<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Sejarah Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sejarah/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 00:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Sejarah Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan</title>
		<link>https://prokabar.com/aeratie-gebouw-dan-rumah-air-kandang-ditabek-simbol-modernitas-dan-jejak-sejarah-air-bersih-dari-paninjauan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:53:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Aeratie Gebouw]]></category>
		<category><![CDATA[#air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[#Paninjauan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Jika sejarah dimundurkan ke lebih dari seabad lalu, orang-orang Belanda sudah berpikir bagaimana caranya air pegunungan bisa mengalir jernih hingga ke rumah-rumah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aeratie-gebouw-dan-rumah-air-kandang-ditabek-simbol-modernitas-dan-jejak-sejarah-air-bersih-dari-paninjauan/">Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar</strong> &#8211; Jika sejarah dimundurkan ke lebih dari seabad lalu, orang-orang Belanda sudah berpikir bagaimana caranya air pegunungan bisa mengalir jernih hingga ke rumah-rumah di Padang Panjang. Tapi untuk semua itu, tak bisa dilupakan sebuah nama, Paninjauan.</p>
<p>Di tengah hutan tropis waktu itu, dan kaki Gunung Marapi yang sejuk, mereka membangun fasilitas air bersih yang canggih pada masanya. Salah satunya adalah Aeratie Gebouw, sebuah bangunan kolonial yang berdiri megah di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.</p>
<p>Kini, bangunan berarsitektur khas Eropa itu masih tegak berdiri, tetapi tak lagi berfungsi dan tak terawat. Cat yang mengelupas, dinding kusam, dan pintu kayu yang lapuk, belukar yang tumbuh di sekitarnya, bahkan tumbuh di badan bangunan itu. Semuanya menjadi saksi bisu betapa perannya dulu begitu penting bagi masyarakat.</p>
<p>Ternyata, Aeratie Gebouw bukan satu-satunya warisan Belanda di bidang air bersih. Pada tahun 1913, pemerintah kolonial mendirikan tiga fasilitas air bersih untuk Kota Padang Panjang yang dikelola oleh Gemenstaat Waterleidingen—semacam PDAM versi zaman Belanda.</p>
<p>Yang pertama adalah Rumah Air Kandang Ditabek. Terletak di kaki Gunung Marapi, Nagari Paninjauan, pada ketinggian sekitar 960 mdpl. Tempat ini menjadi sumber utama mata air. Bahkan, hingga hari ini, alirannya masih setia menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat Padang Panjang. Saat ini dikelola oleh PT Tirta Serambi, perusahaan air minum daerah.</p>
<figure id="attachment_136230" aria-describedby="caption-attachment-136230" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-136230" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-300x200.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-1024x683.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-768x512.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-150x100.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-800x533.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1-129x85.jpg 129w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/08/1642484091865053-1.jpg 1368w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-136230" class="wp-caption-text">Rumah Air Kandang Ditabek</figcaption></figure>
<p>Berikutnya ada bak air Bukit Surungan. Berlokasi dekat Simpang Lapan, Padang Panjang. Dahulu simpang ini lebih dikenal dengan sebutan “Simpang Bak Aia”. Fungsinya sebagai bak kontrol sekaligus distribusi. Bisa dibilang inilah titik transit air sebelum menyebar ke berbagai sudut kota Padang Panjang.</p>
<p>Ketiga Aeratie Gebouw. Nah, inilah bangunan yang difoto banyak orang karena keunikannya. Berfungsi sebagai tempat pengolahan air baku, terutama untuk mengendapkan unsur logam sebelum didistribusikan. Pada tahun 1937, bangunan ini bahkan sempat diperluas dengan tambahan lantai dua.</p>
<p>Di awal abad ke-20, kehadiran sistem air bersih ini merupakan simbol modernitas. Padang Panjang saat itu menjadi salah satu kota kecil yang sudah merasakan “kemewahan” air ledeng. Sejarawan kolonial mencatat bahwa proyek seperti ini jarang ada di kota-kota kecil di Hindia Belanda, seperti yang dinukilkan dalam Boomgaard, Historical Water Management in Indonesia, KITLV Leiden, 1996.</p>
<p>Namun, seiring waktu, fungsi Aeratie Gebouw mulai ditinggalkan. Sistem pengolahan air beralih ke teknologi baru, sementara bangunan tua itu dibiarkan merana. Hingga kini, statusnya lebih banyak sebagai bangunan terlantar daripada situs sejarah yang perlu dilestarikan.</p>
<p>Padahal, jika dilihat dari sisi sejarah dan arsitektur, Aeratie Gebouw punya nilai tinggi. Gaya bangunannya khas kolonial dengan bentuk simetris, jendela besar, dan dinding tebal. Ciri-ciri itu umum dijumpai pada bangunan utilitas Belanda di awal abad ke-20.</p>
<p>Menurut data Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB Sumatera Barat, 2022), bangunan peninggalan kolonial di wilayah Sumbar seringkali luput dari perhatian.</p>
<p>Padahal, jika dirawat, bisa menjadi objek wisata sejarah sekaligus sarana edukasi tentang bagaimana orang Belanda mengelola sumber daya air di daerah tropis.</p>
<p>Meski Aeratie Gebouw kini hanya menjadi saksi bisu, mata air Kandang Ditabek tetap mengalir. Air jernih berkualitas tinggi dari pegunungan itu masih menjadi andalan bagi warga Padang Panjang. Artinya, jejak modernisasi yang dimulai pada tahun 1913 itu, sebagian masih hidup sampai hari ini.</p>
<p>Bagi masyarakat sekitar, Aeratie Gebouw bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah pengingat bahwa sejak lama air bersih menjadi urat nadi kehidupan kota Padang Panjang.</p>
<p>Kini, tinggal menunggu keseriusan pemerintah daerah dan komunitas pelestari sejarah untuk menghidupkan kembali fungsinya—setidaknya sebagai warisan sejarah yang bisa bercerita kepada generasi muda.</p>
<p>Seperti kata pepatah Minang, “Air nan jernih indak akan tabuang, asal pandai manampuang.” Air yang bersih tak akan sia-sia, asal pandai kita mengelolanya. Begitu pula warisan sejarah—tak boleh dibiarkan kering dan terlupakan. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aeratie-gebouw-dan-rumah-air-kandang-ditabek-simbol-modernitas-dan-jejak-sejarah-air-bersih-dari-paninjauan/">Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi 8 Besar Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris, Viking Memburu Sejarah</title>
		<link>https://prokabar.com/prediksi-8-besar-piala-dunia-2026-norwegia-vs-inggris-viking-memburu-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Norwegia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Norwegia menatap sejarah baru saat menghadapi Inggris pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Berlaga di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7) mulai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-8-besar-piala-dunia-2026-norwegia-vs-inggris-viking-memburu-sejarah/">Prediksi 8 Besar Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris, Viking Memburu Sejarah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="95" height="95" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="(max-width: 95px) 100vw, 95px" />Prokabar</strong> &#8211; Norwegia menatap sejarah baru saat menghadapi Inggris pada babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Berlaga di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7) mulai pukul 04.00 WIB, Norwegia keturunan bangsa Viking, siap memburu sejarah di laga ini dengan mengalahkan Inggris.</p>
<p>Laga ini menjadi kesempatan besar bagi kedua tim untuk mengamankan satu tempat di semifinal. Inggris ingin mengakhiri catatan buruk mereka di fase perempat final, sedangkan Norwegia berpeluang mencetak sejarah dengan menembus empat besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.</p>
<p>Kepercayaan diri Norwegia meningkat setelah menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar. Sementara itu, Inggris memastikan langkah ke delapan besar usai mengalahkan Meksiko 3-2 melalui laga yang berlangsung dramatis.</p>
<p>Pertandingan ini juga menghadirkan duel dua penyerang paling tajam di turnamen. Erling Haaland telah mencetak tujuh gol untuk Norwegia, sedangkan Harry Kane sudah mengoleksi enam gol bersama Inggris.</p>
<p>Kondisi skuad Norwegia juga cukup ideal menjelang laga ini. Tidak ada laporan cedera serius, sehingga pelatih Stale Solbakken diperkirakan tetap menurunkan komposisi terbaiknya saat menghadapi Inggris.</p>
<p>Norwegia kemungkinan akan bertahan lebih dalam sebelum melancarkan serangan balik cepat. Kecepatan Haaland dan Antonio Nusa menjadi senjata utama untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Inggris.</p>
<p>Inggris memang belum tampil sempurna sepanjang turnamen. Namun, tim asuhan Thomas Tuchel mampu menunjukkan karakter kuat ketika bangkit dan mengalahkan Meksiko pada babak 16 besar.</p>
<p>Harry Kane tetap menjadi andalan di lini depan dengan koleksi enam gol. Di belakangnya, Jude Bellingham terus tampil menentukan, sementara Declan Rice dan Elliot Anderson menjaga keseimbangan permainan di lini tengah.</p>
<p><strong>Perkiraan Susunan Pemain</strong><br />
<strong>Norwegia (4-3-3):</strong> Nyland; Marcus Holmgren Pedersen, Ajer, Ostergard, Bjorkan; Thorstvedt, Berge, Odegaard (c); Nusa, Haaland, Sorloth.<br />
Pelatih: Stale Solbakken.</p>
<p><strong>Inggris (4-3-3):</strong> Pickford; Reece James, Stones, Guehi, Livramento; Rice, Anderson, Bellingham; Saka, Kane (c), Rashford.<br />
Pelatih: Thomas Tuchel.</p>
<p><strong>Head to Head dan Performa</strong><br />
<strong>5 pertemuan terakhir</strong><br />
04/09/2014 Inggris 1-0 Norwegia<br />
27/05/2012 Norwegia 0-1 Inggris<br />
11/10/1995 Norwegia 0-0 Inggris<br />
22/05/1994 Inggris 0-0 Norwegia<br />
02/06/1993 Norwegia 2-0 Inggris</p>
<p><strong>5 laga terakhir Norwegia</strong><br />
06/07/2026 Brasil 1-2 Norwegia<br />
01/07/2026 Pantai Gading 1-2 Norwegia<br />
27/06/2026 Norwegia 1-4 Prancis<br />
23/06/2026 Norwegia 3-2 Senegal<br />
17/06/2026 Irak 1-4 Norwegia</p>
<p><strong>5 laga terakhir Inggris</strong><br />
06/07/2026 Meksiko 2-3 Inggris<br />
01/07/2026 Inggris 2-1 RD Kongo<br />
28/06/2026 Panama 0-2 Inggris<br />
24/06/2026 Inggris 0-0 Ghana<br />
18/06/2026 Inggris 4-2 Kroasia</p>
<p><strong>Prediksi Skor</strong><br />
Secara kualitas individu dan pengalaman di turnamen besar, Inggris memiliki keunggulan atas Norwegia. Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang bisa membuat The Three Lions lebih konsisten sepanjang pertandingan.</p>
<p>Meski demikian, Norwegia bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Kehadiran Haaland dan Odegaard membuat mereka selalu memiliki peluang menciptakan perbedaan, terutama ketika mendapatkan ruang untuk melakukan transisi cepat.</p>
<p>Menariknya, empat dari lima pertandingan Norwegia di Piala Dunia 2026 menghasilkan sedikitnya tiga gol. Tiga pertandingan terakhir Inggris juga berakhir dengan terciptanya minimal tiga gol, sehingga duel ini berpotensi menghadirkan banyak peluang.</p>
<p>Prediksi Skor: Norwegia 2-3 Inggris.</p>
<p><strong>Data Pertandingan</strong><br />
Kompetisi: 8 Besar Piala Dunia 2026<br />
Pertandingan: Norwegia vs Inggris<br />
Tempat: Miami Stadium<br />
Hari, tanggal: Minggu, 12 Juli 2026<br />
Jam kick-off: 04.00 WIB<br />
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport<br />
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-8-besar-piala-dunia-2026-norwegia-vs-inggris-viking-memburu-sejarah/">Prediksi 8 Besar Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris, Viking Memburu Sejarah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Features: Estadio Azteca,  Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita</title>
		<link>https://prokabar.com/estadio-azteca-stadion-bersejarah-yang-kembali-menulis-cerita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 13:43:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#azteca]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Estadio Azteca,  Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita Kalau ada stadion sepakbola di dunia yang layak disebut katedral sepakbola, Estadio Azteca di Meksiko City...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/estadio-azteca-stadion-bersejarah-yang-kembali-menulis-cerita/">Features: Estadio Azteca,  Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="article-section_header__0IGgn">
<h1><span style="font-size: 16px"><img decoding="async" class="wp-image-134243 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-194x300.png" alt="" width="81" height="125" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-194x300.png 194w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-664x1024.png 664w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-768x1185.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-995x1536.png 995w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-1327x2048.png 1327w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-800x1235.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg_-scaled.png 1659w" sizes="(max-width: 81px) 100vw, 81px" />Estadio Azteca,  Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita</span></h1>
</div>
<p>Kalau ada stadion sepakbola di dunia yang layak disebut katedral sepakbola, Estadio Azteca di Meksiko City tidak boleh ditinggalkan. Memang bukan stadion termegah, terbesar, dan paling canggih. Tapi daya magis dan sejarah panjangnya yang begitu  banyak cerita, membuat stadion ini menjadi salah satu stadion legendaris di dunia.</p>
<p>Di dalam stadion, nuansa sejarah terasa begitu kuat. Meski telah mengalami berbagai renovasi sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970 dan 1986, karakter asli Azteca masih tetap terjaga. Struktur luar yang ikonik dan tribun raksasanya masih menghadirkan kesan megah yang sama seperti puluhan tahun lalu.</p>
<p>Stadion ini menyimpan begitu banyak kenangan sepak bola dunia, mulai dari era Pele hingga Diego Maradona. Dua legenda sepakbola terbaik dunia itu, pernah mengangkat trophy Piala Dunia di Stadion ini.</p>
<p>Satu lagi, tidak ada stadion di dunia yang sampai tiga kali menjadi tempat pemnbukaan Piala Dunia, hanya Estadio Azteca yang punya catatan manis itu.  Tahun 1970, 1986, dan Piala Dunia 2026. Plus, dua kali menjadi stadion yang menggelar dua Final Piala Dunia tahun 1970 dan 1986, dima Pele dan Maradona menjadi tokoh utamanya.</p>
<p>Edisi Piala Dunia 2026 ini, Azteca kembali mendapat kehormatan menjadi venue pembukaan  dan menggelar laga perdana antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.</p>
<p>Meski begitu, kesempatan Azteca untuk kembali menjadi panggung utama cukup terbatas tahun ini. Stadion ini hanya akan menggelar lima pertandingan sebelum turnamen berlanjut sepenuhnya ke Amerika Serikat pada fase perempat final.</p>
<div class="article-section_richText__ohRhO rich-text_richText__HXCSS ff-mb-md-1024-24 article-section_articleLink__8y41+">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular"><strong>Seperti Apa Azteca?</strong><br />
Pertandingan abad ini, gol abad ini,  cerita dari  tim yang indah, gemuruh yang paling memekakkan telinga dalam sejarah sepak bola,  terobosan global dari &#8216;Gelombang Meksiko&#8217;,  teriakan yang sangat dahsyat&#8217; &#8220;gol tangan tuhan&#8221;, adalah cerita yang tersimpan dari sosok Azteca yang iconic.</p>
<p>Bagaimana bisa satu stadion menjadi tempat berlangsungnya begitu banyak peristiwa paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia FIFA? Tentu saja, Estadio Azteca memiliki keistimewaan yang unik karena telah menggelar dua pertandingan pembukaan dan dua final, dan secara keseluruhan telah menyelenggarakan 19 pertandingan. Tetapi ada yang lebih dari itu.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang Azteca,” ujar Pele. &#8220;Anda harus berada di dalamnya, merasakannya untuk memahaminya. Ini adalah sesuatu yang unik.&#8221;</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/bbdbdfaa-ac28-48e8-aa23-2b931bd43481/Pele-of-Brazil-after-winning-Mexico-1970?focuspoint=0.49,0.42&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt=" Weltmeister Pele Brasilien jubelnd auf den Schultern der Fans Historie," /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Meksiko mendambakan Piala Dunia. Negara ini sempat mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah pada tahun 1958, namun dengan berat hati membiarkan Swedia mengambil alih hak tersebut.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Meksiko tidak ingin hanya sekadar mengikuti Piala Dunia &#8211; kami ingin mengadakan Piala Dunia terbaik yang pernah ada di dunia,” kata Guillermo Canedo, yang menjadikan tujuan tersebut sebagai target utama dan tanpa henti melemparkan anak panah ke arahnya saat diangkat menjadi presiden Asosiasi Sepak Bola Meksiko pada tahun 1960. &#8220;Dan untuk itu, kami membutuhkan stadion terbaik yang pernah ada di dunia.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">&#8220;Brasil telah membangun Maracana pada tahun 1950. Itu sangat besar, spektakuler dan ajaib. Kami menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi.&#8221; Tentu saja, setiap arsitek ternama di Meksiko, dan juga beberapa arsitek dari tempat lain di seluruh Amerika, bertempur mati-matian untuk mewujudkan rencana Canedo yang bernilai 95 juta peso, rencana yang sangat ambisius dan membangun sebuah kuil yang penuh mitos ini. Penakluk pertama dari Meksiko di Royal Rumble bukanlah Rey Mysterio atau Alberto Del Rio, melainkan Pedro Ramirez Vazquez.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Saya beruntung bahwa Canedo sudah seperti saudara bagi saya, bahwa saya berada di Komite Olimpiade Nasional dan bahwa, meskipun saya memiliki hasrat yang besar terhadap arsitektur, saya memiliki hasrat yang lebih besar terhadap sepak bola,” kenang Ramirez.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Itu adalah pekerjaan yang besar karena tuntutannya cukup berat.”Tuntutan itu adalah bahwa tempat Coyoacan harus dapat menampung minimal 100.000 penggemar, harus menciptakan atmosfer yang menggetarkan, harus memiliki fitur-fitur yang diperkaya dari beberapa tempat yang paling menarik di planet ini, dan harus lebih indah daripada lukisan-lukisan Frida Kahlo, sosok perempuan paling terkenal di tempat itu yang tumbuh besar dengan bermain sepak bola.</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/939b2d24-d571-4c4c-a3dc-42aff11c5391/The-Estadio-Azteca-during-the-1970-FIFA-World-Cup?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="1970 World Cup Finals, Mexico City, Mexico, 31st May, 1970, Mexico 0 v Soviet Union 0, A general view of the Azteca Stdium during opening ceremonies for the 1970 tournament, The opening game between Mexico and Soviet Union ended in a goalless draw  (Photo by Rolls Press/Popperfoto via Getty Images/Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Vazquez menyambut rekan sesama arsitek dan pelukis Rafael Mijares Alcerreca dan mereka pun mulai menjelajahi stadion-stadion di Eropa. Wembley, San Siro, Camp Nou, dan Santiago Bernabeu menjadi sasaran pengamatan mereka.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Pengerjaan Azteca dijadwalkan dimulai pada tahun 1961, namun Vazquez menemui kendala &#8211; secara harfiah. Demi memiliki pondasi yang kokoh di mana stadion dapat dibangun, 180 juta kilo batu harus dipindahkan dari tanah seluas 64.000 meter persegi. Sepuluh arsitek, 17 teknisi, 35 insinyur, dan 800 pekerja bekerja setiap hari dan, meskipun memakan waktu hampir setahun, mereka akhirnya berhasil meledakkan batu yang diperlukan sehingga pengerjaan stadion yang sebenarnya dapat dimulai pada tahun 1962.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Pada saat diresmikan, dengan hasil imbang 2-2 antara Club America, yang kemudian bermarkas di Azteca, dan Torino asuhan Nereo Rocco, anggaran sebesar 95 juta peso telah membengkak menjadi lebih dari 200 juta peso. Secara signifikan, 107.000 penonton yang hadir pada hari itu tahu bahwa mereka sedang menyaksikan sebuah sejarah yang akan tercipta dalam beberapa tahun ke depan. Canedo telah melakukan lobi dengan gigih agar Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia. Rencana yang matang dan antusiasme yang tinggi telah memprovokasi Australia, Kolombia, Jepang, dan Peru untuk menarik diri dari pencalonan, dan pada Kongres FIFA di Tokyo pada tahun 1964, negara Amerika Utara ini berhasil mengalahkan satu-satunya pesaingnya yang tersisa, Argentina, sehingga Meksiko akan menyelenggarakan Piala Dunia pertama di luar Eropa atau Amerika Selatan.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Dan, wah, Azteca memberikan tontonan yang luar biasa. Sorotan di sana termasuk &#8216;Pertandingan Abad Ini&#8217; &#8211; kemenangan 4-3 Italia yang memukau atas Jerman Barat di semifinal &#8211; Jairzinho menjadi pemain pertama yang mencetak gol di setiap putaran Piala Dunia, Carlos Alberto mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah kompetisi, dan Pele menjadi pemain pertama &#8211; dan hingga saat ini satu-satunya &#8211; pemain yang memenangkan Piala Dunia tiga kali, saat Brasil memastikan diri meraih Jules Rimet Trophy.</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/926f8503-a937-4170-8b12-0b006c6bcf2e/Italy-celebrate-scoring-against-West-Germany-at-Mexico-1970?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="Bildnummer: 00511435  Datum: 17.06.1970  Copyright: imago/Buzzi..Roberto Boninsegna (Italien) mit Freudensprung, während Vogts (li.) und Held (2.v.li., beide Deutschland) geschlagen sind; Italien - BRD 4:3 n.V., Siggi, Hans-Hubert, Vneg, Vsw, quer, Jubel, jubeln, Torjubel Weltmeisterschaft 1970, Halbfinale, Länderspiel, Nationalmannschaft, Nationalteam, Nationaltrikot Mexico-City Estadio Azteca, Azteken-Stadion Freude, Begeisterung,  Fußball WM Herren Mannschaft Mexiko Gruppenbild optimistisch Aktion Personen" /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Itu adalah hal yang indah,” kata Angelo Domenghini, yang bermain di sana pada babak semifinal dan final. &#8220;Besar, spektakuler.