<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#sukabumi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sukabumi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2020 13:28:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#sukabumi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sukabumi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Turunkan Tim, ACT Siaga di Lokasi Bencana Banjir Bandang Sukabumi</title>
		<link>https://prokabar.com/turunkan-tim-act-siaga-di-lokasi-bencana-banjir-bandang-sukabumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 14:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#BanjirBandang]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74638</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Prokbar — Banjir bandang yang membawa berbagai material mulai dari lumpur hingga kayu gelondongan terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9). Air...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/turunkan-tim-act-siaga-di-lokasi-bencana-banjir-bandang-sukabumi/">Turunkan Tim, ACT Siaga di Lokasi Bencana Banjir Bandang Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Sukabumi, Prokbar —</strong> Banjir bandang yang membawa berbagai material mulai dari lumpur hingga kayu gelondongan terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9). Air banjir berasal dari Sungai Cibuntu yang meluap setelah tak mampu menampung debit air yang mendadak tinggi dan dipenuhi dengan material. Akibatnya, permukiman warga mengalami kerusakan dan dilaporkan ratusan jiwa harus mengungsi dan beberapa orang masih dinyatakan hilang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sukabumi Mega Afdal Fathir yang berada di lokasi bencana pada Selasa (22/9) mengatakan, hingga pagi, air sungai masih meluap ke permukiman warga walau debitnya tak sebesar kemarin. Hal ini terjadi karena kayu besar dan lumpur tersendat di bawah jembatan dan mengganggu aliran. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Warga dibantu dengan relawan gabungan termasuk Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sukabumi saat ini sedang melakukan pembersihan permukiman warga dari material yang terbawa banjir serta melakukan pencarian korban yang masih hilang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ada tiga orang yang masih dinyatakan hilang dan saat ini sedang dalam proses pencarian. ACT dan MRI telah menerjunkan tim untuk ikut proses evakuasi yang dilakukan pagi ini. Kami minta doanya semoga cuaca mendukung agar evakuasi berjalan dengan lancar,” ungkap Mega.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga saat ini, terdata 97 rumah dan 971 jiwa terdampak bencana banjir bandang Sukabumi. Terdapat 20 orang mengalami luka-luka dan 3 orang hilang belum ditemukan. Korban yang hilang diperkirakan terseret arus banjir bandang karena tak sempat menyelamatkan diri. Sedangkan dari pantauan tim ACT di Cicurug, cuaca saat ini cenderung cerah berawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mega menambahkan, korban jiwa yang selamat saat ini terpaksa mengungsi karena trauma bencana dan rumahnya terdampak banjir. Mereka untuk sementara tinggal di fasilitas umum, rumah warga serta kerabat yang lebih aman. Berbagai keperluan pokok pun saat ini sangat mendesak untuk dipenuhi, apalagi para korban yang tak sempat menyelamatkan harta benda. “Kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi saat ini ialah pangan, alas tidur, selimut serta pakaian,” tambah Mega.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">ACT sendiri, selain menerjunkan tim dan relawan yang tergabung dalam MRI Sukabumi, juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk membantu korban bencana, khususnya di Sukabumi saat ini. Melalui laman Indonesia Dermawan, masyarakat bisa menyalurkan dana sedekahnya, sedangkan jika dalam bentuk barang bisa mengirimkan ke Kantor Cabang ACT terdekat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat ini, selain di Sukabumi, berbagai ancaman bencana alam pun mengintai masyarakat. Senin malam pun, warga Jakarta terancam banjir karena meningginya permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor. Banjir juga baru saja menerjang Kalimantan Tengah. Sedangkan, banjir bandang di Masamba, Luwu Utara hingga kini pun belum sepenuhnya pulih akibat besarnya dampak. Di sisi lain, beberapa wilayah Indonesia masih mengalami kekeringan akibat intensitas hujan yang sangat rendah. Sebut saja wilayah Solo Raya serta Kabupaten Gunungkidul. ACT pun merespons bencana ini dengan mengirimkan bantuan air bersih menggunakan Humanity Water Tank yang tersedia di Kantor Cabang ACT. https://padang.indonesiadermawan.id/BersamaAtasiBencana . #BersamaAtasiBencana. (<b>rel</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/turunkan-tim-act-siaga-di-lokasi-bencana-banjir-bandang-sukabumi/">Turunkan Tim, ACT Siaga di Lokasi Bencana Banjir Bandang Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Rumah Rusak Setelah Sukabumi Diguncang Gempa Dua Kali</title>
