<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#StopHoax Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/stophoax/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/stophoax/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2021 16:33:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#StopHoax Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/stophoax/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jurnalisme Hoax, Jurnalisme Makna Dan Kesejahteraan Jurnalis (02)</title>
		<link>https://prokabar.com/jurnalisme-hoax-jurnalisme-makna-dan-kesejahteraan-jurnalis-02/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 00:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hoax]]></category>
		<category><![CDATA[#jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#StopHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Rudi Yudistira (Wartawan Muda) &#160; &#8220;Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jurnalisme-hoax-jurnalisme-makna-dan-kesejahteraan-jurnalis-02/">Jurnalisme Hoax, Jurnalisme Makna Dan Kesejahteraan Jurnalis (02)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span data-reader-unique-id="26"><em style="font-weight: bold" data-reader-unique-id="27">Oleh : </em></span><em data-reader-unique-id="29"><strong data-reader-unique-id="30">Rudi Yudistira (Wartawan Muda)</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpa musibah suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu,&#8221; (Dalam agama Islam, Kitab suci Al-Quran, Surat Al-Hujarat ayat 6 menerangkan).</p>
<p>Berita hoak menjadi pembahasan hangat hingga saat ini. Berita hoak telah berkembang pesat di media sosial dan internet. Sejumlah pihak termasuk Kepolisian RI secara serentak di seluruh daerah melalui Polres setempat, mesosialisasikan tolak berita hoak yang didukung Forkopinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Bahkan mantan wartawan senior Kompas, Yurnaldi Paduka Raja melahirkan Karya terbarunya berupa buku Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax, Februari 2018 ini. Salah satu bentuk kepedulian dan keprihatinannya terhadap pekerja jurnalistik saat ini turut menyumbang menyebarkan berita hoak. Buku tersebut secara terang benderang menjelaskan kondisi mengkuatirkan terhadap wartawan yang tidak lagi berkualitas dan bermartabat.</p>
<p>Dewan Pers gencar melakukan verifikasi media (Perusahaan Pers) serta peningkatan kompetensi wartawan yang bertugas dilapangan. Bertujuan Perusahaan Pers bersama Wartawannya, dapat bekerja secara Profesional, bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-undang Nomor 40 tahun tahun 1999 tentang Pers. Perusahaan pers berkewajiban memenuhi kewajibannya dan memenuhi hak-hak wartawannya, seperti dari kesejahteraan, standar kompetisi dan standar opersional perusahaan.</p>
<p>Maraknya berita Hoax, karena wartawan sudah salah kaprah memaknai kemerdekaan pers. Karena ada kepentingan dan partisan, berita yang diturunkan tidak berimbang, tidak konfirmasi. Sikap dan praktik jurnalisme hoax ini juga ditenggarai karena pers yang tidak sehat. Wartawan tidak digaji menurut semestinya, sehingga berita sesuai pesanan, sesuai keinginan narasumber, dengan imbalan sejumlah uang (amplop). Ada duit, ada berita. Setidaknya, begitulah prinsip yang menyebabkan semakin banyaknya berita hoax tutur Yurnaldi.</p>
<p>Dan tidak heran pula entah sudah berapa banyak wartawan yang ditemui dilapangan, dengan hanya modal kartu pers dicetak sendiri dengan nilai tidak lebih dari 50 ribu rupiah. Mengaku wartawan, tapi tidak memiliki media, atau hanya mau menerima amplop saja. Hal tersebut membuat miris kondisi Jurnalistik saat ini. Padahal, wartawan profesional selain memberitakan berdasarkan data dan narasumber yang berkompeten dibidangnya, cek dan ricek atau cover both sides dilengkapi cover all sides atau balance comment wajib dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan menyampaikan informasi kepada publik Lanjut Yurnaldi.</p>
