<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Sastrawan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/sastrawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/sastrawan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Oct 2021 15:03:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Sastrawan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/sastrawan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 15:03:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Sastrawan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#tanah datar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Taufiq Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Taufiq Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga sebagian penikmat seni tanah air....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/">Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com &#8211;</a> </strong>Taufiq Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga sebagian penikmat seni tanah air.</p>
<p>Seniman dengan gelar Datuk Panji Alam Khalifatullah itu lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail dan Sitti Nur Muhammad di Bukittinggi pada 25 Juni 1935.</p>
<p>Sama dengan dirinya, ayah dari Taufiq Ismail adalah seorang tokoh ternama, yang mana merupakan ulama serta pendiri dari Permi.</p>
<p>Masa Sekolah Dasar (SD) Taufiq lalui di tiga kota, yaitu Solo, Semarang, dan Yogyakarta. Semasa SMP ia menyelesaikan pendidikannya di Bukittinggi, dan SMA di Pekalongan.</p>
<p>Tumbuh dalam keluarga yang penuh nuansa pendidikan yaitu dari seorang guru dan wartawan, Taufiq jadi pribadi yang identik dengan dunia sastra.</p>
<p>Taufiq tidak langsung terjun jadi sastrawan secara langsung. Jauh dari kata seni, ia adalah alumni FKHP-UI (Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Universitas Indonesia) Bogor di tahun 1963.</p>
<p>Di masa kuliah, Taufiq cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Diantaranya pernah bergabung dengan Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PIII) dan Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961).</p>
<p>Ia juga jadi salah satu penerima beasiswa AFS International Scholarship dan aktif sejak tahun 1958 di  AFS Indonesia dan jabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya.</p>
<p>Kesuksesannya dalam dunia sastra tak hanya di Indonesia, namun juga sudah sampai ke luar negeri.  Beragam penghargaan pun telah ia dapatkan.</p>
<p>Penghargaan luar negeri yang telah diraih Taufiq antara lain Cultural Visit Award dari Australia (1977) serta South East Asia Write Award dari kerajaan Thailand (1994).</p>
<p>Sedangkan penghargaan nasional yaitu Anugerah Seni Pemerintah di tahun 1970</p>
<p>Taufiq juga memiliki rumah sastra yang bernama &#8220;Rumah Puisi Taufiq Ismail&#8221;, tempat itu dijadikannya sebagai koleksi karya-karya sastrawan legendaris Indonesia.</p>
<p>Hingga saat ini rumah puisi Taufiq Ismail menjadi salah satu wisata edukatif di Tanah Datar. <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-taufiq-ismail-sastrawan-kebanggaan-indonesia/">Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dulu Banyak Sastrawan, Sekarang Tidak. Ada Apa di Padang Panjang?</title>
		<link>https://prokabar.com/dulu-banyak-sastrawan-sekarang-tidak-ada-apa-di-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 03:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPanjang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sastrawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/dulu-banyak-sastrawan-sekarang-tidak-ada-apa-di-padang-panjang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Panjang, Prokabar &#8211; Padang Panjang di Sumatera Barat (Sumbar) dicanangkan sebagai kota literasi. Ini sebagai upaya mendorong kecintaan masyarakat membaca dan menulis &#8220;Dulu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dulu-banyak-sastrawan-sekarang-tidak-ada-apa-di-padang-panjang/">Dulu Banyak Sastrawan, Sekarang Tidak. Ada Apa di Padang Panjang?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang Panjang, Prokabar &#8211;</b> Padang Panjang di Sumatera Barat (Sumbar) dicanangkan sebagai kota literasi. Ini sebagai upaya mendorong kecintaan masyarakat membaca dan menulis</p>
<p>&#8220;Dulu banyak lahir sastrawan dari Padang Panjang dan itu harus dipelihara dengan semangat literasi agar kota ini tidak tertinggal,&#8221; kata Kepala Perpustakaan Nasional, M Syarif Bando, di Padang Panjang, Sabtu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5814 alignnone size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/20170915_0840022103160300.jpg" width="577" height="348"></p>
<p>Ia menerangkan literasi memiliki empat tahapan yaitu kemampuan seseorang mengumpulkan sumber bacaan yang memungkinnya ahli di bidangnya. Kemudiankemampuan seseorang memahami apa yang tersirat dari yang tersurat.</p>
<p>Lalu kemampuan membangun ide-ide baru. &#8220;Ini sudah jelas kalau tanpa membaca mustahil bisa punya gagasan atau ide baru yang membangun,&#8221; katanya.</p>
<p>Tahapan terakhir yaitu kemampuan dalam menciptakan barang dan jasa. Hal tersebut menjadi ukuran literasi pada tingkat tertinggi.</p>
<p>Perpustakaan Nasional, katanya, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di daerah untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap baca dan tulis.</p>
<p>&#8220;Bagaimanapun tanpa membaca sulit rasanya untuk lepas dari ketertinggalan. Usai pencanangan kecintaan terhadap membaca benar-benar ditumbuhkan,&#8221; katanya<b>. (nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dulu-banyak-sastrawan-sekarang-tidak-ada-apa-di-padang-panjang/">Dulu Banyak Sastrawan, Sekarang Tidak. Ada Apa di Padang Panjang?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sastrawan Danarto Meninggal Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/sastrawan-danarto-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2018 15:04:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Danarto]]></category>
		<category><![CDATA[#Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sastrawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/sastrawan-danarto-meninggal-dunia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Sastrawan Indonesia Danarto akhirnya meninggal dunia, pada Selasa 10 April 2018, pukul 20.54 WIB. Penulis cerpen dan novel fenomenal dalam sejarah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sastrawan-danarto-meninggal-dunia/">Sastrawan Danarto Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8211;</b> Sastrawan Indonesia Danarto akhirnya meninggal dunia, pada Selasa 10 April 2018, pukul 20.54 WIB. Penulis cerpen dan novel fenomenal dalam sejarah sastra Indonesia ini, sebelumnya mengalami kecelakaan di daerah Kampung Utan, Ciputat. Ia tertabrak sepeda motor ketika menyebrang menuju kantor bank, sekitar pukul 13.30 WIB.</p>
<p>Dari lokasi kecelakaan, Danarto sempat dibawa ke RS UIN Syarief Hidayatullah sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati, sebab<br />
Danarto mengalami luka parah di bagian kepala.</p>
<p>Saat ditangani di UGD RS Fatmawati, sejumlah sastrawan nampak berkumpul, antara lain Uki Bayu Sejati, Teguh Wijaya, Radhar Panca Dahana, Noorca Massardi, Chavchay Syaifullah, Heryus Saputro, Bambang Prihadi, dan Amien Kamil. Mereka menemani detik-detik terakhir kepergian sastrawan yang karib dengan sufisme.</p>
<p>Semasa hidupnya ia telah menulis sejumlah buku sastra yang fenomenal, antara lain: Godlob, Asamaraloka, Adam Makrifat, dan Orang Jawa Naik Haji.</p>
<p>Rencana jenazah akan dimakamkan di Sragen, Jawa Tengah.</p>
<p>Selamat jalan, Mas Danarto! <b>(rls)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sastrawan-danarto-meninggal-dunia/">Sastrawan Danarto Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/83 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:50:58 by W3 Total Cache
-->