<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#rubella Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rubella/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rubella/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Feb 2019 07:20:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#rubella Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rubella/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rubella Makan Korban di Solok, Satu Meninggal, Dua Dirawat</title>
		<link>https://prokabar.com/rubella-makan-korban-di-solok-satu-meninggal-dua-dirawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2019 07:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arosuka, Prokabar &#8211; Kasus Congenital Syndrom Rubella (CSR) dalam kurun waktu dua tahun terakhir, ditemukan di Kabupaten Solok. Sebanyak tiga kasus terjadi, satu antaranya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rubella-makan-korban-di-solok-satu-meninggal-dua-dirawat/">Rubella Makan Korban di Solok, Satu Meninggal, Dua Dirawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Arosuka, Prokabar</strong> &#8211; Kasus Congenital Syndrom Rubella (CSR) dalam kurun waktu dua tahun terakhir, ditemukan di Kabupaten Solok. Sebanyak tiga kasus terjadi, satu antaranya meninggal dunia, dua anak lainnya masih menjalani perawatan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Sri Efianti melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Aida Herlina, menyebutkan satu bayi pengidap Rubella asal Kecamatan Pantai Cermin ini meninggal di RSUP M. Djamil Padang pada 25 Januari 2018.</p>
<p>&#8220;Dia sudah terkena Rubella sejak masih kandungan. Ini yang paling kita khawatirkan dan harus diantisipasi, penularan virus Rubella ke ibu hamil, karena bisa menularkan pada bayi yang dikandungnya,&#8221; ujarnya, Kamis (7/2).</p>
<p>Secara medis penyakit rubella menyerang para kaum Ibu yang sedang hamil, dan hal itu berdampak langsung kepada janin yang dikandungnya jika tidak diberikan vaksin.</p>
<p>Sementara dua anak lainnya, masing-masingnya MH berusia 3 tahun 2 bulan dan K berumur 6 tahun. MH, Balita Nagari Koto Anau ini mengalami gangguan bicara, dan saluran menuju jantung berlubang. Sebelumnya balita ini juga terkena mata katarak, namun sudah dilakukan operasi saat ia berusia 21 bulan.</p>
<p>Untuk kondisi saluran menuju jantung yang berlubang sebesar 2 cm sudah dianjurkan dokter untuk dioperasi, namun belum bisa dilakukan karena keluarga terkendala dana.</p>
<p>Sedangkan gadis kecil K mengalami kebocoran jantung saat masih berusia tiga hari. Kemudian diusianya sudah beranjak 18 bulan ditemukan adanya kerusakan pada matanya (katarak).</p>
<p>Untuk mata sudah dilakukan operasi katarak, tetapi gadis kecil ini mengalami nasib kurang beruntung karena saat dilakukan pemeriksaan, pendengarannya juga tidak berfungsi. Kini ia dibantu oleh alat bantu dengar, namun belum dilakukan terapi karena keterbatasan biaya.</p>
<p>&#8220;Ini kenapa imunisasi Measles Rubella sangat penting untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dan juga untuk ibu hamil. Karena penyakit campak dan rubella bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian,&#8221; sebutnya lagi.</p>
<p>Dia meminta masyarakat dan orangtua untuk tidak lagi menolak pemberian vaksin MR pada anaknya.</p>
<p>Pencapaian target lebih dari 95 persen diperlukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan melindungi kelompok umur yang tidak mendapatkan imunisasi tetapi rentan terhadap Campak dan Rubella seperti bayi, anak-anak dengan penyakit berat dan ibu hamil.</p>
<p>Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Solok masih 58,35 persen dari 108.880 anak rentang usia 9 bulan hingga 15 tahun yang harus mendapatkan vaksin.</p>
<p>Menurutnya, bahaya penyakit campak dan rubella berpengaruh besar terhadap Ibu dan anak seperti kerusakan jantung, dan cacat fisik saat lahir.</p>
<p>Pihaknya meminta masyarakat setempat agar ikut serta menyukseskan imunisasi atau pemberian vaksin campak dan rubella di daerah itu untuk menekan penyakit tersebut<strong>. (*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rubella-makan-korban-di-solok-satu-meninggal-dua-dirawat/">Rubella Makan Korban di Solok, Satu Meninggal, Dua Dirawat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realisasi Imunisasi MR Rubella di Sumbar Hanya 41,61 Persen, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/realisasi-imunisasi-mr-rubella-di-sumbar-hanya-4161-persen-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2019 10:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=28074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pada 2018, realisasi imunisasi MR Rubella di Sumatera Barat masih rendah yaitu 41,61 persen dari target vaksinasi 1,5 juta orang anak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/realisasi-imunisasi-mr-rubella-di-sumbar-hanya-4161-persen-ini-penyebabnya/">Realisasi Imunisasi MR Rubella di Sumbar Hanya 41,61 Persen, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Pada 2018, realisasi imunisasi MR Rubella di Sumatera Barat masih rendah yaitu 41,61 persen dari target vaksinasi 1,5 juta orang anak mulai usia 9 bulan sampai 15 tahun.</p>
