kanjuruhan</title>
		<link>https://prokabar.com/aremania-salam-satu-jiwa-dan-tragedi-kanjuruhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 02:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#aremania]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; 45 ribu Aremania di Stadion Kanjuruhan. Mereka suporter yang berani tampil berbeda, militan, dan sangat mencintai tim kesayangan mereka. Semuanya bersatu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aremania-salam-satu-jiwa-dan-tragedi-kanjuruhan/">Aremania, Salam Satu Jiwa dan Tragedi Kanjuruhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; 45 ribu Aremania di Stadion Kanjuruhan. Mereka suporter yang berani tampil berbeda, militan, dan sangat mencintai tim kesayangan mereka. Semuanya bersatu dalam sebuah sebutan; We are Aremania.</p>
<p>Ya, kami adalah Arema! Arek-arek Malang yang bersatu untuk mendukung Arema FC. Hanya ada satu kelompok suporter di Malang, hanya ada Aremania, tak ada kelompok lain, atau terpecah-pecah manjadi beberapa kelompok.</p>
<p>Semuanya bersatu dalam sebuah tagline yang menggetarkan hati, &#8220;salam satu jiwa&#8217;. Mereka menyebutnya Sasaji.</p>
<p>Bukan hal yang aneh terlihat di Stadion Kanjuruhan, seorang ayah membawa balitanya ke Stadion dan diletakan datas bahu. Karena bagi seorang Aremania, dari bayi mereka sudah di didik menjadi seorang Aremania.</p>
<p>Itulah Aremania, dibalik fanatisme dan kecintaan luar biasa kepada timnya, mereka juga &#8220;benci&#8221; kekalahan tim kesayangan di rumah sendiri.</p>
<p>Mereka akan terus mendukung, berteriak, bernyanyi, mengembangkan syal , dan memberi &#8220;teror&#8221; kepada pemain tim tamu.</p>
<p>Mereka tak peduli berapa skor selagi peluit panjang belum berbunyi. Aremania benar-benar menjadi pemain ke-12 bagi timnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-19911" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/arema-fc-aremania_2d0b734.jpg" alt="" width="645" height="430" /></p>
<p>Tetapi, ketika totalitas mereka di tribun berakhir dengan kekalahan, mereka tak suka, kecewa, bahkan ada menangis, dan ada pula yang marah. Semuanya adalah sisi manusiawi seorang suporter yang bereaksi secara spontan ketika timnya kalah.</p>
<p>Melawan Persebaya, adalah sebuah pertandingan spesial bagi seorang Aremania. Ini adalah sebuah pertandingan yang harus dimenangkan. Sebuah hasil imbang atau kekalahan dari Persebaya adalah sebuah aib, apalagi di rumah sendiri.</p>
<p>Derby Jatim dan rivalitas yang sudah mendarah daging bertahun-tahun. Boleh kalah dari tim lain, tapi tidak dengan Persebaya!</p>
<p>Selalu begitu, setiap melawan Persebaya, suasana derby sudah terasa di Kota Malang setidaknya seminggu jelang laga. Bagi Aremania sangat penting artinya bagi Arema FC bisa mengalahkan Persebaya, apapun judul pertandingannya.</p>
<p>Akhirnya, Tragedi Kanjuruhan</p>
<p>Bola maut itu terjadi setelah peluit panjang ditiup. Bagai anai-anai keluar sari sarang, penonton menyerbu masuk. “Kenapa kalah?&#8221;</p>
<p>Masuk satu, masuk dua, masuk semua. Polisi yang berada di sana, ambil tindakan menyemprotkan gas air mata.</p>
<p>Tragedi lapangan bola itu, menyayat hati. Rumah sakit tak mampu menampung korban. Kota Malang benar-benar malang. Warga menangis. Sejauh itu, belum seorang pun yang menyatakan mundur dan bertanggungjawab.</p>
<p>Senin (03/10) kota itu masih muram. Di stadion cantik kebangaan kota, kematian jadi sumbu kesedihan panjang. Bola yang amat digandrungi membawa lidah maut.</p>
