<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Singkarak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/singkarak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/singkarak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Oct 2022 11:55:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Singkarak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/singkarak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dorong Nagari Batu Taba jadi Desa Wisata, Bupati Buka Galundi Singkarak Festival</title>
		<link>https://prokabar.com/dorong-nagari-batu-taba-jadi-desa-wisata-bupati-buka-galundi-singkarak-festival/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2022 11:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#batutaba]]></category>
		<category><![CDATA[#galundi]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108274</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar – Bupati Tanah Datar Eka Putra membuka Galundi Singkarak Festival di Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (29/10)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dorong-nagari-batu-taba-jadi-desa-wisata-bupati-buka-galundi-singkarak-festival/">Dorong Nagari Batu Taba jadi Desa Wisata, Bupati Buka Galundi Singkarak Festival</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> – Bupati Tanah Datar Eka Putra membuka Galundi Singkarak Festival di Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (29/10).</p>
<p>Galundi Singkarak Festival merupakan festival anak nagari Nagari Batu Taba yang mengkolaborasikan berbagai aktivitas kreasi seni budaya Minangkabau dengan hasil olahan pertanian, perkebunan, dan perikanan dalam satu peristiwa bersama di Nagari Batu Taba, Tanah Datar, Sumbar</p>
<p>Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan, Galundi Singkarak Festival bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang ada di nagari, mulai kuliner hingga potensi wisata dan kreatifitas lainnya.</p>
<p>“Dengan Galundi Festival Singkarak yang dihadiri oleh berbagai tamu undangan ini, kita ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu potensi Nagari Batu Taba,” kata Eka Putra.</p>
<p>Selain itu, Bupati Tanah Datar juga menyampaikan rencana Nagari batu Taba sebagai desa wisata dengan dermaga wisata dan kapal tamasya di Danau Singkarak.</p>
<p>“Kita ingin Nagari Batu Taba dimasukkan sebagai desa wisata, tentunya ini butuh support dari berbagai pihak,” ujarnya.</p>
<p>Acara festival ini mendapat aprsiasi dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy yang turut hadir dalam Galundi Singkarak festival.</p>
<p>Audy mengatakan, Kabupaten Tanah Datar sebagai salah satu kabupaten yang patut dicontoh.</p>
<p>“Tanah Datar masuk dalam 50 besar desa wisata di Indonesia, Kalau bisa masuk 5 besar Sumbar akan bangga sekali. Ini bisa menjadi salah satu desa wisata,” kata Audy.</p>
<p>Menurut Audy, untuk menjadi desa wisata, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang solid dan dapat memberikan pelayanan baik kepada wisatawan.</p>
<p>“Bukan infrastrukturnya, yang penting itu astetik dan SDM nya,” imbuh Wagub.</p>
<p>Galundi Singkarak Festival ini dihadiri Wagub Sumbar, Bupat dan Wakil Bupati Tanah Datar, Anggota DPD, Anggota DPRD Sumbar, Camat dan wali nagari se-Kabupaten Tanah Datar, dan sejumlah OPD, tamu undangan, dan tentunya masyarakat Nagari Batu Taba. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dorong-nagari-batu-taba-jadi-desa-wisata-bupati-buka-galundi-singkarak-festival/">Dorong Nagari Batu Taba jadi Desa Wisata, Bupati Buka Galundi Singkarak Festival</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tampilkan Seni Tradisi Anak Nagari Batu Taba, Galundi Singkarak Festival Kembali Digelar</title>
		<link>https://prokabar.com/tampilkan-seni-tradisi-anak-nagari-batu-taba-galundi-singkarak-festival-kembali-digelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2022 12:25:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#galundi]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107955</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Galundi Singkarak Festival kembali digelar. Festival Warga Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini adalah yang kedua, setelah 2...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tampilkan-seni-tradisi-anak-nagari-batu-taba-galundi-singkarak-festival-kembali-digelar/">Tampilkan Seni Tradisi Anak Nagari Batu Taba, Galundi Singkarak Festival Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batusangkar, Prokabar</strong> &#8211; Galundi Singkarak Festival kembali digelar. Festival Warga Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini adalah yang kedua, setelah 2 tahun terhenti karena situasi pandemi.</p>
<p>Tahun ini, Galundi Singkarak Festival mengusung tema &#8220;Biduak Lalu, Kiambang Batauik&#8221;. Makna tersirat yang dapat diambil dari tema ini adalah Galundi Singkarak Festival dengan simbol biduaknya (sampan) diharapkan mampu membawa perubahan dalam berbagai aspek di dalam kehidupan masyarakat, khususnya warga Nagari Batu Taba.</p>
<p>Berbagai potensi Nagari Batu Taba dan aktifitas lainnya akan ditampilkan dalam festival ini. Karya seni-budaya anak Nagari Batu Taba bakal ditampilkan.</p>
<p>Iven sebagai apresiasi dari proses krearif karya anak Nagari Batu Taba dengan latar kultur dan masyarakatnya.</p>
<p>Ketua KAN Batu Taba Basrizal Dt. Pangulu Basa mengatakan GSF akan dihelat pada 29-30 Oktober di kawasan Galundi pinggiran Danau Singkarak yang indah itu.</p>
<p>&#8220;Ada banyak atraksi seni budaya akan diperagakan sebagai hasil proses kreatif seniman tradisi, seperti pacu biduak, silek tuo langkah ampek, peragaan batik galundi di atas air, maarak talam, makan bajamba, dan lain-lain,&#8221; kata Basrizal.</p>
<p>Sebelumnya, lanjutnya, iven perdana telah dimulai pada 2019, merupakan festival rakyat anak Nagari Batu Taba dengan mengkolaborasikan, mempertemukan, dan menyatukan berbagai aktivitas kreasi seni budaya Minangkabau dengan hasil olahan pertanian, perkebunan, dan perikanan dalam satu peristiwa bersama.</p>
<p>Ia berharap GSF bakal menjadi ruang pertemuan, ruang silaturahmi bagi siapapun, atau anak Nagari Batu Taba yang mengeksplorasi karya seni budayanya, tanpa meminta bantuan dana dari pihak luar.</p>