<p>Menurut Bill Kovach dan Tom Rosentiel dalam bukunya Sembilan elemen jurnalisme yaitu 1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran, 2. Loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga, 3. Intisari jurnalisme adalah disiplin verivikasi, 4. Para praktisisnya harus menjaga independensi terhadap sumber berita, 5. Jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan, 6. Jurnalisme harus menyediakan forum publik untuk kritik maupun dukungan warga, 7. Jurnalisme harus berupaya membuat hal penting, menarik dan relevan, 8. Jurnalisme harus menjaga agar berita komperhensif dan proporsional, Dan 9.  Para praktisinya diperbolehkan mengikuti nurani mereka.</p>
<p>Dalam Sembilan elemen diatas terlihat bagaimana kiprah jurnalistik dalam menyajikan sebuah informasi yang ditujukan pada warga. Betapa sebuah berita itu harus berimbang, itu dalam tataran teori yang dipelajari, namun di luar dalam tataran nyata seorang journalist cenderung mempunyai keberpihakankeberpihakan tertentu akan sebuah masalah, kadang ada yang berkilah keadilan itu milik Tuhan, saya manusia hanya bisa mengupayakannya, seperti itu ungkap Bill Kovach.</p>
<p>Menurut Jacob Oetama, Jurnalis dan Pendiri Kompas Group, misi pokok dari para jurnalis adalah untuk mendidik dan mencerahkan hati nurani anak bangsa. Dan gaya jurnalisme-nya yang khas itu disebut dengan Jurnalisme Makna.</p>
<p>Pada Akhirnya, kekuatan dan kelemahan seseorang wartawan terletak pada jam terbang ataupun pada goncangan serta kuatnya badai yang dihadapi. Ini akan membentuk watak, karakter serta mentalitas sang wartawan. Setelah rekrutmen, standar kompetensi wartawan akan menjalar ke kesejahteraan wartawan. Ini penting karena menyangkut kenyamanan dalam bekerja. Misalnya, sudah profesional dalam bekerja tapi perusahaan tidak memberikan kenyamanan dalam hal kesejahteraan. Seorang profesional tentunya akan berpikir ulang: apakah ada masa depan disini? Kata Wiztrian Yoetri dalam Bukunya &#8220;Catatan Ringan Sekitar Pers,&#8221; terbitan Agustus 2017. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jurnalisme-hoax-jurnalisme-makna-dan-kesejahteraan-jurnalis-02/">Jurnalisme Hoax, Jurnalisme Makna Dan Kesejahteraan Jurnalis (02)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>798 Ribu Ragam Konten Negatif Diblokir Kominfo</title>
		<link>https://prokabar.com/798-ribu-ragam-konten-negatif-diblokir-kominfo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2018 06:19:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#kontennegatif]]></category>
		<category><![CDATA[#StopHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banjarmasin, Prokabar — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir 798 ribu konten konten negatif mulai dari hoax (berita bohong), radikalisme, pornografi dan perjudian. Hal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/798-ribu-ragam-konten-negatif-diblokir-kominfo/">798 Ribu Ragam Konten Negatif Diblokir Kominfo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banjarmasin, Prokabar — </strong>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir 798 ribu konten konten negatif mulai dari hoax (berita bohong), radikalisme, pornografi dan perjudian.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti di sela acara Editor&#8217;s Forum Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10).</p>
<p>&#8220;Konten negatif itu di antaranya ada hoax, radikalisme, ujaran kebencian, pornografi, penipuan, perjudian. Kominfo tahun lalu (2017) memblokir sekitar 798 ribu konten-konten yang negatif. Jadi beragam jenis konten negatif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar dapat dengan bijak memanfaatkan media sosial (medsos) mengingat ancamannya sudah jelas tertuang dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau kepada masyarakat untuk betul-betul bijak dalam memanfaatkan medsos karena kalau kita membuat atau menyebarkan informasi hoax dan lain-lain bisa terkena UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dijelaskan Niken, di era kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat saat ini kita perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang diterima melalui gawai atau gadget.</p>
