<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#sosok Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sosok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sosok/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2021 12:16:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#sosok Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sosok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sosok: Yulian Syahreva, Pelatih Generasi Baru Sumbar Naik ‘Grade’ ke Klub Profesional</title>
		<link>https://prokabar.com/sosok-yulian-syahreva-pelatih-generasi-baru-sumbar-naik-grade-ke-klub-profesional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 12:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[#profesional]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: ADRIL MY Padang, Prokabar &#8211; Persepakbolaan Sumatra Barat tak pernah berhenti orbitkan juru taktik ke panggung nasional. Layaknya para senior, Suhatman Imam, Jenniwardin,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosok-yulian-syahreva-pelatih-generasi-baru-sumbar-naik-grade-ke-klub-profesional/">Sosok: Yulian Syahreva, Pelatih Generasi Baru Sumbar Naik ‘Grade’ ke Klub Profesional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>ADRIL MY</strong></p>
<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Persepakbolaan Sumatra Barat tak pernah berhenti orbitkan juru taktik ke panggung nasional. Layaknya para senior, Suhatman Imam, Jenniwardin, Emral Abus, Syafrianto Rusli, John Arwandi, Indra Sjafri, Nilmaizar, Jafri Sastra, Weliansyah, Delfi Adri, Suprianto, Yeyen Tumena dan lainnya.</p>
<p>Menyusul belakangan ini generasi baru, ada Alex Aldha Yudi (asisten pelatih fisik Timnas Indonesia) dan Dian Okta (eks. Mitra Kukar/sekarang pelatih kepala Tim Kab. Tasikmalaya), Hengki Ardiles (Pelatih Kepala Akademi Semen Padang FC/Asisten Pelatih SPFC).</p>
<p>Tak cukup sampai di situ, satu nama kembali naik “grade“, meniti karir kepelatihannya dari amatir ke profesional.</p>
<p>Adalah Yulian Syahreva, di awal April 2021 untuk pertama kali menerima kontrak profesional, asisten pelatih Muba Babel United (MBU), klub Liga 2 Indonesia. Dia mendampingi pelatih kepala, Jafri Sastra, dalam mempersiapkan tim menghadapi Liga 2 musim 2021/2022 mendatang.</p>
<p>Bersama Sasi Kirono (asisten teknik), Heri Susilo (pelatih kiper) dan Budi Kurnia (pelatih fisik), Reva telah berada dengan tim di Stadion Serasan Sekate, Sekayu, Musi Banyu Asin.</p>
<figure id="attachment_86106" aria-describedby="caption-attachment-86106" style="width: 419px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-86106" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/Reva-Asisten-Pelatih-MBU-300x176.jpg" alt="" width="419" height="246" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/Reva-Asisten-Pelatih-MBU-300x176.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/Reva-Asisten-Pelatih-MBU.jpg 725w" sizes="(max-width: 419px) 100vw, 419px" /><figcaption id="caption-attachment-86106" class="wp-caption-text">Yulian Syahreva, mulai mencicipi dunia pelatih pro. (foto: ist)</figcaption></figure>
<p>“Alhamdulillah, yang pertama rasa syukur yang sangat besar kepada Allah SWT. Saya bisa diberi kesempatan dan kepercayaan yang luar biasa oleh management Muba Babel United dan Coach Jafri Sastra beserta Coach Budi Kurnia untuk bisa bekerja maupun belajar dengan mereka,” ucap Reva kepada bolabeten.com, Kamis malam (22/4).</p>
<p>Sekilas Reva, Ia termasuk deretan pelatih berbakat dan potensial Sumatera Barat. Lama berkutat di pembinaan pesepakbola usia dini/muda tim-tim SSB (Sekolah Sepak Bola).</p>
<p>SSB Painan Yunior, SSB PSTS Tabing, SSB Putra Wijaya, SSB Netral, SSB Saiyo Kota Solok, jadi tempat ia menuangkan ilmu kepelatihannya.</p>
<p>Di sela melatih SSB, lulusan Universitas Negeri Padang (UNP), S.1 Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Kepelatihan dan S.2 Manajemen Pendidikan Olahraga Pascasarjana UNP ini juga menukangi klub-klub amatir Sumatera Barat.</p>
<p>Yakni, PSP U-18 (2012) Tim Kabupaten Pesisir Selatan (PORPROV Sumbar 2014 dan 2016), Pespessel (kompetisi PSSI Liga Nusantara 2016 dan Liga 3 dan Piala Indonesia 2018) PSKB Bukittinggi (2017) dan PSP Padang (Liga 3 2019), SSB Saiyo Kota Solok (2020/Penasehat Teknis)</p>
