<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pupuk Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pupuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pupuk/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2022 11:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pupuk Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pupuk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hadapi Musim Tanam, Pemprov Pastikan Pupuk Subsidi Sumbar Aman</title>
		<link>https://prokabar.com/hadapi-musim-tanam-pemprov-pastikan-pupuk-subsidi-sumbar-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2022 11:06:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Memasuki musim tanam tahun 2022, Dinas Pertanian Sumbar menyatakan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi aman, meski alokasi dari pemerintah kurang dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hadapi-musim-tanam-pemprov-pastikan-pupuk-subsidi-sumbar-aman/">Hadapi Musim Tanam, Pemprov Pastikan Pupuk Subsidi Sumbar Aman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Memasuki musim tanam tahun 2022, Dinas Pertanian Sumbar menyatakan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi aman, meski alokasi dari pemerintah kurang dari kebutuhan yang diajukan pemprov.</p>
<p>Untuk mencegah kelangkaan saat memasuki musim tanam, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Sumbar Syafrizal meminta produsen, distributor dan pengecer membagikan sesuai data tahun lalu terlebih dahulu.</p>
<p>Pupuk dibagi secara proporsional kepada petani melalui kelompok tani sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumbar Mahyeldi Nomor 521.4.62.2022 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian pada Kabupaten dan Kota di Sumbar Tahun 2022.</p>
<p>&#8220;Bagi daerah yang masih menyiapkan administrasi seperti SK Bupati dan Wali Kota, kita minta produsen, distributor dan pengecer tetap menyalurkan pupuk bersubsidi terlebih dahulu sesuai SK Gubernur tahun lalu. Nanti setelah selesai administrasinya, disesuaikan ditambah alokasi sesuai dengan SK tersebut. Agar pupuk cepat sampai ke petani untuk kebutuhan musim tanam saat ini,&#8221; kata Syafrizal yang biasa disapa Jejeng.</p>
<p>Dijelaskannya bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumbar tahun lalu 463.965 ton, sementara alokasi yang disetujui pemerintah hanya 180.585 ton.</p>
<p>Pada tahun ini, kebutuhan meningkat jadi 558.670 ton atau bertambah 94.705 ton. Namun alokasi pupuk yang disetujui pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian hanya naik sedikit, totalnya 188.139 ton atau naik sebesar 8 ribuan ton. &#8220;Baru memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan kita,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menyikapi kurangnya alokasi, pihaknya membagi pupuk subsidi sebagian dari usulan petani yang tergabung dalam kelompok tani atau Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). &#8220;Jadi, semuanya diberikan secara proporsional sesuai SK Gubernur meski tidak sesuai dengan kebutuhan yang diusulkan,&#8221; tambah Syafrizal.</p>
<p>Untuk distribusinya, kata Syafrizal, dari produsen ke distributor, lalu dari distributor ke pengecer dan dari pengecer ke kelompo tani. &#8220;Sejauh ini distribusinya tak ada kendala. Aman,&#8221; ungkap Syafrizal.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan data stok pupuk subsidi di lini II dan III Provinsi Sumbar mencapai 14.864 ton per tanggal 7 Maret 2022. Rinciannya, Urea 4.312 ton, NPK 6.435 ton, SP-36 sebanyak 2,371 ton, ZA: 1,122 ton dan organik 624 ton.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hadapi-musim-tanam-pemprov-pastikan-pupuk-subsidi-sumbar-aman/">Hadapi Musim Tanam, Pemprov Pastikan Pupuk Subsidi Sumbar Aman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Perlu Panik, PT Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Sumbar Aman</title>
