<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Tenun Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tenun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tenun/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 May 2018 09:07:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Tenun Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tenun/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Asal Usul Batik dan Tenun di Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/inilah-asal-usul-batik-dan-tenun-di-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 May 2018 07:49:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Mancanting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#Tenun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6052</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Nagari tua Pariangan di Sumatera Barat, ternyata merupakan sumber utama dan pertama batik di Minangkabau. Setidaknya di sini rakyat sudah membuatnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-asal-usul-batik-dan-tenun-di-sumatera-barat/">Inilah Asal Usul Batik dan Tenun di Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Batusangkar, Prokabar &#8211;</b> Nagari tua Pariangan di Sumatera Barat, ternyata merupakan sumber utama dan pertama batik di Minangkabau. Setidaknya di sini rakyat sudah membuatnya sejak abad 18.</p>
<p>Tak ada yang menyangka, jika Nagari tempat asal-usul masyarakat Minangkabau itu adalah awal pola batik di Minangkabau. Nagari ini juga dinobatkan sebagai desa terindah di dunia. Asal-usul batik Sumatera Barat terungkap tahun 2017.</p>
<figure id="attachment_6053" aria-describedby="caption-attachment-6053" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-6053 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/187.jpeg" alt="" width="720" height="576" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/187.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/187-300x240.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-6053" class="wp-caption-text">Pengerajin Nagari Pariangan asyik melukis batik tulis asal nagarinya. (eym/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>Adalah Irwan Malin Basa, akademisi di salah satu perguruan tinggi di Sumbar, berhasil menggali isi dari beberapa manuskrip  yang  telah dilakukan sejak 2006 . Dalam penelitian Irwan, masyarakat Minangkabau sudah mengenal teknik memindahkan warna pada kain sejak 1730. Tidak hanya batik, masyarakat Minangkabau pada tahun yang sama juga sudah mengenal teknik menenun dan songket.</p>
<p>“Ada 127 buah manuskrip yang tersimpan di surau tarekat satariyah milik ayah saya. Nika saat ini kita lazim menyebut dengan batik, namun dalam naskah kuno tersebut ditulis tidak batik, dulunya disebut dengan Makau,” kata Irwan.</p>
<p>Selain mengkaji sejarah batik, dalam hasil manuskrip juga disebutkan jika ada proses design atau corak dan pewarnaan yang dilakukan masyarakat Minangkabau. Pada  1730 tersebut, terdapat  15 macam tumbuhan yang digunakan sebagai pewarna batik oleh masyarakat.</p>
<figure id="attachment_6055" aria-describedby="caption-attachment-6055" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6055 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/189.jpeg" alt="" width="720" height="357" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/189.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/189-300x149.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-6055" class="wp-caption-text">Warga Pariangan tengah mencanting batik. (eym/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>“Ada 15 macam tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pewarna batik, seperti pohon surian, jambu biji, mangga, mengkudu, ilalang,  pohon jengkol dan beberapa tumbuhan  lainnya. Selain itu, juga tertulis 25 corak batik asli Pariangan,” tutur Irwan.</p>
<p>Meski Pandai Sikek merupakan salah satu sentral tenun di Sumatera Barat, namun menurut Irwan Malin Basa,  pengrajin tenun di daerah tersebut tidak menampik jika tenun  yang mereka produksi berasal dari Nagari Pariangan.  Kini, untuk melestarikan hasil kajian tersebut, di Nagari itu telah banyak pengrajin batik yang corak maupun warna batiknya sesuai  dengan manuskrip tersebut.</p>
