<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#seniman Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/seniman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/seniman/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2021 13:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#seniman Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/seniman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bawa Misi Pariwisata, Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure Didukung Menparekraf dan Seniman</title>
		<link>https://prokabar.com/bawa-misi-pariwisata-ekspedisi-30-summits-samawe-adventure-didukung-menparekraf-dan-seniman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 13:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#30SummitsSamaweAdventure]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[#seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. Selain itu kegiatan yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bawa-misi-pariwisata-ekspedisi-30-summits-samawe-adventure-didukung-menparekraf-dan-seniman/">Bawa Misi Pariwisata, Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure Didukung Menparekraf dan Seniman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. Selain itu kegiatan yang berlangsung Mei mendatang ini juga didukung oleh sejumlah seniman.</p>
<p>Selama 11 bulan kedepannya, tim Samawe Adventure akan melakukan perjalanan ke 30 gunung di Indonesia. Membawa misi menghidupkan sektor pariwisata, Menparekraf tentunya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.</p>
<p>“Saya mengucapkan dan mendukung kegiatan anak bangsa bernama Samawe Adventure, yakni Ekspedisi 30 Summit, perjalanan ke 30 gunung,” kata Sandiaga dalam kata sambutannya pada acara press conference 30 Summits di Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>Sandiaga mengatakan kegiatan ini selaras dengan upaya menghidupkan dan menggeliatkan kembali pariwisata di Indonesia. Ia mengapresiasi kegiatan yang di disajikan dalam karya dokumenter berisi eksplorasi keindahan alam serta kearifan budaya dan beragam desa adat di Indonesia.</p>
<p>“Ini mendukung positif mendukung destinasi baru pariwisata di negeri kita. Semoga usaha ini dilancarkan oleh yang Maha Kuasa. Kami memberikan semangat dan motivasi agar kegiatan ini bisa membawa kemaslahatan buat bangsa Indoensia,” kata Sandiaga.</p>
<p>Selain Menparekraf, sejumlah musisi turut mendukung kegiatan Samawe Adventure. Hadir sebagai pembicara, Ananda Sukarlan (pianis klasik mendunia), Citra Utami, Octa Octarina dan Ida Bagus Charma turut mengapresiasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85757" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210419-WA0017-1024x768.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210419-WA0017-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210419-WA0017-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210419-WA0017-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210419-WA0017.jpg 1152w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Raden Bambang Adi Wijaya, salah satu founder Samawe Adventure sekaligus pendaki utama dalam ekspedisi 30 Summits, menjelaskan kegiatan ini akan dilakukan 26 Mei mendatang. “Gunung pertama yang akan didaki adalah Gunung Leuser di Aceh,&#8221; katanya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Awe ini menjelaskan ekspedisi ini rencananya berdurasi waktu sekitar 11 bulan. Dari 30 puncak gunung tersebut, ia mengatakan, nantinya dibagi ke dalam tiga etape pendakian. Pendaki yang akan terlibat berjumlah enam orang. Rinciannya adalah masing-masing dua pendaki utama dan pendaki lokal, serta dua orang videografer.</p>
<p>“Etape pertama wilayah Sumatera. Gunung yang didaki rencananya Leuser, Singgalang-Merapi, Kerinci, dan Dempo di Palembang. Selanjutnya etape kedua gunung di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lalu etape ketiga wilayah Sulawesi, Kalimantan, Ambon, dan Papua,” paparnya.</p>