		<link>https://prokabar.com/tidak-perlu-panik-pt-pupuk-indonesia-pastikan-stok-pupuk-subsidi-sumbar-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2022 11:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sesuai alokasi. Hingga per 20 Februari, total stok...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tidak-perlu-panik-pt-pupuk-indonesia-pastikan-stok-pupuk-subsidi-sumbar-aman/">Tidak Perlu Panik, PT Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Sumbar Aman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sesuai alokasi. Hingga per 20 Februari, total stok tercatat 11.718 ton Hal ini diungkapkan SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.</p>
<p>&#8220;Dari 11.718 ton ini terdiri dari Urea sebanyak 7.027 ton, NPK sebanyak 1.796 ton, SP-36 sebanyak 1.451 ton, ZA sebanyak 688 ton, dan Organik sebanyak 755 ton,&#8221; demikian kata Wijaya.</p>
<p>Total stok yang mencapai 11.718 ton, menurut Wijaya setara dengan 174 persen dari stok minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan begitu, stok pupuk subsidi yang berada di Provinsi Sumatera Barat cukup untuk empat minggu ke depan.</p>
<p>Wijaya mengatakan bahwa stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Sumatera Barat ini telah disiapkan untuk seluruh jaringan distribusi yang ada di sana, seperti gudang penyangga di tingkat kabupaten, gudang distributor, hingga kios atau pengecer.</p>
<p>Penyaluran pupuk bersubsidi ini, dikatakan Wijaya bisa didistribusikan ke semua lini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) kepala daerah sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 41 Tahun 2021 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022.</p>
<p>Dengan kata lain, Pupuk Indonesia berpedoman pada regulasi pemerintah daerah setempat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dalam menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai daerah.</p>
<p>&#8220;Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan penugasan pemerintah. Dalam hal ini, untuk provinsi Sumatera Barat kami akan mengacu pada regulasi dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat,&#8221; kata Wijaya.</p>
<p>Adapun untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, Wijaya mengungkapkan bahwa petani wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Ketentuan tersebut adalah, wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk selanjutnya di input pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) oleh petugas penyuluh pertanian setempat.</p>
<p>Pupuk bersubsidi diproduksi oleh lima anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Petrokimia Gresik (PKG), dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Kelima anak usaha Pupuk Indonesia ini juga bertanggung jawab dalam menyalurkan pupuk bersubsidi hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan. Khusus Sumatera Barat, pupuk subsidi didistribusikan oleh PIM dan Petrokimia Gresik.</p>
<p>Adapun mengenai realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sumatera Barat, Wijaya mengatakan bahwa totalnya sudah mencapai 26.291 ton per 19 Februari 2022, dengan rincian Urea sebanyak 13.170 ton, SP-36 sebanyak 2.254 ton, ZA sebanyak 1.360 ton, NPK sebanyak 8.763 ton, dan Organik sebanyak 744 ton.(rls)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tidak-perlu-panik-pt-pupuk-indonesia-pastikan-stok-pupuk-subsidi-sumbar-aman/">Tidak Perlu Panik, PT Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Sumbar Aman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pupuk Langka, Petani Mengeluh Pada Nurnas</title>
		<link>https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengeluh-pada-nurnas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2022 08:35:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[#vky]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8212; Memanfaatkan istirahat persidangan (reses) ke-2 2021 -2022 yang dimulai 12 sampai dengan 19 Februari 2022, HM Nurnas sebagai anggota DPRD...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengeluh-pada-nurnas/">Pupuk Langka, Petani Mengeluh Pada Nurnas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar</strong> &#8212; Memanfaatkan istirahat persidangan (reses) ke-2 2021 -2022 yang dimulai 12 sampai dengan 19 Februari 2022, HM Nurnas sebagai anggota DPRD Provinsis Sumatera Barat, dari Dapil 2 (Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman) memanfaatkannya dengan bertemu langsung kelompok tani dan organisasi lainnya.</p>