<p>Apapun potensi yang dimiliki Nagari Batu Taba, seperti keindahan alamnya, hasil olahan alamnya berupa pertanian, perkebunan, dan perikanan. Termasuk potensi seni budaya, aktifitas sosial masyarakat, benda bersejarah dimiliki nagari. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tampilkan-seni-tradisi-anak-nagari-batu-taba-galundi-singkarak-festival-kembali-digelar/">Tampilkan Seni Tradisi Anak Nagari Batu Taba, Galundi Singkarak Festival Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usulkan Danau Singkarak Menjadi Geopark, Bupati Eka Putra Kunjungi Silokek</title>
		<link>https://prokabar.com/usulkan-danau-singkarak-menjadi-geopark-bupati-eka-putra-kunjungi-silokek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 05:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Silokek]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92912</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Danau Singkarak yang masuk wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok itu terbentuk akibat patahan lempeng dan saat ini diusulkan menjadi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usulkan-danau-singkarak-menjadi-geopark-bupati-eka-putra-kunjungi-silokek/">Usulkan Danau Singkarak Menjadi Geopark, Bupati Eka Putra Kunjungi Silokek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batusangkar, Prokabar</strong> &#8211; Danau Singkarak yang masuk wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok itu terbentuk akibat patahan lempeng dan saat ini diusulkan menjadi geopark nasional.</p>
<p>Bupati Eka Putra mengatakan Tanah Datar memiliki potensi wisata alam dan taman bumi atau geopark seperti Danau Singkarak, Ngalau Pangian dan Puncak Aua Sarumpun dan itu sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat.</p>
<p>Hal itu dikatakannya ketika mengunjungi langsung Geopark Silokek Kabupaten Sijunjung, Minggu (15/08).</p>
<p>“Saat ini kita mengunjungi Geopark Silokek Kabupaten Sijunjung untuk melihat langsung apa-apa saja yang menjadi point penting dalam pengusulan geopark itu, di Kabupaten Sijunjung ada 40 item yang diusulkan sementara kita Tanah Datar ada 9,” ujarnya.</p>
<p>Terkait geopark atau taman bumi ini, Bupati Eka Putra sangat tertarik untuk dikembangkan, karena selain keindahan alam juga mengandung nilai sejarah yang dapat mengedukasi masyarakat ataupun wisatawan yang datang berkunjung.</p>
<p>“Banyak keuntungan yang akan didapat dari geopark ini, selain dikenal dunia juga akan meningkatkan aspek ekonomi bagi masyarakat sekitar taman bumi ini,” tambah Eka.</p>
<p>Bupati Eka Putra juga menyebutkan di Tanah Datar banyak terdapat wisata budaya seperti Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan dan Puncak Pato serta objek-objek wisata lainnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG_20210816_123509.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92913" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG_20210816_123509.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG_20210816_123509.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG_20210816_123509-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Terkait pandemi covid-19, Bupati katakan tempat wisata tetap buka, namun itu dengan menerapkan protokol kesehatan, karena ini menyangkut roda perekonomian masyarakat.</p>
<p>Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tanah Datar Abdul Hakim terkait 9 geosite yang telah diusulkan ke Kementerian ESDM dan itu sudah melalui penelitian pihak kementerian.</p>
<p>Disampaikan Abdul Hakim geosite hasil penelitian Tim Kementerian ESDM tersebut diantaranya Breksi Pulimik di belakang Istano Basa Pagaruyung, Bukit Aur Sarumpun, Endapan Danau Singkarak Purba, Kompleks Kipas Aluvial Danau Singkarak, Jendela Batu Gamping Kuantan Singkarak, dan Goa Sopan Kijang Pangian.</p>
<p>Abdul Hakim juga menyebut akan mengadakan FGD selingkar Danau Singkarak yang juga sekaligus sosialisasi terkait pembangunan geopark ini.</p>
<p>“Terkait geopark ini kita akan membangun pusat informasi yang akan mengedukasi masyarakat misalnya tentang terbentuknya Danau Singkarak ini, bukti-bukti yang dapat mendukung terbentuknya danau, serta upaya menjaga flora dan fauna yang ada di sekitar danau,” ucapnya.</p>
<p>Dikatakan Hakim saat ini ada lima kabupaten dan kota yang sedang dalam proses dan tinggal menunggu keputusan penetapan dari Kementerian Pariwisata dan itu juga harus sudah direkomendasikan oleh Kementerian ESDM, salah satunya Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>“Kalau sudah ditetapkan secara Nasional baru diusulkan untuk masuk Geopark Ranah Minang yang dikoordinir oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk diusulkan sebagai geopark dunia ke Unesco,”ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir didampingi Anggota DPRD Sijunjung Redi Susilo dan Kepala Dinas Pariwisata Sijunjung Afrinaldi mengatakan bahwa Geopark Silokek ini sudah diusulkan ke Unesco dan itu harus mendapat dukungan dari Pemprov Sumbar.</p>
<p>Disampaikan Benny karena belum keluarnya keputusan dari Unesco maka disulkan lagi pada tahun 2022 tapi sudah bergabung dengan geopark ranah minang dan target provinsi pada tahun 2024 namun diharapkan 2023 sudah keluar keputusannya.</p>
<p>Sementara untuk usulan geopark Danau Singkarak ke nasional disarankan Benny untuk membuat master plan terlebih dahulu baru rencanakan pembangunan, dan begitu juga dengan pusat informasi.</p>
<p>“Rencanakan master plan terlebih dahulu, buat DED nya, misalnya yang diusulkan 9, mungkin disiapkan dahulu 3 dan harus ada kesepahaman antara pemda dengan pemilik lahan sehingga apa yang dibangun tidak timbul permasalahan di kemudian hari,”ucapnya.</p>
<p>Turut mendampingi Bupati, Plh. Sekda Edi Susanto dan Kabag Humas dan Protokol Yusrizal. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usulkan-danau-singkarak-menjadi-geopark-bupati-eka-putra-kunjungi-silokek/">Usulkan Danau Singkarak Menjadi Geopark, Bupati Eka Putra Kunjungi Silokek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Bangun &#8220;Replika&#8221; Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/lestarikan-ikan-bilih-semen-padang-bangun-replika-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2020 23:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bilih]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=72898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Melestarikan ikan bilih asal Danau Singkarak oleh PT Semen Padang tidak hanya dilakukan di sungai yang ada di kawasan Taman Keanekaragaman...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lestarikan-ikan-bilih-semen-padang-bangun-replika-danau-singkarak/">Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Bangun &#8220;Replika&#8221; Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Melestarikan ikan bilih asal Danau Singkarak oleh PT Semen Padang tidak hanya dilakukan di sungai yang ada di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), tapi juga akan dilestarikan melalui kolam yang telah dilengkapi dengan area pemijahan.</p>