<p>“Semua di luar pemikiran saya. Mungkin ini rencana Allah yang tidak kita duga. Dapat kesempatan mengembangkan karir kepelatihan dengan klub profesional. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik buat MUBA, meraih harapan mereka. Aamiin!,” kata Reva menutup pembicaraan.</p>
<p><strong>BIODATA</strong><br />
Nama: YULIAN SYAHREVA, M. Pd<br />
Tempat/Tgl lahir: Painan, 24 Juli 1989<br />
KEPELATIHAN<br />
2020 lisensi B AFC<br />
2017 lisensi C AFC<br />
2010 lisensi D Nasional</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosok-yulian-syahreva-pelatih-generasi-baru-sumbar-naik-grade-ke-klub-profesional/">Sosok: Yulian Syahreva, Pelatih Generasi Baru Sumbar Naik ‘Grade’ ke Klub Profesional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 04:11:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Delsy, sosok wanita inspiratif asal Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pelaku usaha rumah tangga nan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/">Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Delsy, sosok wanita inspiratif asal Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pelaku usaha rumah tangga nan gigih dan penuh sangat berinovasi.</p>
<p>Berawal pada 2005, ia memiliki sebuah warung minuman kopi dan membuat berbagai macam sarapan pagi. Seperti lontong, nasi goreng dan aneka kue lainnya. Waktu terus berjalan.</p>
<p>Ingin meningkatkan inovasi usaha, Delsy kembali berfikir, apa yang lebih bagus untuk menarik dijual selain sarapan pagi yang bisa meningkatkan pendapatan. Hingga malam, aktifitas kembali berlanjut seiring membuatkan minuman kopi untuk orang yang duduk di kedai. Santai sambil ngobrol.</p>
<p>Sang suami, seorang supir harian angkutan Tanjung Sani ke Bukittinggi. Mobil milik saudara laki-lakinya. Walau suaminya seorang supir, ia tetap bangga dan bahagia. Kehidupan cukup, untuk menghidupi kedua anak gadisnya. Anak pertama masih Kelas 1 SMPN 1 Maninjau, anak kedua kelas 3 SD Islam Rasuna Said di Maninjau.</p>
<p>Kemudian tercetus ide, Bagaimana bisa membuat kue donat yang empuk dan enak. Hingga suatu ketika, ide itu terwujud. Kue donat nan empuk dan lembut berhasil dibuat, berkat bantuan orang yang datang dari Padang.</p>
<p>Kisahnya bisa ketika ada pengerjaan jalan pengaspalan di depan rumah. Karena berjualan, para sebagian pekerja berhenti dan istirahat di warung. Salah seorang supir pekerja itu kebetulan membawa istrinya dari Padang.</p>
<p>&#8220;Kebetulan banget ibu ini bisa bikin kue. Saya bisa bantu mengajarkan membuat donat yang empuk dan lembut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Beliaulah yang mengajarkan saya bagaimana membuat donat yang lembut,&#8221; terangnya. Walau sudah jam sebelas malam menyediakan bahan untuk membuat kue donat empuk dan lembut itu, Alhamdullillah Allah masih memberiku kesehatan untuk belajar. Esok harinya, Delsy langsung mempraktekannya.</p>
<p>Sejak saat itu, selain tetap berjualan lontong dan nasi goreng, usaha kue donat dimulai dengan jumlah satu kilogram. Secara bertahap mulai naik dua kilo hingga tiga kilogram perhari.</p>
<p>Karena memiliki hobi masak-memasak, usaha donat hingga berkembang catering, meski masih skala kecil. Pesanan berkembang melalui berbagai kegiatan di tingkat jorong hingga Pemerintahan Kenagarian Sungai Batang. Berfikir, kue yang telah dibuat tidak hanya dinikmati masyarakat Tanjung Sani saja, juga bisa sampai ke luar Kenagarian Sungai Batang.</p>
<p>Pelanggan dan pembeli terus meningkat, berbelanja di warung. Dalam sehari berhasil habis mencapai 100 buah perhari.</p>
<p>Karena konsumen meningkat, Desy pun kembali meningkatkan jumlah pembuatan. Dari sekitar satu hingga tiga kilogram, menjadi 10 kilogram bahan tepung dan lainnya.</p>
<p>Donat yang dibuat mulai dititipkan ke setiap warung dan hampir ke kedai sekeliling Danau Maninjau. Harga penjualan satu buah senilai 2000 rupiah. Dengan modal motor mio untuk bisa mengantar dan menjemput sisa kue terjual. Hingga motor sempat dimodifikasi agar bisa ada keranjang mengangkut kue donat.</p>
<p>Usaha semakin meningkat, dan kue donat mulai dijual setiap hari balai di pasar tradisional. Terutama di hari rabu dan hari jumat. Namun terjadi kendala, seiring usaha meningkat, menuntut kebutuhan produksi harus ditambah. Apa daya menggunakan alat seadanya tentu produksi tidak bisa ditingkatkan lebih dari 15 kilogram bahan baku. Sementara, untuk membeli mesin pengaduk belum mampu karena harganya cukup mahal.</p>
