<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Soekarno Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/soekarno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/soekarno/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2023 00:46:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Soekarno Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/soekarno/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edy Utama : Pemerintahan di Sumbar Sibuk dengan Kemasan, Minus Gagasan</title>
		<link>https://prokabar.com/edy-utama-pemerintahan-di-sumbar-sibuk-dengan-kemasan-minus-gagasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2023 00:46:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EdyUtama]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111395</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG &#8211; Budayawan Minang, Edy Utama menilai, jajaran pemerintahan di Sumatera Barat tidak tahu dengan Labu nan Kamek (labu yang enak-red). Lebih sibuk dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/edy-utama-pemerintahan-di-sumbar-sibuk-dengan-kemasan-minus-gagasan/">Edy Utama : Pemerintahan di Sumbar Sibuk dengan Kemasan, Minus Gagasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PADANG</strong> &#8211; Budayawan Minang, Edy Utama menilai, jajaran pemerintahan di Sumatera Barat tidak tahu dengan Labu nan Kamek (labu yang enak-red). Lebih sibuk dengan kemasan, minus dengan gagasan.</p>
<p>Hal itu dikatakan Edy Utama merespon diruntuhkannya kediaman Ema Idham, sebuah bangunan Cagar budaya di Kota Padang oleh pemiliknya saat ini, pekan lalu.</p>
<p>Pada tahun 1942 lalu, rumah ini pernah ditempati Sukarno dalam perjalanannya ke Sumatera Barat dari Bengkulu. Sebelum dimiliki Ema Idham, rumah ini merupakan kediaman Dr Woworuntu yang didirikan pada tahun 1930.</p>
<p>“Selama 5 bulan lebih di Padang usai perjalanan darat dari Bengkulu, Sukarno bermukim di rumah sahabat lamanya asal Manado, Woworunto yang kini kondisi rumahnya telah runtuh. Saat itu, Sukarno belum seorang presiden. Masih seorang tokoh asal Pulau Jawa,” ungkap Edy Utama yang juga Ketua Bidang Kebudayaan PDI Perjuangan Sumatera Barat, Rabu.</p>
<p>Dalam kurun waktu yang relatif singkat itu, ungkap Edy Utama, sejarah mencatat, Sukarno diterima dengan baik oleh masyarakat Minang bahkan sampai bertemu dengan Syekh Abdullah Abbas di Padang Japang, Kabupaten Limapuluh Kota. Sukarno, di saat itu, juga sudah jadi orang yang disegani bala tentara Jepang.</p>
<p>“Dalam konteks hari ini bagi Sumatera Barat yang telah mencanangkan tahun kunjungan pariwisata (Visit Beautiful West Sumatera/VBWS) 2023, sejarah keberterimaan orang Jawa yang diwakili dengan ketokohan Sukarno di tengah masyarakat Minang, merupakan sebuah peristiwa yang layak dikemas sebagai magnet kunjungan wisatawan nusantara terutama ke para Sukarnoisme,” nilai Edy Utama.</p>
<p>Edy kemudian mencontohkan Haul Bung Karno di Kota Blitar. Pada bulan Juni setiap tahunnya, Kota Blitar dibanjiri puluhan ribu pengunjung yang akan menghadiri haul presiden pertama Republik Indonesia itu.</p>
<p>Hal serupa juga dilakukan Kota Bengkulu yang menjadikan rumah pengasingan Sukarno, jadi sebuah museum. Setiap tahunnya, museum ini jadi magnet wisatawan ‘Sukarnoisme’ datang berkunjung ke Bengkulu.</p>
<p>“Di Kota Padang, Sumatera Barat, kediaman Sukarno dengan segala sejarah yang pernah melingkupinya, malah dibiarkan runtuh. Salah satu magnet wisata itu kini dibiarkan tak berbekas. Ini sebuah tragedi bagi sebuah daerah yang telah mencanangkan tahun kunjungan wisatawan,” ungkap Edy Utama.</p>
