<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#siu Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/siu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/siu/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 15:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#siu Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/siu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolom: Siuuuu! Menikmati Hari-hari Terakhir CR7 di Panggung Tertinggi</title>
		<link>https://prokabar.com/kolom-siuuuu-menikmati-hari-hari-terakhir-cr7-di-panggung-tertinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 12:46:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#CR7]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#siu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Rizal Marajo (Wartawan Utama) Tidak adil jika membahas kehebatan Lionel Messi panjang lebar, tapi melupakan sepak terjang Cristiano Ronaldo. Apapun itu, kedua pemain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-siuuuu-menikmati-hari-hari-terakhir-cr7-di-panggung-tertinggi/">Kolom: Siuuuu! Menikmati Hari-hari Terakhir CR7 di Panggung Tertinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-134260 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/ambo.jpg" alt="" width="132" height="129" />Oleh <strong>Rizal Marajo (Wartawan Utama)</strong></p>
<p>Tidak adil jika membahas kehebatan Lionel Messi panjang lebar, tapi melupakan sepak terjang Cristiano Ronaldo. Apapun itu, kedua pemain ini adalah wajah sepakbola dunia dalam dua dekade terakhir.</p>
<p>Dua bintang yang paling bersinar selama dua puluh tahun terakhir, seakan sepakbola dunia adalah milik mereka berdua. Mereka adalah pesepakbola yang dianugerahi kemampuan diatas rata-rata, skill tinggi, dan kemampuan yang jarang dimilki pemain kebanyakan.</p>
<p>Pada masa jayanya, nama besar keduanya nyaris tak tersentuh. Kehebatan mereka berdua telah menciptakan persaingan personal antara keduanya untuk saling menunjukkan diri siapa yang lebih hebat dan lebih pantas disebut pemain terbaik.</p>
<p>Publik sepakbola dunia melalui media sosial ataupun media resmi, selalu membandingkan keduanya sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya. Kadang merembet kepada hal-hal diluar performa di atas lapangan.</p>
<p>Lihat saja penghargaan Ballon d&#8217;Or yang menjadi parameter pemain terbaik dunia selama 20 tahun terakhir, keduanya sangat mendominasi. Lionel Messi, berkat kiprahnya di timnas Argentina dan klubnya Barcelona, meraih delapan kali penghargaan bergengsi itu.</p>
<p>Ronaldo bersama Portugal dan klub-klub besar yang dibelanya seperti Manchester United, Real Madrid, dan Juventus menggondol Ballon d&#8217;Or sebanyak lima kali. Selebihnya, ada pemain lain yang menyelingi, seperti Kaka (2007), Luka Modric (2018), Karim Benzema (2022) atau Ousmane Dembele (2025).</p>
<p>Kini keduanya berkiprah di Piala Dunia 2026 dalam usia yang sudah tergolong uzur untuk pemain sepakbola. Ronaldo sudah berusia 41 tahun, sementara Messi baru saja merayakan ultahnya yang ke 39. Keduanya tercatat sebagai pemain yang enam kali tampil di arena Piala Dunia secara beruntun. Hanya tiga pemain di planet ini yang bisa melakukannya. Satu lagi adalah kiper Meksiko, Guillermo Ochoa.</p>
<p>Dua pekan berlangsung, Messi langsung mengguncang Piala Dunia kali ini. Baru dua laga bersama Argentina, dia sudah memborong lima gol untuk Argentina. Bahkan, Messi sudah resmi menyandang gelar top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan 18 gol, dan baru saja melewati rekor yang sejak 2014 dipegang pemain Jerman, Miroslav Klose.</p>
