<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#TKW Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tkw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tkw/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jan 2020 14:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#TKW Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tkw/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkab Pasaman Berangkatkan 39 TKW ke Batam</title>
		<link>https://prokabar.com/pasaman-berangkatkan-39-tkw-ke-batam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 14:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56344</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Puluhan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kabupaten Pasaman berangkat ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jumlahnya 39 orang. Kepala Dinas Tenaga Kerja, MN. Soesilo...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasaman-berangkatkan-39-tkw-ke-batam/">Pemkab Pasaman Berangkatkan 39 TKW ke Batam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Puluhan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kabupaten Pasaman berangkat ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jumlahnya 39 orang.</p>
<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja, MN. Soesilo yang melepas rombongan ini mengatakan,<br />
rencananya TKW ini bakal kontrak kerja selama dua tahun dengan perusahaan Philips.</p>
<p>MN. Soesilo berpesan agar para tenaga kerja wanita Pasaman yang berangkat bekerja ke Batam, bisa menjaga kesehatan dan ibadahnya.</p>
<p>&#8220;Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Namun yang penting jaga prilaku dan nama daerah, karena saudara-saudara disana akan mewakili Kabupaten Pasaman,&#8221; kata Sosesilo.</p>
<p>Dijelaskan MN. Soesilo, tenaga kerja yang berangkat sekarang, merupakan hasil rekrutmen dan seleksi dari sejumlah kecamatan dan nagari di Kabupaten Pasaman, dan sebagian diantaranya sudah sempat dilatih. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasaman-berangkatkan-39-tkw-ke-batam/">Pemkab Pasaman Berangkatkan 39 TKW ke Batam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Dorong Para TKI Sekolahkan Anaknya</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-dorong-para-tki-sekolahkan-anaknya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2018 18:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[#tki]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=23010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Melihat jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang mencapai 2,7 juta orang, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong para...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-dorong-para-tki-sekolahkan-anaknya/">Pemerintah Dorong Para TKI Sekolahkan Anaknya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Melihat jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang mencapai 2,7 juta orang, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong para TKI agar menyekolahkan anak-anaknya.</p>
<p>Pemerintah memiliki Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) serta 294 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tersebar di berbagai wilayah negeri jiran itu.</p>
<p>Sekolah-sekolah itu melayani berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Khusus jenjang SMK hanya ada di SIKK dengan program keahlian jasa boga dan perhotelan. PKBM hanya melayani jenjang SD dan SMP saja.</p>
<p>Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Praptono mengimbau, para orang tua yang bekerja sebagai TKI di Malaysia agar menyadari bahwa dengan menyekolahkan anak-anaknya, kelak anak-anak tersebut akan mampu mengubah nasib keluarganya.</p>
<p>“Orang tua,  juga harus bersinergi dengan sekolah agar cita-cita anaknya tercapai, misalnya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK di Indonesia, antara lain, melalui beasiswa yang disediakan Pemerintah seperti Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan lainnya,” kata Praptono seperti dalam rilisnya yang di terima, Minggu (4/11).</p>
