<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#tanamanhias Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/tanamanhias/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/tanamanhias/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2020 14:35:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#tanamanhias Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/tanamanhias/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pencurian Bunga Marak di Lubuk Sikaping, Kaum Ibu Panik</title>
		<link>https://prokabar.com/pencurian-bunga-marak-di-lubuk-sikaping-kaum-ibu-panik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2020 14:35:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=75236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Kasus pencurian bunga marak di Pasaman. Terutama di kawasan Lubuk Sikaping. Meratap ke langit tujuh ibu-ibu yang menjadi korban pencurian bunga oleh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencurian-bunga-marak-di-lubuk-sikaping-kaum-ibu-panik/">Pencurian Bunga Marak di Lubuk Sikaping, Kaum Ibu Panik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Kasus pencurian bunga marak di Pasaman. Terutama di kawasan Lubuk Sikaping. Meratap ke langit tujuh ibu-ibu yang menjadi korban pencurian bunga oleh orang tak dikenal itu. Bahkan, kekesalan pun tak sedikit yang dicurahkan kaum ibu pecinta bunga di media sosial seperti facebook.</p>
<p>Salah satu kisah yang diunggah pemilik akun facebook, Yulia Sosanti, warga Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping. Bunga kesayangannya hilang sekejap mata.</p>
<p>Yulia menjelaskan, kisah pilu yang ia alami ini terjadi, Jumat (2/19) pagi. Malam sebelum kejadian, ia seperti biasa menutup warung dagangannya dan memasukan semua koleksi bunga ke dalam warung. Subuh Jumat, ia membuka warung dan menaruh bunga-bunganya di tempat biasa terpajang. Naas, ketika ia sibuk di belakang, salah satu bunga miliknya raib.</p>
<p>Tidak saja Yulia, kejadian serupa juga dialami Leni, warga Lubuk Sikaping lainnya. Koleksi bunga kesayangannya raib diambil orang tak dikenal. Kejadiannya siang hari, saat ia pergi bekerja dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.</p>
<p>&#8220;Abang kerja, anak pergi main ke tempat neneknya, sedangkan saya juga pergi kerja. Pas pulang makan siang, taunya dua pot bunga saya raib, hanya tinggal pot,&#8221; kata Leni.</p>
<p>Leni menilai, saat hobi bunga kembali digandrungi kaum ibu, membuat pelaku pencurian juga bermunculan.</p>
<p>&#8220;Padahal, bunga yang pelaku curi tersebut, sudah cukup lama saya koleksi, jauh sebelum kembali trend saat ini. Dulu aman-aman saja, sekarang seperti menyimpan emas, harus dijaga ekstra&#8221; pungkas Leni. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencurian-bunga-marak-di-lubuk-sikaping-kaum-ibu-panik/">Pencurian Bunga Marak di Lubuk Sikaping, Kaum Ibu Panik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Bunga, Aglonema Rajai Pasaran di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/musim-bunga-aglonema-rajai-pasaran-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 13:34:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bunga]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Musim bunga melanda Pasaman. Mabuk kepayang kaum Ibu-ibu untuk koleksi bunga. Sampai-sampai pusing kepala keluarga memikirkan rak-rak tempat bunga untuk sang istri....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-bunga-aglonema-rajai-pasaran-di-pasaman/">Musim Bunga, Aglonema Rajai Pasaran di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Musim bunga melanda Pasaman. Mabuk kepayang kaum Ibu-ibu untuk koleksi bunga. Sampai-sampai pusing kepala keluarga memikirkan rak-rak tempat bunga untuk sang istri. Beruntung, tukang bunganya, jual beli meningkat.</p>
<p>Pantauan Prokabar.com, paling laris bunga aglonema, sejenis bunga keladi dengan varian daun yang penuh warna. Bahkan nilai jualnya pun tidak tanggung-tanggung. Mencapai Rp500 ribu untuk satu pot dengan jenis tertentu.</p>
<p>“Saya hanya sekedar hobi. Ketularan dari istri, makanya ikut juga mengkoleksi bunga aglonema. Kalau dibeli, macam-macam harganya, mulai dari Rp50 ribu satu pot sampai Rp500 ribu,” kata Yunefrizal, salah satu kepala keluarga penghobi bunga.</p>