<p>“Sampai hari ini, populasi Sukarnoisme itu sangat banyak di Pulau Jawa. Kita sama-sama tahu, penduduk Suku Jawa itu yang terbanyak di negara ini. Tentunya, mereka adalah pasar potensial kita dalam konteks industri pariwisata. Sayang, salah satu magnetnya dibuang begitu saja di Sumatera Barat,” tutup Edy. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/edy-utama-pemerintahan-di-sumbar-sibuk-dengan-kemasan-minus-gagasan/">Edy Utama : Pemerintahan di Sumbar Sibuk dengan Kemasan, Minus Gagasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-pidato-presiden-soekarno-di-bawah-pohon-beringin-sgb-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 14:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#pidatosoekarno]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Presiden Soekarno pernah berkunjung ke Maninjau dan sempat berpidato di bawah Pohon Beringin sekitar kawasan SMA Negeri 1 Tanjung Raya, dulunya merupakan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-pidato-presiden-soekarno-di-bawah-pohon-beringin-sgb-maninjau/">Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Presiden Soekarno pernah berkunjung ke Maninjau dan sempat berpidato di bawah Pohon Beringin sekitar kawasan SMA Negeri 1 Tanjung Raya, dulunya merupakan Sekolah Guru Bawah (SGB) Maninjau.</p>
<p>SGB Maninjau merupakan sekolah mencetak guru-guru pengajar di tingkat sekolah dasar atau guru SD.</p>
<p>Begitulah penuturan Angku Yus Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatiah itu, kepada <em>Prokabar.com</em> beberapa waktu lalu.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://prokabar.com/historia-di-balik-kemesraan-soekarno-dan-nikita-khrushchev-lahirlah-stadion-utama-gbk/">Di Balik Kemesraan Soekarno dan Nikita Khrushchev, Lahirlah Stadion Utama GBK</a></strong></p>
<p>Tokoh Budayawan yang baru saja mendapat penghargaan Pelestari Budaya Maestro Seni Minangkabau dari Gubernur Sumatera Barat itu juga menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada tahun 1948.</p>
<p>&#8220;Pada saat itu saya masih menjalani pendidikan kelas dua sekolah dasar di Sekolah Rakyat Governemen Kubu Sungai Batang. Kedatangan Presiden RI pertama itu, disambut meriah seluruh masyarakat dan pelajar Salingka Danau Maninjau,&#8221; terangnya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-pidato-presiden-soekarno-di-bawah-pohon-beringin-sgb-maninjau/">Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Historia: Di Balik Kemesraan Soekarno dan Nikita Khrushchev, Lahirlah Stadion Utama GBK</title>
		<link>https://prokabar.com/historia-di-balik-kemesraan-soekarno-dan-nikita-khrushchev-lahirlah-stadion-utama-gbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 15:19:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#GBK]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[#Stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Hubungan paling mesra Indonesia dan Uni Soviet terjadi ketika di bawah Presiden Soekarno dan Nikita Khrushchev. Salah satu hasil kemesraan itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/historia-di-balik-kemesraan-soekarno-dan-nikita-khrushchev-lahirlah-stadion-utama-gbk/">Historia: Di Balik Kemesraan Soekarno dan Nikita Khrushchev, Lahirlah Stadion Utama GBK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Hubungan paling mesra Indonesia dan Uni Soviet terjadi ketika di bawah Presiden Soekarno dan Nikita Khrushchev. Salah satu hasil kemesraan itu lahirlah Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang dulu bernama Stadion Utama Senayan, Jakarta.</p>
<p>Dalam suatu kunjugan ke Indonesia, salah satu agenda Presiden Nikita Khrushchev adalah meninjau proyek-proyek pemerintah. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Soekarno mengundang rombongan Khrushchev menyaksikan lokasi rekonstruksi kompleks olahraga. Sebuah stadion dengan atap melingkar menjadi pusatnya.</p>
<p>“Soekarno meminta agar kami membangun stadion di ibu kota negaranya, Jakarta, yang akan menampung ribuan penonton,” kenang Khrushchev dalam memoarnya Memoirs of Nikita Khrushchev: Volume 3.</p>
<p>Pada Februari 1960, proyek itu masih berbentuk maket ketika Khrushchev meninjaunya. Kini, ia menjadi stadion kebangaan milik rakyat Indonesia: Gelora Bung Karno (GBK). “Ini dibangun oleh spesialis Soviet yang sudah berpengalaman dalam proyek seperti ini,” ujar Khrushchev.</p>
