<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tradisional Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tradisional/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2020 22:36:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#tradisional Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tradisional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</title>
		<link>https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 01:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lppmunand]]></category>
		<category><![CDATA[#lunang]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Era peradaban ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya adalah dengan melakukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/">LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Era peradaban ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan ragam hias yang terkandung di dalam naskah kuno atau iluminasi menjadi desain motif batik.</p>
<p>Potensi tersebut menjadi latar belakang bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melakukan pemberdayaan UKM Dewi Busana Lunang. Kegiatan yang diketuai oleh Pramono selaku dosen sekaligus peneliti Unand ini, merupakan penerapan hasil penelitiannya terhadap khazanah naskah kuno yang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Pesisir Selatan.</p>
<p>Menurutnya, wilayah Sumatera Barat umumnya dan Kabubapen Pesisir Selatan khususnya merupakan sumber atau tempat asal naskah kuno yang penting. &#8220;Di Negeri Sejuta Pesona ini telah ditemukan seratusan naskah kuno,&#8221; kata Dr. Pramono.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79251" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-682x1024.jpeg" alt="" width="682" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-682x1024.jpeg 682w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-200x300.jpeg 200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-768x1152.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9.jpeg 853w" sizes="(max-width: 682px) 100vw, 682px" /></p>
<p>Peneliti fokus Filologi ini melanjutkan, seratusan naskah kuno tersebut terdapat di Surau Tanjung Limau Sundai dengan jumlah 23 naskah. Peninggalan Kesultanan Inderapura di Muara Sakai, Inderapura sebanyak 40 naskah. Koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Lunang berjumlah 25 naskah. Dan 30-an naskah tersebar di tengah masyarakat sebagai milik pribadi. &#8220;Menariknya, di antara naskah tersebut terkandung puluhan iluminasi atau ragam hias yang menawan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79252" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-670x1024.jpeg" alt="" width="670" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-670x1024.jpeg 670w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-196x300.jpeg 196w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-768x1173.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378.jpeg 838w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /></p>
<p>Pengembangan ragam hias naskah kuno itulah yang dimanfaatkan untuk memperkaya ragam desain motif batik di UKM Dewi Busana Lunang. Usaha batik yang terletak di yang terletak di Jalan Padang &#8211; Muko-Muko, Lunang Selatan, Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dan di sana sudah sejak 2019 hingga sekarang telah memanfaatkan hasil penelitian khazanah iluminasi naskah kuno yang dilakukan oleh Pramono.</p>
<p>Dewi Hapsari Kurniasih (42), selaku pemilik usaha batik itu mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini. &#8220;Iluminasi naskah kuno hasil kajian Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand tersebut, sangat bermanfaat bagi pengembangan produk batik kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum dan pelaku UKM secara khusus. &#8220;Harapan kami, semoga ada beberapa UKM yang bergerak di bidang batik yang lain di Sumatera Barat yang juga mendapat pendampingan ke depannya,&#8221; tutup Uyung Gatot S. Dinata selaku ketua LPPM Unand. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/">LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Pesta Anak Nagari Maninjau Dinanti-nanti Perantau</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-pesta-anak-nagari-maninjau-dinanti-nanti-perantau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2019 05:57:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran2019]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39041</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar — Kemeriahan Idul Fitri 1440 Hijriah terasa kental dilalui masyarakat Maninjau. Pasalnya, di puncak lepas menahan hawa nafsu serta haus dan lapar,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-pesta-anak-nagari-maninjau-dinanti-nanti-perantau/">Ini Dia Pesta Anak Nagari Maninjau Dinanti-nanti Perantau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung</strong> <strong>Raya</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Kemeriahan Idul Fitri 1440 Hijriah terasa kental dilalui masyarakat Maninjau. Pasalnya, di puncak lepas menahan hawa nafsu serta haus dan lapar, terutama bagi yang melakukan penuh keimanan dan ketaqwaan, hari kemenangan itu dirasakan benar dengan Pesta Rakik-rakik.</p>
