<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#RumahGadang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rumahgadang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rumahgadang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2020 22:55:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#RumahGadang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rumahgadang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tengah Direvitalisasi, Kawasan Seribu Rumah Gadang akan Ditata sebagai Cagar Budaya</title>
		<link>https://prokabar.com/tengah-direvitalisasi-kawasan-seribu-rumah-gadang-akan-ditata-sebagai-cagar-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 00:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#caharbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenpupr]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#SolokSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=72008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok Selatan, Prokabar — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) yang merupakan Kawasan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tengah-direvitalisasi-kawasan-seribu-rumah-gadang-akan-ditata-sebagai-cagar-budaya/">Tengah Direvitalisasi, Kawasan Seribu Rumah Gadang akan Ditata sebagai Cagar Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Solok Selatan, Prokabar — </strong>Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) yang merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Perbaikan rumah gadang yang merupakan rumah adat khas Minang tersebut merupakan tindak lanjut pencanangan oleh Presiden Joko Widodo saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Padang pada Februari tahun 2018 lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan pusaka SRG intinya adalah pemugaran rumah gadang dengan melibatkan tukang-tukang tuo yang memiliki keahlian dalam membangun serta membuat ornamen bangunan, seperti ukir-ukiran.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Keahlian ini perlu terus dipelihara, sehingga kegiatan pemugaran ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat setempat dalam memelihara tradisi dan keahlian yang unik ini.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kementerian PUPR sendiri melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya sudah memprogramkan revitalisasi kawasan tersebut. Dalam masterplan Kawasan SRG akan dilakukan pemugaran 33 rumah gadang, penataan lansekap kawasan, dan pembangunan Menara Songket sebagai landmark dan pembanngunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Kawasan SRG dengan luas 26,3 hektare memiliki aset budaya luar biasa, terdiri dari ratusan benda cagar budaya yakni Rumah Gadang, Masjid, Surau dan Makam posisinya berkelompok dimana sebagian di antaranya sudah berumur ratusan tahun.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Dari total rencana 33 Rumah Gadang yang akan dipugar, sejak 2019 hingga saat ini, 28 Rumah Gadang tengah dikerjakan. Pekerjaan revitalisasi ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 dengan anggaran APBN TA 2019-2020 sebesar Rp69,7 miliar.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Revitalisasi Kawasan SRG ini dimulai dari proses Identifikasi dan Inventarisasi Kerusakan Rumah Gadang hingga proses Perencanaan Rumah Gadang melibatkan tim dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), Johny Wongso, dan Tim dari Universitas Bung Hatta yang merupakan Arsitek Rumah Gadang, sedangkan untuk Perencanaan Penataan Kawasan melibatkan Yori Antar, IAI, dengan kontraktor pelaksana PT. Wisana Matra Karya dan konsultan perencana PT. Jakarta Konsultindo</p>
<p data-reader-unique-id="13">Revitalisasi Kawasan SRG ini meliputi pemugaran rumah gadang, pembangunan menara songket, bangunan pusat informasi dan kios souvenir, panggung dan ruang terbuka hijau serta pekerjaan <em data-reader-unique-id="14">mechanical, electrical, and plumbing (</em>MEP) kawasan.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan tidak berkerumun sesuai Instruksi Menteri PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Lokasi Kawasan Saribu Rumah Gadang berjarak 147 km dari pusat Kota Padang dengan waktu tempuh sekitar 3,5-4 jam menggunakan kendaraan roda empat.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Diharapkan dengan revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas destinasi, prasarana dan sarana wisata sehingga lebih nyaman dan menjadi tambahan daya tarik bagi para wisatawan yang akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya di Kabupaten Solok Selatan.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Selain atraksi budaya, Solok Selatan juga memiliki keindahan alam dengan adanya Gunung Kerinci. Gunung api aktif tertinggi di Asia Tenggara ini bisa didaki dari Solok Selatan. Dari Kawasan Saribu Rumah Gadang, <em data-reader-unique-id="19">layer-layer</em> lansekap gunung menjadi latar belakang yang mengagumkan. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tengah-direvitalisasi-kawasan-seribu-rumah-gadang-akan-ditata-sebagai-cagar-budaya/">Tengah Direvitalisasi, Kawasan Seribu Rumah Gadang akan Ditata sebagai Cagar Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Dimulai November 2019</title>
