<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Rinuak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rinuak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rinuak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jul 2019 05:26:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Rinuak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rinuak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Ikan Rinuak Kini Sudah Rp10 Ribu Perkilo</title>
		<link>https://prokabar.com/harga-ikan-rinuak-kini-sudah-10-ribu-rupiah-perkilo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2019 05:26:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinertradisional]]></category>
		<category><![CDATA[#makananminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#Rinuak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar – Sejak air Danau Maninjau semakin bersih dan sehat, hasil tangkap nelayan semakin melimpah. Kelangkaan ikan endemik seperti rinuak dan Bada, kini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-ikan-rinuak-kini-sudah-10-ribu-rupiah-perkilo/">Harga Ikan Rinuak Kini Sudah Rp10 Ribu Perkilo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar –</strong> Sejak air Danau Maninjau semakin bersih dan sehat, hasil tangkap nelayan semakin melimpah. Kelangkaan ikan endemik seperti rinuak dan Bada, kini sudah melimpah dan murah di pasar-pasar tradisional. Untuk Ikan Rinuak satu kilonya, sudah dapat 15 ribu hingga 10 ribu rupiah. Hal tersebut membuat masyarakat senang dan sudah kembali menikmati ikan asli Danau sisa gunung vulkanik ribuan tahun lalu tersebut.</p>
<p>“Alhandulillah, kami sudah dapat berdagang dan menjual Ikan Rinuak ke pasar tradisional. Meski hanya sebagai pedagang kaki lima, namun setidaknya dengan menjual ikan endemik ini, sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami,” ungkap Linda, salah seorang pedagang ikan endemik di Pasar Ahad, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Minggu (7/7).</p>
<p>Sebelumnya lanjut Linda, Rinuak sempat langka di saat Pasca Tubo Belerang melanda Danau Maninjau. Yakni pada tahun 2016 hingga 2017 lalu. “Harga ikan tersebut mencapai 100 ribu rupiah, itupun bila ada nelayan yang menemukannya,” ujarnya. Sejak pertengah 2018, air danau mulai pulih dan normal. Seiring waktu, Rinuak dan Bada kembali bermunculan, hingga kembali melimpah saat ini.</p>
<p>Untuk Ikan Bada saat ini mencapai 60 ribu rupiah perkilo. Pada saat tubo dulu, ikan ini mencapai harga 150 ribu rupiah perkilo. Sedangkan untuk Penci telah dikupas, 5 ribu rupiah satu liter, sebelumnya mencapai 30 ribu rupiah perliter. “Kami senang air danau sehat dan hasil tangkap nelayan melimpah ruah. Dan kami berharap kondisi ini tetap bertahan untuk seterusnya,” pungkas Linda. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-ikan-rinuak-kini-sudah-10-ribu-rupiah-perkilo/">Harga Ikan Rinuak Kini Sudah Rp10 Ribu Perkilo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Baik Dari Danau Maninjau, Rinuk Dan Pensi Mulai Melimpah</title>
		<link>https://prokabar.com/kabar-baik-dari-danau-maninjau-rinuk-dan-pensi-mulai-melimpah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2019 12:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pensi]]></category>
		<category><![CDATA[#Rinuak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27913</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Danau Maninjau mulai pulih. Pasalnya pasca mulai sadarnya masyarakat terhadap kerusakan tersebut akibat keramba jaring apung memicu naiknya tubo belerang ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabar-baik-dari-danau-maninjau-rinuk-dan-pensi-mulai-melimpah/">Kabar Baik Dari Danau Maninjau, Rinuk Dan Pensi Mulai Melimpah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Danau Maninjau mulai pulih. Pasalnya pasca mulai sadarnya masyarakat terhadap kerusakan tersebut akibat keramba jaring apung memicu naiknya tubo belerang ke permukaan. Kondisi tersebut dibuktikan semakin banyaknya hasil tangkapan nelayan disertai mulai murahnya harga ikan endemik khas Danau Maninjau tersebut.</p>
<p>Menurut Sukri (60), salah seorang pedagang Ikan Rinuaik dan Ikan Nila mengatakan sejak beberapa bulan belakangan ini, hasil tangkapan nelayan mulai melimpah. Terutama ikan Rinuak, Bada dan Pensi. Ikan asli Danau Maninjau tersebut tidak lagi langka. Bahkan harga ikan itu sangat mahal, sekarang bertahap mulai terjangkau dari semua pihak.</p>
<p>Hal tersebut dibenarkan Engli (35), pedagang ikan Nila, Pensi, Rinuak dan Bada Khas Danau Maninjau lainnya. Harga ikan Nila terbilang stabil meski Danau Maninjau dilanda bencana tubo belerang. Berbeda dengan ikan Rinuak, Bada dan Pensi. Sempat hilang selama setahun lebih akibat kondisi Danau Maninjau yang sangat parah beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Ikan Rinuak saat langka beberapa waktu lalu mencapai harga Rp80 ribu perkilo. Sekarang sudah dapat dibeli masyarakat seharga Rp30 ribu rupiah perkilo. Pensi pernah mencapai harga Rp60 ribu perkilo, namun sekarang sudah turun menjadi Rp40 ribu perkilo,&#8221; terang Engli.</p>