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">&#8220;Kami memiliki beberapa stadion terbaik di Italia, tetapi kami semua sangat senang bermain di Azteca. Italia dan Jerman [Barat] di Meksiko, kami tidak pernah membayangkan atmosfernya akan begitu luar biasa. Dan memang sudah seperti itu sejak kick-off &#8211; bahkan sebelumnya &#8211; dan bukan hanya karena semua gol yang tercipta.&#8221;</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Atmosfer, kebisingan di final itu tidak dapat dipercaya,” kata Carlos Alberto. &#8220;Anda merasa seperti seluruh Meksiko adalah orang Brasil. Luar biasa, tak terlukiskan.&#8221;</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/ae2d7a50-83bc-4edd-b107-fd3778e8791e/Italy-and-Brazil-line-up-before-the-Mexico-1970-final?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="1970 World Cup Final, Mexico City, Mexico, 21st June, 1970, Brazil 4 v Italy 1, The two teams line up before the match  (Photo by Rolls Press/Popperfoto via Getty Images/Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Canedo meninggalkan jabatannya setelah pertandingan tersebut, namun banyak yang merasa bahwa ia telah mencapai tujuannya yang luar biasa: Meksiko telah menyelenggarakan Piala Dunia yang paling meriah dalam sejarah.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Semua orang dan semua orang, tampaknya, membicarakan tentang 22 hari di Meksiko. Tak terkecuali Yang Mulia Paus Yohanes Paulus II.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">“Orang-orang yang mengenal saya pasti tahu bahwa saya sedikit menyukai sepak bola,” ujar pria asal Polandia, yang juga pernah menjadi penjaga gawang dan penggemar berat permainan ini, sambil tersenyum kepada lebih dari 100.000 orang di Azteca dalam lawatan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat sebagai Paus. “Sebuah kehormatan untuk berada di sini, di mana saya menyaksikan sepak bola yang begitu indah dan Piala Dunia yang tidak akan pernah kami lupakan.”</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/2524f514-39b5-4a43-bfea-7d60db0b38e7/Manuel-Negrete-scores-for-Mexico-against-Bulgaria-in-1986?focuspoint=0.56,0.53&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="1986 World Cup Finals, Azteca Stadium, Mexico, 15th June, 1986, Mexico 2 v Bulgaria 0, Mexico's Manuel Negrete tries a spectacular scissors kick  (Photo by Bob Thomas Sports Photography via Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Begitu memukau sehingga pada tahun 1986, Meksiko menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah dua Piala Dunia. &#8216;Gelombang Meksiko&#8217; memukau dunia, sementara tendangan volley Manuel Negrete memicu apa yang digambarkan sebagai “gemuruh yang paling memekakkan telinga dalam sejarah sepak bola”, 115.000 orang bersorak di &#8216;Raksasa Santa Ursula&#8217; saat mencetak gol yang membawa Meksiko ke babak sistem gugur.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Penampilan Diego Maradona yang menggemparkan saat melawan Inggris pun terjadi, sebelum ia mencetak dua gol lainnya di semifinal melawan Belgia. &#8216;Gol yang menggetarkan&#8217;, yang diciptakan oleh Maradona dan berkat bantuan Jorge Burruchaga, menjadi penutup dari sebuah pertandingan yang tak terlupakan.</p>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/62b2daa9-ae64-47ed-a154-4de1f62edea1/79647699-crop?focuspoint=0.51,0.46&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="Sport, Football 1986 World Cup Final, Azteca Stadium, Mexico, 29th June, 1986, Argentina 3 v West Germany 2, Argentina's Diego Maradona proudly holds aloft the World Cup trophy amongst masses of fans and photographers  (Photo by Bob Thomas Sports Photography via Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Sulit untuk membantah bahwa stadion di Coyoacan ini, tempat kelahiran salah satu seniman paling ikonik yang pernah ada, tidak melukiskan momen-momen ikonik futebol-arte, seperti yang dikatakan Pele, lebih banyak dari stadion lain dalam sejarah Piala Dunia.</p>
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Dan Estadio Azteca masih menyimpan lebih banyak lagi. Anda sudah mendengar di mana Piala Dunia akan diselenggarakan pada tahun 2026, bukan?</p>
<hr class="rich-text_hr__2C63+ article-section_articleHr__BchCk" />
<h2 class="ff-text-blue-dark article-section_headings__iQUD7 heading_h2__Jd4Ib"><span class="d-none d-md-block"><span title="&quot;Tahukah kamu?&quot;"><strong>Tahukah Anda?</strong></span></span></h2>
<ul class="rich-text_ul__2qWnn">
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">132.000 penonton menyaksikan petinju kesayangan Meksiko, Julio Cesar Chavez, meng-KO Greg Haugen &#8211; dan menelan lelucon “supir taksi yang bisa dipukul KO oleh ibu saya” &#8211; di Azteca pada tahun 1993. Ini adalah pertandingan tinju dengan jumlah penonton terbanyak kedua sepanjang masa, dan akan menjadi yang teratas jika saja pertandingan tahun 1941 antara Tony Zale dan Billy Pryor, yang dihadiri 135.000 orang, tidak digratiskan.</p>
</li>
</ul>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/3c928ca9-3db5-497c-89f2-61499509b7eb/Julio-Caesar-Chavez-punches-Greg-Haugen-during-the-successful-defence-of-his-WBC-light-welterweight-title-at-the-Estadio-Azteca-in-1993?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="20 Feb 1993:  Julio Caesar Chavez throws a punch at Greg Haugen during a fight.  Chavez won the fight. Mandatory Credit: Holly Stein  /Allsport" /></div>
</div>
</div>
<ul class="rich-text_ul__2qWnn">
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Meksiko telah menelan tujuh kekalahan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan melawan Brasil, hingga mereka bermain di Azteca untuk pertama kalinya pada tahun 1968. Di sana, dua gol dari Enrique Borja memastikan kemenangan 2-1 atas tim yang akan segera menjadi juara Piala Dunia, Carlos Alberto, Gerson, Rivelino, Jairzinho, Tostao, dan kawan-kawan. <em>El Tri </em>asuhan Cuauhtemoc Blanco juga mengalahkan <em>Seleção</em> yang diperkuat Ronaldinho di final Piala Konfederasi FIFA tahun 1999.</p>
</li>
</ul>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/41689b88-bacc-4e56-ba3b-b9274a8fca3c/Mexico-celebrate-beating-Brazil-to-win-the-FIFA-Confederations-Cup-in-1999?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="The Mexican soccer team poses with the trophy 04 August, 1999, at Azteca Stadium in Mexico City after defeating Brazil to win the FIFA Confederations Cup.    .  (ELECTRONIC IMAGE)  AFP PHOTO Jorge SILVA (Photo by JORGE SILVA / AFP) (Photo by JORGE SILVA/AFP via Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<ul class="rich-text_ul__2qWnn">
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">110.000 orang menyaksikan Jorginho, Dunga dan Bebeto membantu Brasil mengalahkan Argentina dalam laga penentuan Piala Dunia FIFA U-20 di tempat tersebut pada tahun 1983.</p>
</li>
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Azteca adalah satu-satunya stadion yang menjadi tuan rumah empat turnamen FIFA: Piala Dunia, Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-17 dan Piala Konfederasi.</p>
</li>
</ul>
<div class="ff-mb-32 article-section_images__7k4ik">
<div class="row">
<div class="col-12 d-flex justify-content-center"><img decoding="async" src="https://digitalhub.fifa.com/transform/fb500faf-f9cc-40c0-a38e-0ba60fa97608/The-Estadio-Azteca-during-the-1986-FIFA-World-Cup?&amp;io=transform:fill,width:768&amp;quality=75" alt="1986 World Cup Finals, Mexico City, Mexico, The Azteca Stadium, venue for the 1986 World Cup Final  (Photo by Bob Thomas Sports Photography via Getty Images)" /></div>
</div>
</div>
<ul class="rich-text_ul__2qWnn">
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Denmark memenangkan Kejuaraan Sepak Bola Wanita, yang merupakan pendahulu dari Piala Dunia Wanita FIFA, di sana pada tahun 1971. Dewi gol Susy Augustesen dan Elisabetta Vignotto menghiasi turnamen tersebut.</p>
</li>
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Azteca memiliki plakat perunggu peringatan untuk menghormati &#8216;Pertandingan Abad Ini&#8217; dan &#8216;Gol Abad Ini&#8217;.</p>
</li>
<li class="rich-text_li__i4mIG">
<p class="rich-text_p__UfX5b article-section_articleParagraph__pYCnd text-regular">Estadio Azteca telah menjadi saksi dari enam dari 10 pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.</p>
<p>Sumber: <strong>FIFA</strong></p>
</li>
</ul>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/estadio-azteca-stadion-bersejarah-yang-kembali-menulis-cerita/">Features: Estadio Azteca,  Stadion Bersejarah yang Kembali Menulis Cerita</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengukir Sejarah 114 Tahun PT Semen Padang; Terus Berkontribusi untuk Negeri</title>
		<link>https://prokabar.com/mengukir-sejarah-114-tahun-pt-semen-padang-terus-berkontribusi-untuk-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 13:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#114tahunSemenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; PT Semen Padang pada Senin, 18 Maret 2024 genap berusia 114 tahun. Perusahaan yang didirikan pada 18 Maret 1910 ini dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengukir-sejarah-114-tahun-pt-semen-padang-terus-berkontribusi-untuk-negeri/">Mengukir Sejarah 114 Tahun PT Semen Padang; Terus Berkontribusi untuk Negeri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; PT Semen Padang pada Senin, 18 Maret 2024 genap berusia 114 tahun. Perusahaan yang didirikan pada 18 Maret 1910 ini dan dinasionalisasi pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958 itu telah menapaki perjalanan yang gemilang selama 114 tahun, memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan negeri.</p>
<p>&#8220;Hari ini PT Semen Padang memperingati ulang tahun pendirian pabrik yang ke-114 tahun. Artinya lebih dari 1 abad berdiri di tengah-tengah masyarakat. Perjalanan panjang ini, telah memberikan bukti bahwa PT Semen Padang bisa melewati berbagai situasi, bahkan kita dapat survive dalam situasi paling sulit sekalipun,&#8221; kata Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra pada acara syukuran 114 tahun PT Semen Padang, di Gedung Serba Guna, Senin (18/3/2024).</p>
<p>Acara itu dihadiri oleh Komisaris Utama PT Semen Padang Mohammad Agus Samsudin, Komisaris, Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi, Direktur Keuangan dan Umum, Oktoweri, Direktur Operasi, Pri Gustari Akbar, Penasehat Direksi, Dewan Komite, jajaran staf pimpinan, serta karyawan/karyawati Semen Padang.</p>
<p>Syukuran 114 tahun PT Semen Padang itu diisi dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2024-2026 antara PT Semen Padang dengan Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP), Penyerahan Penghargaan Kesetiaan Kerja kepada 317 Karyawan dengan masa kerja 25 tahun, 30 tahun dan 35 tahun. Kemudian, penyerahan santunan kepada Anak Yatim dan Disabilitas, Tausyiah dengan mendatangkan Ustadz Kondang Sumbar Buya Ristawardi Datuak Marajo Nan Batungkek Ameh dan ditutup dengan Buka Puasa Bersama.</p>
<p>Indrieffouny Indra menyampaikan syukur atas perjalanan panjang yang telah dilewati perusahaan, mampu melewati berbagai masa sulit dari waktu ke waktu.<br />
&#8220;Alhamdulillah berkat dari usaha, kerja keras dan ketekunan semua insan perusahaan, dukungan seluruh stakeholders dan rahmat Allah Swt, perusahaan ini masih terus hadir di masyarakat dan Insya Allah ke depan, perusahaan kita ini akan terus eksis di industri semen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, acara peringatan HUT ke-114 PT Semen Padang ini mengambil tema &#8220;Stronger in Unity&#8221;. &#8220;Artinya kita kuat secara bersama dan ini telah kita buktikan, diharapkan semangat ini agar terus ada bersama kita, sehingga kita akan terus semakin kuat dan perusahaan ini akan terus semakin maju,&#8221; kata dia.</p>
<p>Arief, demikian Dirut PT Semen Padang itu biasa disapa, peringatan pendirian pabrik di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mudah-mudahan memberikan kekuatan kepada semua insan perusahaan.</p>
<p>Perusahaan merayakan pendirian pabrik di tengah masyarakat yang tertimpa bencana di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Pesisir Selatan. Mungkin di antara insan PT Semen Padang ada yang berasal dari daerah tersebut dan saat ini keluarga-keluarganya di kampung sedang mengalami kesulitan akibat bencana.</p>
<p>&#8220;Mari kita bersama-sama untuk mendoakan agar mereka diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Alhamdulillah PT Semen Padang melalui tim tanggap darurat telah turun sejak awal kejadian bencana tersebut, langsung ke masyarakat dan hari Minggu kemarin kami bersama staf telah mengunjungi langsung beberapa lokasi. Bapak Bupati dan Camat yang kita kunjungi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan perusahaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Komisaris PT Semen Padang Werry Darta Taifur dalam sambutannya juga mengucapkan rasa syukur atas rahmat Allah Swt, PT Semen Padang bisa berumur 114 tahun.<br />
&#8220;PT Semen Padang sudah berumur 114 tahun, kalau dibayangkan sudah berapa hasil yang diperoleh setiap tahunnya. Ini adalah suatu rahmat dan keberuntungan yang luar biasa,&#8221; kata Werry.</p>
<p>Ia mengatakan, PT Semen Padang masih bisa diandalkan dan berkontribusi yang banyak untuk pembangunan Sumatera Barat dan khususnya untuk daerah-daerah di sekitar pabrik ini.</p>
<p>&#8220;Kita yang hadir pada hari ini tentu juga sudah dapat dipastikan menerima banyak hal dari PT Semen Padang, apa yang kita terima itu berhubungan erat dengan apa yang kita lakukan. Oleh sebab itu setiap kita harus untuk memperbaiki diri, agar apa yang telah dicapai hari ini bisa ditingkatkan untuk masa yang akan datang,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Semua itu sangat tergantung dari upaya insan PT Semen Padang masing-masing. Memang kemajuan PT Semen Padang banyak tergantung dari faktor eksternal, tetapi faktor internal sendiri adalah faktor yang paling menentukan untuk bisa bertahan dan bisa maju untuk di masa yang akan datang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mantan Rektor Universitas Andalas itu berharap, kedepannya, masa untuk lebih berkembang di berbagai upaya yang telah diusahakan.</p>
<p>&#8220;Kita juga mengucapkan selamat kepada seluruh karyawan yang hari ini mendapat penghargaan kesetiaan kerja. Mudah-mudahan penghargaan yang diperoleh menjadi dorongan bagi yang lain untuk bisa juga memperolehnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua Umum Serikat Pekerja Semen Padang Faisal Arif usai penandatanganan PKB PT Semen Padang mengatakan, pihaknya bersyukur karena bertepatan pada hari jadi PT Semen Padang yang ke 114, pihaknya juga bisa mengadakan penandatanganan PKB untuk periode 2024-2026. PKB PT Semen Padang yang baru dilakukan ini, merupakan rangkaian panjang dengan melalui beberapa kali tahapan perundingan, antara tim perunding dari SPSP dan tim perunding dari PT Semen Padang.</p>
<p>Pada kesempatan itu diserahkan penghargaan kesetiaan kerja secara simbolis kepada 317 Karyawan dengan masa kerja 25, 30 dan 35 tahun oleh Direksi PT Semen Padang.</p>
<p>Afdal Yusra, sebagai satu-satunya karyawan yang mendapat penghargaan kesetiaan kerja 35 tahun mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Afdal memulai karirnya dengan membela Semen Padang FC (SPFC) dan kemudian diangkat menjadi karyawan tetap PT Semen Padang sejak tahun 1 Januari 1989.</p>
<p>Ia mengaku, bekerja di pabrik semen terbesar di Sumbar ini banyak suka daripada dukanya. &#8220;PT Semen Padang dan SPFC merupakan rumah kedua bagi saya yang telah memberi kehidupan yang sangat layak buat dirinya dan juga keluarga. Karena, sejak bergabung dengan SPFC hingga diangkat menjadi karyawan PT Semen Padang, berbagai kenikmatan telah banyak diraih,&#8221; katanya.</p>
<p>Karir Afdal Yusra sebagai karyawan PT Semen Padang berjalan mulus, bahkan pada tahun 2016, Afdal meraih penghargaan sebagai karyawan teladan.</p>
<p>Setelah tidak lagi memperkuat SPFC, pada tahun 1998 ia dipindahkan ke Departemen Penjualan dan dipindahkan lagi ke Departemen Tambang.</p>
<p>&#8220;Lalu ditarik lagi ke PT Kabau Sirah Semen Padang dan tahun 2000 dipindahkan lagi ke Departemen SDM. Terakhir pada tahun 2001 dipindahkan ke Unit Pengamanan hingga masa purna tugas pada Maret 2024 ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah penghargaan kesetiaan kerja dilakukan penyerahan Santunan Anak Yatim dan Disabilitas senilai Rp18.200.000 untuk 2 panti asuhan yakni Panti Asuhan Syafri Musa Mentawai sebanyak 50 orang dan Panti Belaian Kasih Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) sebanyak 41 orang.</p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan tausyiah oleh Buya Ristawardi Datuak Marajo Nan Batungkek Ameh. Buya Ristawardi yang pernah berdinas di PT Semen Padang selama 35 tahun itu banyak memberikan nasehat kepada insan PT Semen Padang untuk senantiasa bersyukur dan menghindari perbuatan dosa.</p>
<p>Setelah tausyiah, acara syukur 114 tahun PT Semen Padang dilanjutkan dengan doa bersama, buka bersama, shalat Magrib. Selanjutnya dilakukan pemotongan kue ulang tahun. (*/ <strong>eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengukir-sejarah-114-tahun-pt-semen-padang-terus-berkontribusi-untuk-negeri/">Mengukir Sejarah 114 Tahun PT Semen Padang; Terus Berkontribusi untuk Negeri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: Brasil 2014, Jerman Juara di Tanah Amerika Latin</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-brasil-2014-jerman-juara-di-tanah-amerika-latin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2022 01:33:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#brasil]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 2014 merupakan kejuaraan dunia FIFA ke-20. Pagelaran ini diselenggarakan di Brasil selama musim panas. Piala Dunia 2014 berlangsung di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-brasil-2014-jerman-juara-di-tanah-amerika-latin/">Sejarah Piala Dunia: Brasil 2014, Jerman Juara di Tanah Amerika Latin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20722 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2014.png" alt="" width="124" height="124" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 2014 merupakan kejuaraan dunia FIFA ke-20. Pagelaran ini diselenggarakan di Brasil selama musim panas. Piala Dunia 2014 berlangsung di beberapa kota di Brasil dari 12 Juni hingga 13 Juli 2014.</p>
<p>Brasil dipilih menjadi tuan rumah pada 2007. Ini adalah kali kedua Brasil menggelar kompetisi, pertama pada 1950, dan kelima kalinya digelar di Amerika Selatan.</p>
<p>Fans dan pakar sama-sama menganggap edisi Piala Dunia ini sebagai salah satu yang terbesar yang pernah diadakan.</p>
<p>Sebanyak 31 tim nasional sepak bola pria maju melalui kompetisi kualifikasi untuk bergabung dengan negara tuan rumah di turnamen ini. Bosnia dan Herzegovina menjadi satu-satunya debutan di Piala Dunia 2014.</p>
<p>Sebanyak 64 pertandingan dimainkan di 12 tempat yang berlokasi di banyak kota tuan rumah di seluruh Brasil.</p>
<p>Untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia, ofisial pertandingan menggunakan teknologi garis gawang, serta semprotan penghapus untuk tendangan bebas.</p>
<p>FIFA Fan Fests di setiap kota tuan rumah mengumpulkan total 5 juta orang, dan negara tersebut menerima 1 juta pengunjung dari 202 negara.</p>
<p>Semua tim pemenang Piala Dunia sejak turnamen pertama pada tahun 1930 – Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Uruguay – lolos ke turnamen ini.</p>
<p>Spanyol, sang juara bertahan, tersingkir di babak penyisihan grup, sama halnya dengan Inggris dan Italia. Uruguay tersingkir di babak 16 besar, dan Prancis tersingkir di perempat final.</p>
<p>Negara tuan rumah Brasil, yang telah memenangkan Piala Konfederasi 2013, kalah dari Jerman 1-7 di semi-final dan akhirnya finis di tempat keempat.</p>
<p>Di final, Jerman mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu. Ini menjadi gelar dunia keempat bagi Die Mannschaft.</p>
<p>Ini juga menjadi gelar pertama sejak 1990 setelah bersatunya Jerman Barat dan Timur. Ketika itu Jerman Barat juga mengalahkan Argentina dengan skor yang sama dalam 90 menit di final.</p>
<p>Jerman menjadi tim Eropa pertama yang memenangkan Piala Dunia yang dipentaskan di benua Amerika.</p>
<p>Dan hasil ini menandai gelar ketiga beruntun yang dimenangkan oleh tim Eropa, setelah Italia pada 2006 dan Spanyol pada 2010.</p>
<figure id="attachment_20723" aria-describedby="caption-attachment-20723" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20723" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2014-3-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1602" /><figcaption id="caption-attachment-20723" class="wp-caption-text">Moment setelah Brasil kalah 17 dari Jerman di semifinal (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>10 Fakta Piala Dunia 2014</strong><br />
1. Brasil dilaporkan menghabiskan dana lebih dari $14,5 miliar (sekitar Rp200 triliun) untuk menggelar Piala Dunia 2014. Hampir seluruh dana raksasa ini dihabiskan untuk renovasi stadion dan perbaikan infrastruktur pendukung. Angka tersebut bukan cuma yang termahal sepanjang sejarah, namun juara hampir setara dengan total gabungan biaya lima edisi Piala Dunia sebelumnya (1994, 1998, 2002, 2006, 2010).</p>
<p>2. Piala Dunia 2014 adalah Piala Dunia pertama yang menggunakan teknologi garis gawang , yang amat krusial untuk menentukan apakah seluruh bagian bola sudah melewati gawang sehingga layak disebut gol. Teknologi garis gawang pertama kali digunakan FIFA pada Piala Konfederasi 2013 Brasil.</p>
<p>3. Striker Uruguay Luis Suarez memicu kontroversi di fase grup setelah menggigit bahu bek Italia Giorgio Chiellini. Insiden ini lolos dari pengamatan wasit, namun FIFA tetap menghukumnya dengan sanksi berat: tak boleh aktif di lapangan sepakbola selama empat bulan. Sepanjang kariernya, Suarez sudah tiga kali menggigit lawan.</p>
