<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#skkmigas Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/skkmigas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/skkmigas/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Sep 2019 03:05:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#skkmigas Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/skkmigas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SKK Migas Sumbagut Evakuasi Kantor Ke Padang, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/skk-migas-sumbagut-evakuasi-kantor-ke-padang-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 03:05:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#melawanasap]]></category>
		<category><![CDATA[#Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[#Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[#riauterkini]]></category>
		<category><![CDATA[#skkmigas]]></category>
		<category><![CDATA[#skkmigassumbagut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46649</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pekanbaru, Prokabar — Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru hingga saat ini semakin berbahaya. Kondisi tersebut membuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/skk-migas-sumbagut-evakuasi-kantor-ke-padang-ini-sebabnya/">SKK Migas Sumbagut Evakuasi Kantor Ke Padang, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Pekanbaru, Prokabar — </strong>Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru hingga saat ini semakin berbahaya. Kondisi tersebut membuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut ‘mengungsikan’ kantor mereka ke Kota Padang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Avicenia mengatakan, selama dua minggu kedepan pihaknya akan berkantor di Ibukota Sumatera Barat tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau satu dua jam menghirup udara begini masih bisalah, tapi ini sudah berminggu-minggu. Ini mengancam kesehatan pekerja. Di Padang kita akan berkantor rencana awal dua minggu, sudah siapkan office. Sehingga kegiatan Sumbagut berjalan semestinya. Ada ruang rapat juga,” tegas Avicenia dilansir Prokabar dari <i>Suarariau</i></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk saat ini ada 150 orang karyawan beserta keluarga yang di evakuasi ke Padang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita menggunakan bus dan kendaraan pribadi, tapi belum semua (karyawan) bisa ikut karena ada yang habis melahirkan dan masih berada di rumah sakit. Saya mengimbau karyawan bagi yang mempunyai anak kecil jadi prioritas utama untuk meninggalkan Kota Pekanbaru sementara waktu,”ungkap Avi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evakuasi seluruh karyawannya yang bertugas melakukan lifting di lapangan, jika kondisi udara dititik lifting semakin berbahaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hal ini sudah dibahas khusus dengan manajemen di tingkat pusat. Sehingga pusat mengeluarkan arahan dalam kondisi yang sudah berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itu, K3S laksanakan pencatatan lifting sendiri dan dilaporkan dalam kesempatan pertama kepada SKK Migas, selama musibah ini berbahaya bagi petugas lifting di lapangan,&#8221; terang Avi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelum bertolak ke Padang, Avi juga menyampaikan pesan kepada karyawannya beserta keluarga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Dalam rangka pindah kantor sementara ke Padang, karena kondisi Pekanbaru sudah level berbahaya karena asap. Kita semua berdoa supaya perjalanan dilindungi Allah, sampai di Padang selamat, dan bisa melanjutkan pekerjaan sebagai mana amanah yang sudah diembankan kepada kita,&#8221; ungkap Avi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di samping itu, Avi menyampaikan pihaknya intens melakukan koordinasi dengan  K3S yang ada di wilayah Sumbagut, mengingat Migas adalah objek vital nasional. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jangan sampai Karhutla masuk ke instalasi-instalasi Migas, ini yang dijaga jangan sampai api masuk ke instalasi. Itu yang saya selalu tekankan,&#8221; pungkas Avi. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/skk-migas-sumbagut-evakuasi-kantor-ke-padang-ini-sebabnya/">SKK Migas Sumbagut Evakuasi Kantor Ke Padang, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMA Ini Dapat Ilmu Pengeboran Migas Dari SKK Migas Sumbagut</title>
