<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#SukuBunga Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sukubunga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sukubunga/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Nov 2019 07:19:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#SukuBunga Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sukubunga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Awal Tahun Depan, Pemerintah Kembali Turunkan Suku Bunga KUR</title>
		<link>https://prokabar.com/awal-tahun-depan-pemerintah-kembali-turunkan-suku-bunga-kur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 07:19:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kredit]]></category>
		<category><![CDATA[#kur]]></category>
		<category><![CDATA[#mikro]]></category>
		<category><![CDATA[#SukuBunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah memutuskan menurunkan kembali suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% per tahun, dari semula 7%. Selain itu, total plafon KUR...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/awal-tahun-depan-pemerintah-kembali-turunkan-suku-bunga-kur/">Awal Tahun Depan, Pemerintah Kembali Turunkan Suku Bunga KUR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah memutuskan menurunkan kembali suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% per tahun, dari semula 7%. Selain itu, total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020, dan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024.</p>
<p>“Plafon maksimum KUR Mikro pun dilipatgandakan, dari semula Rp25juta menjadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) usai Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, dilansir Kamis (14/11).</p>
<p>Menko Perekonomian meyakini, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah. “Selain perubahan plafon KUR Mikro, total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan pun mengalami perubahan, dari semula sebesar Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Sedangkan, untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi,” ujar Airlangga.</p>
<p>Perubahan kebijakan KUR ini, lanjut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, diharapkan mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia, mengingat begitu penting dan strategisnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia.</p>
<p>Data BPS 2017 menunjukkan total unit usaha UMKM mencapai 99,9% dari total unit usaha. Selain itu, penyerapan tenaga kerjanya sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika ditinjau dari kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pun, UMKM menyumbang hingga sebesar 60,34%.</p>
<p>“KUR ini didorong untuk semua sektor, tapi kita akan fokus membangun KUR berbasis kelompok atau klaster, karena akan lebih efisien untuk perekonomian,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.</p>
<p>Sejak 2015, pemerintah telah mengubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif. Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan <em>outstanding</em> sejumlah Rp158,1 triliun.</p>
<p>Rasio kredit bermasalah (<em>non performing loan</em>/NPL) terjaga di kisaran 1,23%. Total debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 mencapai 18 juta debitur dengan 12 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak berulang.</p>
<p>Per 30 September 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp115,9 triliun atau 82,79% dari target tahun ini yang sebesar Rp140 triliun, dengan total debitur KUR sebanyak 4,1 juta. Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%.</p>
<p>“Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6%, KUR Kecil sebesar 35% dan KUR TKI sebesar 0,4%,” pungkas Airlangga.</p>
<p>Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir<strong>. (*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/awal-tahun-depan-pemerintah-kembali-turunkan-suku-bunga-kur/">Awal Tahun Depan, Pemerintah Kembali Turunkan Suku Bunga KUR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Acuan Bunga</title>
		<link>https://prokabar.com/bank-indonesia-kembali-turunkan-suku-acuan-bunga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 11:13:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SukuBunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 5,75%...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bank-indonesia-kembali-turunkan-suku-acuan-bunga/">Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Acuan Bunga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya atau BI 7-<em>day Reverse Repo Rate</em> (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 5,75% menjadi 5,50%. Keputusan ini dihasilkdan dalam rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta Rabu (21/8) hingga Kamis (22/8) ini.</p>
<p>“Adapun suku bunga <em>Deposit Facility </em>sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75%, dan suku bunga <em>Lending Facility </em>sebesar 25 bps menjadi 6,25%,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, dalam siaran persnya Kamis (22/8) siang.</p>
<p>Sebelumnya pada 18 Juli lalu, BI sudah memangkas suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate 25 basis poin atau 0,25%. Untuk suku bunga <em>deposit facility</em> diturunkan 25 bps menjadi 5% dan l<em>ending facility</em> menjadi 6,5%.</p>
<p>Junanto menegaskan, kebijakan menurunkan bunga acuan itu konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran, tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal, serta sebagai langkah <em>pre-emptive</em> untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.</p>
<p>“Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang sehingga memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif,” kata Junanto.</p>
