<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tokohminang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tokohminang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tokohminang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2019 14:57:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#tokohminang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tokohminang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2019 14:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#tokohminang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Setelah kepergian almarhum Hanif (Kemenakan kandung Buya Hamka/ anak dari A.R. Sutan Mansur), pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai</strong> <strong>Batang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Setelah kepergian almarhum Hanif (Kemenakan kandung Buya Hamka/ anak dari A.R. Sutan Mansur), pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, sempat terbangkalai.</p>
<p>Meski sempat beberapa kali dilakukan pengganti beberapa orang, namun selalu tidak bertahan lama. Akibatnya, salah seorang tenaga OB sempat memandu pengunjung. SDM yang tidak memadai, sempat membuat kamelut dan gaduh menerpa Museum Ulama Besar tersebut.</p>
<p>Setelah banyak dorongan semua pihak, perhatiannya kembali memberi cahaya. Pemkab Agam melalui Disdikbud dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya melahirkan kebijakan hingga mendapat pengganti pemandu Museum bernama Ustad Dasri (50).</p>
<p>Beliau salah satu Mubalig dan tenaga pendidik di MTsS Muhammadiyah Sungai Batang. Ustad Dasri paham betul seluk beluk sejarah Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Sejak kepergian almarhum Hanif, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini sangat memprihatinkan. Kondisinya seperti tidak terurus dan sering kali mengecewakan pengunjung. Rata-rata wisatawan yang datang didominasi dari Malaysia. Mereka sangat fanatik sama Buya Hamka, sehingga sangat marah bila ada pemandu salah kaprah memaparkan sejarah beliau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sehingga kegaduhan sempat terjadi ketika ada orang mengaku-ngaku keturunan Buya Hamka ke 13, padahal hanya sebatas satu suku saja.</p>
<p>Saat Ustad Dasri menjalankan amanah tersebut, berbagai pembenahan dan perbaikan mulai dilakukan. Diawali lemari pajangan buku hingga dinding-dinding yang tebal debunya.</p>
<p>&#8220;Pada bagian kunci lemari pajangan buku, sudah banyak yang tidak cocok lagi. Sehingga harus dilakukan pencocokan kembali. Bila ada yang rusak, harus diganti yang baru,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain Lemari dan dinding, alas lantai berupa tikar pandan juga sudah lusuh dan pudar. &#8220;Kondisi ini akan segera kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam. Pasalnya, instansi ini penanggungjawab cagar budaya di Kabupaten Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Zulkarnain, salah seorang warga sekaligus penjual buku Buya Hamka di sekitar museum menambahkan, sejak tanpa Pak Hanif, museum tidak lagi terurus sebagai mana mestinya.</p>
<p>&#8220;Melalui kehadiran Pak Dasri ini, pelayanan dan kenyamanan pengunjung diharapkan semakin lebih baik. Karena ada saja oknum setempat menyalahgunakan nama Buya Hamka untuk kepentingan pribadi. Jika dilakukan dengan baik, tidak masalah. Parahnya, dilakukan dengan cara mengibuli pengunjung, itu kan buruk,&#8221; paparnya.</p>
<p>Untuk kedepan, pembenahan akan semakin ditingkatkan. &#8220;Dengan adanya kehadiran Ustad Dasri dengan control langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Disdikbud dan Ninik Mamak setempat, diharapkan mampu meningkatkan destinasi wisata religius kehadiran depannya,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-dibenahi-kini-sudah-ada-pemandu/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dibenahi, Kini Sudah Ada Pemandu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trio Amrullah, Tokoh Intelektual Islam Ranah Minang, dari Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/trio-amrullah-tokoh-intelektual-islam-ranah-minang-dari-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2019 15:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#tokohminang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar &#8211; Pernyataan mengejutkan dari seorang akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya, Unand, Dr. Pramono. Membuat ratusan warga Sungai Batang kagum. Nagari Sungai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/trio-amrullah-tokoh-intelektual-islam-ranah-minang-dari-sungai-batang/">Trio Amrullah, Tokoh Intelektual Islam Ranah Minang, dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai</strong> <strong>Batang</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; Pernyataan mengejutkan dari seorang akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya, Unand, Dr. Pramono. Membuat ratusan warga Sungai Batang kagum. Nagari Sungai Batang ternyata sebuah negeri pelopor lahirnya tokoh intelektual islam terkemuka di Ranah Minang.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Ulama tersebut dimulai dari Syekh Muhammad Amrullah, Haji Abdulkarim Amrullah (HAKA), kemudian Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Hebatnya lagi, HAKA menitipkan sebuah Rumah Baca dan Menulis atau lebih dikenal Kutubchanah, sebagai monumental maupun gudang sejarah perjuangan intelektual keulamaannya.</p>
<p>Bahkan lebih hebat ketimbang nilai-nilai yang ada di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang berada di Tapian Tanah Sirah, masih berdekatan dengan Kutubchanah. Pasalnya, di sana masih tersimpan utuh ratusan lembar manuskrip hasil karya tangan dari HAKA. Malangnya, naskah aksara jawi tersebut belum tergarap sebagai kebutuhan penelitian sejarah. Padahal, sangat banyak catatan penting menjadi rujukan baru tentang sejarah-sejarah perjuangan masa lalu.</p>
<p>Menurut Dr. Pramono, Trio Amrullah sangat berpengaruh dan leader diantara banyak ulama dimasa hidupnya. Tidak sedikit murid-murid yang belajar kepada ketiga ulama tersebut. Bahkan Nagari Sungai Batang pernah menjadi pusat pendidikan agama Islam di masing-masing Masjid yang pernah mereka tempati.</p>
<p>&#8220;Sangat kita sayangkan, sejarah besar Ulama Umat Muslim ini minim perhatian dari semua pihak,&#8221; ujar Dr. Pramono.</p>
<p>Buya Hamka lanjutnya, memang keturunan ulama hebat. Selain Syekh Muhammad Ambrullah dan HAKA, ada juga Syekh Guguk Gatur atau Syekh Abdul Alif dan Tuanku Nan Tuo atau nama lain Tuanku Pariaman. Kedua nenek Hamka ini, juga penyiar Islam terkemuka dan punya pengaruh hebat terhadap kelahiran Kaum Padri.</p>
<p>&#8220;Pengembangan wisata reliqius dengan kembali melestarikan dan menggali sejarah Trio Amrullah, menjadi momentum Nagari Sungai Batang. Pemerintah Kabupaten Agam harus cerdas dan cepat melirik potensi tersebut,&#8221; pungkasnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/trio-amrullah-tokoh-intelektual-islam-ranah-minang-dari-sungai-batang/">Trio Amrullah, Tokoh Intelektual Islam Ranah Minang, dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/67 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:49:09 by W3 Total Cache
-->