<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tradisi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tradisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tradisi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2022 16:06:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#tradisi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tradisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mambukak Kapalo Banda, Tradisi Masyarakat Guguak Malalo Jelang Tanam Padi Tiba</title>
		<link>https://prokabar.com/mambukak-kapalo-banda-tradisi-masyarakat-guguak-malalo-jelang-tanam-padi-tiba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 16:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Guguakmalalo]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Alek Mambukak kapalo banda merupakan sebuah tradisi yang sudah turun temurun bagi masyarakat nagari Guguak Malalo. Mambukak kapalo banda dilakukan oleh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mambukak-kapalo-banda-tradisi-masyarakat-guguak-malalo-jelang-tanam-padi-tiba/">Mambukak Kapalo Banda, Tradisi Masyarakat Guguak Malalo Jelang Tanam Padi Tiba</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Alek Mambukak kapalo banda merupakan sebuah tradisi yang sudah turun temurun bagi masyarakat nagari Guguak Malalo. Mambukak kapalo banda dilakukan oleh masyarakat setempat ketika musim tanam sawah akan dilakukan.</p>
<p>Tujuannya tidak lain untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menanam padi, sekaligus digunakan untuk menentukan zakat zakat padi agar masyarakat tidak salah.</p>
<p>Dalam tradisi ini, masyarakat selalu memotong kerbau. Daging kerbau kemudian bagi menjadi 7 (tujuh) bagian dan selanjutnya diserahkan kepada 7 (tujuh) kaum yang ada di nagari.</p>
<p>Setelah itu, masing-masing kaum juga akan membagikan daging tersebut kepada anggota kaum mereka masing-masing.</p>
<p>&#8221; daging itu mereka masak dan dibawa ke cek dam ini untuk selanjutnya kami makan bersama setelah memanjatkan doa memohon keberkahan dari Allah SWT,&#8221; ujar Novizar Can Amalo yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus panitia alek, saat pelaksanaan kenduri mambukak kalapo banda Rabu (12/10) di jorong Duo Koto Nagari Guguak Malalo kecamatan Batipuh Selatan.</p>
<p>Mengapa memotong kerbau, Nofizar juga menerangkan jika karena kerbau hewan ternak yang identik dengan air.</p>
<p>Tidak itu saja, Nofizar juga menyampaikan bahwa banda atau sungai Malalo ini nantinya akan dijadikan sumber air yang akan mengairi sawah masyarakat seluas 186 hektare.</p>
<p>Selain itu, dihadapan Bupati Tanah Datar Eka Putra, Nofizar juga menyampaikan ucapan terima kasih karena program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar Bajak Gratis saat ini jugà sudah dinikmati oleh masyarakat nagari Guguak Malalo.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, sebagian dari kami sudah menerima manfaat dari program bajak gratis pak Bupati, kami ucapkan terima kasih pak,&#8221; sampainya.</p>
<p>Lebih dari itu, Nofizar juga menyampaikan harapan masyarakat yang sangat mendambakan pembangunan jalan alternatif menuju Asam Pulau yang berada di Kabupaten Padang Pariaman, serta pembangunan sebuah gedung serba guna di lokasi cek dam yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan kenduri mambukak kapalo banda.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Wali Nagari Guguak Malalo Mulyadi. Menurutnya, ke depan pihak nagari bersama-sama dengan masyarakat juga sepakat untuk kembali mengembangkan tanaman kopi di Guguak Malalo yang jauh sebelumnya pernah ada dan ditinggalkan oleh Belanda.</p>
<p>Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir pada acara tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat nagari malalo yang sampai saat ini mampu melestarikan tradisi alek mambukak kapalo banda.</p>
<p>&#8220;Ini tidak saja sebuah tradisi, tetapi juga menunjukkan bentuk syukur masyarakat kepada sang pencipta yang telah memberikan hamparan sawah yang subur, air yang cukup sebagai sumber keberkahan bagi petani dan masyarakat Guguak Malalo,&#8221; ucap Eka Putra</p>
<p>Alek mambukak kapalo banda menurut bupati juga memiliki potensi wisata yang sangat menarik, apalagi bagi mereka yang tertarik dengan pelestarian nilai adat dan budaya.</p>
<p>&#8221; Untuk itu mari kita pertahankan, kita jadikan ini sebagai kekayaan budaya dan cari khas kita di nagari Guguak Malalo,&#8221; ujar Eka Putra. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mambukak-kapalo-banda-tradisi-masyarakat-guguak-malalo-jelang-tanam-padi-tiba/">Mambukak Kapalo Banda, Tradisi Masyarakat Guguak Malalo Jelang Tanam Padi Tiba</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melirik Nilai Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; Daging Kurban Di Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/melirik-nilai-tradisi-maumpuak-daging-kurban-di-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2021 12:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#IdulAdha]]></category>
		<category><![CDATA[#Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=91333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; menjadi bagian terpenting dan keharusan masyarakat di saat pelaksanaan Idul Adha di Ranah Minang. Kebiasaan ini diselenggarakan ketika pembagian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melirik-nilai-tradisi-maumpuak-daging-kurban-di-sungai-batang/">Melirik Nilai Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; Daging Kurban Di Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; menjadi bagian terpenting dan keharusan masyarakat di saat pelaksanaan Idul Adha di Ranah Minang. Kebiasaan ini diselenggarakan ketika pembagian daging kurban, usai disembelih dan pemotongan daging.</p>
<p>Kegiatan inilah yang baru saja terselenggara di sejumlah nagari, terutama di Kabupaten Agam. Terkhusus di Nagari Sungai Batang, terutama di Jorong Batung Panjang, Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; baru saja tuntas, Rabu (21/7). Sebagian nagari dan jorong lainnya, telah terselenggara pada Selasa (20/7).</p>
<p>Maumpuak berasal dari kata &#8220;Tumpuak&#8221; yang berarti tumpuk. Adanya awalan &#8220;Ma&#8221; sebagai kata kerja melakukan pekerjaan berupa (konteks) menumpuk sebongkah daging kurban setelah pelaksanaan penyembelihan dan pemotongan.</p>