<p>&#8220;Kadang-kadang hanya baca judul lalu langsung disebarkan. Kita sekarang harus bijak menyaring semua informasi-informasi, cek dan ricek verifikasi terhadap semua informasi yang masuk ke gadget kita atau pun yang akan kita sebar melalui gadget kita,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, rekam jejak digital tidak akan hilang sampai kapan pun karena akan ada meskipun telah dihapus.</p>
<p>&#8220;Walapun misalnya di flstporm Whatsappp (WA) kalau kita salah tulis bisa dihapus tetapi itu hanya didalam layar, semua recordnya masih tetap ada,&#8221; tuturnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/798-ribu-ragam-konten-negatif-diblokir-kominfo/">798 Ribu Ragam Konten Negatif Diblokir Kominfo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hoax, Hipersemiotika dan Jurnalisme Makna (01)</title>
		<link>https://prokabar.com/hoax-hipersemiotika-dan-jurnalisme-makna-01/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 03:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#hoax]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#StopHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh :  Rudi Yudistira (Wartawan Muda) Sejarah singkat istilah “Hoax” Banyak catatan dan beragam sejarah menjelasan tentang berita “Hoax” yang beredar di media sosial...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hoax-hipersemiotika-dan-jurnalisme-makna-01/">Hoax, Hipersemiotika dan Jurnalisme Makna (01)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><em>Oleh : </em></strong><br />
<em><strong>Rudi Yudistira (Wartawan Muda)</strong></em></p>
<p>Sejarah singkat istilah “Hoax”<br />
Banyak catatan dan beragam sejarah menjelasan tentang berita “Hoax” yang beredar di media sosial dan media masa saat ini. Bahkan pihak Kepolisian baru-baru ini gencar mensosialisasikan himbauan melalui media sosial untuk anti dan menolak berita Hoax. Hoax (baca Hoks) adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran. Istilah ini populer di internet dan media sosial karena peredaran hoax lebih mudah berkembang di internet dan media sosial.</p>
<p>Kata hoax lahir dari kata &#8220;hocus pocus&#8221; asal kata bahasa latin &#8220;hoc est corpus&#8221; yang artinya &#8220;ini adalah tubuh&#8221;. Kata-kata itu digunakan penyihir untuk mengklaim kebenaran, padahal itu dusta. Hocus digunakan untuk menipu yang digunakan untuk sihir atau mantra para penyihir dan pesulap jaman dahulu. Kata &#8220;hoax&#8221; sendiri didefinisikan sebagai tipuan berasal dari Thomas Ady dalam bukunya candle in the dark (tahun 1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir.</p>
<p>Menurut Lynda Walsh dalam buku berjudul Sins Against Science, istilah hoax atau kabar bohong, merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang masuk sejak era industri. Diperkirakan pertama kali muncul pada 1808. Istilah hoax biasa digunakan untuk berita palsu, legenda urban, rumor, dan kebohongan yang menipu. Pada dasarnya hoax diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan menjadi sebuah kebenaran.</p>
<p>Istilah Hoax mulai populer sejak film drama Amerika yang dibintangi oleh Richard Gere &#8220;The Hoax&#8221;. Film itu dirilis tahun 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallstrom, penulis skenario William Wheeler yang berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Clifford Irving (1981). Dalam film &#8220;The Hoax&#8221;, Irving ikut membantu sebagai penasihat teknis, namun ternyata hasil skenario film sangat jauh berbeda dengan isi novel aslinya.</p>
<p>Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya telah diubah atau dihilangkan dari film. Dengan alasan tidak suka dengan skenarionya yang melenceng jauh dari novel aslinya, Irving memutuskan mengundurkan diri dan tidak mau terlibat dalam pembuatan film itu dan meminta namanya dihapus dari kredit film tersebut.</p>