<p>Rakik-rakik adalah salah satu tradisi anak nagari Maninjau yang satu-satunya ada di Dunia. Digelar hanya dimalam takbiran Idul Fitri saja.</p>
<p>Rakik-rakik merupakan sebuah rakitan bambu dihias dengan orname atau simbol gubah masjid, rumah adat bagonjong serta hiasan telong-telong lainnya. Agar bisa bergerak dibantu mesin kapal yang memadai. Sehingga bisa bergerak mengelilingi danau.</p>
<p>Rakik-rakik semakin menarik dan indah, pemuda-pemuda kreatif tersebut menghiasinya dengan lampu hias. Sehingga menerangi Danau Maninjau digemerlap malam.</p>
<p>Candra (26) salah seorang pemuda Jorong Bancah, Nagari Maninjau menyebutkan, Rakik-rakik merupakan warisan nenek moyang yang sangat memiliki nilai-nilai filosofi yang tinggi dari sudut pandang keagamaan dan budaya. &#8220;Kami sebagai pewaris dan generasi muda akan terus melestarikannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pembuatan rakik-rakik selain donatur masyarakat, juga banyak dari perantau tambahnya. &#8220;Pembuatan sudah dimulai sebelum Ramadan. Dan alhamdulillah, tahun ini perantau banyak pulang dan membantu biaya pembuatan&#8221; lanjut Candra.</p>
<p>Sementara itu, Walinagari Maninjau, Alfian mengapresiasi pemuda tersebut. Empat jorong dari lima, kompak memeriahkan Idul Fitri dengan tradisi rakik-rakik.</p>
<p>&#8220;Tahun ini kita melaksanakannya dua hari. Hari pertama dilaksanakan di masing-masing jorong. Di hari kedua, kita pertemukan di Tapian Panyinggahan. Salah satu destinasi wisata Danau Maninjau yang akan kita kembangkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Alfian melanjutkan, di tahun ini pula 3 unit rakik-rakik berkumpul di satu titik dan dihiasi pesta kembang api. &#8220;Ini murni hasil ide kreatif anak-anak muda Maninjau. Dan kami bangga melihat kekompakan mereka berkreasi dan berkarya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Untuk ke depan lanjut Alfian, akan dikemas dan program lebih baik lagi. &#8220;Kita akan programkan bagaimana bisa berdampak pada peningkatan kunjungan dan perekonomian masyarakat,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-pesta-anak-nagari-maninjau-dinanti-nanti-perantau/">Ini Dia Pesta Anak Nagari Maninjau Dinanti-nanti Perantau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serunya Permianan Lapau Saat Jadi Game Berbasis Android</title>
		<link>https://prokabar.com/serunya-permianan-lapau-saat-jadi-game-berbasis-android/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2018 02:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#game]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Bagi para pecandu permainan mobile atau online, agaknya mesti mencoba game yang satu ini. Apalagi bagi bagi mereka yang hobi bermain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/serunya-permianan-lapau-saat-jadi-game-berbasis-android/">Serunya Permianan Lapau Saat Jadi Game Berbasis Android</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar —</strong> Bagi para pecandu permainan mobile atau online, agaknya mesti mencoba game yang satu ini. Apalagi bagi bagi mereka yang hobi bermain permainan lapau, dijamin akan tertarik.</p>
<p>Keseruannya permainan ini tidak kalah dengan game mobile online yang sedang booming saat ini seperti Mobile Legend, AOV atau PUBG.</p>
<p>Pemuda Minang agaknya mesti mencobanya. Apa sebab, game ini merupakan salah satu permainan rakyat yang kerap dimainkan saat nongkrong di warung, sembari melepas penat atau merefresh pikiran dari beban kerja. Ini dia.</p>
<p>Game Thei1 Koa Ceki, game mobile berbasis android ini layaknya seperti bermain koa atau ceki di warung-warung. Cukup mendaftarkan akun, pemain yang telah mendownlaod game bisa merasakan sensasinya bermain sendiri atau mengajak rekannya untuk main di meja yang sama.</p>
<p>Pantauan Prokabar.com, game yang dalam situsnya masih dalam tahap penyempurnaan ini, sangat laris didownload para remaja Minang yang hobi main koa. Bahkan game ini sudah mencapai 10 ribu lebih kali download.</p>
<p>&#8220;Asik pula gamenya. Seperti main koa sungguhan. Bisa main sendiri atau main mandan bersama kawan,&#8221; kata Riki Hendra (34), salah satu pecandu game ini, di Lubuk Sikaping, Pasaman.</p>