<p>Jadi, Tradisi Maumpuak adalah proses membagi daging kurban secara terpisah dalam satu paket untuk satu penerima, ditimbang sama berat dan sama banyak sehingga rata pembagiannya. Satu onggokan itu diberikan untuk peserta kurban serta untuk masyarakat dengan pemberiaan sama berat dan sama banyak.</p>
<p>Daging yang dibagikan dimulai untuk peserta selanjutnya baru kepada masyarakat dan panitia penyelenggara.</p>
<p>Walijorong Batung Panjang, F. Datuk Mangkuto Nan Basa mengatakan pelaksanaan penyembelihan dan pemotongan daging kurban dimulai pukul 09.00 WIB. Dan dibagikan sekitar pukul 17.30 WIB, berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.</p>
<p>Jumlah hewan kurban sebanyak 13 ekor yakni 12 ekor sapi dan satu ekor kambing. Satu ekor sapi melibatkan tujuh orang/KK peserta kurban dengan jumlah total peserta sebanyak 85 orang/KK.</p>
<p>Sementara masyarakat penerima daging kurban 243 orang/KK ditambah peserta 84 orang/KK dan 8 orang alim ulama. Untuk kupon yang telah disediakan dan dibagikan untuk masyarakat sebanyak 327 kupon.</p>
<p>&#8220;Tahun ini hewan kurban kita meningkat satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Tahun 2020 lalu hanya 11 ekor sapi saja. Sebenarnya masih ada tiga orang peserta yang mau bergabung, hanya sudah teelambat. Karena sudah sulit mencari tambahan peserta lainnya, belum lagi mencari tambahan hewan kurbannya,&#8221; ungkap F. Datuk Mangkuto Nan Basa kepada Prokabar.com.</p>
<p>Seperti pepatah, &#8220;Saketek bagi bacacah, banyak bagi baumpuak&#8221; artinya, sedikit dibagi sama sedikit, satu tumpuk dibagi setumpuk. Sebagai bentuk transparan masyarakat dalam bersikap adil dan berkeadilan membagikan daging hewan kurban.</p>
<p>Nilai tertinggi lainnya dalam tatanan masyarakat ini sebagai bentuk semangat gotong royong dalam memperkuat silahturahmi dan menjaga kebersamaan masyarakatnya. Tradisi ini telah berkembang dan menjadi keharusan sejak nenek moyang dahulunya. Terutama berkembangnya Islam di Minangkabau.</p>
<p>Selain peserta kurban, panitia penyelenggaran dan masyarakat, juga diperuntukan Alim Ulama yang biasa memberikan pengajian dan dekat dengan masyarakat ikut menjadi bagian. Pada kesempatan kali ini, delapan orang alim ulama turut mendapat rezki pada Idul Fitri 1422 Hijriah atau di tahun 2021 ini.</p>
<p>&#8220;Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama membangun kampung dan nagari kami. Sesuai pepatah menyebutkan Bajorong Batapian, Bakampuang Banagari,&#8221; terang Datuk Panungkek Suku Guci ini. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melirik-nilai-tradisi-maumpuak-daging-kurban-di-sungai-batang/">Melirik Nilai Tradisi &#8220;Maumpuak&#8221; Daging Kurban Di Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Balimau yang Sesungguhnya di Sungai Pisang</title>
		<link>https://prokabar.com/mengintip-tradisi-balimau-yang-sesungguhnya-di-sungai-pisang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 01:17:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#adh]]></category>
		<category><![CDATA[#balimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Balimau menjadi tradisi sebagian masyarakat Minangkabau menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di kampung Sungai Pisang, kelurahan teluk kabung selatan kecamatan bungus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-tradisi-balimau-yang-sesungguhnya-di-sungai-pisang/">Tradisi Balimau yang Sesungguhnya di Sungai Pisang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Balimau menjadi tradisi sebagian masyarakat Minangkabau menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.</p>
<p>Di kampung Sungai Pisang, kelurahan teluk kabung selatan kecamatan bungus teluk kabung ini misalnya, Tradisi balimau kembali lestari.</p>
<p>Kegiatan berawal pukul setengah lima sore, ketika tak kurang 31 ibu-ibu yang berlaku sebagai kemenakan berkumpul di depan gang Masjid Nurul Bahar Sungai Pisang.</p>
<p>Mereka berbaris di gang depan masjid berikut limau yang sebelumnya mereka sandang dengan dulang di kepala.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85383" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0000-1024x461.jpg" alt="" width="1000" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0000-1024x461.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0000-300x135.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0000-768x346.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0000.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Dulang gadang atau dulang tinggi ini memiliki hiasan yang serupa, berwarna kuning.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/selama-ramadan-umat-diminta-jaga-prokes/"><strong>Khusyuknya Tarawih 20 Rakaat di Masjid Syarif Cindakir Teluk Kabung</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/selama-ramadan-umat-diminta-jaga-prokes/"><strong>Selama Ramadan, Umat Diminta Jaga Prokes</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pakiah-mulai-indak-ka-lapau-simpang/"><strong>Pakiah Mulai Indak Ka Lapau Simpang</strong></a></li>
</ul>
<h3>Arak-arakan</h3>
<p>Ibu-ibu ini menanti instruksi dari Kapalo Mudo dan Ketua Bamus Sungai Pisang beserta Ninik Mamak Delapan Suku di Nagari Teluk Kabung.</p>
<p>Begitu semuanya telah siap, arak-arakan pun mulai.</p>
<p>Ibu ibu mulai mengangkat dulang gadang atau dulang tinggi yang di dalamnya berisi air limau.</p>
<p>Arak-arakan mulai dari depan gang masjid Nurul Bahar hingga melewati simpang kantor lurah Teluk Kabung Selatan.</p>
<p>Sekitar seratus meter dari simpang itu, lokasi berhenti.</p>
<p>Selama arak-arakan berlangsung, sebagian dari Ninik Mamak ataupun perangkat nagari lainnya mengiringi dengan talempong tangan, menambah syahdu arak arakan berlangsung.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85384" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0024-1024x461.jpg" alt="" width="1000" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0024-1024x461.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0024-300x135.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0024-768x346.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0024.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Dalam perjalanan juga terdapat beberapa ibu ibu yang berperan sebagai kemenakan ini terlambat, dan ikut dalam barisan di tengah.</p>