<p>Ikan Nila lanjutnya, memang pernah mencapai harga Rp30 rupiah, tapi sekarang sudah turun menjadi Rp25 ribu perkilo. Meski demikian tidak terlalu menjadi perihal sekali dari masyakat. &#8220;Ikan Endemik asli Danau Maninjau menjadi santapan konsumsi wajib masyarakat salingka danau. Selain memiliki gizi atau kandungan protein tinggi, ikan ini hanya ada di Danau Kawasan Geopark Nasional Sumatra Barat,&#8221; pungkasnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kabar-baik-dari-danau-maninjau-rinuk-dan-pensi-mulai-melimpah/">Kabar Baik Dari Danau Maninjau, Rinuk Dan Pensi Mulai Melimpah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Harapan Pencari Rinuk Di Danau Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-harapan-pencari-rinuk-di-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2018 02:33:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#feture]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#Rinuak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20869</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar — Matahari terlihat cerah menyinari Danau Maninjau. Saat itu, Selasa siang (9/10), sejumlah nelayan sudah mulai mencari penghidupan dengan memburu hewan endemik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-harapan-pencari-rinuk-di-danau-maninjau/">Ini Harapan Pencari Rinuk Di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung Raya,</strong> <strong>Prokabar — </strong>Matahari terlihat cerah menyinari Danau Maninjau. Saat itu, Selasa siang (9/10), sejumlah nelayan sudah mulai mencari penghidupan dengan memburu hewan endemik yang masih tersisa di danau seluas 99,5 km tersebut. Dan Pensi dan Rinuak sudah kembali bermunculan, dimungkinkan kondisi danau sudah mulai kembali normal.</p>
<p>Di sekitar lokasi konservasi LIPI dan Pusat Penelitian Limnologi, Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, terlihat seorang ibu hamil asik mencari Rinuak, di tepi danau. Rinua adalah ikan kecil dan khas yang hanya ada Danau Maninjau.</p>
<p>&#8220;Nak kamambali rinuak pak (mau membeli rinuk pak),&#8221; Wanita itu menyapa dan menawarkan hasil tangkapannya kepada prokabar.com saat menghampirinya.</p>
<p>Wanita itu bernama Rosdayanti (37). Ia bersama suaminya Abdi (35) dan anak laki-lakinya Fauzan Nur Rahman (4) mencoba menggais rezeki ke danau pagi itu. &#8220;Alhamdulillah, kami berhasil menangkap rinuak sekitar 1 kg. Bila bapak berkenan, kami akan menjualnya. Setidaknya, ini sudah dapat pengganjal perut kami untuk saat ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, sempat 2 tahun lalu Ikan Rinuak hilang dari peredaran, akibat racun tubo belerang sering melanda danau. &#8220;Kami kesulitan mencari rezki karena hanya ini kemampuan yang kami miliki. Kata banyak orang, pemicu utamanya adalah keramba jaring apung serta makanan ikan pelet bertumpuk di dasar danau,&#8221; terang Yanti.</p>
<p>Abdi menambahkan, parahnya ikan yang mati atau bangkai ikan terkena tubo belerang, dibuang begitu saja oleh pemiliknya. &#8220;Bangkai ikan bertebaran di tengah danau, memperparah kerusakan danau kami,&#8221; kata Abdi.</p>
<p>Kami berharap lanjut pria kurus tinggi tersebut. Danau ini, bebas dari pencemaran dari berbagai zat kimia atau faktor lainnya. &#8220;Kami sangat berharap agar danau ini kembali bersih dan jernih, sehingga kami rakyat kecil ini dapat kembali hidup sehat dan bahagia. Karena kehidupan kami hanya tertumpang di danau ini,&#8221; tutupnya (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-harapan-pencari-rinuk-di-danau-maninjau/">Ini Harapan Pencari Rinuk Di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hmm, Renyahnya Rinuak Danau Maninjau di Sentra Kuliner Nagari Gasan</title>
		<link>https://prokabar.com/hmm-renyahnya-rinuak-danau-maninjau-di-sentra-kuliner-nagari-gasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 10:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#Rinuak]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=7002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Berwisata ke Danau Maninjau, tak lengkap rasanya jika tak singgah di Perkampungan Kuliner Nagari Gasan, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hmm-renyahnya-rinuak-danau-maninjau-di-sentra-kuliner-nagari-gasan/">Hmm, Renyahnya Rinuak Danau Maninjau di Sentra Kuliner Nagari Gasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar –</strong> Berwisata ke Danau Maninjau, tak lengkap rasanya jika tak singgah di Perkampungan Kuliner Nagari Gasan, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat. Berbagai penganan ikan khas Danau Maninjau di jual di sini.</p>
<p>Di sini terdapat 25 orang pedagang yang berjualan di sepanjang tepi jalan. Indahnya pemandangan sekitar  danau terindah di Pulau Sumatera ini makin terasa aduhai,  sembari menikmati renyahnya aneka olahan rinuak. Ikan khas danau Maninjau ini  tak dapat dijumpai di daerah lain, karena hanya ada di sini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7014" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-1024x576.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rinuak dijual dalam berbagai penganan ringan yang enak, ada rinuak goreng, palai rinuak, sala rinuak dan olahan lainnya.  Selain rinuak, olahan hasil danau Danau Maninjau lainnya juga dijual di sini,  mulai dari salai ikan bada danau, pensi, salai ikan nila hasil keramba, udang,  lopter, serta salai Ikan Sarokon.</p>