<p>4. Berusia 43 tahun 3 hari, kiper Kolombia Faryd Mondragon menjadi pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia, yakni saat timnya menang 4-1 atas Jepang di fase grup. Mondragon tampil singkat di laga bersejarahnya ini dengan menggantikan David Ospina di menit ke-85.</p>
<p>5. Kekalahan 5-1 yang diderita Spanyol kontra Belanda adalah kekalahan terbesar yang pernah dirasakan tim juara bertahan Piala Dunia. Spanyol mengikuti jejak Prancis (2002) dan Italia (2010) sebagai juara bertahan yang langsung tersingkir di fase grup.</p>
<p>6. Kosta Rika menjadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2014, dengan menjadi pemuncak grup neraka yang berisikan Inggris, Italia, dan Uruguay sebelum menyingkirkan Yunani di babak 16 besar. Langkah mereka dihentikan Belanda lewat adu penalti di babak perempat-final.</p>
<p>7. Kemenangan telak 7-1 yang dipetik Jerman atas tuan rumah Brasil menjadi skor dengan margin terbesar yang pernah terjadi di semi-final Piala Dunia. Hasil itu juga merupakan kekalahan terbesar Brasil sepanjang masa, menyamai kekalahan melawan Uruguay (6-0) di tahun 1920. Laga ini juga dijuluki Mineirazo, mengingatkan pada tragedi Maracanazo pada final Piala Dunia 1950 ketika Brasil dipermalukan Uruguay 2-1 di depan publik sendiri.</p>
<p>8. Miroslav Klose mencetak dua gol di turnamen ini, menjadikan penyerang veteran Jerman itu sebagai topskor sepanjang masa Piala Dunia dengan total 16 gol, melewati rekor legenda Brasil Ronaldo (15 gol).</p>
<p>9. Jerman meraih titel Piala Dunia keempat berkat gol tunggal Mario Gotze ke gawang Argentina di babak perpanjangan waktu laga final. Jumlah ini menyamai perolehan Italia (4), namun masih kalah dari Brasil (5). Penampilan Jerman di final ini adalah yang kedelapan sepanjang sejarah turnamen, terbanyak ketimbang kontestan lain.</p>
<p>10. Jerman mematahkan kutukan dengan menjadi negara Eropa pertama yang memenangi PIala Dunia yang digelar di benua Amerika. Selain itu , Eropa menjadi benua pertama yang menjuarai Piala Dunia tiga kali berturut-turut.</p>
<figure id="attachment_20724" aria-describedby="caption-attachment-20724" style="width: 615px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20724" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2014-5.jpg" alt="" width="615" height="409" /><figcaption id="caption-attachment-20724" class="wp-caption-text">Gigitan Luis Suarez kepada Giorgio Chielini, ikut mewarnai Brasil 2014 (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>Data da Statistik</strong><br />
Juara: Jerman<br />
Runner-Up: Argentina<br />
Skor Tertinggi: Brasil vs. Jerman 1-7 (Semi-final)<br />
Total Gol: 171<br />
Rata-Rata Gol: 2,67<br />
Topskor: 6 Gol &#8211; James Rodriguez (Kolombia)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol- Muller (Jerman), Shaqiri (Swiss)<br />
Penonton Terbanyak: 74.738 (Jerman-Argentina, Final)<br />
Total Penonton: 3.429.873<br />
Rata-Rata Penonton: 53.592<br />
Penampilan Perdana: Bosnia-Herzegovina</p>
<p><strong>Nama-Nama Stadion:</strong><br />
Maracana (Rio de Janeiro)<br />
Beira-Rio (Porto Alegre)<br />
Nacional (Brasilia)<br />
Pernambuco (Recife)<br />
Sao Paulo (Sao Paulo)<br />
Baixada (Curitiba)<br />
Castelao (Fortaleza)<br />
Dunas (Natal)<br />
Mineirao (Belo Horizonte)<br />
Amazonia (Manaus)<br />
Fonte Nova (Salvador)<br />
Pantanal (Cuiaba)</p>
<figure id="attachment_20725" aria-describedby="caption-attachment-20725" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20725" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2014-4.jpg" alt="" width="1280" height="720" /><figcaption id="caption-attachment-20725" class="wp-caption-text">Viral, tangisan fans Brasil saat dibantai Jerman 1-7 di Stadion Miniero Belo Horizonte</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil pertandingan Piala Dunia 2014</strong><br />
GRUP A<br />
Brasil 3-1 Kroasia 12 Juni, Sao Paulo<br />
Meksiko 1-0 Kamerun 13 Juni, Dunas<br />
Brasil 0-0 Meksiko 17 Juni, Castelao<br />
Kamerun 0-4 Kroasia 18 Juni, Amazonia<br />
Kamerun 1-4 Brasil 23 Juni, Nacional<br />
Kroasia 1-3 Meksiko 23 Juni, Pernambuco</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 2 1 0 7-2 7<br />
2. Meksiko 3 2 1 0 4-1 7<br />
3. Kroasia 3 1 0 2 6-6 3<br />
4. Kamerun 3 0 0 2 1-9 0</p>
<p>GRUP B<br />
Spanyol 1-5 Belanda 13 Juni, Fonte Nova<br />
Cile 3-1 Australia 13 Juni, Pantanal<br />
Australia 2-3 Belanda 18 Juni, Beira Rio<br />
Spanyol 0-2 Cile 18 Juni, Maracana<br />
Australia 0-3 Spanyol 23 Juni, Baixada<br />
Belanda 2-0 Cile 23 Juni, Sao Paulo</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belanda 3 3 0 0 10-3 9<br />
2. Cile 3 2 0 1 5-3 6<br />
3. Spanyol 3 1 0 2 4-7 3<br />
4. Australia 3 0 0 3 3-9 0</p>
<p>GRUP C<br />
Kolombia 3-0 Yunani 14 Juni, Mineirao<br />
Pantai Gading 2-1 Jepang 14 Juni, Pernambuco<br />
Kolombia 2-1 Pantai Gading 19 Juni, Nacional<br />
Jepang 0-0 Yunani 19 Juni, Dunas<br />
Jepang 1-4 Kolombia 24 Juni, Cuiaba<br />
Yunani 2-1 Pantai Gading 24 Juni, Castelao</p>
<p>Klasemen<br />
1. Kolombia 3 3 0 0 9-2 9<br />
2. Yunani 3 1 1 1 2-4 4<br />
3. Pantai Gading 3 1 0 2 4-5 3<br />
4. Jepang 3 0 1 2 2-6 1</p>
<p>GRUP D<br />
Uruguay 1-3 Kosta Rika 14 Juni, Castelao<br />
Inggris 1-2 Italia 14 Juni, Amazonia<br />
Uruguay 2-1 Inggris 19 Juni, Sao Paulo<br />
Italia 0-1 Kosta Rika 20 Juni, Pernambuco<br />
Italia 0-1 Uruguay 24 Juni, Dunas<br />
Kosta Rika 0-0 Inggris 24 Juni, Mineirao</p>
<p>Klasemen<br />
1. Kosta Rika 3 2 1 0 4-1 7<br />
2. Uruguay 3 2 0 1 4-4 6<br />
3. Italia 3 1 0 2 2-3 3<br />
4. Inggris 3 0 1 2 2-4 1</p>
<p>GRUP E<br />
Swiss 2-1 Ekuador 15 Juni, Nacional<br />
Prancis 3-0 Honduras 15 Juni, Beira-Rio<br />
Swiss 2-5 Prancis 20 Juni, Fonte Nova<br />
Honduras 1-2 Ekuador 20 Juni, Baixada<br />
Honduras 0-3 Swiss 25 Juni, Amazonia<br />
Ekuador 0-0 Prancis 25 Juni, Maracana</p>
<p>Klasemen<br />
1. Prancis 3 2 1 0 8-2 7<br />
2. Swiss 3 2 0 1 7-6 6<br />
3. Ekuador 3 1 1 1 3-3 4<br />
4. Honduras 3 0 0 3 1-8 0</p>
<p>GRUP F<br />
Argentina 2-1 Bosnia-Herzegovina 15 Juni, Maracana<br />
Iran 0-0 Nigeria 16 Juni, Baixada<br />
Argentina 1-0 Iran 21 Juni, Mineirao<br />
Nigeria 1-0 Bosnia-Herzegovina 21 Juni, Pantanal<br />
Nigeria 2-3 Argentina 25 Juni, Beira-Rio<br />
Bosnia-Herzegovina 3-1 Iran 25 Juni, Fonte Nova</p>
<p>Klasemen<br />
1. Argentina 3 3 0 0 6-3 9<br />
2. Nigeria 3 1 1 1 3-3 4<br />
3. Bosnia-Herzegovina 3 1 0 2 4-4 3<br />
4. Iran 3 0 1 2 1-4 1</p>
<p>GRUP G<br />
Jerman 4-0 Portugal 16 Juni, Fonte Nova<br />
Ghana 1-2 Amerika Serikat 16 Juni, Dunas<br />
Jerman 2-2 Ghana 21 Juni, Castelao<br />
Amerika Serikat 2-2 Portugal 22 Juni, Amazonia<br />
Amerika Serikat 0-1 Jerman 26 Juni, Pernambuco<br />
Portugal 2-1 Ghana 26 Juni, Nacional</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 2 1 0 7-2 7<br />
2. Amerika Serikat 3 1 1 1 4-4 4<br />
3. Portugal 3 1 1 1 4-7 4<br />
4. Ghana 3 0 1 2 4-6 1</p>
<p>GRUP H<br />
Belgia 2-1 Aljazair 17 Juni, Mineirao<br />
Rusia 1-1 Korea Selatan 17 Juni, Pantanal<br />
Belgia 1-0 Rusia 22 Juni, Maracana<br />
Korea Selatan 2-4 Aljazair 22 Juni, Beira-Rio<br />
Korea Selatan 0-1 Belgia 26 Juni, Sao Paulo<br />
Aljazair 1-1 Rusia 26 Juni, Baixada</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belgia 3 3 0 0 4-1 9<br />
2. Aljazair 3 1 1 1 6-5 4<br />
3. Rusia 3 0 2 1 2-3 2<br />
4. Korea Selatan 3 0 1 2 3-6 1</p>
<figure id="attachment_20726" aria-describedby="caption-attachment-20726" style="width: 1506px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20726" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2014.jpg" alt="" width="1506" height="1000" /><figcaption id="caption-attachment-20726" class="wp-caption-text">Detik-detik Mario Goetze mencetak gol tunggal di final Piala Dunia 2014 dan mengantarkan Jerman juara (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>BABAK 16 BESAR</strong><br />
Brasil(pen) 1-1(3-2) Cile 28 Juni, Mineirao<br />
Kolombia 2-0 Uruguay 28 Juni, Maracana<br />
Belanda 2-1 Meksiko 29 Juni, Castelao<br />
Kosta Rika(pen) 1-1(5-3) Yunani 29 Juni, Pernambuco<br />
Prancis 2-0 Nigeria 30 Juni, Nacional<br />
Jerman (AET) 2-1 Aljazair 30 Juni, Beira-Rio<br />
Argentina 1-0 Swiss (AET) 1 Juli, Sao Paulo<br />
Belgia (AET) 2-1 Amerika Serikat 1 Juli, Fonte Nova</p>
<p><strong>PEREMPAT-FINAL</strong><br />
Prancis 0-1 Jerman 4 Juli, Maracana<br />
Brasil 2-1 Kolombia 4 Juli, Castelao<br />
Argentina 1-0 Belgia 5 Juli, Nacional<br />
Belanda(pen.) 0-0(4-3) Kosta Rika 5 Juli, Fonte Nova</p>
<p><strong>SEMI-FINAL</strong><br />
Brasil 1-7 Jerman 8 Juli, Mineirao<br />
Belanda (pen.) 0-0(2-4) Argentina 9 Juli, Sao Paulo</p>
<p><strong>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA</strong><br />
Brasil 0-3 Belanda 12 Juli, Nacional</p>
<p><strong>FINAL</strong><br />
Jerman (AET) 1-0 Argentina 13 Juli, Maracana. (*)</p>
<p>*) dari berbagai sumber</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-brasil-2014-jerman-juara-di-tanah-amerika-latin/">Sejarah Piala Dunia: Brasil 2014, Jerman Juara di Tanah Amerika Latin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia; Afrika Selatan 2010, Generasi Emas Bawa Spanyol Juara</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-afrika-selatan-2010-generasi-emas-bawa-spanyol-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2022 00:20:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 2010 adalah edisi ke-19 sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1930 di Uruguay. Piala Dunia ini merupakan yang pertama kali...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-afrika-selatan-2010-generasi-emas-bawa-spanyol-juara/">Sejarah Piala Dunia; Afrika Selatan 2010, Generasi Emas Bawa Spanyol Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20668 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2010.png" alt="" width="128" height="128" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 2010 adalah edisi ke-19 sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1930 di Uruguay. Piala Dunia ini merupakan yang pertama kali diadakan di Benua Afrika, yakni di Afrika Selatan.</p>
<p>Afrika Selatan dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 sebagai bagian dari kebijakan rotasi jangka pendek yang ditinggalkan pada 2007 untuk mengadakan turnamen ini di semua konfederasi sepak bola.</p>
<p>Pada saat itu ada lima negara Afrika mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010: Mesir, Maroko, Afrika Selatan dan tawaran bersama dari Libya dan Tunisia.</p>
<p>Menyusul keputusan Komite Eksekutif FIFA untuk tidak mengizinkan turnamen yang diselenggarakan bersama, Tunisia menarik diri dari proses pengajuan tuan rumah.</p>
<p>Panitia juga memutuskan untuk tidak mempertimbangkan pengajuan Libya karena tidak lagi memenuhi semua ketentuan yang ditetapkan dalam Daftar Persyaratan resmi.</p>
<p>Presiden FIFA kala itu, Sepp Blatter, mengumumkan pada konferensi media pada tanggal 15 Mei 2004 di Zürich bahwa putaran pertama pemungutan suara, Afrika Selatan mendapat 14 suara, Maroko mendapat 10 suara, sementara Mesir 0 suara.</p>
<p>Piala Dunia 2010 menjadi ajang pembuktian bagi timnas Spanyol yang kala itu disebut generasi emas karena diperkuat nama-nama yang sedang dalam puncak performanya seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, Iker Casillas, dan David Villa.</p>
<p>Bagaimana tidak, Piala Dunia 2010 dimenangkan di antara dua turnamen besar, yakni Piala Eropa 2008 dan Piala Eropa 2012.</p>
<p>Di Piala Dunia kali ini ada 32 negara peserta dari enam konfederasi berbeda.</p>
<p>Dari Eropa ada Denmark, Inggris, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Portugal, Slovakia, Serbia, Slovenia, Spanyol, dan Swiss.</p>
<p>Kemudian ada enam wakil dari Afrika, yakni Afrika Selatan, Aljazair, Kamerun, Ghana, Pantai Gading, dan Nigeria.</p>
<p>Argentina, Brasil, Cile, Paraguay, dan Uruguay mewakili Conmebol sementara Honduras, Meksiko, dan Amerika Serikat mewakili Concacaf.</p>
<p>Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Korea Utara adalah peserta dari Asia, ditambah Selandia Baru sebagai satu-satunya wakil Oseania.</p>
<p>Perjalanan Spanyol di fase grup tidak terlalu mulus, mereka menjadi juara Grup H karena unggul selisih gol dari Cile setelah sama-sama mengoleksi 6 poin dari 3 laga.</p>
<p>Dari babak 16 besar hingga final, La Furia Roja selalu menang dengan skor 1-0, dimulai dari Portugal, Paraguay, Jerman, dan terakhir Belanda.</p>
<p>Menjuarai Piala Dunia 2010 adalah prestasi terbaik timnas Spanyol sejak peringkat keempat di Piala Dunia 1950.</p>
<p><strong>Data Piala Dunia 2010</strong><br />
Tuan Rumah: Afrika Selatan<br />
Juara: Spanyol<br />
Runner-up: Belanda<br />
Peringkat Ketiga: Jerman<br />
Jumlah Pertandingan: 64<br />
Jumlah Gol: 145<br />
Pencetak Gol Terbanyak: 5 gol &#8211; Diego Forlan (Uruguay), Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol)<br />
Pemain Terbaik: Diego Forlan (Uruguay)<br />
Pemain Muda Terbaik: Thomas Muller (Jerman)<br />
Fair Play Award: Spanyol</p>
<figure id="attachment_20669" aria-describedby="caption-attachment-20669" style="width: 1120px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20669" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2010-2.jpg" alt="" width="1120" height="744" /><figcaption id="caption-attachment-20669" class="wp-caption-text">Gol kelas dunia pemain tuan rumah Afrika Selatan Siphiwe Tshabalala, pada laga pembuka Piala Dunia 2010 (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>10 Fakta Piala Dunia 2010</strong><br />
1. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia diselenggarakan di benua Afrika dan Afrika Selatan tepilih menerima kehormatan tersebut. Sayang, timnas Afsel menjadi tuan rumah pertama sepanjang sejarah Piala Dunia yang langsung gugur di fase grup.</p>
<p>2. Vuvuzela mendapat popularitas dunia di Piala Dunia 2010 setelah penggunaannya disahkan di dalam stadion. Tapi menjelang akhir turnamen, alat musik tiup khas Afsel ini mendapat banyak kritikan karena dinilai terlalu bising dan mengganggu komunikasi pemain di lapangan. Selain vuvuzela, Piala Dunia ini juga dikenang karena dua lagu ikonik “Wavin&#8217; Flag” (K&#8217;naan) dan “Waka Waka” (Shakira).</p>
<p>3. Spanyol memainkan semifinal dan final pertama Piala Dunia dan menjadi negara kedelapan dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil menjadi juara. Spanyol mampu mereplikasi sistem tiki-taka yang sukses besar di Barcelona.</p>
<p>4. Spanyol menjadi tim juara yang paling sedikit mencetak gol dalam sejarah Piala Dunia, dengan total hanya membikin delapan gol dari tujuh pertandingan. Jumlah ini lebih sedikit dari Inggris (11 gol, 1966) dan Brasil (11 gol, 1994). La Furia Roja meraih kemenangan 1-0 sejak babak 16 besar sampai partai final. Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia berformat 32 tim dengan total gol terendah (145).</p>
<p>5. Laga final Belanda vs Spanyol dikenal menghasilkan kartu kuning terbanyak (14), salah satunya kepada Nigel de Jong yang melakukan tendangan &#8216;kung fu&#8217; ke dada Xabi Alonso. Belanda banyak dikritik lantaran menerapkan taktik negatif. Johan Cruyff, misalnya, menyebut Belanda memainkan anti-football yang memalukan.</p>
<p>6. Belanda berhasil menembus final ketiga dalam sejarah Piala Dunia, namun untuk ketiga kalinya pula mereka harus menjadi pecundang setelah dibekap Spanyol 1-0. Belanda 2010 mengikuti jejak Belanda 1974 (kalah vs Jerman Barat) dan Belanda 1978 (kalah vs Argentina).</p>
<p>7. Italia menjadi juara bertahan yang tersingkir di fase grup. Kampiun Piala Dunia 2006 ini mengulangi catatan buruk mereka sendiri pada 1950, Brasil di 1966, Prancis di 2002, dan terulang lagi oleh Spanyol di 2014.</p>
<p>8. Thomas Muller (Jerman), David Villa (Spanyol), Wesley Sneijder (Belanda), dan Diego Forlan (Uruguay) semua mencetak lima gol di turnamen ini. Muller terpilih menjadi topskor turnamen (FIFA Golden Boot) dengan bantuan tiga assist- nya, sedangkan Forlan menyabet pemain terbaik (FIFA Golden Ball).</p>
<p>9. Dua pertandingan babak 16 besar, yaitu Inggris vs Jerman dan Argentina vs Meksiko, diwarnai kontroversi gol . Satu gol Inggris dari Frank Lampard dianulir kendati bola melewati garis gawang, sedangakan satu gol Argentina disahkan meski sang pencetak gol Carlos Tevez dalam posisi off-side . Dua peristiwa ini mendorong FIFA untuk menerapkan teknologi garis gawang dan video assistant referee (VAR).</p>
<p>10. Gurita bernama Paul menjadi selebriti dadakan di turnamen ini karena mampu memprediksi hasil semua pertandingan Piala Dunia yang dilakoni timnas Jerman secara tepat, Paul mati tiga bulan setelah Piala Dunia 2010 karena faktor usia di akuarim Sea Life Centres, Oberhausen, Jerman.</p>
<p><strong>Nama- Nama Stadion:</strong><br />
Soccer City (Johannesburg)<br />
Ellis Park (Johannesburg)<br />
Cape Town (Cape Town)<br />
Mbombela (Nelspruit)<br />
Moses Mabhida (Durban)<br />
Loftus Versfeld (Pretoria)<br />
Peter Mokaba (Polokwane)<br />
Free State (Bloemfontein)<br />
Nelson Mandela Bay (Port Elizabeth)<br />
Royal Bafokeng (Rustenburg)</p>
<figure id="attachment_20670" aria-describedby="caption-attachment-20670" style="width: 1908px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20670" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2010-3.jpg" alt="" width="1908" height="1146" /><figcaption id="caption-attachment-20670" class="wp-caption-text">Gol Frank Lampard yang tak disahkan wasit dalam laga melawan Jerman, inilah awal mulai diterapkannya VAR (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 2010</strong><br />
GRUP A<br />
Afrika Selatan 1-1 Meksiko 11 Juni, Soccer City<br />
Uruguay 0-0 Prancis 11 Juni, Cape Town<br />
Afrika Selatan 0-3 Uruguay 16 Juni, Loftus Versfeld<br />
Prancis 0-2 Meksiko 17 Juni, Peter Mokaba<br />
Meksiko 0-1 Uruguay 22 Juni, Royal Bafokeng<br />
Prancis 1-2 Afrika Selatan 22 Juni, Free State</p>
<p>Klasemen<br />
1. Uruguay 3 2 1 0 4-0 7<br />
2. Meksiko 3 1 1 1 3-2 4<br />
3. Afrika Selatan 3 1 1 1 3-5 4<br />
4. Prancis 3 0 1 2 1-4 1</p>
<p>GRUP B<br />
Korea Selatan 2-0 Yunani 12 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Argentina 1-0 Nigeria 12 Juni, Ellis Park<br />
Argentina 4-1 Korea Selatan 17 Juni, Soccer City<br />
Yunani 2-1 Nigeria 17 Juni, Free State<br />
Nigeria 2-2 Korea Selatan 22 Juni, Moses Mabhida<br />
Yunani 0-2 Argentina 22 Juni, Peter Mokaba</p>
<p>Klasemen<br />
1. Argentina 3 3 0 0 7-1 9<br />
2. Korea Selatan 3 1 1 1 5-6 4<br />
3. Yunani 3 1 0 2 2-5 3<br />
4. Nigeria 3 0 1 2 3-5 1</p>
<p>GRUP C<br />
Inggris 1-1 Amerika Serikat 12 Juni, Royal Bafokeng<br />
Aljazair 0-1 Slovenia 13 Juni, Peter Mokaba<br />
Slovenia 2-2 Amerika Serikat 18 Juni, Ellis Park<br />
Inggris 0-0 Aljazair 18 Juni, Cape Town<br />
Slovenia 0-1 Inggris 23 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Amerika Serikat 1-0 Aljazair 23 Juni, Loftus Versfeld</p>
<p>Klasemen<br />
1. Amerika Serikat 3 1 2 0 4-3 5<br />
2. Inggris 3 1 2 0 2-1 5<br />
3. Slovenia 3 1 1 1 3-3 4<br />
4. Aljazair 3 0 1 2 0-2 1</p>
<p>GRUP D<br />
Serbia 0-1 Ghana 13 Juni, Loftus Versfeld<br />
Jerman 4-0 Australia 13 Juni, Moses Mabhida<br />
Jerman 0-1 Serbia 18 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Ghana 1-1 Australia 19 Juni, Royal Bafokeng<br />
Ghana 0-1 Jerman 23 Juni, Soccer City<br />
Australia 2-1 Serbia 23 Juni, Mbombela</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 2 0 1 5-1 6<br />
2. Ghana 3 1 1 1 2-2 4<br />
3. Australia 3 1 1 1 3-6 4<br />
4. Serbia 3 0 0 2 2-3 3</p>
<p>GRUP E<br />
Belanda 2-0 Denmark 12 Juni, Soccer City<br />
Jepang 1-0 Kamerun 12 Juni, Free State<br />
Belanda 1-0 Jepang 17 Juni, Moses Mabhida<br />
Kamerun 1-2 Denmark 17 Juni, Loftus Versfeld<br />
Denmark 1-3 Jepang 22 Juni, Royal Bafokeng<br />
Kamerun 1-2 Belanda 22 Juni, Cape Town</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belanda 3 3 0 0 5-1 9<br />
2. Jepang 3 2 0 1 4-2 6<br />
3. Denmark 3 1 0 2 3-6 3<br />
4. Kamerun 3 0 0 3 2-5 0</p>
<p>GRUP F<br />
Italia 1-1 Paraguay 14 Juni, Cape Town<br />
Selandia Baru 1-1 Slowakia 15 Juni, Royal Bafokeng<br />
Slowakia 0-2 Paraguay 20 Juni, Free State<br />
Italia 1-1 Selandia Baru 20 Juni, Mbombela<br />
Slowakia 3-2 Italia 24 Juni, Ellis Park<br />
Paraguay 0-0 Selandia Baru 24 Juni, Peter Mokaba</p>
<p>Klasemen<br />
1. Paraguay 3 1 2 0 3-1 5<br />
2. Slowakia 3 1 1 1 4-5 4<br />
3. Selandia Baru 3 0 3 0 2-2 3<br />
4. Italia 3 0 2 1 4-5 2</p>
<p>GRUP G<br />
Pantai Gading 0-0 Portugal 15 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Brasil 2-1 Korea Utara 15 Juni, Ellis Park<br />
Brasil 3-1 Pantai Gading 20 Juni, Soccer City<br />
Portugal 7-0 Korea Utara 21 Juni, Cape Town<br />
Portugal 0-0 Brasil 25 Juni, Moses Mabhida<br />
Korea Utara 0-3 Pantai Gading 25 Juni, Mbombela</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 2 1 0 5-2 7<br />
2. Portugal 3 1 2 0 7-0 5<br />
3. Pantai Gading 3 1 1 1 4-3 4<br />
4. Korea Utara 3 0 0 3 1-13 0</p>
<p>GRUP H<br />
Honduras 0-1 Cile 16 Juni, Mbombela<br />
Spanyol 0-1 Swiss 16 Juni, Moses Mabhida<br />
Cile 1-0 Swiss 21 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Spanyol 2-0 Honduras 21 Juni, Ellis Park<br />
Cile 1-2 Spanyol 25 Juni, Loftus Versfeld<br />
Swiss 0-0 Honduras 25 Juni, Free State</p>
<p>Klasemen<br />
1. Spanyol 3 2 0 1 4-2 6<br />
2. Cile 3 2 0 1 3-2 6<br />
3. Swiss 3 1 1 1 1-1 4<br />
4. Honduras 3 0 1 2 0-3 1</p>
<figure id="attachment_20672" aria-describedby="caption-attachment-20672" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20672 size-full" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2010.jpg" alt="" width="2560" height="1441" /><figcaption id="caption-attachment-20672" class="wp-caption-text">Andreas Iniesta, mencetak gol tunggal kemenangan Spanyol di final (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>BABAK 16 BESAR</strong><br />
Uruguay 2-1 Korea Selatan 26 Juni, Nelson Mandela Bay<br />
Amerika Serikat 1-2 Ghana (AET) 26 Juni, Royal Bafokeng<br />
Jerman 4-1 Inggris 27 Juni, Free State<br />
Argentina 3-1 Meksiko 27 Juni, Soccer City<br />
Belanda 2-1 Slowakia 28 Juni, Moses Mabhida<br />
