<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#songket Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/songket/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/songket/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Feb 2024 04:47:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#songket Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/songket/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program TJSL 2024, Semen Padang Gandeng Sejumlah Pihak</title>
		<link>https://prokabar.com/program-tjsl-2024-semen-padang-gandeng-sejumlah-pihak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 04:47:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Silungkang]]></category>
		<category><![CDATA[#songket]]></category>
		<category><![CDATA[#TJSL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar  &#8211; PT Semen Padang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah stakeholders terkait program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/program-tjsl-2024-semen-padang-gandeng-sejumlah-pihak/">Program TJSL 2024, Semen Padang Gandeng Sejumlah Pihak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong>  &#8211; PT Semen Padang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah stakeholders terkait program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2024, di Wisma Indarung PT Semen Padang, Kamis (22/2/2024).</p>
<p>PKS yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Indrieffouny Indra itu, meliputi Program Beasiswa Anak Nagari Semen Padang (Bangsa), Program Maggot, Program Songket, Program Ikan Garing, Program Kaliandra Merah dan Program Kopi Padayo.</p>
<p>PKS tersebut, bekerja sama dengan Politeknik Negeri Padang (PNP), Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Andalas (Unand), Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sialangan, dan dengan Anita Dona Sari sebagai pemilik Dolas Songket,</p>
<p>Acara penandatanganan PKS itu turut disaksikan oleh Direktur Keuangan &amp; Umum PT Semen Padang Oktoweri, Wakil Rektor IV Unand, Hen Maidi, Wakil Rektor I UBH, Hendra Suherman, dan Direktur PNP, Surfa Yondri.</p>
<p>Kemudian, juga hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Kepala Koperindag Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, Ketua LPPM Unand Marzuki, Ketua Pusat Studi Alam Sumatera Jabang Nurdin, dan Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kopi dan Kakao (Pusbangkoka) Unand, Reflinaldon.</p>
<p>Direktur Utama PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatangan PKS ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan Program TJSL BUMN.</p>
<p>Untuk pelaksanaannya, berorientasi pada pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan berpedoman kepada tujuh Subjek Inti ISO 26000 sebagai Standar Global dalam pelaksanaan CSR. &#8220;Untuk pelaksanaan program TJSL ini, tentunya kami tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga perlu adanya kolaborasi semua pihak,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap, komitmen pemerintah, akademisi dan praktisi, serta penerima manfaat untuk dapat membantu program-program TJSL Tahun 2024 ini dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dan, untuk itulah, pelaksanaan PKS tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami menyadari bahwa dukungan semua pihak sangat dibutuhkan oleh PT Semen Padang untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu, setiap tahun kami menyusun program CSR di segala bidang dengan harapan tercipta hubungan yang saling menguntungkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, kata Indrieffouny, pihaknya berharap agar kerja sama ini dapat terus ditingkatkan, terutama pada program-program pemberdayaan masyarakat sekitar, program sosial kemasyarakatan dan keagamaan, serta program pendidikan dan lain-lain.</p>
<p>Direktur PNP Surfa Yondri mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada PT Semen Padang yang telah mempercayakan PNP untuk melaksanakan Program Bangsa berupa Beasiswa Anak Nagari, dimana pada tahun ini PNP bekerja sama dengan PT Semen Padang membuka kelas kerja sama.</p>
<p>&#8220;Pada kelas kerja sama ini, penerima beasiswa gratis kuliah di PNP dan mendapatkan uang saku dari Semen Padang. Tentunya, ini sesuatu yang sangat luar biasa dan patut diapresiasi. Mudah-mudahan, ini menjadi model dan prototipe untuk pengembangan sumber daya manusia ke depan. Kami selalu mendoakan Semen Padang selalu berjaya, selalu bermanfaat dan berkah terhadap apa yang dilakukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Wakil Rektor IV Unand, Henmaidi juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah melibatkan Unand dalam PKS terkait Program Magot. &#8220;Terimakasih kepada Semen Padang dan seluruh pihak. Mudah-mudahan langkah yang kita tandatangani pada hari ini tidak berhenti pada selembar kertas yang kita tandatangani ini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dosen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand, Resti Rahayu, yang turut hadir pada penandatangan PKS itu menambahkan bahwa Unand melalui Pusat Studi Alam Sumatera, tentunya berterima kasih kepada PT Semen Padang, karena dilibatkan untuk mendampingi Program Maggot.</p>