<p>Saat melakukan pertemuan dengan kelompok tani serta kelompok wanita tani di beberapa tempat, diantaranya Kataping, Buayan, Pungguang Kasiak dan Sungai Buluah Timur, semua mengeluh pada Nurnas karena langkanya pupuk, dan serangan hama wereng.</p>
<p>&#8220;Kami sekarang sangat sangat sedih dimana sejak tahun 2020 dan 2021, padi yang ditanam tidak optimal hasilnya, karena diserang wereng, gimana lagi kehidupan kami ini Pak Nurnas, mohon kami untuk tetap diperjuangkan,&#8221; kata Labai seorang petani ketika dialoq diacara Reses, Kamis (17/2/2022).</p>
<p>Ditambahkannya, padi ditaman diserang wereng, ketika mereka beralih pada tanaman jagung, juga diserang penyakit, sehingga tanaman mereka merana.</p>
<p>&#8220;Lihatlah Pak Nurnas, lah marano jaguang kami, selain diserang hama, pupuk juga semakin langka, sementara peralatan yang pak Nurnas bantu dari aspirasi yang kami sampaikan sudah di realisasikan melalui pokok pokok pikiran pak Nurnas, kami bersyukur dan bangga punya wakil rakyat yang sangat peduli dan konsisten. Tapi sekarang kondisi kami susah apa jalan nya lagi, mohon jangan tinggalkan kami pak, kami butuh pejuang seperti bapak,&#8221; tambah para petani bersedih.</p>
<p>Usai dialog disebuah rumah dengan berbagai kelompok masyarakat, Nurnas juga melihat langsung ke lahan petani, tampak tanaman jagung mereka memang merana, dan tidak menghasilkan, pada hal peralihan dari padi ke jagung untuk merubah agar lebih baik hasilnya, namun yang dirasakan petani tetap sama, karena serangan hama dan pupuk langka.</p>
<p>Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD Sumbar dari fraksi Demokrat HM. Nurnas dengan tegas mengatakan, akan mengusut tuntas tentang kelangkaan pupuk, serta akan berkordinasi dengan dinas terkait, termasuk bupati Padang Pariaman, serta ke Gubernur melalui Dinas terkait agar petani tidak lagi sengsara.</p>
<p>&#8220;Saya wakil bapak-bapak dan ibu-ibu, akan selalu berjuang untuk masyarakat, apa lagi saya sudah melihat langsung ke lahan pertanian, dimana semua tanaman mati dan ini akan membuat petani sengsara, maka saya akan lakukan kordinasi secepatnya pada pihak terkait untuk kesediaan pupuk juga faktor pendukung lainnya,&#8221; tegas Nurnas.</p>
<p>Ditambahkannya, petani harus tetap dibantu, karena mereka penghasil bahan pokok untuk kehidupan banyak orang, jika pupuk langka dan pendukung lainnya tidak dibantu, maka hasilnya tidak ada, dan masyarakat juga akan terimbas dengan kurangnya bahan pokok.</p>
<p>&#8220;Petani garda terdepan untuk kebutuhan pokok masyarakat, mereka harus kita bantu agar hasil panen optimal dan ketersediaan pangan tetap terkendali,&#8221; tambah Nurnas lagi.</p>
<p>Reses Nurnas dengan kelompok Tani dan kelompok lainnya sangat dirasakan manfaatnya, karena masyarakat bisa mengeluarkan keluh-kesahnya langsung untuk menjadi motivasi perjuangan Nurnas dalam membantu masyarakat, khususnya yang berada di dapilnya. <strong>(***)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengeluh-pada-nurnas/">Pupuk Langka, Petani Mengeluh Pada Nurnas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun Kabag Perekonomian Pessel tak Lakukan  Pengawasan Pupuk Subsidi, Ini Penjelasannya</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-tahun-kabag-perekonomian-pessel-tak-lakukan-pengawasan-pupuk-subsidi-ini-penjelasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 12:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Selama dua tahun, Kabag Perekonomian (Kabag Perek), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tidak ada melakukan pengawasan terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tahun-kabag-perekonomian-pessel-tak-lakukan-pengawasan-pupuk-subsidi-ini-penjelasannya/">Dua Tahun Kabag Perekonomian Pessel tak Lakukan  Pengawasan Pupuk Subsidi, Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Selama dua tahun, Kabag Perekonomian (Kabag Perek), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tidak ada melakukan pengawasan terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini.</p>