		<link>https://prokabar.com/sejumlah-rumah-rusak-setelah-sukabumi-diguncang-gempa-dua-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 14:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#gempa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Prokabar — Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3) pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejumlah-rumah-rusak-setelah-sukabumi-diguncang-gempa-dua-kali/">Sejumlah Rumah Rusak Setelah Sukabumi Diguncang Gempa Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Prokabar —</strong> Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3) pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.</p>
<p>Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).</p>
<p>Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal IV &#8211; V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Panggarangan, Bayah III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Citeko, Sukabumi II &#8211; III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).</p>
<p>Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.</p>
<p>Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa. Tim BPBD bersama petugas gabungan lainnya melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data lengkap terkait gempa bumi tersebut. (<strong>rel/gas</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejumlah-rumah-rusak-setelah-sukabumi-diguncang-gempa-dua-kali/">Sejumlah Rumah Rusak Setelah Sukabumi Diguncang Gempa Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor Sukabumi, 2 Orang Meninggal, 41 Belum Ditemukan</title>
		<link>https://prokabar.com/longsor-sukabumi-2-orang-meninggal-41-belum-ditemukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 04:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Prokabar — Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12) pukul 17.00 WIB, menyebabkan longsor perbukitan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/longsor-sukabumi-2-orang-meninggal-41-belum-ditemukan/">Longsor Sukabumi, 2 Orang Meninggal, 41 Belum Ditemukan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Prokabar — </strong>Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12) pukul 17.00 WIB, menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat.</p>
<p>Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho megatakan, data sementara diperkirakan 8 orang tertimbun longsor, dimana 4 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>“4 korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam. Selain itu listrik padam dan komunikasi seluler juga sulit,” kata Sutopo dalam siaran persnya Selasa (1/1) pagi. Namun beberapa saat kemudian Sutopo merilis data baru, yang menyebutkan korban meninggal 2 orang.</p>
<p>Ia menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan masih dilakukan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor.</p>
<p>“Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi,” ungkap Sutopo seraya menambahkan, Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.</p>
<p><strong>41 Orang Belum Ditemukan</strong></p>
<p>Menurut Sutopo, hingga Selasa (1/1) pukul 02.30 WIB tercatat 32 Kepala Keluarga (107 jiwa) terdampak longsor, dengan rincian: 2 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 61 orang di pengungsian, dan 41 orang belum ditemukan.</p>
<p>Diakui oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB itu, korban meninggal awalnya simpang siur karena kondisi yang panik. Informasi yang beredar di lapangan dan sosial media, korban meninggal 2, 4, 5 dan 8 orang. “Namun setelah dilakukan verifikasi di posko sementara, ada 2 korban meninggal,” ujarnya.</p>
<p>Kerugian fisik sementara terdapat 30 unit rumah tertimbun (data sementara/masih dalam pendataan).</p>
<p>Upaya penanganan terus dilakukan meliputi: BPBD Kab. Sukabumi mengirim tim ke lokasi kejadian. Selain itu, BPBD Kab. Sukabumi bersama Basarnas dan warga setempat melakukan evakuasi dan pendataan.</p>
<p>Sedangkan kondisi di lapangan, menurut Sutopo, cuaca hujan di lokasi kejadian, listrik padam/mati lampu, seluruh jaringan komunikasi (HP) terhambat.</p>
<p>“Saat ini kegiatan pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor dihentikan, karena kondisi di lapangan diguyur hujan dan listrik padam/mati,” jelas Sutopo seraya menambahkan, komunikasi dengan tim di lapangan hanya bisa menggunakan radio komunikasi/<em>Handy Talkie</em>(jaringan lokal/<em>point to point</em>).</p>
<p>Jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik, lanjut Sutopo, menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. “Untuk evakuasi diperlukan alat berat namun kondisi akses jalan dan medan cukup berat menuju lokasi bencana,” ucapnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/longsor-sukabumi-2-orang-meninggal-41-belum-ditemukan/">Longsor Sukabumi, 2 Orang Meninggal, 41 Belum Ditemukan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor Timbun Puluhan Rumah Menjelang Akhir Tahun 2018 di Sukabumi</title>
		<link>https://prokabar.com/longsor-timbun-puluhan-rumah-menjelang-akhir-tahun-2018-di-sukabumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 17:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Di saat sebagian besar penduduk bersuka cita menyambut tahun baru 2019, bencana longsor...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/longsor-timbun-puluhan-rumah-menjelang-akhir-tahun-2018-di-sukabumi/">Longsor Timbun Puluhan Rumah Menjelang Akhir Tahun 2018 di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Di saat sebagian besar penduduk bersuka cita menyambut tahun baru 2019, bencana longsor justru terjadi dan menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebankan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya yaitu di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada 31/12/2018 pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Data sementara diperkirakan 8 orang tertimbun longsor, dimana 4 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. 4 korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam. Selain itu listrik padam dan komunikasi seluler juga sulit. Upaya evakuasi akan dilanjutkan besok pagi.</p>
