<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#rafflesia Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/rafflesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/rafflesia/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jan 2020 01:27:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#rafflesia Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/rafflesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 02:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56575</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumbar siap menfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan wisata edukasi terutama terkait Rafflesia yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/">BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumbar siap menfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan wisata edukasi terutama terkait Rafflesia yang ada di Hutan Cagar Alam, Hutan Lindung maupun di Hutan Masyarakat. Hal tersebut juga berdampak positif terhadap peningkatan ilmu pengetahuan maupun perekonomian masyarakat.</p>
<p>Kepala BKSDA Sumbar, Erly Sukrismanto menjelaskan, Provinsi Sumatra Barat memang surganya Rafflesia. Dari 19 kabupaten/kota, hanya 5 kabupaten/kota yang belum ditemukan kehidupan bunga langka tersebut. 14 kabupaten/kota lainnya, telah pernah ditemukan.</p>
<p>Dari 31 jenis Rafflesia di dunia, 15 jenis diantaranya, berada di Sumatra Barat. Bahkan data terbaru, Rafflesia tuan-mudae terbesar di dunia terdapat di Hutan Cagar Alam Maninjau. Dalam kesempatan tersebut Kepala BKSDA Sumbar, Erly melihat langsung mekarnya Rafflesia tuan-mudae terbesar di Marabuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.</p>
<p>Memiliki diameter 111 centimeter, lebih besar ditemukan sebelumnya di lokasi yang sama, dengan diameter hanya 107 centimeter di tahun 2017. &#8220;Sementara, data yang pernah tercatat di dunia berada di Malaysia yang hanya memiliki diameter 101 centimeter,&#8221; ungkap Erly.</p>
<p>Artinya, temuan tersebut sesuatu yang sangat bagus. Ia bersama salah seorang peneliti dan pakar ahli Rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, menjadikan Sumatra Barat sebagai House Of Rafflesia. Melakukan penelitian bersama nantinya, dengan harapan sebagai pembuka lembaran sejarah baru untuk Indonesia.</p>
<p>Potensi tersebut jelas dapat dikembangkan sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa atau pelajar yang berkeinginan mempelajari khusus tentang kehidupan bunga langka tersebut.</p>
<p>Sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, di Hutan Cagar Alam sangat terlarang dimasuki manusia secara bebas. Apalagi dijadikan sebagai tempat destinasi wisata untuk umum. Meski demikian BKSDA dan Kementrian Kehutanan tidak terlalu kaku dalam pengembangan potensi alam nan indah tersebut.</p>
<p>Bersama Pemerintah Daerah, Nagari dan Masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan titik populasi Rafflesia di Hutan Cagar Alam sebagai sumber ilmu pengetahuan melalui penelitian. Akan tetapi bukan wisata alam yang bebas dan liar dimasuki setiap orang. Harus tetap taat aturan dan menjaga keutuhan hutan tersebut.</p>
<p>Rafflesia sebagai objeknya, dapat dijadikan sebagai wisata edukasi minat khusus bagi peneliti dan pelajar. Kolaborasi ini harus terjalin erat dengan segala komitmen dan regulasi yang ada antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, pemilik lahan dan masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Artinya ini Sumatra Barat merupakan Rumahnya Rafflesia. Tentunya dari semua pihak, warga, masyarakat, pemerintah daerah harus ada dibentuk program-program yang edukatif. Karena ini cagar alam tentu bukan untuk wisata. Tetapi bisa untuk kegiatan pelatihan atau pendidikan. Seperti Mahasiswa dan pelajar ingin belajar ilmu pengetahuan tentang Rafflesia dan Cagar Alam. Kita dari BKSDA Sumatra Barat akan siap menfasilitasinya,&#8221; tutur Kepala BKSDA Sumatra Barat tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Ade Putra selaku Pengelola Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam menambahkan, sebaran populasi Rafflesia sangat banyak di Hutan Cagar Alam Maninjau di Tanjung Raya, Kamang, Palupuah dan Palembayan. Rafflesia tidak hanya ditemukan di Hutan Cagar Alam saja, bahkan ada di hutan lindung dan hutan masyarakat.</p>
<p>Peminat dan pecintanya Rafflesia sangat banyak. Saat temuan Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Beringin, Kecamatan Palembayan terekspos di media nasional, sekitar 35 media asing mengkutipnya.</p>