<p>Awe mengatakan di setiap puncak gunung nantinya diniatkan bisa tuntas satu juzz Alquran. Dengan 30 puncak yang disambangi, ia berharap, rencana khatam Alquran bisa diwujudkan.</p>
<p>“Dalam eksepedisi ini kita mencoba merekam semua kondisi faktual dari setiap gunung melalui video. Tapi kami tidak Hanya sekadar mendaki saja tetapi ada misi yang bersifat refleksi dengan cara melantunkan ayat Alquran dari atas gunung,” ujarnya.</p>
<p>Harry ‘Koko’ Santoso, pemerhati seni dan budaya, menyambut baik semangat dari komunitas Samawe maupun dukungan dari pemerintah. Koko mengatakan kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan persatuan di negeri ini.</p>
<p>&#8220;Ketika perbedaan masih sering terdengar maka kegiatan pendakian 30 puncak gunung ini justru memberikan pesan kuat bahwa generasi muda itu harus berani berjuang, bersusah payah tetapi memiliki tujuan untuk menuju puncak. Inilah filosofi mendasar dari kegiatan ini&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Koko mengatakan kegiatan semacam ini penting juga untuk menguatkan solidaritas dari seluruh anak bangsa.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini kan bisa berjalan dan sukses jika ada kerjasama dan solidaritas dari semua yang terlibat. Inilah yang sekarang kita butuhkan buat bangsa ini dan hal ini dicontohkan oleh Samawe Adventure,&#8221; kata Koko dengan penuh semangat. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bawa-misi-pariwisata-ekspedisi-30-summits-samawe-adventure-didukung-menparekraf-dan-seniman/">Bawa Misi Pariwisata, Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure Didukung Menparekraf dan Seniman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinergi Dua Seniman Ini, Bangkitkan Semangat Bangsa Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/sinergi-dua-seniman-ini-bangkitkan-semangat-bangsa-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 10:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#gsui]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) mengundang dua seniman legendaris di bidang seni lukis dan musik. Mereka adalah pelukis Goes Noeg dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sinergi-dua-seniman-ini-bangkitkan-semangat-bangsa-indonesia/">Sinergi Dua Seniman Ini, Bangkitkan Semangat Bangsa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) mengundang dua seniman legendaris di bidang seni lukis dan musik. Mereka adalah pelukis Goes Noeg dan musisi Ote Abadi.</p>
<p>Keduanya bersinergi menunjukan maha karya mereka secara langsung dihadapan awak media. Tiga lagu ciptaan Ote berjudul<br />
&#8216;Damailah Damai&#8217;, &#8216;Selamatkan Indonesia&#8217;, dan &#8216;Putera Puteri Bangsa Besar&#8217; dinyanyikan diiringi petikan gitar.</p>
<p>Ketiga lagu bernafaskan perdamaian dan persatuan bangsa ini divisualkan dalam bentuk lukisan. Goes Noeg mulai menggoreskan cat berwarna warni di atas kanvas.</p>
<p>&#8220;Sinergi ini adalah pengalaman pertama kami. Biasanya berkolaborasi dengan sesama musisi, sekarang justru dengan maestro lukis seperti Goes Noeg,&#8221; ujar Ote Abadi mengawali perbincangan.</p>
<p>Hal senada pun diakui Goes Noeg yang sama sekali belum ada gambaran apa yang hendak dilukiskan di atas kanvas. Setelah mendengar tiga karya lagu Ote, Goes Noeg pun mulai menggerakan kuas ke dalam cat.</p>
<p>&#8220;Ide sinergi ini begitu cepat, baru kemarin dapat kabar. Hari ini langsung lukis. Sinergi ini memang sudah jalan bagi kami jelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia tercinta,&#8221; sambut Goes Noeg.</p>
<p>Selama kurang lebih dari 20 menit, lukisan Goes Noeg diiringi tiga lagu Ote Abadi selesai sudah. Keduanya tampak bersemangat ketika masing-masing menjelaskan arti dari karya mereka.</p>
<p>&#8220;Di tengah bumi ada Indonesia (gambar bendera di tengah bulatan biru).Ini ada beberapa lambang agama di dunia. Ada arah cahaya spektrum ke atas itu adalah semuanya bersandar dan bergantung kepada-Nya,&#8221; beber Goes Noeg.</p>