<p>Kebutuhan terus bertambah, seiring tingkat pendidikan anak pun bertambah. Warung lontong mulai sepi. Usaha dan ide mulai buntu.</p>
<p>Berjalannya waktu, Delsy mendapat kesempatan bergabung dengan kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagai anggota aktif berbagai ilmu, pengalaman dan kesempatan bertambah lebar.</p>
<p>Kaena sudah memiliki usaha donat, pengolahan masih manual, ia tetap optimis ikut berbagai pameran atau bazar yang diadakan pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Kabupaten Agam. Kondisi ini berhasil meningkatkan kemampuan dan memiliki surat perizinan usaha seperti P-IRT, IUMK dan Sertifikat Halal dari MUI.</p>
<p>Wabah pandemi covid 19 datang secara mendadak mengganggu stabilitas perekonomian dan kesehatan. Dan ibu dua anak gadis ini harus terdiam kaku, sambil memungut 150 kotak donat tersimpan di warung. Hingga saat ini belum maksimal memproduksinya.</p>
<p>&#8220;Aku berharap bisa mendapatkan mesin pengolah roti atau donat, untuk kualitas yang lebih baik. Sampai sekarang belum juga dapat. Sementara kebutuhan dan biaya terus meningkat ke tingkat universitas. Adeknya pun akan menyusul,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk usaha donat aku istirahat dulu, tuturnya. &#8220;Aku berharap suatu saat aku bisa memiliki mesin pengaduk dan pencetak donat yang sampai bisa menghasilkan ribuan donat, dengan hasil maksimal.<br />
Karena prospeknya sangat bagus.<br />
Dan banyak disukai semua kalangan masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurut banyak pembeli, donat buatannya berbeda dengan buatan yang sering beredar di pasaran. Hanya saja keterbatasan alat produksi, ditambah pandemi Covid-19, salah satu wanita Inovatif dari Sungai Batang ini istirahat memproduksi donat. Untuk sementara waktu beralih ke bidang kuliner pengolahan ikan, karena banyak permintaan dan bergabung dengan sejumlah penggiat pengolahan ikan di tingkat Kabupaten Agam.</p>
<p>&#8220;Aku pun berfikir lagi, kenapa tidak mencoba untuk mengembangkan hasil pengolahan ikan yang berserakan di Danau Maninjau?<br />
Sementara aku hidup di pinggir Danau Maninjau yang banyak potensi dan bisa di ambil hasilnya,&#8221; Kata Delsy.</p>
<p>Ibu itu mencoba mengolah Ikan Bada, menjadi Bada Goreng Garing. Juga Rinyuak (Ikan Bada dan Rinuak merupakan ikan endemik khas Danau Maninjau) yang selalu banyak dijual orang setiap pagi. Mencoba untuk mempelajari Lagi cara mengolah Rinyuak menjadi pelengkap menu yan digemari masyarakat.</p>
<p>Sejumlah olahan terutama Dendeng Rinyuak, Rendang Rinyuak, Rinyuak Krispy Orei, Bada Goreng dan Bada Salai atau Bada Masiak. &#8220;Aku coba pasarkan melalui online ke grup yang ada di dalam kontak hp. Dan kebetulan aku bergabung dengan organisasi Aisyiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Agam yang pernah mengorbitkan aku ikut lomba ketahanan pangan untuk olahan ikan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Saat mengikuti perlombaan, berhasil lolos di Tingkat Kabupaten Agam, kemudian berlanjut ke Tingkat Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Alhamdullillah, hasil olahan ini diorbitkan ke Tingkat Nasional yang diadakan ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Bersama rombongan penggerak UMKM Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Agam, menuju Kota Budaya dan Kota lahirnya Muhammadiyah,&#8221; ulasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85917" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-767x1024.jpg" alt="" width="767" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-767x1024.jpg 767w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-225x300.jpg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-768x1025.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009.jpg 959w" sizes="(max-width: 767px) 100vw, 767px" /></p>
<p>Maaf aku lupa berapa yang ikut lanjutnya. Kami mewakili Sumatera Barat, Alhamdullillah mendapatkan nominasi terbaik, Peringkat 10 besar untuk seluruh Provinsi Se-Indonesia. Walau tidak juara satu, tapi kami bangga bisa mengikuti kompetisi.</p>
<p>Ia senang mendapat kesempatan yang tak ternilai harganya. Juga pengalaman yang kami dapatkan, sekaligus kunjungan istimewa salah seorang Profesor UGM dan Brigjen Pol Hery saat itu menjabat sebagai Waka Polda Yogjakarta. Kebetulan beliau orang Minang. Dan beliau sangat tertarik dari segala olahan ikan Danau Maninjau.</p>