<p>Beberapa aparat kepolisian turut mengawal di lokasi perhentian yang dipimpin Panit 1 bidang binmas polsek Bungus Teluk kabung.</p>
<p>Setelah tiba di lokasi ada sedikit sambutan.  Kapalo mudo memulainya.</p>
<h3><strong>Jaga Protokol Kesehatan</strong></h3>
<p>Kemudian sambutan kedua oleh Bamus Sungai Pisang dan Perwakilan Polsek Bungus Teluk Kabung.</p>
<p>&#8220;Ini baru pertama kali saya melihat balimau dalam arti sebenarnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami bersyukur tradisi menyambut Ramadhan ini tetap lestari.&#8221;</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/ramadhan/ramadhan-datang-hati-senang/">Ramadhan Datang Hati Senang</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/maksimal-pembayaran-thr-h-1-lebaran-idul-fitri/">Maksimal Pembayaran THR H-1 Lebaran Idul Fitri</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/warga-padang-tak-boleh-balimau-di-tempat-umum/">Warga Padang Tak Boleh Balimau di Tempat Umum</a></strong></li>
</ul>
<p>Catatan kami, pelaksanaan balimau sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Selanjutnya Ninik Mamak dan tokoh masyarakat harus berperan menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadhan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terutama generasi muda untuk menghindarkan hal hal yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lebih baik kita meramaikan kegiatan di Masjid atau Musala,&#8221; Pesan Panit 1 Binmas Polsek Bungus Teluk Kabung.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85385" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0005-1024x461.jpg" alt="" width="1000" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0005-1024x461.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0005-300x135.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0005-768x346.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0005.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<h3>Pesan Menjaga Tradisi Balimau</h3>
<p>&#8220;Diambak gadang, dianjuang tinggi oleh anak kamanakan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini sudah menjadi tradisi kami untuk balimau menyambut hari baik bulan baik seperti datangnya bulan suci Ramadhan,&#8221; Sebut ketua bamus Sungai Pisang Nasril Datuak Sari Maharajo.</p>
<p>&#8220;Selain sudah menjadi tradisi oleh orangtua kami terdahulu. Mereka berpesan agar tradisi balimau ini jangan sampai hilang. Hingga akhirnya terlaksana seperti hari ini.&#8221; Tutur Yurizal Bandaro Panjang yang merupakan kapalo mudo di Sungai pisang.</p>
<p>Lebih lanjut yurizal juga menambahkan, balimau ini memiliki makna bahwa penyediaan limau oleh kemenakan kepada mamak mereka menunjukkan hati bersih kemenakan kepada mamak dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan bulan-bulan selanjutnya.</p>
<p>Sebaliknya keikhlasan hati dari mamak atas limau yang  kepada kemenakannya, disiramkan ke kepala dan badan di akhir kegiatan balimau di sungai pisang ini.</p>
<p>Usai prosesi balimau yang ditandai dengan memercikan air di kepala dan sebagian badan, kegiatan ditutup dengan salam salaman, saling bermaafan menyambut bulan suci ramadan. <strong>(Adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-tradisi-balimau-yang-sesungguhnya-di-sungai-pisang/">Tradisi Balimau yang Sesungguhnya di Sungai Pisang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Padang Berburu Daging Sambut Puasa</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-padang-berburu-daging-sambut-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2021 07:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#adh]]></category>
		<category><![CDATA[#bukapuasa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85229</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jelang memasuki bulan suci Ramadan, Pedagang daging segar mulai bermunculan di Padang. Ini dalam rangka menyambut datangnya Ramadan. Tiap rumah tangga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-padang-berburu-daging-sambut-puasa/">Warga Padang Berburu Daging Sambut Puasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Jelang memasuki bulan suci Ramadan, Pedagang daging segar mulai bermunculan di Padang.</p>
<p>Ini dalam rangka menyambut datangnya Ramadan. Tiap rumah tangga warga Padang, terutama Kuranji, Koto Tangah serta Indaruang dan papiko, &#8216;berburu&#8217; daging sebagai hidangan sahur atau berbuka saat hari pertama puasa.</p>
<p>Pedagang daging musiman ini banyak terlihat di kawasan Kuranji, Kalumbuak, By Pass.</p>
<p>Rata-rata warga membeli 1/4 atau 1/5 kg. Dagingnya segar san empuk.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/pakiah-anak-bujang-tanggung-penyandang-buntil-yang-kesepian/"><strong>Pakiah, Anak Bujang Tanggung Penyandang Buntil yang Kesepian</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/karyawan-dan-manajemen-xl-axiata-bagun-masjid-dengan-wakaf/"><strong>Karyawan dan Manajemen XL Axiata Bagun Masjid dengan Wakaf</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/tanpa-angunan-dan-bunga-pedagang-pasa-pabukoan-dapat-suntikan-modal/"><strong>Tanpa Angunan dan Bunga, Pedagang Pasa Pabukoan Dapat Suntikan Modal</strong></a></li>
</ul>
<p>&#8220;Dek ambo satangah dan dagiang se,&#8221; kata Runisa, warga Kuranji di simpang empat jembatan baru.</p>
<p>Daging saat buka puasa dalam tradisi Padang, sangat penting. Menurut warga doeloe kalau tak ada daging, bisa tapanca air mata.</p>
<figure id="attachment_85230" aria-describedby="caption-attachment-85230" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-85230 size-large" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210411-WA0006-1024x461.jpg" alt="" width="1000" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210411-WA0006-1024x461.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210411-WA0006-300x135.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210411-WA0006-768x346.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210411-WA0006.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-85230" class="wp-caption-text">Jelang Ramadan Pedagang daging sapi di Padang diserbu masyarakat</figcaption></figure>
<p>Apalagi pemuda jika tak membelikan emaknya daging, maka rasa hidup tak berguna.</p>
<p>Membeli daging nan rancak agak setengah kilo, jadi kepuasan hati.</p>
<p>Sehingga tidak heran tiap pedagang senantiasa ramai. Hanya sehari dua ini saja lalu pedagang pergi.</p>