<p>Dalam situsnya saat mendownload di play store HP, tidak dijelaskan asal usul game ini. Hanya saja, pengembang game ini menyatakan kalau game ini masih dalam tahap pengembangan dengan kelebihan yang bisa memudahkan pemain tentunya. (<b>Ola/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/serunya-permianan-lapau-saat-jadi-game-berbasis-android/">Serunya Permianan Lapau Saat Jadi Game Berbasis Android</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lapek Barajuik, Kuliner Unik dari Pakandangan</title>
		<link>https://prokabar.com/lapek-barajuik-kuliner-unik-dari-pakandangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2018 02:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lapek]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Lapek Barajuik (Lepat Berajut) atau disebut juga Lepat Kayu Aro merupakan salah satu makanan tradisional, khas dan unik dari Kampuang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lapek-barajuik-kuliner-unik-dari-pakandangan/">Lapek Barajuik, Kuliner Unik dari Pakandangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Lapek Barajuik (Lepat Berajut) atau disebut juga Lepat Kayu Aro merupakan salah satu makanan tradisional, khas dan unik dari Kampuang Aro, Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman. Makanan ringan ini sangat diminati masyarakat, terutama sekitar Kecamatan Enam lingkuang dan Kecamatan 2&#215;11 Enam Lingkuang.</p>
<p>Biasanya, Lapek Barajuik diproduksi oleh usaha rumah tangga di sebuah keluarga, untuk dijual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Padang Pariaman. Tidak jarang perantau, membawa Lapek Barajuik ke tanah jawa, Kalimantan hingga ke negara tetangga Malaysia. Mereka membuat makanan tradisional ini pada hari rabu dan kamis, untuk dijual ke pasar pada hari Balai, seperti di pasar Pakandangan pada kamis dan di Pauh Kambar pada sabtu pagi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-13936" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/B2AB8401-D6BC-4495-860C-0B4D50238B3A-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/B2AB8401-D6BC-4495-860C-0B4D50238B3A-300x225.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/07/B2AB8401-D6BC-4495-860C-0B4D50238B3A.jpeg 443w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ibu Nurmali dan keluargannya adalah salah satu kelompok usaha kuliner rumah tangga yang fokus membuat Lapek Barajuik tersebut. Ibu yang disapa akrap Uniang Mali ini, telah menekuni usaha kuliner sejak 20 tahun yang lalu. Sebelumnya, pada usia remaja Uniang Mali telah diajarkan orang tuannya membuat Kuliner khas Pakandangan tersebut. Setelah dewasa dan berkeluarga, keterampilan tersebut dimanfaatkan sebagai usaha keluarga.</p>
<p>“Usaha ini sudah saya rintis sejak 20 tahun lalu. Sebelumnya, orang tua saya juga memiliki usaha ini, jadi memudahkan kami untuk melanjutkannya dengan baik. Dan dengan usaha inilah kami bisa hidup sebagai penompang ekonomi keluarga. Keuntungannya cukup baik memenuhi segala kebutuhan kami,”kata Nurmali.</p>
<p>Pada proses pembuatan Lapek Barajuik tidaklah terlalu rumit, bahan makanan berasal dari Pisang Simbatu, Tepung, Saka yang telah dicampur kelapa serta beberapa bumbu masakan lainnya. Bahan-bahan tersebut kemudian diaduk di sebuah panci besar. Usai diaduk, bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang yang telah disesuaikan takarannya.</p>
<p>“Makanan ini rutin setiap Rabu dan Kamis kami masak, karena sesuai kebutuhan setiap hari itu adalah Hari Balai di Pasar Pakandangan dan Pasar 2x 11 Enam Lingkung Sicincin. Kami menjualnya ke pedagang yang biasa berjualan di Pasar Tradisional tersebut. Ada juga yang memesan dari perantauan yang ada di Batam, Jakarta dan Medan. Bahkan sampai ke Malaysia, Brunai Darusalam dan Singapura.”ungkap Ibu paro baya tersebut.</p>
<p>Keunikan dari kuliner ini adalah cara penyajiannya. Usai dibungkus dengan daun, lapek diikat dari satu ke satu lainnya, dari pangkal ke pangkal membentuk horizontal, sehingga antara satu dengan yang lainnya terikat memanjang. Biasanya pada 1 rajutan berisi 10 buah lepat, dijual dengan harga 10 ribu rupiah. Kuliner ini jika dimanfaatkan sebagai penunjang kuliner wisata, tentu dapat menjadi pendorong kepariwisataan Padang Pariaman. Makanan unik yang dapat dipasarkan di lokasi objek-objek wisata. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lapek-barajuik-kuliner-unik-dari-pakandangan/">Lapek Barajuik, Kuliner Unik dari Pakandangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/108 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.440 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:48:24 by W3 Total Cache
-->