<p>&#8220;Alhamdullillah jualan kami di hari pertama laris manis. Selanjutnya, aku sering datang ke kantor Dinas Perikanan dan Dinas Koperindag untuk mendekatkan diri dan produk yang aku buat. Terutama dari olahan ikan. Dengan dorongan dari dinas terkait, aku mulai mengajukan permohonan bantuan alat produksi. Tapi sampai saat ini belum ada yang berhasil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang sangat menarik dan sangat bermanfaat imbuhnya, usaha yang sudah dilakoni sudah mendapatkan sertifikat halal yang tak ternilai harganya. Dan begitu sulit untuk mengurusnya jika secara pribadi.</p>
<p>Dengan pemasaran hanya melalui online, disebarkan ke semua grup yang ada di ponselnya. Orderan lumayan bisa dikumpulkan untuk tambahan uang semester anak yang kuliah jauh darinya di Jakarta, kos pula sendiri.</p>
<p>Untuk menambah wawasan, ia mengikuti segala pelatihan-pelatihan yang diadakan dari dinas terkait. Cukup bermanfaat terutama dilaksanakan melalui dana Pokir Anggota Dewan untuk UMKM. Ilmu yang sangat berharga didapatkan.</p>
<p>Untuk saat ini, pesanan hanya bisa melalui online karena masih pandemi covid 19. Penjualan jauh merosot. &#8220;Tapi aku tak putus asa. Aku tetap mempromosikan semua produk yang aku olah. Baik melalui sosial media WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya. Bahkan membuat video lagu sambil promosi produk,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Untuk menjalani kehidupan dari mulai bangkit dan berjalan, jatuh, bangkit lagi. Jatuh lagi dan bangkit lagi. Kita butuh hidup.<br />
Tak mungkin hanya diam saja. Semangat akan tetap tumbuh, dengan dukungan suami juga anak anak,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/">Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Datuk Safar, Bukan Pelayan Rakyat Biasa</title>
		<link>https://prokabar.com/datuk-safar-bukan-pelayan-rakyat-biasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 04:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#LimaPuluhKota]]></category>
		<category><![CDATA[#Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70564</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limapuluh Kota, Prokabar — Safarudin Dt Bandaro Rajo meniti perjalanan politiknya dari bawah. Mengabdi sejak zaman baheula, kini ia dipercaya menjadi anggota DPRD Sumbar. Pernah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/datuk-safar-bukan-pelayan-rakyat-biasa/">Datuk Safar, Bukan Pelayan Rakyat Biasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Limapuluh Kota, Prokabar — </strong>Safarudin Dt Bandaro Rajo meniti perjalanan politiknya dari bawah. Mengabdi sejak zaman baheula, kini ia dipercaya menjadi anggota DPRD Sumbar.</p>
<p>Pernah menjadi kepala desa di Baruah Gunuang, Bukit Barisan, Limapuluh Kota, di tahun 1982 hingga 1993, sejak kecil Safarudin alias Datuk Safar terbiasa hidup susah.</p>
<p>&#8220;Pak Safarudin, adalah tokoh politik Limapuluh Kota yang menginspirasi. Beliau muncul tidak instan, tapi penuh daya juang,&#8221; kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Limapuluh Kota, Riko Febrianto, Senin (6/07/2020).</p>
<p>Di mata Riko Febrianto, Datuk Safar bukan sekedar senior di partai Golkar. Melainkan juga guru, sahabat dan saudara yang disegani. &#8220;Perjalanan hidup datuk Safar, patut ditauladani kalangan milineal,&#8221; sebut Riko Febrianto.</p>
<p>Safarudin Datuk Bandaro Rajo, menjadi kepala desa saat gaji masih pas-pasan. Bahkan untuk makan saja susah.</p>
<p>Maklum, kala itu, belum ada Dana Desa, Anggaran Dana Desa atau segala jenis bantuan, SPPD dan tunjangan Walinagari seperti sekarang.</p>
<p>Kendaraan satu-satunya yang ia miliki, hanya sepeda usang. &#8220;Kalau mengurus administrasi penduduk, Datuk Safar mengayuh sepedanya ke Suliki (dulu Kantor Camat Bukit Barisan bergabung dengan Suliki,-red),&#8221; kenang Inyiak Immah, wanita tua di Baruah Gunuang,</p>
<p>Tidak jarang, saat berurusan ke kantor bupati (kini eks kantor bupati di Kota Payakumbuh,-red), Safarudin harus pergi pagi pulang keesokan hari. &#8220;Kendaraan masih jarang, kalau sudah sore, tak ada angkutan pulang. Saya numpang tidur di kantor golkar, dekat kantor pemadam kebakaran sekarang,&#8221; kenang Safarudin Dt Bandaro Rajo.</p>