<p>Harga sekitar Rp130 ribu se kilo. Kadang kala bisa naik.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/daftar-lokasi-rukyatul-hilal-di-seluruh-provinsi-indonesia/"><strong>Daftar Lokasi Rukyatul Hilal di Seluruh Provinsi Indonesia</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/hampir-50-persen-janji-kampanye-hendri-septa-terwujud/"><strong>Hampir 50 Persen, Janji Kampanye Hendri Septa Terwujud</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pesan-zulkifli-hasan-pada-wali-kota-padang/"><strong>Pesan Zulkifli Hasan pada Wali Kota Padang</strong></a></li>
</ul>
<p>Tradisi membeli bantai jelang puasa di Padang, sudah lama ada. Ini untuk membahagiakan keluarga sendiri.</p>
<p>Tepat di depan kantor lurah Kalumbuk, rendi, penjual daging yang sehari harinya berjualan di pasar raya menyebut tahun lalu, habis terjual 120 kg daging, pada dua haru sebelum masuknya bulan puasa.</p>
<p>Meski hingga pukul setengah satu siang baru 45 kilogram yang terjual, ia yakin, stok hari ini sebanyak 120 kg akan dapat terjual habis. &#8220;Mungkin beko sore baru ka rami da&#8221;, sebut rendi. <strong>(adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-padang-berburu-daging-sambut-puasa/">Warga Padang Berburu Daging Sambut Puasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini, Tradisi ‘Balimau Paga’ Terpaksa Ditiadakan</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-ini-tradisi-balimau-paga-terpaksa-di-tiadakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2020 03:24:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#balimau]]></category>
		<category><![CDATA[#balimaupaga]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Painan]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=65611</guid>

					<description><![CDATA[<p>Painan, Prokabar — Kondisi Pandemi Covid-19 benar-benar merubah segalanya. Balimau Paga, tradisi yang telah berusia ratusan tahun, sebagai acara adat menyambut Ramadan, pada tahun 1441...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-tradisi-balimau-paga-terpaksa-di-tiadakan/">Tahun Ini, Tradisi ‘Balimau Paga’ Terpaksa Ditiadakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Painan, Prokabar —</strong> Kondisi Pandemi Covid-19 benar-benar merubah segalanya. Balimau Paga, tradisi yang telah berusia ratusan tahun, sebagai acara adat menyambut Ramadan, pada tahun 1441 H ini tidak dilaksanakan di Nagari Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.</p>
<p>Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Painan Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah hari Selasa (21/4) mengatakan, ditiadakannya Balimau Paga adalah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona Covid-19 dan sekaligus mematuhi Maklumat Kapolri yang melarang berkumpul dan kerumunan. Lagi pula Provinsi Sumbar sudah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mulai berlaku 22 April 2020.</p>
<p>Menurut Syafrizal Datuak Nan Batuah, Balimau Paga ini biasanya dilaksanakan di sungai Batang Painan sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Seluruh ninik mamak dari semua suku hadir lengkap. Disiapkan pula air yang sudah bercampur limau (jeruk nipis) dan bunga rampai.</p>
<p>Selain mencuci muka dengan air limau sebagai makna membersihkan diri, kesempatan tradisi Balimau Paga ini adalah ajang silaturahmi mamak dengan seluruh anak kemenakan dari semua suku yang ada. Akibatnya, acara Balimau Paga biasanya sangat ramai, bahkan bisa dihadiri oleh ribuan orang termasuk yang pulang dari rantau.</p>
<p>&#8220;Karena Maklumat Kapolri adalah melarang berkumpul dan kerumunan untuk mengantisipasi wabah Covid-19 serta Protokol Kesehatan menjaga jarak atau physical distancing, maka KAN Painan memutuskan untuk tidak mengadakan tradisi Balimau Paga pada tahun 2020 ini,&#8221; kata Syafrizal Datuak Nan Batuah, yang sehari hari adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar.</p>
<p>Keputusan untuk meniadakan tradisi Balimau Paga ini disepakati KAN Painan dalam pertemuan terbatas pengurus. Hadir dalam pertemuan itu Ketua KAN Syafrizal Datuak Nan Batuah, Sekretaris KAN Asril Zakaria Rajo Mudo, Ketua I KAN Harwal Nurdin Datuk Rajo Johan, Ketua II KAN Yusrizal Datuk Kando Marajo dan Penasehat KAN Sutarto, SH Rangkayo Mulie.</p>
<p>Selain tidak menyelenggarakan Balimau Paga, KAN Painan juga tidak menyelenggarakan Ziarah Bersama untuk membersihkan pandam kuburan atau makam nagari. Jika ingin berziarah diserahkan pada masing-masing keluarga dengan mengindahkan Protokol Kesehatan yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.</p>
<p>Ketua KAN Painan ,Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah mengharapkan kepada dunsanak yang berada di rantau untuk menahan diri, sebaiknya tidak pulang kampung dalam upaya memutus penyebaran Virus Corona Covid-19 dan sama-sama menjaga supaya semua sehat terbebas dari Covid -19. (<strong>rel</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-tradisi-balimau-paga-terpaksa-di-tiadakan/">Tahun Ini, Tradisi ‘Balimau Paga’ Terpaksa Ditiadakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Serak Gulo, Himpunan Keluarga Muhammadan siapkan Empat Ton Gula</title>
		<link>https://prokabar.com/tradisi-serak-gulo-himpunan-keluarga-muhammadan-siapkan-empat-ton-gula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 01:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kurang lebih empat ton gula akan diserakkan pada Tradisi Serak Gulo yang digelar Himpunan Keluarga Muhammadan Padang keturunan India, di kawasan Pondok,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tradisi-serak-gulo-himpunan-keluarga-muhammadan-siapkan-empat-ton-gula/">Tradisi Serak Gulo, Himpunan Keluarga Muhammadan siapkan Empat Ton Gula</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Kurang lebih empat ton gula akan diserakkan pada Tradisi Serak Gulo yang digelar Himpunan Keluarga Muhammadan Padang keturunan India, di kawasan Pondok, Padang, sore ini.</p>
<p>&#8220;Jumlah gula yang akan dibagikan nantinya tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. Kemungkinan sekitar empat ton,&#8221; kata Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abubakar.</p>
<p>Terkait prosesi, menurutnya proses awal akan dimulai dengan membungkus gula menggunakan kain perca yang dilakukan oleh kaum perempuan.</p>
<p>Setelah itu, gula tersebut akan didoakan dan akan dibawa ke bangunan yang tinggi.</p>
