<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#rasunasaid Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rasunasaid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rasunasaid/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Apr 2024 15:38:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#rasunasaid Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rasunasaid/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Segera Miliki, Novel &#8220;Rasuna Said Singa Podium&#8221; Sudah Terbit</title>
		<link>https://prokabar.com/segera-miliki-novel-rasuna-said-singa-podium-sudah-terbit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 15:38:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=119463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Novel Biografi H.R Rasuna Said, Singa Podium (RepublikaPenerbit, 2024) sudah selesai cetak dan segera menemui pembaca. Novel Biografi kelima karya Khairul...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/segera-miliki-novel-rasuna-said-singa-podium-sudah-terbit/">Segera Miliki, Novel &#8220;Rasuna Said Singa Podium&#8221; Sudah Terbit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Novel Biografi H.R Rasuna Said, Singa Podium (RepublikaPenerbit, 2024) sudah selesai cetak dan segera menemui pembaca. Novel Biografi kelima karya Khairul Jasmi ini patut dimiliki dan dibaca untuk keluarga di Indonesia, agar sejarah tidak lesap begitu saja ditelan zaman. Apalagi kisah Rangkayo Rasuna Said, Singa Podium dari Ranahminang, perempuan yang berani melawan kolonialisme.</p>
<p>Rasuna Said, bukanlah sekadar nama jalan. Ada sejarah yang perlu diungkapkan kepada generasi ke generasi. Seorang perempuan yang berjuang untuk membela kaumnya. Sejak menjadi siswi Diniyyah Puteri, sekolah khusus perempuan pertama di Nusantara yang didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah, Rasuna adalah murid yang paling menonjol dalam kemampuan berpidato.</p>
<p>Bila dia sudah buka suara, maka semua orang akan terpukau dan terpaku di posisinya hingga gadis itu selesai bicara. Ia pun dikenal sebagai Singa Podium. Perjuangan Rasuna Said yang tak surut meski harus berpisah dengan suami dan anaknya, dihormati Soekarno dan disanjung Bung Tomo serta para nasionalis. Nama Pahlawan Nasional ini, harum dan dikenang sepanjang masa.</p>
<p>Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Khairul Jasmi (KJ) merupakan penulis produktif novel sejarah yang memiliki kekuatan narasi sastrawi dan kaya data sejarah. Hal ini karena ia seorang wartawan penerima anugrah bergengsi bidang tulis menulis, Anugrah Adinegoro 2003 dan jebolan Pendidikan Ilmu Sejarah, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang, kini UNP.</p>
<p>Semangat sejarah membuat KJ kian produktif menyampaikan kisah-kisah berharga untuk generasi sekarang dalam versi novel. Wartawan Utama ini telah merilis novel biografi ulama-ulama besar Minangkabau; Inyiak Sang Pejuang, Syekh Sulaiman Arrasuli (Republika, 2020), Perempuan yang Mendahului Zaman, Syekhah Rahmah el Yunusiyyah, Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia, Diniyyah Puteri (Republika, 2020), Syekh Ibrahim Musa Parabek, Sang Ulama Penggerak (Republika, 2022), Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, Guru Para Ulama Indonesia (Republika, 2023) dan Rasuna Said Singa Podiun (Republika 2024).</p>