Brasil 3-0 Cile 28 Juni, Ellis Park<br />
Paraguay (pen.) 0-0(5-3)Jepang 29 Juni, Loftus Versfeld<br />
Spanyol 1-0 Portugal 29 Juni, Cape Town</p>
<p><strong>BABAK PEREMPAT-FINAL</strong><br />
Belanda 2-1 Brasil 2 Juli, Nelson Mandela Bay<br />
Uruguay(pen.) 1-1(4-2)Ghana 2 Juli, Soccer City<br />
Argentina 0-4 Jerman 3 Juli, Cape Town<br />
Paraguay 0-1 Spanyol 3 Juli, Ellis Park</p>
<p><strong>SEMI-FINAL</strong><br />
Uruguay 2-3 Belanda 6 Juli, Cape Town<br />
Jerman 0-1 Spanyol 7 Juli, Moses Mabhida</p>
<p><strong>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA</strong><br />
Uruguay 2-3 Jerman 10 Juli, Nelson Mandela Bay</p>
<p><strong>FINAL</strong><br />
Belanda 0-1 Spanyol (AET) 11 Juli, Soccer City.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-afrika-selatan-2010-generasi-emas-bawa-spanyol-juara/">Sejarah Piala Dunia; Afrika Selatan 2010, Generasi Emas Bawa Spanyol Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia; Jerman 2006, Italia Juara Setelah Materazzi Ditanduk Zidane</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-jerman-2006-italia-juara-setelah-materazzi-ditanduk-zidane/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2022 11:50:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#italia]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi ke-18, yang digelar pada 9 Juni hingga 9 Juli 2006 dan diikuti sebanyak 32...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-jerman-2006-italia-juara-setelah-materazzi-ditanduk-zidane/">Sejarah Piala Dunia; Jerman 2006, Italia Juara Setelah Materazzi Ditanduk Zidane</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20628 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2006.png" alt="" width="136" height="136" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi ke-18, yang digelar pada 9 Juni hingga 9 Juli 2006 dan diikuti sebanyak 32 negara dari lima konfederasi. Jerman terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, setelah mengalahkan tiga kandidat lain dalam pemungutan suara Komite Eksekutif FIFA pada 7 Juli 2000.</p>
<p>Awalnya terpilihnya Jerman menjadi tuan rumah menundang kontroversi, karena diperkirakan negara dari Afrika yang seharusnya menjadi tuan rumah. Namun, FIFA kemudian menyatakan akan melakukan rotasi tuan rumah Piala Dunia di antara para anggota konfederasi.</p>
<p>Jerman yang menjadi tuan rumah, tentu menjadi salah satu kandidat kuat juara pada Piala Dunia 2006.</p>
<p>Apalagi pada edisi empat tahun sebelumnya Die Mannschaft menjadi runner-up, setelah dikalahkan Brasil di laga final.</p>
<p>Jerman semakin diunggulkan, setelah menyapu bersih pertandingan di Grup A dengan meraih sembilan poin.</p>
<p>Pada babak 16 besar Jerman mengalahkan Swedia 2-0, diikuti kemenangan adu penalti 4-2 melawan Argentina, setelah bermain imbang 1-1.</p>
<p>Namun, langkah Jemran terhenti di babak semifinal, kala ditekuk Italia 0-2 melalui babak perpanjangan waktu. Jerman harus puas duduk di peringkat ketiga, setelah mengalahkan Portugal 3-1.</p>
<p>Sedangkan Italia menjadi juara pada Piala Dunia 2006, setelah mengalahkan Prancis di laga final, melalui adu penalti dengan skor 5-3.</p>
<p>Italia memang tampil apik sepanjang laga, seusai menjadi juara Grup A, mereka mengalahkan Australia (1-0) di 16 besar dan Ukraina (3-0) di perempat final.</p>
<p>Jerman yang menghadang di semifinal, dan Prancis di laga puncak, tak mampu menahan laju Italia.</p>
<p>Laga final antara Italia vs Prancis diwarnai kejadian kontroversial antara Zinedine Zidane dengan Marco Matterazi. Heboh tandukan Zidane kepada Materazzi, seperti mengalahkan gebyar Italia yang merebut mahkota.</p>
<p>Namun, seusai turnamen, Zinedine Zidane mendapat gelar pemain terbaik, sedangkan pemain muda terbaik disabet Lukas Podolski.</p>
<p>Pada edisi kali ini ada tujuh negara debutan yang didominasi dari Afrika (4). Mereka adalah Angola, Ghana, Pantai Gading, Togo, Republik Ceko, Ukraina Trinidad dan Tobago</p>
<figure id="attachment_20627" aria-describedby="caption-attachment-20627" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20627" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2006-7.jpg" alt="" width="1200" height="854" /><figcaption id="caption-attachment-20627" class="wp-caption-text">Final Piala Dunia 2006, Prancis vs Italia (AFP)</figcaption></figure>
<p><strong>Data Piala Dunia 2006</strong><br />
Tuan Rumah: Jerman<br />
Juara: Italia<br />
Runner-Up: Prancis<br />
Peringkat Ketiga: Jerman<br />
Skor Tertinggi: Argentina vs. Serbia-Montenegro 6-0 (Grup C)<br />
Total Gol: 147<br />
Rata-Rata Gol: 2,30<br />
Penonton Terbanyak: 72.000 (Jerman-Argentina, perempat-final)<br />
Total Penonton: 3.359.439<br />
Rata-Rata Penonton: 52.491<br />
Penampilan Perdana: Serbia-Montenegro, Ukraina, Ghana, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Pantai Gading, Angola, Togo<br />
Pencetak Gol Terbanyak: Miroslav Klose (Jerman 5 gol)<br />
Pemain Terbaik: Zinedine Zidane (Prancis)<br />
Pemain Muda Terbaik: Lukas Podolski (Jerman)<br />
Penjaga Gawang Terbaik: Gianluigi Buffon<br />
Fair Play Award: Brasil, Spanyol</p>
<figure id="attachment_20629" aria-describedby="caption-attachment-20629" style="width: 1009px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20629" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2006-3.jpg" alt="" width="1009" height="568" /><figcaption id="caption-attachment-20629" class="wp-caption-text">Pertandingan paling kotor di Piala Dunia 2006, Portugal vs Belanda yang diwarnai 4 kartu merah dan 16 kartu kuning. (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>10 Fakta Piala Dunia 2006</strong><br />
1. Tak ada satupun pemain dari tim juara Italia yang mencetak lebih dari dua gol, tetapi mereka menciptakan sejarah sebagai tim kedua dengan total sepuluh pemain yang berhasil mencetak gol dalam satu Piala Dunia. Tim pertama yang melakukannya adalah Les Bleus Prancis pada 1982.</p>
<p>2. Tak banyak gol yang tercipta di Piala Dunia ini, namun ada dua rekor yang berhasil ditorehkan. Pertama, jumlah gol bunuh diri terbanyak dengan empat gol, atau sama dengan yang tercipta pada 1954 dan 1988. Kedua, gol pertama dan terakhir pada Piala Dunia ini dicetak oleh seorang bek untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia. Bek kiri Jerman Philipp Lahm membuka gol pada menit kelima partai pembukaan lawan Kosta Rika, sedangkan bek Italia Marco Materazzi menyundul gol terakhir di Jerman 2006.</p>
<p>3. Pertandingan pembukaan yang dimenangkan tuan rumah Jerman 4-2 atas Kosta Rika menjadi partai pembukaan dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.</p>
<p>4. Gugurnya Swiss di adu penalti babak 16 besar dari Ukraina menciptakan rekor tersendiri. Swiss menjadi tim pertama yang gagal mencetak satu penalti pun pada babak adu penalti, tetapi juga menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun. Bahkan, belum ada satu tim pun yang pernah tak kebobolan sama sekali pada waktu normal dalam satu Piala Dunia.</p>
<p>5. Gol ke-2000 dalam sejarah Piala Dunia terjadi di Jerman 2006. Adalah Marcus Allbäck yang mengukir prestasi tersebut, ketika Swedia menahan imbang Inggris besutan Sven Göran Eriksson dengan skor 2-2.</p>
<p>6. Di babak semi-final, dua gol yang diciptakan oleh Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero pada dua menit terakhir perpanjangan waktu berhasil mengakhiri rekor tak terkalahkan tim Panser Jerman di Dortmund, sekaligus meneruskan dominasi tim Azzurri atas Jerman.</p>
<p>7, Peristiwa unik berkaitan dengan ketatnya perlindungan terhadap sponsor resmi Piala Dunia terjadi di Jerman. Perusahaan bir Bavaria asal Belanda memberikan kostum singa dengan model seperti pakaian terusan dengan warna oranye bernama Leeuwenhosen, tentunya dengan logo Bavaria tergambar di kostum tersebut, bagi pelanggan mereka yang ingin mendukung timnas Belanda sekaligus membeli produk mereka. Sayangnya, FIFA berusaha melindungi sponsor bir Budweiser dengan melakukan tindakan tegas, yakni meminta penonton di stadion yang menggunakan Leeuwenhosen untuk menanggalkan kostum tersebut dan menukarnya dengan celana pendek oranye sehingga mereka tidak berakhir telanjang saat mendukung tim Oranye di stadion.</p>
<p>8. Hingga kini, Piala Dunia 2006 tercatat sebagai Piala Dunia dengan jumlah kartu terbanyak yang dikeluarkan oleh wasit. Total 345 kartu kuning dan 28 kartu merah mengalahkan rekor pada Piala Dunia 1998, dengan sumbangan terbanyak dari partai keras antara Portugal dan Belanda yang berakhir dengan 16 kartu kuning dan empat kartu merah keluar dari kantong wasit Valentin Ivanov. Lucunya, rekor kartu kuning terbanyak yang diterima seorang pemain pada satu pertandingan Piala Dunia juga terjadi di Jerman. Wasit Graham Poll asal Inggris perlu mengeluarkan tiga kartu kuning untuk mengusir Josep Simunic asal Kroasia dari lapangan.</p>
<p>9. Portugal harus menunggu 40 tahun untuk lolos ke perempat-final setelah era keemasan Eusebio dengan menyingkirkan Inggris 3-1 di babak adu penalti setelah pertandingan normal berakhir 0-0. Keberhasilan itu tak lepas dari pelatih Luiz Felipe Scolari yang berhasil menyingkirkan tim Inggris asuhan Sven-Goran Eriksson pada tiga turnamen penting. Sebelumnya, Scolari memimpin Brasil menyingkirkan Inggris pada Piala Dunia 2002 dan kemudian membawa Portugal memulangkan Inggris dua tahun berikutnya pada Euro 2004.</p>
<p>10. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, ada tiga negara peserta dengan Portugis sebagai bahasa nasional mereka, yaitu Portugal, Brasil, dan Angola.</p>
<p><strong>Nama-Nama Stadion:</strong><br />
Olympiastadion (Berlin)<br />
Allianz Arena (Munich)<br />
Waldstadion (Frankfurt)<br />
Zentralstadion (Leipzig)<br />
Frankenstadion (Nurnberg)<br />
RheinEnergieStadion (Koln)<br />
Westfalenstadion (Dortmund)<br />
Volksparkstadion (Hamburg)<br />
Niedersachsenstadion (Hanover)<br />
Arena AufSchalke (Gelsenkirchen)<br />
Gottlieb-Daimler Stadion (Stuttgart)<br />
Fritz-Walter-Stadion (Kaiserslautern)</p>
<figure id="attachment_20630" aria-describedby="caption-attachment-20630" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20630" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2006-2-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1946" /><figcaption id="caption-attachment-20630" class="wp-caption-text">Tim Jerman usai dihajar Italia di semifinal. (DPA)</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 2006</strong><br />
GRUP A<br />
Jerman 4-2 Kosta Rika 9 Juni, Allianz Arena<br />
Polandia 0-2 Ekuador 9 Juni, Arena AufSchalke<br />
Jerman 1-0 Polandia 14 Juni, Westfalenstadion<br />
Ekuador 3-0 Kosta Rika 15 Juni, Volksparkstadion<br />
Ekuador 0-3 Jerman 20 Juni, Olympiastadion<br />
Kosta Rika 1-2 Polandia 20 Juni, Niedersachsenstadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 3 0 0 8-2 9<br />
2. Ekuador 3 2 0 1 5-3 6<br />
3. Polandia 3 1 0 2 2-4 3<br />
4. Kosta Rika 3 0 0 3 3-9 0</p>
<p>GRUP B<br />
Inggris 1-0 Paraguay 10 Juni, Waldstadion<br />
Trinidad-Tobago 0-0 Swedia 10 Juni, Westfalenstadion<br />
Inggris 2-0 Trinidad-Tobago 15 Juni, Frankenstadion<br />
Swedia 1-0 Paraguay 15 Juni, Olympiastadion<br />
Swedia 2-2 Inggris 20 Juni, RheinEnergieStadion<br />
Paraguay 2-0 Trinidad-Tobago 20 Juni, Fritz-Walter-Stadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Inggris 3 2 1 0 5-2 7<br />
2. Swedia 3 1 2 0 3-2 5<br />
3. Paraguay 3 1 0 2 2-2 3<br />
4. Trinidad-Tobago 3 0 1 3 0-4 1</p>
<p>GRUP C<br />
Argentina 2-1 Pantai Gading 10 Juni, Volksparkstadion<br />
Serbia-Montenegro 0-1 Belanda 11 Juni, Zentralstadion<br />
Argentina 6-0 Serbia-Montenegro 16 Juni, Arena AufSchalke<br />
Belanda 2-1 Pantai Gading 16 Juni, Gottlieb-Daimler<br />
Belanda 0-0 Argentina 21 Juni, Waldstadion<br />
Pantai Gading 3-2 Serbia-Montenegro 21 Juni, Allianz Arena</p>
<p>Klasemen<br />
1. Argentina 3 2 1 0 8-1 7<br />
2. Belanda 3 2 1 0 3-1 7<br />
3. Pantai Gading 3 1 0 2 5-6 3<br />
4. Serbia-Montenegro 3 0 0 3 2-10 0</p>
<p>GRUP D<br />
Meksiko 3-1 Iran 11 Juni, Frankenstadion<br />
Angola 0-1 Portugal 11 Juni, RheinEnergieStadion<br />
Meksiko 0-0 Angola 16 Juni, Niedersachsenstadion<br />
Portugal 2-0 Iran 17 Juni, Waldstadion<br />
Portugal 2-1 Meksiko 21 Juni, Arena AufSchalke<br />
Iran 1-1 Angola 21 Juni, Zentralstadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Portugal 3 3 0 0 5-1 9<br />
2. Meksiko 3 1 1 1 4-3 4<br />
3. Angola 3 0 2 1 1-2 2<br />
4. Iran 3 0 1 2 2-6 1</p>
<p>GRUP E<br />
Italia 2-0 Ghana 12 Juni, Niedersachsenstadion<br />
Amerika Serikat 0-3 Rep. Ceko 12 Juni, Arena AufSchalke<br />
Italia 1-1 Amerika Serikat 17 Juni, Fritz-Walter-Stadion<br />
Rep. Ceko 0-2 Ghana 17 Juni, RheinEnergieStadion<br />
Ghana 2-1 Amerika Serikat 22 Juni, Frankenstadion<br />
Rep. Ceko 0-2 Italia 22 Juni, Volksparkstadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Italia 3 2 1 0 5-1 7<br />
2. Ghana 3 2 0 1 4-3 6<br />
3. Rep. Ceko 3 1 0 2 3-4 3<br />
4. Amerika Serikat 3 0 1 2 2-6 1</p>
<p>GRUP F<br />
Australia 3-1 Jepang 12 Juni, Fritz-Walter-Stadion<br />
Brasil 1-0 Kroasia 13 Juni, Olympiastadion<br />
Brasil 2-0 Australia 18 Juni, Allianz Arena<br />
Jepang 0-0 Kroasia 18 Juni, Frankenstadion<br />
Jepang 1-4 Brasil 22 Juni, Westfalenstadion<br />
Kroasia 2-2 Australia 22 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 3 0 0 7-1 9<br />
2. Australia 3 1 1 1 5-5 4<br />
3. Kroasia 3 0 2 1 2-3 2<br />
4. Jepang 3 0 1 2 2-7 1</p>
<p>GRUP G<br />
Prancis 0-0 Swiss 3 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion<br />
Korea Selatan 2-1 Togo 3 Juni, Waldstadion<br />
Prancis 1-1 Korea Selatan 8 Juni, Zentralstadion<br />
Togo 0-2 Swiss 9 Juni, Westfalenstadion<br />
Togo 0-2 Prancis 13 Juni, RheinEnergieStadion<br />
Swiss 2-0 Korea Selatan 13 Juni, Niedersachsenstadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Swiss 3 2 1 0 4-0 7<br />
2. Prancis 3 1 2 0 3-1 5<br />
3. Korea Selatan 3 1 1 1 3-4 4<br />
4. Togo 3 0 0 3 1-6 0</p>
<p>GRUP H<br />
Tunisa 2-2 Arab Saudi 14 Juni, Allianz Arena<br />
Spanyol 4-0 Ukraina 14 Juni, Zentralstadion<br />
Spanyol 3-1 Tunisa 19 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion<br />
Arab Saudi 0-4 Ukraina 19 Juni, Volksparkstadion<br />
Arab Saudi 0-1 Spanyol 23 Juni, Fritz-Walter-Stadion<br />
Ukraina 1-0 Tunisa 23 Juni, Olympiastadion</p>
<p>Klasemen<br />
1. Spanyol 3 3 0 0 8-1 9<br />
2. Ukraina 3 2 0 1 5-4 6<br />
3. Tunisa 3 0 1 2 3-6 1<br />
4. Arab Saudi 3 0 1 2 2-7 1</p>
<figure id="attachment_20631" aria-describedby="caption-attachment-20631" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20631" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2006-1.jpg" alt="" width="1920" height="1080" /><figcaption id="caption-attachment-20631" class="wp-caption-text">Insiden Zidan vs Materazzi di final Piala Dunia 2006. (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>BABAK 16 BESAR</strong><br />
Jerman 2-0 Swedia 24 Juni, Allianz Arena<br />
Argentina 2-1 Meksiko (AET) 24 Juni, Zentralstadion<br />
Inggris 1-0 Ekuador 25 Juni, Gottlieb-Daimler-Stadion<br />
Portugal 1-0 Belanda 25 Juni, Frankenstadion<br />
Italia 1-0 Australia 26 Juni, Fritz-Walter-Stadion<br />
Swiss 0-0(0-3)Ukraina (pen.) 26 Juni, RheinEnergieStadion<br />
Brasil 3-0 Ghana 27 Juni, Westfalenstadion<br />
Spanyol 1-3 Prancis 27 Juni, Niedersachsenstadion</p>
<p><strong>BABAK PEREMPAT-FINAL</strong><br />
Italia 3-0 Ukraina 30 Juni, Volksparkstadion<br />
Jerman(pen.) 1-1(4-2) Argentina 30 Juni, Olympiastadion<br />
Inggris 0-0(1-3) Portugal (pen.) 1 Juli, Arena AufSchalke<br />
Brasil 0-1 Prancis 1 Juli, Waldstadion</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Jerman 0-2 Italia (AET) 4 Juli, Westfalenstadion<br />
Portugal 0-1 Prancis 5 Juli, Allianz Arena</p>
<p><strong>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA</strong><br />
Jerman 3-1 Portugal 8 Juli, Gottlieb-Daimler-Stadion</p>
<p><strong>FINAL</strong><br />
Italia(pen.) 1-1(5-3) Prancis 9 Juli, Olympiastadion</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-jerman-2006-italia-juara-setelah-materazzi-ditanduk-zidane/">Sejarah Piala Dunia; Jerman 2006, Italia Juara Setelah Materazzi Ditanduk Zidane</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: Korea-Jepang 2002, Panggung Ronaldo dan Brasil</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-kore-jepang-2002-panggung-ronaldo-dan-brasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 02:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#brasil]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 2022 adalah kali pertama Asia mendapat jatah jadi tuan rumah turnamen bergengsi itu, yang digelar Korea Selatan dan Jepang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-kore-jepang-2002-panggung-ronaldo-dan-brasil/">Sejarah Piala Dunia: Korea-Jepang 2002, Panggung Ronaldo dan Brasil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-108617 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-300x300.png" alt="" width="96" height="96" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-80x80.png 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/2002.png 698w" sizes="auto, (max-width: 96px) 100vw, 96px" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 2022 adalah kali pertama Asia mendapat jatah jadi tuan rumah turnamen bergengsi itu, yang digelar Korea Selatan dan Jepang sebagai tuan rumah bersama.</p>
<p>Timnas Brasil keluar sebagai juara untuk kelima kalinya dan kegemilangan Ronaldo Nazario di sepanjang turnamen, membuat Piala Dunia ini seperti pentas yang memang disediakan untuknya bersama Brasil.</p>
<p>Ini adalah Piala Dunia perdana yang diadakan di Asia dan untuk pertama kalinya digelar di dua negara berbeda. Itu digelar di Korea Selatan dan Jepang pada tanggal 31 Mei hingga 30 Juni 2002.</p>
<p>Brasil jumpa Jerman di partai final dalam partai final impian. Kedua negara terbilang memiliki Bkualitas yang setara, namun yang membedakan adalah Ronaldo Nazario, yang mencetak dua gol dalam partai puncak tersebut.</p>
<p>Diikuti oleh 32 negara, ini merupakan edisi ke-17 dari Piala Dunia. Tercipta banyak kejutan juga dalam pementasannya di tahun ini.</p>
<p><strong>Jalannya Piala Dunia 2002</strong></p>
<p><strong>Senegal vs Prancis</strong><br />
Sejumlah kejutan sudah terjadi di babak grup. Timnas Prancis misalnya, yang berstatus sebagai juara bertahan namun sudah gugur di babak grup dengan menjadi juru kunci Grup A. Zinedine Zidane dan kolega kala itu kalah saing dari Denmark, Senegal, dan Uruguay.</p>
<p>Timnas Argentina juga secara mengejutkan gugur di babak grup. Mereka mengumpulkan empat poin dari tiga laga, namun finis ketiga di bawah Swedia dan Inggris yang masing-masing mengumpulkan lima poin di Grup F.</p>
<p>Di babak gugur, kejutan langsung tercipta ketika Timnas Italia yang bertabur bintang disingkirkan oleh tuan rumah Korea Selatan. Banyak hal kontroversial yang tercipta di sepanjang laga sebelum akhirnya Italia menyerah dengan skor 1-2.</p>
<p>Kejutan Korea Selatan berlanjut hingga semifinal setelah mengalahkan Spanyol di babak perempatfinal, pun dibumbui oleh berbagai situasi kontroversial di sepanjang laga. Kali ini, tim Negeri Ginseng tersebut menang lewat adu penalti.</p>
<p>Namun, kejutan tim asuhan Guus Hiddink tersebut terhenti di tangan Jerman. Sebuah gol dari Michael Ballack pada menit ke-75 membuat Der Panzer – julukan Timnas Jerman – melenggang ke partai final.</p>
<p>Sementara itu, Turki juga menciptakan kejutan dengan mencapai semifinal. Namun, mereka juga takluk dengan skor 0-1 ketika bersua Brasil akibat gol Ronaldo Nazario pada menit ke-75.</p>
<p>Jerman dan Brasil yang memang sudah menjadi unggulan di sepanjang turnamen bersua di partai final. Laga berlangsung ketat sebelum akhirnya dwigol Ronaldo Nazario pada menit ke-67 dan 79 mendefinisikan hasil 2-0.</p>
<figure id="attachment_20554" aria-describedby="caption-attachment-20554" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20554" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-1.jpg" alt="" width="1000" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-20554" class="wp-caption-text">Ronaldo, top skor Piala Dunia 2002 (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>Top Skor</strong><br />
<strong>Ronaldo Nazario</strong><br />
Selain menjadi penentu kemenangan Timnas Brasil di final, Ronaldo Nazario juga menggondol gelar top skor. Striker yang kala itu membela Inter Milan tersebut mencetak delapan gol di sepanjang turnamen.</p>
<p>Rekan senegaranya, Rivaldo, finis kedua dengan catatan lima gol diikuti oleh Miroslav Klose (Jerman) dengan torehan gol yang sama. Sedangkan Jon Dahl Tomasson (Denmark) dan Christian Vieri (Italia) finis di tempat berikutnya dengan masing-masing mencatatkan empat gol</p>
<p><strong>Data dan Fakta Piala Dunia 2002:</strong><br />
Tuan Rumah: Korea Selatan dan Jepang<br />
Juara: Brasil<br />
Runner-Up: Jerman<br />
Skor Tertinggi: Jerman vs. Arab Saudi 8 &#8211; 0 (Grup E)<br />
Topskor: 8 Gol &#8211; Ronaldo (Brasil)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol &#8211; Miroslav Klose (Jerman), Pauleta (Portugal)<br />
Penonton Terbanyak: 69.029 (Jerman &#8211; Brasil, Final)<br />
Total Penonton: 2.705.197<br />
Rata-Rata Penonton: 42.268<br />
Penampilan Perdana: Ekuador, Tiongkok, Senegal, Slovenia<br />
Jumlah Peserta: 32 tim dari 5 konfederasi<br />
Venue: 20 stadion di 20 kota<br />
Jumlah Laga yang Dimainkan: 64<br />
Jumlah Gol yang Tercipta: 161 (2,52 per laga)<br />
Jumlah Penonton: 2.705.198 (42.269 per laga)</p>
<figure id="attachment_20555" aria-describedby="caption-attachment-20555" style="width: 980px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20555" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-0.jpeg" alt="" width="980" height="654" /><figcaption id="caption-attachment-20555" class="wp-caption-text">Kosea Selatan, tim Asia pertama yang menembus semifinal Piala Dunia (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>Sepuluh Fakta Piala Dunia 2002</strong><br />
1. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia digelar di Asia. Pertama kalinya pula terdapat dua negara yang menjadi tuan rumah. Otomatis, ada tiga negara yang langsung lolos, yaitu juara bertahan Prancis dan dua negara tuan rumah, Jepang dan Korea Selatan.</p>
<p>2. Piala Dunia pertama yang menampilkan 23 pemain dalam satu tim, sebelumnya hanya 22 pemain. Dari 23 pemain, tiga di antaranya harus penjaga gawang.</p>
<p>3. Saat pertandingan final antara Brasil dan Jerman, di hari yang sama digelar pertandingan antara dua tim penghuni ranking FIFA paling rendah, yaitu Montserrat (ranking 203) dan Bhutan (202) yang diadakan di Bhutan.</p>
<p>4. Ronaldo mengubah potongan rambutnya setelah pertandingan perempat-final, karena istrinya mengatakan kalau anak laki-laki mereka mencium layar televisi dan berteriak &#8216;daddy&#8217; [ayah] waktu melihat Roberto Carlos.</p>
<p>5. Pemain Korea Selatan, Cha Du-ri terkena kartu kuning saat baru berada 20 detik di lapangan. Itu terjadi di injury time babak kedua sewaktu Korea Selatan menghadapi Polandia.</p>
<p>6. Pelatih tim Tiongkok Bora Milutinovic, membuat rekor melatih lima negara berbeda dalam lima Piala Dunia terakhir.</p>
<p>7. Oliver Kahn menjadi penjaga gawang pertama yang meraih gelar Pemain Terbaik (Golden Ball) di turnamen ini. Kahn juga mendapatkan Yashin Award, penghargaan khusus untuk kiper terbaik.</p>
<p>8. Korea Selatan menjadi negara Asia pertama yang berhasil masuk babak semi-final Piala Dunia. Mereka dikalahkan Jerman di semi-final dan kalah dari Turki dalam perebutan tempat ketiga. Korsel menjadi salah satu dari banyak kejutan yang terjadi di Piala Dunia 2002, mulai dari rontoknya juara bertahan Prancis di fase grup hingga kelolosan tim debutan Senegal ke perempat-final.</p>
<p>9. Dengan menjuarai Piala Dunia 2002, Brasil membuat rekor baru: lima gelar Piala Dunia. Rekor ini baru bisa didekati Italia (2006) dan Jerman (2014) yang untuk keempat kalinya menjuarai Piala Dunia.</p>
<p>10. Kapten Brasil Cafu menjadi pemain pertama yang tampil di final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, dua di antaranya menjadi juara (1994 dan 2002), sedangkan di tahun 1998 kalah dari Prancis.</p>
<p>Juara, Runner-Up, Topskor Piala Dunia 2002<br />
Korea World Cup 2002</p>
<p><strong>Nama-Nama Stadion di Jepang</strong><br />
International Stadium Yokohama (Yokohama)<br />
Niigata Stadium Big Swan (Niigata)<br />
Sapporo Dome (Sapporo)<br />
Kashima Soccer Stadium (Kashima)<br />
Saitama Stadium 2002 (Saitama)<br />
Shizuoka &#8220;Ecopa&#8221; Stadium (Shizuoka)<br />
Kobe Wing Stadium (Kobe)<br />
Miyagi Stadium (Miyagi)<br />
Nagai Stadium (Osaka)<br />
Oita Stadium Big Eye (Oita)</p>
<p><strong>Nama-nama Stadion di Korea Selatan:</strong><br />
Seoul World Cup Stadium (Seoul)<br />
Daegu World Cup Stadium (Daegu)<br />
Busan Asiad Main Stadium (Busan)<br />
Incheon Munhak Stadium (Incheon)<br />
Suwon World Cup Stadium (Suwon)<br />
Jeonju World Cup Stadium (Jeonju)<br />
Ulsan Munsu Football Stadium (Ulsan)<br />
Daejeon World Cup Stadium (Daejeon)<br />
Jeju World Cup Stadium (Seogwiipo)<br />
Gwangju World Cup Stadium (Gwangju)</p>
<figure id="attachment_20556" aria-describedby="caption-attachment-20556" style="width: 2048px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20556" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/2002-3.jpg" alt="" width="2048" height="1152" /><figcaption id="caption-attachment-20556" class="wp-caption-text">Senegal kalahkan Prancis di laga pembuka Piala Dunia 2002 (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 2002</strong><br />
GRUP A<br />
Prancis 0-1 Senegal 31 Mei, Seoul<br />
Uruguay 1-2 Denmark 1 Juni, Ulsan<br />
Prancis 0-0 Uruguay 6 Juni, Busan<br />
Denmark 1-1 Senegal 6 Juni, Daegu<br />
Denmark 2-0 Prancis 11 Juni, Incheon<br />
Senegal 3-3 Uruguay 11 Juni, Suwon</p>
<p>Klasemen<br />
1. Denmark 3 2 1 0 5-2 7<br />
2. Senegal 3 1 2 0 5-4 5<br />
3. Uruguay 3 0 1 1 4-5 2<br />
4. Prancis 3 0 1 2 0-3 1</p>
<p>GRUP B<br />
Paraguay 2-2 Afrika Selatan 2 Juni, Busan<br />
Spanyol 3-1 Slovenia 2 Juni, Gwangju<br />
Spanyol 3-1 Paraguay 7 Juni, Jeonju<br />
Afrika Selatan 1-0 Slovenia 8 Juni, Daegu<br />
Afrika Selatan 2-3 Spanyol 12 Juni, Daejeon<br />
Slovenia 1-3 Paraguay 12 Juni, Jeju</p>
<p>Klasemen<br />
1. Spanyol 3 3 0 0 9-4 9<br />
2. Paraguay 3 1 1 1 6-6 4<br />
3. Afsel 3 1 1 1 5-5 4<br />
4. Slovenia 3 0 0 3 2-7 0</p>
<p>GRUP C<br />
Brasil 2-1 Turki 3 Juni, Ulsan<br />
Tiongkok 0-2 Kosta Rika 4 Juni, Gwangju<br />
Brasil 4-0 Tiongkok 8 Juni, Jeju<br />
Kosta Rika 1-1 Turki 9 Juni, Incheon<br />
Kosta Rika 2-5 Brasil 13 Juni, Suwon<br />
Turki 3-0 Tiongkok 13 Juni, Seoul</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 3 0 0 11-3 9<br />
2. Turki 3 1 1 1 5-3 4<br />
3. Kosta Rika 3 1 1 1 5-6 4<br />
4. Tiongkok 3 0 0 3 0-9 0</p>
<p>GRUP D<br />
Korea Selatan 2-0 Polandia 5 Juni, Busan<br />
Amerika Serikat 3-2 Portugal 5 Juni, Suwon<br />
Korea Selatan 1-1 Amerika Serikat 10 Juni, Daegu<br />
Portugal 4-0 Polandia 10 Juni, Jeonju<br />
Portugal 0-1 Korea Selatan 14 Juni, Incheon<br />
Polandia 3-1 Amerika Serikat 14 Juni, Daejeon</p>
<p>Klasemen<br />
1. Korea Selatan 3 2 1 0 4-1 7<br />
2. Amerika Serikat 3 1 1 1 5-6 4<br />
3. Portugal 3 1 0 2 6-4 3<br />
4. Polandia 3 1 0 2 3-7 3</p>
<p>GRUP E<br />
Rep. Irlandia 1-1 Kamerun 1 Juni, Niigata<br />
Jerman 8-0 Arab Saudi 1 Juni, Sapporo<br />
Jerman 1-1 Rep. Irlandia 5 Juni, Kashima<br />
Kamerun 1-0 Arab Saudi 6 Juni, Saitama<br />
Kamerun 0-2 Jerman 11 Juni, Shizuoka<br />
Arab Saudi 0-3 Rep. Irlandia 11 Juni, Yokohama</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 2 1 0 11-1 7<br />
2. Irlandia 3 1 2 0 5-2 5<br />
3. Kamerun 3 1 1 1 2-3 4<br />
4. Arab Saudi 3 0 0 3 0-12 0</p>
<p>GRUP F<br />
Inggris 1-1 Swedia 2 Juni, Saitama<br />
Argentina 1-0 Nigeria 2 Juni, Kashima<br />
Swedia 2-1 Nigeria 7 Juni, Kobe<br />
Argentina 0-1 Inggris 7 Juni, Sapporo<br />
Swedia 1-1 Argentina 12 Juni, Miyagi<br />
Nigeria 0-0 Inggris 12 Juni, Osaka</p>
<p>Klasemen<br />
1. Swedia 3 1 2 0 4-3 5<br />
2. Inggris 3 1 2 0 2-1 5<br />
3. Argentina 3 1 1 1 2-2 4<br />
4. Nigeria 3 0 1 2 1-3 1</p>
<p>GRUP G<br />
Kroasia 0-1 Meksiko 3 Juni, Niigata<br />
Italia 2-0 Ekuador 3 Juni, Sapporo<br />
Italia 1-2 Kroasia 8 Juni, Kashima<br />
Meksiko 2-1 Ekuador 9 Juni, Miyagi<br />
Meksiko 1-1 Italia 13 Juni, Oita<br />
Ekuador 1-0 Kroasia 13 Juni, Yokohama</p>
<p>Klasemen<br />
1. Meksiko 3 2 1 0 4-2 7<br />
2. Italia 3 1 1 1 4-3 4<br />
3. Kroasia 3 1 0 2 2-3 3<br />
4. Ekuador 3 1 0 2 2-4 3</p>
<p>GRUP H<br />
Jepang 2-2 Belgia 4 Juni, Saitama<br />
Rusia 2-0 Tunisia 5 Juni, Kobe<br />
Jepang 1-0 Rusia 9 Juni, Yokohama<br />
Tunisia 1-1 Belgia 10 Juni, Oita<br />
Tunisia 0-2 Jepang 14 Juni, Osaka<br />
Belgia 3-2 Rusia 14 Juni, Shizouka</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jepang 3 2 1 0 5-2 7<br />
2. Belgia 3 1 2 0 6-5 5<br />
3. Rusia 3 1 0 2 4-4 3<br />
4. Tunisia 3 0 1 2 1-5 1</p>
<p>BABAK 16 BESAR<br />
Jerman 1-0 Paraguay 15 Juni, Jeju<br />
Denmark 0-3 Inggris 15 Juni, Niigata<br />
Swedia 1-2 Senegal (AET) 16 Juni, Oita<br />
Spanyol(pen.) 1-1(3-2)Rep. Irlandia 16 Juni, Suwon<br />
Meksiko 0-2 Amerika Serikat 17 Juni, Jeonju<br />
Brasil 2-0 Belgia 17 Juni, Kobe<br />
Jepang 0-1 Turki 18 Juni, Miyagi<br />
Korea Selatan 2-1 Italia (AET) 18 Juni, Daejeon</p>
<p>BABAK PEREMPAT-FINAL<br />
Inggris 1-2 Brasil 21 Juni, Shizouka<br />
Jerman 1-0 Amerika Serikat 21 Juni, Ulsan<br />
Spanyol 0-0(3-5) Korea Selatan(pen.) 22 Juni, Gwangju<br />
Senegal 0-1 Turki (AET) 22 Juni, Osaka</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Jerman 1-0 Korea Selatan 25 Juni, Seoul<br />
Brasil 1-0 Turki 26 Juni, Saitama</p>
<p>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA<br />
Korea Selatan 2-3 Turki 29 Juni, Daegu</p>
<p>FINAL<br />
Jerman 0-2 Brasil 30 Juli, Yokohama</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-kore-jepang-2002-panggung-ronaldo-dan-brasil/">Sejarah Piala Dunia: Korea-Jepang 2002, Panggung Ronaldo dan Brasil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia; Prancis 1998, Zinedine Zidane Antarkan Prancis Jadi Juara Pertama Kali dan Misteri Sakitnya Ronaldo</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-prancis-1998-zinedine-zidane-antarkan-prancis-jadi-juara-pertama-kali-dan-misteri-sakitnya-ronaldo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2022 01:13:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#prancis. #piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar  &#8211; Piala Dunia 1998 menjadi salah satu yang paling bersejarah. Sebab, pada ajang ini jadi bersejarah buat Timnas Prancis yang pertama kali...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-prancis-1998-zinedine-zidane-antarkan-prancis-jadi-juara-pertama-kali-dan-misteri-sakitnya-ronaldo/">Sejarah Piala Dunia; Prancis 1998, Zinedine Zidane Antarkan Prancis Jadi Juara Pertama Kali dan Misteri Sakitnya Ronaldo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20539 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1998.png" alt="" width="137" height="137" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar </strong> &#8211; Piala Dunia 1998 menjadi salah satu yang paling bersejarah. Sebab, pada ajang ini jadi bersejarah buat Timnas Prancis yang pertama kali menjadi juara Piala Dunia.</p>
<p>Ajang Piala Dunia 1998 diketahui menjadi edisi ke-16 dari Piala Dunia. Ajang ini digelar di Prancis dari 10 Juni hingga 12 Juli 1998. Ada 32 tim dari 5 konfederasi yang ambil bagian di Piala Dunia 1998 ini.</p>
<p>Dari Asia (AFC), ada 4 negara yang lolos ke Piala Dunia 1998, yakni Iran, Jepang, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Lalu, dari CAF, ada 5 tim yang berlaga, yakni Kamerun, Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, dan juga Tunisia.</p>
<p>CONCACAF memiliki 3 wakil di Piala Dunia 2022, yakni Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat. Sementara itu, zona CONMEBOL memiliki 6 wakil, yakni Argentina, Brasil, Cile, Kolombia, dan Paraguay.</p>
<p>Wakil terbanyak berasal dari UEFA. Ada 15 negara yang tampil, yakni Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Denmark, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Rumania, Skotlandia, Spanyol, dan Yugoslavia. Ke-32 tim pun kemudian dibagi ke-8 grup, masing-masing terdiri dari 4 tim.</p>
<p>Piala Dunia 1998 ini pun jadi momen kedua kalinya Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelumnya, ajang sepakbola paling elite di dunia itu digelar di Prancia pada 1938.</p>
<p>Namun kala itu, Prancis gagal berjaya di rumahnya sendiri. Baru pada Piala Dunia 1998 nasib baik menghampiri Les Bleus -julukan Timnas Prancis- yang sukses angkat trofi juara. Mari menilik perjalanan Timnas Prancis di Piala Dunia 1998.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20535" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1998-0.jpg" alt="" width="1200" height="630" /></p>
<p><strong>Jalannya Piala Dunia 1998</strong><br />
Ajang Piala Dunia 1998 berlajan seru dan menarik. Duel-duel sengit sudah tersaji sejak babak penyisihan grup. Sebab, mereka berjuang keras untuk bisa melenggang ke babak 16 besar.</p>
<p>Sang juara bertahan, Brasil pun bekerja ciamik sejak awal perjalanannya di Piala Dunia 1998. Mereka sukses melenggang ke 16 besar usai menjadi juara Grup A. Tim Samba -julukan Timnas Brasil- mengemas 6 poin dari 3 penampilannya. Mereka ditemani Norwegia ke babak berikutnya.</p>
<p>Di Grup B, Italia lolos ke 16 besar sebagai juara grup usai mengemas 7 poin. Mereka ditemani Cile yang menjadi runner-up grup usai mengasapi Austria dan Kamerun.</p>
<p>Kinerja ciamik juga ditunjukkan Prancis. Bahkan, mereka sukses meraih poin sempurna di Piala Dunia 1998 usai mengalahkan Denmark, Afrika Utara, dan Arab Saudi. Mereka pun melenggang ke 16 besar sebagai juara grup C, ditemani Denmark.</p>
<p>Dari Grup D, Nigeria dan Paraguay melenggang ke babak berikutnya usai mengasapi Spanyol dan Bulgaria di klasemen akhir. Dari Grup E, Belanda dan Meksiko yang meraih 2 tiket ke 16 besar. Du Grup F, Jerman dan Yugoslavia yang berhak ke 16 besar.</p>
<p>Lalu, Rumania dan Inggris keluar sebagai juara dan runner-up grup G. Dua tiket tersisa ke 16 besar Piala Dunia 1998 dipastikan menjadi milik Argentina dan Kroasia.</p>
<p>Di babak 16 besar, persaingan berjalan makin sengit. Bahkan, Argentina dan Inggris yang saling berhadapan untuk berebut tiket ke perempatfinal harus berjuang hingga babak adu penalti. Namun, Argentina tampil lebih tangguh sehingga meneng dengan skor 4-3.</p>
<p>Argentina bersua dengan Belanda di babak perempatfinal Piala Dunia 1998. Belanda sendiri memastikan diri lolos ke babak perempatfinal usai menang tipis atas Yugoslavia di babak 16 besar dengan skor 2-1.</p>
<p>Kinerja ciamik juga ditunjukkan Brasil. Mereka tampil perkasa sehingga membantai Cile dengan skor 4-1. Di perepatfinal, Brasil pun bersua Denmark yang menang telak juga atas Nigeria dengan skor sama, yakni 4-1.</p>
<p>Sementara itu, kemenangan dramatis didapat Prancis di babak 16 besar. Mereka harus melalui babak tambahan waktu untuk bisa mengalahkan Paraguay. Sebab, skor 0-0 terus terjaga di waktu normal. Gol semata wayang pun akhirnya tercipta di menit ke-114 lewat aksi Laurent Blanc (114) hingga membawa Les Bleus ke perempatfinal.</p>
<p>Prancis pun dipertemukan dengan lawan yang lebih sulit lagi di perempatfinal, yakni Italia. Gli Azzurri -julukan Timnas Italia- melenggang ke perempatfinal usai menggasak Norwegia 1-0.</p>
<p>Dua tiket tersisa ke perempatfinal menjadi milik Jerman dan Kroasia. Jerman menang tipis atas Meksiko dengan skor 2-1, sementara Kroasia menggilas Rumania 1-0.</p>
<p>Di babak perempatfinal, Prancis terbukti harus bersusah payah mengalahkan Italia. Skor 0-0 terus terjaga hingga babak tambah waktu membuat laga akhirnya dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak itu, Dewi Fortuna menghampiri tuan rumah. Mereka menang dengan skor 4-3 berkat gol yang dicetak Zinedine Zidane, David Trezeguet, Thierry Henry, dan Laurent Blanc.</p>
<p>Mereka bertemu Kroasia di semifinal. Kroasia sendiri lolos ke semifinal usai mengalahkan Jerman dengan skor telak 3-0! Brasil juga memastikan diri lolos ke semifinal usai mengalahkan Denmark dengan skor 3-2. Sementara itu, satu tiket lainnya menjadi milik Belanda yang menang tipis 2-1.</p>
<p>Di semifinal. Prancis kembali mendapat perlawanan sengit dari lawannya, Kroasia. Mereka bahkan harus kebobolan lebih dahulu pada menit ke-45. Namun, dua menit kemudian, Prancis menyamakan kedudukan lewat aksi Ruddy Thuram.</p>
<p>Ruddy Thuram pun jadi pahlawan kemenangan Prancis usai mencetak gol keduanya pada menit ke-70. Laga diselesaikan Prancis dengan kemenangan 2-1 hingga membawa mereka ke final.</p>
<p>Di partai puncak, mereka bersua dengan Brasil yang harus susah payah menyingkirkan Belanda. Laga dilanjutkan hingga babak adu penalti karena skor 1-1 terus terjaga.</p>
<p>Akhirnya, Piala Dunia 1998 pun memasuki babak final. Laga di partai puncak ini digelar pada 12 Juli 1998 di Stade de France, Saint-Denis. Dalam laga itu, Prancis tampil begitu perkasa sehingga menang telak dengan skor 3-0.</p>
<p>Zinedine Zidane tampil paling gemilang karena mencetak dua gol. Sementara itu, satu gol lain Les Bleus dicetak oleh Emmanuel Petit.</p>
<p>Kemenangan itu memberi Prancis gelar juara Piala Dunia pertamannya. Mereka menambah deretan tim nasional yang sukses menjadi juara kala berlaga di kandangnya. Sebelumnya sudah ada Uruguay, Italia, Inggris, Jerman Barat, dan Argentina.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20536" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1998-3.jpg" alt="" width="1024" height="576" /></p>
<p><strong>Top Skor</strong><br />
Meski Prancis menjadi juara, gelar top skor di Piala Dunia 1998 tak menjadi milik pemain mereka. Gelar itu menajdi milik pemain Timnas Kroasia, Davor Suker.</p>
<p>Davor Suker tercatat sukses mencetak 6 gol sepanjang gelaran Piala Dunia 1998. Satu golnya dicetak kala Kroasia menghadapi Belanda dalam perebutan tempat ketiga. Berkat golnya, Kraisua pun sukses menempati posisi ketiga di Piala Dunia 1998.</p>
<p>Lalu, 1 gol lainnya dicetak Suker kala melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 1998. Di babak perempatfinal, dia juga berjaya, di mana mencetak satu gol dalam kemenangan telak Kroasia 3-0 atas Jerman.</p>
<p>Satu gol lainnya juga dicetak Suker di babak 16 besar kala Kroasia mengalahkan Rumania. Gol itu dicetaknya dari titik putih. Sementara itu, dua gol lagi dicetak Suker di babak penyisihan grup. Dengan begitu, dia mencetak gol di pertandingan setiap babak.</p>
<p><strong>10 Fakta Piala Dunia 1998</strong><br />
1. Untuk kali pertama, Piala Dunia diikuti 32 tim peserta. Jumlah ini mengalami pertambahan delapan tim sejak edisi sebelumnya. Berkat penambahan tersebut, penentuan tim yang lolos ke babak 16 besar lebih sederhana. Seluruh 32 tim dibagi ke dalam delapan grup, lalu juara dan peringkat kedua grup lolos ke babak gugur. Berbeda ketika turnamen masih diikuti 24 tim, harus ada perhitungan tersendiri untuk menentukan tim peringkat ketiga dari enam grup yang tersedia.</p>
<p>2. Maskot turnamen adalah seekor ayam jantan bertubuh biru dan diberi nama Footix. Akhiran &#8220;-ix&#8221; diberikan sesuai komik Asterix asal Prancis yang sangat populer di dunia.</p>
<p>3. Penyelenggaraan turnamen terhitung sukses karena tercipta 171 gol sepanjang turnamen. Mulai dari gol sundulan Cesar Sampaio pada pertandingan perdana antara Brasil dan Skotlandia hingga tendangan Emmanuel Petit saat final Prancis versus Brasil. Jumlah ini merupakan rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.</p>
<p>4. Dunia merasakan demam Piala Dunia, baik penonton yang datang langsung maupun tidak. Usai pertandingan antara Skotlandia dan Maroko di Saint-Etienne, 125 ribu liter dihabiskan sekira 8000 fans Skotlandia yang bermabuk-mabukan. Mungkin mereka ingin melupakan kekalahan 3-0 tim kesayangannya. Di Bangladesh, sebuah kawasan mengalami pemadaman listrik empat malam berturut-turut akibat melonjaknya pemakaian karena orang-orang menyaksikan sepakbola lewat televisi.</p>
<p>5. Namun, fans juga berulah. Pada pertandingan perdana melawan Tunisia, fans Inggris melakukan keributan di penjuru kota Marseille. Para pemilik kafe dilanda kekhawatiran sebelum akhirnya lebih dari ratusan fans diciduk karena mabuk-mabukan. Aksi kekerasan fans juga membawa korban. Seorang polisi Prancis bernama Daniel Nivel koma setelah diserang fans Jerman yang hendak menyaksikan pertandingan melawan Yugoslavia di Lens. Para pelaku diduga berasal dari kelompok Neo-Nazi dan setelah sadar dari koma, federasi Jerman memberikan santunan kepada Nivel yang harus menyandang cacat seumur hidup.</p>
<p>6.Salah satu bentuk penghormatan kepada Nivel, pelatih Miroslav Blazevic selalu menenteng topi polisi setiap mendampingi Kroasia sepanjang turnamen. Tak hanya sikap tersebut yang membuat Kroasia mendapat pujian, tapi juga penampilan mereka di atas lapangan. Tampil untuk kali pertama di Piala Dunia, Kroasia melaju jauh dan akhirnya sukses menggaet medali perunggu setelah mengalahkan Belanda 2-1 pada perebutan tempat ketiga.</p>
<p>7. Masih dari Kroasia, Robert Prosinecki mencetak rekor tersendiri dengan menjadi pemain yang pernah tampil untuk dua negara yang berbeda di Piala Dunia. Prosinecki memulai kiprah di Piala Dunia dengan kostum timnas Yugoslavia pada Italia &#8217;90 dan delapan tahun kemudian tampil untuk negara pecahannya, Kroasia.</p>
<p>8. Kalau Blazevic memiliki jimat keberuntungan berupa topi polisi, tim Prancis lain lagi. Setiap sebelum bertanding, Laurent Blanc selalu mencium kepala Fabien Barthez. &#8220;Kemesraan&#8221; bek dan kiper tim Ayam Jantan ini menjadi pemandangan tersendiri sepanjang Piala Dunia. Percaya atau tidak, Prancis tak pernah mengalami kekalahan dan akhirnya sukses menaklukkan Brasil 3-0 di final.</p>
<p>9. Blanc juga mencatatkan diri dalam sejarah Piala Dunia. Turnamen kali ini memberlakukan sistem gol emas dalam babak gugur. Tim yang pertama kali mencetak gol pada perpanjangan waktu akan langsung dinyatakan sebagai pemenang. Pada babak 16 besar melawan Paraguay, Blanc membobol gawang Jose Chilavert pada menit ke-113 untuk membawa Prancis lolos ke babak berikutnya. Otomatis, gol kemenangan Blanc tersebut menjadi gol emas pertama sepanjang sejarah Piala Dunia. Sistem gol emas sendiri hanya dipertahankan hingga Piala Dunia berikutnya di Jepang-Korea Selatan.</p>
<p>10. Terakhir, Prancis &#8217;98 menyisakan cerita yang menarik dibahas sepanjang masa. Brasil mengalami kekalutan sebelum pertandingan final dimulai. Dinimhari sebelum final, Roberto Carlos terbangun karena mendengar suara gaduh di kamar hotelnya. Carlos ternyata mendapati rekan sekamarnya Ronaldo mengerang kesakitan. Panik, Carlos langsung memanggil dokter tim, Lidio Toledo, yang langsung memberikan obat penghilang rasa sakit. Paginya, pelatih Mario Zagallo mempertanyakan kesiapan Ronaldo tampil di final. Setelah serangkaian konsultasi dengan pelatih dan dokter, sang pemain akhirnya memutuskan untuk tetap bermain. Dalam susunan tim yang diterima wartawan, terjadi perubahan mendadak. Awalnya, Edmundo dimainkan dalam tim inti. Tapi, mendadak Ronaldo dimasukkan lagi. Ronaldo tampil melempem di final dan ketika dimasukkan sebagai pemain pengganti, Edmundo terlihat marah-marah. Hingga kini, tak ada yang tahu persis penyakit yang sebenarnya diderita Ronaldo.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20537" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1998-1.jpg" alt="" width="677" height="450" /></p>
<p><strong>Data dan statistik</strong><br />
Juara: Prancis<br />
Runner-Up: Brasil<br />
Skor Tertinggi: Spanyol vs. Bulgaria 6-1 (Grup D)<br />
Total Gol: 171<br />
Rata-Rata Gol: 2,67<br />
Topskor: 6 Gol &#8211; Davor Suker (Kroasia)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol &#8211; Gabriel Batistuta (Argentina)<br />
Penonton Terbanyak: 80.000 (Brasil &#8211; Skotlandia, Grup A)<br />
Total Penonton: 2.774.891<br />
Rata-Rata Penonton: 43.357<br />
Penampilan Perdana: Afrika Selatan, Jamaika, Kroasia, Jepang</p>
<p><strong>Nama-Nama Stadion:</strong><br />