<p>&#8220;Penandatanganan PKS hari ini merupakan hal yang luar biasa , dan ini menandakan bahwa Semen Padang bersungguh-sungguh dalam mengembangkan Maggot untuk pemberdayaan masyarakat lingkungan Semen Padang. Dan, kami siap untuk mendukung Program Maggot ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan pemilik usaha Songket Dolas Silungkang, Anita Dona Sari. &#8220;Kami juga berterima kasih dengan Semen Padang, karena telah memberikan kepercayaan kepada kami. Dan, kami siap melakukan pembinaan tentang songket untuk pemberdayaan masyarakat di Lunto Timur, Kota Sawahlunto. Kami berharap melalui PKS ini, Songket Silungkang lebih dikenal lagi di Indonesia atau mendunia,&#8221; ujarnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/program-tjsl-2024-semen-padang-gandeng-sejumlah-pihak/">Program TJSL 2024, Semen Padang Gandeng Sejumlah Pihak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</title>
		<link>https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 17:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pandaisikek]]></category>
		<category><![CDATA[#sandiagauno]]></category>
		<category><![CDATA[#songket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Dalam lawatanya ke Sumatera Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengunjungi Sentra Songket Pandai Sikek di Kecamatan X...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/">Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah</strong> <strong>Datar, Prokabar</strong> &#8211; Dalam lawatanya ke Sumatera Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengunjungi Sentra Songket Pandai Sikek di Kecamatan X Koto, Rabu (21/4).</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Sandi Uno menyempatkan untuk bincang-bincang dan mendengar keluhan dan harapan pelaku usaha songket.</p>
<p>Selain itu Sandi Uno juga melihat langsung proses pembuatan kain songket sekaligus mencoba memakai peralatan tenun yang tergolong tradisional itu.</p>
<p>Sandiaga Uno mengatakan songket sebagai sub sektor ekonomi kreatif perlu untuk dikembangkan.</p>
<p>“Kita ingin kembangkan ekonomi kreatif Pandai Sikek bagian dari pola perjalanan agar Tanah Datar bisa menjadi tujuan utama bukan menjadi tujuan alternatif saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, ini yang harus kita bangun melalui adaptasi teknologi, pergerakan iven termasuk juga pengembangan desa wisata dengan harapan pendapatan masyarakat meningkat dan lapangan pekerjaan juga terbuka.</p>
<p>Terkait penurunan omzet penjualan, Menteri Sandi Uno minta pengrajin maupun pedagang untuk bersabar.</p>
<p>“Pesan saya kepada pengrajin tetap sabar, memang pandemi ini ujian buat seluruh dunia,” ungkapnya.</p>
<p>Menteri Sandi juga berharap permasalahan bahan baku, ongkos kirim yang mahal serta kondisi pandemi perlu cari solusinya.</p>
<p>“Di balik kondisi pandemi ini, bagaimana sektor-sektor ekonomi kreatif bisa beradaptasi dengan teknologi, mendapat sentuhan dan dukungan pemerintah, dunia usaha dan pentahelix, peningkatan kualitas produk, peningkatan dari segi efisiensi biayanya serta perlu subsidi ongkos kirim,” ucap Sandi.</p>
<p>Sementara, Wakil Bupati Richi Aprian di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Parekraf ke sentra tenun Pandai Sikek.</p>
<p>“Terima kasih atas kunjungan ini, kami berharap dengan kehadiran Bapak menteri di sini dapat mensuport kami yang ada di Tanah Datar untuk mengembangkan Tanah Datar menjadi salah satu tujuan utama pariwisata, belum ke Sumatera Barat kalau belum ke Tanah Datar,” ucap Wabup. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/">Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenun (Songket) Koto Gadang Terancam Punah</title>
		<link>https://prokabar.com/tenun-songket-koto-gadang-terancam-punah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2021 11:55:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#songket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kelestarian Songket Khas Koto Gadang masih terpajang indah di Amai Setia. Menjadi saksi bisu pengrajin Bundo Kanduang dimasa tempo dulu. Namun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tenun-songket-koto-gadang-terancam-punah/">Tenun (Songket) Koto Gadang Terancam Punah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Kelestarian Songket Khas Koto Gadang masih terpajang indah di Amai Setia. Menjadi saksi bisu pengrajin Bundo Kanduang dimasa tempo dulu. Namun kini, tidak banyak pengrajin lagi di sini.</p>