<p>&#8220;Sebagai salah seorang pembaca naskah-naskah novel ini sebelum diterbitkan, saya merekomendasikan agar di rumah kita ada novel-novel karya Khairul Jasmi. Bacaan yang layak bagi semua, yang menyadarkan pentingnya keadaan sekarang kita syukuri dibanding pada masa lalu yang perih dan rumit. Kesadaran itu diharapkan dapat membangun daya juang untuk lebih baik,&#8221; ujar Abdullah Khusairi, dosen Literasi Media pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Imam Bonjol Padang. <strong>(Rls)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/segera-miliki-novel-rasuna-said-singa-podium-sudah-terbit/">Segera Miliki, Novel &#8220;Rasuna Said Singa Podium&#8221; Sudah Terbit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Novel &#8220;Singa Podium Rasuna Said&#8221; Segera Diluncurkan</title>
		<link>https://prokabar.com/novel-singa-podium-rasuna-said-segera-diluncurkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2024 05:14:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#KhairulJasmi]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118435</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Khairul Jasmi (KJ) penulis produktif novel sejarah, kembali mengeluarkan novel baru, kali ini, Rasuna Said Singa Podium (RepublikaPenerbit, 2024). Kisah heroik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/novel-singa-podium-rasuna-said-segera-diluncurkan/">Novel &#8220;Singa Podium Rasuna Said&#8221; Segera Diluncurkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Khairul Jasmi (KJ) penulis produktif novel sejarah, kembali mengeluarkan novel baru, kali ini, Rasuna Said Singa Podium (RepublikaPenerbit, 2024). Kisah heroik perempuan asal Maninjau, ini ditulis dengan kekuatan narasi sastrawi yang dimiliki KJ.</p>
<p>Novel ini diharapkan dapat mengikuti sukses novel-novel biografi tokoh sebelumnya, yang pernah ditulis penerima Anugrah Adinegoro 2003 ini.</p>
<p>Kisah Pahlawan Nasional HR. Rasuna Said yang lahir di Maninjau, 14 September 1910 dan wafat di Jakarta 2 November 1975, bukanlah kisah kaleng-kaleng. Namun kisahnya, masih tersembunyi di halaman-halaman buku sejarah dan dikenang ketika memperingati hari wafat dan hari lahirnya, lebih dari itu publik hanya mengenal sebagai nama jalan nasional di setiap kota di Indonesia.</p>
<p>Jauh sebelum kebebasan berpendapat diperjuangkan, Rasuna Said sudah berurusan soal ini. Ditangkap karena terlalu berani, pada masanya, berorasi dengan nada melawan penindasan. Perempuan cerdas dan berani, ini dianggap bahaya, melanggar aturan berbicara di depan umum.</p>
<p>Juru bicara PMI, dimasukkan ke dalam tahanan preventif di Pajakoemboeh karena pelanggaran berbicara, begitulah dikabarkan oleh koran Sumatra Bode, (Rabu 30 November 1932).</p>
<p>Seperti dikutip dari novel ini, dua ribu massa itu, terperanjat. Lalu terdiam. Mencekam. Belum pernah terjadi sepanjang sejarah, polisi mengepung pentas, tempat seorang nyonya muda berusia 22 tahun, lalu mengepung dan memborgolnya. Lidahnya mesti digunting, kakinya mesti diikat, ia harus diusir dari kampungnya, karena pidatonya bisa meruntuhkan tembok kolonial.</p>
<p>Dua ribu massa, yang 90 persen adalah perempuan kota dan desa, kini sudah tak diam. Mereka berteriak, berombak, menggulung, suara mereka lengking,</p>
<p>“Rangkayo Rasuna Said, kami bersamamu.” Rasuna, perempuan singa podium itu, beberapa menit lalu telah menyiramkan bensin pergerakan. Sudah diiterupsi berkali-kali oleh polisi Belanda, kini tak bisa lagi. Tangkap!<br />
“Rangkayo&#8230; Rangkayo&#8230;.,” suara itu bagai kors dan Rangkayio Rasuna Said digiring menyibak massa.</p>
<p>Ia dibawa pergi. Ini, Selasa 29 November 1932 Rangkayo Rasuna Said ditangkap pada siang yang garang.</p>
<p>Rasuna Said adalah tokoh perempuan yang menyadarkan kaumnya; majukan perempuan dengan pendidikan agar mereka merdeka. Sebagaimana novel-novel KJ sebelumnya, kisah-kisah perjuangan pendidikan merupakan sebuah gerakan membangkitkan kesadaran atas kemajuan zaman. Memang belum ada teori lain, perubahan sosial umumnya terjadi karena pendidikan.</p>