<p>Sejak saat itu film &#8220;The Hoax&#8221; dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Istilah hoax mulai populer digunakan dikalangan netizen berasal dari film tersebut untuk menggambarkan sebuah kebohongan. Seiring berjalannnya waktu, kata &#8220;hoax&#8221; mulai gencar digunakan netizen diseluruh dunia termasuk Indonesia untuk menyebut sebuah kebohongan.</p>
<p>Teori Hipersemiotika dan Hoax</p>
<p>Hipersemiotika sering disebut juga Hiperealitas yakni sebuah teori yang sering digunakan akademisi terkait sub-ilmu kesusastraan, lingusitik dan ilmu komunikasi, kelanjutan dari teori semiotika yakni ilmu tentang tanda-tanda dusta. M. Yunis, salah seorang akademisi Fakultas Ilmu Budaya Unand menjelaskan, hipersemiotik merupakan ilmu di luar batas realitas, yang mana realita yang digambarkan Hiper ini telah direalisasikan sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang.</p>
<p>“Kata hiper berarti berlebih-lebihan dan diluar kaidah-kaidah yang ideal. Namun begitu, hipersemiotik tetap berangkat dan berasal dari pengembangan semiotik itu sendiri. Eko dalam Piliang (2003) mengatakan bahwa semiotika itu sendiri sesungguhnya teori untuk berdusta, yang mana di saat semiotika itu diterapkan akan menemukan dan mempraktekan dua tujuan sekaligus yaitu kejujuran dan dan kebohongan. Tepatnya semiotika itu adalah teori untuk berdusta, menipu dan membohongi siapa saja, teori dusta ini disebut Piliang dengan Hipersemiotik, ketika semiotika itu telah ditafsirkan melebihi idealnya dan melewati batas-batas terhadap apa yang telah digambarkan Ferdinan De Sausure (Bapaknya Lingustik) tentang semiotika dan relasi-relasi yang membangun kelahiran semiotika” kata Yunis.</p>
<p>Teori Hipersemiotika atau Hiperealitas melalui tanda-tanda dustanya (simbol, ikon, lambang atau indeks), baik secara sadar dan tidak sadar, telah digunakan sekelompok manusia untuk kepentingan bisnis Industri Kapitalis dan Liberal. Contoh seperti berita atau pesan maupun iklan-iklan di televisi, koran, majalah serta di media sosial atau situs internet sekaligus. Kebanyakan berita maupun iklan yang diciptakan, sering menggambarkan sebuah prodak serba “wah” dan sensasional secara berlebih-lebihan. Karya teknologi dokumentasi dan informasi tersebut melalui ciptaan dari seorang penulis atau editor foto dan video. Menggiring sebuah imajinasi, kayalan, mimpi, halusinasi dan ilusi atau sebuah mitos berupa kebendaan (materialistis), sehingga hal tersebut sudah dianggap sebuah kebenaran yang ideal, padahal belum tentu.</p>
<p>Dan seiring perkembangan teknologi informasi, manusia telah memasuki dunia cyber melalui situs jaringan intenet (dunia maya). Segala informasi yang diinginkan dapat diperoleh melalui Mbah Goggle, meski tidak semua informasi di internet tersebut belum pasti kebenaran atau faktualnya. Kecuali Prodak Jurnalistik dari sebuah Media Massa yang sudah teruji kualitas, profesionalitas serta akuntabilitas dari pengelolanya.</p>
<p>Secara lahiriah, kedustaan dan kebohongan itu sudah lahir dan tercipta pada disetiap pribadi seseorang. Bahkan dalam keseharian seperti bercanda pada sesama terkadang membully, memanfaatkan cara dusta. Dan cara-cara tersebut telah mendarah daging, sehingga dusta menjadi kebiasaan dan dianggap hal biasa. Padahal akibat kebiasaan berdusta tersebut meski hanya untuk gurauan, akan tetap berdampak pada psikologis seseorang.</p>
<p>Seperti kutipan nasihat Mohammad Hatta, “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki”. Artinya, sikap tidak Jujur atau berbuat bohong atau dusta seharusnya tidak dibiasakan, karena sulit untuk dirubah dan diperbaiki pada diri seseorang nantinya.</p>