<p>Tak ada tragedi sehebat dan seburuk ini di Indonesia, sebelumnya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aremania-salam-satu-jiwa-dan-tragedi-kanjuruhan/">Aremania, Salam Satu Jiwa dan Tragedi Kanjuruhan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Paling Kelam Sepakbola Indonesia; Rekor Kematian Kedua di Dunia, Tragedi Kanjuruhan Lampaui Hillsborough</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-paling-kelam-sepakbola-indonesia-rekor-kematian-kedua-di-dunia-tragedi-kanjuruhan-lampaui-hillsborough/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 00:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Tragedi yang menewaskan 127 orang di Stadion Kenjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam, adalah sejarah paling kelam di sepakbola Indonesia. Dalam catatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-paling-kelam-sepakbola-indonesia-rekor-kematian-kedua-di-dunia-tragedi-kanjuruhan-lampaui-hillsborough/">Sejarah Paling Kelam Sepakbola Indonesia; Rekor Kematian Kedua di Dunia, Tragedi Kanjuruhan Lampaui Hillsborough</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Tragedi yang menewaskan 127 orang di Stadion Kenjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam, adalah sejarah paling kelam di sepakbola Indonesia.</p>
<p>Dalam catatan kerusuhan sepakbola dunia, rekor kematian di Kanjuruhan adalah nomor dua di dunia, mengalahkan tragedi Hillsborough Disaster tahun 1989.</p>
<p>Sedangkan rekor tertinggi kematian di sepakbola adalah peristiwa rusuh 24 Mei 1964, Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, yang menewaskan 328 Orang.</p>
<p>Sampai berita ini diturunkan, sebanyak 127 orang tewas dalam insiden kerusuhan imbas pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di kompetisi Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Jumlah ini masih ada kemungkinan bertambah.</p>
<p>&#8220;Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia, 2 di antaranya petugas polisi, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit,&#8221; kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.</p>
<p>Insiden di Stadion Kanjuruhan bermula dari kemarahan suporter tuan rumah yang tidak terima Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Suporter mengamuk masuk ke lapangan, namun mendapat dihalau petugas kepolisian.</p>
<p>Tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi ke arah suporter membuat penonton panik dan kocar-kacir. Akibat insiden itu, bukan hanya 127 orang yang tewas, tetapi 180 orang lainnya juga luka-luka dalam kejadian tersebut.</p>
<p>Tragedi di Stadion Kanjuruhan ini pun masuk kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak boladunia. Bahkan dengan angka 127 orang tewas itu, tragedi ini langsung berada di urutan kedua daftar kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.</p>
<p>Jumlah korban tewas dalam peristiwa mematikan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/20/2022) malam sudah melewati tragedi yang terjadi di Accra Sports Stadion, Accra, Ghana. Kejadian di salah satu negara Benua Afrika itu menewaskan 126 orang pada 9 Mei 2001.</p>
<p>Bahkan korban meninggal di Stadion Kanjuruhan melewati tragedi Hillsborough yang terjadi pada 15 April 1989.</p>
<p>Berikut daftar 10 laga sepak bola di dunia yang paling banyak memakan korban jiwa, versi Priceonomics.com usai kejadian di Stadion Kanjuruhan.</p>
<p>1. 24 Mei 1964, Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, 328 Orang Tewas<br />
2. 1 Oktober 2022, Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia, 127 Orang Tewas<br />
3. 9 Mei 2001, Accra Sports Stadium Disaster, Accra, Ghana, 126 Orang Tewas<br />