<p>Permintaan itu sebenarnya sudah diajukan bertahun sebelumnya. Setelah gagal mendapat kredit dari Amerika Serikat, Soekarno beralih kepada Uni Soviet. Dalam kunjungan ke Moskow pada 1956, Sukarno melontarkan keinginannya terhadap Khrushchev: pemerintah Indonesia butuh pinjaman untuk pembangunan.</p>
<p>Khrushchev menyambut dengan tangan terbuka. Dalam pandangan sang kamerad, Indonesia masih negara terbelakang yang sedang berkembang. Dia lantas menawarkan pinjaman lunak dengan bunga ringan dan dapat dibayar dalam jangka panjang. Negosiasi pun terjalin diantara keduanya.</p>
<p>Di tengah pembicaraan, Krushchev tercengang. Tiba-tiba, hal pertama yang disebut Soekarno adalah keinginan untuk membangun stadion. Dalam memoarnya, Khrushchev mengurai silang pendapat dengan Soekarno.</p>
<p>“Untuk apa anda menginginkannya?” Khrushchev bertanya pada Sukarno.<br />
“Untuk mengadakan demonstrasi publik yang besar,” kata Soekarno.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-69917" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/karno-300x168.jpg" alt="" width="632" height="354" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/karno-300x168.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/karno.jpg 700w" sizes="(max-width: 632px) 100vw, 632px" /></p>
<p>Khrushchev terkejut dan menyarankan bahwa itu bukan cara yang rasional untuk menghabiskan uang. Dalam hatinya, Khrushchev menganggap pembangunan stadion sebagai permintaan konyol. Namun pada akhirnya, dia dapat memahami alasan di balik keinginan Soekarno untuk membangun stadion.</p>
<p>“Secara umum, dia (Soekarno) lebih suka mengumpulkan kerumunan orang, Sepertinya dia selalu membutuhkan penonton, dan karena itu dia butuh panggung besar, dan itu adalah stadion yang pada akhirnya kami bangun.&#8221;kata Khrushchev</p>
<p>Dana pembangunan stadion GBK cair pada 1959. Jumlahnya cukup mahal: 12.5 juta dolar. Para insinyur dan teknisi Uni Soviet dilibatkan untuk merancang stadion berkapasitas 110.000 orang itu. Untuk ukuran Asia Tenggara, stadion ini diproyeksikan menjadi yang termegah dan terbesar.</p>
<p>Pembangunan stadion GBK tak luput dari kritik di dalam negeri. Pasalnya, proyek ini ditengarai sebagai ambisi pribadi dari Presiden Soekarno pada saat kesejahteraan rakyat masih terbilang sulit. Dalam otobiografinya, Soekarno mengakui banyak orang yang menganggap dirinya menghambur-hamburkan harta rakyat.</p>
<p>“Ini semua bukanlah untuk kejayaanku, semua ini dibangun demi kejayaan bangsa. Supaya bangsaku dihargai oleh seluruh dunia,” kata Soekarno dalam otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.</p>
<p>Walhasil pembangunan stadion yang berasal dari kucuran dana Uni Soviet cukup memuaskan Soekarno. Kota-kota lain di dunia, menurutnya, boleh jadi punya stadion yang lebih besar, tapi tak satu pun yang mempunyai atap melingkar seperti yang ada di ibu kota Indonesia.</p>
<p>“Ya, memberantas kelaparan memang penting, akan tetapi memberi makan jiwa yang telah diinjak-injak dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggan mereka&#8211;ini pun penting,” ungkap Soekarno.</p>
<p>Stadion GBK mulai dibuka dan diresmikan pada tahun 1962. Ia menjadi saksi perhelatan olahraga terbesar se-Asia. yaitu Asian Games pada tahun itu juga. Setahun kemudian, pentas olahraga bertaraf internasional yakni GANEFO (Games of the New Emerging Forces) pun digelar di sana.</p>
<p>Selain untuk kegiatan olahraga, Stadion GBK pun acapkali menjadi pusat rapat-rapat akbar, dan yang terpenting jadi gelanggang bagi Soekarno mengumandangkan pidato-pidato heroiknya.(*)</p>
<p>Sumber: <strong>historia.id</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/historia-di-balik-kemesraan-soekarno-dan-nikita-khrushchev-lahirlah-stadion-utama-gbk/">Historia: Di Balik Kemesraan Soekarno dan Nikita Khrushchev, Lahirlah Stadion Utama GBK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​PRRI, Uji Nyali Orang Minang Lawan Soekarno</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bprri-uji-nyali-orang-minang-lawan-soekarno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2017 09:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#PKI]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#PRRI]]></category>