<p>Senada dengan itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia, Ari Purbayanto mengatakan, tugas guru-guru Indonesia yang mengajar di Malaysia tidak hanya membina anak-anak Indonesia agar memiliki semangat Pancasila saja. Mereka juga harus mampu menyadarkan orang tua murid agar mendorong anak-anaknya mengenyam pendidikan.</p>
<p>“Orang tuanya adalah low educated people (orang berpendidikan rendah), dia tidak paham bahwa pendidikan adalah senjata ampuh untuk mengubah nasib mereka,” kata Ari.</p>
<p>Disebutkan, dalam suatu daerah biasanya terdapat sekitar 2,5 persen dari total penduduknya yang menyandang disabilitas. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau agar Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menerima lebih banyak lagi anak Indonesia berkebutuhan khusus. SIKK sebagai sekolah induk agar mendorong 294 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Sabah dan Sarawak untuk menerima murid penyandang disabilitas.</p>
<p>Praptono menyampaikan, meskipun belum ada guru bagi penyandang disabilitas, SIKK dan PKBM di bawah naungannya minimal menerima siswa tersebut terlebih dahulu. Ke depan akan ada solusi atas permasalahan itu, misalnya melalui pelatihan guru, mendatangkan guru bantu, dan lainnya.</p>
<p>“Orang tua mereka (anak-anak Indonesia berkebutuhan khusus di Malaysia) sibuk mencari nafkah, kita ringankan bebannya,” ujar Praptono dalam kunjungannya ke SIKK di Malaysia.</p>
<p>Praptono mengungkapkan, jika anak-anak Indonesia berkebutuhan khusus tersebut tidak dididik, maka mereka tidak akan pernah mandiri. Orang tuanya, lanjut dia, memiliki keterbatasan dalam melayani pendidikan mereka misalnya dari segi usia, kemampuan mengajar, dan lainnya. Satu dari berbagai cara agar mereka mampu bertahan hidup adalah dengan memberikan pendidikan.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Istiqlal, Kepala SIKK, membenarkan bahwa SIKK belum mempunyai guru khusus bagi siswa penyandang disabilitas. Mereka tetap mengikuti pembelajaran di kelas reguler seperti anak lainnya tetapi ada dispensasi untuk mata pelajaran yang tidak bisa mereka ikuti karena keterbatasannya dan digantikan dengan kegiatan lain.</p>
<p>“Nanti kita akan minta Kemendikbud supaya mengirimkan guru-guru yang khusus menangani itu. Di SIKK mungkin cuma sekitar 10 orang tetapi di ladang-ladang itu lebih banyak. Guru-guru agar dilatih, kita andalkan sumber daya yang telah ada dahulu,” pungkas Istiqlal. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-dorong-para-tki-sekolahkan-anaknya/">Pemerintah Dorong Para TKI Sekolahkan Anaknya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, TKW yang Bebas dari Hukuman Mati di Saudi Sampai di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/alhamdulillah-tkw-yang-bebas-dari-hukuman-mati-di-saudi-sampai-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2018 23:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#kbri]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=12358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riyadh, Prokabar &#8211; Nurkoyah Marsan Dasan, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Rengasdengklok, Karawang yang telah bebas dari hukuman mati di Arab Saudi akhirnya dipulangkan ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alhamdulillah-tkw-yang-bebas-dari-hukuman-mati-di-saudi-sampai-di-indonesia/">Alhamdulillah, TKW yang Bebas dari Hukuman Mati di Saudi Sampai di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Riyadh, Prokabar &#8211; </strong>Nurkoyah Marsan Dasan, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Rengasdengklok, Karawang yang telah bebas dari hukuman mati di Arab Saudi akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Selasa (3/7) malam, dan tiba di Jakarta pada Rabu (4/7)  pukul 15.40 WIB.</p>
<p>Nurkoyah telah divonis bebas oleh Pengadilan Umum Kota Dammam dari hukuman mati atas tuduhan membunuh anak majikan di Dammam, Arab Saudi. Setelah proses hukum yang panjang selama 8 tahun, Nurkoyah akhirnya divonis bebas pada tanggal 3 April 2018 yang lalu.</p>
