<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#raflesia Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/raflesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/raflesia/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2020 00:47:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#raflesia Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/raflesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rafflesia tuan-mudae Kembali Mekar Di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/rafflesia-tuan-mudae-kembali-mekar-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2020 00:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#raflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baringin, Prokabar — Rafflesia tuan-mudae yang sempat mekar di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini kembali mekar di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rafflesia-tuan-mudae-kembali-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Kembali Mekar Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Baringin, Prokabar —</strong> Rafflesia tuan-mudae yang sempat mekar di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini kembali mekar di sekitar lokasi yang sama. Hal itu diketahui Tim BKSDA Resor Agam, saat melaksanakan patroli rutin, Kamis (12/11).</p>
<p>Bunga tersebut terpantau mekar sempurna dengan diameter 62,3 sentimeter, tumbuh diantara hutan belantara kawasan yang terlindungi. Selain itu di lokasi saat ini juga terdapat 7 knop atau bonggol lagi. Dan satu knop akan mekar sempurna dalam waktu seminggu kedepan.</p>
<p>Sebelumnya, 1 januari 2020 lalu, dilokasi itu juga mekar bunga tersebut dengan diameter mencapai 111 sentimeter, dan merupakan bunga rafflesia terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan.</p>
<p>Keberadaan bunga langka di lokasi itu diketahui pertamakali pada Oktober tahun 2017 lalu dari masyarakat setempat dilaporkan ke BKSDA. Hingga saat ini perkembangannya terus dipantau dan dimonitor Tim Penjaga dan Pemelihara Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau tersebut.</p>
<p>&#8220;Spesies Rafflesia tuan-mudae ini hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Perbedaan yang mencolok ada pada morfologi atau fisik, antara jenis rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau dengan rafflesia arnoldii,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam, Kamis (12/11).</p>
<p>Menurutnya, Perbedaan terlihat pada warna kelopak (perigon), Rafflesia arnoldii lebih ke oranye sedangkan spesies tuan-mudae ke arah merah maron. &#8220;Lalu, perbedaannya juga dapat dilihat dari pola putih atau bercak pada kelopak. Arnoldi bercaknya ganda (besar dan kecil), sementara tuan-mudae, tunggal,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, bercak pada Arnoldi juga lebih besar dan jarak antara satu bercak dengan yang lainnya juga agak berjauhan jika dibandingkan dengan jenis tuan-mudae.</p>
<p>&#8220;Di dunia, saat ini ada 31 jenis tumbuhan Rafflesia. 15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera. Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Serawak, Malaysia,&#8221; imbuh Ade.</p>
<p>Bunga ini hanya mekar dalam jangka waktu 7-10 hari, setelah itu akan melewati fase layu dan membusuk. &#8220;Bunga rafflesia merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia, sehingga keberadaannya terus dipantau dan dijaga untuk tetap lestari,&#8221; tutup Kepala BKSDA Resor Agam tersebut. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rafflesia-tuan-mudae-kembali-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Kembali Mekar Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rafflesia Arnoldi Ramai Dikunjungi, BKSDA Pasang Petunjuk Arah</title>
		<link>https://prokabar.com/rafflesia-arnoldi-ramai-dikunjungi-bksda-pasang-petunjuk-arah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 00:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesiaarnolodi]]></category>
		<category><![CDATA[#raflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Rafflesia Arnoldi yang tumbuh subur di dekat perkebunan masyarakat Data Sungai Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, semakin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rafflesia-arnoldi-ramai-dikunjungi-bksda-pasang-petunjuk-arah/">Rafflesia Arnoldi Ramai Dikunjungi, BKSDA Pasang Petunjuk Arah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Rafflesia Arnoldi yang tumbuh subur di dekat perkebunan masyarakat Data Sungai Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, semakin ramai dikunjungi. Dalam hal tersebut, BKSDA Resor Agam memasang rambu-rambu petunjuk arah dan aturan yang berlaku, Sabtu (11/1).</p>