<p>Belasan tahun menjadi kepala desa, pada tahun 1992 Safarudin diutus Golkar menjadi anggota DPRD Limapuluh Kota hingga 1997.</p>
<p>Reformasi bergulir, pada tahun 1997 hingga 1999 Safarudin melewati amanah sebagai wakil rakyat dua periode. Semenjak tahun 1999 hingga 2004, Safarudin terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota. Namanya melambung ke sana ke mari.</p>
<p>Pada Pemilihan legislatif tahun 2004 , Safarudin memilih rehat sejenak dari kontestasi politik. Di tahun 2009, dia kembali maju dan menjadi wakil ketua DPRD Limapuluh Kota, menggantikan Alis Marajo yang tahun 2010 terpilih sebagai Bupati.</p>
<p>Pada tahun 2014-2019, Safarudin kembali terpilih dengan hitungab suara amat banyak. Dia diamanahkan Partai Golkar yang ia ketuai menjadi Ketua DPRD Limapuluh Kota.</p>
<p>Empat periode menjadi anggota dan pimpinan DPRD Limapuluh Kota, Datuk Safar terpilih menjadi anggota DPRD Sumbar pada 2019.<br />
&#8220;Pengalamannya menjadi Kepala Desa, anggota, wakil dan Ketua DPRD, membuat Safarudin matang,&#8221; jelas Syaiful Dt Majo Tagantuang, niniak mamak di Situjuah Limo Nagari.</p>
<p>*MAJU PILKADA*</p>
<p>Kini, jelang Pilkada 2020, Safarudin diminta banyak pihak, maju dalam perhelatan demokrasi lima tahunan sekali tersebut.</p>
<p>Safarudin, digadang-gadang, akan diusung Partai Golkar menjadi calon Bupati Limapuluh Kota. Banyak juga harapan muncul, Safar maju menjadi Cawabup dan berpasangan dengan Irfendi Arbi atau Darman Sahladi.</p>
<p>&#8220;InsyaAllah, dalam minggu ini, mandat dari DPP akan turun. Saya siap maju menjadi calon bupati, mohon doa dan dukungannya,&#8221; kata Safarudin Dt Bandaro Rajo, Senin (6/7/2020)</p>
<p>Partai Golkar sendiri, memiliki 5 kursi di DPRD Limapuluh Kota. Untuk mengusung calon bupati, minimal harus ada 7 kursi. Berat kemungkinan, Golkar akan berkoalisi dengan PKS ataupun PDI Perjuangan PKB dan PAN.</p>
<p>&#8220;Komunikasi ke arah sana (koalisi), terus kita rawat. Trust antar partai dan pengurus ini yang perlu kita jaga,&#8221; jelas Safarudin Datuk Bandaro Rajo. (<span><b>Vbm</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/datuk-safar-bukan-pelayan-rakyat-biasa/">Datuk Safar, Bukan Pelayan Rakyat Biasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosok Legenda: Weliansyah, Pengabdian Tanpa Batas untuk Semen Padang FC</title>
		<link>https://prokabar.com/sosok-weliansyah-pengabdian-tanpa-batas-untuk-semen-padang-fc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2020 14:01:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#Semen PadangFC]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#weliansyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jika direntang daftar nama mantan pemain Semen Padang FC sepanjang masa, nama Weliansyah layak masuk daftar legenda hidup klub Ranah Minang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosok-weliansyah-pengabdian-tanpa-batas-untuk-semen-padang-fc/">Sosok Legenda: Weliansyah, Pengabdian Tanpa Batas untuk Semen Padang FC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Jika direntang daftar nama mantan pemain Semen Padang FC sepanjang masa, nama Weliansyah layak masuk daftar legenda hidup klub Ranah Minang. Sebagian kariernya dihabiskan mengabdi untuk klub kelahiran 30 November 1980 ini.</p>
<p>Ya, Weliansyah merupakan bagian Kabau Sirah, julukan Semen Padang Fc, sebagai pemain, pelatih, sekaligus karyawan perusahaan Semen Padang. Pelatih kelahiran 19 Januari 1966 ini mengenang momen indahnya saat masih menjadi pemain SPFC, sejak junior saat tampil di Piala Soeratin 1985.</p>
<p>Ketika itu, Weliansyah berkontribusi besar membawa Semen Padang FC U-19 menjadi juara Piala Soeratin U-19 1985. Selepas itu Welainsyah bergabung dengan tim senior dan menjadi bagian dari sejarah klub saat menjadi juara Piala Galatama 1992 dan tampil di Piala Winners Asia.</p>
<p>Dalam kompetisi itu, Semen Padang mampu lolos ke babak 16 besar. Setelah menyingkirkan klub Vietnam, Semen Padang kandas di tangan Yokohama Marinos. &#8220;Itu salah satu kenangan berkesan saya bersama Semen Padang FC,&#8221; kata Weliansyah.</p>
<p>Salah satu kenangan termanis Weliansyah, yang hingga kini tak terlupakan, adalah saat dirinya mencetak gol indah ke gawang Niac Mitra Surabaya pada musim 1989. &#8220;Jadi saat itu, kiper lawan membuang bola sampai setengah lapangan. Saat bola belum jatuh ke rumput, saya tendang voli lurus dan menjadi gol,&#8221; ucap Weliansyah.</p>