<p>Semangat sejarah dan kesadaran tersebut membuat KJ kian produktif menyampaikan kisah-kisah berharga untuk generasi sekarang dalam versi novel. Wartawan Utama ini telah merilis novel biografi ulama-ulama besar Minangkabau; Inyiak Sang Pejuang, Syekh Sulaiman Arrasuli (Republika, 2020), Perempuan yang Mendahului Zaman, Syekhah Rahmah el Yunusiyyah, Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Indonesia, Diniyyah Puteri (Republika, 2020), Syekh Ibrahim Musa Parabek, Sang Ulama Penggerak (Republika, 2022), Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, Guru Para Ulama Indonesia (Republika, 2023) dan Rasuna Said Singa Podiun (Republika 2024).</p>
<p>&#8220;Sebagai salah seorang pembaca naskah-naskah novel ini sebelum diterbitkan, saya merekomendasikan agar di rumah kita ada novel-novel karya Khairul Jasmi. Bacaan yang layak bagi semua, menyadarkan pentingnya keadaan sekarang kita syukuri dibanding pada masa lalu, terus berjuang untuk lebih baik dari waktu ke waktu,&#8221; ujar Abdullah Khusairi, dosen Literasi Media pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Imam Bonjol Padang. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/novel-singa-podium-rasuna-said-segera-diluncurkan/">Novel &#8220;Singa Podium Rasuna Said&#8221; Segera Diluncurkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YHLI Akan Gelar Festival HR Rasuna Said di Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/yhli-akan-gelar-festival-hr-rasuna-said-di-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2021 15:53:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) mewacanakan kegiatan Festival Hajjah Rangkayo Rasuna Said pada November 2021 mendatang. Memulai langkah awal dengan membentuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yhli-akan-gelar-festival-hr-rasuna-said-di-maninjau/">YHLI Akan Gelar Festival HR Rasuna Said di Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) mewacanakan kegiatan Festival Hajjah Rangkayo Rasuna Said pada November 2021 mendatang. Memulai langkah awal dengan membentuk struktur kepanitian dengan sejumlah pihak terkait.</p>
<p>Ketua Umum Festival Rasuna Said, Ardedi Tanjung mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mengangkat kembali Pahlawan Nasional HR Rasuna Said sebagai tokoh pejuang kemerdekaan RI asal Maninjau, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Anak cucu kita saat ini kebanyakan sudah sangat lemah dan tidak mengetahui lagi dengan Pahlawan Wanita Minang ini. Wanita berjulukan Singa Betina dari Sumatera Barat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Festival juga bertujuan mencerdaskan generasi muda yang tidak mengetahui Pahlawan Nasional HR Rasuna said ini. &#8220;Kita berencana melaksanakan kegiatan pada November 2021 nanti. Sekaligus dalam rangka menyambut hari Pahlawan Nasional. Kita juga mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf RI,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ardedi Tanjung juga minta dukungan setiap kepala daerah di Sumbar untuk mensosialisasikan acara ini. Melalui spanduk atau banner di daerahnya. &#8220;Rencananya akan digelar festival se tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dengan judul HR Rasuna Said Festival Mambangkik Batang Tarandam,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Terdapat beberapa item acara, yaitu menyantuni 100 orang anak yatim, Janda dan orang tua Se Tanjung Raya. Festival Tambua se Sumbar, Maninjau Maraton, Bujang Sambilan Fun Bike, Open Turnamen Voli Ball se Sumbar, lomba karya tulis HR Rasuna Said, Pacu Biduak Tradisional hingga fashion show.</p>