<p>Kebag Perek, Rosdi mengaku, selama dua tahun tidak pernah melakukan pengawasan, karena tidak ada anggaran.</p>
<p>&#8220;Anggran tidak ada, sudah dua tahun kami tidak ada melakukan pengawasan,&#8221; ukuinya pada Prokabar.com Rabu (10/11).</p>
<p>Dikatakan, Rosdi, total kuota pupuk subsidi di Pesisir Selatan 19 ribu ton pertahun, sayangnya, Rosdi tidak merinci apa saja jenis pupuk yang disubsidi.</p>
<p>&#8220;Coba kawan-kawan wartawan tanya sama Kabag Perekonomian yang lama, saya baru menjabat disini, tidak banyak tau saya soal itu,&#8221; akuinya.</p>
<p>Selanjutnya, Kabag Perekonomian juga tidak tau peredaran pupuk bersubsidi sesuai e RDKK. Maliankan, kata Rosdi, perederan pupuk bersubsidi itu adalah tugas Dinas Pertanian yang ngecek ke bawah.</p>
<p>&#8220;Coba wartawan tanya sama Dinas Pertanian, kami tidak tau soal itu, lagi pula data e RDKK itu tidak ada sama kami,&#8221; tutupnya. <strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tahun-kabag-perekonomian-pessel-tak-lakukan-pengawasan-pupuk-subsidi-ini-penjelasannya/">Dua Tahun Kabag Perekonomian Pessel tak Lakukan  Pengawasan Pupuk Subsidi, Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</title>
		<link>https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 14:44:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Melonjaknya harga pupuk di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berdampak buruk terhadap hasil panen bagi petani. Dan hasil penan tersebut bagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/">Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Melonjaknya harga pupuk di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berdampak buruk terhadap hasil panen bagi petani. Dan hasil penan tersebut bagi petani hanya untuk sekedar makan.</p>
<p>Informasi dihimpun Prokabar.com ditingkat petani, andapun jenis pupuk yang mengalami kenaikkan yakni Phoska naik dari Rp135 ribu per karung, menjadi Rp150 ribu per karung, Urea naik dari Rp125 ribu per karung menjadi Rp150 ribu per karung.</p>
<p>NPK merah naik dari Rp11 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, SS dari Rp8 ribu per kilogram menjadi Rp12 ribu per kilogram.</p>
<p>Naiknya harga pupuk tentunya, kondisi petani di &#8216;Negeri Berjuluk Sejuta Pesona&#8217; saat ini semakin tak berdaya dan tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.</p>
<p>Namun, perjuangan yang sulit di masa tanam tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh saat musim panen.</p>
<p>Catatan Prokabar.com, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), dalam lima tahun terakhir kebutuhan pupuk untuk petani mencapai 22,57-26,18 juta ton.</p>
<p>Total anggaran yang dibutuhkan Rp63 triliun-Rp65 triliun. Sementara anggaran yang disediakan hanya Rp25 triliun sampai Rp32 triliun.</p>
<p>Keterbatasan anggaran itu menyebabkan pemerintah hanya dapat mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 8,87 juta- 9,55 juta ton.</p>
<p>Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di 11 Kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Oktober 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar mengalami peningkatan dibanding bulan September 2021 sebesar 0,35 persen, yaitu dari 110,69 menjadi 111,08.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,58 persen.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP Oktober 2021 pada dua subsektor mengalami peningkatan,</p>
<p>Pertama subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,14 persen, kedua subsektor perikanan 0,34 persen dan subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor tanaman pangan 0,02 persen, subsektor hortikultura 0,20 persen, dan subsektor<br />
peternakan 1,42 persen.</p>
<p>Salah seorang petani di Laban, Nagari Salido, Maradi (68), petani pada umumnya mengalami kesulitan, karena harga pupuk subsidi dan non subsidi terus melonjak naik.</p>