<p>&#8220;Semen Padang FC pada akhirnya menang dengan skor 4-1 dalam pertandingan tersebut,&#8221; Weliansyah mengenang kontribusinya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-66122" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/iwel-300x169.jpg" alt="" width="618" height="348" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/iwel-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/iwel-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/iwel.jpg 800w" sizes="(max-width: 618px) 100vw, 618px" /></p>
<p>Meski berposisi sebagai gelandang bertahan dan juga bisa menjadi stopper, Weliansyah memiliki naluri gol. Buktinya, setiap kompetisi ia selalu mencetak gol.&#8221;Alhamdulillah kadang menyumbangkan tiga gol, empat gol setiap kompetisi. Saya juga dulu sering dipercaya menjadi eksekutor tendangan penalti,&#8221; katanya.</p>
<p>Weliansyah juga terkenal sebagai pemain yang ganas menjegal lawan. Ia mengaku setiap pemain memiliki ciri khas masing-masing.</p>
<p>Weli, sapaannya mengatakan, hanya ingin menjadi gelandang bertahan yang kuat dan pekerja keras, meski secara teknik diakuinya tidak begitu luar biasa.</p>
<p>&#8220;Kalau dulu striker asing, striker lokal, seperti Bambang Pamungkas, Kurniawan, Santiago dan pemain lama lainnya Elly Idris, Rocky Putiray, sudah tahu karakter saya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Meski dianggap ganas, Weliansyah tidak pernah kurang ajar dan tidak pernah jahat dengan pemain lawan, karena prinsipnya hanya bekerja keras. &#8220;Sebagai seorang gelandang atau stopper, saya tidak suka dilewati pemain lawan. Kalau bola yang lewat, orangnya jangan,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kalau orangnya lewat bolanya yang jangan. Sebagai seorang destroyer, demi pertahanan tim saya terkadang harus melakukan foul,&#8221; kata Weliansyah.</p>
<p>Sukses sebagai pemain, Weliansyah juga membuktikan kemampuannya dalam membesut skuat SPFC, yakni sebagai pelatih pada 2002. Ia pernah membawa Semen Padang FC U-15 ke delapan besar turnamen U-15 tahun 2002, dan membawa Semen Padang FC U-21 menjadi runner-up pada 2010-2011.</p>
<p>Pada 2013 bersama pelatih Sutan Harhara, ia membawa Timnas Indonesia U-16 menjadi runner-up Piala AFF U-16 di Myanmar. &#8220;Kami hanya kalah adu penalti melawan Myanmar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Weliansyah menjadi asisten pelatih Semen Padang FC pada 2005-2007, 2010, 2016, 2018 dan 2020. Pada 2019 Weliansyah sebentar menjadi pelatih kepala, saat menjadi pengganti Syafrianto Rusli di Liga 1.</p>
<p>Sayang, hanya beberapa pertandingan dia &#8220;terlempar&#8221; kembali ke kursi asisten, dengan kedatangan pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida. Semen Padang tetap terdegradasi. Di musim 2020 untuk Liga 2, dipertahankannya Eduardo, membuat Weli tetap jadi asisten. &#8220;Mungkin suatu saat nanti saya ada kesempatan menjadi pelatih tim ini, dengan situasi dan kondisi, serta timing yang pas.&#8221;harap Weli.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-66123" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/gonews_vmmh6_75143-300x169.jpg" alt="" width="595" height="335" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/gonews_vmmh6_75143-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/04/gonews_vmmh6_75143.jpg 520w" sizes="auto, (max-width: 595px) 100vw, 595px" /></p>
<p>Walau begitu, Weli tak mengeluhkan dimanapun posisinya dalam tim Semen Padang. Karena baginya, Semen Padang bukan sekadar klub, tapi adalah tempat pengabdiannya sebagai pelaku sepakbola. &#8220;Saya tak memikirkan dimana posisi saya, yang penting saya bisa berbuat untuk tim tim. Karena saya terlalu mencintai klub ini.&#8221;ujarnya suatu ketika.</p>
<p>Untuk soal orang yang berpengaruh dalam perjalanan karirnya, baik sebagai pemain ataupun pelatih, dia menyebut bebebrapa nama. &#8220;Untuk ilmu dan pengalaman menjadi pelatih, saya banyak juga belajar dari pak haji Suhatman Imam, Jenniwardin, dan juga Sutan Harhara,&#8221; ujarnya menyebut sosok-sosok yang dianggap sebagai gurunya.</p>
<p>Suhatman Imam merupakan legenda Sumatera Barat yang pernah ikut pra Olimpiade dan dinilainya penuh kharisma dan berkarakter keras. &#8220;Kalau Jenniwardin, beliau karakternya lebih kebapakan dan kekeluargaan. Kalau Sutan Harhara ilmu sepak bolanya saya akui,&#8221; Weliansyah menuturkan.</p>