		<link>https://prokabar.com/revitalisasi-saribu-rumah-gadang-dimulai-november-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 10:04:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok Selatan, Prokabar &#8211; Revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan dimulai November 2019 dan dilaksanakan secara tahun jamak....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/revitalisasi-saribu-rumah-gadang-dimulai-november-2019/">Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Dimulai November 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Solok Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan dimulai November 2019 dan dilaksanakan secara tahun jamak.</p>
<p>&#8220;Informasi terakhir Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar akhir Oktober 2019 sudah tandatangan kontrak dan November proses pengerjaannya dimulai&#8221;, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna, di Padang Aro, Kamis (10/10).</p>
<p>Dia mengatakan, proses revitalisasi sesuai rencana awal dengan biaya Rp110 miliar dan untuk tahun ini yang dapat diakomodasi kemungkinan hanya Rp35 miliar dan sisanya dilaksanakan 2020.</p>
<p>Pembangunan tahun ini dilakukan untuk lima unit rumah gadang menara dan kawasan sekitarnya sehingga yang lainnya diusulkan pada 2020 atau dilaksanakan dengan tahun jamak.</p>
<p>&#8220;Untuk kawasan selitar kemungkinan juga belum bisa dituntaskan tahun ini sehingga dilanjutkan 2020,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan revitalisasi ini diharapkan kawasan Saribu Rumah Gadang akan lebih menarik sehingga bisa meningkatkan kunjungan dan berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian masyarakat.</p>
<p>Untuk proses revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Nagari (desa adat) Koto Baru membutuhkan kayu sebanyak 685 meter kubik.</p>
<p>Jenis kayu yang akan digunakan untuk revitalisasi rumah gadang sudah ditentukan yaitu kayu jua, banio, timbalun, kruning, kuranji, kompe, meranti, surian, marsawa dan bayua.</p>
<p>Untuk rumah gadang rusak berat sebanyak 17 unit dibutuhkan kayu 425 meter kubik, rusak sedang 240 meter kubik dan rusak ringan 20 meter kubik dengan berbagai ukuran dengan yang paling besar mencapai 20-30 centimerer.</p>
<p>Proses tender pertama yang dilakukan oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Strategis (PBLS) dinyatakan gagal lelang baik fisik maupun manajemen konstruksi dan kelanjutannya kegiatan akan ditangani oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Sebelumnya Presiden Joko Widodo mencanangkan revitalisasi total Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan saat peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang.</p>
<p>&#8220;Nanti revitalisasi ini sekaligus merupakan prototipe untuk rumah gadang yang ada di Sumatera Barat khususnya rumah adat di seluruh pelosok tanah air,&#8221; kata kepala negara.</p>
<p>Saat itu presiden berharap pemerintah dapat menyelesaikan pembangunannya pada tahun itu juga.</p>
<p>Kawasan ini sudah dikenal secara nasional semenjak dinobatkan sebagai perkampungan adat terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia API 2017.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/revitalisasi-saribu-rumah-gadang-dimulai-november-2019/">Revitalisasi Saribu Rumah Gadang Dimulai November 2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peresmian Renovasi Rumah Gadang Pusako Kaum Pili Dt. Rajo Marah</title>
		<link>https://prokabar.com/peresmian-renovasi-rumah-gadang-pusako-kaum-pili-dt-rajo-marah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2019 06:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DtRajoMarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Minang]]></category>