<p>&#8220;Khusus Lomba Pacu Biduak Ketek nantinya digelar untuk warga se Tanjung Raya. Jika kita bersama-sama ikut serta mensukseskannya, Insyaallah bisa terlaksana dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua YHLI ini akan mencarikan dana ke seluruh lembaga, organisasi atau instansi yang ada di Sumatera Barat. Termasuk ke sejumlah perusahaan BUMN. &#8220;Insyaallah akan kita maksimalkan jaringan ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Pelaksanaan festival akan dilakukan tetap dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. &#8220;Seiring dengan masa pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini, untung-untung di November 2021 nanti sudah dapat melaksanakan kegiatan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, Waka Polsek Tanjung Raya, Iptu Akhiruddin mengapresiasi YHLI dengan adanya acara Festival ini. Namun karena saat ini masih pandemi Covid-19, apalagi masih dalam kondisi pandemi Covid-19 maka belum bisa memastikan keberlangsungan kegiatan.</p>
<p>&#8220;Jika di suatu daerah berstatus zona merah, maka segala kegiatan tidak boleh dilakukan. Akan tetapi jika sudah zona hijau dan kuning, bisa dilakukan dengan syarat mengacu pada standar protokol kesehatan. Kita berharap pandemi Covid-19 habis, agar pelaksanaan festival bisa terlaksana,&#8221; terangnya.</p>
<p>Walinagari Maninjau, Alfian turut berterimakasih atas rencana pelaksanaan festival ini. Karena sudah mengangkat Pahlawan Nasional asal Nagari Maninjau. Secara tidak langsung telah membantu program pemerintahan.</p>
<p>&#8220;Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini bisa mengangkat nama HR Rasuna Said,&#8221; tutupnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yhli-akan-gelar-festival-hr-rasuna-said-di-maninjau/">YHLI Akan Gelar Festival HR Rasuna Said di Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</title>
		<link>https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 02:55:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>
<p>Namun hampir semua generasi muda saat ini melupakan perjuangan, sejarah dan asal Bundo Kanduang ini. Termasuk rumah kebesaran dimana ia dibesarkan dan hidup dari kalangan bangsawan dan ulama.</p>
<p>Ia anak dari Muhammad Said dan Syamsiah. Memiliki rumah kayu dua tingkat dan masih berdiri kokoh di Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Rumah tersebut sudah menjadi Bangunan Cagar Budaya Pemerintah Kabupaten Agam.</p>
<p>Menurut Miftahuddin (50), tokoh masyarakat setempat mengatakan bangunan itu sudah berulangkali dimanfaatkan masyarakat, pasca kepindahan keluarga besar almarhum Rasuna Said ke Jakarta.</p>
<p>&#8220;Sejak keluarga besar Rasuna Said pergi meninggalkan kampung halaman, bangunan bersejarah pahlawan nasional itu sempat dijadikan Asrama Tsanawiyah, Sekolah Taman Kanak-kanak Rasuna Said dan kantor Koperasi BMT Nagari Maninjau,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bangunan ini juga pernah mendapatkan rehap dari bantuan CSR PT. Garuda Indonesia. Cat Ulang, menukar papan di lantai dua serta perbaikan tonggak dan tangga.</p>
<p>Bangunan tua itu dibangun 1917 oleh Muhammad Said, salah seorang ulama dan bangsawan di sana. Beliau juga sempat berjuang dengan Haji Abdulkarim Amrullah (ayah Hamka).</p>
<p>Saat ini katanya, lantai satu bangunan itu dijadikan sarana ibadah atau Mushalla. Meski sudah dijadikan cagar budaya, pihak keluarga dan masyarakat setempat tidak mau diambil alih sebagai aset pemerintah daerah. &#8220;Kami bersama keluarga besar Rasuna Said memang merencanakan menjadikannya museum kepahlawanan Ibunda kami. Pihak keluarga sedang mengumpulkan barang-barang berharga milik Rasuna Said. Sebagai Memorial nilai-nilai kepahlawanan Ibunda Kami,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Yusna Wirson salah satu keluarga terdekat dari anak kemenakan Rasuna Said mengatakan ia adalah wanita minang pertama yang berjuang dalam ranah politik di tanah air. Sikap dan orasinya yang tegas dan keras terhadap Belanda, sempat dicebloskan dalam penjara. Akibat, 1932 ia dijatuhi hukuman pembuangan dan dimasukan ke penjara wanita &#8220;Bulu&#8221; selama 13 bulan di Semarang.</p>