<p>Tidak saja penjual bunga, tukang rak-rak pun ramai pesanan. Seperti yang diakui Rahmat Ega. Sejak musim bunga, ia kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung, pesanan yang masuk sampai-sampai tak terkerjakan.<br />
“Alhamdulillah, untuk penjualan rak-rak lumayan laris. Saya khusus rak-rak berbahan kayu saja. Untuk nilai jual, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp400 ribuan,” kata Ega.</p>
<p>Tidak saja Ega, pembuat tanah untuk media tanam juga kebanjiran pesanan. Rata-rata, penjualan per hari mencapai 10 hingga 15 karung. Dengan nilai jual Rp15 ribu per karung. “Kalau hari-hari biasa hanya satu atau dua karung sehari. Itupun, tidak menentu. Saat musim bunga seperti ini, permintaan dari kaum ibu-ibu banyak. Sebab, media tanam kami cukup baik, berbahan tanah kompos, dicampur sekam yang sudah dibakar dan pupuk kandang dari hewan sapi ataupun kamping ditambah nutrisi yang sengaja dicampur untuk penyubur tanaman,” kata Andi, salah satu pembuat tanah media tanam di Lubuk Sikaping. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musim-bunga-aglonema-rajai-pasaran-di-pasaman/">Musim Bunga, Aglonema Rajai Pasaran di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Tanaman Hias mulai harga Jutaan Hingga Ratusan Juta &#8220;Dipamerkan&#8221; di Pantai Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/ada-tanaman-hias-mulai-harga-jutaan-hingga-ratusan-juta-dipamerkan-di-pantai-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 09:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bonsai]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61938</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Padang menggelar Pameran dan Bursa Bonsai dengan judul “Jemur Bonsai. Pameran itu resmi dibuka, Jumat dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-tanaman-hias-mulai-harga-jutaan-hingga-ratusan-juta-dipamerkan-di-pantai-padang/">Ada Tanaman Hias mulai harga Jutaan Hingga Ratusan Juta &#8220;Dipamerkan&#8221; di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Padang menggelar Pameran dan Bursa Bonsai dengan judul “Jemur Bonsai.</p>
<p>Pameran itu resmi dibuka, Jumat dan akan berakhir, Minggu (6-8/3) di Pantai Padang yang diikuti peserta se Sumbar.</p>
<p>“Pameran ini sengaja kita adakan untuk memperkenalkan tanaman Bonsai kepada masyarakat dan semoga evant ini dapat memberikan kontribusi positif untuk Kota Padang,” ungkap Ketua Panitia Jemur Bonsai Ekos Satrio bersama sejumlah pengurus PPBI.</p>
<p>Eko menambahkan, trend tanaman hias mulai menjamur, sehingga membuat para pembisnis melakukan budidaya tanaman hias. Tidak heran, tanaman yang terbilang unik ini dijual dengan harga jutaan, puluhan bahkan ratusan juga rupiah. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah tanaman hias.</p>
<p>Sementara, Wako Mahyeldi diwakili Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Padang Arfian, menyebut Pemko sangat menyambut baik pameran yang dilaksanakannya PPBI.</p>
<p>Menurutnya, dengan pameran yang cukup besar ini tentunya akan memberikan dampak untuk kemajuan Kota Padang. Dimana, Padang sebagai kota pariwisata akan semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk melihat pameran tersebut.</p>
<p>“Padang ini adalah kota pariwisata, perdagangan dan pendidikan. Dengan adanya pameran ini tentunya akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kota Padang yang nantinya akan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat,” imbuhnya. (<strong>gas</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-tanaman-hias-mulai-harga-jutaan-hingga-ratusan-juta-dipamerkan-di-pantai-padang/">Ada Tanaman Hias mulai harga Jutaan Hingga Ratusan Juta &#8220;Dipamerkan&#8221; di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkumpulan Tanaman Bongsai Gelar Pameran di Padang, Catat Jadwalnya</title>