		<category><![CDATA[#Pusako]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<category><![CDATA[eda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembayan, Prokabar &#8211; Sekian lama merantau ke Negeri Jiran, Malaysia, anak kemenakan Kaum Pili Dt. Rajo Marah di Jorong Piladang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peresmian-renovasi-rumah-gadang-pusako-kaum-pili-dt-rajo-marah/">Peresmian Renovasi Rumah Gadang Pusako Kaum Pili Dt. Rajo Marah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembayan, Prokabar &#8211;</strong> Sekian lama merantau ke Negeri Jiran, Malaysia, anak kemenakan Kaum Pili Dt. Rajo Marah di Jorong Piladang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam akhirnya dapat berkumpul kembali. Dikisahkan, sekitar tahun 1800-an, tiga orang anak kemenakan Dt. Rajo Marah khususnya generasi ketiga merantau ke Malaysia. Perantau ini kemudian menikah dengan warga Malaysia dan melahirkan banyak keturunan. Terhitung berdasarkan ranji kekerabatan, sekarang sudah generasi keenam dan ketujuh.</p>
<p>&#8220;Antara anak kemenakan yang di Malaysia dan yang di kampung, sempat terputus komunikasi. Namun dapat dijalin kembali pada sekitar tahun 1980-an. Saat itu saya mengikuti pertukaran pemuda antar negara. Sampai di Malysia saya mencari sanak saudara saya dan kami dapat berkumpul kembali,&#8221; ujar Abdul Wahdi didampingi Mohammad Ali saat diwawancarai usai kegiatan peresmian renovasi Rumah Gadang kaum Pili Dt. Rajo Marah, Sabtu(29/06).</p>
<figure id="attachment_40876" aria-describedby="caption-attachment-40876" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-40876 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.49.07.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.49.07.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.49.07-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-40876" class="wp-caption-text">Rumah Gadang Kaum Pili Dt. Rajo Marah setelah direnovasi</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada oktober 2017, sambung Muhammad Ali, ada anak kemenakan yang ingin menikah di Palembayan. Saat itu dia memutuskan untuk pulang kampung. &#8220;Saya lihat kondisi rumah gadang sudah memperihatinkan, karena itu saya ingin merenovasi, bukan membuat yang baru. Saya pintakan agar tidak mengubah bentuk. Alhamdulillah, semua tiang masih baik. Tujuan saya direnovasi, agar nantinya apapun keramaian, rumah gadang ini bisa dimanfaatkan. Karena di Malaysia, saya juga punya rumah yang mirip seperti ini juga,&#8221; kata Muhammad Ali menyebut proses renovasi menghabiskan waktu 17 bulan serta menelan dana hingga 2 miliar rupiah.</p>
<p>Sementara itu, Endri Aldilla yang memberikan pidato sambutan mewakili kemenakan Dt. Rajo Marah di kampung, berharap bangunan rumah gadang yang baru saja direnovasi dapat menjadi ikon dan aset budaya.</p>
<figure id="attachment_40872" aria-describedby="caption-attachment-40872" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-40872 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.20.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.20.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.20-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-40872" class="wp-caption-text">Pencetus renovasi rumah gadang, Muhammad Ali (tengah).</figcaption></figure>
<p>&#8220;Rumah gadang ini tidak hanya untuk kaum Pili, tapi untuk semua. Kami berharap kepada pemerintah agar perjalanan berliku ke lokasi ini, diberikan akses yang lebih lancar. Masyarakat petani yang membawa hasil pertaninan akan makin berkembang jika aksesnya sudah semaikin baik,&#8221; harapnya.</p>
<p>Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Junaida berharap Rumah Gadang Kaum Pili Dt. Rajo Marah tersebut supaya menjadi motivasi bagi rumah gadang lainnya. &#8220;Cukup banyak rumah gadang dinagari ini yang dapat direnovasi. Dengan semakin banyaknya rumah gadang, maka dapat pula dimanfaatkan musyawarah ninik mamak maupun musyawarah nagari,&#8221; katanya.</p>
<p>Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dalam pidatonya mengatakan, salah satu tanda sayang kampung, ditinggalkan sejenak untuk kemudian kembali pulang.</p>
<figure id="attachment_40874" aria-describedby="caption-attachment-40874" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-40874 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.21.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.21.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.21-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-40874" class="wp-caption-text">Suasana keakrapan dan diskusi di rumah gadang</figcaption></figure>
<p>&#8220;Mengganti nan Lapuak bukan makna zahir saja. Banyak makna tersirat. Atas nama pemerintah Kabupaten Agam, diharapkan nilainyadapat dipetik. Salah satunya, rumah gadang adalah simbol tempat kembali pulang saat lelah dirantau. Untuk kembali menenangkan batin dan pikiran serta membangun kampung halaman,&#8221; kata Trinda.</p>