<p>Koto Gadang, Negeri tokohnya para pejuang. Nagari yang dipenuhi pahlawan yang tidak tanggung-tanggung perannya di Negara Kesatuan Republik Indonesian ini. Diawali lahirnya sosok Ulama Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Haji Agus Salim, Rohana Kudus, Soetan Sjahril, Jenderal Rais Abin dan lainnya.</p>
<p>Dahulunya merupakan pemukiman sekaligus markas kolonial Belanda sejak era VOC jaya di Ranah Minang. Banyak Bangsa Belanda hidup berdampingan dengan masyarakat, hingga membuat sekolah-sekolah untuk anak cucu mereka. Kondisi itu membuat anak-anak pribumi kalangan bangsawan, berkesempatan mencicipi dunia pendidikan. Dan membuka gerbang kemajuan generasi bangsa pada saat itu.</p>
<p>Setelah menempuh pendidikan modren ala Belanda, generasi Minang itu juga tidak luput dengan pendidikan khusus dari generasi tua. Yakni Pendidikan Surau. Hal inilah yang menerpa mental dan karakter para Tokoh Nasional berdarah Minangkabau, meski mengikuti pendidikan modren ala Belanda namun tetap teguh dengan Keimanan dan Ketaqwaan Kepala Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Pondasi dasar telah tertanam kuat, mengakar hingga jiwa dan raganya. Pendidikan Surau telah memupuk falsafah &#8220;Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah&#8221;. Disertai konsep pemikiran luas &#8220;Alam Takambang Jadi Guru&#8221;.</p>
<p>Selain peninggalan bangunan dan rumah bersejarah, terdapat sejumlah bukti kejayaan dan Kebesaran Nagari Koto Gadang. Yakni Songket Khas Koto Gadang.</p>
<p>Akan tetapi kejayaan itu, seakan-akan tinggal nama dan hampir punah ditelan masa. Tidak banyak lagi pengrajin disertai karya-karya tenun itu diproduksi. Meski demikian, kesempatan untuk membangkitkan masih bisa dilakukan dengan perhatian serius dari pihak berkepentingan.</p>
<p>Susi, satu-satunya penenun sekaligus penjaga Rumah Kerajinan Amai Setia Koto Gadang menjelaskan, tidak banyak lagi peminat generasi muda untuk belajar menenun atau Songket. Selain tingkat kesulitannya cukup tinggi, hobi generasi di era globalisasi ini sudah sangat menjauhkannya dari kearifan lokal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berusaha mencoba berbagai upaya untuk merangkul gadis remaja dan wanita dewasa, untuk bisa menjadi kader regenerasi kami. Namun apa daya, minat dan hobi mereka sudah jauh dari panggang dengan api. Kondisi ini membuat kami kesulitan untuk mengembangkan songket atau tenun Koto Gadang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Parahnya, bahan kain dan benang saat ini, sangat ketergantungan dengan Silungkang. &#8220;Karena mereka sudah maju lebih dulu dan lebih peduli untuk mengembangkan kerajinan tenun yang dimilikinya. Jauh berbeda dengan kita yang sangat minim dukungan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sejumlah pihak seperti peneliti sekaligus pemerhati songket tenun dari luar negeri, pernah membantunya untuk pengembangan. Bahkan telah berusaha menciptakan kreasi baru untuk memudahkan menenun.</p>
<p>&#8220;Kami berkesempatan mendapat pelatihan, hingga akhirnya bisa menenun seperti saat ini. Untuk saat ini, hanya kami yang agak intens memproduksi songket atau tenun Khas Koto Gadang. Pesanan sering banyak dari Silungkang dan dijual di sana. Saya berharap, Songket Koto Gadang ini dapat bangkit dan dipenuhi pengrajin,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Kami akan berusaha dan membangkitkan lagi songket Koto gadang ini agar hidup lagi dan tidak tinggal cerita saja di fanak cucu nantinya. Tentu ini butuh dukungan dan dorongan dari nagari dan masyarakat juga dari pemerintah,&#8221; pungkasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tenun-songket-koto-gadang-terancam-punah/">Tenun (Songket) Koto Gadang Terancam Punah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! Desainer Elga Naldy Bawa Songket Koto Gadang Ke Fashion Trade Show Di Rusia</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-desainer-elga-naldy-bawa-songket-koto-gadang-ke-fashion-trade-show-di-rusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 12:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#elganaldy]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PakaianAdatTradisional]]></category>
		<category><![CDATA[#pakaianminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#songket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kesempatan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia, jadi pengalaman berharga bagi desainer Elga Naldy. Tepatnya 3 &#8211; 6 September mendatang,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-desainer-elga-naldy-bawa-songket-koto-gadang-ke-fashion-trade-show-di-rusia/">Keren! Desainer Elga Naldy Bawa Songket Koto Gadang Ke Fashion Trade Show Di Rusia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Kesempatan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia, jadi pengalaman berharga bagi desainer Elga Naldy.</p>