<p>&#8220;Jika dosis dikurangi, akan berdampak pada hasil panen. Mau tak mau hasil panen menyusut. Hasil panen untuk sekedar makan. Kini, kami memakai pupuk kandang dikombinasi dengan pupuk kimia dengan tujuan untuk hemat biaya,&#8221; ujarnya pada Prokabar.com Selasa (9/11).</p>
<p>Selain harga pupuk naik, harga gabah mengalami penurunan seperti gabah jenis 42 Rp330 ribu per karung, Bujang marantau Rp320 ribu per karung.</p>
<p>&#8220;Ini tidak berimbang dengan hasil panen. Harapan kami harga pupuk dapat kembali normal, sehingga hasil meningkat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lanjut, Mariadi menagatan, persoalan yang dihadapi petani tak berhenti di situ. Setelah beragam kesulitan di masa tanam, setibanya musim panen, petani harus gigit jari karena anjloknya harga. Petani tak banyak mendapatkan keuntungan, bahkan lebih banyak bertahan hidup.</p>
<p>Selain itu, petani juga berharap agar pemerintah dapat memastikan harga pupuk dan memberikan pangsa pasar harga gabah yang jelas, agar petani tidak terus merugi saat musim panen.</p>
<p>&#8220;Mestinya pemerintah perhatikan petani, jangan petani digunakan untuk kepentingan politis saja. Berikan jaminan harga pupuk yang stabil sehingga hasil produksi panen agar beruntung. Jangan sampai mau bertanam harganya naik terus, tapi untungnya turun terus,&#8221; harapnya.</p>
<p>Kondisi sulit ini akhirnya membuat banyak petani yang pusing. Sehingga, keuntungan hasil panen tidak bisa dirasakan karena untuk hasil panen hanya sekedar untuk makan dan untuk tanam kembali petani memikirkan biaya yang mahal.</p>
<p>&#8220;Ya begitulah, kondisi tersebut hampir merata dialami petani di daerah ini. Ekonomi kami sekarang morat marit,&#8221; tutupnya. <strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/">Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pupuk Subsidi Langka, Petani Pasaman Merasai</title>
		<link>https://prokabar.com/pupuk-subsidi-langka-petani-pasaman-merasai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 13:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Pupuk bersubsidi alami kelangkaan di Pasaman. Sudah hampir tiga bulan pupuk subsidi dengan jenis urea dan phonska ini langka. “Saya sudah 3...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-subsidi-langka-petani-pasaman-merasai/">Pupuk Subsidi Langka, Petani Pasaman Merasai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Pupuk bersubsidi alami kelangkaan di Pasaman. Sudah hampir tiga bulan pupuk subsidi dengan jenis urea dan phonska ini langka.</p>
<p>“Saya sudah 3 bulan mencari pupuk bersubsidi ini. Mulai dari kios-kios resmi di kecamatan Rao, Rao Selatan, Padang Gelugur hingga Kecamatan Panti, namun hingga saat ini juga tetap tidak bisa didapatkan. Semua kios di Pasaman kosong sama sekali kecuali pupuk non subsidi,” kata Usman, salah satu petani di Rao Selatan, Rabu (22/1).</p>
<p>Usman mengatakan, karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi terpaksa para petani membeli pupuk non subsidi jenis urea dan phonska. Akibatnya, modal yang dileluarkan petani cukup tinggi. Tidak berbanding dengan pendapatan.</p>
<p>&#8220;Pupuk urea non subsidi Rp260 ribi per karung, sedangkan pupuk urea subsidi Rp 115 ribu perkarung. Harga phonska non subsidi sekitar Rp320 ribu per karung, sedangkan phonska subsidi Rp135 ribu per karung. Merasai kami,&#8221; kata Usman.</p>
<p>Terpisah, salah satu Petani di daerah Padang Gelugur, Harun (48) menyebutkan, di daerah kecamatan Padang Gelugur, pupuk subsidi juga sulit didapatkan di setiap kios.</p>
<p>“Pada umumnya pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska kosong di kios resmi, yang ada cuman pupuk non subsidi tapi harganya kemahalan. Akibatnya saya tidak jadi pupuk beli pupuk non subsidi dan menunda masa pemupukan. Saya tetap menunggu pupuk. Mau bagaimana lagi, bisa dipastikan, hasil tani saya pasti menurun,&#8221; kata Harun.</p>