Stade de France (St.Denis)<br />
Gerland (Lyon)<br />
Parc Des Princes (Paris)<br />
La Mosson (Montpellier)<br />
Velodrome (Marseille)<br />
La Beaujoire (Nantes)<br />
Felix Bollaert (Lens)<br />
Municipal (Toulouse)<br />
Parc Lescure (Bordeaux)<br />
Geoffroy-Guichard (St.Etienne)</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20538" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1998-01-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1615" /></p>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 1998</strong><br />
GRUP A<br />
Brasil 2-1 Skotlandia 10 Juni, Stade de France<br />
Maroko 2-2 Norwegia 10 Juni, La Mosson<br />
Skotlandia 1-1 Norwegia 16 Juni, Parc Lescure<br />
Brasil 3-0 Maroko 16 Juni, La Beaujoire<br />
Skotlandia 0-3 Maroko 23 Juni, Geoffroy-Guichard<br />
Brasil 1-2 Norwegia 23 Juni, Velodrome</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 2 0 1 6-3 6<br />
2. Norwegia 3 1 2 0 5-4 5<br />
3. Maroko 3 1 1 1 5-5 4<br />
4. Skotlandia 3 0 1 2 2-6 1</p>
<p>GRUP B<br />
Italia 2-2 Cile 11 Juni, Parc Lescure<br />
Kamerun 1-1 Austria 11 Juni, Municipal<br />
Cile 1-1 Austria 17 Juni, Geoffroy-Guichard<br />
Italia 3-0 Kamerun 17 Juni, La Mosson<br />
Italia 2-1 Austria 23 Juni, Stade de France<br />
Cile 1-1 Kamerun 23 Juni, La Beaujoire</p>
<p>Klasemen<br />
1. Italia 3 2 1 0 7-3 7<br />
2. Cile 3 0 3 0 4-4 3<br />
3. Austria 3 0 2 1 3-4 2<br />
4. Kamerun 3 0 2 1 2-5 2</p>
<p>GRUP C<br />
Prancis 3-0 Afrika Selatan 12 Juni, Velodrome<br />
Arab Saudi 0-1 Denmark 12 Juni, Felix Bollaert<br />
Prancis 4-0 Arab Saudi 18 Juni, Stade de France<br />
Afrika Selatan 1-1 Denmark 18 Juni, Municipal<br />
Prancis 2-1 Denmark 24 Juni, Gerland<br />
Afrika Selatan 2-2 Arab Saudi 24 Juni, Parc Lescure</p>
<p>Klasemen<br />
1. Prancis 3 3 0 0 9-1 9<br />
2. Denmark 3 1 1 1 3-3 4<br />
3. Afrika Selatan 3 0 2 1 3-6 2<br />
4. Arab Saudi 3 0 1 2 2-7 1</p>
<p>GRUP D<br />
Paraguay 0-0 Bulgaria 12 Juni, La Mosson<br />
Spanyol 2-3 Nigeria 13 Juni, La Beaujoire<br />
Nigeria 1-0 Bulgaria 19 Juni, Parc des Princes<br />
Spanyol 0-0 Paraguay 19 Juni, Geoffroy-Guichard<br />
Spanyol 6-1 Bulgaria 24 Juni, Felix Bollaert<br />
Nigeria 1-3 Paraguay 24 Juni, Municipal</p>
<p>Klasemen<br />
1. Nigeria 3 2 0 1 5-5 6<br />
2. Paraguay 3 1 2 0 3-1 5<br />
3. Spanyol 3 1 1 1 8-4 4<br />
4. Bulgaria 3 0 1 2 1-7 1</p>
<p>GRUP E<br />
Korea Selatan 1-3 Meksiko 13 Juni, Gerland<br />
Belanda 0-0 Belgia 13 Juni, Stade de France<br />
Belanda 5-0 Korea Selatan 20 Juni, Velodrome<br />
Belgia 2-2 Meksiko 20 Juni, Parc Lescure<br />
Belgia 1-1 Korea Selatan 25 Juni, Parc des Princes<br />
Belanda 2-2 Meksiko 25 Juni, Geoffroy-Guichard</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belanda 3 1 2 0 7-2 5<br />
2. Meksiko 3 1 2 0 7-5 5<br />
3. Belgia 3 0 3 0 3-3 3<br />
4. Korea Selatan 3 0 1 2 2-9 1</p>
<p>GRUP F<br />
Yugoslavia 1-0 Iran 14 Juni, Geoffroy-Guichard<br />
Jerman 2-0 Amerika Serikat 15 Juni, Parc des Princes<br />
Jerman 2-2 Yugoslavia 21 Juni, Felix Bollaert<br />
Amerika Serikat 1-2 Iran 21 Juni, Gerland<br />
Jerman 2-0 Iran 25 Juni, La Mosson<br />
Amerika Serikat 0-1 Yugoslavia 25 Juni, La Beaujoire</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 2 1 0 6-2 7<br />
2. Yugoslavia 3 2 1 0 4-2 7<br />
3. Iran 3 1 0 2 2-4 3<br />
4. Amerika Serikat 3 0 0 3 1-5 0</p>
<p>GRUP G<br />
Rumania 1-0 Kolombia 15 Juni, Gerland<br />
Inggris 2-0 Tunisia 15 Juni, Velodrome<br />
Kolombia 1-0 Tunisia 22 Juni, La Mosson<br />
Rumania 2-1 Inggris 22 Juni, Municipal<br />
Rumania 1-1 Tunisia 26 Juni, Stade de France<br />
Kolombia 0-2 Inggris 26 Juni, Felix Bollaert</p>
<p>Klasemen<br />
1. Rumania 3 2 1 0 4-2 7<br />
2. Inggris 3 2 0 1 5-2 6<br />
3. Kolombia 3 1 0 2 1-3 3<br />
4. Tunisia 3 0 1 2 1-4 1</p>
<p>GRUP H<br />
Jamaika 1-3 Kroasia 14 Juni, Felix Bollaert<br />
Argentina 1-0 Jepang 14 Juni, Municipal<br />
Jepang 0-1 Kroasia 20 Juni, La Beaujoire<br />
Argentina 5-0 Jamaika 21 Juni, Parc des Princes<br />
Jepang 1-2 Jamaika 26 Juni, Gerland<br />
Argentina 1-0 Kroasia 26 Juni, Parc Lescure</p>
<p>Klasemen<br />
1. Argentina 3 3 0 0 7-0 9<br />
2. Kroasia 3 2 0 1 4-2 6<br />
3. Jamaika 3 1 0 2 3-9 3<br />
4. Jepang 3 0 0 3 1-4 0</p>
<p>BABAK 16 BESAR<br />
Brasil 4-1 Cile 27 Juni, Parc Des Princes<br />
Italia 1-0 Norwegia 27 Juni, Velodrome<br />
Nigeria 1-4 Denmark 28 Juni, Stade de France<br />
Prancis (AET) 1-0 Paraguay 28 Juni, Felix Bollaert<br />
Jerman 2-1 Meksiko 29 Juni, La Mosson<br />
Belanda 2-1 Yugoslavia 29 Juni, Municipal<br />
Argentina(pen.) 2-2(4-3) Inggris 30 Juni, Geoffroy-Guichard<br />
Rumania 0-1 Kroasia 30 Juni, Parc Lescure</p>
<p>BABAK PEREMPAT-FINAL<br />
Brasil 3-2 Denmark 3 Juli, La Beaujoire<br />
Italia 0-0(3-4) Prancis(pen.) 3 Juli, Stade de France<br />
Jerman 0-3 Kroasia 4 Juli, Gerland<br />
Belanda 2-1 Argentina 4 Juli, Velodrome</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Brasil(pen.) 1-1(4-2) Belanda 7 Juli, Velodrome<br />
Prancis 2-1 Kroasia 8 Juli, Stade de France</p>
<p>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA<br />
Belanda 1-2 Kroasia 11 Juli, Parc Des Princes</p>
<p>FINAL<br />
Brasil 0-3 Prancis 12 Juli, Stade de France</p>
<p>Data dan Fakta Piala Dunia 1998<br />
Tuan Rumah: Prancis<br />
Jumlah Peserta: 32 Tim dari 5 Konfederasi<br />
Venue: 10 Stadion di 10 Kota<br />
Jumlah Laga yang Dimainkan: 64 Laga<br />
Jumlah Gol yang Tercipta: 171 Gol<br />
Jumlah Penonton: 2.784.687 (rata-rata 43.511 per laga)<br />
Top Skor: Davor Suker (Kroasia)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-prancis-1998-zinedine-zidane-antarkan-prancis-jadi-juara-pertama-kali-dan-misteri-sakitnya-ronaldo/">Sejarah Piala Dunia; Prancis 1998, Zinedine Zidane Antarkan Prancis Jadi Juara Pertama Kali dan Misteri Sakitnya Ronaldo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: USA 1994: Trofi Keempat Timnas Brasil dan Tragedi Andres Escobar</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-usa-1994-trofi-keempat-timnas-brasil-dan-tragedi-andres-escobar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 15:16:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#brasil]]></category>
		<category><![CDATA[#escobar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#usa]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108507</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 1994 merupakan edisi ke-15 dari turnamen empat tahunan tersebut dan diselenggarakan di Amerika Serikat (USA 1994) pada 17 Juni...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-usa-1994-trofi-keempat-timnas-brasil-dan-tragedi-andres-escobar/">Sejarah Piala Dunia: USA 1994: Trofi Keempat Timnas Brasil dan Tragedi Andres Escobar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-108509 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-300x300.png" alt="" width="110" height="110" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-80x80.png 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/11/1994.png 792w" sizes="auto, (max-width: 110px) 100vw, 110px" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 1994 merupakan edisi ke-15 dari turnamen empat tahunan tersebut dan diselenggarakan di Amerika Serikat (USA 1994) pada 17 Juni sampai 17 Juli 1994.</p>
<p>Amerika Serikat dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 usai ditunjuk FIFA pada 4 Juli 1988. Menariknya meski sepakbola kurang populer di Amerika Serikat, Piala Dunia 1994 bisa dikatakan berlangsung amat sukses, terutama dalam segi finansial.</p>
<p>Bahkan bisa dikatakan Piala Dunia 1994 menjadi edisi dengan finansial tersukses dalam sejarah Piala Dunia, bahkan sampai saat ini. Sebab penonton yang hadir di stadion pada ajang Piala Dunia 1994 menjadi yang terbanyak dalam turnamen sepakbola paling prestisius tersebut.</p>
<p>Piala Dunia 1994 memecahkan rekor turnamen dengan kehadiran keseluruhan 3.587.538 dan rata-rata 68.991 per pertandingan. Bahkan Piala Dunia 2018 yang menyajikan jumlah pertandingan lebih banyak pun tak mampu mengalahkan rekor penonton di Piala Dunia 1994.</p>
<p>Pada Piala Dunia 1994, Timnas Brasil keluar menjadi juara dan berhasil merebut trofi keempat mereka di ajang tersebut. Brasil lantas menjadi tim pertama yang mampu meraih empat trofi (kini Brasil sudah miliki lima gelar).</p>
<p>Brasil juara usai menang 3-2 atas Italia di babak adu penalti. Piala Dunia 1994 juga menjadi Piala Dunia pertama yang penentuan gelar juara ditentukan melalui babak adu penalti.</p>
<figure id="attachment_20490" aria-describedby="caption-attachment-20490" style="width: 752px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20490" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-5.jpg" alt="" width="752" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-20490" class="wp-caption-text">Diego Maradona, diusir dari Piala Dunia 1994</figcaption></figure>
<p><strong>Jalannya Piala Dunia 1994</strong><br />
Piala Dunia 1994 diikuti 24 tim yang terbagi menjadi enam grup yang berisikan empat tim. Pada pembagian grup itu, Brasil berada di Grup B bersama Swedia, Rusia, dan Kamerun.</p>
<p>Tampil luar biasa, Brasil lantas menjadi juara grup dengan meraih dua kemenangan dan satu imbang. Dengan status juara Grup B, di 16 besar Brasil pun berjumpa dengan tim tuan rumah, Amerika Serikat yang lolos usai menjadi empat peringkat ketiga terbaik.</p>
<p>Pada babak 16 besar itu, Brasil menang tipis 1-0 atas Amerika. Lalu beranjak ke perempatfinal, Brasil kembali menang dengan skor tipis 3-2 saat melawan Belanda.</p>
<p>Lalu di semiifnal, Brasil kembali berjumpa Swedia. Pada pertemuan pertama mereka di fase grup, Swedia menjadi satu-satunya tim yang gagal dikalahkan Brasil karena berakhir imbang 1-1.</p>
<p>Kendati demikian, Brasil mampu mengatasi Swedia dengan skor 1-0 berkat gol dari Romario. Di final, Brasil pun berjumpa Italia yang bermain sangat baik sejak fase grup.</p>
<p>Italia lolos ke final usai mengalahkan Nigeria, Spanyol, dan Bulgaria di fase knockout. Diisi pemain-pemain kuat, Italia pun juga dijagokan untuk menjadi juara.</p>
<p>Tak ayal, final Piala Dunia 1994 berlangsung amat sengit dan skor 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Bahkan skor 0-0 itu juga masih tak berubah di perpanjangan waktu. Babak penalti lantas dimainkan.</p>
<p>Pada percobaan pertama, masing-masing wakil dari Brasil dan Italia gagal memasukkan bola. Tepatnya dari pihak Brasil ada Marcio Santos yang gagal dan dari Italia adalah Franco Baresi.</p>
<p>Setelahnya tiga penendang Brasil berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun, penendang keempat Italia, Daniele Massaro gagal memasukkan bola. Harapan terakhir jatuh kepada Roberto Baggio yang menjadi penendang keempat.</p>
<p>Kendati demikian, Baggio yang tampil luar biasa di sepanjang Piala Dunia 1994 justru gagal memasukkan bola di adu penalti. Alhasil, Brasil menang 3-2 atas Italia di babak adu penalti tersebut.</p>
<p>Top Skor<br />
Terdapat dua pemain yang berstatus top sko di Piala Dunia 1994, yakni Hristo Stoichkov dari Bulgaria dan Oleg Salenko dari Russia. Kedua pemain itu sama-sama berhak mendapatkan sepatu emas usai mengoleksi enam gol.</p>
<figure id="attachment_20491" aria-describedby="caption-attachment-20491" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20491" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-4.jpg" alt="" width="1200" height="630" /><figcaption id="caption-attachment-20491" class="wp-caption-text">Pemain Kolombia, ditembak dengan 12 peluru karena mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia 1994</figcaption></figure>
<p><strong>10 Fakta Piala Dunia 1994</strong><br />
1. Untuk pertama kalinya dan masih menjadi satu-satunya dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada wakil dari Inggris Raya yang tampil di turnamen sepakbola paling besar ini. Inggris sendiri yang berada di Grup 2 babak kualifikasi kalah bersaing dengan Norwegia dan Belanda.</p>
<p>2. Juara bertahan Jerman Barat bersatu dengan bekas tim tetangga Jerman Timur. Untuk pertama kalinya Jerman yang pernah terbelah ini bermain bersama sejak 1938. Hanya, Jerman tampil memalukan karena bermodalkan pemain veteran dan sudah karatan. Bahkan striker tua Rudi Voeller kembali dipanggil karena tak ada penyerang muda yang bisa mendampingi Jurgen Klinsmann. Langkah Jerman akhirnya dihentikan oleh tim kejutan Bulgaria 2-1 di perempat-final. Klinsmann, satu-satunya pemain veteran yang tampil bagus, meninggalkan lapangan dengan menangis.</p>
<p>3. Upacara pembukaan begitu meriah karena dihadiri tokoh-tokoh dunia, termasuk Presiden AS Bill Clinton, Kanselir Jerman Helmut Kohl dan Presiden Bolivia Gonzalo Sanchez de Lozada. Selebritis top Oprah Winfrey bertindak sebagai MC. Upacara dimeriahkan penampilan penyanyi top Diana Ross. Dia juga mendapat kehormatan melakukan tendangan penalti, namun tendangannya melebar ke kiri.</p>
<p>4. Pertandingan pembukaan antara tuan rumah Amerika Serikat dan Swiss digelar di Pontiac Silverdome yang merupakan stadion tertutup (indoor). Ini untuk pertama kalinya pertandingan digelar di bawah atap.</p>
<p>5. Pemain yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya mengenakan jersey dengan nama di belakangnya seperti olahraga lain di AS. Tradisi tersebut sesungguhnya sudah diawali di Piala Eropa 1992 dan sejak itu terus digunakan.</p>
<p>6. Gianluca Pagliuca menjadi kiper pertama yang diusir di pertandingan Piala Dunia. Kiper Italia ini dikartu merah setelah memegang bola di luar kotak penalti dalam pertandingan melawan Norwegia.</p>
<p>7. Legenda Argentina Diego Maradona harus mengakhiri penampilannya di Piala Dunia secara menyakitkan. Setelah tampil gemilang pada dua pertandingan penyisihan, Maradona dilarang bermain karena gagal lolos tes doping. Ia kedapatan menggunakan obat terlarang yang mengandung ephedrine, obat untuk menurunkan berat badan. Tanpa Maradona, Argentina yang begitu impresif menjadi kehilangan taji dan disingkirkan Rumania 3-2 di babak 16 besar.</p>
<p>8. Pembunuhan bek Kolombia Andres Escobar menjadi tragedi Piala Dunia. Kolombia datang ke AS dengan harapan tinggi. Bagaimana tidak? Mereka memperagakan sepakbola indah dan tampil impresif selama babak kualifikasi, seperti membantai Argentina 5-0. Diperkuat Carlos Valderrama, Faustino Asprilla dan Freddy Rincon, Kolombia disejajarkan dengan tim Brasil 1970. Tidak kurang Pele menjagokannya sebagai kandidat juara. Kenyataannya, Kolombia tampil buruk. Rumornya, ada upaya sindikat perjudian dan kartel obat bius yang ingin mencengkeramkan pengaruhnya di tim. Bahkan pelatih Francisco Maturana mendapat ancaman pembunuhan. Apa pun, rumor tersebut mempengaruhi pemain Kolombia. Mereka kehilangan fokus dan dipaksa menyerah 3-1 oleh Rumania. Puncaknya terjadi saat Kolombia menghadapi AS. Escobar yang hendak memotong bola silang malah melakukan blunder bunuh diri. Bola justru meluncur ke gawang sendiri. Kolombia kalah 2-1 dan langsung masuk kotak. Di Medellin, sepuluh hari setelah gol bunuh diri Escobar, terjadi tragedi. Escobar yang hendak meninggalkan sebuah kelab malam ditembak dari jarak dekat dan menemui ajalnya. Tercatat 12 peluru menembus badannya. Menurut keterangan polisi, setiap kali melepaskan tembakan, pelaku berseru, &#8220;Gol!&#8221;</p>
<p>9. Final antara Brasil dan Italia untuk pertama kalinya diakhiri melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Kedudukan tak berubah sampai perpanjangan waktu. Brasil menang 3-2 melalui adu penalti. Brasil menjadi negara pertama yang memenangi Piala Dunia keempat kalinya. Dunga mempersembahkan trofi kemenangan kepada pembalap Brasil Ayrton Senna yang meninggal dalam balap F1 dua setengah bulan lalu.</p>
<p>10. Dunga sama sekali tak memperkirakan bakal menjadi yang pertama mengangkat trofi juara. Saat itu, Rai adalah kapten Brasil. Bahkan di pertandingan pertama, ban kapten masih melilit di lengan Rai. Namun, penampilan yang makin menurun menjadikan pelatih Carlos Alberto Parreira mencopot Rai dan menggantikannya dengan Dunga yang dinilai lebih punya pengaruh dalam tim. Pilihan Parreira tak salah. Semua pemain menaruh respek pada Dunga dan menjadikannya simbol keteguhan hati dan determinasi.</p>
<p><strong>Data dan Fakta Piala Dunia 1994</strong><br />
Juara: Brasil<br />
Runner-Up: Italia<br />
Skor Tertinggi: Rusia vs. Kamerun 6-1 (Grup B)<br />
Total Gol: 141<br />
Rata-Rata Gol: 2,71<br />
Topskor: 6 Gol &#8211; Hristo Stoichkov (Bulgaria), Oleg Salenko (Rusia)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 5 Gol &#8211; Oleg Salenko (Rusia)<br />
Penonton Terbanyak: 94.194 (Brasil &#8211; Italia, Final)<br />
Total Penonton: 3.587.088<br />
Rata-Rata Penonton: 68.982<br />
Penampilan Perdana: Rusia, Arab Saudi, Nigeria, Yunani</p>
<p>Nama-Nama Stadion:<br />
Soldier Field (Chicago)<br />
Rose Bowl (Los Angeles)<br />
Stanford (Stanford)<br />
Citrus Bowl (Boston)<br />
Cotton Bowl (Dallas)<br />
Foxboro Stadium (Orlando)<br />
Pontiac Silverdome (Detroit)<br />
Giants Stadium (New York)<br />
RFK Memorial (Washington DC)</p>
<figure id="attachment_20492" aria-describedby="caption-attachment-20492" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20492" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1994-1.jpg" alt="" width="710" height="400" /><figcaption id="caption-attachment-20492" class="wp-caption-text">Reaksi Roberto Baggio usai gagal eksekusi penalti di Piala Dunia 1994</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 1994</strong><br />
GRUP A<br />
Amerika Serikat 1-1 Swiss 18 Juni, Pontiac Silverdome<br />
Kolombia 1-3 Rumania 18 Juni, Rose Bowl<br />
Rumania 1-4 Swiss 22 Juni, Pontiac Silverdome<br />
Amerika Serikat 2-1 Kolombia 22 Juni, Rose Bowl<br />
Amerika Serikat 0-1 Rumania 26 Juni, Rose Bowl<br />
Swiss 0-2 Kolombia 26 Juni, Stanford</p>
<p>Klasemen<br />
1. Rumania 3 2 0 1 5-5 6<br />
2. Swiss 3 1 1 1 5-4 4<br />
3. Amerika Serikat 3 1 1 1 3-3 4<br />
4. Kolombia 3 1 0 2 4-5 3</p>
<p>GRUP B<br />
Kamerun 2-2 Swedia 19 Juni, Rose Bowl<br />
Brasil 2-0 Rusia 20 Juni, Stanford<br />
Brasil 3-0 Kamerun 24 Juni, Stanford<br />
Swedia 3-1 Rusia 24 Juni, Pontiac Silverdome<br />
Rusia 6-1 Kamerun 28 Juni, Stanford<br />
Brasil 1-1 Swedia 28 Juni, Pontiac Silverdome</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 2 1 0 6-1 7<br />
2. Swedia 3 1 2 0 6-4 5<br />
3. Rusia 3 1 0 2 7-6 3<br />
4. Kamerun 3 0 1 2 3-11 1</p>
<p>GRUP C<br />
Jerman 1-0 Bolivia 17 Juni, Soldier Field<br />
Spanyol 2-2 Korea Selatan 17 Juni, Cotton Bowl<br />
Jerman 1-1 Spanyol 21 Juni, Soldier Field<br />
Korea Selatan 0-0 Bolivia 23 Juni, Foxboro Stadium<br />
Bolivia 1-3 Spanyol 27 Juni, Soldier Field<br />
Jerman 3-2 Korea Selatan 27 Juni, Cotton Bowl</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman 3 2 1 0 5-3 7<br />
2. Spanyol 3 1 2 0 6-4 5<br />
3. Korsel 3 0 2 1 4-5 2<br />
4. Bolivia 3 0 1 2 1-4 1</p>
<p>GRUP D<br />
Argentina 4-0 Yunani 21 Juni, Foxboro Stadium<br />
Nigeria 3-0 Bulgaria 21 Juni, Cotton Bowl<br />
Argentina 2-1 Nigeria 25 Juni, Foxboro Stadium<br />
Bulgaria 4-0 Yunani 26 Juni, Soldier Field<br />
Yunani 0-2 Nigeria 30 Juni, Foxboro Stadium<br />
Argentina 0-2 Bulgaria 20 Juni, Cotton Bowl</p>
<p>Klasemen<br />
1. Nigeria 3 2 0 1 6-2 6<br />
2. Argentina 3 2 0 1 6-3 6<br />
3. Bulgaria 3 2 0 1 6-3 6<br />
4. Yunani 3 0 0 3 0-10 0</p>
<p>GRUP E<br />
Italia 0-1 Rep. Irlandia 18 Juni, Giants Stadium<br />
Norwegia 1-0 Meksiko 19 Juni, RFK Memorial<br />
Italia 1-0 Norwegia 23 Juni, Giants Stadium<br />
Meksiko 2-1 Rep. Irlandia 24 Juni, Citrus Bowl<br />
Italia 1-1 Meksiko 28 Juni, RFK Memorial<br />
Rep. Irlandia 0-0 Norwegia 28 Juni, Giants Stadium</p>
<p>Klasemen<br />
1. Meksiko 3 1 1 1 3-3 4<br />
2. Irlandia 3 1 1 1 2-2 4<br />
3. Italia 3 1 1 1 2-2 4<br />
4. Norwegia 3 1 1 1 1-1 4</p>
<p>GRUP F<br />
Belgia 1-0 Maroko 19 Juni, Citrus Bowl<br />
Belanda 2-1 Arab Saudi 20 Juni, RFK Memorial<br />
Arab Saudi 2-1 Maroko 25 Juni, Giants Stadium<br />
Belgia 1-0 Belanda 25 Juni, Citrus Bowl<br />
Maroko 1-2 Belanda 29 Juni, Citrus Bowl<br />
Belgia 0-1 Arab Saudi 29 Juni, RFK Memorial</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belanda 3 2 0 1 4-3 6<br />
2. Arab Saudi 3 2 0 1 4-3 6<br />
3. Belgia 3 2 0 1 2-1 6<br />
4. Maroko 3 0 0 3 2-5 0</p>
<p>BABAK 16 BESAR<br />
Spanyol 3-0 Swiss 2 Juli, RFK Memorial<br />
Jerman 3-2 Belgia 2 Juli, Soldier Field<br />
Arab Saudi 1-3 Swedia 3 Juli, Cotton Bowl<br />
Rumania 3-2 Argentina 3 Juli, Rose Bowl<br />
Brasil 1-0 Amerika Serikat 4 Juli, Stanford<br />
Belanda 2-0 Rep. Irlandia 4 Juli, Citrus Bowl<br />
Nigeria 1-2 Italia (AET) 5 Juli, Foxboro Stadium<br />
Meksiko 1-1 (1-3) Bulgaria (pen.)5 Juli, Giants Stadium</p>
<p>BABAK PEREMPAT-FINAL<br />
Italia 2-1 Spanyol 9 Juli, Foxboro Stadium<br />
Belanda 2-3 Brasil 9 Juli, Cotton Bowl<br />
Rumania 2-2 (4-5) Swedia (pen.) 10 Juli, Stanford<br />
Bulgaria 2-1 Jerman 10 Juli, Giants Stadium</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Bulgaria 1-2 Italia 13 Juli, Giants Stadium<br />
Swedia 0-1 Brasil 13 Juli, Rose Bowl</p>
<p>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA<br />
Swedia 4-0 Bulgaria 16 Juli, Rose Bowl</p>
<p>FINAL<br />
Brasil (pen.) 0-0 (3-2) Italia, 17 Juli, Rose Bowl</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-usa-1994-trofi-keempat-timnas-brasil-dan-tragedi-andres-escobar/">Sejarah Piala Dunia: USA 1994: Trofi Keempat Timnas Brasil dan Tragedi Andres Escobar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Baru, Elkan Baggott Jadi Pemain Indonesia Pertama Main di Piala FA</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-baru-elkan-baggott-jadi-pemain-indonesia-pertama-main-di-piala-fa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 12:51:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#baggot]]></category>
