<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#simpai Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/simpai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/simpai/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Feb 2025 14:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#simpai Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/simpai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</title>
		<link>https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 08:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Jajaran BKSDA Sumatera Barat bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap pelaku penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai atau Surili (prebytis melalophos) yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Jajaran BKSDA Sumatera Barat bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap pelaku penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai atau Surili (prebytis melalophos) yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan fakta di lapangan, lokasi kejadian berada di Jorong Aia Mudiak, Nagari Tambangan Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,&#8221; ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra, Minggu (4/4).</p>
<p>Dia menjelaskan, video direkam pada tanggal 14 januari 2021. Dan pelaku dalam video berinisial A (17), yang melakukan perekaman, MR (15) yang memegang Simpai, HF (32), yang memegang karung, TPT (16), menggunakan batik biru dalam posisi berdiri, JM (45), berkaos hitam dalam posisi berdiri. Dan sementara pelaku penyebar video RM (18).</p>
<p>Ia melanjutkan berdasarkan hasil pemeriksaan terpisah para pelaku, kejadian pada saat para pelaku akan mandi di sungai.</p>
<p>Melihat Simpai terjatuh dan terluka, bermaksud menyelamatkannya, maka satwa mereka tangkap.</p>
<p>Namun satwa bereaksi, melihat hal itu spontan para pelaku tertawa.</p>
<p>&#8220;Satwa itu mereka tangkap dan bawa dengan karung ke rumah berjarak 30 meter dan mereka obati. Dan selanjutnya lepas pada hari itu juga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi pelaku. Rekonstruksi ulang oleh pelaku dengan saksi perangkat nagari, jorong dan warga.</p>
<p>&#8220;Memeriksa para pelaku video dan penyebar. Kami juga telah melakukan pembinaan dengan surat pernyataan di Polres Padang Panjang. Serta Pembuatan video klarifikasi di kantor wali nagari,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 07:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#laf]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Aparat kepolisian dan BKSDA berhasil menangkap pelaku penganiayaan Simpai dalam video viral beberapa hari terakhir. Pelaku merupakan anak Nagari Tambangan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/">Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Aparat kepolisian dan BKSDA berhasil menangkap pelaku penganiayaan Simpai dalam video viral beberapa hari terakhir.</p>
<p dir="ltr">Pelaku merupakan anak Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.</p>
<p dir="ltr">Petugas kepolisian berhasil mengamankan lima orang pelaku dan sudah meminta maaf.</p>
<p dir="ltr">Penganiayaan tersebut menurut pelaku terjadi pada Januari 2021.</p>
<p dir="ltr"><strong>Berita Terkait:</strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Tiga Pemuda Siksa Simpai Sumatera</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/"><strong>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/"><strong>Pelaku Penyiksaan Simpai Terungkap, Ternyata di Tambangan Tanah Datar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><strong><a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a></strong></li>
</ul>
<p dir="ltr">&#8220;Kami mengakui salah dan kami meminta maaf atas tindakan yang mengakibatkan video tersebut viral dan membuat kegaduhan,&#8221; kata salah seorang pelaku yang kini beredar di media sosial.</p>
<p dir="ltr">Selain meminta maaf, polisi dan petugas BKSDA juga mendatangi lokasi di pinggir sungai,tempat pelaku menganiaya simpai.</p>
<figure id="attachment_84556" aria-describedby="caption-attachment-84556" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-84556" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg" alt="" width="640" height="359" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-84556" class="wp-caption-text">Penyiksaan seekor simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos)</figcaption></figure>
<p dir="ltr"><b>VIDEO PENYIKSAAN</b></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan. <strong>(laf)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/">Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</title>
		<link>https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#lintau]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Primata]]></category>
		<category><![CDATA[Primata Sumtra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84572</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR.COM, PADANG-  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat. Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya. Kenapa pula ada yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR.COM, PADANG-</strong>  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat.</p>