<p>Terakhir, ia berpesan kepada para pemain sepak bola saat ini agar menjadi pesepakbola yang bertanggung jawab, punya rasa memiliki yang kuat terhadap tim. &#8220;Pemain sekarang memang sedikit beda dengan yang dulu. Kalau dulu yang dipikirkan bagaimana bisa masuk menjadi starter dan tidak mau jadi cadangan,&#8221;ia berpesan.</p>
<p>&#8220;Soal duit itu nomor dua. Saya berpesan agar pemain sepak bola saat ini, lebih disiplin dan bertanggung jawab,&#8221; Weliansyah memungkasi<strong>.(*/mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sosok-weliansyah-pengabdian-tanpa-batas-untuk-semen-padang-fc/">Sosok Legenda: Weliansyah, Pengabdian Tanpa Batas untuk Semen Padang FC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 01:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarahsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar — Masyarakat Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam merata mulai tidak mengenal tokoh panutan satu ini. Ia mantan Kepala Polisi Sumatra...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/">Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung</strong> <strong>Raya</strong>, <strong>Prokabar —</strong> Masyarakat Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam merata mulai tidak mengenal tokoh panutan satu ini. Ia mantan Kepala Polisi Sumatra Barat dan Gubernur Sumatra Barat pertama (1958-1965).</p>
<p>D. Panghulu Basa (86) salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan salah satu penyebab banyak masyarakat tidak mengenal dekat beliau, disebabkan besar di Solok dan hidup hingga akhir hayat di Kota Padang (1 April 1981). Ayahnya seorang bangsawan bernama Abdul Muis Sutan Makmur, bekerja dengan pemerintahan Belanda sebagai Kepala Stasiun (Stasiun Chef).</p>
<p>Karena jabatan sang ayah, ia bisa sekolah di HIS (Hollandasch Inlandsche School) pada tahun 1914-1921 di Padang. Usai menamatkan HIS, Ia melanjutkan pendidikan ke Kweekschool atau Sekolah Raja di Bukittinggi. Pendidikannya pun berlanjut ke OSVIA (Opleidingschool Voor Inlandsche Ambtenaren) atau Sekolah Pamong Praja untuk putra daerah di Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Kami di kampung halaman tidak terlalu banyak kiprahnya, karena lebih banyak hidup di luar sana,&#8221; ungkap D. Panghulu Basa.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-37941" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><br />
Meski demikian, seingat saya tuturnya, di saat ia menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat pernah beberapa kali pulang ke kampung halaman. Pertama saat terjadinya wabah penyakit demam berdarah menimpa masyarakat Bayur dan Maninjau.</p>
<p>Sedangkan kepulangan keduanya, disaat gejolak PRRI. &#8220;Beliau datang dan menenangkan kami untuk tidak terpancing dan ikut-ikutan. Kami diminta untuk tetap tenang dan tidak ikut bergejolak,&#8221; terang Penghulu Suku Piliang Bayur tersebut.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan di OSVIA, Kaharoeddin langsung diangkat menjadi GAIB (Gediplomesche Ambtnenaar Inlandsche Bestuur) memperbangtukan Asisten Residen 50 Kota di Payakumbuh di tahun 1926. Ia pun melanjutkan tugas ke Sawahlunto, Sijunjung, dan Solok.</p>
<p>Pada Oktober 1932, Datuk Rangkayo Basa ini dipromosikan menjadi Asisten Demang (Onderdistrict Hoofd) di Solok dan Talang, Cupak. Ia juga pernah menjabat Adat Zaken atau Ahli Adat pada Gewestelijk Kantoor (Kantor Keresidenan) Sumatra Barat pada 1934 di Padang.</p>
<p>Berbagai jabatan pun berlanjut hingga kependudukan Jepang. Bahkan sempat menjabat Asisten Wedana Polisi (1942) dan dikirim belajar ke Singapura dan sekembali di sana diangkat menjadi Keibu (Setingkat Inspektur Polisi).</p>
<p>Setelah Proklamasi, Kaharoeddin bersama perwira polisi senior seperti Raden Suleman, Sulaiman Effendi dan Ahmadin Dt. Berbangsa mengambil alih semua kantor polisi dari Jepang. Mendirikan Kepolisian RI di Sumatra Barat, awal tahun 1946. Markas Istimewa bertempat dibekas Sekolah Raja (Komplek SMA 2 Bukittinggi saat ini).</p>
<p>Walinagari Bayur, Zul Efwan menjelaskan ketokohan Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa sangat besar. Ia dikenal perwira polisi jujur dan hidup sederhana. Suri tauladannya hendak menjadi panutan atau contoh bagi seluruh generasi bangsa saat ini.</p>