<p>&#8220;Kolam dan area pemijahannya sudah selesai kami bangun dan lokasinya masih di kawasan Taman Kehati Semen Padang. Kolam untuk area pemijahan ini semacam replikanya Danau Singkarak di kawasan Kehati,&#8221; kata Ketua Tim Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang Deni Zen, Jumat (21/8).</p>
<p>Kolam dan area pemijahan ikan bilih itu, kata Deni melanjutkan, didesain oleh Universitas Bung Hatta (UBH), karena pelestarian ikan bilih di kolam tersebut, juga bagian dari kerjasama PT Semen Padang dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UBH yang telah dimulai sejak Juli 2018.</p>
<p>&#8220;Rencananya September mendatang, kami akan segera mengisi kolam yang dilengkapi dengan area pemijahan tersebut dengan induk ikan bilih yang akan diambil langsung dari Danau Singkarak. Kemudian, ikan bilih yang sebelumnya dilestarikan di sungai Taman Kehati, itu tetap akan terus kami konservasi perkembangannya,&#8221; ujar Deni.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH Prof Dr. Hafrijal Sandri, MS yang selama ini mendampingi PT Semen Padang dalam melestarikan ikan bilih mengatakan, kolam yang dilengkapi area pemijahan itu dibagun, supaya PT Semen Padang dan UBH semakin mudah dalam mengontrol perkembangannya.</p>
<p>&#8220;Kalau di sungai agak kesulitan kami mengontrolnya. Makanya kolam yang kami lengkapi dengan area pemijahan itu dibangun, supaya lebih mudah mengontrolnya, karena dari awal kami maunya pelestariaan ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang difokuskan pada keberhasilan reproduksi,&#8221; katanya.</p>
<p>Guru besar yang akrab disapa Profesor Bilih itu menyebut bahwa reproduksi ikan bilih di sungai Taman Kehati, memang dikatakan telah berhasil dan sangat signifikan. Bahkan tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen.</p>
<p>&#8220;Tapi itu tadi, kami dan tim di Semen Padang agak kesulitan mengontrolnya,&#8221; ujar Hafrijal.</p>
<p>Rencananya, lanjut Hafrijal, jumlah ikan bilih yang akan dilestarikan di kolam yang dilengkapi area pemijahan itu sekitar 10 ribu induk ikan bilih. Jika pelestariannya berhasil, maka akan dilakukan restoking atau dikembalikan kehabitat aslinya di Danau Singakarak, karena ikan bilih merupakan ikan endemik di Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Selain direstoking, kami rencananya juga melakukan reintroduksi, yaitu memperbanyak habitatnya. Tapi kami lihat dulu sejauh mana peningkatan populasinya pada saat pelestarian di kolam yang dilengkapi area pemijahan. Kalau bagus, bisa kita restoking dan reintroduksi di tempat lain,&#8221; pungkas Hafrijal.<strong>(rls/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lestarikan-ikan-bilih-semen-padang-bangun-replika-danau-singkarak/">Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Bangun &#8220;Replika&#8221; Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Danau Meluap Hingga ke Sawah, Petani Mutiara Batu Taba Gagal Panen</title>
		<link>https://prokabar.com/air-danau-meluap-hingga-ke-sawah-petani-mutiara-batu-taba-gagal-panen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2020 08:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#batutaba]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#tanjungmutiara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Petani di Jorong Mutiara Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan teracam merugi puluhan juta rupiah. Hal ini disebabkan, setelah meluapnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/air-danau-meluap-hingga-ke-sawah-petani-mutiara-batu-taba-gagal-panen/">Air Danau Meluap Hingga ke Sawah, Petani Mutiara Batu Taba Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Petani di Jorong Mutiara Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan teracam merugi puluhan juta rupiah. Hal ini disebabkan, setelah meluapnya air danau Singkarak hingga ke areal persawahan warga.</p>
<p>Padahal, sawah yang dibajiri air danau itu akan memasuki masa panen. Akibatnya, petani yang menjadi korban-pun bisa dipastikan gagal panen untuk musim kali ini.</p>
<p>Wali Jorong Mutiara, Eriyanto mengatakan jika peristiwa meluapnya air danau Singkarak terjadi karena debit hujan yang tinggi mengguyur wilayah di sekitaran danau. Hal ini, telah berlansung sejak beberapa waktu yang lalu, atau 2 minggu yang lalu.</p>
<p>&#8220;Ini terjadi akibat air danau meluap. Kami menduga dengan telah adanya jalan pertanian tidak akan terjadi peristiwa seperti ini. Tapi terjadi juga,&#8221; ungkap Eriyanto sembari menunjuk jalan pertanian yang telah dirabat beton.</p>
<p>Eriyanto juga mengaku, sekitar 2 hektar areal persawahan petani yang hendak dipanen, dipastikan gagal panen pada musim ini. Total kerugian akibat peristiwa tersebut-pun ditaksir mencapai Rp34 juta.</p>
<p>&#8220;Kalau hitungan kami &#8220;perkatidiang&#8221;. Hasil normalnya 215 katidiang. Jika satu katidiang Rp160 ribu. Bisa ditotal sekitar 34 juta lah,&#8221; ungkap Eriyanto.</p>
<p>Selain petani, akibat air danau Singkarak yang meluap hingga ke dalam sawah itu, turut merugikan pengusaha tambak ikan air tawar. Ikan yang semestinya berada di dalam kolam, kini banyak yang lepas hingga areal sawah.</p>
<p>Dari pantauan prokabar.com, kini sebagian wargapun memafaatkan kejadian tersebut dengan memancing di areal sawah warga.<strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/air-danau-meluap-hingga-ke-sawah-petani-mutiara-batu-taba-gagal-panen/">Air Danau Meluap Hingga ke Sawah, Petani Mutiara Batu Taba Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyelamatan Danau Maninjau dan Singkarak Masuk Prioritas Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/penyelamatan-danau-maninjau-dan-singkarak-masuk-prioritas-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 02:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pencemaran Danau Maninjau dan Singkarak masuk daftar prioritas nasional untuk segera diselamatkan. Pasalnya kerusakan dua danau tersebut sudah menjadi perhatian banyak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penyelamatan-danau-maninjau-dan-singkarak-masuk-prioritas-nasional/">Penyelamatan Danau Maninjau dan Singkarak Masuk Prioritas Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Pencemaran Danau Maninjau dan Singkarak masuk daftar prioritas nasional untuk segera diselamatkan. Pasalnya kerusakan dua danau tersebut sudah menjadi perhatian banyak pihak termasuk pusat.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Penyelamatan dua danau tersebut tinggal menunggu keputusan presiden karena empat Kementerian telah menyetujui, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PUPR, Pertanian dan Kementerian Perikanan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Kalau sudah ada Perpres berarti sudah ada payung hukum. Anggarannya sudah ada,&#8221; kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Rabu (19/2).</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Nasrul Abit menjelaskan, menjadi prioritas nasional, anggaran penyelamatan akan banyak dari pusat (lintas Kementerian).</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Sama seperti tol Padang-Pekanbaru, anggarannya tidak terbatas termasuk lama penyelamatan,&#8221; terangnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">