<p>Selama masa persidangan, Nurkoyah mendapatkan pendampingan penuh dari Tim KBRI Riyadh dan Pengacara Mish’al Al Shareef dari Kantor Hukum Mish’al Al Shareef.</p>
<p>Dengan didampingi Atase Hukum KBRI Muhibuddin, Atase Kepolisian Kombes Fahrurrazi dan counsellor Sunan Jaya Rustam, Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel secara langsung turun ke lapangan guna memastikan proses pemulangan Nurkoyah berjalan lancar mulai dari proses penjemputan di Penjara Dammam sampai dengan mengantar di Bandara Internasional King Fahd Dammam, Arab Saudi, 500 kilometer (km) timur kota Riyadh.</p>
<p>Secara khusus Nurkoyah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan perhatian khusus kepada seluruh WNI di Saudi yang sedang menghadapi permasalahan hukum. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada KBRI Riyadh yang sudah melakukan pendampingan dan ikhtiar hukum untuk menyelamatkannya dari hukuman mati.</p>
<p>Kepulangan Nurkoyah ini sangat istimewa karena disamping didampingi Konsul Muda KBRI Riyadh, Makki Nahari, juga diantar langsung sampai kampung halamannya oleh Mish’al Shareef, Pengacara kondang di Saudi yang selama ini intensif melakukan advokasi beberapa kasus hukum WNI termasuk kasus Nurkoyah.</p>
<p>Dubes Maftuh juga menegaskan bahwa KBRI Riyadh akan selalu konsisten menghadirkan negara dalam mendampingi, mengayomi serta melayani seluruh WNI di Kerajaan Arab Saudi. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alhamdulillah-tkw-yang-bebas-dari-hukuman-mati-di-saudi-sampai-di-indonesia/">Alhamdulillah, TKW yang Bebas dari Hukuman Mati di Saudi Sampai di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 09:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cirebon, Prokabar&#8211; Mas&#8217;amah TKI yang hampir dihukum mati karena dituduh membunuh, akhirnya kembali ke kampung. Inilah kisah bagian tiga untuk pembaca prokabar.com semua: Ingin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/">Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Cirebon, Prokabar&#8211; </b>Mas&#8217;amah TKI yang hampir dihukum mati karena dituduh membunuh, akhirnya kembali ke kampung. Inilah kisah bagian tiga untuk pembaca <i><b>prokabar.com</b></i> semua:</p>
<p>Ingin rasanya menjelaskan bila dirinya tak membunuh Marwa. Ibaratnya, Mas&#8217;amah sudah bersumpah atas nama Tuhan, kalau bukan dia yang melakukannya. &#8220;Demi Allah, aku nggak bunuh Marwa. Sidik jariku memang ada karena akulah yang menutupkan mata Marwa disaksikan Sa&#8217;ad (saksi),&#8221; lanjut Mas&#8217;amah.</p>
<p>Tanpa penerjemah, Mas&#8217;amah berusaha meyakinkan polisi. Sayang usahanya hanya sia-sia saja. Wanita kelahiran Cirebon, 16 Mei 1982 ini tetap saja di penjara sampai putusan pengadilan. &#8220;Ya Allah, aku akhirnya di penjara sambil menunggu putusan pengadilan. Sedihnya, keluargaku belum tahu kalau aku dituduh membunuh,&#8221; sedihnya.</p>
<p>Sampai akhirnya, Mas&#8217;amah pun diadili di pengadilan. Kali ini, ia didampingi penerjemah. Tapi sayang, Mas&#8217;amah harus menebus kesalahannya dengan hukuman mati. &#8220;Mereka (keluarga majikan) inginkan aku mati. Apa yang sudah dijelaskan semua tidak ada yang mempercayai,&#8221; bebernya.<br />
Pengadilan pun berusaha meyakinkan ayah Marwa (Ghalib) untuk memaafkan karena tak ada saksi atas kematian putrinya. Sehingga pengadilan berlangsung cukup lama hingga Mas&#8217;amah mendekam di penjara selama 8 tahun 5 bulan.</p>
<p>&#8220;Tiap kali ini pengadilan, majikan laki-laki minta aku mati. Ketemu lagi, minta mati lagi. Ya sudah bunuh aku saja kalau begitu. Aku nggak takut mati katena aku nggak salah. Mereka salah, aku dituduh,&#8221; kesalnya.</p>
<p>Kabar vonis mati Mas&#8217;amah pun terdengar pihak KJRI di Jeddah. Mas&#8217;amah pun ditangani langsung oleh pemerintah agar dibebaskan dari hukuman mati.</p>
<p>&#8220;Akhirnya aku didampingi KJRI Jeddah agar bebas dari hukuman. Alhamdulilah pemerintah membelaku mendapat maaf dari keluarga majikan,&#8221; syukurnya.</p>