<p>Kendala terbesar adalah unsur hukum dari vaksin yang dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) meski kemudian disebut dibolehkan karena alasan sebab kedaruratan.</p>
<p>&#8220;Kita memahami pentingnya imunisasi MR Rubella. Namun kita juga tidak boleh memaksa umat muslim yang tidak ingin anaknya diimunisasi dengan vaksin itu,&#8221; kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Selasa (8/1).</p>
<p>Menurutnya Pemprov Sumbar akan mengambil sikap yang sama pada kelanjutan imunisasi pada 2019 sehingga tidak bisa menargetkan hasil tertentu.</p>
<p>Meski demikian ia menyebut Pemprov Sumbar akan mendukung penuh upaya sosialisasi dan pemberian pemahaman secara medis kepada masyarakat terkait bahaya penyakit rubella yang bisa menyebabkan anak menderita cacat, agar mau mereka mau mengimunisasi anaknya.</p>
<p>Ketua MUI Sumbar Gurizal Gazahar menekankan bahwa fatwa yang telah dikeluarkan lembaga itu terkait vaksin imunisasi MR Rubella adalah bahwa unsur hukum dari vaksin MR itu haram, namun dibolehkan karena alasan sebab kedaruratan.</p>
<p>Kata &#8220;dibolehkan&#8221; itu ditafsirkan sebagai pilihan. Artinya tidak ada pemaksaan. Masyarakat boleh memilih mengimunisasi anaknya atau tidak.</p>
<p>&#8220;Hormati pilihan masyarakat itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Data Dinas Kesehatan Sumbar, realisasi imunisasi MR Rubella tertinggi di Sumbar pada 2018 adalah Mentawai dengan capaian 87,77 persen dan terendah Kota Bukittinggi 14,23 persen.</p>
<p>Kota Padang yang merupakan ibu kota provinsi realisasinya hanya 51,36 persen<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/realisasi-imunisasi-mr-rubella-di-sumbar-hanya-4161-persen-ini-penyebabnya/">Realisasi Imunisasi MR Rubella di Sumbar Hanya 41,61 Persen, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Padang Kejar Target Imunisasi MR Dengan Berbagai Langkah</title>
		<link>https://prokabar.com/padang-kejar-target-imunisasi-mr-dengan-berbagai-langkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2018 12:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[#mediacenter]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24872</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Hingga penghujung November ini capaian Imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Padang baru menyentuh angka 49,2 persen. Angka ini jauh dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/padang-kejar-target-imunisasi-mr-dengan-berbagai-langkah/">Padang Kejar Target Imunisasi MR Dengan Berbagai Langkah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Hingga penghujung November ini capaian Imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Padang baru menyentuh angka 49,2 persen. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan yakni 95 persen.</p>
<p>Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Padang Tutwiri Handayani dalam kegiatan desiminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang mengaku pihaknya berupaya mengejar pencapaian program hingga penghujung tahun.</p>
<p>“Ada sejumlah langkah yang akan kita lakukan, seperti minggu pertama Desember kita akan lakukan penyuluhan dan terfokus di Posyandu-posyandu, lalu minggu kedua kita akan kembali ke sekolah-sekolah karena saat itu anak-anak ada classmeeting.” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, pemerintah kota Padang juga telah mengeluarkan edaran adanya surat keterangan imunisasi sebagai salah satu syarat masuk sekolah. “Surat itu umum nya juga diminta sebagai syarat jika ada anak mau berpergian ke luar negeri.“ sambungnya.</p>
<p>Kemudian pihaknya juga menggandeng da’i dan penyuluh yang ada di Kota Padang, bersinergi dengan Forkopimda seperti Polresta, Kodim 0312/Padang, Kejari dan instansi terkait dengan masing-masing jajarannya. Lebih lanjut lagi juga melakukan penyuluhan secara berkelompok bagaimana menjelaskan kepada masyarakat bahwa pentingnya imunisasi MR bagi anak mulai berusia 9 bulan sampai 15 tahun.</p>