<p>&#8220;Ada lempeng emas, segala keagungan bertuju kepada-Nya. Ada tujuh goresan emas artinya kehidupan kita ada tujuh hari, kenapa merah putihnya ada warna warni karena tidak serta merta berwarna itu saja, diperkaya dengan warna suku, agama, bahasa dan sebagainya,&#8221; jelasnya menambahkan.</p>
<p>Begitu juga dengan penjelasan Ote Abadi yang mengisahkan ketiga karya lagunya. &#8220;Semua lagu ini tercipta ketika melihat adanya pergeseran persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu ini untuk mengajak bangsa kembali bersatu, bergotong royong demi Indonesia tercinta,&#8221; seru Ote Abadi.</p>
<p>Melihat dua karya yang ditampilkan dua seniman kawakan ini, Harry &#8216;Koko&#8217; Santoso (penasehat GSUI) menyampaikan rasa terimakasih.</p>
<p>&#8220;Terimakasih kepada maestro Goes Noeg dan musisi Ote Abadi yang menunjukan sinergi yang luar biasa ini. Jelang kemerdekaan, harapannya bangsa Indonesia kembali bersatu. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, kita harus saling bantu.<br />
(<strong>beb</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sinergi-dua-seniman-ini-bangkitkan-semangat-bangsa-indonesia/">Sinergi Dua Seniman Ini, Bangkitkan Semangat Bangsa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Minang  Serba Bisa Itu Meninggal Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/seniman-minang-serba-bisa-itu-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2019 02:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#musisi]]></category>
		<category><![CDATA[#nedigampo]]></category>
		<category><![CDATA[#seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=31408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Berita duka datang dari dunia seni Sumatera Barat. Artis serba bisa, Nedi Gampo menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (28/2) pukul 07.30...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seniman-minang-serba-bisa-itu-meninggal-dunia/">Seniman Minang  Serba Bisa Itu Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; Berita duka datang dari dunia seni Sumatera Barat. Artis serba bisa, Nedi Gampo menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (28/2) pukul 07.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Innalillahiwainnailaihi rojiun</p>
<p>Telah berpulang salah seorang seniman Minang<span class="Apple-converted-space">  </span>Nedi Gampo hari ini jam 7.30 di RS Ibnu Sina Padang ..</p>
<p>Mudah mudahan amal baik diterima oleh Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini&#8221; tulis informasi yang beredar di media sosial.</p>
<p>Nedi Gampo yang juga Caleg DPRD Provinsi dari Partai Gerindra ini dikenal sebagai seniman kocak. Puluhan album minang sudah ditelurkan, baik solo maupun duet dengan penyanyi lain.</p>
<p>Jelang menghembuskan nafas terakhir, Nedi Gampo dikenal aktif sebagai penyanyi KIM. Almarhum sudah berkeliling Indonesia membesarkan kesenian khas Minangkabau ini.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Nedi Gampo semasa hidup dikenal sebagai penyanyi dengan sentuhan lirik yang mengocok perut. Dengan ciri khas Ratok Garah, lelaki bertubuh agak ke(me)kar ini tiada duanya dijaman-jaman tersebut.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Kendati dibumbui humor, namun Nedi Gampo lewat liriknya leluasa menyuarakan kritikan sosial, ya salah satunya tersaji di album “Dimakan Caciang”.</p>
<p>Tak urung, lagu-lagunya populer di tengah masyarakat. Sebut saja “Jawinar”, “Ondeh Amak”, “Pesangon”, “Mabuak”, “Dukun Dianggap Tuhan”, dan “Antaro Kain Baduang jo Kain Kafan”. Kemunculan lagu-lagu itu, sempat mencuri perhatian penikmat musik Minang waktu itu.</p>
<p>Sejumlah Album yang pernah ditelurkan oleh Nedi Gampo di antaranya,<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>1. Sagalo Gadang tahun 1993 Produksi Pitunang Record</p>