		<link>https://prokabar.com/sma-ini-dapat-ilmu-pengeboran-migas-dari-skk-migas-sumbagut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 16:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#skkmigas]]></category>
		<category><![CDATA[#sma1tanjungraya]]></category>
		<category><![CDATA[#Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sijunjung, Prokabar — SMA Negeri 1 Tanjung Raya sangat beruntung mendapat ilmu pengetahuan, terkait pemanfaatan sumber daya alam di Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sma-ini-dapat-ilmu-pengeboran-migas-dari-skk-migas-sumbagut/">SMA Ini Dapat Ilmu Pengeboran Migas Dari SKK Migas Sumbagut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sijunjung, Prokabar —</strong> SMA Negeri 1 Tanjung Raya sangat beruntung mendapat ilmu pengetahuan, terkait pemanfaatan sumber daya alam di Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat. Pasalnya, kegiatan tersebut perdana dan pertamakali didapat dari kalangan pelajar.</p>
<p>10 orang murid beserta 4 orang guru pendamping berkesempatan masuk area dan diskusi tentang eksploitasi gas dan minyak Bumi, Jumat (19/7).</p>
<p>Kepala SMAN 1 Tanjung Raya, Burmal bersama Guru Pendamping, Surya Candra mengatakan hal tersebut berkat salah seorang alumni menfasilitasi mereka, sehingga dapat bekerjasama dengan SKK Migas Sumbagut (Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, dan Riau). &#8220;Kami sangat senang bisa mendapat pelajaran yang sangat baik terkait hasil alam ini. Dimulai sosialisasi, motivasi hingga ilmu pengetahuan yang langsung ke lapangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Murid beserta Kepala Sekolah dan guru SMA Negeri 1 Tanjung Raya ini sangat senang atas perhatian khusus dari alumni bernama Taslim Yunus tersebut. Beliau adalah Pengawas Internal SKK Migas Nasional dari pemerintah pusat. Dampak pembelajaran dan ilmu pengetahuan tersebut diharapkan dapat memotivasi anak lebih giat belajar dan menjadi ilmuan pula nantinya.</p>
<p>&#8220;Ada dua hal terpenting yang didapat dari pembinaan, motivasi hingga ilmu pengetahuan ini. Pertama butuh waktu lama untuk mendapatkan migas ini, minimal 10 tahun itu pun baru tahap pemboran. Pemboran pun ada tiga tahap, pertama eksplorasi, kedua delineasi dan ketiga pemgembangan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kedua, tidak mudah memproduksi.dan mendapatkan minyak dan gas ini. Dan anak-anak telah mengetahui proses mendapatkan gas dan minyak bumi ini sangat sulit dan butuh biaya besar. Membutuhkan ilmu pengetahuan yang hebat, luas dan mendalam, agar memastikan keberadaan minyak dan gas tersebut,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hal tersebut mencambuk anak untuk tidak semena-mena membuang atau menyia-nyiakan gas dan minyak yang sudah ada. Sehingga dimanfaatkan dengan sehemat-hemat mungkin.</p>
<p>Sementara itu, Staf Humas SKK Migas Sumbagut, Arilda Septiana menjelaskan mendapatkan minyak dan gas ini tidaklah mudah. Butuh kajian geofisika dan geologi yang sangat mendalam.</p>
<p>&#8220;Untuk membuktikan itu, tidak semena-mena. Dibor langsung dapat, tidak. Tidak seperti itu. Harga untuk pemboran itu sangat mahal. Jadi tahap awal itu, pertama melakukan paralel atau pemetaan geologi. Kita liat, daerah sini ini apakah litologi atay bebatuannya? Kedua, adakah data-gata geofisika berupa sesmik. Dan daerah ini masih virgien area. Belum pernah melakukan kajian sesmik dan membutuhkan biaya mahal,&#8221; terang Arilda.</p>
<p>Kami berharap lanjutnya, proses pemboran dapat terus berlanjut hingga produksi migas dapat sesuai target. &#8220;Kita SKK Migas bekerjasama dengan PT. Rizki Bukit Barisan Energi bekerja sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004. Terdapat beberapa lokasi Sumur Sinamar. Semoga tahapan pemboran sukses hingga memproduksi sesuai harapan nantinya,&#8221; pungkasnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sma-ini-dapat-ilmu-pengeboran-migas-dari-skk-migas-sumbagut/">SMA Ini Dapat Ilmu Pengeboran Migas Dari SKK Migas Sumbagut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/70 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:14:58 by W3 Total Cache
-->