<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#sumeru Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sumeru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sumeru/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Dec 2021 03:53:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#sumeru Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sumeru/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru</title>
		<link>https://prokabar.com/13-warga-meninggal-dunia-akibat-erupsi-gunung-semeru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 03:53:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#erupsisumeru]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[#sumeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98308</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Jakarta, Prokabar- Penanganan darurat terus dilakukan paska kejadian erupsi Gunung Semeru yang berlangsung pada Sabtu kemarin (4/12). BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/13-warga-meninggal-dunia-akibat-erupsi-gunung-semeru/">13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, Prokabar-</strong> Penanganan darurat terus dilakukan paska kejadian erupsi Gunung Semeru yang berlangsung pada Sabtu kemarin (4/12). BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih meneruskan proses pencarian dan evakuasi warga yang terdampak atau pun yang diperkirakan hilang.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos, M.M, yang saat ini sedang menuju Lumajang, total 13 orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Adapun yang baru teridentifikasi dua orang berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Selanjutnya mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sementara itu, warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.</p>
<p>TIm gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Berikut ini, informasi mengenai sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.</p>
<p>Selain itu terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono.Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari. Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit. Kecamatan Wajak pada Desa Bambang. Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.</p>
<p>Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit.<br />
Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari. Kecamatan Turen pada Desa Talok.</p>
<p>BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan. 305 orang mengungsi dibeberapa fasilitas pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo.</p>
<p>Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.</p>
<p>BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat (wheel loader) untuk membuka akses jalan Curah Kobokan serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau ‘waspada.’</p>
<p>Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak.</p>
<p>Pantauan secara visual juga menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru. Meski demikian, BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.</p>
<p>BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliras Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas. <strong>(Rls/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/13-warga-meninggal-dunia-akibat-erupsi-gunung-semeru/">13 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Gunung Semeru, BNPB Terjunkan TRC dan Logistik</title>
		<link>https://prokabar.com/erupsi-gunung-semeru-bnpb-terjunkan-trc-dan-logistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 15:19:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#distribusilogistik]]></category>
		<category><![CDATA[#erupsisumeru]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#sumeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98289</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Jakarta, Prokabar- Penanganan darurat pascaerupsi Gunung Semeru masih terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya evakuasi dan pelayanan masyarakat yang melakukan pengungsian. Malam ini,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/erupsi-gunung-semeru-bnpb-terjunkan-trc-dan-logistik/">Erupsi Gunung Semeru, BNPB Terjunkan TRC dan Logistik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, Prokabar-</strong> Penanganan darurat pascaerupsi Gunung Semeru masih terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya evakuasi dan pelayanan masyarakat yang melakukan pengungsian. Malam ini, Sabtu (4/12), BNPB mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat.</p>
<p>BNPB juga mengirimkan bantuan logistik yang dikirimkan pada hari ini juga, bersamaan dengan TRC dan perwakilan kementerian dan lembaga. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. dalam konferensi pers, pada Sabtu (4/12).</p>
<p>“Malam ini kami mengirimkan TRC untuk mendampingi pemerintah daerah. Tim akan berangkat lewat darat dan membawa logistik bantuan, seperti selimut, makan siap saji, terpal, tenda darurat, matras dan logistik dasar lainnya,” ujar Suharyanto.</p>
<p>Kepala BNPB akan menuju ke Kabupaten Lumajang untuk memastikan penanganan darurat bencana secara cepat dan tepat, khususnya evakuasi dan penanganan korban luka-luka. Disamping itu, Suharyanto juga ingin membantu dan memastikan kebutuhan dasar diberikan kepada warga yang terdampak. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan terhadap warga yang mengungsi.</p>
<p>Data sementara pada hari ini (4/12), pukul 18.49 WIB, titik warga yang mengungsi berada di Balai Desa Penanggal, rumah-rumah warga sekitar yang aman, Masjid Jarit dan Balai desa Sumberwuluh.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa warga mengungsi sekitar 300 KK. Mereka berasal dari Curah Kobokan, Desa Supiturang. Indah telah berada di Puskesmas Penanggal untuk memantau warga yang menjadi korban erupsi.</p>
<p>Ia menyampaikan sebagian warga desa sudah mengungsi dan tinggal beberapa orang yang kemudian dievakuasi.</p>
<p>“Terakhir 1 jam yang lalu masih ada 10 orang yang belum bisa dievakuasi karena lokasi sulit,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Indah mengatakan masih ada 1 warga yang meninggal dari Curah Kobokan dan telah berhasil dievakuasi. Di Desa Sumberwuluh, Kampung Renteng tempat area penambangan pasir, diperkirakan dua orang hilang.</p>