<p>Korelasi teori Hipersemiotika dengan istilah Hoak sangat signifikan, sama-sama berkaitan dengan kebohongan atau kedustaan. Melalui teori Hipersemiotika atau hiperealita salah satu teori atau sub-ilmu tentang cara memprediksi tanda-tanda dalam bahasa (lisan, tulisan dan isyarat atau kode) yang berdusta. Mulai dari cara penyihir membohongi orang dengan sulapnya, hingga film, iklan dan berita yang beredar mengandung Hoax. Atau pun kata-kata yang diucapkan seseorang, melalui bahasa tutur, kiasan maupun sikap atau psikolosi seseorang. Segala sesuatu tanda dan petanda (bahasa kode, lisan dan tulisan) yang berlebih-lebihan adalah salah satu contoh ciri-ciri berita bohong.</p>
<p>Untuk itu, setiap individu pembaca, dituntut jeli dan menggali semua data terkait dari kebenaran informasi yang diterima. Kapan perlu dipelajari melalui sub bidang ilmu pengetahuan yang dimiliki. Ya, semua bergantung dari pembaca itu sendiri, harus cerdas memilah, meneliti dan menguji kebenaran dari sebuah informasi maupun berita yang beredar. Bahkan juga informasi dari sebuah doktrin keyakinan atau paham tertentu yang tidak diketahui asal muasalnya. Banyaknya kelompok jemaah menjamur yang tidak diketahui asal usulnya, namun telah banyak pengikut. Dan dimungkinkan jemaah tersebut jemaah beraliran sesat. Makanya, literasi atau minat baca disertai analisis observasi, persepsi, interprestasi serta verifikasi data perlu dilakukan oleh setiap individu. Tentu juga pada tingkat Keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan Kitap Suci dan Rasul pembawa pesan Illahi.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hoax-hipersemiotika-dan-jurnalisme-makna-01/">Hoax, Hipersemiotika dan Jurnalisme Makna (01)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Mengisi Ruang Medsos Dengan Hal Positif</title>
		<link>https://prokabar.com/begini-cara-mengisi-ruang-medsos-dengan-hal-positif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 09:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hoax]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#StopHoax]]></category>
		<category><![CDATA[#surakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surakarta, Prokabar — Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Siti Meiningsih mengajak agar seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-cara-mengisi-ruang-medsos-dengan-hal-positif/">Begini Cara Mengisi Ruang Medsos Dengan Hal Positif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surakarta, Prokabar — </strong>Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Siti Meiningsih mengajak agar seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam mengisi ruang media sosial (Medsos) dengan hal-hal yang positif.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Meiningsih usai mengikuti acara talk show sosialisasi Pemilu 2019 dengan tema Dari Pemuda Untuk Indonesia yang diselenggarakan Kemenkominfo di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (13/9).</p>
<p>&#8220;Di media sosial itu banyak informasi yang tidak sesuai dengan data dan fakta yang sebenarnya, yang disebut hoax. Jika dikaitkan dengan Pemilu, sesuai tugas kami di Kominfo yakni melakukan sterilisasi dan edukasi terkait literasi media juga informasinya itu sendiri,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 140 juta lebih pengguna internet hampir beberapa persennya adalah generasi milenial (generasi muda).</p>
<p>Menurut dia, media sosial juga kerap menciptakan kantong-kantong ideologi yang berhadap-hadapan dan senantiasa siap untuk saling mencela, terutama sekali bukan masyarakat, bangsa, tetapi kelompok, golongan, dan paham aliran tertentu.</p>
<p>Terkait jelang Pemilu 2019, ia menegaskan bahwa ini bukan hanya menjadi tugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi dan menindak pelanggaran kampanye hitam khususnya di media sosial yang kerap kali menyampaikan konten bernuansa provokasi, ujaran kebencian, hoax news dan fakenews.</p>
<p>Ia berharap agar generasi muda khususnya mahasiswa bisa ikut menangkal berita hoax dengan mengisi ruang di media sosial dengan yang positif.</p>