<p>2. Pisau Silet tahun 1995 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>3. Aki Suak tahun 1996 Produksi Baramas</p>
<p>4. Jawinar tahun 1998 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>5. Bangku Angek tahun 2000 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>6. Uwia-uwia Mintah Gatah tahun 2001 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>7. Diamakan Caciang tahun 2005 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>8. Angguak-angguak Geleng tahun 2007 Produksi Gita Virma Record</p>
<p>9. Barangkek Kosong tahun 2008 Produksi Balada Record.</p>
<p>(laf/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seniman-minang-serba-bisa-itu-meninggal-dunia/">Seniman Minang  Serba Bisa Itu Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Seniman Piaman Gelar Aksi Sosial Peduli Sulteng</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-seniman-piaman-gelar-aksi-sosial-peduli-sulteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2018 14:04:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#musisi]]></category>
		<category><![CDATA[#Palu]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#pedulipalu]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Seniman Piaman mengumpulkan sumbangan bagi korban musibah Palu, Sigi dan Donggala melalui konser di terminal Sicincin, Jumat hingga Sabtu Malam....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-seniman-piaman-gelar-aksi-sosial-peduli-sulteng/">Keren, Seniman Piaman Gelar Aksi Sosial Peduli Sulteng</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Seniman Piaman mengumpulkan sumbangan bagi korban musibah Palu, Sigi dan Donggala melalui konser di terminal Sicincin, Jumat hingga Sabtu Malam.</p>
<p>Ketua panitia, Erwin mengatakan, kegiatan berlangsung partisipasi dan kesadaran sejumlah seniman Piaman. &#8220;Sebagian kawan-kawan penggerak usaha orgen tunggal, penyanyi, kru, pemain musik, sanggar-sanggar, pemilik soundsystem, hingga para penggerak seni kreatif,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pengumpulan sumbangan untuk Palu, juga sudah pernah dilaksanakan 2 hari setelah terjadinya musibah bencana alam tersebut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, sumbangan yang sudah terkumpul hampir mencapai Rp10 juta. Jumlah itu berhasil dikumpulkan di beberapa titik pengumpulan seperti di Sicincin dan Pauah Kamba,&#8221; terangnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Sebagai pemilik usaha soundsystem dan orgen tunggal, merupakan hal yang membanggakan bersama rekan-rekan.</p>
<p>&#8220;Kami melibatkan artis minang seperti Buset, Upiak Isil, Mak Itam dan lain-lain. Mereka semua tentu sangat sibuk mengingat nama yang sudah sangat terkenal. Tapi mereka mau bergabung di sini, bersama untuk saudara-saudara kita di Palu nanti,&#8221; terangnya. Acara tersebut juga mendapat support dari ACT Sumbar, Surya Pro, sejumlah orgen, studio musik, sanggar dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kami tentu berharap acara ini juga turut menjadi pendorong bagi semua pihak untuk peduli pada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Sekarang atau nanti, semoga makin banyak yang peduli. Hari ini seniman, kedepan mungkin bisa siapa saja,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur juga selaku Ketua Umum Organisasi Pekerja Seni Indonesia Padang Pariaman, mengatakan konser seperti ini merupakan kegiatan mulia. &#8220;Saya tidak bayangkan ternyata iven yang dibuat para seniman ini sangat luar biasa. Benar-benar serius penggarapannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap kegiatan seperti ini akan semakin memulihkan citra seniman Piaman terutama pelaku orgen tunggal yang tercoreng oleh oknum yang bukannya menjual hiburan tapi malah menjual maksiat. &#8220;Ini positif, ini patut didukung,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-seniman-piaman-gelar-aksi-sosial-peduli-sulteng/">Keren, Seniman Piaman Gelar Aksi Sosial Peduli Sulteng</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Seni Pariaman Berduka, Efyuhardi Berpulang Ke Sang Pencipta</title>