<p>Dinas Kesehatan mengharapkan semua unsur dan masyarakat dapat bersama-sama saling mendukung kegiatan imunisasi campak dan rubella sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatka kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.</p>
<p>&#8220;Anak-anak saat ini adalah aset bangsa dan kita berkewajiban menjadikan mereka sehat dan mencegah tertular penyakit campak dan rubella,&#8221; katanya.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, dari 227.851 jiwa sasaran imunisasi campak dan rubella hingga saat ini yang baru diimunisasi baru sebanyak 112.331 anak dengan rentang usia 9 bulan sampai 15 tahun.</p>
<p>Ia merinci dari 112.331 orang yang telah diimunisasi untuk tingkat SD sebanyak 51.504 jiwa, SMP 29.889 jiwa dan yang dilakukan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya sebanyak 30.938 jiwa.</p>
<p>Sementara jumlah anak yang belum diimunisasi untuk tingkat SD sebanyak 42.990 jiwa, SMP 17.085 dan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya 55.445 jiwa.</p>
<p>Sementara itu, Dokter Asmaniar Saleh, perwakilan UNICEF yang turut hadir menjelaskan belum maksimal cakupan imuniasai hanya menurunkan penularan tapi meningkatkan resiko Rubella pada anak yang lebih tua.</p>
<p>“Ada 18 konsultan UNICEF di sebar di sejumlah daerah. Padang dipilih karena populasi paling besar di Sumatera Barat, jika cakupan tinggi akan mendorong kabupaten lainnya juga. Selain itu dukungan pemerintah juga tinggi, Padang bisa jadi pionir“ terangnya. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/padang-kejar-target-imunisasi-mr-dengan-berbagai-langkah/">Padang Kejar Target Imunisasi MR Dengan Berbagai Langkah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberian Vaksin MR Di Padang Diperpanjang, Ayo Kita Sukseskan</title>
		<link>https://prokabar.com/pemberian-vaksin-mr-di-padang-diperpanjang-ayo-kita-sukseskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 14:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#mr]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berdasarkan instruksi dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kota Padang akhirnya memperpanjang pemberian vaksin rubella (vaksin MR) dan campak hingga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemberian-vaksin-mr-di-padang-diperpanjang-ayo-kita-sukseskan/">Pemberian Vaksin MR Di Padang Diperpanjang, Ayo Kita Sukseskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Berdasarkan instruksi dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kota Padang akhirnya memperpanjang pemberian vaksin rubella (vaksin MR) dan campak hingga 31 Oktober mendatang.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani mengatakan, pertimbangan Kemenkes melanjutkan pemberian vaksin rubella ini didasari masih rendahnya cakupan imunisasi rubella secara Nasional yang baru mencapai 48 persen lebih sedikit.</p>
<p>Saat ini, kata Feri Mulyani, Kota Padang menduduki posisi ke delapan capaian imunisasi rubella dari seluruh daerah Sumbar. &#8220;Perpanjangan waktu ini membuat kami optimis cakupan imunisasi rubella di Padang bisa tercapai,&#8221; katanya</p>
<p>Di Kota Padang, terdapat sebanyak 227.851 anak yang mesti mendapatkan imuninasi rubella dan campak. &#8220;Cakupan kita masih di bawah 35 persen. Kami akan berupaya maksimal sampai akhir Oktober nanti. Kami juga sudah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda. Seperti Polresta, Kodim hingga MUI,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak khawatir soal pertentangan halal dan haram vaksin rubella dan campak ini. Pasalnya, Kementrian Kesehatan maupun MUI Pusat sudah sepakat untuk melanjutkan pemberian vaksin rubella tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau anak tidak diimunisasi vaksin rubella, akan berdampak terhadap perkembangan anak. Bahkan bisa cacat seumur hidup,&#8221; sebut Feri.</p>
<p>Sebelumnya, Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Gentina yang ditemui Prokabar saat desiminasi informasi di Media Center, menjelaskan imunisasi vaksin MR penting sebagai pencegahan penularan campak dan rubella karena kedua penyakit tersebut belum dapat diobati secara menyeluruh melainkan hanya bersifat suportif.</p>
<p>&#8220;Vaksin campak itu untuk melindungi anak dari penyakit campak. Campak pada anak berbahaya bisa menyebabkan diare, ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk hingga kematian. Tapi kalau imunisasi rubella pada anak untuk memutus mata rantai virus supaya tidak tertular pada ibu hamil,&#8221; katanya, beberapa saat lalu.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan.</p>