<p>Hingga 13 Maret 2017, doa dan harapan Mas&#8217;amah dikabulkan Allah SWT. Ghalib lantas memberikan maaf tanpa syarat pada Mas&#8217;amah. Sehingga Mas&#8217;amah dinyatakan bebas tanpa membayar diyat sepeser pun.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0038-1622746433.jpg" class="wp-image-4986 size-full aligncenter" width="648" height="1152"></p>
<p>&#8220;Ya Allah akhirnya kebenaran datang padaku. Aku yakin akan keajaiban Allah itu wujud adanya, aku bebas dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,&#8221; kenangnya<b>. (beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masamah-mereka-semua-inginkan-aku-mati/">Mas&#8217;amah : Mereka Semua Inginkan Aku Mati&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</title>
		<link>https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 09:08:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cirebon, Prokabar&#8211;Keinginan Mas&#8217;amah mengubah perekonomian keluarganya dengan cara berangkat ke Arab Saudi, sirna sudah. Sembilan tahun lamanya, Mas&#8217;amah justru harus terpisah dengan keluarga terutama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/">Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Cirebon, Prokabar&#8211;</b>Keinginan Mas&#8217;amah mengubah perekonomian keluarganya dengan cara berangkat ke Arab Saudi, sirna sudah. Sembilan tahun lamanya, Mas&#8217;amah justru harus terpisah dengan keluarga terutama suami dan anak semata wayangnya.</p>
<p>&#8220;Kalau dipikir lagi, sembilan tahun itu waktu yang cukup lama. Aku nggak bisa ketemu keluarga di kampung. Keburu kena masalah (dituduh membunuh),&#8221; kenang Mas&#8217;amah pada <b><i>Prokabar</i></b> ketika ditemui di rumahnya di Desa Buntet, Astanajapura, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.</p>
<p>Istri dari Hamid Sanusi (40) ini lantas menceritakan apa yang telah terjadi saat dirinya bekerja di rumah keluarga Ghalib. &#8220;Aku jadi TKW tahun 2008 lalu. Aku kena masalah di tahun 2009, sebelumnya aku kerasan tinggal di keluarga majikan. Mereka baik dan memperlakukanku sangat manusiawi,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Baru tujuh bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh, Mas&#8217;amah malah kena fitnah. Tak tanggung lagi, tuduhan itu menyebut wanita berusia 36 tahun ini sebagai pembunuh.</p>
<p>&#8220;Masya Allah mana mungkin aku membunuh. Aku nggak punya dendam, mereka baik sama aku. Aku bersumpah tidak membunuh Marwa, ini kecelakaan,&#8221; sebut Mas&#8217;amah menyebut nama anak majikannya yang ditemukan sudah tak bernyawa lagi.<br />
Saat kejadian berlangsung, Mas&#8217;amah sedang membuatkan susu untuk Marwa di dapur. Kebetulan saat itu, bayi berusia 11 bulan ini tengah menangis. &#8220;Aku buatkan susu di dapur. Masak air dan cuci botol. Nggak taunya setelah siap, aku melihat Marwa sedang ditindih kakaknya (Marwan berusia 3,5 tahun),&#8221; bebernya.</p>
<p>Sontak Mas&#8217;amah kaget dibuatnya. Ia lantas berlari dan mendorong tubuh Marwan. &#8220;Marwa sudah tidak menangis lagi. Aku pikir Marwa pingsan, tapi setelah di cek, nafasnya sudah tidak ada lagi,&#8221; ungkap Mas&#8217;amah.</p>
<p>Tentu saja Mas&#8217;amah kebingungan. Apalagi saat itu ibu Marwa tengah berada di kamarnya karena sakit. Sambil memeluk Marwa di pangkuannya, Mas&#8217;amah lantas menutupkan mata Marwa.</p>
<p>Di waktu yang bersamaan, Sa&#8217;ad (11) yang juga anak majikan melihatnya menutupkan mata. Mas&#8217;amah pun menyebut innalilahi wa innailaihi rojiun di hadapan Sa&#8217;ad. &#8220;Ternyata sidik jari aku ada di wajah Marwa. Karena memang aku menutupkan mata untuk Marwa,&#8221; kenangnya.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-4981 size-full aligncenter" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0037-1622746433.jpg" width="648" height="1152"></p>
<p>Mas&#8217;amah yang belum fasih berbahasa Arab ini tentu saja kesulitan ketika polisi setempat mengintrograsinya. Mas&#8217;amah disebut telah mengakui menghabisi nyawa Marwa dengan tangannya sendiri.<br />