Oleh karena itu, lanjut Nasrul, perlu adanya sinergitas lintas sektor agar pemanfaatan danau dapat dilakukan secara optimal.</p>
<p dir="ltr">Dia menyampaikan, karena sudah ada anggaran, perlu segera mengambil langkah-langkah strategis serta menyusun rencana untuk menyelamatkan kedua danau tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Karena anggaran ada, kita dahulukan skala prioritas. Sengaja kita undang instansi terkait untuk bisa terjun langsung ke lapangan, untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan kedua danau tersebut,&#8221; katanya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Dijelaskannya, pencemaran Danau Maninjau dan Danau Singkarak sebagian besar disebabkan oleh praktek budidaya ikan yang tidak memerhatikan keberlangsungan danau dan ekosistem yang terkandung di dalamnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Pemberian pakan ikan yang berlebihan membuat danau tercemar, ditambah perilaku masyarakat sekitar yang kerap membuang limbah ke dalam danau juga membuat pencemaran semakin sulit diatasi.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Permasalahan kedua danau tersebut berbeda, sementara danau maninjau sekarang airnya sudah tidak layak lagi dikonsumsi masyarakat. Dikarena limbah pakan ikan sudah mencapai 6 meter kedalamannya. Kalau danau Singkarak pelaku jaring dengan menggunakan bagan-bagan dan sering melakukan pengeboman membuat biota danau mati,&#8221; jelas Nasrul Abit.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Terkait dengan aksi masyarakat bagan di Singkarak, Wagub melarang keras lakukan jaring kecil dan pengeboman tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">
Menurutnya, penggunaan bom akan mematikan ikan tangkapan dan merusak makhluk hidup di perairan secara luas serta menyebarkan polutan dan racun yang bisa membahayakan manusia.</p>
<p dir="ltr">Dia menuturkan razia terhadap penggunaan bom tersebut akan segera dilakukan pihak terkait.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Selain penggunaan bom ikan, bagan dan keramba masih banyak terdapat di perairan Danau Singkarak. Namun, dari dua jenis alat itu, bagan dinilai lebih memberikan efek buruk pada kelangsungan ikan endemik Singkarak, yaitu ikan bilih.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sementara untuk danau maninjau, pemerintah bersama masyarakat harus mengambil tindakan dengan cara mengurangi jumlah keramba jaring apung.</p>
<p dir="ltr">Karena jalan pengerukan sisa pakan ikan yang ada di dasar danau tidak efektif, perlu terobosan agar dapat mengatasi permasalahan pengelolaan danau agar mampu memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Semua ini kita lakukan agar kedua danau ini bisa diselamatkan dari pencemaran, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,&#8221; harapnya. <strong>(*/mbb)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penyelamatan-danau-maninjau-dan-singkarak-masuk-prioritas-nasional/">Penyelamatan Danau Maninjau dan Singkarak Masuk Prioritas Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2019 10:28:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#NasrulAbit]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Budaya malu membuang sampah harus dihidupkan kembali untuk mencegah polusi plastik yang mulai mencemari lingkungan di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/">Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Budaya malu membuang sampah harus dihidupkan kembali untuk mencegah polusi plastik yang mulai mencemari lingkungan di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah malu buang sampah sembarangan. Polusi ini otomatis bisa dikurangi,&#8221; kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Solok, Jumat (25/10).</p>
<p>Sayangnya, kata dia, budaya malu itu sekarang sudah terkikis. Tua-muda, laki-laki perempuan seperti tidak merasa bersalah membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Akibatnya lingkungan menjadi tercemar. Limbah plastik yang dibuang butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Jika masuk ke perairan seperti danau atau laut, akan berpengaruh buruk terhadap ekosistem.</p>
<p>Padahal, ada ribuan masyarakat di sekeliling Danau Singkarak yang menggantungkan hidup menjadi nelayan ikan endemik, bilih.</p>
<p>Nasrul menyebut untuk membudayakan malu itu digagas gerakan gotong royong membersihkan selingkar Danau Singkarak, Jumat (25/10). Ribuan orang dengan beragam latar belakang ikut dalam gerakan itu.</p>
<p>&#8220;Gerakan ini hanya sebuah pemantik. Budayanya harus dihidupkan dengan dukungan semua pihak, terutama masyarakat sekeliling danau,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain ikut mengumpulkan sampah plastik dari pinggiran Danau Singkarak, Nasrul Abit juga mendatangi masyarakat yang membuka usaha warung di sekitar danau.</p>
<p>Ia meminta kesediaan mereka untuk ikut melarang jika ada yang membuang sampah ke dalam danau.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Siti Aisyah menyebut untuk mengelola kawasan sekitar danau, telah dibentuk Badan Pengelolaan Kawasan Danau Singkarak (BPKDS) yang terdiri dari masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Mereka telah membuat program dan rencana kerja, salah satunya untuk mengantisipasi pencemaran akibat sampah melalui bank sampah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemerintah mendukung program-program pelestarian lingkungan itu dengan memberi jalan membuka jejaring dengan perusahaan yang ada di provinsi itu.</p>
<p>&#8220;Melalui dana CSR, perusahaan bisa membantu program pelestarian lingkungan hidup itu,&#8221; katanya.</p>