<p>Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemberian-vaksin-mr-di-padang-diperpanjang-ayo-kita-sukseskan/">Pemberian Vaksin MR Di Padang Diperpanjang, Ayo Kita Sukseskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Cemas, BPOM Awasi Ketat Mutu dan Keamanan Vaksin MR</title>
		<link>https://prokabar.com/jangan-cemas-bpom-awasi-ketat-mutu-dan-keamanan-vaksin-mr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2018 22:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<category><![CDATA[#VaksinMR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18863</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan proses panjang terkait pengawasan obat dan makanan, termasuk vaksin Measles Rubella (MR). pengawasan baik prapemasaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jangan-cemas-bpom-awasi-ketat-mutu-dan-keamanan-vaksin-mr/">Jangan Cemas, BPOM Awasi Ketat Mutu dan Keamanan Vaksin MR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan proses panjang terkait pengawasan obat dan makanan, termasuk vaksin Measles Rubella (MR). pengawasan baik prapemasaran ataupun pascapemasaran dilakukan dengan sangat ketat, terkait keamanan dan kualitasnya.</p>
<p>Demikian disampaikan Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPPZA BPOM Reri Indriani pada diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) dengan tema &#8220;Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR&#8221;, Selasa (18/9) kemarin, di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.</p>
<p>“Peran BPOM dalam hal peredaran vaksin MR di Indonesia sesuai amanah yang diberikan yakni melakukan pengawasan obat dan makanan yang diproduksi dan diedarkan, sehingga tercapai visi negara, yakni di antaranya meningkatkan keamanan obat, kualitas, dan daya saing bangsa,” katanya.</p>
<p>Pengawasan, menurut Reri, dilakukan baik pada tahap prapemasaran dan pascapemasaran vaksin MR. Secara umum, sambung dia, ada sejumlah syarat umum yang harus dipenuhi oleh obat dan makanan, termasuk vaksin. “Harus dipenuhi standar persyaratan mutu, yang merujuk pada standar nasional dan internasional,” tuturnya.</p>
<p>Kemudian juga, Reri menambahkan, pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi, zat tambahan, dan stabilitasnya. Termasuk, sambung dia, terhadap informasi produk yang lengkap objektif dan jelas demi menjamin penggunaan obat yang rasional.</p>
<p>“Dalam hal ini termasuk juga informasi yang tertera pada label obat dan makanan,” katanya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Reri juga menyampaikan, vaksin MR juga sudah terdaftar dan memiliki izin edar sejak 2017. Pengawasan yang dilakukan, sambung dia, terkait khasiat keamanan dan mutu, sarana produksi, dan distribusi,</p>
<p>“Jadi dapat disimpulkan, BPOM mempunyai kewenangan terhadap pemberian jaminan keamanan dan mutu sebuah produk obat dan makanan termasuk vaksin. Untuk pengawasan terhadap vaksin MR, sudah dilakukan secara komprehensif,” katanya.</p>
<p>Salah satu sistem pengawasan mutu, menurut Reri, adalah bets rilis. Artinya, sambung dia, produk yang sudah diimpor sudah memiliki sertifikat kelulusan .</p>
<p>Selain itu, Reri mengatakan, BPOM juga melakukan pemantauan farmacofidilense atau pengecekkan efek samping obat. “BPOM juga terus berkomitmen untuk menghasilkan vaksin halal, dengan mendampingi industri obat untuk menghasilkan produk halal,” katanya.</p>
<p>Sementara itu terkait ketersediaan, Reri menjelaskan, BPOM mendorong komitmen ketersediaan vaksin dengan melakukan <em>fasttrack</em>atau registrasi cepat. (*/<b>hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jangan-cemas-bpom-awasi-ketat-mutu-dan-keamanan-vaksin-mr/">Jangan Cemas, BPOM Awasi Ketat Mutu dan Keamanan Vaksin MR</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Tertunda, Vaksinasi MR Dilaksanakan di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/sempat-tertunda-vaksinasi-mr-dilaksanakan-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 13:27:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Sempat tertunda, kampanye dan realisasi imunisasi Maesles dan Rubella (MR) akhirnya sah bakal dilaksanakan di Pasaman. Hal ini dipastikan usai rapat bersama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sempat-tertunda-vaksinasi-mr-dilaksanakan-di-pasaman/">Sempat Tertunda, Vaksinasi MR Dilaksanakan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Sempat tertunda, kampanye dan realisasi imunisasi Maesles dan Rubella (MR) akhirnya sah bakal dilaksanakan di Pasaman.</p>