<p>Menurutnya, kelangkaan pupuk di Pasaman disebabkan karena petugas penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian terlambat mendata kebutuhan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-subsidi-langka-petani-pasaman-merasai/">Pupuk Subsidi Langka, Petani Pasaman Merasai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Sering Terjadi di Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-penyebab-kelangkaan-pupuk-bersubsidi-sering-terjadi-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 00:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#DPRRI]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kuota pupuk bersubsidi untuk Sumatera Barat sebanyak 51 ribu ton per tahun belum mencukupi kebutuhan petani sehingga kelangkaan sering terjadi terutama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-penyebab-kelangkaan-pupuk-bersubsidi-sering-terjadi-di-sumbar/">Ini Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Sering Terjadi di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kuota pupuk bersubsidi untuk Sumatera Barat sebanyak 51 ribu ton per tahun belum mencukupi kebutuhan petani sehingga kelangkaan sering terjadi terutama pada akhir tahun.</p>
<p>&#8220;Kuota 51 ribu ton itu hanya bisa memenuhi kebutuhan hingga Oktober, sehingga pada masa tanam akhir tahun, petani kesulitan mencari pupuk bersubsidi,&#8221; kata anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumbar, Andre Rosiade.</p>
<p>Ia mengatakan tidak ada solusi lain yang bisa dilakukan kecuali meminta tambahan kuota kepada Menteri Pertanian dan ia meminta Gubernur Sumbar segera menyurati kementerian tersebut.</p>
<p>&#8220;Secepatnya gubernur harus menyurati, nanti kami kawal di DPR RI,&#8221; katanya.</p>
<p>Andre menyebut jika Pemprov Sumbar tidak bergerak cepat, tambahan kuota itu sulit terealisasi karena dari 14 juta ton kebutuhan pupuk subsidi sesuai RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) yang disahkan itu hanya 7,9 juta ton.</p>
<p>Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pihaknya telah menyurati Kementerian Pertanian terkait kekurangan kuota pupuk bersubsidi di daerah itu dan minta penambahan kuota pada 2020.</p>
<p>&#8220;Kita sudah surati tinggal dibantu anggota Komisi VI DPR RI. Kami berharap wakil Sumbar di komisi itu bisa mengawalnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada akhir 2019 ini kelangkaan pupuk bersubsidi memang terjadi pada beberapa daerah di Sumbar, terutama pada sentra perkebunan seperti Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Pasaman.</p>
<p>Hal itu, katanya harus menjadi perhatian semua pihak. Fakta bahwa pupuk subsidi sering langka di daerah sentra perkebunan juga harus jadi perhatian khusus.</p>
<p>&#8220;Jangan ada penyelewengan dalam distribusi,&#8221; katanya<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-penyebab-kelangkaan-pupuk-bersubsidi-sering-terjadi-di-sumbar/">Ini Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Sering Terjadi di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gawat, Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pasaman Terus Bermasalah</title>
		<link>https://prokabar.com/gawat-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-pasaman-terus-bermasalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2019 13:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Penyaluran pupuk bersubsidi di Pasaman tidak lepas-lepasnya dari masalah klasik. Permasalahan yang selalu muncul ini, yakni harga yang dijual ke petani di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-pasaman-terus-bermasalah/">Gawat, Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pasaman Terus Bermasalah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Penyaluran pupuk bersubsidi di Pasaman tidak lepas-lepasnya dari masalah klasik. Permasalahan yang selalu muncul ini, yakni harga yang dijual ke petani di atas harga eceran tertinggi. Ini diakui Pemerintah Kabupaten Pasaman.</p>
<p>Bupati Pasaman Yususf Lubis melalui Asisten II, Yuspi mengatakan, selain masalah harga, ketidaktepatan jumlah dan waktu ketersediaan pupuk, masih belum bagusnya administratif dan masalah kios liar ikut menghias sekelumit permasalahan ini.</p>
<p>&#8220;Untuk itu semua anggota yang tergabung dalam pengurus Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Pasaman agar bertegas-tegas dalam menindak masalah ini. Akan tetapi jumlah masalah ini kelihatannya sudah mulai berkurang dari tahun sebelumnya yang sempat dilaporkan ada pupuk ilegal beredar,&#8221; kata Asisten II Pemkab Pasaman, Yuspi saat menggelar rapat koordinasi KP3 di Lubuk Sikaping, Kamis (5/9).</p>