		<link>https://prokabar.com/perkumpulan-tanaman-bongsai-gelar-pameran-di-padang-catat-jadwalnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 01:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#pameranbongsai]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61501</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Salah satu tanaman hias yang paling banyak diminati masyarakt adalah tanaman Bonsai. Tanaman berukuran kerdil ini mampu menjadi pemanis dekorasi rumah sekaligus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkumpulan-tanaman-bongsai-gelar-pameran-di-padang-catat-jadwalnya/">Perkumpulan Tanaman Bongsai Gelar Pameran di Padang, Catat Jadwalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Salah satu tanaman hias yang paling banyak diminati masyarakt adalah tanaman Bonsai. Tanaman berukuran kerdil ini mampu menjadi pemanis dekorasi rumah sekaligus dapat memperindah lingkungan sekitar.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Menyikapi hal itu, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Padang berniat mengadakan Pameran dan Bursa Bonsai dengan judul &#8220;Jemur Bonsai&#8221; pada 6-8 Maret 2020, yang diikuti peserta se Sumbar.</p>
<p data-reader-unique-id="4">&#8220;Pameran ini sengaja kita adakan untuk memperkenalkan tanaman Bonsai kepada masyarakat dan semoga evant ini dapat memberikan kontribusi positif untuk Kota Padang,&#8221; ungkap Ketua Panitia Jemur Bonsai Ekos Satrio bersama sejumlah pengurus PPBI dilansir Prokabar dari Halaman Humas Padang, Selasa (3/3).</p>
<p data-reader-unique-id="5">Eko menambahkan, menjamur trendnya tanaman hias saat ini membuat para pembisnis melakukan budidaya tanaman hias. Tidak heran, tanaman yang terbilang unik ini dijual dengan harga jutaan, puluhan bahkan ratusan juga rupiah. Harga yang cukup fantastis untuk sebuah tanaman hias.</p>
<p data-reader-unique-id="6">&#8220;Maka oleh sebab itu, kami mengharapkan dukungan dari Pemko Padang melalui dinas terkait untuk terlaksananya pameran ini. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik kedepan,&#8221; harapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik pameran yang dilaksanakannya PPBI. Menurutnya, dengan pameran yang cukup besar ini tentunya akan memberikan dampak untuk kemajuan Kota Padang. Dimana, Padang sebagai kota pariwisata akan semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk melihat pameran tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="8">&#8220;Padang ini adalah kota pariwisata, perdagangan dan pendidikan. Dengan adanya pameran ini tentunya akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kota Padang yang nantinya akan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat,&#8221; imbuh Wako Mahyeldi yang didampingi Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Padang Arfian. <b>(*)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkumpulan-tanaman-bongsai-gelar-pameran-di-padang-catat-jadwalnya/">Perkumpulan Tanaman Bongsai Gelar Pameran di Padang, Catat Jadwalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Sempat Menurun, Bunga Kertas Kembali ke Puncak Kejayaan di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/eksistensi-sempat-menurun-bunga-kertas-kembali-ke-puncak-kejayaan-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 14:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bungahias]]></category>
		<category><![CDATA[#bungakertas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Bunga kertas kembali jaya di pasaran bunga hias. Di Pasaman, sampai-sampai bunga yang berwarna warni bila sudah mekar ini, susah didapatkan penghobi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksistensi-sempat-menurun-bunga-kertas-kembali-ke-puncak-kejayaan-di-pasaman/">Eksistensi Sempat Menurun, Bunga Kertas Kembali ke Puncak Kejayaan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Bunga kertas kembali jaya di pasaran bunga hias. Di Pasaman, sampai-sampai bunga yang berwarna warni bila sudah mekar ini, susah didapatkan penghobi pemula untuk dibeli dan dikoleksi dari pembiak atau pengusaha bunga hias.</p>
<p>&#8220;Iya, asal sudah berbunga, pasti langsung diborong pengepul. Makanya, stock bunga kertas yang sudah keluar bunga, susah untuk tersedia, apalagi untuk penghobi pemula. Sebab, didahului penghobi senior atau pengepul,&#8221; kata salah seorang pengusaha pembiakan tanam hias, Nurmaliza, (29), warga Lubuak Gajah, Jorong Kampuang Tampang, Nagari, Ganggo Mudiak.</p>
<p>Perihal nilai jual, ternyata naik drastis. Tersenyum sumbringah para pembiak tanaman hias di nagari ini. &#8220;Kalau di pasaran, kami menjual Rp25 ribu per pot. Itu tinggi bunga baru sejengkal orang dewasa dan sudah berbunga. Bahkan, untuk jenis tertentu, haga jual relatif tinggi mencapai ratusan ribu,&#8221; lanjut Nurmaliza.</p>