<p>BPKDS juga bisa membuat program jaring sampah di sungai dengan menyiapkan infrastruktur pendukung seperti armada untuk mengangkut sampah yang terjaring ke tempat pembuangan.</p>
<p>Gotong royong membersihkan selingkar Danau Singkarak itu juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab Solok dan Tanah Datar, serta TNI/Polri<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/">Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahli Geologi : Danau Singkarak Setiap Tahun Bertambah Luas</title>
		<link>https://prokabar.com/ahli-geologi-danau-singkarak-setiap-tahun-bertambah-luas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 04:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Tim Ahli Pokja Geopark Ranah Minang yang juga menjabat Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pengurus daerah Sumatera Barat Dian Hadiyansyah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ahli-geologi-danau-singkarak-setiap-tahun-bertambah-luas/">Ahli Geologi : Danau Singkarak Setiap Tahun Bertambah Luas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batusangkar, Prokabar</strong> &#8211; Tim Ahli Pokja Geopark Ranah Minang yang juga menjabat Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pengurus daerah Sumatera Barat Dian Hadiyansyah menyebutkan Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar setiap tahun bertambah luas.</p>
<p>&#8220;Danau itu makin lama makin luas karena memang ada istilah geologi namanya lembah patahan, yakni danau yang terbentuk akibat patahan lempengan,&#8221; kata Dian Hadiyansyah di Batusangkar.</p>
<p>Hal itu dikatakannya saat menggelar Focus Group Discussion (FGD)atau kelompok diskusi terarah dalam rangka mengembangkan Danau Singkarak menjadi kawasan geopark nasional di Batusangkar, kemarin.</p>
<p>Ia mengatakan dalam skala waktu geologi, pergerakan patahan tersebut terjadi dalam waktu yang lama, bisa mencapai rentan waktu puluhan, ribuan, bahkan jutaan tahun.</p>
<p>&#8220;Itu adalah proses geologi yang biasa karena terbentuknya dari patahan. Proses perubahan tersebut tidak cepat, dalam puluhan tahun bergerak hanya berapa senti saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati demikian proses pergerakan tersebut hanya proses geologi biasa, dan tidak memberikan dampak negatif bagi warga yang bertempat tinggal di kawasan tersebut.</p>
<p>Terkait dengan pengembangan Danau Singkarak menjadi geopark nasional, secara geologi Danau Singkarak memiliki nilai warisan dan keanekaeragaman yang bernilai tinggi yang tidak kalah dari geopark Danau Toba.</p>
<p>Diharapkan dengan telah ditetapkannya Danau Toba sebagai geopark global dari UNESCO, Danau Singkarak segera menyusul bersama dengan Danau Dibawah dan Diantas, sebab kedua danau itu memiliki proses yang sama yakni satu jalur patahan Sumatera.</p>
<p>Untuk itu perlu komitmen pimpinan daerah dalam pengembangan selanjutnya, apalagi Danau Singkarak dimiliki oleh dua daerah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.</p>
<p>Dalam konsep pengembangan geopark tersebut adalah konsep konservasi atau pelestarian dan mengingatkan masyarakat dibalik alam yang indah itu juga harus waspada dengan bencana alam yang muncul.</p>
<p>Geopark juga menaikkan nilai dan daya tarik kawasan melalui destinasi wisata dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia di daerah setempat yang dapat dikelola secara bermanfaat dan berkelanjutan.</p>
<p>Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dari kerusakan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses edukasi, dan membangkitkan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>&#8220;Jadi dalam geopark sendiri apasih produk lokal yang bisa kita jual ke pengunjung. Sebagai contoh di Gunung Sewu karena disana banyak jangkrik jadi mereka menjual hama jangkrik itu yang sudah digoreng. Jadi itu yang kita pertahankan dan kita kembangkan, pemberdayaan masyarakat lokal,&#8221; ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ahli-geologi-danau-singkarak-setiap-tahun-bertambah-luas/">Ahli Geologi : Danau Singkarak Setiap Tahun Bertambah Luas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galundi Singkarak Festival, Alek Anak Nagari Batutaba Tampilkan Seni Budaya dan Kuliner</title>
		<link>https://prokabar.com/galundi-singkarak-festival-alek-anak-nagari-batutaba-tampilkan-seni-budaya-dan-kuliner/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 06:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#batutaba]]></category>
		<category><![CDATA[#galundi]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batutaba, Prokabar &#8211; Menyongsong gelaran pesta rakyat bertajuk Galundi Singkarak Festival yang bakal digelar di Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/galundi-singkarak-festival-alek-anak-nagari-batutaba-tampilkan-seni-budaya-dan-kuliner/">Galundi Singkarak Festival, Alek Anak Nagari Batutaba Tampilkan Seni Budaya dan Kuliner</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batutaba, Prokabar</strong> &#8211; Menyongsong gelaran pesta rakyat bertajuk Galundi Singkarak Festival yang bakal digelar di Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Baratpada 26-27 Oktober mendatang, pemerintah Nagari, ninik mamak, pemuda Nagari serta perantau terus melakukan persiapan.</p>
<p>Camat Batipuh Selatan Herru Rahman, menyampaikan, Galundi Singkarak Festival, merupakan festival rakyat anak Nagari Batu Taba yang mengkolaborasikan, mempertemukan dan menyatukan berbagai aktivitas kreasi seni budaya Minangkabau dengan hasil olahan pertanian, perkebunan dan perikanan dalam satu wadah festival.</p>
<p>“Insya Allah, event yang dipelopori pemuda nagari Batu Taba akan diwarnai Pergelaran Seni, Budaya serta Kuliner yang melibatkan masyarakat setempat dan didukung berbagai komunitas anak muda dari Batusangkar, Payakumbuh, Agam, Bukittinggi dan beberapa daerah lainnya,” ujar Herru, kemarin.</p>
