<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#sejarahsumbar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sejarahsumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sejarahsumbar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2019 01:50:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#sejarahsumbar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sejarahsumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 01:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarahsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar — Masyarakat Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam merata mulai tidak mengenal tokoh panutan satu ini. Ia mantan Kepala Polisi Sumatra...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/">Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung</strong> <strong>Raya</strong>, <strong>Prokabar —</strong> Masyarakat Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam merata mulai tidak mengenal tokoh panutan satu ini. Ia mantan Kepala Polisi Sumatra Barat dan Gubernur Sumatra Barat pertama (1958-1965).</p>
<p>D. Panghulu Basa (86) salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan salah satu penyebab banyak masyarakat tidak mengenal dekat beliau, disebabkan besar di Solok dan hidup hingga akhir hayat di Kota Padang (1 April 1981). Ayahnya seorang bangsawan bernama Abdul Muis Sutan Makmur, bekerja dengan pemerintahan Belanda sebagai Kepala Stasiun (Stasiun Chef).</p>
<p>Karena jabatan sang ayah, ia bisa sekolah di HIS (Hollandasch Inlandsche School) pada tahun 1914-1921 di Padang. Usai menamatkan HIS, Ia melanjutkan pendidikan ke Kweekschool atau Sekolah Raja di Bukittinggi. Pendidikannya pun berlanjut ke OSVIA (Opleidingschool Voor Inlandsche Ambtenaren) atau Sekolah Pamong Praja untuk putra daerah di Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Kami di kampung halaman tidak terlalu banyak kiprahnya, karena lebih banyak hidup di luar sana,&#8221; ungkap D. Panghulu Basa.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-37941" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/05/EFE287C5-9218-47DE-B1C7-570B948ECA43.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><br />
Meski demikian, seingat saya tuturnya, di saat ia menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat pernah beberapa kali pulang ke kampung halaman. Pertama saat terjadinya wabah penyakit demam berdarah menimpa masyarakat Bayur dan Maninjau.</p>
<p>Sedangkan kepulangan keduanya, disaat gejolak PRRI. &#8220;Beliau datang dan menenangkan kami untuk tidak terpancing dan ikut-ikutan. Kami diminta untuk tetap tenang dan tidak ikut bergejolak,&#8221; terang Penghulu Suku Piliang Bayur tersebut.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan di OSVIA, Kaharoeddin langsung diangkat menjadi GAIB (Gediplomesche Ambtnenaar Inlandsche Bestuur) memperbangtukan Asisten Residen 50 Kota di Payakumbuh di tahun 1926. Ia pun melanjutkan tugas ke Sawahlunto, Sijunjung, dan Solok.</p>
<p>Pada Oktober 1932, Datuk Rangkayo Basa ini dipromosikan menjadi Asisten Demang (Onderdistrict Hoofd) di Solok dan Talang, Cupak. Ia juga pernah menjabat Adat Zaken atau Ahli Adat pada Gewestelijk Kantoor (Kantor Keresidenan) Sumatra Barat pada 1934 di Padang.</p>
<p>Berbagai jabatan pun berlanjut hingga kependudukan Jepang. Bahkan sempat menjabat Asisten Wedana Polisi (1942) dan dikirim belajar ke Singapura dan sekembali di sana diangkat menjadi Keibu (Setingkat Inspektur Polisi).</p>
<p>Setelah Proklamasi, Kaharoeddin bersama perwira polisi senior seperti Raden Suleman, Sulaiman Effendi dan Ahmadin Dt. Berbangsa mengambil alih semua kantor polisi dari Jepang. Mendirikan Kepolisian RI di Sumatra Barat, awal tahun 1946. Markas Istimewa bertempat dibekas Sekolah Raja (Komplek SMA 2 Bukittinggi saat ini).</p>
<p>Walinagari Bayur, Zul Efwan menjelaskan ketokohan Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa sangat besar. Ia dikenal perwira polisi jujur dan hidup sederhana. Suri tauladannya hendak menjadi panutan atau contoh bagi seluruh generasi bangsa saat ini.</p>
<p>&#8220;Saat ini, generasi bangsa telah mulai diracuni hidup feodal dan kapitalis. Menggiring kita hidup individual dan bermental cacat. Dan untuk melawan cacat moral ini, kita harus memunculkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan terdahulu. Apalagi para tokoh tersebut sudah mulai dilupakan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah satu tokoh besar asal Bayur ini adalah Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa. Meski beliau tidak besar di kampung halamannya, namun bentuk kecintaannya pada Bayur, sering kali ambil tindakan langsung disaat terjadi permasalahan. Seperti adanya musibah penyakit atau terjadinya gejolak PRRI yang sempat memicu pergerakan masyarakat Bayur. Ia berhasil meredam pergejolakan di Nagari Bayur.</p>
<p>Ketegangan terjadi dengan Dewan Benteng dipimpin Ahmad Husain yang sebelumnya telah mengambil alih jabatan Gubernur Sumatra Tengah dari Roeslan Moeljohardja pada 20 Desember 1956. Husein mengumumkan pembentukan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Bukittinggi pada 20 Februari 1958.</p>
<p>Menghindari pertumpahan darah, dan menyingkir ke Matur. Dan mengirim keluarganya ke Maninjau. Sementara ia menetap di Padang Sago, Padang Pariaman hingga pasukan APRI dipimpin Kolonel Ahmad Yani dan berhasil menduduki Padang dan Bukittinggi akhir April 1958.</p>
<p>Bersamaan itu, pemerintah pusat membentuk DTS I Sumatra Barat mengangkat Komisaris Besar Polisi Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa sebagai Acting Gubernur/ Kordinator Pemerintah Sipil Sumatera Barat berdasarkan Kepres Nomor 363/M/1958 oleh Presiden Soekarno pada 10 Mei 1958. Ia diangkat karena dianggap sebagai putra daerah yang cakap dan tokoh yang dapat diterima semua pihak. <b>(*/rud)</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <i>Agam Outlook 2017</i></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-kaharoeddin-dt-rangkayo-basa-gubernur-sumbar-pertama-asal-bayur/">Mengenal Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa, Gubernur Sumbar Pertama Asal Bayur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-16 10:41:16 by W3 Total Cache
-->