4. 15 April 1989, Hillsborough Disaster, Sheffield, Inggris, 96 Orang Tewas<br />
5. 12 Maret 1988, Kathmandu Hailstorm Disaster, Kathmandu, Nepal, 93 Orang Tewas<br />
6. 16 Oktober 1996, Mateo Flores National Disaster, Guatemala City, Guatemala, 80 Orang Tewas<br />
7. 1 Februari 2012, Port Said Staduim Riot, Port Said, Mesir, 70 Orang Tewas<br />
8. 23 Juni 1968, Puerta 12, Estadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, 71 Orang Tewas<br />
9. 2 Januari 1971, Second Ibrox Stadium DIsasterm Glasgow, Skotlandia, 66 Orang Tewas<br />
10.20 Oktober 1982, Luzhniki DIsaster, Leni Stadium, Moskow, Uni Soviet, 66 Orang Tewas<br />
(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-paling-kelam-sepakbola-indonesia-rekor-kematian-kedua-di-dunia-tragedi-kanjuruhan-lampaui-hillsborough/">Sejarah Paling Kelam Sepakbola Indonesia; Rekor Kematian Kedua di Dunia, Tragedi Kanjuruhan Lampaui Hillsborough</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memori &#8220;Tragedi Yokohama&#8221; Semen Padang FC;  Antara Pilu, Malu, dan Lucu</title>
		<link>https://prokabar.com/memori-tragedi-yokohama-semen-padang-fc-antara-pilu-malu-dan-lucu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2020 17:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#Semen PadangFC]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[#yokohama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama) Bermain di kompetisi tingkat Asia, sejatinya bukan hal baru bagi Semen Padang FC. Catatan sejarah menuliskan, dua kali tim...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/memori-tragedi-yokohama-semen-padang-fc-antara-pilu-malu-dan-lucu/">Memori &#8220;Tragedi Yokohama&#8221; Semen Padang FC;  Antara Pilu, Malu, dan Lucu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-66439 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg" alt="" width="220" height="220" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg 285w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 220px) 100vw, 220px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo<br />
(Wartawan Utama)</strong></p>
<p>Bermain di kompetisi tingkat Asia, sejatinya bukan hal baru bagi Semen Padang FC. Catatan sejarah menuliskan, dua kali tim Kabau Sirah terlibat kompetisi Asia. Dari dua kali partisipasi, hasil yang yang diraih Semen Padang tidak terlalu buruk.</p>
<p>Partisipasi pertama adalah Cup Winners Cup Asia 1993/94. Semen Padang ikut iven ini sebagai wakil Indonesia, setelah tampil sebagai juara Piala Liga 1992.  20 tahun kemudian baru Semen Padang berkesempatan ikut lagi di ajang Asia, yaitu AFC Cup 2013.</p>
<p>Khusus kilas balik Cup Winners Cup Asia 1993, menyimpan banyak cerita. Ada cerita manis, tapi ending-nya juga sangat tak bagus. Setelah mendapat bye di putaran pertama, Semen Padang bertemu klub asal Vietnam di babak 16 besar, Cang Sai Gon.</p>
<p>Format pertandingan adalah home and away, dan Semen Padang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertama kali di Stadion H. Agus Salim Padang. Menghadapi pertandingan ini, Semen Padang memakai satu pemain pinjaman dari klub Pupuk Kaltim, yaitu Fachri Husaini.</p>
<p>Pertimbangan meminjam Fachri, disebabkan Semen Padang sangat minim pemain berpengalaman internasional. Paling hanya Nilmaizar,  yang sebelumnya memperkuat Timnas di sejumlah iven internasional bersama PSSI garuda II dan timnas Pra Olimpiade 1991. Selain itu, pelatih Halilintar memang membutuhkan pemain di posisi Fachri sebagai playmaker tim.</p>