<p>Pemasangan tanda atau rambu-rambu itu diharapkan memberi edukasi sekaligus aturan bagi pengunjung. &#8220;Sebelumnya, Walinagari Paninjauan bersama jajarannya telah memasang pagar pembatas sementara. Hal itu membuat kami senang. Agar lebih melengkapi, kita harus melengkapinya dengan tanda atau rambu-rambu petunjuk arah kepada pengunjung,&#8221; terang Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Sabtu malam (11/1).</p>
<p>Mengingat makin banyaknya pengunjung yang ingin melihat bunga Rafflesia, maka BKSDA Resor Agam memberikan tanda atau rambu penunjuk arah ke lokasi Rafflesia di Paninjauan.</p>
<p>Selain itu khusus hasil monitoring, beberapa knop Rafflesia yang dipantau beberapa pekan ini, sudah menunjukan akan mulai fase mekar, dalam 1-2 hari kedepan. Sedangkan 1 knop yang berada tergantung di batang kayu, diperkirakan akan mekar paling lama 1 minggu lagi.</p>
<p>&#8220;Kalau Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di batang kayu, karena membelakangi matahari kemungkinan paling lama mekar 1 minggu lagi. Dimungkinkan hari minggu atau Senin depan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Saat hendak menuju ke lokasi dari pemukiman warga, banyak anak-anak yang juga hendak ke lokasi. &#8220;Kesempatan tersebut diberikan edukasi dan arahan kepada anak-anak tersebut untuk menjaga dan memahami pentingnya menjaga alam. Termasuk bunga Rafflesia tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Meski anak-anak tersebut tidak sampai ke lokasi karena hujan, setidaknya mereka telah mendapat pengetahuan dan informasi penting diberikan tim BKSDA yang melakukan monitoring. Pertanyaan menarik yang sering berkembang di tengah masyarakat adalah sering kalinya menyamakan Bunga Bangkai dengan Rafflesia.</p>
<p>&#8220;Edukasi kepada anak-anak terutama tentang membedakan Bunga Bangkai dan Bunga rafflesia, asal muasal bau yg dikeluarkan bunga, dan pentinganya menjaga bunga langka tersebut sebagai sebuah kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kalau bau atau aroma Bunga Rafflesia dengan Bunga Bangkai hampir-hampir sama. Bau itu disebabkan oleh lalat, kumbang atau sejenisnya yang datang dan terjebak di dalam tabung atau Diaphragma.</p>
<p>&#8220;Kemudian lalat atau kumbang itu lengket dan mati di Diaphagma, dan akhirnya menarik lalat dan kumbang lainnya datang. Dan kembali mati hingga membusuk mengeluarkan bau bangkai,&#8221; pungkasnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rafflesia-arnoldi-ramai-dikunjungi-bksda-pasang-petunjuk-arah/">Rafflesia Arnoldi Ramai Dikunjungi, BKSDA Pasang Petunjuk Arah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Lokasi Ini, Populasi Rafflesia tuan-mudae Terbanyak Dan Terbesar Di Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/di-lokasi-ini-populasi-rafflesia-tuan-mudae-terbanyak-dan-terbesar-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 14:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#raflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Sekitar 2 km dari perkampungan masyarakat, tepatnya Di Jorong Marabuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat populasi terbanyak tumbuhnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-lokasi-ini-populasi-rafflesia-tuan-mudae-terbanyak-dan-terbesar-di-dunia/">Di Lokasi Ini, Populasi Rafflesia tuan-mudae Terbanyak Dan Terbesar Di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Sekitar 2 km dari perkampungan masyarakat, tepatnya Di Jorong Marabuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat populasi terbanyak tumbuhnya Rafflesia tuan-mudae. Di sana juga pernah ditemukan bunga Rafflesia terbesar di dunia dengan diameter 107 centimeter. Tepatnya pada Selasa, 19 Desember 2017 lalu.</p>
<p>&#8220;Lokasi ini berada Di Hutan Cagar Alam Maninjau, pada akhir 2017 lalu pertama kali ditemukan bunga Rafflesia dengan jenis Rafflesia tuan-mudae. Bahkan memiliki ukuran terbesar yang pernah ada di Dunia,&#8221; ujar Ade Putra, PEH atau Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, saat monitoring<span class="Apple-converted-space">  </span>Sabtu siang (26/1).</p>
<p>Data tersebut berdasarkan hasil koordinasinya dengan Dr. Agus Susatya, ahli bunga Rafflesia asal Universitas Bengkulu. Dan data tersebut menjadikan Indonesia di klaim menjadi lokasi terbanyak dan terbesar di Dunia.</p>
<p>&#8220;Di Indonesia terdapat 17 spesies jenis Rafflesia, dari 30 spesies yang ada di Dunia. Dan baru ditemukan hanya di Jawa, Sumatra dan Kalimantan,&#8221; tutur PEH BKSDA Resor Agam tersebut.</p>