		<category><![CDATA[#FA]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108499</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Elkan Baggott cetak sejarah baru bagi sepakbola Indonesia, setelah menjadi pemain Indonesia pertama yang main di Piala FA Inggris. Bek Timnas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-baru-elkan-baggott-jadi-pemain-indonesia-pertama-main-di-piala-fa/">Sejarah Baru, Elkan Baggott Jadi Pemain Indonesia Pertama Main di Piala FA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Elkan Baggott cetak sejarah baru bagi sepakbola Indonesia, setelah menjadi pemain Indonesia pertama yang main di Piala FA Inggris.</p>
<p>Bek Timnas Indonesia itu tampil sebagai starter saat klubnya Gillingham FC menghadapi tuan rumah Fylde di babak pertama Piala FA Inggris 2022/2023.</p>
<p>Penampilan Baggott itu membuatnya mencetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi sepak bola tertua di dunia, yakni Piala FA.</p>
<p>Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Mill Farm, Sabtu (5/11) malam WIB itu, Baggott tampil penuh sepanjang pertandingan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20486" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/bago-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Baggott bermain di posisi bek tengah dalam formasi 4-4-2. Pada pertandingan tersebut Gillingham FC sejatinya mampu unggul lebih dulu pada menit ke-45+3 lewat gol Mikael Mandron usai meneruskan assist dari Will Wright.</p>
<p>Sayangnya, Gillingham harus kebobolan pada menit ke-83 lewat gol Tom Walker yang membuat pertandingan berakhir 1-1.</p>
<p>Hasil imbang ini membuat Gillingham harus melakoni pertandingan ulang melawan Fylde pada 16 November mendatang di kandang Gillingham.</p>
<p>Baggott mendapatkan menit bermain yang sangat baik bersama Gillingham FC. Sejauh ini Baggott sudah bermain sebanyak 14 pertandingan di League Two 2022/2023, sekali di Piala FA, dua kali di Piala Liga, dan tiga kali di EFL Trophy.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-baru-elkan-baggott-jadi-pemain-indonesia-pertama-main-di-piala-fa/">Sejarah Baru, Elkan Baggott Jadi Pemain Indonesia Pertama Main di Piala FA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: Italia 1990,  Minim Gol, Final Terburuk,  dan Jerman Juara</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-italia-1990-minim-gol-final-terburuk-dan-jerman-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2022 00:05:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[#juara]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108417</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 1990 dilangsungkan di negeri Spaghetti, Italia. Perhelatan kali ini merupakan perhelatan Piala Dunia yang ke-14. Turnamen ini dilangsungkan selama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-italia-1990-minim-gol-final-terburuk-dan-jerman-juara/">Sejarah Piala Dunia: Italia 1990,  Minim Gol, Final Terburuk,  dan Jerman Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-20459 alignleft" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1990.png" alt="" width="123" height="123" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 1990 dilangsungkan di negeri Spaghetti, Italia. Perhelatan kali ini merupakan perhelatan Piala Dunia yang ke-14.</p>
<p>Turnamen ini dilangsungkan selama 31 hari. Tepatnya dari 8 Juni hingga 8 Juli. Ada 24 tim dari lima konfederasi yang berpartisipasi di pesta sepakbola ini dan mereka bermain di 12 kota di penjuru Italia.</p>
<p>Ini adalah kedua kalinya Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelumnya mereka jadi tuan rumah pada tahun 1934. Sementara itu di sini ada ada tiga tim yang pertama kali tampil di ajang Piala Dunia yakni Kosta Rika, Irlandia dan Uni Emirat Arab.</p>
<p>Sementara itu Chile dan Meksiko gagal ambil bagian di Piala Dunia ini. Pasalnya mereka didiskualifikasi pada babak kualifikasi zona Conmebol. Meksiso didepak karena karena menurunkan pemain di atas umur yang seharusnya di sebuah turnamen junior.</p>
<p>Sementara Chile ditindak karena adanya aksi teatrikal dari kipernya yakni Roberto Rojas. Ia berpura-pura cedera terkena lemparan kembang api di pertandingan melawan Brasil.</p>
<p>Di pentas Piala Dunia ini, untuk pertama kalinya FIFA menghadirkan seremoni pengibaran bendera Fair Play sebelum pertandingan dimulai.</p>
<p>Di sini pula taktik defensif yang diperagakan tim-tim peserta mengilhami lahirnya peraturan back-pass pada tahun 1992, plus diberikannya hadiah berupa tiga poin pada tiap tim yang meraih kemenangan, alih-alih bukannya dua poin di ajang Piala Dunia berikutnya.</p>
<figure id="attachment_20458" aria-describedby="caption-attachment-20458" style="width: 830px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20458" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1990-2.jpg" alt="" width="830" height="556" /><figcaption id="caption-attachment-20458" class="wp-caption-text">Jerman juara Piala Dunia 1990 (DPA)</figcaption></figure>
<p>Format turnamen ini sama seperti turnamen tahun 1986. Tiap tim peserta di Piala Dunia 1990 beranggotakan 22 pemain, sama juga seperti sebelumnya. Namun FIFA memberikan kelonggaran pada para manajer untuk mengganti pemainnya jika ada yang cedera.</p>
<p>Contohnya ada dua yakni dipulangkannya kiper Argentina Nery Pumpido dan kiper Inggris David Seaman. Mereka digantikan oleh Angel Comizzo dan Dave Beasant.</p>
<p>Piala Dunia ini juga menhadirkan banyak hal menarik baik di luar maupun di dalam lapangan. Di luar lapangan, turnamen ini mencatatkan rekor sebagai event yang paling banyak ditonton orang, sebelum akhirnya rekornya dikalahkan Piala Dunia 1994 dan 2002.</p>
<p>Piala Dunia ini juga merupakan pertama kalinya direkam secara resmi dan ditayangkan di saluran HDTV oleh salah satu stasiun televisi di Italia RAI, yang bekerja sama dengan stasiun TV asal Jepang NHK.</p>
<p>Di dalam lapangan, Piala Dunia 1990 juga dikenal sebagai salah satu turnamen yang menyedihkan. Pasalnya tak banyak gol yang tercipta. Dalam tiap pertandingan rata-rata hanya tercipta 2.21 gol. Di sisi lain turnamen ini justru menghasilkan rekor Kartu Merah terbanyak, 16, termasuk Kartu Merah pertama di sebuah partai final.</p>
<figure id="attachment_20457" aria-describedby="caption-attachment-20457" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20457" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1990-1.jpeg" alt="" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-20457" class="wp-caption-text">Roger Milla, fenomena tersendiri Piala Dunia 1990 (reuters)</figcaption></figure>
<p>Meski pelit gol, cukup banyak drama yang terjadi. Contohnya di laga pembuka di mana Kamerun sukses mengalahkan Argentina. Negara asal Afrika itu sendiri juga mencetak banyak sensasi. Masuknya Roger Milla di turnamen adalah karena keinginan sang presiden, Paul Biya dan bukan karena kebutuhan tim. Milla pada saat itu sudah berusia 38 tahun.</p>
<p>Namun hadirnya penyerang gaek itu pada akhirnya sukses membuat tim berjuluk The Indomitable Lions itu menjadi negara Afrika pertama yang menembus babak perempat-final usai mengalahkan Kolombia di babak 16 besar. Di babak itu sendiri Milla cs dikalahkan oleh Inggris 3-2 melalui babak perpanjangan waktu.</p>
<p>Lalu, sang pendatang baru Kosta Rika sukses mengalahkan Skotlandia dan Swedia dan berhasil masuk ke babak 16 besar. Irlandia juga tampil mengejutkan karena bisa melaju sampai babak perempat final sebelum akhirnya ditumbangkan Italia.</p>
<p>Sementara di babak 16 besar ini sendiri terjadi partai big match antara Brasil kontra Argentina. Tim Samba memang tampil lebih dominan tapi tim Tango akhirnya bisa menang berkat gol semata wayang Claudio Caniggia yang mendapat assist dari Diego Maradona.</p>
<p>Babak semifinal diisi oleh pertandingan antara Jerman Barat lawan Inggris sementara Argentina berduel dengan italia. Kedua pertandingan itu sama-sama berakhir dengan imbang di waktu normal dan harus dituntaskan melalui adu penalti. Uniknya baik Argentina dan Jerman Barat sama menang dengan skor 4-3.</p>
<p>Italia dan Inggris akhirnya saling duel untuk memperebutkan posisi ketiga. Azzurri akhirnya menang 2-1 berkat gol Roberto Baggio dan Salvatore Schillaci, sementara satu-satunya gol The Three Lions dicetak oleh David Platt.</p>
<p>Dari ketiga nama yang suskes mencatatkan namanya di papan skor, hanya Schillaci yang mendapat sorotan. Sebelum ikut Piala Dunia ia hanya memiliki catatan satu caps bersama timnas. Namun ia akhirnya mengakhiri turnamen ini dengan raihan enam gol dan berhak meraih Golden Shoe.</p>
<figure id="attachment_20456" aria-describedby="caption-attachment-20456" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20456" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/11/1990-2.jpeg" alt="" width="700" height="394" /><figcaption id="caption-attachment-20456" class="wp-caption-text">Final Jerman vs Agentina di Italia 1990 (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>Final terburuk</strong><br />
Lalu pertandingan antara Jerman Barat dan Argentina itu disebut sebagai partai final terburuk, yang kualitasnya paling rendah dan keras meski ada nama-nama seperti Maradona maupun Jurgen Klinsmann.</p>
<p>Pada menit 65, Pedro Monzon dikartu merah langsung setelah melanggar Klinsmann. Pedro pun resmi jadi pemain pertama yang pernah dikartu merah di partai final Piala Dunia. Ia kemudian disusul oleh Gustavo Dezotti yang dusir setelah menerima dua kartu kuning dari wasit pada menit 87.</p>
<p>Argentina tak bisa tampil full team di laga ini. Pasaknya ada sejumlah pemain yang cedera atau terken larangan main seperti Claudio Caniggia. Mereka pun tak bisa menciptakan banyak peluang. Jerman pun mendominasi jalannya pertandingan.</p>
<p>Satu-satunya gol di pertandingan itu tercipta melalui penalti Andreas Brehme. Hukuman dari titik 12 pas itu diberikan setelah Rudi Voller dilanggar Nestor Sensini.</p>
<p>Trofi ini merupakan trofi ketiga Jerman Barat dan menjadikan mereka sebagai negara tersukses di turnamen itu. Namun ini juga merupakan turnamen terakhir tim tersebut di Piala Dunia karena setelah itu Jerman Barat dan Timur bersatu.</p>
<p>Sementara itu Franz Beckenbauer menjadi satu-satunya orang yang sukses meraih gelar Piala Dunia sebagai kapten tim dan pelatih, dan jadi orang kedua setelah Mario Zagallo (Brasil) yang sukses juara sebagai pemain dan pelatih. Final itu juga merupakan pertama kalinya tim dari zona UEFA menang di final dari tim non Eropa.</p>
<p><strong>Kontestan Piala Dunia 1990:</strong><br />
Italia, Cekoslovakia, Austria, Amerika Serikat, Kamerun, Rumania, Argentina, Uni Soviet, Brasil, Kosta Rika, Skotlandia, Swedia, Jerman Barat, Yugoslavia, Kolombia, Uni Emirat Arab, Spanyol, Belgia, Uruguay, Korea Selatan, Inggris, Republik Irlandia, Belanda, Mesir.</p>
<p>Venue Pertandingan:<br />
Olimpico, Giuseppe Meazza, Comunale, Sant Nicola, Luigi Ferraris, Marc Antonio Bentegodi, Sant&#8217;elia, San Paolo, Delle Alpi, Renato Dall&#8217;ara, Friuli, Della Favorita.</p>
<p><strong>Data dan statistik:</strong><br />
Tuan rumah: Italia<br />
Juara: Jerman Barat<br />
Runner Up: Argentina<br />
Top Skorer: Salvatore Schillaci (Italia) &#8211; 6 Gol<br />
Skor Tertinggi: Jerman Barat vs Uni Arab Emirat 5 1 (Grup D)<br />
Amerika Serikat vs Republik Ceko 1-5 (Grup A)<br />
Total Gol: 115<br />
Total Penonton: 2.516.354</p>
<p>(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-italia-1990-minim-gol-final-terburuk-dan-jerman-juara/">Sejarah Piala Dunia: Italia 1990,  Minim Gol, Final Terburuk,  dan Jerman Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia; Meksiko 1986, Ketika Diego Maradona Sendirian Membawa Argentina Juara</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-meksiko-1986-ketika-diego-maradona-sendirian-membawa-argentina-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2022 07:24:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#juara]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108324</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 1986 merupakan edisi ke-13 yang yang digelar FIFA. Brlangsung pada tanggal 31 Mei hingga 29 Juni 1986, dengan Meksiko...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-meksiko-1986-ketika-diego-maradona-sendirian-membawa-argentina-juara/">Sejarah Piala Dunia; Meksiko 1986, Ketika Diego Maradona Sendirian Membawa Argentina Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-108325 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-300x300.png" alt="" width="132" height="132" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-80x80.png 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1986.png 765w" sizes="auto, (max-width: 132px) 100vw, 132px" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 1986 merupakan edisi ke-13 yang yang digelar FIFA. Brlangsung pada tanggal 31 Mei hingga 29 Juni 1986, dengan Meksiko sebagai tuan rumah.</p>
<p>Sang Juara? Meksiko 1986 adalah pentas mewah yang menjadi milik Diego Maradona. Sang super star, &#8216;sendirian&#8221; membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia.</p>
<p>Pagelaran Piala Dunia umumnya disambut dengan meriah serta suka cita, tapi tidak untuk kali ini. Kompetisi yang digelar di Meksiko ini bahkan nyaris dibatalkan karena bencana gempa bumi di negara tersebut delapan bulan sebelumnya.</p>
<p>30 ribu warga Meksiko harus meregangkan nyawa dalan insiden itu. Sisi positifnya, beberapa stadion masih berfungsi dengan baik sehingga kompetisi tersebut tetap dijalankan.</p>
<p>Piala Dunia kali ini tetap diikuti oleh 24 peserta, namun format turnamennya sendiri mengalami sedikit perubahan. Kali ini babak kedua tidak lagi menggunakan format grup, namun langsung diberlakukan sistem gugur.</p>
<p>Piala Dunia edisi kali ini juga merupakan yang pertama untuk tiga negara, yakni Kanada, Irak, dan Denmark. Perjuangan Irak untuk bisa berpartisipasi dalam kompetisi kali ini pun terbilang berat, karena mereka harus menjalani laga kandang di tempat netral menyusul perang dengan Iran. Selain itu, Portugal juga akhirnya kembali tampil setelah absen sejak tahun 1966.</p>
<p>Salah satu kejadian yang diingat oleh publik adalah saat Diego Maradona mencetak gol ke gawang Inggris di babak perempat final. Kala itu, pemain legendaris tersebut menggunakan tangannya saat melakukan duel di udara. Berkat golnya itu, Argentina pun dinyatakan sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.</p>
<p>Tak hanya Maradona yang mendapatkan momen manis dalam Piala Dunia edisi kali ini. Pemain Prancis, Michel Platini, menjadi bintang setelah berhasil mencetak gol penyama kedudukan 1-1 melawan Brasil di babak perempat final. Meskipun pada babak penalti ia gagal mencetak gol, namun Prancis tetap dinyatakan sebagai pemenang.</p>
<p>Jerman Barat yang menjadi finalis di edisi sebelumnya, kali ini juga harus pasrah mendapatkan status yang sama setelah tumbang di tangan Argentina. Jerman yang diasuh oleh Franz Beckenbauer tersebut tumbang dengan skor tipis 3-2.</p>
<p>Dengan begitu, Argentina berhasil mendapatkan gelar Piala Dunia yang keduanya sekaligus yang terakhir. Seperti yang diketahui, La Albicelese belum lagi meraih gelar tersebut hingga sekarang</p>
<p>Meski diselimuti kontroversi Gol Tangan Tuhan atau Gol Cakar Setan (di Inggris), sulit untuk membantah kedigdayaan Maradona dan Argentina di Meksiko. Piala Dunia 1986 adalah pentas untuk Maradona,</p>
<figure id="attachment_20392" aria-describedby="caption-attachment-20392" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20392" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-1.jpg" alt="" width="1920" height="1080" /><figcaption id="caption-attachment-20392" class="wp-caption-text">Gol tangan tuhan Diego Maradona 1986 (FIFA)</figcaption></figure>
<p><strong>Sepuluh Fakta Piala Dunia 1986</strong><br />
10. Penyelenggaraan Piala Dunia 1986 ini nyaris batal menyusul terjadinya gempa bumi delapan bulan sebelum penyelenggaraan. Akibat gempa tersebut hampir semua infrastruktur luluh lantak dan tercatat hampir 30 ribu warga Meksiko dan sekitarnya dikabarkan meninggal. Namun sungguh beruntung pesta olahraga itu tetap dilaksanakan karena sebagian besar stadion masih berdiri utuh.</p>
<p>09. Untuk kali kedua turnamen ini memakai format 24 tim pada babak penyisihan grup. Namun menjadi yang kali pertama diberlakukannya format sistem gugur pada putaran kedua.</p>
<p>08. Gol Tangan Tuhan Maradona. Gol ini menjadi catatan sejarah kontroversi sekaligus menjadi semacam ikon yang tak akan terlupakan dari Piala Dunia 1986. Bintang Argentina tersebut menceploskan si kulit bundar dengan bantuan tangannya ketika mengalahkan Inggris 2-1 di perempat-final.</p>
<p>07. Jose Batista tercatat sebagai pemain paling cepat dalam sejarah Piala Dunia yang menerima kartu merah. Bek Uruguay ini diusir ke luar lapangan saat pertandingan babak pertama baru berjalan 56 detik. Sejarah itu tercatat ketika Uruguay bertemu Skotlandia di babak penyisihan grup. Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.</p>
<p>06. Dengan dideklarasikannya tahun 1986 sebagai Tahun Perdamaian Internasional oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) maka hampir di semua stadion menampilkan logo bersama antara FIFA dan PBB dengan slogannya yang melegenda &#8220;Sepakbola Buat Perdamaian &#8211; Tahun Perdamaian&#8221;. Lalu untuk desain dari logo tak resmi mengadopsi moto &#8220;El Mundo Unido por Un Balón&#8221; (Dunia bersatu lewat sebuah bola).</p>
<p>05. Irak, Kanada, dan Denmark membuat debutnya di Piala Dunia. Penampilan Irak di Piala Dunia ini cukup menarik karena mereka lolos dari babak kualifikasi dengan menggelar pertandingan di tempat netral menyusul terjadinya perang Irak-Iran pada masa itu.</p>
<p>04. Maroko mengukir sejarah sebagai tim dari Afrika pertama yang bisa menggapai putaran kedua. Di babak penyisihan Grup F, Maroko tampil sebagai juara grup setelah bermain seri dua kali &#8212; masing-masing melawan Polandia dan Inggris &#8212; serta mengalahkan Portugal 3-1 di laga pamungkas.</p>
<p>03. Kenangan yang tak akan terlupakan bagi Michel Platini. Kenangan itu terjadi ketika Prancis bertemu Brasil di perempat-final di Guadalajara pada 21 Juni. Hari itu Platini genap berusia 31 tahun. Ia menyumbangkan sebuah gol yang kemudian memaksa Brasil harus menjalani drama adu penalti setelah dalam waktu normal skor berakhir 1-1. Namun saat adu penalti, Platini gagal menjadi eksekutor. Gol ke-41 itu menjadi yang terakhir dibuat Platini di pentas internasional sebelum akhirnya resmi mengumumkan gantung sepatu setahun kemudian.</p>
<p>02. Striker tim nasional Uni Soviet Igor Belarov tercatat sebagai pemain ketiga yang berhasil membuat hat-trick di sebuah laga Piala Dunia namun gagal membawa timnya menang. Hat-trick itu ia buat ketika Uni Soviet menyerah 4-3 kepada Belgia di putaran kedua.</p>
<p>01. Bulgaria dan Uruguay menjadi dua negara pertama yang lolos ke babak sistem gugur tanpa memenangkan sebuah pertandingan di putaran pertama.</p>
<figure id="attachment_20394" aria-describedby="caption-attachment-20394" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20394" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-lineker.jpg" alt="" width="1080" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-20394" class="wp-caption-text">Gary Lineker, top skor Piala Dunia 1986 (reuters)</figcaption></figure>
<p><strong>Rekapitulasi Piala Dunia 1986</strong><br />
Juara: Argentina<br />
Runner-Up: Jerman Barat<br />
Skor Tertinggi: Denmark vs. Uruguay 6-1 (Grup E)<br />
Total Gol: 132<br />
Rata-Rata Gol: 2,54<br />
Topskor: 6 Gol &#8211; Gary Lineker (Inggris)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 4 Gol &#8211; Emilio Butragueno (Spanyol)<br />
Penonton Terbanyak: 114.600 (Argentina &#8211; Jerman Barat, Final)<br />
Total Penonton: 2.393.331<br />
Rata-Rata Penonton: 46.025<br />
Penampilan Perdana: Denmark, Irak, Kanada</p>
<p>Nama-Nama Stadion:<br />
Azteca (Mexico City)<br />
Olimpico (Mexico City)<br />
Jalisco (Guadalajara)<br />
Universitario (San Nicolas)<br />
Nou Camp (Leon)<br />
Cuauhtemoc (Puebla)<br />
Tres De Marzo (Zapopan)<br />
Technologico (Monterrey)<br />
Neza 86 (Neza)<br />
Bombonera (Toluca)<br />
La Corregidora (Queretaro)<br />
Sergio Leon Chavez (Irapuato)</p>
<figure id="attachment_20395" aria-describedby="caption-attachment-20395" style="width: 1899px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20395" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1986-5.jpg" alt="" width="1899" height="1523" /><figcaption id="caption-attachment-20395" class="wp-caption-text">Prancis vs Brasil, salah satu pertandingan terbaik Piala Dunia 1986. (AP)</figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Pertandingan Piala Dunia 1986</strong><br />
GRUP A<br />
Bulgaria 1-1 Italia 31 Mei, Azteca<br />
Argentina 3-1 Korea Selatan 2 Juni, Olimpico<br />
Italia 1-1 Argentina 5 Juni, Cuauhtemoc<br />
Korea Selatan 1-1 Bulgaria 5 Juni, Olimpico<br />
Korea Selatan 2-3 Italia 10 Juni, Cuauhtemoc<br />
Argentina 2-0 Bulgaria 10 Juni, Olimpico</p>
<p>Klasemen<br />
1. Argentina 3 2 1 0 6-2 5<br />
2. Italia 3 1 2 0 5-4 4<br />
3. Bulgaria 3 0 2 1 2-4 2<br />
4. Korea Selatan 3 0 1 2 4-7 1</p>
<p>GRUP B<br />
Belgia 1-2 Meksiko 3 Juni, Azteca<br />
Paraguay 1-0 Irak 4 Juni, Bombonera<br />
Meksiko 1-1 Paraguay 7 Juni, Azteca<br />
Irak 1-2 Belgia 8 Juni, Bombonera<br />
Irak 0-1 Meksiko 11 Juni, Azteca<br />
Paraguay 2-2 Belgia 11 Juni, Bombonera</p>
<p>Klasemen<br />
1. Meksiko 3 2 1 0 4-2 5<br />
2. Paraguay 3 1 2 0 4-3 4<br />
3. Belgia 3 1 1 1 5-5 3<br />
4. Irak 3 0 0 3 1-4 0</p>
<p>GRUP C<br />
Kanada 0-1 Prancis 1 Juni, Camp Nou<br />
Uni Soviet 6-0 Hongaria 2 Juni, Irapuato<br />
Prancis 1-1 Uni Soviet 5 Juni, Camp Nou<br />
Hongaria 2-0 Kanada 6 Juni, Irapuato<br />
Uni Soviet 2-0 Kanada 9 Juni, Irapuato<br />
Hongaria 0-3 Prancis 9 Juni, Camp Nou</p>
<p>Klasemen<br />
1. Uni Soviet 3 2 1 1 9-1 5<br />
2. Prancis 3 2 1 1 5-1 5<br />
3. Hongaria 3 1 0 2 2-9 2<br />
4. Kanada 3 0 0 3 0-5 0</p>
<p>GRUP D<br />
Spanyol 0-1 Brasil 1 Juni, Jalisco<br />
Aljazair 1-1 Irlandia Utara 3 Juni, Tres De Marzo<br />
Brasil 1-0 Aljazair 6 Juni, Jalisco<br />
Irlandia Utara 1-2 Spanyol 7 Juni, Tres De Marzo<br />
Irlandia Utara 0-3 Brasil 12 Juni, Jalisco<br />
Aljazair 0-3 Spanyol 12 Juni, Tecnologico</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 3 0 0 5-0 6<br />