<p>Sebagai pemain tim nasional Indonesia, Fachri tentu sangat memenuhi syarat tersebut. Apalagi, di musim sebelumnya Fachri memimpin Pupuk Kaltim turun di ajang yang sama. Ditambah hubungan Semen Padang dan Pupuk Kaltim yang sesama BUMN, sangat memungkinkan memudahkan proses peminjaman itu.</p>
<p>Kontribusi positif langsung diberikan Fachri, karena Semen Padang bisa mengalahkan Cang Sai Gon berkat gol tunggal dari Fachri. Kemenangan ini membuat peluang lolos ke babak perempatfinal terbuka. Kesempatan away ke Saigon, dengan membawa bekal kemenangan di Padang, membuat Semen Padang bermain percaya diri di Saigon.</p>
<p>Endra Mahyuni dkk berhasil memaksakan skor 1-1, dan gol Semen Padang dicetak oleh Delvi Adri. Itu artinya secara agregat Semen Padang unggul 2-1 dan berhak lolos lolos ke babak perempatfinal. Sebuah prestasi yang cukup bagus, untuk sebuah tim yang baru pertama kali terjun di ajang antar klub Asia.</p>
<p>Di perempatfinal, Semen Padang bertemu klub asal Jepang, Yokohama Marinos, yang saat ini bernama Nissan FC. Leg pertama lagi-lagi berlangsung di Padang. Antusias penonton yang sangat luar biasa menyaksikan pertandingan yang berlangsung malam hari itu tanggal 22 September 1993 itu.</p>
<p>Tim Yokohama datang tidak dengan pemain terbaiknya, hanya membawa mayoritas pemain muda. Bahkan mereka sama sekali tak membawa pemain asing. Karena tidak ada Ramon Diaz, David Bisconti dan Ramon Medina Bello, hadir di Stadion H. Agus Salim Padang. Begitupun para pemain senior langganan Timnas Jepang seperti Shigetatsu Matsunaga, Norio Omura, Naoki Matsuda, maupun kapten tim Massami Ihara.</p>
<p>Tanpa menurunkan pemain first team mereka, Semen Padang ternyata cukup mampu mengimbangi pemain-pemain muda Jepang itu. Apalagi dengan dukungan antusias penonton.</p>
<p>Masykur Rauf, menjadi hero bagi tim dan publik dalam laga ini, karena dua gol yang dicetaknya membuat Semen Padang menang 2-1. Kemenangan yang luar biasa, dan sedikit larut dalam euforia. Faktor ini membuat Semen Padang agak lalai menghadapi leg kedua di Yokohama.</p>
<p>Giliran bertandang ke Yokohama,  29 September 1993 di Nippatsu Mitsuzawa Stadium yang sekarang bernama Stadion Internasional Yokohama, skuad yang turun tak berbeda dengan saat main leg pertama di Padang. Kiper tetap Tony Tanjung. Bek kanan Abdul Aziz, bek kiri Afdhal Yusra, sementara Nilmaizar dan Endra menjadi dua stopper.</p>
<p>Di tengah ada Welliansyah sebagai gelandang bertahan, Maskur Rauf, Taufik Yunus, serta Fachri Husaini, yang masih dipinjam dari Pupuk Kaltim. Sedangkan Delvi Adri dan Anton Syofnevil jadi duet penyerang.</p>
<p>Benar-benar menjadi sebuah mimpi buruk yang tak terbayangkan sebelumnya. Di Stadion Nasional Yokohama itu, tuan rumah menurunkan pemain-pemain terbaiknya, termasuk semua pemain asing dan para pemain Timnas Jepang.</p>
<p>Ditambah cuaca musim dingin yang menusuk tulang, membuat kaki terasa berat untuk berlari, sehingga selama 90 menit Semen Padang benar-benar menjadi bulan-bulanan Yokohama Marinos. Sebelas gol harus di terima dalam pertandingan malam itu.</p>
<p>Pengakuan beberapa pemain yang mengalami kekalahan super besar itu,  kesalahan terbesar Semen Padang adalah tidak mempelajari detail kekuatan lawan. Mereka merasa lawan yang akan dihadapi tetap mereka-mereka yang tampil di Stadion H. Agus Salim Padang, padahal mereka cuma pemain lapis kedua.</p>
<p>Ditengah berbagai faktor minus, kalah materi pemain, faktor cuaca, Semen Padang justru justru mengajak tuan rumah bermain normal atau terbuka di awal pertandingan. Tanpa bermaksud menyalahkan pelatih Halilintar, strategi itu ternyata sebuah kesalahan besar, karena tindakan itu lebih mirip sebuah “harakiri” atau bunuh diri.</p>