<p>Ade melanjutkan, jumlah total knop atau umbi Rafflesia yang sudah ditemukan di lokasi ini berjumlah 46 Knop. &#8220;Berdasarkan pantauan hari ini, terdapat 20 knop yang masih terlihat dari berbagai ukuran, dan 26 knop yang telah mekar,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, di lokasi tersebut juga pernah ditemukan satwa langka dilindungi. Seperti Harimau Sumatra, Rusa dan Beruang Madu. &#8220;Pada tahun 2017 lalu, Harimau Sumatra pernah masuk ke perkampungan dan memakan seekor kerbau warga. Di sekitar lokasi kita juga banyak menemukan jejak kaki satwa langka tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Di tahun 2019 ini, BKSDA Provinsi Sumatra Barat akan menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat atau stasiun penelitian dan pendidikan konservasi bagi perguruan tinggi atau pelajar yang ingin menggali lebih dalam tentang bunga langka dilindungi Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tersebut.</p>
<p>&#8220;Sudah banyak Mahasiswa yang pernah melakukan penelitian ke sini. Dan kami dari BKSDA berkewajiban membantu dan mendampingi mereka. Beberapa Universitas yang sudah berkunjung dan melakukan penelitian seperti dari UNAND, UNP, Universitas Muhammadiyah Padang, dan USU,&#8221; pungkas Ade. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-lokasi-ini-populasi-rafflesia-tuan-mudae-terbanyak-dan-terbesar-di-dunia/">Di Lokasi Ini, Populasi Rafflesia tuan-mudae Terbanyak Dan Terbesar Di Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2 Knop Rafflesia tuan-mudae Mulai Tumbuh Di Palembayan</title>
		<link>https://prokabar.com/2-knop-rafflesia-tuan-mudae-mulai-tumbuh-di-palembayan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 14:18:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bunga]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#raflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; PEH atau Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra melakukan monitoring ke habitat terbanyak dan terbesar Rafflesia tuan-mudae di Jorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/2-knop-rafflesia-tuan-mudae-mulai-tumbuh-di-palembayan/">2 Knop Rafflesia tuan-mudae Mulai Tumbuh Di Palembayan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; PEH atau Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra melakukan monitoring ke habitat terbanyak dan terbesar Rafflesia tuan-mudae di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumbar, Sabtu siang (26/1). Selain bertujuan memastikan keberadaannya tidak terganggu aktifitas manusia, juga menghitung jumlah Rafflesia yang tumbuh di sana.</p>
<p>&#8220;Saat ini, total jumlah umbi atau knop Rafflesia tuan-mudae yang sudah ditemukan di sini sebanyak 46 knop. Dan hari ini kita menemukan 2 knop bunga langka tersebut mulai tumbuh,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Sebelumnya, di sini juga pernah ditemukan Rafflesia tuan-mudae terbesar di dunia dengan diameter 107 centimeter. Mengalahkan temuan Rafflesia jenis Arnoldii di Filipina berdiameter 100 centimeter.</p>
<p>Jarak lokasi ke perkampungan masyarakat sangat dekat. Hanya sekitar 2 kilometer. Oleh sebab itu, lokasi tersebut harus selalu di jaga dan dilindungi. &#8220;Kami juga selalu berkoordinasi dengan masyarakat setempat, agar selalu menjaga lokasi yang masuk di kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau ini. Apalagi lokasi tersebut juga sumber air bersih masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistem, setiap orang dilarang mengambil, menebang, memiliki merusak, mengambil, menangkap, mengangkut,<span class="Apple-converted-space">  </span>mengeluarkan dan memperniagakan tumbuhan atau satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati. Bila ada manusia yang melanggar peraturan tersebut akan dijerat pasal 21 ayat 1 dan ayat 2, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan denda Rp100 juta.</p>
<p>&#8220;Kami dari BKSDA Provinsi Sumatra Barat, melalui Resor Agam di 2019 ini, juga berencana menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat atau stasiun penelitian dan pendidikan konservasi bagi perguruan tinggi atau pelajar yang ingin menggali bunga langka tersebut,&#8221; pungkas Ade. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/2-knop-rafflesia-tuan-mudae-mulai-tumbuh-di-palembayan/">2 Knop Rafflesia tuan-mudae Mulai Tumbuh Di Palembayan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/85 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:11:57 by W3 Total Cache
-->