<p>Sebagai rumah milik kaum, tambah Trinda Farhan, rumah gadang tidak hanya untuk tempat istiraha. Semua denyut kehidupan dimulai dari rumah gadang.</p>
<p>&#8220;Harapan kami jangan hanya simbol, tapi untuk membangun karakter pendidikan keluarga. Hendaknya memiliki fungsi yang sama dengan surau, sebagai pondasi menwujudkan Agam Madani,&#8221; pintanya.</p>
<figure id="attachment_40873" aria-describedby="caption-attachment-40873" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-40873 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.201.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.201.jpeg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/WhatsApp-Image-2019-07-01-at-12.33.201-300x200.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-40873" class="wp-caption-text">Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria melakukan pengguntingan pita.</figcaption></figure>
<p>[wds id=&#8221;6&#8243;]</p>
<p>Selepas memberikan pidato, Wakil Bupati diiringi para datuk dan ninik mamak serta keluarga Kaum Pili Dt. Rajo Marah melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya rumah gadang hasil renovasi tersebut. Seluruh tamu dan undanan kemudian menaiki rumah gadang untuk mendengarkan petatah petitih para datuk dan diakhiri makan siang bersama. <strong>(*/eda)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peresmian-renovasi-rumah-gadang-pusako-kaum-pili-dt-rajo-marah/">Peresmian Renovasi Rumah Gadang Pusako Kaum Pili Dt. Rajo Marah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Itu Bernama Rumah Gadang Kaum Datuak Sati</title>
		<link>https://prokabar.com/rumah-itu-bernama-rumah-gadang-kaum-datuak-sati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 14:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar —- Namanya Supayang. Sebuah nagari yang berdiri tegak di kaki gunung Marapi.  Nagari elok, di Kecamatan Salimpaung, di Tanah Datar ini,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-itu-bernama-rumah-gadang-kaum-datuak-sati/">Rumah Itu Bernama Rumah Gadang Kaum Datuak Sati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah</strong> <strong>Datar</strong>, <strong>Prokabar</strong> —- Namanya Supayang. Sebuah nagari yang berdiri tegak di kaki gunung Marapi.<span class="Apple-converted-space">  </span>Nagari elok, di Kecamatan Salimpaung, di Tanah Datar ini, banyak rumah gadang, minimal sebanyak datuk, penghulu pemangku adat.</p>
<p>Disana, dulu banyak rumah gadang, ada yang runtuh, dan diruntuhkan. Dintara puluhan rumah gadang yang bernasib malang itu, ada sebuah rumah gadang milik kaum Datuk Sati dari suku Koto Dalimo, mulai dibuat pada 1910 dan selesai 1014.</p>
<p>Satu dari dua rumah gadang dari suku Koto Dalimo itu direvitalisasi, pada pertengahan 2018 lalu dan selesai Februari 2019. Saat ini pengerjaannya sudah 95 persen. Dulu, tukangnya bernama Khatib dari Tungkar, waktu itu masih masuk Luhak nan Tuo.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-30275" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0017.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0017.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0017-300x200.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0017-768x512.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0017-1024x682.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Rumah tersebut diberi nama Rumah Gadang Kaum Datuak Sati direvitalisasi melalui bantuan pemerintah dengan program bernama revitalisasi desa adat 2018 dari Dirjen Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.</p>
<p>Rumah gadang lima kamar itu memiliki satu pintu masuk, delapan jendela, empat kamar yang masing-masing satu jedela. Sementar untuk tiang dibagian dalam ada 4 pula dengan total keseluruhan tiang 20 buah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Rumah itu juga akan diresmikan sebentar lagi. Setelah pembangun ini selesai akan dibangun pula rumah gadang tigo ruang di lokasi berbeda.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-30285" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190210_223502_924.jpg" alt="" width="480" height="599" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190210_223502_924.jpg 853w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190210_223502_924-240x300.jpg 240w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190210_223502_924-768x959.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190210_223502_924-820x1024.jpg 820w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>&#8220;Indak jauah beda dari bangunan sabalumnyo, tapi labiah rancak iko lai,&#8221; sebut seorang nenek menjawab Prokabar halaman rumah gadang itu, Sabtu (9/2).</p>