<p>BPBD Kabupaten bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan masih dilakukan. Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor.</p>
<p>Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/longsor-timbun-puluhan-rumah-menjelang-akhir-tahun-2018-di-sukabumi/">Longsor Timbun Puluhan Rumah Menjelang Akhir Tahun 2018 di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</title>
		<link>https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 12:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#florikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[#tanamanhias]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Prokabar — Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar, namun petani florikultura masih belum bisa memenuhi semua permintaan pasar mancanegara. &#8220;Hal ini menjadi peluang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/">Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Prokabar — </strong>Potensi ekspor tanaman hias masih terbuka lebar, namun petani florikultura masih belum bisa memenuhi semua permintaan pasar mancanegara.</p>
<p>&#8220;Hal ini menjadi peluang untuk dioptimalkan, sebagaimana arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,&#8221; kata Ketua Asosiasi Flori Kabupaten Sukabumi Anas, saat ditemui di Galeri Kelompok Tani (Poktan) Alamanda, Jalan Selabintana Wetan, Sundaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/9).</p>
<p>Ia mencontohkan dengan potensi pasar global kaktus cyclops yang baru 10 persen. Ekspornya baru mencapai 100 ribu pohon per tahun senilai Rp3 miliar.</p>
<p>Begitu pun untuk komoditas hanjuang kemoceng (Dracaena Compacta). Alhasil, Sukabumi baru bisa mengekspor 15 kontainer per tahun. Tiap kontainer memuat sekira 2.000 batang dan harganya Rp15 ribu per ikat.</p>
<p>&#8220;Hanjuang kemoceng yang saya dapat, kebanyakan terlantar, cuma jadi pembatas kebun,&#8221; ujarnya</p>
<p>Tanaman-tanaman hias tersebut, diekspor ke sejumlah negara di Asia. Korea, Malaysia, Singapura, Bahrain, Oman, India, dan Arab Saudi, misalnya. Beberapa negara di Benua Biru juga menjadi sasaran ekspor.</p>
<p>Di sisi lain, ekspansi komoditas lucky bamboo (Dracaena Sanderiana) dari Sukabumi cukup moncer. Selain produktivitas tinggi, kreativitas perajin dan kualitas tanaman menjadi nilai jualnya.</p>
<p>Menurut Ketua Poktan Alamanda, Ahendrayana, pihaknya memiliki lebih dari 90 desain lucky bamboo. Tiap negara tujuan ekspor, memiliki selera desain berbeda. Malaysia, Singapura, dan Korea, contohnya, lebih tertarik dengan model pagoda. Sedangkan Oman, cenderung olimpik.</p>
<p>&#8220;Volume ekspor (model) pagoda sekitar 150 ribu pieces per tahun. Model lain 140-150 ribu pieces per tahun. Nilainya Rp6 miliar per tahun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menyatakan, prospek tanaman hias menjanjikan. Sebab, pangsa global tak terpengaruh dengan gejolak ekonomi. &#8220;Malaysia, Singapura, tiap tahun pasti mereka pakai, karena ada kaitan dengan kepercayaan mereka,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Rencananya, akan ada ekspor Dracaena jenis Pagoda 3/20 sejumlah 10 ribu buah dan jenis Pagoda 2/15 sebanyak 20 ribu buah ke India, 15 September mendatang. Sebulan berikutnya, akan mengirim Dracaena jenis 3/20 sebanyak 10 ribu buah 5.000 buah Ananas C, 500 buah Ananas A, 500 buah Guci A, dan 5.000 buah Curly ke Malaysia.</p>
<p>Meski budidaya tanaman hias sudah menjadi mata pencarian utama masyarakat Selabintana Wetan, namun bukan perkara mudah untuk menembus pasar internasional. Kata Ahen, hal itu tak lepas dari perkembangan teknologi dan dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).</p>
<p>&#8220;Bantuan dari Ditjen Horti yang kami rasakan, support sangat tinggi. Kami juga sudah difasilitasi dari bibit, packing house, transportasi. samakin gede demand, semakin banyak petani yang turun. Kami harapkan Ditjen Horti selalu terus membina kami, support kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, menyambut positif ekspor tersebut. Diharapkan sentra tanaman hias lain mengikuti jejak petani Sukabumi.</p>
<p>&#8220;Ini kreativitas. Di sana ada permintaan, ya dipenuhi dari sini. Peluang bagus kayak gini kita cari,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Suwandi juga menegaskan komitmen Ditjen Hortikultura Kementan meningkatkan ekspor komoditas lain yang memiliki daya saing di pasar internasional. Sehingga, devisa meningkat dan kesejahteraan petani membaik. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wah-potensi-ekspor-tanaman-hias-ternyata-menjanjikan/">Wah, Potensi Ekspor Tanaman Hias Ternyata Menjanjikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/103 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:14:42 by W3 Total Cache
-->