<p>Berbanding terbalik dengan Messi, Ronaldo, sang CR7 mengawali Piala Dunia kali ini dengan berantakan. Performanya di laga pertama melawan Republik Demokratik Kongo sangat  ancur-ancuran. Opta bahkan hanya memberinya nilai 6,1 atas penampilannya itu.</p>
<p>Di hadapan pemain Kongo yang debutan Piala Dunia, Ronaldo yang hebat, seperti tak nampak di lapangan. Ketajaman di depan gawang lawan, aksi melewati lawan yang atraktif, dan tendangan bebas yang menjadi nilai plusnya selama ini tak terlihat sama sekali.</p>
<p>Yang terlihat adalah kesalahan-kesalahan yang membuat orang-orang bertanya, apakah pemain nomor 7 Portugal itu benar-benar Cristiano Ronaldo? Bola yang mudah lepas, selalu kalah berduel, passing buruk, dan paling parah suka menyerobot bola bagus rekannya yang hendak mencetak gol.</p>
<p>Pundit sepakbola dunia menilai, Ronaldo bermain masih meninggikan egonya sebagai seorang bintang. Sosok yang harus selalu dilayani dan dinomorsatukan di lapangan. Padahal dirinya bukan lagi Ronaldo yang ada dimasa jayanya.</p>
<p>Dia kini hanya pemain tua yang sedang menikmati dan menulis sejarah dirinya di ujung karirnya. Generasi dibawahnya sudah siap mengambil alih tahta sebagai &#8220;raja&#8221; di Timnas Portugal, sebut saja Bruno Frenandez, Vitinha, Joao Neves, atau Nuno Mendes.</p>
<p>Tak ayal bintang Portugal itu menjadi bahan kritik, bahkan jadi tertawaan fans sepakbola dunia disaat rival abadinya Lionel Messi tampil menggila di usia yang hampir sama tuanya. Yang paling menyedihkan, rekan-rekan mudanya di Portugal mulai merasa tak nyaman dengan keberadaan sang bintang, dan mulai mengarah kepada kehilangan respect.</p>
<p>Apalagi, dalam sepuluh laga internasional terakhir Portugal, Ronaldo berada dalam masa yang sangat sulit. Bayangkan, 10 laga tanpa ada satupun gol yang diciptakannya untuk Portugal. &#8220;Puasa&#8221; gol yang membuat pemain-pemain Portugal melihat Ronaldo hanya sebagai beban tim.</p>
<p>Lihatlah komentar Joa Neves, bintang muda masa depan Portugal yang usianya bisa dikatakan sebaya dengan anak Ronaldo, dengan entengnya menyebut Ronaldo sekarang adalah pemain yang biasa-biasa saja.</p>
<p>Bruno Fernandez, dengan terang-terangan memperlihatkan rasa tak sukanya pada Ronaldo. Dalam laga melawan Kongo Bruno beberapa kali tak mau mengoper bola pada Ronaldo yang sebenarnya berada dalam posisi yang lebih baik untuk mencetak gol.</p>
<p>Sebelumnya dalam sebuah laga ujicoba jelang Piala Dunia, Bruno tanpa rasa hormat sedikitpun menyerobot begitu saja tendangan bebas, dimana Ronaldo sudah mengambil ancang-ancang menendang.</p>
<p>Lain lagi celoteh Francisco Conceicao, pemain muda yang ayahnya Sergio Concecao bersama-sama dengan Ronaldo membela Portugal di Piala Dunia 2006. Anak ingusan itu menyebut, semua pemain Portugal tak ada kewajiban harus mengoper bola kepada Ronaldo, karena semua pemain sama.</p>
<p>Secara tim, pernyataaan Conceicao itu ada benarnya. Tetapi ada sesuatu yang hilang dari pernyataan itu, yaitu rasa respect kepada seorang pemain yang sudah banyak memberikan pengorbanan dan kontribusi yang luar biasa kepada Timnas Portugal selama dua dekade terakhir.</p>
<p>Ulah pemain-pemain muda Portugal yang terkesan merendahkan Ronaldo itu langsung mendapat kecaman dari para mantan bintang-bintang Timnas Portugal yang dulu bahu-membahu dengan Ronaldo di lapangan, seperti Luis Figo, Pepe, dan Ricardo Quaresma.</p>