<p>Menurut Yuspi perlu ketegasan yang jelas dari KP3 beserta stakeholder untuk menindak dan menyelesaikan persoalan tersebut di lapangan. &#8220;Harus ada ketegasan. Kalau tidak masalah ini akan terus berlanjut tanpa solusi. Makanya kita yang berkumpul hari ini diharapkan melahirkan terobosan jelas untuk pengentasan masalah ini. Sebab kasihan jika terus berlarut, soalnya 70 persen masyarakat kita berprofesi sebagai petani,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat ditanya merinci jumlah kios pupuk yang menjual di atas harga eceran tertinggi maupun maraknya kios liar di daerah tersebut, Yuspi enggan berkomentar.</p>
<p>Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Pasaman, Rohuli Latif mengatakan, selain masalah klasik di atas masalah lain di lapangan juga maraknya peredaran pupuk bersubsidi liar dari luar kios yang ditetapkan.</p>
<p>&#8220;Banyak pupuk bersubsidi yang beredar ditengah-tengah masyarakat tidak lewat kios resmi yang ditetapkan. Bahkan ada juga yang membeli keluar daerah, karena saat pupuk dibutuhkan tidak tersedia dikios pupuk setempat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Suasana rapat koordinasi itupun sempat sedikit memanas akibat Camat Panti, Aswar mengeluhkan minimnya pengawasan yang dilakukan tim KP3 setempat.</p>
<p>&#8220;Kami Camat juga tim KP3 Pasaman merasa kecewa dengan kondisi ini. Ini sebenarnya masalah klasik, setau saya sudah sejak tiga tahun terakhir kita hadapi kasus serupa. Kemudian masa selaku tim pengawas cuma satu kali satu tahun turun kelapangan untuk pengecekan. Jadi kita harus bertegas-tegas, kalau tidak kondisi ini akan terus berjalan,&#8221; ungkapnya dengan nada kesal.</p>
<p>Menurut Azwar, dengan minimnya pengawasan kelapangan akan menjadi celah bagi para oknum untuk mempermainkan harga pupuk bersubsidi tersebut. &#8220;Di dalam tim KP3 kan sudah lengkap pengurusnya ada unsur kepolisian, Satpol PP dan Kejaksaan. Jadi tinggal ketegasan kita saja menindak oknum yang bermain ini. Kalau tidak kita hanya berkumpul sekedar seremonial bergini saja tanpa tindakan,&#8221; tukas Azwar. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-distribusi-pupuk-bersubsidi-di-pasaman-terus-bermasalah/">Gawat, Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pasaman Terus Bermasalah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bios 44, Pupuk Temuan TNI Bertabur di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/bios-44-pupuk-temuan-tni-bertabur-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 15:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bios44]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=43335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Pupuk bios 44, hasil temuan TNI bertabur di Pasaman. Langsung Dandim 0305/Pasaman Letkol Arh Pri Isdiyanto bersama Kepala Dinas Perikanan M. Dwi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bios-44-pupuk-temuan-tni-bertabur-di-pasaman/">Bios 44, Pupuk Temuan TNI Bertabur di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Pupuk bios 44, hasil temuan TNI bertabur di Pasaman. Langsung Dandim 0305/Pasaman Letkol Arh Pri Isdiyanto bersama Kepala Dinas Perikanan M. Dwi Richi, yang memberikan ke petani dan pembudidaya ikan.</p>
<p>Sasarannya, daerah sentral ikan di Pasaman. Salah satunya di Nagari Lansek Kadak, Kecamatan Rao Selatan. Diakui Letkol Arh Pri Isdiyanto, pupuk bios 44 sangat teruji untuk meningkatkan keseburan tanah. Dimana hal ini bakal berujung pada meningkatnya hasil produksi pertanian.</p>
<p>“Pupuk hasil terobosan TNI ini tidak untuk dijual. Hanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan apa yang telah diciptakan ini memiliki manfaat bagi masyarakat dan yang lebih penting agar bisa meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan, dan perikanan” kata Letkol Isdiyanto.</p>
<p>Tidak saja memberikan pupuk, pihak Kodim 0305 Pasaman juga langsung memberi arahan tentang tata cara pemakaian pupuk bios 44.</p>