		<category><![CDATA[#Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3275</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG, PROKABAR &#8212; PRRI adalah sikap jantan orang Minang, menegur pemerintah pusat yang melenceng. Tak ada lagi sikap &#8220;bagak&#8221; seperti itu sesudahnya. Yang ada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bprri-uji-nyali-orang-minang-lawan-soekarno/">​PRRI, Uji Nyali Orang Minang Lawan Soekarno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>PADANG, PROKABAR &#8212;</b> PRRI adalah sikap jantan orang Minang, menegur pemerintah pusat yang melenceng. Tak ada lagi sikap &#8220;bagak&#8221; seperti itu sesudahnya. Yang ada hanya demo-demi ikat kepala. Bahkan ada dibayar pula.<br />
Tokoh sentral gerakan koreksi itu tak lain Achmad Husein bekas komandan Batalyon Harimau Kuranji. Ketika ia meninggal ribuan orang mengantarkannya ke makam Pahlawan Kuranji. Jika anda kini melalui depan kantor PLN di Sawahan, sebelah kanan ada rumah bertembok kokoh. Disitulah rumah Achmad Husein.</p>
<p>Apakah PRRI itu pemberontakan atau hanya sikap protes atau dua-duanya?</p>
<p>Apapun, permintaan PRRI antara lain otonomi yang lebih luas, ternyata jadi ikon oleh pemerintah setelah reformasi. Betapa lambatnya Jakarta membaca dan betapa cepatnya orang Minang berpikir.</p>
<p>Setelah soal PKI yang membonceng penumpasan PRRI sekarang prokabar.om menurunkan kisah lain soal gerakan tersebut.</p>
<p>Medio 1958, Laksmana John Lie memborbardir dari kapal perang, di laut dekat Muara. Di Tabing Paratroop meringsek. Kota Padang sepi, tak ada jenderal di kota ini sekarang, yang ada kaum ibu dan tentara semut yaitu para remaja. Kini remaja itu sudah jadi kakek-kakek.</p>
<p>Pada 1958 itu, adalah puncak kekecewaan pada pemerintah pusat. Segala akan diadakannya, segala akan dibangun, tapi teriakan saja. Pembangunan tidak jalan jalan, daerah makin terpinggirkan.</p>
<p>Padang ke Bukittinggi susahnya minta ampun, apalagi ke Sijunjung.</p>
<p>PRRI oleh beberapa pihak disebut Pemberontakan setengah hati, sebab ujungnya gagal.</p>
<p>Sebenarnya waktu itu Achmad Husein tidak berniat memberontak. Kolonel ini bersama teman sejawatnya hanya ingin mengingatkan Soekarno agar kembali ke relnya.</p>
<p>Kemudian justru terjadi peperangan. Perang saudara antara tentara pusat dan orang Minang.</p>
<p>Dalam perjalanannya, pemerintah pusat kemudian membagi 3 Provinsi Sumatera Tengah yaitu Sumbar, Riau dan Jambi. Tanggal surat keputusan pembagian itu dipakai sebagai Hari Jadi Provinsi oleh Jambi dan Riau yang diperingati tiap tahun.</p>
<p>Bagi Sumbar tidak. Itulah sebabnya sampai sekarang tidak ada hari jadi provinsi Sumatera Barat. Tak ada peringatan. Kalau diperingati artinya memperingati hari kekalahan.</p>
<p>PRRI itu diproklamirkan 15 Februari 1958  di halaman rumah gubernur sekarang. Proklamir PRRI itu diikuti oleh Permesta di Sulawesi.</p>
<p>Beberapa hari sebelum proklamir yaitu 10 Februari, Padang mengultimatum Jakarta, tapi tidak didengarkan. Maka itu tadi berdiri pemerintahan PRRI.</p>
<p>Jenderal Nasution memerintahkan, &#8220;tangkap Husen!&#8221;. Husen berada di kampungnya, sekitar 98 persen orang Minang mendukung PRRI. Husen tak tersentuh.</p>
<p>Tidak ada masa paling bergelora di Minang seusai kemerdekaan kecuali saat PRRI itu.</p>
<p>Ribuan anak muda dengan baju terbuka melangkah ke Padang menjelang akhir Februari, jumlahnya sekitar 40 ribuan, seperti tercatat dalam biografi Ahmad Husein yang ditulis Mestika Zed dan Hasril Chaniago.</p>
<p>Dukungan pada PRRI mengalir, Hatta saja mundur karena melihat Soekarno sudah nyaris benar-benar salah jalan.</p>
<p>Hanya orang Minang yang mau mengoreksi pemerintahan pusat meski risikonya pahit.</p>
<p>Salah satu kepahitan itu tentara pusat masuk meringsek, kaum pria gagah perkasa lari ke hutan. Diam di sana berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Pendidikan terlantar, sebab pelajar jadi tentara semut gurunya jadi pejuang. Ibu-ibu mereka menyiapkan ransum.</p>