2. Spanyol 3 2 0 1 5-2 4<br />
3. Irlandia U 3 0 1 2 2-6 1<br />
4. Aljazair 3 0 1 2 1-5 1</p>
<p>GRUP E<br />
Uruguay 1-1 Jerman Barat 4 Juni, La Corregidora<br />
Skotlandia 0-1 Denmark 4 Juni, Neza<br />
Denmark 6-1 Uruguay 8 Juni, Neza<br />
Jerman Barat 2-1 Skotlandia 8 Juni, La Corregidora<br />
Skotlandia 0-0 Uruguay 13 Juni, Neza<br />
Denmark 2-0 Jerman Barat 13 Juni, La Corregidora</p>
<p>Klasemen<br />
1. Denmark 3 3 0 0 9-1 6<br />
2. Jerman Barat 3 1 1 1 3-4 3<br />
3. Uruguay 3 0 2 1 2-3 2<br />
4. Skotlandia 3 0 1 2 1-7 1</p>
<p>GRUP F<br />
Maroko 0-0 Polandia 2 Juni, Universitario<br />
Portugal 1-0 Inggris 3 Juni, Tecnologico<br />
Inggris 0-0 Maroko 6 Juni, Tecnologico<br />
Polandia 1-0 Portugal 7 Juni, Universitario<br />
Inggris 3-0 Polandia 11 Juni, Tecnologico<br />
Portugal 1-3 Maroko 11 Juni, Jalisco</p>
<p>Klasemen<br />
1. Maroko 3 1 2 0 3-1 4<br />
2. Inggris 3 1 1 1 3-1 3<br />
3. Polandia 3 1 1 1 1-3 3<br />
4. Portugal 3 1 0 2 2-4 2</p>
<p>BABAK 16 BESAR<br />
Uni Soviet 3-4 Belgia (AET) 15 Juni, Camp Nou<br />
Meksiko 2-0 Bulgaria 15 Juni, Azteca<br />
Argentina 1-0 Uruguay 16 Juni, Cuauhtemoic<br />
Brasil 4-0 Polandia 16 Juni, Jalisco<br />
Maroko 0-1 Jerman Barat 17 Juni, Universitario<br />
Italia 0-2 Prancis 17 Juni, Olimpico<br />
Denmark 1-5 Spanyol 18 Juni, La Corregidora<br />
Inggris 3-0 Paraguay 18 Juni, Azteca</p>
<p>BABAK PEREMPAT-FINAL</p>
<p>Brasil 1-1(3-4) Prancis (pen.) 21 Juni, Jalisco<br />
Jerman Barat 0-0(4-1) Meksiko (pen,) 21 Juni, Universitario<br />
Argentina 2-1 Inggris 22 Juni, Azteca<br />
Spanyol 1-1(4-5) Belgia (pen.) 22 Juni, Cuauhtemoc</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Prancis 0-2 Jerman Barat 25 Juni, Jalisco<br />
Argentina 2-0 Belgia 25 Juni, Azteca</p>
<p>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA<br />
Prancis (AET) 4-2 Belgia 28 Juni, Cuauhtemoc</p>
<p>FINAL<br />
Argentina 3-2 Jerman Barat 29 Juni, Azteca</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-meksiko-1986-ketika-diego-maradona-sendirian-membawa-argentina-juara/">Sejarah Piala Dunia; Meksiko 1986, Ketika Diego Maradona Sendirian Membawa Argentina Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: Spanyol 1982,  Italia Juara di Tanah Matador</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-spanyol-1982-italia-juara-di-tanah-matador/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2022 08:02:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#italia]]></category>
		<category><![CDATA[#matador]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar  &#8211; Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol adalah edisi ke-12 FIFA World Cup. Dilaksankan tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 1982....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-spanyol-1982-italia-juara-di-tanah-matador/">Sejarah Piala Dunia: Spanyol 1982,  Italia Juara di Tanah Matador</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-108192 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1982.png" alt="" width="84" height="84" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1982.png 272w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1982-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1982-80x80.png 80w" sizes="auto, (max-width: 84px) 100vw, 84px" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar </strong> &#8211; Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol adalah edisi ke-12 FIFA World Cup. Dilaksankan tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 1982. Italia tampil sebagai juara di Tanah Matador.</p>
<p>Dibintangi Paolo Rossi, Italia yang awalnya tampil loyo, tiba-tiba meledak seiring berjalannya turnamen hingga menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya.</p>
<p>Jika sebelum-sebelumnya Piala Dunia hanya diikuti oleh 16 negara, kali ini pihak penyelenggara menambahnya menjadi 24 tim. Partisipan dibagi ke dalam enam grup berisikan empat tim dan menggunakan sistem Round-Robin, di mana semua negara bisa berhadapan dengan kontestan lainnya pada grup yang sama.</p>
<p>Keunikan lainnya adalah, dari keenam grup tersebut, terdapat dua tim yang berhak lolos ke babak kedua dengan sistem serupa. Pada babak kedua, 12 tim di sebar lagi ke dalam empat grup. Dan negara yang menjadi pemimpin klasemen berhak melaju ke babak semifinal.</p>
<p>Beberapa negara mencatatkan torehan baru dalam edisi kali ini. Seperti misalnya Inggris dan Uni Soviet yang kembali berpartisipasi setelah absen selama 12 tahun. Selain itu, Piala Dunia kali ini juga menjadi yang pertama untuk beberapa negara seperti Kuwait, Selandia Baru, Algeria, Honduras, dan Kamerun.</p>
<p>Jika Inggris dan Uni Soviet kembali setelah absen cukup lama, Belanda yang berstatus sebagai runner-up di dua kompetisi sebelumnya justru harus rela tak berpartisipasi dalam pagelaran kali ini. Negara yang kental dengan seragam oranye tersebut gugur di tangan Belgia dan Prancis pada babak kualifikasi.</p>
<p>Laga antara Jerman Barat melawan Austria di babak penyisihan grup 2 menjadi salah satu partai yang dikenang oleh publik pada saat itu. Bagaimana tidak, kedua tim saling bekerja sama untuk menyingkirkan Aljazair yang berada satu grup dengan mereka.</p>
<p>Kala itu, setelah pemain Jerman Horst Hrubesch mencetak gol pada menit kesepuluh, kedua tim hanya saling tendang bola hingga pertandingan selesai.</p>
<p>Sontak pertandingan ini membuat beberapa kubu penonton marah. Fans Aljazair, negara yang menjadi korban, menunjukkan amarahnya dengan melambaikan lembaran cek ke arah pemain. Penonton Spanyol meneriakkan kata &#8220;fuera&#8221; yang berarti keluar. Bahkan penonton Jerman Barat sendiri mengamuk dengan membakar benderanya kebangsaannya.</p>
<p>Babak final yang digelar di Santiago Bernabeu mempertemukan Italia dan Jerman Barat, yang kemudian berhasil dimenangkan Azzuri dengan skor 3-1. Perjalanan Italia kali ini terbilang cukup aneh, karena mereka gagal memenangkan tiga laga pertama. Bahkan sang top skorer, Paolo Rossi, tak mampu mencetak gol di lima partai pertama.</p>
<p>Meskipun demikian, Italia tetap keluar sebagai juara. Ini adalah yang ketiga kalinya negara tersebut berhasil meraih trofi Piala Dunia, yang di mana mereka terakhir kali mendapatkannya pada tahun 1938 silam.</p>
<p><strong>24 Tim Peserta Piala Dunia 1982</strong><br />
Kuwait, Algeria, Kamerun, Selandia Baru, Honduras, El Salvador, Argentina, Brasil, Chili, Peru, Austria, Belgia, Ceko, Inggris, Prancis, Hungaria, Italia, Irlandia Utara, Polandia, Skotlandia, Uni Soviet, Spanyol, Jerman Barat, Yugoslavia.</p>
<p><strong>Stadion Piala Dunia 1982</strong><br />
17 stadion di 14 kota di Spanyol telah dipilih untuk menyelenggarakan pertandingan – pertandingan pada turnamen ini:</p>
<p>01. Santiago Bernabeu (Madrid) Kapasitas 90.800<br />
02. Vecente Calderon (Madrid) 65.695<br />
03. Camp Nou (Barcelona) 97.679<br />
04. Ramon Sanchez Pizjuan (Sevilla) 68.110<br />
05. Benito Villamarin (Sevilla) 50.253<br />
06. Sarria (Barcelona) 40.400<br />
07. Luis Casanova (Valencia) 47.542<br />
08. San Memes (Bilbao) 46.223<br />
09. El Molinon (Gijon) 45.153<br />
10. La Romareda (Zaragoza) 41.806<br />
11. La Rosaleda (Malaga) 34.411<br />
12. Balaidos (Vigo) 33.000<br />
13. Jose Zorrilla (Valladolid) 29.990<br />
14. Jose Rico Perez (Alicante) 28.421<br />
15. Carlos Tertiere (Oviedo) 23.500<br />
16. Riazor (La Coruna) 34.190<br />
17. Manuel Martinez Valero (El che) 53.290</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20333" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1982-2.jpg" alt="" width="1200" height="675" /></p>
<p><strong>10 FAKTA PIALA DUNIA 1982</strong><br />
1. Norman Whiteside menjadi pemain termuda yang tampil di putaran final. Ia berusia 17 tahun 41 hari ketika Irlandia Utara menahan Yugoslavia tanpa gol di La Romareda, Zaragoza.</p>
<p>2. Dino Zoff menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Ia berusia 40 tahun ketika menjadi kapten yang memimpin Italia mengalahkan Jerman Barat 3-1 di Estadio Santiago Bernabéu.</p>
<p>3. Italia gagal memenangkan tiga laga pertama. Paolo Rossi, topskor kala itu, gagal mencetak gol sampai laga kelima.</p>
<p>4. Sebanyak 16 gol Prancis di Piala Dunia 1982 dicetak sepuluh pemain. Ini rekor baru. Di tahun 1958, 23 gol Les Bleus dicetak hanya oleh enam pemain.</p>
<p>5. Kali pertama peserta putaran final Piala Dunia meningkat dari 16 menjadi 24. Di babak pertama, 24 tim dibagi ke dalam enam grup, dengan masing-masing grup berisi empat tim. Uniknya, di babak kedua 12 tim dibagi ke dalam empat grup, dan hanya juara grup yang mencapai babak semi-final.</p>
<p>6. Kali pertama adu penalti diperkenalkan di Piala Dunia 1982, yang membuat pemain, manajer, dan fans tegang.</p>
<p>7. Laslzo Kiss, penyerang Hongaria, menjadi pemain pengganti yang mencetak hat-trick. Ia juga menjadi pencetak hat-trick tercepat, dengan tiga gol dalam tujuh menit, saat Hongaria mengalahkan El Salvador 10-1. Kiss masuk menit ke-55, mencetak gol menit ke-69,72, dan 76.</p>
<p>8. Pertandingan berbau politik Polandia-Uni Soviet berakhir tanpa gol. Polandia lolos ke semi-final berkat unggul selisih gol. Pada saat yang sama, pemerintahan komunis Polandia menerapkan undang-undang darurat untuk menghentikan pembangkangan dan mencegah invasi Uni Soviet.</p>
<p>9. Gelandang Bryan Robson tercatat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Ia membobol gawang Prancis ketika laga babak pertama baru berjalan 27 detik. Inggris menang 3-1 dalam laga di Estadio San Mamés.</p>
<p>10. Dua negara serumpun; Jerman Barat dan Austria, main sabun untuk menyingkirkan Aljazair dari penyisihan Grup 2. Setelah Horst Hrubesch mencetak gol untuk Jerman menit kesepuluh, kedua tim hanya saling tendang bola selama 80 menit. Di tribun, penonton Spanyol berteriak-teriak &#8220;fuera, fuera&#8221;, artinya keluar, keluar. Fans Aljazair yang marah melambaikan lembaran cek ke arah pemain kedua tim. Fans Austria marah karena ingin melihat ulangan pertemuan Piala Dunia 1978, ketika timnya mengalahkan Jerman Barat. Fans Jerman Barat membakar bendera nasionalnya sendiri.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20334" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1982-6.jpg" alt="" width="740" height="411" /></p>
<p><strong>DATA &amp; STATISTIK</strong><br />
Juara: Italia<br />
Runner-Up: Jerman Barat<br />
Skor Tertinggi: Hongaria vs. El Salvador 10-1 (Grup 3)<br />
Total Gol: 146<br />
Rata-Rata Gol: 2,81<br />
Topskor: 6 Gol &#8211; Paolo Rossi (Italia)<br />
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol- KH Rummenigge (Jerman Barat),<br />
Laszlo Kiss (Hongaria), Paolo Rossi (Italia), Zbigniew Boniek<br />
(Polandia)<br />
Penonton Terbanyak: 95.000 (Argentina &#8211; Belgia, Grup 3)<br />
Total Penonton: 2.109.723<br />
Rata-Rata Penonton: 40.571<br />
Debut: Kamerun, Aljazair, Kuwait, Honduras, Selandia Baru</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20335" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1982-0.jpg" alt="" width="720" height="405" /><br />
<strong>PERTANDINGAN</strong><br />
GRUP 1<br />
Italia 0-0 Polandia 14 Juni, Balaidos<br />
Peru 0-0 Kamerun 15 Juni, Riazor<br />
Italia 1-1 Peru 18 Juni, Balaidos<br />
Polandia 0-0 Kamerun 19 Juni, Riazor<br />
Polandia 5-1 Peru 22 Juni, Riazor<br />
Italia 1-1 Kamerun 23 Juni, Balaidos</p>
<p>Klasemen<br />
1. Polandia 3 1 2 0 5-1 4<br />
2. Italia 3 0 3 0 2-2 3<br />
3. Kamerun 3 0 3 0 1-1 3<br />
4. Peru 3 0 2 2 2-6 2</p>
<p>GRUP 2<br />
Jerman Barat 1-2 Aljazair 16 Juni, El Molinon<br />
Cile 0-1 Austria 17 Juni, Carlos Tartiere<br />
Jerman Barat 4-1 Cile 20 Juni, El Molinon<br />
Aljazair 0-2 Austria 21 Juni, Carlos Tartiere<br />
Aljazair 3-2 Cile 24 Juni, Carlos Tartiere<br />
Jerman Barat 1-0 Austria 25 Juni, El Molinon</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman Barat 3 2 0 1 6-3 4<br />
2. Austria 3 2 0 1 3-1 4<br />
3. Aljazair 3 2 0 1 5-5 4<br />
4. Cile 3 0 0 3 3-8 0</p>
<p>GRUP 3<br />
Argentina 0-1 Belgia 13 Juni, Camp Nou<br />
Hongaria 10-1 El Salvador 15 Juni, Martinez Valero<br />
Argentina 4-1 Hongaria 18 Juni, Jose Rico Perez<br />
Belgia 1-0 El Salvador 19 Juni, Martinez Valero<br />
Belgia 1-1 Hongaria 22 Juni, Martinez Valero<br />
Argentina 2-0 El Salvador 23 Juni, Jose Rico Perez</p>
<p>Klasemen<br />
1. Belgia 3 2 1 0 3-1 5<br />
2. Argentina 3 2 0 1 6-2 4<br />
3. Hongaria 3 1 1 1 12-6 3<br />
4. El Salvador 3 0 0 3 1-13 0</p>
<p>GRUP 4<br />
Inggris 3-1 Prancis 16 Juni, San Mames<br />
Cekoslowakia 1-1 Kuwait 17 Juni, Jose Zorilla<br />
Inggris 2-0 Cekoslowakia 20 Juni, San Mames<br />
Prancis 4-1 Kuwait 21 Juni, Jose Zorilla<br />
Prancis 1-1 Cekoslowakia 24 Juni, Jose Zorilla<br />
Inggris 1-0 Kuwait 25 Juni, San Mames</p>
<p>Klasemen<br />
1. Inggris 3 3 0 0 6-1 6<br />
2. Prancis 3 1 1 1 6-5 3<br />
3. Cekoslowakia 3 0 2 1 2-4 2<br />
4. Kuwait 3 0 1 2 2-6 1</p>
<p>GRUP 5<br />
Spanyol 1-1 Honduras 16 Juni, Luis Casanova<br />
Yugoslavia 0-0 Irlandia Utara 17 Juni, La Romareda<br />
Spanyol 2-1 Yugoslavia 20 Juni, Luis Casanova<br />
Honduras 1-1 Irlandia Utara 21 Juni, La Romareda<br />
Honduras 0-1 Yugoslavia 24 Juni, La Romareda<br />
Irlandia Utara 1-0 Spanyol 25 Juni, Luis Casanova</p>
<p>Klasemen<br />
1. Irlandia U 3 1 2 0 2-1 4<br />
2. Spanyol 3 1 1 1 3-3 3<br />
3. Yugoslavia 3 1 1 1 3-2 3<br />
4. Honduras 3 0 2 1 2-3 2</p>
<p>GRUP 6<br />
Brasil 2-1 Uni Soviet 14 Juni, Sanchez Pizjuan<br />
Skotlandia 5-2 Selandia Baru 15 Juni, La Rosaleda<br />
Brasil 4-1 Skotlandia 18 Juni, Benito Villamarin<br />
Uni Soviet 3-0 Selandia Baru 19 Juni, La Rosaleda<br />
Uni Soviet 2-2 Skotlandia 22 Juni, La Rosaleda<br />
Brasil 4-0 Selandia Baru 23 Juni, Benito Villamarin</p>
<p>Klasemen<br />
1. Brasil 3 3 0 0 10-2 6<br />
2. Uni Soviet 3 1 1 1 6-4 3<br />
3. Skotlandia 3 1 1 1 8-8 3<br />
4. Sel.Baru 3 0 0 3 2-12 0</p>
<p>BABAK KEDUA<br />
GRUP A<br />
Polandia 3-0 Belgia 28 Juni, Camp Nou<br />
Belgia 0-1 Uni Soviet 1 Juli, Camp Nou<br />
Polandia 0-0 Uni Soviet 4 Juli, Camp Nou</p>
<p>Klasemen<br />
1. Polandia 2 1 1 0 3-0 3<br />
2. Uni Soviet 2 1 1 0 1-0 3<br />
3. Belgia 2 0 0 2 0-4 0</p>
<p>GRUP B<br />
Jerman Barat 0-0 Inggris 29 Juni, Santiago Bernabeu<br />
Jerman Barat 2-1 Spanyol 2 Juli, Santiago Bernabeu<br />
Spanyol 0-0 Inggris 5 Juli, Santiago Bernabeu</p>
<p>Klasemen<br />
1. Jerman Barat 2 1 1 0 2-1 3<br />
2. Inggris 2 0 2 0 0-0 2<br />
3. Spanyol 2 0 1 1 1-2 1</p>
<p>GRUP C<br />
Italia 2-1 Argentina 29 Juni, Sarria<br />
Argentina 1-3 Brasil 2 Juli, Sarria<br />
Italia 3-2 Brasil 5 Juli, Sarria</p>
<p>Klasemen<br />
1. Italia 2 2 0 0 5-3 4<br />
2. Brasil 2 1 0 1 5-4 2<br />
3. Argentina 2 0 0 2 2-5 0</p>
<p>GRUP D<br />
Austria 0-1 Prancis 28 Juni, Vicente Calderon<br />
Austria 2-2 Irlandia Utara 1 Juli, Vicente Calderon<br />
Prancis 4-1 Irlandia Utara 4 Juli, Vicente Calderon</p>
<p>Klasemen<br />
1. Prancis 2 2 0 0 5-1 4<br />
2. Austria 2 0 1 1 2-3 1<br />
3. Irlandia U 2 0 1 1 3-6 1</p>
<p>SEMI-FINAL<br />
Polandia 0-1 Italia 8 Juli, Camp Nou<br />
Jerman Barat 3-3 (Ap, 5-4) Prancis ) 8 Juli, Sanchez Pizjuan</p>
<p>PEREBUTAN TEMPAT KETIGA<br />
Polandia 3-2 Prancis 10 Juli, Jose Rico Perez</p>
<p>FINAL<br />
Italia 3-1 Jerman Barat 11 Juli, Santiago Bernabeu</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-spanyol-1982-italia-juara-di-tanah-matador/">Sejarah Piala Dunia: Spanyol 1982,  Italia Juara di Tanah Matador</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Piala Dunia: Argentina 1978, Ada Campur Tangan Sang Diktator Dibalik Tuan Rumah Juara</title>
		<link>https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-argentina-1978-ada-campur-tangan-sang-diktator-dibalik-tuan-rumah-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 12:24:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#diktator]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Piala Dunia 1978 di Argentina adalah salah satu Piala Dunia terkotor, karena terlalu banyak intrik yang dimainkan oleh tuan ruma. Hal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-argentina-1978-ada-campur-tangan-sang-diktator-dibalik-tuan-rumah-juara/">Sejarah Piala Dunia: Argentina 1978, Ada Campur Tangan Sang Diktator Dibalik Tuan Rumah Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-108089 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-300x300.jpg" alt="" width="104" height="104" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-80x80.jpg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/1978.jpg 550w" sizes="auto, (max-width: 104px) 100vw, 104px" /></p>
<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Piala Dunia 1978 di Argentina adalah salah satu Piala Dunia terkotor, karena terlalu banyak intrik yang dimainkan oleh tuan ruma. Hal itu bertujuan untuk membuat Argentina juara untuk kali pertama.</p>
<p>Piala Dunia 1978 adalah edisi kesebelas sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1930 di Uruguay. Argentina diumumkan sebagai penyelenggara Piala Dunia 1978 oleh FIFA pada 6 Juli 1966 di London, Inggris.</p>
<p>Meksiko yang sebelumnya juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah memilih mundur karena diberi kesempatan untuk menggelar Piala Dunia 1970.</p>
<p>Dua tahun sebelum berlangsungnya Piala Dunia 1978 terjadi kudeta pemerintahan yang dikenal sebagai Proses Reorganisasi Nasional.</p>
<p>Selain menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya, ini juga kali pertama Tim Tango menjadi pemenang turnamen ini.</p>
<p>Argentina berhasil mengalahkan Belanda 3-1 di partai final setelah melalui pertarungan selama 120 menit.</p>
<p>Mario Kempes menjadi aktor utama kesuksesan Argentina setelah menjadi top skorer dengan menyarangkan 6 gol sepanjang turnamen.</p>
<p>Namun, dibalik kemenangan Argentina itu, banyak berhembus isu tak sedap terkait campur tangan diktator Jorge Videla yang menghendaki Argentina juara.</p>
<p>Salah satunya adalah intimidasi dan teror terhadap bintang Belanda, Johan Cruyff, sehingga tak mau bermain di Piala Dunia 1978. Seandainya Cruyff bermain di final membela Bbelanda, mungkin akan lain ceritanya hasil laga final.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20278" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-4.jpg" alt="" width="798" height="532" /></p>
<p><strong>Venue Pertandingan</strong><br />
Pada tahun 1972 ada delapan stadion yang disiapkan untuk menggelar turnamen empat tahunan ini, termasuk La Plata dan Tucuman.</p>
<p>La Plata adalah venue yang digembor-gemborkan sebagai stadion unik, namun batal digunakan setelah adanya masalah internal.</p>
<p>Untuk Tucuman, stadion berkapasitas 70.000 penonton itu tidak jadi dipakai pada tahun 1974 dan dinonaktifkan pada tahun berikutnya lantaran intensitas tindakan gerilyawan dan Angkatan Bersenjata di provinsi tersebut.</p>
<p>Akhirnya hanya enam stadion yang dipakai untuk melangsungkan turnamen Piala Dunia 1978, termasuk Stadion Cordoba yang kini berganti nama menjadi Stadion Mario Alberto Kempes.</p>
<p>1. Stadion Monumental<br />
Kapasitas: 70.054<br />
Diresmikan: 1938</p>
<p>2. Stadion Jose Amalfitani<br />
Kapasitas: 60.000<br />
Diresmikan: 1951</p>
<p>3. Stadion Cordoba (Mario Alberto Kempes)<br />
Kapasitas: 57.000<br />
Diresmikan: 1978</p>
<p>4. Stadion Jose Maria Minella<br />
Kapasitas: 35.180<br />
Diresmikan: 1978</p>
<p>5. Stadion Gigante de Arroyito<br />
Kapasitas: 45.465<br />
Diresmikan: 1926</p>
<p>6. Stadion Malvinas Argentinas<br />
Kapasitas: 42.000<br />
Diresmikan: 1978</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20279" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-2.jpg" alt="" width="750" height="500" /></p>
<p><strong>Hasil Pertandingan</strong><br />
Format Piala Dunia 1978 diikuti 16 tim yang terbagi dalam 4 grup, kemenangan mendapat 2 poin, imbang 1 poin, dan kalah 0 poin. Dua tim teratas berhak melaju ke babak berikutnya alias ke putaran perempat final.</p>
<p>Berbeda dengan kompetisi hari ini, babak perempat final di Piala Dunia 1978 ditentukan melalui fase grup lagi.</p>
<p>Empat tim yang berhasil melalui fase grup kembali bertarung dengan format tersebut untuk menentukan tim yang berhak tampil di final.</p>
<p>Tim yang finis di posisi pertama langsung lolos ke partai puncak berhadapan dengan juara grup lainnya.</p>
<p>Sedangkan runner up masing-masing grup harus bertarung untuk memperebutkan posisi ketiga.</p>
<p>Dari Grup A tim yang berhasil menjadi pemuncak adalah Belanda sementara dari Grup B juaranya adalah Argentina.</p>
<p>Kedua tim bertemu di babak final dan Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. Ini adalah gelar Piala Dunia pertama bagi Argentina.</p>
<p>Perempat Final<br />
Grup A<br />
Austria 1-5 Belanda<br />
Italia 0-0 Jerman Barat<br />
Belanda 2-2 Jerman Barat<br />
Italia 1-0 Austria<br />
Austria 3-2 Jerman Barat<br />
Italia 1-2 Belanda</p>
<p>Grup B<br />
Peru 0-3 Brasil<br />
Argentina 2-0 Polandia<br />
Peru 0-1 Polandia<br />
Argentina 0-0 Brasil<br />
Polandia 1-3 Brasil<br />
Argentina 6-0 Peru</p>
<p>Perebutan Posisi Ketiga<br />
Brasil 2-1 Italia</p>
<p>Final<br />
Argentina 3-1 Belanda</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-20280" src="https://www.bolabeten.com/wp-content/uploads/2022/10/1978-5.jpg" alt="" width="1280" height="720" /></p>
<p><strong>Data dan Statistik</strong><br />
Tuan Rumah: Argentina<br />
Waktu Penyelenggaraan: 1-25 Juni 1978<br />
Peserta: 16 negara (dari 5 konfederasi)<br />
Juara: Argentina<br />
Jumlah Pertandingan: 38<br />
Jumlah Gol: 102 (2,68 per pertandingan)<br />
Jumlah Penonton: 1.545.791 (40.679 per pertandingan)<br />
Top Skorer: Mario Kempes (6 gol)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sejarah-piala-dunia-argentina-1978-ada-campur-tangan-sang-diktator-dibalik-tuan-rumah-juara/">Sejarah Piala Dunia: Argentina 1978, Ada Campur Tangan Sang Diktator Dibalik Tuan Rumah Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 41/394 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/35 queries in 0.068 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:46:59 by W3 Total Cache
-->