<p>“Bayangkan saja, salah satu manfaat yang dapat di serap dari pupuk bios 44 tersebut yaitu, air sisa dari kolam pun berguna sebagai pupuk untuk pengairan sawah masarakat. Kami juga ingin mendorong, agar masyarakat dibantu Koramil ikut membudidayakan pupuk bios 44,” tukas Letkol Isdiyanto. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bios-44-pupuk-temuan-tni-bertabur-di-pasaman/">Bios 44, Pupuk Temuan TNI Bertabur di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pupuk Dari Darah Sapi Karya Siswa SMAK Dilirik Pemko Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/pupuk-dari-darah-sapi-karya-siswa-smak-dilirik-pemko-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2019 19:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[#smak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35977</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Karya ilmiah siswa SMK-SMAK Padang yang memanfaatkan darah sapi sebagai bahan baku pupuk organik cair mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-dari-darah-sapi-karya-siswa-smak-dilirik-pemko-padang/">Pupuk Dari Darah Sapi Karya Siswa SMAK Dilirik Pemko Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Karya ilmiah siswa SMK-SMAK Padang yang memanfaatkan darah sapi sebagai bahan baku pupuk organik cair mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Padang. Rencananya, kedua pihak akan mengadakan MoU untuk pengembangan kerja sama dalam pengolahan produk yang sudah dipatenkan tersebut.</p>
<p>&#8220;Karya ilmiah siswa SMAK Padang yang berupa pupuk organik cair dengan memanfaatkan darah sapi, mesti dikembangkan lebih lanjut agar temuan tersebut menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat menerima Kepala SMAK Padang Drs. Nasir didampingi beberapa orang guru dan kepala bagian kerja sama Erwin di kediaman Jalan A. Yani, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurut Mahyeldi, karya ilmiah siswa SMAK Padang memanfaatkan limbah darah sapi yang telah dipatenkan merupakan wujud ilmu pengetahuan yang ditimba selama ini. Hal ini patut mendapat perhatian, khususnya bagi Pemko Padang sebagai pemerintahan terdekat yang telah membina dunia pendidikan di daerah ini. &#8220;Sangat sayang, bila sekolah yang menjadi &#8216;rule model&#8217; pendidikan vokasi industri di Indonesia ini tidak kita manfaatkan,&#8221; ujar Mahyeldi.</p>
<p>Bentuk tanggung jawab pemerintah, kata Mahyeldi, diantaranya mendorong siswa untuk terus berinovasi, serta memfasilitasi siswa dalam pengembangan karyanya.</p>
<p>&#8220;Tanggung jawab pemerintah adalah mendorong siswa berinovasi dan memfasilitasi untuk terus mengembangkan inovasi tersebut,&#8221; selanya.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Kepala SMAK Padang, Nasir membeberkan produk-produk ilmiah yang dihasilkan siswa sebagai calon-calon analis kimia. Karya-karya ilmiah tersebut sebagian sudah dipatenkan kemudian di akhir tahun pelajaran dipamerkan di lingkup sekolah. Adapula waktunya dipamerkan dalam sebuah ekspo yang lebih besar di tingkat provinsi.</p>
<p>&#8220;Produk siswa SMAK Padang sebagian sudah dipatenkan dan dipamerkan dalam ekspo sekolah dan di tingkat yang lebih besar lagi,&#8221; kata Nasir.</p>
<p>Dijelaskan Nasir, khusus pupuk organik cair berbahan baku darah sapi ini sudah dibuktikan penggunaannya pada tanaman bungan dan tanaman buah. Hasilnya menakjubkan, pohon yang semula enggan tumbuh di lingkungan kampus SMAK Padang terbukti hidup subur dan cepat berbuah setelah menggunakan pupuk olahan siswa tersebut.</p>
<p>&#8220;Selain merangsang pohon tumbuh subur dan cepat berbuah, pupuk organik cair dari darah sapi juga mampu mentralisir tanah yang semula berkadar asam tinggi,&#8221; ungkapnya. <b>(hum/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-dari-darah-sapi-karya-siswa-smak-dilirik-pemko-padang/">Pupuk Dari Darah Sapi Karya Siswa SMAK Dilirik Pemko Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/158 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.021 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:21:47 by W3 Total Cache
-->