<p>Tentara pusat yang umumnya dari batalyon Diponegoro memang kuat. Tiap nagari yang sudah dikuasainya dibuat tugu di tengah kampung. Jika sekarang Anda berjalan di Sumatera Barat lalu menemukan tugu-tugu di kampung mungkin di simpang tiga di tengah pasar atau di tepi jalan, maka itu adalah bukti kelalahan PRRI.</p>
<p>PRRI atau Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia dengan pimpinan Mr Sjafroeddin Prawiranegara. Tokoh ini adalah orang yang menyelamatkan republik saat PDRI ketika Yogyakarta diduduki Belanda. Kekuasaan ia ambil alih dan diumumkan PDRI di Ranah Minang. Karena PDRI itulah Indonesia selamat.</p>
<p>Pak Sjafroeddin adalah pahlawan nasional, dengan demikian dendam pemerintah pusat pada PRRI sudah habis.</p>
<p>Harap Anda bedakan PDRI dan PRRI. PDRI adalah Pemerintahan Darurat RI tahun 1948. Tugunya tak selesai-selesai dibangun pemerintah pusat di Suliki mirip jalan tol Padang Pekanbaru yang janji ke janji saja. <b>(Ina/wel/laf/nrs/eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bprri-uji-nyali-orang-minang-lawan-soekarno/">​PRRI, Uji Nyali Orang Minang Lawan Soekarno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Bung Karno Pegang Tangan Obama?</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bbung-karno-pegang-tangan-obama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jun 2017 13:41:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Obama]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah foto hitam putih Bung Karno, sontak jadi viral. Kali ini karena presiden pertama RI itu jongkok memegang tangan dua anak kecil, satu anak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbung-karno-pegang-tangan-obama/">​Bung Karno Pegang Tangan Obama?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah foto hitam putih Bung Karno, sontak jadi viral. Kali ini karena presiden pertama RI itu jongkok memegang tangan dua anak kecil, satu anak laki-laki lainnya wanita. Kata netizen yang pria adalah Obama kecil. Benarkah?<br />
Foto klasik itu ada di Instagram. Netizen dengan akun @ritatjokro mengaku merepost dari Sutopo Purwo Nugroho kepala pusat data informasi dan humas BNPB atau mantan peneliti utama di BPPT.</p>
<p>*Prokabar* coba cek ke akun humas BNPB baik twitter maupun IG tidak ditemukan foto tersebut.</p>
<p>Meski begitu, postingan foto klasik tersebut tetap jadi perbincangan hangat netizen. Tak hanya like yang banyak tapi juga komen bermunculan. Dalam foto tersebut Bung Karno yang berpakaian resmi tampak mendengarkan percakapan dua anak kecil itu. Saking seriusnya Bung Karno malah jongkok. Tangan kanan bapak bangsa itu memegang tangan kanan seorang gadis kecil yang diperkirakan Maya Sutoro adik Obama. Sementara tangan kiri Bung Karno memegang tangan Obama. Obama dalam foto itu mengenakan stelan jas warna hitam.</p>
<p>&#8220;Ini benar asli kah? Keren. Timbul rasa nasionalisme kita jadinya,&#8221; sebut netizen.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Welcome back mister Obama ke Jogya,&#8221; kata warganet lainnya.</p>
<p>Mantan presiden Amerika itu memang punya cerita dengan Indonesia. Ia pernah tinggal di Menteng, Jakarta kala kecil. Waktu pakansi, ia berlibur ke Jogja. Rumah paman tiri Obama di Jogja itu kini jadi museum UGM. Di sana ditata rapih kamar si Berry sapaan Obama. Memang ada foto Obama kecil dengan latar belakang Jogja dan beberapa kerabat keluarga dipajang di sana.</p>
<p>Selepas jadi presiden, Obama berlibur ke beberapa tempat, satu di antaranya ke Indonesia. Di negara kita, Obama pergi ke Bali dan ke Jogja. Juga akan ke Jakarta.</p>
<p>Karena libur Obama memakai baju kaos dan celana levis. Enjoy saja dia bersama istri anak dan kerabatnya<b>. (ina)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbung-karno-pegang-tangan-obama/">​Bung Karno Pegang Tangan Obama?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 41/116 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.087 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 11:29:15 by W3 Total Cache
-->