<p>Lebih lanjut, pasaran bunga kertas ini, tidak saja bagus di Pasaman. Pengepul dari daerah tetangga, juga menjadi pelanggan pembiak bunga hias di Nagari Ganggo Mudiak. &#8220;Pengepul dari Bukittinggi, Payakumbuh, atau Pasaman Barat cukup banyak datang ke sini. Kalau harga ke pengepul, itu rahasia dapur usaha. Segan pula saya memberitahukannya,&#8221; imbih ibu satu anak ini.</p>
<p>Di sisi lain, tidak saja bunga kertas, beberapa bunga yang eksis di tahun 2000 an, kembali eksis di Pasaman. Seperti bunga keladi, lidah mertua, lumut Malaysia, sidingin hingga beberapa jenis bunga lainnya. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksistensi-sempat-menurun-bunga-kertas-kembali-ke-puncak-kejayaan-di-pasaman/">Eksistensi Sempat Menurun, Bunga Kertas Kembali ke Puncak Kejayaan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Padang Bersiap Jadi Tuan Rumah Festival Florikultura 2019</title>
		<link>https://prokabar.com/padang-bersiap-jadi-tuan-rumah-festival-florikultura-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2019 12:47:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#dinaspertanian]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfopadang]]></category>
		<category><![CDATA[#florikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#mediacenter]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=31939</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian akan menghelat Festival Florikultura pada bukan September mendatang sebagai salah satu bagian kegiatan Pekan Nasional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/padang-bersiap-jadi-tuan-rumah-festival-florikultura-2019/">Padang Bersiap Jadi Tuan Rumah Festival Florikultura 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian akan menghelat Festival Florikultura pada bukan September mendatang sebagai salah satu bagian kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penastani).</p>
<p>“Rencananya bulan September 2019, untuk tanggal masih kita bahas. Ini akan menjadi bagian dari Penas Tani 2020.” Ungkap Kepala Dinas Pertanian Padang, Syaiful Bahri saat desiminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (6/3).</p>
<p>Sementara itu Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Holtikultura Kementerian Perekonomian Wilistra Danny yang turut mendampingi mengatakan Festival Florikultura ini merupakan yang kedua kali di Indonesia setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2017 di Bogor.</p>
<p>“Festival ini juga bertujuan mendorong kebangkitan industri florikultura di Indonesia. Karena dengan festival ini kita melakukan konsolidasi dengan para pihak terkait florikultura sehingga nantinya juga akan terjalin kerjasama lintas kawasan agribisnis Hortikultura,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjutnya ia mengatakan, kota Padang dan Sumatera Barat secara umum memiliki potensi yang sangat besar dalam mengangkat produk florikultura. Ini menjadi salah satu misi bagi pihaknya untuk membangkit usaha florikultura di Padang.</p>
<p>“Florikultura ini akan sangat menjanjikan sehingga akan terus membawa dampak positif untuk peningkatan hasil produksi para petani. Sektor agribisnis khususnya florikultura (tanaman bunga hias) selama beberapa tahun belakang tercatat memiliki peningkatan produksi, produktivitas, luas area tanam, dan penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat di Indonesia.” terangnya</p>
<p>Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)</p>
<p>Prof Budi Marwoto, mengatakan iven ini akan menjadi cerminan kemajuan perkembangan florikultura indonesia.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>“Dalam perhelatan ini kita akan menentukan strategi kedepannya, dan inj akan menjadi titik tolak,” ujar pria yang menjadi pelopor Festival Bunga Tomohon tersebut.</p>
<p>Sejumlah kegiatan dirancang mengisi Festival Florikultura diantaranya seminar, festival tanaman hias terbesar, bursa pertanian dan kuliner, demo budidaya florikultura.</p>
<p>“Dalam festival ini, semua pihak yang terlibat dalam industri florikultura dihimpun untuk memamerkan tanaman hias terbaik dan berembuk menentukan strategi industri florikultura ke depan.” tuturnya.<span class="Apple-converted-space">  (hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/padang-bersiap-jadi-tuan-rumah-festival-florikultura-2019/">Padang Bersiap Jadi Tuan Rumah Festival Florikultura 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</title>