<p>Sayang kesadaran itu terlambat datangnya, babak pertama Semen Padang sudah kebobolan delapan gol. Di babak kedua barulah Semen Padang bermain bertahan. Ironis memang, setelah tertinggal delapan gol baru bermain bertahan. Tapi itu dilakukan semata-mata untuk mencegah lebih banyak gol tercipta di babak kedua. Hasilnya, di babak kedua  “hanya” kebobolan tiga gol.</p>
<p>Kesaksian Kapten tim Endra Mahyuni, seusai laga dengan setengah bercanda menyebut, wajar saja tim kalah karena Yokohama memang unggul jauh materi pemain. Selain punya sederat punya pemain timnas Jepang, juga ditambah pemain asing kelas dunia seperti Ramon Diaz, David Bisconti, ataupun Ramon Medina Bello dari Argentina. &#8220;Sedangkan awak, hanya diperkuat lima pemain &#8220;asing&#8221; asal Payakumbuh.&#8221;ujar Endra terkekeh</p>
<p>Malah menurut kapten tim asal Nagari Barulak itu, saking tak ada perlawanan berarti dari Semen Padang, membuat pemain-pemain seperti Ramon Diaz, David Biscondi, Massami Ihara dan lain-lainnya seperti tak berkeringat di lapangan. &#8220;Rambut mereka yang tersisir rapi saat masuk lapangan, tetap rapi rambut mereka usai pertandingan.&#8221;ujar Endra. Sebuah humor ringan yang kocak dari kapten tim.</p>
<p>Kesaksian senada datang dari Nilmaizar, teman duet Endra M di lini belakang saat itu. Tak bisa dipungkiri, tim utama Yokohama Marinos setidaknya memang dua kelas  diatas Semen Padang. Sementara, Semen Padang tanpa satupun pemain asing, karena kebijakan sepakbola Indonesia saat itu masih mengharamkan pemain asing.</p>
<p>&#8220;Kami bertarung hanya dengan mayoritas anak-anak Payakumbuh seperti saya, Hendra Susila, Delvi Adri, dan Endra Mahyuni, disamping putra-putra daerah lainnya seperti Welliansyah, Anton Syofnevil, Tonny Tanjung, dan Afdhal Yusra.&#8221;ujar Nil</p>
<p>Satu lagi, sepakbola Jepang saat itu memang sedang giat-giatnya berbenah menuju era profesional, setelah merestorasi sepakbola mereka. Mereka membentuk Liga dengan nama J-League yang dikelola sangat profesional. Imbasnya klub-klub Jepang juga dituntut tampil profesional, sehingga menjadi daya tarik pemain-pemain kelas dunia untuk datang.</p>
<p>Mereka juga melengkapi era profesional itu dengan penyediaan sarana dan infrastruktur standar sepakbola internasional. Stadion misalnya, Yokohama memiliki stadion yang sangat representatif dan modern. Semuanya lengkap dan nyaman untuk pemain, mulai dari ruang ganti sampai lapangan pertandingan.</p>
<p>&#8220;Sungguh berbanding terbalik dengan kondisi klub-klub Indonesia, yang masih amatiran saat itu , termasuk kami di Semen Padang. Jadi wajar saja, kami digunduli di Jepang, dan itu merupakan rekor kekalahan terbesar Semen Padang yang tercatat sampai detik ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Memang ada rasa sedih dan malu atas kekalahan dua digit itu, tapi mau bagaimana lagi, itulah kondisi yang harus kami terima. Pelajaran pentingnya, kalau mau maju, belajarlah untuk profesional. Jepang dan Yokohama sudah membuktikannya. Cuma itu pelajaran berharga yang kami dapatkan dari pertandingan di Jepang itu.&#8221;tutup Nil.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/memori-tragedi-yokohama-semen-padang-fc-antara-pilu-malu-dan-lucu/">Memori &#8220;Tragedi Yokohama&#8221; Semen Padang FC;  Antara Pilu, Malu, dan Lucu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/147 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.027 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 03:34:08 by W3 Total Cache
-->