<p>“Belum bisa ditemukan. Delapan orang yang terjebak di kantor pemilik tambang. Terhambat material vulkanik yang masih panas,” ujarnya.</p>
<p>Korban luka yang terdata sementara berjumlah 41 orang yang telah dievakuasi ke Puskesmas Penanggal. Sebagian besar warga yang mengalami luka-luka dirujuk ke beberapa rumah sakit, seperti RSU Haryoto, RS Bhayangkara dan RS Pasirian.</p>
<p>Terkait dengan dampak di sektor pemukiman, pantauan Indah bahwa hampir semua rumah hancur di Curah Kobokan. Warga terdampak erupsi mengungsi sementara waktu di Balai Desa Penanggal.</p>
<p>Selain korban dan kerusakan di sektor pemukiman, ada jembatan putus, yaitu Gladak Perak. Kondisi ini mengakibatkan warga yang ada di Pronojiwo tidak bisa mengarah ke Wilayah Lumajang.</p>
<p>“Beberapa teman harus putar melewati Malang. BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Malang mohon membantu untuk membuka pos tempat pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga di Pronojiwo,” ujar Wakil Bupati Lumajang.</p>
<p>Selain itu, banyak pohon yang tumbang jalan nasional menuju ke arah Malang terhambat.</p>
<p>Kepala BNPB Suharyanto menginformasikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Panglima TNI untuk meminta dukungan personel dan peralatan. Ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan penanganan masyarakat yang terdampak erupsi.</p>
<p>“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah, PVMBG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah dan tidak terpicu isu yang tidak benar,” tambahnya.</p>
<p>Dalam keterangan pers, Kepala BNPB menyampaikan bahwa otoritas setempat masih memastikan proses evakuasi terhadap warga. Informasi sementara, belum ada informasi pendaki gunung yang terjebak saat erupsi berlangsung. Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang masih memastikan apkah masih ada penambang pasir yang terjebak saat peristiwa terjadi. Hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa. <strong>(rls/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/erupsi-gunung-semeru-bnpb-terjunkan-trc-dan-logistik/">Erupsi Gunung Semeru, BNPB Terjunkan TRC dan Logistik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-panjang-letusan-gunung-semeru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 13:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#letusangunung]]></category>
		<category><![CDATA[#Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[#sumeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98275</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar- Gunung Semeru yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur mengalami guguran awan panas. Material vulkanik yang terpantau pada pukul 15.20 WIB ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-panjang-letusan-gunung-semeru/">Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar- </strong>Gunung Semeru yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur mengalami guguran awan panas. Material vulkanik yang terpantau pada pukul 15.20 WIB ini mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam pada 1818.</p>
<p>Catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan. Kemudian pada 1941-1942 terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan.</p>
<p>Selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960. Tak berhenti sampai di sini, Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api aktif yang melanjutkan aktivitas vulkaniknya. Seperti pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta m3. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978 – 1989.</p>
<p>PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada tahun 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.</p>
<p>Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko. Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam. Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.</p>
<p>Saat ini Gunung Semeru berada pada status level II atau ‘waspada’ dengan rekomendasi sebagai berikut.</p>
<p>Pertama, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara &#8211; selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.</p>
<p>Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.</p>
<p>Ketiga, perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.</p>
<p>Keempat, mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.</p>
<p>Terkait dengan perkembangan erupsi Gunung Semeru, BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga dengan memperhatikan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG. BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalam penanganan darurat erupsi. <strong>(rls/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-panjang-letusan-gunung-semeru/">Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awan Panas Guguran Semeru Berdampak pada Masyarakat  Pronojiwo Lumajang</title>
		<link>https://prokabar.com/awan-panas-guguran-semeru-berdampak-pada-masyarakat-pronojiwo-lumajang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 11:01:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#awanpanas]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#lumajag]]></category>
		<category><![CDATA[#sumeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98266</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Jakarta, Prokabar- Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/awan-panas-guguran-semeru-berdampak-pada-masyarakat-pronojiwo-lumajang/">Awan Panas Guguran Semeru Berdampak pada Masyarakat  Pronojiwo Lumajang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, Prokabar-</strong> Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.</p>
<p>Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.</p>
<p>Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.</p>
<p>Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.</p>
<p>Sebagai respon cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.</p>
<p>Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.</p>
<p>Tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan. <strong>(rls/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/awan-panas-guguran-semeru-berdampak-pada-masyarakat-pronojiwo-lumajang/">Awan Panas Guguran Semeru Berdampak pada Masyarakat  Pronojiwo Lumajang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 24/94 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.442 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 18:51:14 by W3 Total Cache
-->