		<link>https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 12:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#florikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Prokabar — Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar, namun petani florikultura masih belum bisa memenuhi semua permintaan pasar mancanegara. &#8220;Hal ini menjadi peluang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/">Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Prokabar — </strong>Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar, namun petani florikultura masih belum bisa memenuhi semua permintaan pasar mancanegara.</p>
<p>&#8220;Hal ini menjadi peluang untuk dioptimalkan, sebagaimana arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,&#8221; kata Ketua Asosiasi Flori Kabupaten Sukabumi Anas, saat ditemui di Galeri Kelompok Tani (Poktan) Alamanda, Jalan Selabintana Wetan, Sundaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/9).</p>
<p>Ia mencontohkan dengan potensi pasar global kaktus cyclops yang baru 10 persen. Ekspornya baru mencapai 100 ribu pohon per tahun senilai Rp3 miliar.</p>
<p>Begitu pun untuk komoditas hanjuang kemoceng (Dracaena Compacta). Alhasil, Sukabumi baru bisa mengekspor 15 kontainer per tahun. Tiap kontainer memuat sekira 2.000 batang dan harganya Rp15 ribu per ikat.</p>
<p>&#8220;Hanjuang kemoceng yang saya dapat, kebanyakan terlantar, cuma jadi pembatas kebun,&#8221; ujarnya</p>
<p>Tanaman-tanaman hias tersebut, diekspor ke sejumlah negara di Asia. Korea, Malaysia, Singapura, Bahrain, Oman, India, dan Arab Saudi, misalnya. Beberapa negara di Benua Biru juga menjadi sasaran ekspor.</p>
<p>Di sisi lain, ekspansi komoditas lucky bamboo (Dracaena Sanderiana) dari Sukabumi cukup moncer. Selain produktivitas tinggi, kreativitas perajin dan kualitas tanaman menjadi nilai jualnya.</p>
<p>Menurut Ketua Poktan Alamanda, Ahendrayana, pihaknya memiliki lebih dari 90 desain lucky bamboo. Tiap negara tujuan ekspor, memiliki selera desain berbeda. Malaysia, Singapura, dan Korea, contohnya, lebih tertarik dengan model pagoda. Sedangkan Oman, cenderung olimpik.</p>
<p>&#8220;Volume ekspor (model) pagoda sekitar 150 ribu pieces per tahun. Model lain 140-150 ribu pieces per tahun. Nilainya Rp6 miliar per tahun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menyatakan, prospek tanaman hias menjanjikan. Sebab, pangsa global tak terpengaruh dengan gejolak ekonomi. &#8220;Malaysia, Singapura, tiap tahun pasti mereka pakai, karena ada kaitan dengan kepercayaan mereka,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Rencananya, akan ada ekspor Dracaena jenis Pagoda 3/20 sejumlah 10 ribu buah dan jenis Pagoda 2/15 sebanyak 20 ribu buah ke India, 15 September mendatang. Sebulan berikutnya, akan mengirim Dracaena jenis 3/20 sebanyak 10 ribu buah 5.000 buah Ananas C, 500 buah Ananas A, 500 buah Guci A, dan 5.000 buah Curly ke Malaysia.</p>
<p>Meski budidaya tanaman hias sudah menjadi mata pencarian utama masyarakat Selabintana Wetan, namun bukan perkara mudah untuk menembus pasar internasional. Kata Ahen, hal itu tak lepas dari perkembangan teknologi dan dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).</p>
<p>&#8220;Bantuan dari Ditjen Horti yang kami rasakan, support sangat tinggi. Kami juga sudah difasilitasi dari bibit, packing house, transportasi. samakin gede demand, semakin banyak petani yang turun. Kami harapkan Ditjen Horti selalu terus membina kami, support kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, menyambut positif ekspor tersebut. Diharapkan sentra tanaman hias lain mengikuti jejak petani Sukabumi.</p>
<p>&#8220;Ini kreativitas. Di sana ada permintaan, ya dipenuhi dari sini. Peluang bagus kayak gini kita cari,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Suwandi juga menegaskan komitmen Ditjen Hortikultura Kementan meningkatkan ekspor komoditas lain yang memiliki daya saing di pasar internasional. Sehingga, devisa meningkat dan kesejahteraan petani membaik. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/">Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/130 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.040 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:57:11 by W3 Total Cache
-->