<p>Festival yang baru pertama kali dilaksanakan di tepian Galundi, Danau Singkarak, Nagari Batu Taba akan diwarnai Pementasan Seni sanggar anak-anak dari berbagai kabupaten dan nagari di Sumbar. Ada 8 sanggar anak-anak yang akan berpentas, termasuk sanggar dari anak nagari Batu Taba.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/galundi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-48909" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/galundi.jpg" alt="" width="500" height="648" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/galundi.jpg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/galundi-231x300.jpg 231w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Lalu ada Pacu Biduak (sampan), kegiatan ini merupakan lomba pemuda nagari Batutaba yang akan diikuti oleh 5 Jorong di Nagari Batutaba, selanjutnya atraksi Silek dari anak Nagari Batutaba, permainan tradisional anak-anak layaknya acara 17 Agustus, permainan tradisional anak-anak ini menjadi bagian materi acara yang penting dalam event ini. Keceriaan dan kegembiraan dapat dirasakan dari cerianya permainan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Dan tidak lupa sajian kuliner khas Nagari Batutaba, seperti olahan ikan bilih, pensi, pangek sasau, dan makanan khas rumahan lainnya yang mengundang selera,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para pengunjung selain dapat menikmati sajian program yang ada. Pengunjung juga akan disediakan berbagai spot yang instagramable untuk bisa berswafoto bersama orang-orang terkasih.</p>
<p>Event ini dipelopori oleh pemuda Nagari Batutaba, dan didukung penuh oleh Pemerintah Nagari Batutaba beserta lembaga unsur lainnya yang ada di kanagarian. Selain itu, event ini juga didukung oleh berbagai komunitas anak muda yang ada di Payakumbuh, Lembah Harau, Agam, Bukittingi dan Batusangkar.</p>
<p>“Mari datang dan nikmati berbagai pertunjukan seni budaya serta sajian kuliner seperti olahan ikan bilih, pensi, pangek sasau dan makanan khas lainnya. Kami juga menyediakan spot yang instagramable untuk berfoto bersama orang terkasih,” tukas Herru.</p>
<p>Sementara itu Wali Nagari Batu Taba Destrianto bersama ketua KAN Basrizal Dt. Pangulu Basa mengungkapkan dukungan atas pelaksanaan festival Galundi Singkarak.</p>
<p>“Festival ini merupakan kegiatan alek anak nagari Batu Taba yang tentunya kami dukung bersama, kesuksesan acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini akan membuat nama Batu Taba semakin di kenal dan tentunya berharap wisatawan banyak berkunjung ke sini sehingga akan berdampak pada perekonomian masyarakat kita,” sampai Destrianto.<strong> (mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/galundi-singkarak-festival-alek-anak-nagari-batutaba-tampilkan-seni-budaya-dan-kuliner/">Galundi Singkarak Festival, Alek Anak Nagari Batutaba Tampilkan Seni Budaya dan Kuliner</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadinas Pariwisata Sumbar:  TdS Tetap Lewat Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/kadinas-pariwisata-sumbar-tds-tetap-lewat-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 05:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#TDS]]></category>
		<category><![CDATA[#TdS2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46412</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; TdS 2019 akan tetap melewati Danau Singkarak, namun belum ditentukan etape berapa. Diyakini pada tahun ini event internasional ini semakin meriah....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kadinas-pariwisata-sumbar-tds-tetap-lewat-singkarak/">Kadinas Pariwisata Sumbar:  TdS Tetap Lewat Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> TdS 2019 akan tetap melewati Danau Singkarak, namun belum ditentukan etape berapa. Diyakini pada tahun ini event internasional ini semakin meriah.</p>
<p>&#8220;Kepada masyarakat Sumbar diminta untuk bersabar menunggu keputusan final soal etape-etape yang akan ditempuh,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Ir. Oni Yulfian, M.BTM, di Padang, Kamis (12/9).</p>
<p>Menurut dia, sengkarut informasi soal TdS tak melewati Danau Singkarak, seharusnya tidak terjadi, jika saja informasi mentah persiapan panitia, tidak tersebar luas.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-46413" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0012.jpg" alt="" width="720" height="358" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0012.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0012-300x149.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0012-768x382.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190912-WA0012-1024x509.jpg 1024w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Pada awalnya ada niat baik bupati Solok menarik start ke Taman Hutan Kota di Arosuka. Niat baik ini, otomatis menambah jarak ke Danau Singkarak sejauh 30 Km. Jika panitia pasif maka Singkarak memang tak bisa dilewati. Panjang rute ditambah 30 Km akan menyebabkan peserta kelelahan, tim tidak membenarkan hal itu terjadi.</p>
<p>&#8220;Tentu saja, itu tak boleh terjadi, namun sebelum persiapan matang, informasi sudah beredar luas, padahal kita sedang mencarikan cara bagaimana ada etape yang melewati Singkarak, &#8221; kata Oni.</p>
<p>Saat ini panitia sedang memikirkan dan merumuskan etape mana yang akan melintas di Singkarak.</p>
<p>&#8220;Jadi sebenarnya tidak ada pernyataan dari siapapun bahwa Singkarak takkan dilewati, &#8221; katanya.</p>
<p>Dalam beberapa hari ini akan dijelaskan etape Tds kepada masyarakat Sumbar, termasuk jumlah peserta dan dari mana saja.</p>
<p>TdS telah menjadi pembicaraan luas dalam beberapa hari belakangan. Ini disebabkan ada informasi soal tak lewat Singkarak. Berbagai pihak menyesali hal itu. Rupanya, panitia sudah  bertekad, Tds tetap lewat Singkarak<strong>. (mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kadinas-pariwisata-sumbar-tds-tetap-lewat-singkarak/">Kadinas Pariwisata Sumbar:  TdS Tetap Lewat Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abdul Hakim : Kabupaten Kota Sepakat, TDS Melewati Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/abdul-hakim-kabupaten-kota-sepakat-tds-melewati-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 14:41:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#TDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Terkait rute TDS 2019 tidak melewati Danau Singkarak menuai polemik di tengah-tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Kadis Pariwisata dan Parpora...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/abdul-hakim-kabupaten-kota-sepakat-tds-melewati-danau-singkarak/">Abdul Hakim : Kabupaten Kota Sepakat, TDS Melewati Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Terkait rute TDS 2019 tidak melewati Danau Singkarak menuai polemik di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kadis Pariwisata dan Parpora Abdul Hakim mengatakan terkait rute TdS belum ada keputusan resmi dari panitia apakah melewati Danau Singkarak atau tidak.</p>
<p>&#8220;Dari hasil rapat koordinasi kabupaten/kota se Sumbar di Hotel Emersia Batusangkar kemaren, belum ada keputusan resmi dari panitia apakah melewati Danau Singkarak atau tidak, karena baru survey kedua untuk penetapan resmi,” ucap Abdul Hakim.</p>