<p>&#8220;Saat ini, generasi bangsa telah mulai diracuni hidup feodal dan kapitalis. Menggiring kita hidup individual dan bermental cacat. Dan untuk melawan cacat moral ini, kita harus memunculkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan terdahulu. Apalagi para tokoh tersebut sudah mulai dilupakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah satu tokoh besar asal Bayur ini adalah Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa. Meski beliau tidak besar di kampung halamannya, namun bentuk kecintaannya pada Bayur, sering kali ambil tindakan langsung disaat terjadi permasalahan. Seperti adanya musibah penyakit atau terjadinya gejolak PRRI yang sempat memicu pergerakan masyarakat Bayur. Ia berhasil meredam pergejolakan di Nagari Bayur.</p>
<p>Ketegangan terjadi dengan Dewan Benteng dipimpin Ahmad Husain yang sebelumnya telah mengambil alih jabatan Gubernur Sumatra Tengah dari Roeslan Moeljohardja pada 20 Desember 1956. Husein mengumumkan pembentukan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Bukittinggi pada 20 Februari 1958.</p>
<p>Menghindari pertumpahan darah, dan menyingkir ke Matur. Dan mengirim keluarganya ke Maninjau. Sementara ia menetap di Padang Sago, Padang Pariaman hingga pasukan APRI dipimpin Kolonel Ahmad Yani dan berhasil menduduki Padang dan Bukittinggi akhir April 1958.</p>
<p>Bersamaan itu, pemerintah pusat membentuk DTS I Sumatra Barat mengangkat Komisaris Besar Polisi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa sebagai Acting Gubernur/ Kordinator Pemerintah Sipil Sumatera Barat berdasarkan Kepres Nomor 363/M/1958 oleh Presiden Soekarno pada 10 Mei 1958. Ia diangkat karena dianggap sebagai putra daerah yang cakap dan tokoh yang dapat diterima semua pihak. <b>(*/rud)</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <i>Agam Outlook 2017</i></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/">Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deni Susanti, Guru PAUD Berprestasi Sumbar 2018</title>
		<link>https://prokabar.com/deni-susanti-guru-paud-berprestasi-sumbar-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 13:37:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=12178</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limapuluh Kota, Prokabar &#8211; Guru Taman Kanak-kanak (TK) Annisa, Lareh Saho Halaban, Limapuluh Kota, terpilih menjadi &#8220;Guru PAUD Berprestasi Sumbar 2018&#8221;. Santi, begitu ia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deni-susanti-guru-paud-berprestasi-sumbar-2018/">Deni Susanti, Guru PAUD Berprestasi Sumbar 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Limapuluh Kota, Prokabar &#8211;</strong> Guru Taman Kanak-kanak (TK) Annisa, Lareh Saho Halaban, Limapuluh Kota, terpilih menjadi &#8220;Guru PAUD Berprestasi Sumbar 2018&#8221;.</p>
<p>Santi, begitu ia disapa, membawa harum nama Kabupaten Limapuluh Kota ke tingkat nasional. Dia terpilih menjadi guru berprestasi tingkat nasional setelah meraih Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi.</p>
<p>Sebelumnya, Santi, harus mengikuti seleksi Apresiasi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Tingkat Provinsi Sumbar tahun 2018.<br />
Seleksi itu diikuti ratusan guru dari 19 kabupaten/kota.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya, Ibuk Santi mewakili kecamatan Lareh Sago Halaban, untuk seleksi di Kabupaten Limapuluh Kota. Alhamdulillah, beliau juara dan menang pula di Sumbar,&#8221; sebut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati Munir, dihubungi Prokabar Selasa (3/7) malam.</p>
<p>Menurut Indrawati Munir, ke depan, Santi akan bertanding di tingkat Nasional. &#8220;Mohon doa dan dukungannya untuk Ibuk Santi,&#8221; demikian Indrawati Munir.</p>
<p>Adapun runner up dalam lomba guru PAUD berprestasi tingkat Sumbar, diraih oleh Fitra Susanti dar Tanah Datar dan Rafikah Hasanah dari Pasaman Barat. (<b>vbm</b>)</p>
<p>=======</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deni-susanti-guru-paud-berprestasi-sumbar-2018/">Deni Susanti, Guru PAUD Berprestasi Sumbar 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 44/139 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.024 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:19:05 by W3 Total Cache
-->