<p>Masih di halaman, sebuah rangkiang berdiri, di sebelahnya ada sebuah lasuang batu yang sudah dipakai sejak rumah gadang itu ada sebelum kemerdekaan.</p>
<p>Sementara di jalan depan rumah, ibu-ibu lewat darisawah dan ladang. Ada yang baru kembali dari pencuran membawa air pada ember di kelapanya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-30286" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0014.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0014.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0014-300x200.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0014-768x512.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0014-1024x682.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Di sisi lain, KH.A Datuak Sati bersama warga sekitar dan berbincang. Sebuah papan lama yang tak terlalu jelas tulisannya menjadi perbincangan, hanya angka 1914. Bicara soal pembangunan, Datuak Sati bercerita, pembangun rumah gadang limo ruang tersebut memakan waktu selama enam bulan dengan luas banguna 7 x 15 meter persegi.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah sudah hampir selesai, tinggal perbaikan. Selama pembangunan sering terjadi hujan sehingga tukang hanya bekerja setengah hari,&#8221; sebut DT. Sati</p>
<p>Menurutnya, untuk membuat gonjong dan memasang atap saja satu orang tukang dibayar hingga Rp200 ribu sehari karena berbahaya dan tak semua berani.</p>
<p>Ia berharap, rumah<span class="Apple-converted-space">  </span>rumah gadang ini akan dimanfaatkan sebagaimaan fungsinya, yaitu menjadi tempat dilaksanakannya berbagai kegiatan suku.</p>
<p>Menurut Walinagari Supayang, revitalisasi rumah gadang di nagarinya sangat mendesak. Ini penting, katanya, agar sendi budaya Minang jangan hilang begitu saja.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Hal senada dikemukakan Ketua KAN Supayang. Surtaveri Dt Rajo Penghulu. Ia yakin, rumah gadang jika difungsikan dengan benar, akan bermanfaat sekali bagi pembangunan ABS-SBK. (gas)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-itu-bernama-rumah-gadang-kaum-datuak-sati/">Rumah Itu Bernama Rumah Gadang Kaum Datuak Sati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! Rumah Gadang Minangkabau Jadi Kostum Nasional Miss International 2018</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-rumah-gadang-minangkabau-jadi-kostum-nasional-miss-international-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2018 11:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#MissInternasional2018]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21091</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Alunan musik tradisional Minangkabau bergema di Aula Sasono Wiwoho di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dari arah pintu masuk aula,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-rumah-gadang-minangkabau-jadi-kostum-nasional-miss-international-2018/">Keren! Rumah Gadang Minangkabau Jadi Kostum Nasional Miss International 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Alunan musik tradisional Minangkabau bergema di Aula Sasono Wiwoho di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dari arah pintu masuk aula, Vania Fitryanti Herlambang datang memberi kejutan.</p>
<p>Puteri Indonesia Lingkungan 2018 ini mengenakan kostum nasional karya Dynand Fariz. Pria dibalik kesuksesan Jember Fashion Carnaval (JFC) ini kembali dipercaya Yayasan Puteri Indonesia untuk membuat kostum nasional Miss International 2018.</p>
<figure id="attachment_21092" aria-describedby="caption-attachment-21092" style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21092" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0096.jpg" alt="" width="480" height="1039" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0096.jpg 532w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0096-139x300.jpg 139w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0096-473x1024.jpg 473w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-21092" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Inilah kostum nasional bertemakan Dynamism of Rumah Gadang</figcaption></figure>
<p>Dynand menciptakan kostum nasional bertemakan rumah tradisional khas Minangkabau &#8211; Sumatera Barat yang bertajuk Dynamism of Rumah Gadang. Kostum nasional tersebut kaya akan keindahan dan keunikan bangunan yang kental budaya Indonesia khas Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Ini ide saya sebenarnya sudah lama. Baru sekarang ini bisa diwujudkan. Ide konsepnya ketika saya melihat rumah gadang ini begitu megah dan banyak arti. Ini juga bisa kita perlihatkan ke mata dunia, agar wisatawan penasaran melihat langsung kemegahan rumah tradisional khas Minangkabau,&#8221; jelas Dynand.</p>