<p>Rasuna Said mengecap pendidikan pertama di Sekolah Desa Maninjau. Dan berlanjut ke Diniyah School Putri Padang Panjang. Dimasa itu, kegiatan politik dikalangan guru sangat kental. Sebagai bentuk pergerakan perlawanan terhadap penjajahan. Termasuk Inyiak Rasul atau Haka (Haji Abdulkarim Amrullah), salah satu tokoh ulama dan guru pelopor Islam Pembaharuan di Ranah Minang.</p>
<p>Rasuna Said juga sering belajar mengaji kepada Haka sebagai guru terbaik di Diniyah School Padang Panjang. Dari pengajian tersebut ia memperoleh berbagai ilmu pengetahuan agama dan pergerakan Islam Modern. Ia juga mengikuti pendidikan Meisjes School atau pekerjaan rumah tangga.</p>
<p>Pada tahun 1926, Padang Panjang mengalami gempa hebat dan merusak gedung Diniayah School Putri. Ia akhirnya terpaksa pindah ke Sekolah Thawalib Padang Panjang. Di sini ia sempat menjadi sekretaris Perkumpulan Serikat Rakyat yang kemudian menjadi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). Suatu organisasi menghimpun kekuatan melawan Belanda.</p>
<p>1930, &#8220;Sumatra Thawalib&#8221;, merupakan organisasi tempat ia melanjutkan pendidikan berubah menjadi &#8220;Persatuan Muslimin Indonesia&#8221; atau PMI atau Permi dan sampai menjabat sebagai pengurus besar Permi. Ia terpaksa mundur dari PSII dan tetap bergabung di Permi, karena aturan tidak diperbolehkannya rangkap organisasi atau bergabung diorganisasi lain.</p>
<p>1932, Rasuna Said ditangkap dan dijebloskan ke penjara bersama tokoh-tokoh Permi lainnya. Seperti Mokhtar Lutfi, H. Jalaluddin Taib, dan Ilyas Yakob. Ketiga tokoh besar ini dibuang ke Boven Digun Irian Barat (Irian Jaya). Sedangkan Ia sendiri dijebloskan ke penjara wanita, &#8220;Bulu&#8221; di Semarang.</p>
<p>Selepas keluar dari penjara, Ibu satu anak ini bergabung ke Islam College, salah satu Akademi Islam di Padang. Dan Ia dipercaya memimpin majalah sekolah bernama “Raya”. Tidak lama kemudian, ia pindah ke Medan dan memimpin mingguan bernama “Menara Putri”, terkenal dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu”. Di samping perjuangan di bidang politik, ia sempat membina perguruan putri.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada masa penjajahan Jepang, Ia kembali ke Padang dan berjuang bersama Khatib Sulaiman mendirikan organisasi pemuda Sumatra Barat dengan nama “Pemuda Nippon Raya” bertujuan membina bibit perjuangan kemerdekaan. Gerakan ini diketahui Jepang dan menangkap kedua pejuang ini dan akhirnya dilepas kembali.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Rasuna Said dan Khatib Sulaiman pun kembali aktif mendirikan barisan Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi binaan tentara Jepang yang membentuk Giyu Gun atau tentara sukarela. Laskar ini menjadi sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia atau TNI.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Setelah Kemerdekaan RI, Rasuna Said menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatra Barat. Kemudian berturut-turut menjadi anggota KNIP, DPR-RIS dan DPRS. 1959 wanita minang ini diangkat menjadi Anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung). Akibat kangker darah yang dideritanya, Rasuna Said meninggal 2 November 1965 di Jakarta. Ia dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Melalui SK Presiden Nomor 084/TK/Tahun 1974 diangkat menjadi Pahlawan Nasional. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/92 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.395 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:49:45 by W3 Total Cache
-->