<p>Suryani (48), salah seorang pedagang setempat menyebutkan,  sudah 3 tahun berjualan disekitar Masjid Raya Al Ikhsan Nagari Gasan. Sebelumnya, ia berjualan dari pasar ke pasar tradisional. Sejak memiliki lokasi tetap ini, pendapatannya menjadi stabil. Hasilnya bisa membantu penghasilan suami.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-7013" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-1024x576.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Hal sama diutarakan Nina Maria (33). Penjualan perharinya mencapai Rp 100 ribu. Di hari libur dan lebaran, penghasilan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta.</p>
<p>Sedangkan bahan baku didapat dari pembuat ikan salai yang dijualkan ke pedagang enceran, seperti mereka. Ikan salai bada dibeli dari penyedia sekitar Rp 250 ribu.  Dijual lagi ke wisatawan dari Rp260 ribu hingga Rp300 ribu rupiah. Untuk rinuak goreng, 1 ons dijual  Rp30 ribu. Salai nila dijual Rp150 ribu  perkilo, palai rinuak di jual Rp2.500 / bungkus. Sedangkan rakik rinuak dijual Rp10 ribu/ bungkus.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-7004" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-1024x576.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Hmmm&#8230; Para Pengunjung yang berkesempatan ke Danau Maninjau, jangan lupa singgah ke Kampung Kuliner Nagari Gasan ini ya. Selain gurih dan renyah, ikan yang hanya ada di Danau Maninjau tersebut bisa jadi kenangan tersendiri bagi penyantapnya.<strong> (rud)</strong></p>
<p>Berikut Foto Selengkapnya :</p>

<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/4-3-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/4-3-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/4-3-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/4-3-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/4-3.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/5-4.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/16.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/15.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/13-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/13-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/13-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/13-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/13.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/12-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/12-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/12-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/12-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/12.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/6-2-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/6-2-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/6-2-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/6-2-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/6-2.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/7-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/7-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/7-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/7-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/7.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/9-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/9-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/9-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/9-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/9.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/10-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/10-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/10-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/10-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/10.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />
<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/11-1024x576.jpeg" class="attachment-large size-large" alt="" link="none" size="large" type="slideshow" ids="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" orderby="post__in" include="7003,7004,7014,7013,7011,7010,7005,7006,7007,7008,7009" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/11-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/11-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/11-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/11.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />

<p>The post <a href="https://prokabar.com/hmm-renyahnya-rinuak-danau-maninjau-di-sentra-kuliner-nagari-gasan/">Hmm, Renyahnya Rinuak Danau Maninjau di Sentra Kuliner Nagari Gasan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/149 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/21 queries in 0.411 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:04:07 by W3 Total Cache
-->