<p>Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.</p>
<p>Kenapa pula ada yang menyiksa Simpai nan lincah ini.</p>
<p>Primata langka itu bertungkai dan berlengan panjang. Bulunya halus warna kuning. Pelompat indah adalah primata Sumatera.</p>
<p>Lincah, suka berayun-ayun pada dahan kayu besar.</p>
<p><strong>Berita Terkait</strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</strong></a></p>
<p>Biasanya kera berekor panjang itu turun ke tanah untuk minum di tepi sungai atau batang air.</p>
<p>Pada anak-anak sungai dalam rimba.</p>
<p>Di rimba, parak, ladang-ladang simpai hidup bersama siamang, beruk, cigak atau kera.</p>
<p>Makhluk lompat-melompat di pepohonan ini, terlincah dari kawan-kawannya.</p>
<p>Ekor simpai yang panjang, terlihat lucu. Binatang lucu itulah yang dilindungi, karena telah langka.</p>
<p>Beberapa anak bujang menyiksa hewan primata itu pula. Kabarnya di Lintau.</p>
<h3>Video Penyiksaan Simpai</h3>
<p>Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
<p>Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
<p>Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
<p>Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/robot-tercanggih-di-dunia-indonesia-masuk-daftar/"><strong>Robot Tercanggih di Dunia, Indonesia Masuk Daftar</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra memastikan kejadian tersebut di Lintau.</p>
<p dir="ltr">Pihak BKSDA masih menelusuri kejadian hingga sekarang, Kamis (1/4/2021).   (nrs)</p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</title>
		<link>https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 04:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Jagad media sosial geger dengan munculnya video penyiksaan seekor Simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos). Tiga pemuda melakukan penyiksaan yang mereka rekam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/">Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><b>Padang, Prokabar </b>– Jagad media sosial geger dengan munculnya video penyiksaan seekor Simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos).</p>
<p dir="ltr">Tiga pemuda melakukan penyiksaan yang mereka rekam dan unggah di media sosial.</p>
<p dir="ltr">Dalam video 26 detik itu terlihat mereka berada di pinggir sungai, tertawa kegirangan saat menyiksa simpai tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor surili.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/data-sementara-32-bangunan-rusak-akibat-cuaca-ekstrim-di-tanah-datar/"><strong>Data sementara, 32 Bangunan Rusak Akibat Cuaca Ekstrim di Tanah Datar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/dukung-program-vaksinasi-semen-padang-berikan-kaos-untuk-warga-pasar/"><strong>Dukung Program Vaksinasi, Semen Padang Berikan Kaos untuk Warga Pasar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/indosiar-siapkan-tontontan-penuh-tuntunan-di-ramadan-penuh-berkah/"><strong>Indosiar Siapkan Tontontan Penuh Tuntunan di ‘Ramadan Penuh Berkah’</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Binatang itu terlihat tersungkur di tanah berteriak kesakitan. Ketiga pria itu malah tertawa ketika simpai menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki tersebut menarik ekor Surili tersebut.</p>
<p dir="ltr">Surili tersebut melompat ke arah orang itu dan membuatnya tercebur ke sungai, sehingga hewan itu lepas.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Lalu seorang laki-laki membawa karung dengan memakai baju kaos hitam dan celana jeans biru muda mau menangkap hewan itu di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sementara itu, BSDA Resor Agam sedang menelusuri video tersebut.</p>
<p dir="ltr">“Menurut penelusuran kita itu terjadi di Lintau, Kabupaten Tanah Datar, kita masih telusuri sekarang,” kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Kamis (1/4/2021).</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/inspiratif-tugu-unik-dibangun-untuk-pengusaha-fotokopi/"><strong>Inspiratif, Tugu Unik Dibangun untuk Pengusaha Fotokopi</strong></a></li>
</ul>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ade Saputra mengatakan, simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos) adalah salah satu satwa endemik pulau Sumatera.</p>
<h3 dir="ltr">Sebaran Simpai</h3>
<p dir="ltr">Sebaran Simpai atau Surili Sumatera ini terbatas di pulau Sumatera.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora CITES juga memasukkannya dalam daftar appendix II.</p>
<p dir="ltr">Sedang di Indonesia, simpai termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.</p>
<p dir="ltr">Sesuai pasal 21 ayat 2 UURI nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAHE, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati atau pun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya.</p>
<p dir="ltr">Sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 juta. <strong>(*)</strong></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><em>Source : topsatu.com</em></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/">Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 60/74 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/10 queries in 0.007 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:05:22 by W3 Total Cache
-->