<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#RumahMakanPadang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rumahmakanpadang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rumahmakanpadang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2020 04:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#RumahMakanPadang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rumahmakanpadang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 03:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahmakan]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahMakanPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#terangbulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Berbicara tentang rumah makan di Padang, maka Terang Bukan adalah satu nama yang melekat di kepala para pecinta kuliner kota Padang. Terutama mereka yang tumbuh dan besar di medio tahun 90’an.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Rumah Makan yang beralamat di jalan belakang olo No 53, ini dikenal dengan kelezatan lauk-pauknya seperti, Rendang, Atam Lado Hijau, Cancag Kambing, Gulai Kepala Ikan dan Dendeng Lamboknya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Oky Marzuki, sang pemilik yang ditemui Prokabar bercerita banyak tentang sejarah kedai yang di rintis sang kakek sejak tahun 60’an. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mungkin tidak banyak yang tau bahwa, kedai ini pertama kali buka tepat di bawah Padang Teater pada tahun 1960.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rumah Makan Terang Bulan ini didirikan Almarhum Muhammad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Babak. Awal mulanya, kedai ini merupakan sebuah Bofet yang menyajikan martabak, nasi goreng hingga bubur kampiun.” ungkap Oky yang merupakan generasi ketiga almarhum Babak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terang Bulan berubah menjadi Rumah Makan pada tahun 89, tepatnya saat pindah ke kawasan Belakang Olo. Dan sejak saat itu, Terang Bulan semakin berkembang, dikenal masyarakat dan memasuki masa kejayaannya.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-69725" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg" alt="" width="750" height="739" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E.jpeg 750w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-300x296.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/2BCA04F0-565B-49F4-B2EE-443BF790C53E-80x80.jpeg 80w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tahun 89 kita mulai buka di kawasan Belakang Olo, kita dulu buka dari Subuh, saat itu jadi Rumah Makan. Karena dulu ini belakang Terminal Bus, jadi banyak supir-supir, kusir-kusir bendi, penumpang hingga pedagang makan kesini.” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kendatipun saat ini, Terminal sudah tidak ada, namun Terang Bulan masih eksis dan menjadi salah satu Rumah Makan favorit bagi masyarakat bahkan wisatawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saat ini kita buka mulai pukul 07 agi, da ada sekitar 15 karyawan, rata-rata sudah cukup lama semua. Bahkan ada yang dari tahun 95,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya bercerita, setelah puluhan tahun beroperasi, saat pandemi ini adalah kondisi paling berat yang dirasakannya. “Ya, kayaknya saat ini yang terasa cukup berat. Tapi InsyAllah masih bisa kita lalui,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menjaga kualitas, rasa dan pelayanan menjadi kunci bagi pihaknya untuk tetap menjaga pelanggan yang rata-rata sudah bertahun makan di Rumah Makan tersebut. </span></p>
<p>“Ingek Raso, Ingek Terang Bulan” ujarnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terang-bulan-salah-satu-rumah-makan-tertua-yang-masih-eksis-di-kancah-kuliner-padang/">Terang Bulan, Salah Satu Rumah Makan Tertua yang Masih Eksis di Kancah Kuliner Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Video Nasi Plastik Rumah Makan Padang Beredar, Orang Minang Berang</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bvideo-nasi-plastik-rumah-makan-padang-beredar-orang-minang-berang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2017 12:17:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Minang]]></category>
		<category><![CDATA[#NasiPlastik]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahMakanPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Ada ada saja yang diperbuat oleh beberapa orang. Seorang perempuan yang sedang berada di sebuah kantor melakukan uji coba terhadap nasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bvideo-nasi-plastik-rumah-makan-padang-beredar-orang-minang-berang/">​Video Nasi Plastik Rumah Makan Padang Beredar, Orang Minang Berang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8211; </b>Ada ada saja yang diperbuat oleh beberapa orang. Seorang perempuan yang sedang berada di sebuah kantor melakukan uji coba terhadap nasi dari Rumah Makan Padang Mini Jaya. Nasi itu kemudian dijadikan bola dan dipantul pantulkan. Nasi tersebut memantul dan diambil kesimpulan bahwa nasi kotak itu bercampur plastik. Video tersebut beredar di grup whataspp.<br />
Video itu juga beredar di youtube. Penguploadnya bukan yang membuat video iti. Dari komentar di kolom youtube, aksi perempuan dan teman temannya membuat netizen meradang. Apalagi Netizen yang berasal dari Padang.&nbsp;</p>
<p>Dalam kolom komentar akun youtube ANHAR KAMIL, misalnya, puluhan orang mengecam kesimpulan yang ditayangkan. &#8220;kalian harus minta maaf kepada orang padang, itu beras padang&#8221; tulis Nick So.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah samakan beras pulen dengan beras minang, betas minang konturnya padat, jangan samakan dengan beras lain. Jangan membuat viral video yang tidak jelas&#8221; tulis Rio Julianto.</p>
<p>Sementara itu pemilik RM Padang Mini Jaya, membantah keras tentang nasi plastik ini. Bantahan tersebut juga diposting ke Youtube. Dalam video itu karyawan rumah makan mempraktikkan hal yang sama, serta menjelaskan beda beras asli dengan beras plastik.</p>
<p>Pemilik Rumah Makan sudah melaporkan pembuat video tersebut ke polisi, atas dugaan pencemaran nama baik.</p>
<p>Reaksi kekesalan juga disampaikan akun Puspita Lendewi di youtube. Dalam tayangannya, perempuan yang mengaku asal minang tersebut menjelaskan &nbsp;beras sokan solok juga memantul jika dibulatkan. Puspita menyebutkan beras sokan adalah beras mahal.</p>
<p>Sementara itu, masyarakat yang ditemui Prokabar di Padang juga kesal dengan ulah pembuat video. &#8220;Makanya datang ke Padang, biar tau mana nasi yang enak. Kami tiap hari makan nasi enak&#8221; Kata Hendri.<b> (eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bvideo-nasi-plastik-rumah-makan-padang-beredar-orang-minang-berang/">​Video Nasi Plastik Rumah Makan Padang Beredar, Orang Minang Berang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 38/67 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.024 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 17:41:37 by W3 Total Cache
-->