&#8220;Saat ditanya polisi aku nggak paham bahasa Arab. Jadinya hanya bahasa isyarat. Terjadi salah komunikasi. Aku pikir pertanyaan kamu yang menutup mata justru berbeda. Aku malah mengakui membunuh Marwa,&#8221; sesalnya.<b> (beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rupanya-ini-yang-membuat-masamah-dituduh-membunuh/">Rupanya Ini yang Membuat Mas&#8217;amah Dituduh Membunuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2018 06:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#HukumanMati]]></category>
		<category><![CDATA[#Mas'amah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Aku Bersumpah Tidak Pernah Membunuh&#8230;&#8221; Cirebon, Prokabar &#8211; Suasana bahagia begitu terasa ketika Prokabar tiba di rumah Raswa (75) di Desa Buntet RT01/03 Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/">Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><b><i>&#8220;Aku Bersumpah Tidak Pernah Membunuh&#8230;&#8221;</i></b></p></blockquote>
<p><b>Cirebon, Prokabar &#8211;</b> Suasana bahagia begitu terasa ketika Prokabar tiba di rumah Raswa (75) di Desa Buntet RT01/03 Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Keluarga besar Raswa tampak tengah berkumpul di teras rumah.</p>
<p>Kebahagiaan mereka bukan tanpa alasan. Mereka masih meluapkan kerinduan pada Mas&#8217;amah (36) setelah sembilan tahun lamanya tak kembali. Ya, wanita yang akrab disapa Amah ini kembali setelah lolos dari hukuman mati di pengadilan Saudi Arabia.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah akhirnya aku kembali ke rumah. Kumpul sama keluarga, rasanya nggak kebayang masih diberi hidup oleh Allah SWT. Ternyata wujud keajaiban Allah itu,&#8221; puji syukur Amah membuka perbincangan, akhir pekan lalu. Rasa syukur itu makin dalam sebab pada Sabtu (7/4) sudah sepekan ia di kampung halaman.</p>
<p>Sejak kepulangannya ke rumah, Minggu (1/4) lalu, Amah tak hentinya didatangi wartawan. Meski lelahnya belum terbayar, Amah tak keberatan harus mengulang cerita dari awal. &#8220;Nggak apa-apa, ini kan kabar bahagia. Banyak silaturahmi juga sama wartawan,&#8221; ucap Amah dengan ramah.</p>
<p>Wanita kelahiran Cirebon, 16 Mei 1982 ini mengaku tak menyangka bisa bertemu dengan keluarga besarnya lagi. Banyak perubahan yang terjadi setelah sembilan tahun lamanya, Amah tak menginjakkan kakinya di kampung halaman.</p>
<p>&#8220;Pangling, banyak berubah terutama keluarga. Rumah juga banyak berubah, apalagi anak saya sudah berumur 16 tahun padahal waktu ditinggal dia masih usia tujuh tahun. Ya Allah tingginya juga jauh dari aku,&#8221; aku Amah menyebut putranya bernama Arul.</p>
<p>Mas&#8217;amah adalah TKW asal Cirebon yang dijayuhi hukuman mati. Aman dituduh membunuh Marwah (11 bulan), anak majikannya. Kasus Mas&#8217;amah bermula pada Februari 2009 lalu. Awalnya proses hukum berlangsung lancar dan menjatuhkan hukuman penjara selama 2,5 tahun di persidangan pertama.</p>
<p>&#8220;Karena tak ada bukti dan aku mengaku bersumpah tidak membunuh akhirnya di penjara 2,5 tahun. Tapi nyatanya keluarga majikan nggak terima dan naik banding. Dia (majikan) minta aku dihukum mati. Ya aku pasrah aja. Gimana lagi aku sudah mengaku tapi tetap saja keluarga majikan minta aku mati,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selama 8 tahun 5 bulan lamanya, Amah hanya bisa pasrah menunggu hari kematiannya. Sampai akhirnya keluarga majikan memaafkan Amah dan pengadilan pun membebaskannya pada 13 Maret 2017.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-4974 size-full aligncenter" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180407-wa0025-1622746433.jpg" width="648" height="1152"></p>
<p>Namun karena belum selesai perizinan, Amah pun akhirnya bisa pulang ke Tanah Air di awal April ini. &#8220;Aku berangkat ke Arab, April 2009. Sekarang pulang juga April serakah sembilan tahun,&#8221; senangnya. <b>(beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-tkw-masamah-lolos-dari-hukuman-mati-1/">Kisah TKW Mas&#8217;amah Lolos dari Hukuman Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/124 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.503 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 14:18:58 by W3 Total Cache
-->