<p>Gula itu akan kembali didoakan saat diletakkan di bangunan yang tinggi dan siap untuk dibagikan.</p>
<p>Diperkirakan, gula tersebut akan dibagikan setelah salat ashar dan akan berakhir sebelum salat magrib.</p>
<p>&#8220;Gula dibagikan dengan cara melempar bungkusannya kepada masyarakat yang berkumpul di bawah,&#8221; tutupnya. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tradisi-serak-gulo-himpunan-keluarga-muhammadan-siapkan-empat-ton-gula/">Tradisi Serak Gulo, Himpunan Keluarga Muhammadan siapkan Empat Ton Gula</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi &#8220;Bagorak&#8221; ala Kaum Pria Di Saruaso Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/tadisi-bagorak-ala-kaum-pria-di-saruaso-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 03:08:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bagorak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#saruaso]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar, Tanah Datar — Jika masak memasak ahlinya dilakoni oleh kaum hawa, namun tidak demikian di Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar. Kaum pria...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tadisi-bagorak-ala-kaum-pria-di-saruaso-tanah-datar/">Tradisi &#8220;Bagorak&#8221; ala Kaum Pria Di Saruaso Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar, Tanah Datar —</strong> Jika masak memasak ahlinya dilakoni oleh kaum hawa, namun tidak demikian di Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar. Kaum pria juga ahli dalam urusan rumah tangga tersebut. Hal ini dapat disaksikam dalam sebuah acara hajatan yang dilansungkan oleh satu keluarga di sepesukuan di Nagari tersebut.</p>
<p>Tradisi Bagorak namanya. Tradisi ini dilakoni oleh kaum pria sepesukuan dan &#8220;sumando&#8221;. Selepas salat subuh, tradisi ini telah dimulai. Bahkan, tradisi ini bisa berlansung dua atau tiga hari sebelum hajatan dimulai.</p>
<p>Tanpa dipanggil, kaum pria satu persatu mulai datang kerumah pemilik hajatan. Kuali, tungku perapian dipersiapkan, dan aksi masak memasakpun mulai dilakukan oleh kaum adam.</p>
<p>Luar biasanya, pria yang terlibat dalam tradisi ini bahkan rela meninggalkan pekerjaannya untuk sementara. seperti yang berprofesi sebagai petani rela terlambat untuk turun kesawah dan ladang, tujuannya tak lain agar mereka bisa terlibat dalam kegiatan yang telah menjadi budaya di Nagari tersebut.</p>
<p>Sembari memasak, canda tawa bergelagar dari dapur atau biasanya disebut juga dengan kajang. Di Minangkabau yang biasanya antara mamak rumah ( keluarga istri ) dan sumando sering kaku dalam beraktivitas, namun saat tradisi ini berlansung, semua akan lenyap dan suasana keakraban akan mengalir begitu saja.</p>
<p>Selain bergoto royong, tradisi ini juga sebagai media untuk bersilaturahmi. dan upaya untuk saling mengenal sesama keluarga besar sepesukuan.</p>
<p>&#8221; sejarahnya saya tidak tahu pasti. Tapi tradisi ini hanya sebagai bentuk goto royong kita sepesukuan, tidak hanya Sumando, tapi keluarga besar sepesukuan,&#8221; ucap cap, salah seorang anggota bagorak.</p>
<p>Seusai bagorak, tradisi ini biasanya diakhiri dengan makan bersama. Atau tepatnya mencicipi atau sembari merasakan apa yang telah dimasak sebelumnya. (<b>eym</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tadisi-bagorak-ala-kaum-pria-di-saruaso-tanah-datar/">Tradisi &#8220;Bagorak&#8221; ala Kaum Pria Di Saruaso Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alek Nagari, Jala Mania Pasaman Diundang Masyarakat Ambacang Anggang</title>
		<link>https://prokabar.com/alek-nagari-jala-mania-pasaman-diundang-masyarakat-ambacang-anggang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2019 14:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#aleknagari]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41798</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Masyarakat yang hobi menjala ikan, siap-siaplah. Periksa jala, perbaiki bila ada yang robek atau tambah batu-batu kalau ada yang hilang. Apa sebab,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alek-nagari-jala-mania-pasaman-diundang-masyarakat-ambacang-anggang/">Alek Nagari, Jala Mania Pasaman Diundang Masyarakat Ambacang Anggang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Masyarakat yang hobi menjala ikan, siap-siaplah. Periksa jala, perbaiki bila ada yang robek atau tambah batu-batu kalau ada yang hilang. Apa sebab, masyarakat Jorong Ambacang Anggang, Nagari Persiapan Aia Manggih Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, bakal laksanakan alek nagari. Tradisi panen ikan larangan yang turun menurun untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.</p>
<p>Rencananya, alek nagari ini bakal dihelat, Minggu (14/7) mendatang. Masyarakat yang mau atau hobi menjala, dipersilahkan ikut berpartisipasi, mulai dari anak nagari sampai warga nagari se-Pasaman. Tidak ada batasan.</p>
<p>&#8220;Insyallah hari Minggu, kami mengundang seluruh masyarakat Pasaman, untuk dapat berpartisipasi dalam alek nagari kami. Biar semakin erat tali silaturahmi kita,&#8221; kata salah seorang ninik mamak setempat, Datuak Bandaro Basa, Jumat (12/7).</p>
<p>Lebih lanjut ketua ikan larangan Batang Sumpu Ambacang Anggang, Iptu Yoni Hendra mengatakan, ikan yang bakal dilepas larangan ini, diprediksi sangat banyak. Jika dikilokan, sampai ratusan kilo.</p>
<p>&#8220;Batang Sumpu, salah satu sungai terkenal dengan alek nagari lepas larangan yang sangat menjanjikan bagi para penghobi. Sebab, selain ikannya banyak, lokasi sungai ini sangat strategis bagi para jala mania untuk unjuk kebolehan,&#8221; kata Iptu Yoni.</p>