<p>Hal ini dipastikan usai rapat bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Forkopimda, MUI Kabupaten Pasaman, camat, RSUD Lubuk Sikaping, ketua organisasi profesi kesehatan IDI, PPNI, IBI, hingga kepala Puskesmas se-Pasaman.</p>
<p>“Dari hasil rapat, hari ini kita akan kembali melakukan kampanye imunisasi MR sekaligus melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang sudah bersedia anaknya untuk di imunisasi”, ujar Amdarisman, Selasa (14/8).</p>
<p>Sejalan dengan itu kata Amdarisman, Dinas Kesehatan Pasaman akan terus melakukan pendekatan secara persuasif dan sosialisasi tentang manfaat dari vaksinasi MR, memberikan pemahaman, pengetahuan, penyuluhan, serta dampak bila tidak di imunisasi.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya, kegiatan ini sempat tertunda karena belum adanya sertifikasi halal dari MUI. Setelah hasil dan permasalahan ini selesai pada 8 Agustus lalu, maka itu kegiatan ini kembali dilanjutkan,&#8221; tutup Amdarisman. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sempat-tertunda-vaksinasi-mr-dilaksanakan-di-pasaman/">Sempat Tertunda, Vaksinasi MR Dilaksanakan di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bayi Penderita Rubella Itu Bernama Fadhilah</title>
		<link>https://prokabar.com/bayi-penderita-rubella-itu-bernama-fadhilah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2018 13:28:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#rubella]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=15190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Fadhilla Gusrianto merupakan anak pertama dari pasangan Agus Arianto (38) dan Musfitri Yuliani (32) warga Sampan, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bayi-penderita-rubella-itu-bernama-fadhilah/">Bayi Penderita Rubella Itu Bernama Fadhilah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Fadhilla Gusrianto merupakan anak pertama dari pasangan Agus Arianto (38) dan Musfitri Yuliani (32) warga Sampan, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar. Meski demikian, mereka tetap bersemangat dalam pengobatan Fadhila.</p>
<p>Musfitri berharap agar Fadhila bisa disembuhkan seperti anak – anak lainnya walau memakan waktu lama. “Ini adalah pengalaman buruk yang kami lalui. Dan kami berharap tidak ada yang mengalami nasip sama seperti Fadhila. Untuk itu kami mengimbau kepada ibu hamil untuk dijauhkan dari asap rokok. Kemana pun jangan lupa menggunakan masker, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.</p>
<p>Tepat 20 Juli 2018 kemaren, Fadhilah genap berusia tujuh bulan. Dia adalah bayi mungil manis, akan tetapi menderita positif Rubella CMV (Cytomegalovirus). Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. CMV adalah virus umum yang dapat menyebar luas dan menginfeksi siapa saja. Rubella CMF umumnya menyerang anak-anak dan remaja namun tidak kemungkinan pada ibu hamil.</p>
<p>“Fadhila terkena Rubella cmf sejak dalam kandungan. Namun selama dalam kadungan tidak ada kelainan dan masalah. Sama seperti ibu hamil lainnya, hamil 9 bulan dan sampai melahirkan Fadhila. Hanya saja berat Fadhila dibawah standar 2,2 kilo saja,” kata Musfitri Yuliani ketika ditemui Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di MTsN 1 Kota Pariaman, Rabu (1/8).</p>
<p>Ia menjelaskan, pada berusia dua bulan, saat menyusui tidak seperti bayi lainnya. “Penglihatan Fadhila menerawang dan diperiksa ke bidan desa lalu kemudian dirujuk ke RSUD Pariaman. Ternyata disana anak saya didiagnosa katarak bawaan lahir. Kemudian pihak RSUD pun membuat rujukan lebih lanjut ke RSU M.Djamil Padang,” ungkap Ibu muda itu.</p>
<p>“Fadhila menjalani cek labor mata untuk mengetahui lebih lanjut penyakit yang diderita. Satu minggu kemudian hasil keluar dan fadhila positif Rubella CMV. Ia harus konsultasi lebih serius ke dokter spesialis anak. Proses pengobatan masih berlanjut karena Fadhila mengalami jantung bocor dan pendengaran yang terganggu,” tambahnya.</p>
<p>Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rio Arisandi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan saat ini ada dua pasien yang masuk laporan terkait Rubella, namun hanya keluarga Fadhila yang membuka diri untuk dibantu pengobatannya. “Dan satu lagi memilih berobat sendiri, padahal Dinas Kesehatan akan selalu membantu pasien dalam hal pengobatan lebih lanjut agar pasien bisa disembuhkan,” Tutup Rio. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bayi-penderita-rubella-itu-bernama-fadhilah/">Bayi Penderita Rubella Itu Bernama Fadhilah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/124 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:53:00 by W3 Total Cache
-->