<figure id="attachment_21093" aria-describedby="caption-attachment-21093" style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21093" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0098.jpg" alt="" width="480" height="1039" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0098.jpg 532w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0098-139x300.jpg 139w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0098-473x1024.jpg 473w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-21093" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Dynand Fariz, perancang kostum nasional Miss International 2018</figcaption></figure>
<p>Kostum nasional seberat 20 kilogram ini nantinya akan dipakai Vania di acara pagelaran kostum nasional Miss International di Jepang. Melihat karya Dynand, Vania mengaku terkejut saat pertama kali mencobanya.</p>
<p>&#8220;Syok karena keren banget. Biasanya Mas Dynand itu kan identik dengan kostum bersayap tapi sekarang ini justru vertikal. Lumayan berat nih, saya sedang menyesuaikan dan mendalami agar pembawaannya nanti nggak kaku lagi,&#8221; ujar Vania sambil menahan berat di pundaknya.</p>
<figure id="attachment_21095" aria-describedby="caption-attachment-21095" style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21095" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0099.jpg" alt="" width="480" height="1039" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0099.jpg 532w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0099-139x300.jpg 139w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181012-WA0099-473x1024.jpg 473w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-21095" class="wp-caption-text">Foto &#8211; Detail Rumah Gadang yang jadi tema kostum nasional</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vania pun mengisahkan bagaimana ia harus menjiwai kostum yang terbilang baru baginya. Bahkan Vania mengibaratkan akan tidur bersama kostum nasionalnya.</p>
<p>&#8220;Kalau perlu dibawa tidur agar bisa menjiwainya. Seninya national kostum itu pembawaannya yang penting. Apalagi beratnya lumayan,&#8221; tambahnya lagi. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-rumah-gadang-minangkabau-jadi-kostum-nasional-miss-international-2018/">Keren! Rumah Gadang Minangkabau Jadi Kostum Nasional Miss International 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Puasa Rumah Gadang Menjulang, Kata Maaf Terus Berulang</title>
		<link>https://prokabar.com/jelang-puasa-rumah-gadang-menjulang-kata-maaf-terus-berulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2018 08:55:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[#RumahGadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/jelang-puasa-rumah-gadang-menjulang-kata-maaf-terus-berulang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Menjelang puasa ucapan maaaf di medos dan WA laris manis. Urang awak mempostingkan foto rumah gadang dengan dua bait pantun. Rumah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-puasa-rumah-gadang-menjulang-kata-maaf-terus-berulang/">Jelang Puasa Rumah Gadang Menjulang, Kata Maaf Terus Berulang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Menjelang puasa ucapan maaaf di medos dan WA laris manis. Urang awak mempostingkan foto rumah gadang dengan dua bait pantun.</p>
<p>Rumah gadang itu tak lain Istano Basa Pagaruyuang. Awak prokabar.com sedari pagi menerima banyak kiriman serupa<br />
Pantun dalam foto itu:</p>
<p>//Rumah gadan mambau pulang<br />
Tanah rantau manahan hati<br />
Jikok salah talampau gadang<br />
Maaf dipinto satulus hati//</p>
<p>//Jalan ka baso basimpang ampek<br />
Singgah mandi di sicinci<br />
Dek puaso samakin dakek<br />
Mohon maaf lahir dan batin//</p>
<p>Menilik pantun ini, bisa jadi dibuat oleh seorang perantau. Silahkan share berita ini agar dunsanak di rantau bisa saling memafkan.</p>
<p><b>Info kampung</b></p>
<p>Kampung kita Ranah Minang tak berubah. Tanah bundo itu tetap sayang pada semua perantau. Tak adag garam kehidupan jika perantau tak pulang.<br />
Maka Lebaran besok pulanglah. Pulang dengan cinta untuk tanah kelahiran. <b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-puasa-rumah-gadang-menjulang-kata-maaf-terus-berulang/">Jelang Puasa Rumah Gadang Menjulang, Kata Maaf Terus Berulang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/165 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.034 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:53:30 by W3 Total Cache
-->