<p>Perihal jenis ikannya, dikatakan Iptu Yoni, saat ini, ikan larangan yang ada di sungai Batang Sumpu cukup beragam. Mulai dari gariang, nila, bauang dan ikan sungai semacamnya. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alek-nagari-jala-mania-pasaman-diundang-masyarakat-ambacang-anggang/">Alek Nagari, Jala Mania Pasaman Diundang Masyarakat Ambacang Anggang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tradisi Warga Maninjau Sambut Datangnya Ramadan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-tradisi-warga-maninjau-sambut-datangnya-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2019 14:57:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadhan2019]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Beragam cara umat muslim di Ranah Minang menyambut bulan suci Ramadhan. Termasuk di Jorong Bancah, Kanagarian Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tradisi-warga-maninjau-sambut-datangnya-ramadan/">Ini Tradisi Warga Maninjau Sambut Datangnya Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; Beragam cara umat muslim di Ranah Minang menyambut bulan suci Ramadhan. Termasuk di Jorong Bancah, Kanagarian Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tradisi Bacolok atau api obor batung menjadi sebuah kebiasaan anak-anak MDA dan masyarakat, beramai-ramai ke jalanan membuat suasana gelap jalan menjadi terang karenanya. Ratusan penduduk kampung itu berjalan sepanjang beberapa kilometer sambil melantunkan Asma Allah atau lagu islami. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua MDA Bancah, Yasni Sukri mengatakan Tradisi tersebut sudah ada secara turun temurun. &#8220;Sejak nenek moyang kita dulu, acara ini sudah ada. Dan untuk saat ini, nilai-nilai yang tertanam adalah menunjukan perjuangan orang tua terdahulu hanya menggunakan colok sebagai penerangan berjalan menuju masjid,&#8221; tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan semangat dan motivasi bersama menyambut Ramadhan. &#8220;Ikatan silahturahmi akan semakin kuat sesama masyarakat. Termasuk nilai ukuwah islamiah kita beribadah selama bulan suci ini nantinya,&#8221; terang Yasni.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Prosesi kegiatan diawali berjalan dari Surau Sidang menuju Surau Aji Gunuang, kemudian<span class="Apple-converted-space">  </span>ke Jorong Kukuban dan berakhir di Masjid Ummil Qura. &#8220;Selama perjalanan, anak-anak membawa colok sambil bernyayi lagi Islami atau Asmaul Husnah,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tradisi-warga-maninjau-sambut-datangnya-ramadan/">Ini Tradisi Warga Maninjau Sambut Datangnya Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serunya Penutupan Khatam Alquran di Masjid Nurul Huda Kapuak Koto Panjang</title>
		<link>https://prokabar.com/serunya-penutupan-khatam-alquran-di-masjid-nurul-huda-kapuak-koto-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 11:24:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#khatamalquran]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar —  Acara hiburan  yang diselenggarakan pemuda pemudi jorong  Kapuak Koto Panjang Ponco, Kecamatan Tanjuang Baru, Tanah Datar meriah. Kegiatan yang dihelat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/serunya-penutupan-khatam-alquran-di-masjid-nurul-huda-kapuak-koto-panjang/">Serunya Penutupan Khatam Alquran di Masjid Nurul Huda Kapuak Koto Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah</strong> <strong>Datar</strong>, <strong>Prokabar</strong> —<span class="Apple-converted-space">  </span>Acara hiburan<span class="Apple-converted-space">  </span>yang diselenggarakan pemuda pemudi jorong<span class="Apple-converted-space">  </span>Kapuak Koto Panjang Ponco, Kecamatan Tanjuang Baru, Tanah Datar meriah. Kegiatan yang dihelat pada Minggu (17/2) itu merupakan acara penutup pada rangkaian kegiatan Khatam Alquran yang digelar sehari sebelumnya,<span class="Apple-converted-space">  </span>di masjid setempat.</p>
<p>“Kita mengadakan berbagai acara hiburan, yakni panjat pinang, lomba balap karung, pakai helm, dan main bola ditengah sawah, yang siap dibajak,&#8221;sebut Ketua Pelaksana, Kiki Saputera.</p>
<p>Selain ajang silaturahmi, acara hiburan tersebut juga sebagai momen dan memperlihatkan kekompakan pemuda setempat.</p>
<p><span class="Apple-converted-space"> </span>&#8220;Semoga kita semua terhibur dan masyarakat disini semakin kompak, terutama para pemuda dan niniak mamak ,”tambah kiki.</p>
<p>Sebelumnya, Masjid Nurul Huda mewisuda sebanyak 30 orang santri terbaiknya. Dari 30 orang lulusan itu terdiri dari 13 laki laki dan 17 perempuan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>“Dengan dikhatamnya murid ini, bukan berarti mereka berhenti untuk membaca alquran.Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi dari  guru guru dan rasa terimakasih kepada anak anak yang telah serius dalam membaca alquran,”sebutnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KUA Tanjuang Baru, Zul Andris dalam sambutannya saat pembukaan berharap kepada orang tua dari peserta untuk  tetap mengajar anak anaknya membaca alquran dirumah masing masing.</p>
<p>“Jangan hanya membaca saja. Tapi ajari juga mereka untuk mendalami dan menerapkan ajaran ajaran yang sudah terkandung didalam kitab suci itu,”tutur Zul Andris.</p>
<p>Menurutnya,<span class="Apple-converted-space">  </span>kegiatan khatam ini untuk menciptakan generasi yang cinta alguran dan menerapkan ilmu ilmu alquran dalam kehidupan sehari seharinya. (<b>gas</b>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/serunya-penutupan-khatam-alquran-di-masjid-nurul-huda-kapuak-koto-panjang/">Serunya Penutupan Khatam Alquran di Masjid Nurul Huda Kapuak Koto Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Delapan Ton Gula Dibagikan Saat Tradisi Serak Gulo</title>
		<link>https://prokabar.com/delapan-ton-gula-dibagikan-saat-tradisi-serak-gulo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 15:33:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#india]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29965</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Sebanyak delapan ton gula pasir dibagikan secara cuma cuma, saat kegiatan Tradisi Serak Gulo di Masjid Mujahiddin, Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/delapan-ton-gula-dibagikan-saat-tradisi-serak-gulo/">Delapan Ton Gula Dibagikan Saat Tradisi Serak Gulo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Sebanyak delapan ton gula pasir dibagikan secara cuma cuma, saat kegiatan Tradisi Serak Gulo di Masjid Mujahiddin, Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang, Selasa (5/2).</p>
<p>Tradisi Serak Gulo dari masyarakat muslim Padang keturunan India, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Muhammadan ini merupakan simbol rasa syukur, sekaligus untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid.</p>
<p>Untuk gula yang ditebarkan yaitu gula yang sudah dibungkus dengan kain warna warni dengan ukuran sebesar kepalan tangan. Proses pembungkusan ini telah dimulai beberapa hari sebelumnya sampai batas waktu yg telah ditentukan. Kemudian dikumpulkan disatu tempat dimana akan dilaksanakan prosesi doa yg di pimpin oleh salah seorang yg dituakan.</p>