		<link>https://prokabar.com/dunia-seni-pariaman-berduka-efyuhardi-berpulang-ke-sang-pencipta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2018 12:28:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=15784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Seniman Pelestari Tradisi Padang Pariaman lulusan ISI Padang Panjang berkampung di Lubuk Pandan, Kecamatan 2x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dunia-seni-pariaman-berduka-efyuhardi-berpulang-ke-sang-pencipta/">Dunia Seni Pariaman Berduka, Efyuhardi Berpulang Ke Sang Pencipta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Seniman Pelestari Tradisi Padang Pariaman lulusan ISI Padang Panjang berkampung di Lubuk Pandan, Kecamatan 2x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, meninggal dunia. Tokoh itu bernama Efyuhardi, salah satu seniman penggerak kesenian tradisional di Sumbar.</p>
<p>Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengeluhkan kesehatan jantungnya. Pemakaman beliau dilaksanakan kemarin dalam suasana yang khusu’. Sejumlah tokoh hadir ke rumah duka, termasuk Wakil Bupati Suhatri Bur, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Mutia Azis, Rektor ISI Padang Panjang Profesor Novesar Jamarun beserta jajaran dan para seniman dalam dan luar Padang Pariaman.</p>
<p>Rektor ISI Padang Panjang, Profesor Novesar Jamarun melalui Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Firdaus saat pelepasan jenazah menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas kepergian almarhum. &#8220;Beliau adalah seniman yang punya dedikasi besar bagi pengembangan dan pelestarian kesenian di Piaman. Beliau juga meninggalkan kenangan termanis, ketika terakhir kali sebelum meninggal, almarhum menguji mahasiswa dan alhamdulillah mahasiswa tersebut lulus,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Wakil Bupati Suhatri Bur juga sangat merasa kehilangan atas kepergian Efyuhardi. &#8220;Almarhum dikenal dekat pekerja seni kita, terutama seniman tradisi. Masyarakat Lubuk Pandan, semuanya merasa sangat kehilangan karena almarhum banyak berjasa. Apapun acara seni, selalu mengandalkan almarhum,&#8221; ungkap Suhatri Bur.</p>
<p>Efyuhardi, terakhir dikenang sebagai sosok yang berperan besar dianugerahkannya penghargaan budaya seni tradisi Ulu Ambek oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia merangkul para tokoh silek dan Ulu Ambek di Lubuak Pandan.</p>
<p>“Saat yang bersangkutan pergi, sebenarnya sedang ada acara alek nagari di Lubuak Pandan. Almarhumlah yang mengkonsep semua sejak awal. Atas kesepakatan para niniak mamak, acara tersebut akhirnya kita hentikan sebagai ungkapan duka kita bersama,” ungkap Walinagari Lubuak Pandan Budiman.</p>
<p>Ia juga mengatakan, peran Efyuhardi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan kesenian serta sosial kemasyarakatan di Lubuak Pandan sangatlah fital. &#8220;Semua kegiatan yang kita gelar selama ini, tidak lepas dari peran beliau. Khusus untuk kesenian, beliaulah konseptornya. Beliau juga melatih anak-anak muda untuk memainkan Simarantang, sebuah kesenian yang patut kita lestarikan,” katanya.</p>
<p>Efyuhardi lahir tahun 1974, dikenal sebagai dosen Jurusan Teater ISI Padang Panjang. 16 tahun 8 bulan pengabdian yang bersangkutan di perguruan tinggi seni tertua di Sumatera itu ia jabat sembari terus memberdayakan sangar-sanggar yang ada di Padang Pariaman. &#8220;Tidak hanya di Lubuak Pandan, Sanggar binaan Efyuhardi ada di berbagai nagari seperti di Nagari Kasang Hingga di Kayu Tanam,&#8221; tutupnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dunia-seni-pariaman-berduka-efyuhardi-berpulang-ke-sang-pencipta/">Dunia Seni Pariaman Berduka, Efyuhardi Berpulang Ke Sang Pencipta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/110 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:47:54 by W3 Total Cache
-->