<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#sentakilau Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sentakilau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sentakilau/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Nov 2019 02:11:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#sentakilau Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sentakilau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sentak Ilau, Nyanyian Batin Penguasa Hutan dan Keresahan Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/sentak-ilau-nyanyian-batin-penguasa-hutan-dan-keresahan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 02:11:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#sentakilau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Lantunan sholawat nabi menikam ulu hati sang penguasa hutan, saat memasuki perkampungan warga di Pesisir Selatan. Tubuh Inyiak Balang itu bergetar, langkahnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sentak-ilau-nyanyian-batin-penguasa-hutan-dan-keresahan-warga/">Sentak Ilau, Nyanyian Batin Penguasa Hutan dan Keresahan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Lantunan sholawat nabi menikam ulu hati sang penguasa hutan, saat memasuki perkampungan warga di Pesisir Selatan.</p>
<p>Tubuh Inyiak Balang itu bergetar, langkahnya tertatih ketika ritual pengusiran harimau untuk kembali ke habitatnya. Hewan buas itu sudah meresahkan warga.</p>
<p>Dibarisan paling depan, lima orang &#8220;pandai&#8221; membaca kajian diiringi alunan tabuah. Harimau itu harus diusir, dia tamu tak diundang. Kalaupun diundang, perbuatan yang sia sia.</p>
<p>Dikejauhan, warga pucat basi, takut dicakar atau dicabik nyawanya. Mereka berdoa meminta kepada yang satu. Jangan sampai harimau itu terluka apalagi mengamuk, sia sia benar.</p>
<p>Begitulah adegan yang diperagakan Sanggar Nan Gombang, saat menampilkan kesenian Sentak Ilau, dalam Pertunjukan Seni Kreatif di Geelanggang Palito Nyalo, Pauah, Kota Padang, Kamis (21/11) malam.</p>
<p>Malam kian kelam, sekelam kerbau hitam dikegelapan. Langkah pandeka tak surut dibawah rintik hujan. Mereka memainkan adegan Sentak Ilau kontemporer dengan apik, nyaris membius penonton.</p>
<p>Liuk jemari penari membuai sahdu nya malam, dibawah rintik hujan. Diluar lapanganan penonton tepuk tangan.</p>
<p>Lima penari berlari memutar diatas panggung. Menyerentak merangkul pasangan masing-masing. Yang satu lagi duduk bersila sambil membaca mantra.</p>
<p>Penari yang berpasangan kadang naik diatas punggung pasangannya, kadang turun.</p>
<p>Penari perempuan menggambarkan resahan hati harimau saat diusir dari santapannya, di perkampungan. Diusir tapi tak dilukai, namun harus kembali kehabitat. Penari laki laki diibaratkan dukun yang mengusir binatang buas tersebut.</p>
<p>Menurut pendiri sanggar Nan Gombang, Hosrizal Yaman, Sintak Ilau merupakan kejadian nyata yang dialami warga Pesisir Selatan.</p>
<p>&#8220;Sentak Ilau adalah sebuah ritual yang dilakukan warga Pesisir Selatan untuk mengusir atau menangkap harimau yang masuk ke perkampungan. Diusir tapi tak dilukai,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ketika harimau masuk ke perkampungan kata dia, salah satu langkah untuk mengusirnya adalah dengan meminta doa kepada sang pencipta. Berkat doa itulah harimau kembali ke habitatnya, tanpa harus terluka.</p>
<p>&#8220;Kita berdoa, membaca sholawat nabi yang diiringi bunyi tabuah atau Gendang,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sementara, koreografer Sentak Ilau, Desi Armanisa menyebut, tarian Sentak Ilau adalah sebuah ekspresi ketakutan harimau dan warga, yang dituangkan kedalam tarian.</p>
<p>&#8220;Tanpa menghilangkan arti Sentak Ilau itu sendiri, yaitu emanggilan,&#8221; ungkapnya. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sentak-ilau-nyanyian-batin-penguasa-hutan-dan-keresahan-warga/">Sentak Ilau, Nyanyian Batin Penguasa Hutan dan Keresahan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/49 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 17:43:21 by W3 Total Cache
-->