<p>Setelah proses doa keselamatan keberkahan dan kelancaran dilaksanakan, gula ini dibawa dengan karung ke atap depan masjid yg diiringi pemasangan bendera hijau bulan sabit dan bintang disekitar masjid. Warga yg hadir didepan masjid tidak terbatas suku ras dan agama, semua bercampur baur, untuk menyaksikan tradisi tersebut.</p>
<p>Setelah ada komando dari ketua panitia, petugas yg diatas atap masjid akan mulai membagikan gula ke segala arah.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang Ali Khan Abu Bakar di Padang mengatakan bahwa selain daerah asal, untuk saat ini, tradisi serak gula hanya dilaksanakan di dua tempat yaitu di Singapura dan kota Padang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Untuk kota Padang telah dimulai sejak 200 tahun yang lalu yang dilaksanakan oleh warga muslim keturunan India kota Padang yang tergabung dalam HKM (Himpunan Keluarga Muhammadan).</p>
<p>&#8220;Tradisi ini merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh Syekh Shahul Hamid. Beliau merupakan salah seorang ulama sufi di India yang dikenal sebagai Walyyullah dan memiliki banyak karomah serta memegang peran penting dalam penyebaran agama islam pada masa itu,&#8221;sebut Ali</p>
<p>Diceritakannya, rangkaian pelaksanaan tradisi Serak Gula ini setiap tahunnya selalu diiringi dengan tiga peringatan maulid</p>
<p>Pertama, Maulid nabi Muhammad SAW yang jatuh pada bulan Rabiul Awal. Diawali pembacaan Ummul Qur&#8217;an, surah pendek, kitab Maulud, zikir dan doa, waktunya ba&#8217;da Maghrib dilanjutkan ba&#8217;da Isa sampai selesai. Selama 12 hari.</p>
<p>Kedua, Maulud Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yg jatuh pada bulan Rabi&#8217;ul Akhir dan dilaksanakan selama 11 hari. Ketiga, Maulud Syekh Shahul Hamid, yang jatuh pada bulan Jumadil Akhir, dilaksanakan selama 10 hari, yang terlebih dahulu diawali acara serak gula pada sore harinya.</p>
<p>&#8220;Tradisi Serak Gula ini merupakan perpaduan antara budaya islam dan budaya india serta proses alkulturasi yang panjang dengan budaya setempat tanpa meninggalkan nilai nilai yang dibawa dari tempat asalnya di India,&#8221;imbunya. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/delapan-ton-gula-dibagikan-saat-tradisi-serak-gulo/">Delapan Ton Gula Dibagikan Saat Tradisi Serak Gulo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Warga Mulai Memadati Pasar Mudiak Untuk Menyaksikan Serak Gulo</title>
		<link>https://prokabar.com/ribuan-warga-mulai-memadati-pasar-mudiak-untuk-menyaksikan-serak-gulo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 11:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#india]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Ribuan warga memadati Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang untuk menyaksikan tradisi Serak Gulo. Masyarakat yang penasaran berbondong menghadiri kegiatan tahunan ini, rata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ribuan-warga-mulai-memadati-pasar-mudiak-untuk-menyaksikan-serak-gulo/">Ribuan Warga Mulai Memadati Pasar Mudiak Untuk Menyaksikan Serak Gulo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Ribuan warga memadati Pasar Batipuh, Padang Selatan, Padang untuk menyaksikan tradisi Serak Gulo. Masyarakat yang penasaran berbondong menghadiri kegiatan tahunan ini, rata rata didominasi kawula muda.</p>
<p>&#8220;Tradisi yang unik,&#8221; sebut Randi seorang pengunjung.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, panitia sudah menyiapkan gula sebelum diangkut ke atas masjid. Kemudian diserakan ketengah tengah masyarakat. (gas)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ribuan-warga-mulai-memadati-pasar-mudiak-untuk-menyaksikan-serak-gulo/">Ribuan Warga Mulai Memadati Pasar Mudiak Untuk Menyaksikan Serak Gulo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sore Ini Tradisi Serak Gulo Dihelat</title>
		<link>https://prokabar.com/sore-ini-tradisi-serak-gulo-dihelat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 08:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Warga kota padang keturunan India, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Muhammadan, hari ini, Selasa (5/2) akan menggelar tradisi Serak Gulo. Tradisi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sore-ini-tradisi-serak-gulo-dihelat/">Sore Ini Tradisi Serak Gulo Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Warga kota padang keturunan India, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Muhammadan, hari ini, Selasa (5/2) akan menggelar tradisi Serak Gulo.</p>
<p>Tradisi yang masih mereka pertahankan ini merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang diterima sepanjang tahun.</p>
<p>“Tradisi Serak Gulo dari masyarakat muslim keturunan India ini dimulai saat etnis India masuk ke pesisir barat Sumatera, tepatnya di Kota Padang, pada ratusan tahun yang lalu,” kata Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang Ali Khan Abu Bakar di Padang.</p>
<p>Serak Gulo akan diselenggarakan di mesjid Muhammadan, Jalan Pasar Batipuh, Padang yang pastinya akan disambut meriah masyarakat.</p>
<p><span class="Apple-converted-space"> </span>Selain simbol rasa syukur, prosesi Serak Gulo tersebut untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yakni Shaul Hamid.</p>
<p>Selain itu, gula yang dibagikan sebelumnya juga disematkan doa, zikir, serta salawat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Menurutnya, tradisi ini sudah melalui proses akulturasi budaya yang panjang dengan budaya setempat, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang dibawa langsung dari daerah asalnya di India, yakni di Nagapattinam, Tamil Nadu, India. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sore-ini-tradisi-serak-gulo-dihelat/">Sore Ini Tradisi Serak Gulo Dihelat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Festival Serak Gulo di Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/catat-tanggalnya-ini-jadwal-festival-serak-gulo-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 23:59:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#india]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#serakgulo]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[#wisatapadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Festival tradisional serak gulo sebuah tradisi warga keturunan India di Kota Padang akan digelar 5 Februari 2019 di depan Masjid Muhamadan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/catat-tanggalnya-ini-jadwal-festival-serak-gulo-di-padang/">Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Festival Serak Gulo di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Festival tradisional serak gulo sebuah tradisi warga keturunan India di Kota Padang akan digelar 5 Februari 2019 di depan Masjid Muhamadan Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sumatera Barat.</p>