<p>Ia menyebutkan, kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian, termasuk pembiayaan ramah lingkungan. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>“Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi,” jelas Direktur Departemen Komunikasi BI.</p>
<p>Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait, lanjut Junanto. terus diperkuat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA). <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bank-indonesia-kembali-turunkan-suku-acuan-bunga/">Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Acuan Bunga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75%</title>
		<link>https://prokabar.com/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-25-basis-poin-jadi-575/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 15:29:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#SukuBunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42268</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah bertahan sejak November 2018, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-25-basis-poin-jadi-575/">BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75%</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Setelah bertahan sejak November 2018, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day <em>Reverse Repo Rate </em>(BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga <em>Deposit Facility </em>sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga <em>Lending Facility </em>sebesar 25 bps menjadi 6,50%.</p>
<p>“Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali,” bunyi siaran pers BI yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Kamis (18/7).</p>
<p>Ditegaskan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.</p>
<p>“Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian,” jelas Onny.</p>
<p>Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan, lanjut Onny, juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.</p>
<p>“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA),” ujar Onny. <strong>(rel/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-25-basis-poin-jadi-575/">BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75%</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh, Pemerintah Bakal Naikkan Suku Bunga Bank?</title>
		<link>https://prokabar.com/waduh-pemerintah-bakal-naikkan-suku-bunga-bank/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 01:57:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Bank]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#SukuBunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=5942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution mengatakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral untuk stabilisasi kurs rupiah bisa melahirkan pilihan sulit,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waduh-pemerintah-bakal-naikkan-suku-bunga-bank/">Waduh, Pemerintah Bakal Naikkan Suku Bunga Bank?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Jakarta, Prokabar &#8211; Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution mengatakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral untuk stabilisasi kurs rupiah bisa melahirkan pilihan sulit, karena dapat mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">&#8220;Memang pada saat situasi kurs berfluktuasi, pilihannya satu dari dua, tidak bisa dua-duanya,&#8221; kata Darmin di Jakarta, Senin malam.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Darmin mengatakan kenaikan suku bunga acuan bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah terhadap dolar AS setelah cenderung mengalami pelemahan dalam beberapa minggu terakhir.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Namun, penyesuaian suku bunga acuan tersebut dapat mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi yang telah berjalan dengan baik dalam triwulan I-2018.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">&#8220;Tidak bisa dua-duanya, kecuali dalam situasi tenang, itu soal lain,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Meski demikian, ia menyakini Bank Indonesia bisa mengambil keputusan terkait suku bunga acuan yang masih dipertahankan sebesar 4,25 persen dan mencari solusi dalam menghadapi pergerakan kurs rupiah saat ini.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Sebelumnya, pengamat ekonomi Tony Prasetiantono mengatakan kenaikan suku bunga acuan bisa menjadi upaya jangka pendek yang dilakukan bank sentral untuk menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">&#8220;Jangan alergi dengan menaikkan suku bunga karena ini bagian dari taktik jangka pendek,&#8221; kata Tony.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">Tony mengatakan kenaikan suku bunga acuan dari saat ini sebesar 4,25 persen bisa menjadi alternatif bank sentral untuk menjaga fluktuasi kurs rupiah agar tidak sepenuhnya bergantung dari cadangan devisa.</span></p>
<p><span style="color: rgb(34,34,34); font-family: Raleway,HelveticaNeue,'HelveticaNeue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 27.2000007629395px; orphans: autotext-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; display: inline!important; float: none; text-align: left;">&#8220;Kalau naik setidaknya 25 basis poin, mudah-mudahan rupiah masih terselamatkan,&#8221; kata pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada ini. (*</span>/laf)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waduh-pemerintah-bakal-naikkan-suku-bunga-bank/">Waduh, Pemerintah Bakal Naikkan Suku Bunga Bank?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/88 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:54:46 by W3 Total Cache
-->