<p>&#8220;Kita dapat bersama-sama memanfaatkan kekayaan alam ini sebagai potensi peningkatan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Akan tetapi harus ada regulasi dan aturan yang mengikat. Kami dari BKSDA siap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Nagari, pemilik lahan dan masyarakat untuk menjadikan Rafflesia sebagai wisata edukasi yang taat aturan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/">BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 09:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Tim BKSDA Resor Agam kembali melakukan monitoring di 3 titik lokasi sebaran populasi Rafflesia Arnoldi di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/">Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Tim BKSDA Resor Agam kembali melakukan monitoring di 3 titik lokasi sebaran populasi Rafflesia Arnoldi di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (5/1). 2 titik sebaran diantaranya akan mekar 7 knop Rafflesia Arnoldi.</p>
<p>Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam didampingi Anggotanya, Ocip Maha Putra menjelaskan lokasi tersebut pertamakali Maret 2018. &#8220;Berkat informasi masyarakat, kita kembali berhasil menemukan titik sebaran populasi Rafflesia Arnoldi ini. Kita berharap peran serta masyarakat dalam menjaga dan melindungi hutan lindung. Peran aktif ini juga bermanfaat terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Terutama kebutuhan air bersih dan pertanian,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Ia melanjutkan untuk awal Januari 2020 ini, akan mekar 7 knop Rafflesia Arnoldi. &#8220;Di Jorong Data Simpang Dingin ini terdapat 2 titik dari 3 titik sebaran yang sedang tumbuh subur. Diperkirakan dalam minggu ini, 7 knop hampir serentak mekar,&#8221; terangnya. Menariknya, ada satu yang timbuh di batang pepohonan. Inangnya yang menggantung di sebatang pohon.</p>
<p>&#8220;Diperkirakan satu diantaranya hari Selasa, akan tumbuh sempurna. Selebihnya kemungkinan besar menyusul secara berurutan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/">Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</title>
		<link>https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2020 13:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bupati Agam, Indra Catri turut mengunjungi Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kamis (2/1). Ia mendampingi kunjungan Wakil Gubernur,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/">Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Bupati Agam, Indra Catri turut mengunjungi Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kamis (2/1). Ia mendampingi kunjungan Wakil Gubernur, Nasrul Abit yang ingin langsung melihat tanaman langka tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usai berkunjung, kepada Prokabar.com ia meminta agar BKSDA Sumbar dan Kementerian Kehutanan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Agam dalam pengembangan destinasi wisata alam tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ya, tapi aturan-aturan di kehutanan menghambat kita untuk mengembangkan antraksi wisata Rafflesia. Dia khas tumbuhnya, di tempat yang gelap, tidak ada matahari dan tumbuh dimana dia suka. Nah, biasanya jauh dari pemukiman masyarakat,&#8221; tuturnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia melanjutkan kita teriak-teriak Agam memiliki top Rafflesia. Ada jenis Arnoldi dan tuan-mudae, tapi jauh. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ya, ada satu tempat seperti posko untuk titik kumpul dan ada pelayanan. Ada lagi pemandu khusus yang mampu menjelaskan tanaman langka tersebut. Kita bikin jalan, tapi tidak diizinkan. Banyak jalan-jalan menuju ke sana, macam ceritanya. Teori saja itu,&#8221; keluhnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bupati Agam melanjutkan, katanya hutan untuk kesejahteraan rakyat, hutan untuk kebersamaan, hutan untuk apa, tapi untuk masuk ke hutan melihat keajaiban di hutan, lebih susah memegang hajar aswad.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jadi, cara berfikir kita yang harus dirubah. Agam sebagai surganya rafflesia, ya kita bikin antraksi. Kita sudah tau pola, November hingga awal Desember atau topnya akhir Desember mekar. Itu bisa dipola, itu bisa sudah bisa kita pasarkan. Dimana Rafflesia itu paling top, Palupuah atau Palembayan di Selingkar Danau Maninjau. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama ini banyak terekspos di Palupuah. Tapi ternyata terbanyak di Selingkar Danau Maninjau. Tambah lagi antraksi Danau Maninjau selain keindahan alam, berenang, bersampan, juga Rafflesia. Tapi kalau menderita begini bagaimana? Hajar Aswad sulit, susah tapi aman. Ini susah dan beresiko,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/">Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erly Sukismanto: Sumbar Rumahnya Rafflesia</title>