<p>Rencananya acara tersebut akan dihadiri Kedutaan Besar India dari Jakarta, Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang, Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang serta undangan lainnya.</p>
<p>Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Medi Iswandi yang didampingi Rinaldi Kasim salah seorang Kabid dalam rapat persiapan pelaksanaan festival serak gulo Kamis (24/1).</p>
<p>”Kita perlu memberikan dukungan dan semangat bagi warga keturunan india di Kota Padang dengan memfasilitasi, menyemarakan acara tradisional serak gula yang sudah berumur ratusan tahun,&#8221; sebut Kadis Pariwisata Kota Padang tersebut</p>
<p>Medi Iswandi mengatakan dengan ditetapkannya sebagai kalender tahunan Pemerintah Kota Padang, kegiatan serak gula ini akan terus kita laksanakan setiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Jadi dengan digelarnya serak gulo tradisi warga Kota Padang keturunan India sebagai alat pemersatu dan menjaga kerukunan serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesamanya&#8221; ujar Medi Iswandi.</p>
<p>Selanjutnya Rinaldi Kasim mengajak seluruh warga Kota Padang untuk dapat menyaksikan acara tradisional India yang sudah berumur ratusan tahun, bahkan di India sendiri, sebagai negeri asalnya, acara serak gulo tidak ada digelar, tapi di Kota Padang sudah dimasukan dalam kelender kegiatan tiap tahun.</p>
<p>Rapat persiapan akhir Festival Tradisional Serak Gulo langsung dipimpin Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Medi Iswandi, dihadiri Sat. POL PP, Dishub, Damkar, Polresta Padang, Humas Kota Padang, Polsek Padang Selatan, Camat Padang Selatan, Lurah Pasa Gadang dan Pengurus Himpunan Keluarga Muhamadan. (<b>hum/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/catat-tanggalnya-ini-jadwal-festival-serak-gulo-di-padang/">Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Festival Serak Gulo di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indang Tuo, Bukti Sejarah Masuknya Islam Ke Ranah Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/indang-tuo-bukti-sejarah-masuknya-islam-ke-ranah-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 14:23:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Islam]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RanahMinang]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21525</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar  — Indang Tuo merupakan kesenian unik yang biasanya berkembang pesat di Piaman. Namun tidak pada kenyataannya, kesenian ini rupanya juga ada di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indang-tuo-bukti-sejarah-masuknya-islam-ke-ranah-minang/">Indang Tuo, Bukti Sejarah Masuknya Islam Ke Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong>  — Indang Tuo merupakan kesenian unik yang biasanya berkembang pesat di Piaman. Namun tidak pada kenyataannya, kesenian ini rupanya juga ada di Kanagarian Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar.</p>
<p>Kesenian Indang Tuo Jorong Balai Belo ini sudah ada sejak 1958. Meski sempat redup, 2006 kembali bangkit saat perhatian Wali Nagari dan perangkannya meningkat. Sehingga eksistensi seni budaya Islam tersebut bersinar seiring prestasi membanggakan tercapai dari tingkat Daerah hingga Nasional.</p>
<p>Ketua Sanggar Indang Tuo Balai Belo, Raismi Sutan Rajo Budi menyebutkan Sejarah Indang berawal Rasulullah membuat permainan untuk 11 orang anak Bujaha atau Sudaki. Mereka anak-anak zalim yang dirangkul sehingga menjadi alim dan ulama besar.</p>
<p>&#8220;Mereka diberikan semacam permainan Ripa&#8217;i atau Rebana sebagai media untuk menarik secara berlahan, sehingga mau mengikuti ajaran Islam,&#8221; kata Raismi.</p>
<p>Al hasil, kesebelas anak Yuzalim tersebut tumbuh besar menjadi ulama besar menyiarkan Agama Islam ke penjuru dunia. Beberapa orang diantaranya, berhasil sampai ke Aceh dan memainkan kesenian tersebut untuk menjadi penarik masyarakat ikut dalam ajaran Islam.</p>
<p>&#8220;Perkembangan Islam di Aceh cukup pesat melalui Kesenian Indang tersebut. Hingga Akhirnya sampai pula di Pariaman melalui Syekh Burhanuddin atau Abdulrahman,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sedangkan bisa sampai ke Koto Kaciak ini lanjutnya, melalui beberapa tokoh yang belajar ke Pariaman. Seperti Raba&#8217;in Sutan Parpatiah, Limun Sutan Majo Kayo, Saripudin dan Sutan Pamenan. Saat itu sekitar tahun 1958.</p>
<p>&#8220;Awalnya kesenian ini dibawa beberapa Ulama bertarikat syatariah. Karena banyak yang belum paham, akhirnya beberapa orang di Koto Kaciak ini memutuskan mempelajari kesenian tersebut secara serius ke Pariaman. Mereka pun mahir dilestarikan ke sini,&#8221; ungkap Ketua Indang Tuo Balai Belo tersebut.</p>
<p>Dalam Indang, memiliki lantunan sejarah Nabi Muhammad SAW beserta keturunannya. Mengkisahkan perjalanan perkembangan Islam di masa lalu.</p>
<p>Sementara itu, Wali Nagari Koto Kaciak, Syaiful Endri menyebutkan kesenian Indang Tuo menjadi pusat perhatian semua tokoh akademisi, seniman dan masyarakat Sumbar, khususnya di Koto Kaciak. Selain Unik dan khas, kesenian tersebut dimainkan para kaum Bapak dengan sangat baik.</p>
<p>&#8220;Selain pernah tampil di Taman Budaya Padang dan luar negeri, Indang Tuo Balai Belo ini juga memiliki segudang prestasi. Penghargaan terakhir saat tampil di Festival Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Alhamdulillah, hadiah yang didapatkan, lumayan menunjang semangat pelestarinya,&#8221; Pungkas Syaiful Endri. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indang-tuo-bukti-sejarah-masuknya-islam-ke-ranah-minang/">Indang Tuo, Bukti Sejarah Masuknya Islam Ke Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 52/252 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.026 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:54:42 by W3 Total Cache
-->