<figure id="attachment_6054" aria-describedby="caption-attachment-6054" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-6054 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/188.jpeg" alt="" width="720" height="576" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/188.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/188-300x240.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-6054" class="wp-caption-text">Pengerajin Nagari Pariangan asyik melukis batik tulis asal nagarinya.(eym/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>Pelaku usaha atau pengrajin batik Pariangan sangat berharap adanya peran pemerintah daerah dalam pengembangan dan pemasaran batik pariangan kedepannya.  Ketiadaan sarana dan prasarana yang lengkap juga menjadi kendala utama produksi batik pariangan saat ini.<b> (eym)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-asal-usul-batik-dan-tenun-di-sumatera-barat/">Inilah Asal Usul Batik dan Tenun di Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mufidah Kalla dan Sekolah Tenun Terbesar. Di sini Tempatnya</title>
		<link>https://prokabar.com/mufidah-kalla-dan-sekolah-tenun-terbesar-di-sini-tempatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 13:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#MufidahKalla]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Tenun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/mufidah-kalla-dan-sekolah-tenun-terbesar-di-sini-tempatnya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Di pelosok, muncul Sekolah Griya Tenun terbesar di Indonesia. Itulah Lintau, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Institusi perpaduan tradisional dan modern ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mufidah-kalla-dan-sekolah-tenun-terbesar-di-sini-tempatnya/">Mufidah Kalla dan Sekolah Tenun Terbesar. Di sini Tempatnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Batusangkar, Prokabar &#8211; </b>Di pelosok, muncul Sekolah Griya Tenun terbesar di Indonesia. Itulah Lintau, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Institusi perpaduan tradisional dan modern ini diresmikan Mufidah Jusuf Kalla, Selasa (8/5).</p>
<p>Sekolah itu Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, satu-satunya di provinsi tersebut. Tak tanggung-tanggung di sebelah sekolah juga ada rusunawa bagi peserta didiknya. Sebuah kurikulum khusus untuk keperluan sekolah ini juga sudah dirancang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5992 alignnone size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180508-wa00352104643059.jpg" width="784" height="629"></p>
<p>Mufidah Kalla menyampaikan latar belakang dibangunnya sekolah tenun ini tak lain karena, kian berkurangnya generasi muda terutama kaum perempuan dalam melakoni industri tenun. Saat ini, perempuan cenderung meninggalkan kampung halaman.<br />
Mereka merantau yang belum tentu terjamin penghasilan dan kesejahteraannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-5991 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180508-wa0036-1499782730.jpg" width="1280" height="720"></p>
<p>“Sebagai sentra tenun terbesar di Indonesia, diharapkan sekolah ini bisa menjadi pemicu dan berkembangnya seni tenun di seluruh daerah di negara kita. Tenun di Minangkabau secara khusus memiliki potensi yang luas biasa, dengan corak dan warna yang khas hingga dikenal ke luar negeri,&#8221; terang dia.</p>
<p>Saat ini, pembangunan sekolah griya tenun belum seluruhnya rampung.<br />
Kementrian Perindustrian masih akan mengelontorkan anggaran Rp11 miliar untuk membangun tempat pelatihan serta produksi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5990 alignnone size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180508-wa0034-1212231650.jpg" width="1280" height="720"></p>
<p>&#8220;Populasi para pengrajin semakin berkurang, maka diharapkan para generasi perempuan dapat mewariskan kebudayaan tenun, ketimbang bekerja di luar daerah,&#8221; pungkas<br />
Mufidah yang mempunyai darah asli ranah Minang.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengungkapkan sekolah ini tidak hanya untuk anak-anak Lintau, melainkan juga direkrut dari kabupaten lain dan bahkan provinsi lain.</p>
<p>“Di sini mereka dilatih, di sini mereka memiliki keterampilan dan jika nantinya peserta didik ingin memperoduksi di sekolah tenun, pemerintah daerah pun siap untuk memfasilitasi keinginan tersebut,” tandas Irdinansyah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-5989 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180508-wa00371102354017.jpg" width="1280" height="720"></p>
<p>Hadir dalam kesempatan itu itu Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri Pendidikqn Muhajir, Bupati Tanahdatar, Ketua Dekranasda Sumbar Nevi Irwan Prayitno serta Direktur Jendral Indusrtri kecil Menengah Kementrian Perindustrian<b>. (eym)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mufidah-kalla-dan-sekolah-tenun-terbesar-di-sini-tempatnya/">Mufidah Kalla dan Sekolah Tenun Terbesar. Di sini Tempatnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/85 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:22:19 by W3 Total Cache
-->