<p>Hakim menambahkan, sesuai arahan Bupati Tanah Datar, bahwa TdS pada prinsipnya harus melewati Danau Singkarak sudah disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.</p>
<p>“Sesuai arahan pimpinan, TdS harus melewati Danau Singkarak. Maka kita usulkan pada etape 1 jika tidak memungkinkan pada etape 6,” katanya lagi.</p>
<p>Etape 1, dengan Grand Start di Pantai Gondoriah dan Finish di Istano Basa Pagaruyung ditambah rutenya melewati Danau Singkarak, jika sebelumnya pembalap langsung masuk ke arah Kubu Kerambil Batipuh, maka ditambah melewati arah Ombilin.</p>
<p>Sementara, pada etape 6, semula start di Dermaga Singkarak menuju Solok Selatan dipindahkan ke Arosuka dan jika ditambahkan mengelilingi Danau Singkarak akan melebihi standar jarak.</p>
<p>Abdul Hakim menambahkan, pada survey ketiga merupakan kepastian rute, dan tim akan turun kembali kelapangan.</p>
<p>&#8220;Yang jelas semua (Kabupaten kota) telah sepakat,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/abdul-hakim-kabupaten-kota-sepakat-tds-melewati-danau-singkarak/">Abdul Hakim : Kabupaten Kota Sepakat, TDS Melewati Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tegas ! Irdinansyah : TDS Harus Lewati Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/tegas-irdinansyah-tds-harus-lewati-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 04:26:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#TdS2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Bupati Tanah Datar secara tegas mengatakan jika Tour de Singkarak harus melewati Danau Singkarak. Bahkan, Irdinansyah Tarmizi telah mengusulkan pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tegas-irdinansyah-tds-harus-lewati-singkarak/">Tegas ! Irdinansyah : TDS Harus Lewati Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Bupati Tanah Datar secara tegas mengatakan jika Tour de Singkarak harus melewati Danau Singkarak. Bahkan, Irdinansyah Tarmizi telah mengusulkan pada pihak penyelenggara, Kementrian Pariwisata RI agar Tour de Singkarak mengelilingi danau dengan icon ikan bilih itu.</p>
<p>Bupati menilai, secara prinsip TDS harus melewati Danau Singkarak. Jika TDS tidak melewari Danau Singkarak, Tanah Datar mengancam akan mencabut keikutsertaanya sebagai kabupaten penyelenggara. Bupati juga telah memerintahkan kadisparpora Tanah Datar Abdul Hakim agar mengusulkan TDS tetap melewati Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Kita akan pertimbangkan untuk berpartisipasi. Hari kini rapat koordinasi di Emersia, dihadiri oleh kab/kota. Saya sudah tugaskan Kadisparpora untuk mengusulkan agar tetap ada etape yg melewati Singkarak. Kita berjuang dulu setelah itu baru kita tentukan sikap,&#8221; ucap Bupati Irdinansyah.</p>
<p>Pada tahun 2019, Event Tour de Singkarak 2019 memasuki penyelenggaraan ke 11. Dari 19 Kabupaten di Sumatera Barat, hanya 3 kabupaten saja yang tidak ikut dalam event berskala international itu, yakninya Mentawai, Pasbar, dan Kota Solok. Selain diikuti 16 kabupaten di Sumatera Barat, pada TDS yang akan berlangsung 2-10 November 2019 mendatang itu, dua Kabupaten di Provinsi Jambi juga menyertakan diri untuk berpartisipsi. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tegas-irdinansyah-tds-harus-lewati-singkarak/">Tegas ! Irdinansyah : TDS Harus Lewati Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2019 08:30:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bagan]]></category>
		<category><![CDATA[#keramba]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim gabungan akan segera merazia bagan dan keramba di Danau Singkarak karena dasar hukum Peraturan Daerah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/">Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim gabungan akan segera merazia bagan dan keramba di Danau Singkarak karena dasar hukum Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTRKSP) telah selesai diketok palu.</p>
<p>&#8220;Dasar hukumnya sudah ada. Jumat depan kita undang semua untuk sosialisasi, setelah itu kita lakukan razia,&#8221; kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri, Selasa.</p>
<p>Menurutnya ada sekitar 100-an bagan dan sekitar 11 keramba beroperasi di Danau Singkarak yang terbagi dalam daerah administrasi dua kabupaten yaitu Tanah Datar dan Solok.</p>
<p>Akibat alat tangkap ilegal itu, populasi ikan endemik Danau Singkarak, bilih, berkurang drastis hingga 80 persen hingga nelayan tradisional yang menangkap dengan sampan menjadi kesulitan mendapat ikan.</p>
<p>Jika kondisi itu terus dibiarkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama populasi ikan bilih di Singkarak akan punah.</p>
<p>Yosmeri mengatakan tokoh masyarakat di Solok maupun Tanah Datar sangat mendukung penertiban bagan dan keramba itu. Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Kepolisian, dan Wali Nagari setempat juga siap untuk membantu proses penertiban.</p>
<p>&#8220;Masyarakat mendukung karena ini untuk kepentingan bersama. Tinggal para pemilik bagan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya penertiban bagan dan keramba di Singkarak pernah dilakukan tetapi mendapatkan perlawanan dari pemilik bagan sehingga prosesnya ditangguhkan sementara.</p>
<p>Namun ke depan, dengan adanya Perda sebagai dasar hukum, penertiban akan dilakukan kembali dan tidak akan ada penangguhan lagi. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perda-rampung-pemprov-sumbar-segera-razia-keramba-dan-bagan-di-danau-singkarak/">Perda Rampung, Pemprov Sumbar Segera Razia Keramba dan Bagan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Sumbar Bantu Alat Tangkap untuk Nelayan Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bantu-alat-tangkap-untuk-nelayan-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2019 15:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membantu nelayan sekitar Danau Singkarak sebanyak 34 alat tangkap untuk meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga kelestarian ekosistem danau....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bantu-alat-tangkap-untuk-nelayan-singkarak/">Pemprov Sumbar Bantu Alat Tangkap untuk Nelayan Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membantu nelayan sekitar Danau Singkarak sebanyak 34 alat tangkap untuk meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga kelestarian ekosistem danau.</p>
<p>&#8220;Bantuan yang diserahkan berupa jaring lala, jaring nila dan mesin tempel 2,5 PK,&#8221; kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Singkarak, Sabtu (31/8).</p>