		<link>https://prokabar.com/erly-sukismanto-sumbar-rumahnya-rafflesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 14:07:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembayan, Prokabar — Kepala BKSDA Sumatra Barat, Erly Sukismanto mendatangi langsung lokasi Penemuan Rafflesia diklaim terbesar di dunia tersebut, Rabu (1/1). Lokasi bertepat di Jorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/erly-sukismanto-sumbar-rumahnya-rafflesia/">Erly Sukismanto: Sumbar Rumahnya Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palembayan, Prokabar — </strong>Kepala BKSDA Sumatra Barat, Erly Sukismanto mendatangi langsung lokasi Penemuan Rafflesia diklaim terbesar di dunia tersebut, Rabu (1/1). Lokasi bertepat di Jorong Marabau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.</p>
<p>Berdasarkan diskusi dan konsultasinya dengan tenaga ahli atau pakar Rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, adanya temuan Rafflesia tuan-mudae yang diklaim hanya ada di Malaysia kini telah terbantahkan.</p>
<p>&#8220;Dahulunya hanya ditemukan di Malaysia. Ternyata 2017, Tim BKSDA Resor Agam juga menemukan Rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau. 2019 ditemukan lagi di lokasi yang sama dan memang banyak knop-knopnya di sini. Artinya ini menunjukan bahwa penunjukan dan penetapan CA Maninjau sebagai konservasi memang sangat tepat,&#8221; ungkap Erly.</p>
<p>Ia berharapan pemerintah daerah bersama masyarakat dan setiap orang agar bersama-sama memelihara, merawat dan melindungi Cagar Alam ini. Ini juga kekayaan yang sangat langka disertai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p>&#8220;Jadi di Indonesia, Rafflesia tuan-mudae baru ada di sini dan ini yang terbesar. Sesuai menurut Agus, dibanding dimiliki Malaysia, Rafflesia tuan-mudae di sini lebih besar disini. Artinya ini sesuatu hal yang bagus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kami bersama Pak Agus lanjutnya, berkeinginan untuk menjadikan Sumatra Barat sebagai House Of Rafflesia, karena dari 21 kawasan Cagar Alam, 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 14 daerahnya ada Rafflesia. Hanya 5 daerah yang tidak ada Rafflesia tersebut. Dari 31 jenis rafflesia di dunia, 15 jenis ada di Indonesia. Dan di Sumatra Barat ada 15 jenis tersebut.</p>
<p>&#8220;Artinya ini Sumatra Barat merupakan Rumahnya Rafflesia. Tentunya dari semua pihak, warga, masyarakat, pemerintah daerah harus ada program-program yang edukatif. Karena ini cagar alam tentu bukan untuk wisata. Tetapi untuk kegiatan pelatihan atau pendidikan. Seperti Mahasiswa dan pelajar ingin belajar ilmu pengetahuan tentang Rafflesia dan Cagar Alam. Kita dari BKSDA Sumatra Barat akan siap menfasilitasinya,&#8221; pangkas Kepala BKSDA Sumatra Barat tersebut. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/erly-sukismanto-sumbar-rumahnya-rafflesia/">Erly Sukismanto: Sumbar Rumahnya Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 08:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembayan, Prokabar — Rafflesia tuan-mudae mekar dengan sempurna di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,  Sumatra Barat (1/1). Bunga langka yang hidup di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Palembayan, Prokabar — </span></strong><span class="s1">Rafflesia tuan-mudae mekar dengan sempurna di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,<span class="Apple-converted-space">  </span>Sumatra Barat (1/1). Bunga langka yang hidup di Hutan Cagar Alam Maninjau tersebut telah berlangsung mekar tiga hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Raflesia tuan-mudae ini sudah dipantau sejak 24 Desember 2019 lalu. Dan kini telah mekar selama tiga hari ini,&#8221; ungkap Ade Putra, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, kepada Prokabar.com saat bersama melakukan pemantauan, Rabu (1/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan data yang dihimpun, Tumbuhan langka ini memiliki diameter 111 centimeter. Merupakan Rafflesia terbesar yang pernah ada. Lebih besar dari temuan sebelumnya dengan diameter 107 centimeter. Sementara, di luar negeri, data terbesar hanya diameter 101 centimeter. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Penemuan lokasi ini pertama kali pada Oktober 2017 informasi dari masyarakat saat gotong royong pembuatan Pamsimas Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Palembayan. Raflesia tuan-muda tumbuh subur dan mekar di sini,&#8221; terangnnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya jenis Rafflesia ini baru ditemukan di Serawak Malaysia pada 1868. Namun sejak 2017, ditemukan juga di Indonesia, khususnya di Jorong Marambuang, Nagari Baringin Palembayan, Agam Sumbar ini. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sampai dengan akhir 2017 jumlah jenis tumbuhan<span class="Apple-converted-space">  </span>Rafflesia di dunia ada 31 jenis, 15 jenis terdapat di Indonesia, dan 15 jenis berada di Pulau Sumatera. Bunga Rafflesia ini akan terus dipantau oleh BKSDA sampai 7 hari ke depannya. Karena dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,&#8221; pungkas Ade. <b>(rud)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/90 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 18:11:17 by W3 Total Cache
-->