<p>Meiningsih juga meminta agar mereka tidak gampang percaya atau ikut menyebarkan berita- berita yang belum jelas kebenaranya di medsos. &#8220;Jangan percaya begitu saja berita berita yang belum jelas dan ikut menyebarkan yang belum persis bahwa informasi itu apakah benar atau ada manfaatnya atau tidak. Jika memang itu tidak benar dan ada di HP kita, kita delete (hapus) juga tidak apa- apa,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Menurutnya, kebutuhan pendidikan pemilih sebagai upaya menyebarkan informasi serta menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sangat dibutuhkan saat ini, untuk mendorong pemilih pemula terlibat pada setiap tahapan pemilihan umum.</p>
<p>&#8220;Di saat yang bersamaan juga seluruh anak bangsa menjadikan media sosial sebagai saluran informasi dan komunikasi untuk berinteraksi sosial,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Untuk itulah, kata dia, Kominfo menyelenggarakan sosialisasi Pemilu 2019 yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi kepada pemilih pemula, khususnya di kalangan mahasiswa.</p>
<p>&#8220;Ini juga untuk meningkatkan pemahaman pemilih pemula, supaya menjaga kelangsungan kepemimpinan negara dengan demokrasi,&#8221; papar dia.</p>
<p>Menurutnya, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula untuk aktif dan produktif dalam mensosialisasikan pemilu 2019 di media sosial, serta meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pemilih pemula dalam membuat konten kreatif terkait sosialisasi pemilu 2019.</p>
<p>&#8220;Diharapkan dengan mengikuti kegiatan sosialisasi Pemilu ini, para mahasiswa bisa menjadikan momentum bagi mereka sebagai pemilih pemula untuk memiliki semangat yang tinggi terhadap partisipasi aktif dalam pemilu serentak 2019 demi menciptakan kualitas dan penyelenggaraan tata negara yang baik,&#8221; pungkas Meiningsih. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-cara-mengisi-ruang-medsos-dengan-hal-positif/">Begini Cara Mengisi Ruang Medsos Dengan Hal Positif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Baca Berita Hoax Sejak Pagi ?</title>
		<link>https://prokabar.com/sudah-baca-berita-hoax-sejak-pagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2017 10:45:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hoax]]></category>
		<category><![CDATA[#StopHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar. Apa Anda sudah baca berita hoax sejak pagi? Pasti sudah, karena banyak berseliweran berita-berita tidak jelas di berbagai platform media sosial, dan tentu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-baca-berita-hoax-sejak-pagi/">Sudah Baca Berita Hoax Sejak Pagi ?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar. </strong>Apa Anda sudah baca berita hoax sejak pagi? Pasti sudah, karena banyak berseliweran berita-berita tidak jelas di berbagai platform media sosial, dan tentu saja di BBM, Whatsapp, Line dan media sejenisnya.</p>
<p>Berita hoax atau bohong menyebar cepat karena berisi ketakutan, informasi yang katanya rahasia dan tentu saja soal agama. Yang terakhir ini banyak sekali.</p>
<p>&#8220;Kan berita hoax perlu untuk menyebar-nyebar fitnah,&#8221; ujar seorang anggota grup WA sambil membuat emoticon tertawa.</p>
<p>Banyak alasan berita itu menyebar, motif politik, motif SARA dan motif ekonomi. Yang banyak waktu luang, dan berita itu masuk ke logikanya, ikut ikutan pula menyebar.</p>
<p>Ada pula berita hoax itu disebar untuk merusak sistim kemasyarakatan dan kenegaraan.</p>
<p>Berita hoax kini sudah jadi musuh bersama, meski begitu biasanya yang acap terjebak justru orang-orang pintar.<br />
Kalangan pers dan pemerintah sudah menyatakan anti hoax. Anda? <strong>(eda)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-baca-berita-hoax-sejak-pagi/">Sudah Baca Berita Hoax Sejak Pagi ?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/100 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.010 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:14:29 by W3 Total Cache
-->