<p>Bantuan itu telah diberikan dalam dua tahap. Tahap I pada 2018 diserahkan kepada nelayan Danau Singkarak wilayah Kabupaten Solok sebanyak 14 sarana. Tahun 2019 ditambahkan sebanyak 34 sarana.</p>
<p>Sementara itu, untuk nelayan Singkarak di wilayah Kabupaten Tanah Datar, tahun 2018 sejumlah 22 sarana dan 54 sarana pada tahun ini.</p>
<p>&#8220;Kami harapkan bantuan yang diserahkan kepada kelompok-kelompok ini bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,&#8221; kata Nasrul Abit.</p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa nelayan dan pemerintah sudah sepakat untuk tidak ada lagi bagan di danau seluas 11.127 hektare tersebut. Untuk itu dia mengajak dan mengharapkan bantuan dan kerja sama nelayan agar saat membersihkan danau dapat berjalan dengan baik tanpa gejolak.</p>
<p>&#8220;Pembersihan sudah dimulai, kami tetap mengharapkan kerjasama nelayan agar danau kita ini bisa bersih. Mari sama-sama kita menjaga Danau Singkarak ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan saat ini jumlah nelayan di danau Singkarak 7.917 orang, di Kabupaten Solok 3.678 orang dan di Kabupaten Tanah Datar 4.239 orang.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data, jumlah alat tangkap bagan di Solok 238 unit dan 278 unit di Kabupaten Tanah Datar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia mengatakan semua keramba dan bagan sesuai Peraturan Daerah (Perda) tidak dibenarkan di kawasan Danau Singkarak agar tidak merusak ekosistem seperti yang terjadi di Danau Maninjau<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-bantu-alat-tangkap-untuk-nelayan-singkarak/">Pemprov Sumbar Bantu Alat Tangkap untuk Nelayan Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Protes Penertiban Bagan, Danau Singkarak Memanas</title>
		<link>https://prokabar.com/protes-penertiban-bagan-danau-singkarak-memanas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 17:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bagan]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Ratusan pemilik bagan di Danau Singkarak memprotes penertiban yang dilakulan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar bersama Satpol PP, Kamis (18/7)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/protes-penertiban-bagan-danau-singkarak-memanas/">Protes Penertiban Bagan, Danau Singkarak Memanas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Ratusan pemilik bagan di Danau Singkarak memprotes penertiban yang dilakulan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar bersama Satpol PP, Kamis (18/7).</p>
<p dir="ltr">Penertiban alat tangkap ikan yang dinilai tak ramah lingkungan itu, sesuai kesepakatan yang sudah diambil tujuh bulan lalu antara perwakilan warga, DPRD Sumbar, jajaran Pemprov Sumbar dan unsur-unsur terkait lainnya.</p>
<p dir="ltr">Suasana di pinggiran Danau Singkarak sempat memanas. Sepanjang Kamis, ratusan pemilik bagan yang merupakan warga Kabupaten Tanah Datar, yakni Kecamatan Rambatan dan Batipuah Selatan, berkumpul di kawasan wisata Tanjuang Mutiara, Batu Taba.</p>
<p dir="ltr">Mereka meminta penjelasan pejabat kompeten, terkait dengan eksekusi bagan milik mereka.</p>
<p dir="ltr">Bagan adalah satu jenis alat tangkap ikan menggunakan jaring rapat. Di seputaran Singkarak jumlahnya mencapai 428 dan menyebar dalam wilayah Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p dir="ltr">Suasana sempat memanas, karena tim eksekusi terus beroperasi dari satu titik ke titik-titik berikutnya. Tim itu menggiring bagan milik warga ke pinggir danau, memutus aliran listrik ke bagan, dan membuka jaring tangkap rapat.</p>
<p dir="ltr">Asisten II Setdaprov Sumbar Benni Warlis kepada warga menjelaskan, penertiban bagan-bagan yang disebut sebagai salah satu penyebab kerusakan lingkungan di Danau Singkarak dilakukan, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah diambil.</p>
<p dir="ltr">“Kami mohon pengertian masyarakat, karena ini sudah berdasarkan kesepakatan yang diambil bersama-sama di DPRD Sumbar. Sebelum dilakukan eksekusi oleh tim Dinas Kelautan dan Perikanan, juga sudah ada peringatan,” ujar Benni.</p>
<p dir="ltr">Mulanya, beberapa orang yang tergabung ke dalam ratusan massa yang berkumpul di Tanjung Mutiara berteriak-teriak. Mereka menyatakan protes dan keberatan dengan operasi penertiban bagan itu.</p>
<p dir="ltr">Ketika Dandim 0307/TD Letkol Inf. Edi S. Harahap mencek identitas massa yang berkumpul, seraya meminta menunjukkan KTP Kabupaten Tanah Datar, beberapa warga mulai mundur, hingga akhirnya sepakat untuk dilakukan perundingan. Massa pun mempercayakan enam orang perwakilan mereka pada pertemuan yang dilakukan di kantor Walinagari Batutaba itu.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar Daryanto Sabir yang turut hadir pada dialog itu menjelaskan, pada pertemuan di DPRD Sumbar memang ada penolakan untuk membongkar bagan-bagan di Singkarak itu, terutama datangnya dari warga yang terhimpun ke dalam Asosiasi Nelayan Bagan Seputaran Danau Singkarak.</p>
<p dir="ltr">“Memang ada penolakan. Tapi sesuai ketetapan gubernur, penertiban tetap harus dilakukan, maka diberi tenggang waktu tujuh bulan, yakni sejak November 2018 hingga Juni 2019. Dalam rentang waktu itu, pemilik bagan harus mengganti jaring bagannya dengan tiga perempat sampai satu inchi,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Setelah dievaluasi, jelasnya, ternyata pemilik belum juga mengganti jaring bagannya, sesuai ukuran yang ditetapkan. Pada akhirnya, jelasnya, 15-16 Juli dilakukan penertiban seputaran Danau Singkarak di Kabupaten Solok dan 18-19 Juli di wilayah hukum Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p dir="ltr">Salah seorang warga, Hendra mengatakan, penertiban yang dilakukan Pemprov Sumbar hendaknya tidak merugikan masyarakat. Menurutnya, akibat penertiban yang dilakukan, mereka pun jadi kehilangan pendapatan yang menjadi sumber penghidupan mereka.</p>
<p dir="ltr">“Bagan itu stationer. Tidak pakai umpan. Jumlahnya tak sampai satu persen dari luas danau. Kami akan tertib dan ikuti aturan yang dibuat. Kalau dilarang, apalagi yang bisa dikerjakan masyarakat untuk penghidupan kami. Marilah kita kaji ulang lagi. Kalau merusak, merusaknya itu dimana. Kita sudah lakukan perubahan jaring bagan dengan ukuran lebih besar,” tuturnya<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/protes-penertiban-bagan-danau-singkarak-memanas/">Protes Penertiban Bagan, Danau Singkarak Memanas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/224 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:50:56 by W3 Total Cache
-->