<p>Figo murka, apa yang sudah diberikan pemain Timnas Portugal sekarang, belum ada apa-apanya dibanding apa yang sudah diberikan Ronaldo jatuh bangun selama 22 tahun membela Portugal di pentas sepakbola internasional.</p>
<p>Pepe yang semasa bermain adalah pemain paling temperemental dan ditakuti pemain lawan, juga tak kalah geram melihat tak ada respect dari pemain yang mungkin baru lahir, ketika Ronaldo sudah berdarah-darah membela Timnas Portugal.</p>
<p>Tapi itulah sang CR7, berbagai tekanan dan &#8220;pelecehan&#8221; yang diterimanya, tak ditanggapi dengan emosional. Kematangan dan kekuatan mentalnya sebagai pemain yang sudah melintasi beragam badai di level tertinggi sepakbola internasional, dijawabnya dengan memperbaiki penampilan di laga kedua melawan Uzbekistan tadi malam.</p>
<p>Hasilnya, kaki tua dan tubuhnya yang mulai ringkih dimakan usia, ternyata masih berguna bagi Portugal. Tidak hanya satu, dia mencetak dua gol untuk membantu Portugal menang 5-0. Sungguh, sebuah jawaban yang elegan diberikan CR7 dengan dua golnya itu.</p>
<p>Dunia pun terpana, Ronaldo yang 41 tahun dan masuk lapangan melawan tekanan internal tim dan olok-olok penikmat bola, ternyata masih belum sepenuhnya habis.</p>
<p>Dua gol itu bukan sembarang gol, brace itu juga melahirkan sejumlah rekor yang akan membuat pemain-pemain Portugal sekarang seharusnya malu.</p>
<p>Ronaldo memecahkan rekor bersejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda dan berturut-turut yakni tahun 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026.</p>
<p>Kalau soal ini, Ronaldo boleh menepuk dada, karena seorang Lionel Messi pun tak bisa melakuknnya. Meskipun sama-sama turun di enam Piala Dunia, tapi Messi tak mencetak satu gol pun di Piala Dunia 2010. Hal ini menegaskan Ronaldo sebagai salah satu pencetak gol tertua dan paling konsisten di panggung tertinggi sepakbola dunia.</p>
<p>Selain rekor utama tersebut, dia juga menorehkan pencapaian fantastis lainnya menjadi pemain Portugal terbanyak mencetak gol di Piala Dunia sepanjang sejarah. dengan total sepuluh gol, Ronaldo resmi melampaui rekor legenda Portugal, Eusébio, yang sebelumnya memegang rekor dengan 9 gol pada tahun 1966.</p>
<p>Dua rekor itu saja, nyaris mustahil disamai oleh pemain manapun di muka bumi ini atau oleh pemain Portugal yang sudah merasa besar kepala, padahal belum ada apa-apanya dibanding Ronaldo.</p>
<p>Mungkin ini adalah Piala Dunia terakhir bagi CR7, karena kecil kemungkinan Ronaldo masih berkostum Portugal di Piala Dunia Arab Saudi 2030, ketika usianya sudah 45 tahun.</p>
<p>Biarlah Ronaldo akan menuliskan takdirnya sendiri di Piala Dunia penutupnya ini. Apapun capaian pribadiunya dan dan sejauh mana dia mampu membantu Portugal melangkah, yang jelas dia adalah salah satu pemain sepakbola terbaik yang pernah dilahirkan Portugal.</p>
<p>Bahkan dunia pun tak akan setiap tahun melihat kemunculan pemain seperti Ronaldo. Jadi, mari kita nikmati hari-hari terakhir Ronaldo di pentas Piala Dunia dan berharap akan ada lagi gol demi gol yang dicetaknya.</p>
<p>Dipastikan dunia akan merindukan &#8220;Siu&#8217;, selebrasi gol yang menjadi salah satu gerakan paling ikonik, populer, dan paling banyak ditiru dalam sejarah olahraga dunia.</p>
<p>Siuuuuu.. Ronaldo.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-siuuuu-menikmati-hari-hari-terakhir-cr7-di-panggung-tertinggi/">Kolom: Siuuuu! Menikmati Hari-hari Terakhir CR7 di Panggung Tertinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/49 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:41:42 by W3 Total Cache
-->