<p>Tepatnya 3 &#8211; 6 September mendatang, Elga bersama sejumlah desainer dipercaya mewakili Indonesia di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show.</p>
<p>&#8220;Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya,&#8221; tutur Elga saat ditemui Prokabar.com di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum&#8217;at (30/8).</p>
<figure id="attachment_45420" aria-describedby="caption-attachment-45420" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-45420" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/99B3D078-1E7F-4CC7-9AE7-62340470897D-1024x576.jpeg" alt="Foto Beb - Selain design berbahan songket, Elga juga mengenalkan produksinya berupa tas dengan brand Larie" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/99B3D078-1E7F-4CC7-9AE7-62340470897D-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/99B3D078-1E7F-4CC7-9AE7-62340470897D-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/99B3D078-1E7F-4CC7-9AE7-62340470897D-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/99B3D078-1E7F-4CC7-9AE7-62340470897D.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-45420" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Selain design berbahan songket, Elga juga mengenalkan produksinya berupa tas dengan brand Larie</figcaption></figure>
<p>Diceritakan Elga, saat melakukan research kain khas orang Minang mendapat tawaran dari seorang temannya. Ajakan inilah yang membuat Elga enggan melewatkan kesempatan begitu saja. Apalagi Sumatera Barat merupakan tanah leluhurnya.</p>
<p>&#8220;Sekitar lima bulan lalu saat research bahan kain khas Padang yaitu Songket Koto Gadang, saya mendapat tawaran. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia,&#8221; kisahnya.</p>
<p>Tanpa membuang waktu lagi, Elga lantas menyiapkan segalanya. Termasuk memikirkan bagaimana caranya mengaplikasikan kain songket menjadi pakaian yang casual.</p>
<p>&#8220;Kain songket kan digunakan di acara tertentu. Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Karena fisiknya memang kaku, terasa berat karena dibuat dari benang emas,&#8221; sebut Elga.</p>
<p>Melihat keunikan dari kain songket inilah yang membuat Elga tertantang. Elga lantas melakukan perpaduan teknologi yang dipakai orang India.</p>
<p>&#8220;Saya kan bolak balik ke India membuka usaha tekstil di sana. Lalu saya tawarkan bisa nggak orang sana buat seperti Songket Koto Gadang dengan teknologi yang ada. Ternyata mereka bisa menghasilkan kain mirip songket yang bisa dipakai sehari-hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-45421" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/4A93323F-B918-4D11-A7CC-C4A20AB18C88-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/4A93323F-B918-4D11-A7CC-C4A20AB18C88-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/4A93323F-B918-4D11-A7CC-C4A20AB18C88-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/4A93323F-B918-4D11-A7CC-C4A20AB18C88-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/08/4A93323F-B918-4D11-A7CC-C4A20AB18C88.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" />Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan pakem dari Songket Koto Gadang. Warna yang dipilih pun lebih ke warna alam, seperti, hijau, hitam, coklat, putih dan oranye.</p>
<p>&#8220;Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadu warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia,&#8221; ujarnya bersemangat.</p>
<p>Kekuatan disain Elga kali ini bermain dengan bordiran, kain-kain etnik khas Indonesia seperti kain songket Padang. Kain-kain tersebut disulap menjadi busana yang casual, dan sangat cocok utk dipakai sehari-hari.</p>
<p>Selain itu, Elga juga membuat busana-busana malam dengan motif yang diciptakannya sendiri. Motif bunga-bunga di atas bahan silk, mendominasi karya Finalis Gadis Sampul ini. Padu padan bordir, kain songket, dan lace menyatu dalam disain ibu muda ini.</p>
<p>“Persiapan untuk Show CPM Internasionl Fashion Trade Show Moscow ini, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu. Karena ini ajang internasional dan membawa nama Indonesia saya sangat serius menyiapkan segala keperluan untuk show dan pameran. Saya nggak mau malu-maluin nama Indonesia, karenanya saya total berkonsentrasi menyiapkannya”, pungkas Elga. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-desainer-elga-naldy-bawa-songket-koto-gadang-ke-fashion-trade-show-di-rusia/">Keren! Desainer Elga Naldy Bawa Songket Koto Gadang Ke Fashion Trade Show Di Rusia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/109 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:52:51 by W3 Total Cache
-->