<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Puisi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/puisi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Mar 2023 04:20:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Puisi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/puisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Puisi se Dunia Serta Bentuk Keragaman Puisi di Daerah dalam Setiap Negara</title>
		<link>https://prokabar.com/hari-puisi-se-dunia-serta-bentuk-keragaman-puisi-di-daerah-dalam-setiap-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Mar 2023 04:20:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama : Putri Ayuni Jurusan sastra Minangkabau Universitas Andalas Puisi merupakan wujud karya tulis yang terikat oleh rima, irama, lirik dan bait. Karya tulis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hari-puisi-se-dunia-serta-bentuk-keragaman-puisi-di-daerah-dalam-setiap-negara/">Hari Puisi se Dunia Serta Bentuk Keragaman Puisi di Daerah dalam Setiap Negara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Nama : Putri Ayuni</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Jurusan sastra Minangkabau </strong><br />
<strong>Universitas Andalas</strong></p>
<p>Puisi merupakan wujud karya tulis yang terikat oleh rima, irama, lirik dan bait. Karya tulis puisi ini juga memiliki nilai kesusahan dalam kata lain sastra tulisan yang di bentuk dalam prosa,dan puisi ini miliki bait yang terkait satu sama lain contohnya dari bait 1 ke 2 harus nyambung.</p>
<p>Nah puisi ini juga merupakan karya tulis ilmiah dari nama dan bentuk nya sudah jelas puisi ini aadalah karya terikat oleh aturan dan puisi ini memiliki jenis dan ketentuannya,apa saja itu mari kita bahas dan telaah satu persatu.</p>
<p><strong>Sejarah Puisi</strong><br />
Sejarah puisi ini sangatlah panjang untuk di ceritakan, maka dari itu saya akan mempersingkat saja tentang sejarah puisi ini. Jadi menurut sumber yang saya baca yaitu dari Deepublis. com bahwa puisi di mulai pada abad 3 SM. Puisi pertama atau puisi tertua pada saat itu adalah Milenium di Sumeria, puisi ini yang berjudul Epos Gligames yang dituliskan dalam tablet tanah liat dan Papyru. Sementara puisi Kuno kedua juga berada di yang Kuno yaitu IIIiand Odyessey.</p>
<p>Nah dari sini kita ketahui bahwa sejarah puisi bukan berada di tanah air saja melainkan di negara-negara terdahulunya, maka lahirnya puisi juga dari zaman perkembangan romawi Kuno hingga perkembangan puisi di zaman era digital pada saat ini.</p>
<p><strong>Penetapan Hari Puisi Dunia (Internasional)</strong><br />
Penetapan ini juga tidak asal penetapan pada lamanya puisi sedunia, akan tetapi data UNESCO mengatakan hari lahir puisi dunia ini di nobatkan pada tanggal 21 Maret 1999. Tujuan adanya penetapan hari lahir puisi ini di karenakan supaya banyak orang-orang di dunia lebih banyak membaca, menulis, berkarya dan menerbitkan hasil pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk seni puisi yang bebas yang miliki rasa bahagia, sedih, gembira dan gelisah, yang ada di hati dan benak pikiran manusia.</p>
<p>Maka terciptanya lah hari puisi sedunia dan di nobatkan pada tanggal 21 bulan Maret tahun 1999 hingga saat ini.</p>
<p><strong>Macam jenis puisi</strong><br />
Puisi ini juga memiliki ragam tata bahasa yang berbeda di setiap negara, serta ciri khas puisi bisa disampaikan dari perasaan yang kita alami pada saat ini.</p>
<p>Sehingga pembaca atau orang yang menyampaikan puisi bisa menyat hati para pendengar atau audiens,serta para pembuat puisi juga melampirkan kejadian yang sebenar-benarnya atau dalam artian melalui bahasa kasar si penulis puisi.</p>
<p>Nah macam jenis puisi ada berberapa macam yaitu: puisi lama terdiri dari pantang, syair, mantra dan gurindam. Sedangkan puisi modern terdiri dari puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif.</p>
<p>Dari sini sudah jelas bahwa puisi yang kita kenal juga bukan hanya di daerah Indonesia saja melainkan di luar negara.</p>
<p>Apa saja jenis puisi luar negara itu juga meliputi jenis syair dan pantun, maka tidak jarang orang luar juga bisa membuat puisi dan membaca puisi, contohnya di negara Malaysia mereka juga bisa dalam bergantung dan bersyair mengunakan atau memakai bahasa melayu. Sebagai contoh puisi bahasa melayu,</p>
<p><em>Buah cempedak di atas bagar</em><br />
<em>Saye ke sini nak cari makan</em><br />
<em>Kalau boleh nak puan memberi jalan</em><br />
<em>Gemuruh tebuh dah bergeger</em></p>
<p><em>Ambik wuduh pergilah sembahyang </em><br />
<em>Nah mintak jalan ke pade tuhan</em><br />
<em>Dak elok bising-bising kat kawan</em><br />
<em>Nantik kurang tak mau bekawan</em></p>
<p>Nah dari sini kita tahu bahwa pembacaan puisi di negara Malaysia tidak jauh berbeda dengan pembawaan puisi di Indonesia. Akan tetapi pembawaan pantun atau puisi di negara Malaysia memakai tata bahasa melayu.</p>
<p>Nah disini juga puisi juga bisa memakai bahasa daerah dalam tanda”puisi daerah di setiap negara. Contohnya negara indonesia negara indonesia sendiri memiliki suatu keragaman dalam tata dan pemakaian bahasa serta suku, ras, dan budaya.</p>
<p>Nah saya akan menyampaikan kalau puisi ini juga bisa berbentuk kaba masyarakat daerah Minangkabau, contoh kaba yaitu kaba Siti kalau, Anggun nan Tongga serta masih banyak kaba-kaba lainnya yang ada di daerah Minangkabau serta daerah Indonesia lainnya.</p>
<p>Ragam bahasa yang di pakai pada puisi<br />
Ragam bahasa yang di pakai di setiap negara itu juga berbeda. Karena cara pembawaan dan pemakaian kata dan bahasa berbeda, kelayakan negara memakai bahasa melayu tetapi ada juga memakai bahasa negara masing-masing.</p>
<p>Seperti yang sudah saya jelaskan dalam paragraf sebelumnya bahwasanya puisi ini tidak sembarangan di bajakan harus menggunakan irama dan syair yang ciri khas, kalau puisi bertemakan perang maka harus memakai nada tegas dan pembawaan yang gagah sedangkan puisi yang bertemakan romantis harus memakai nada yang kemajuan penghayatan penuh cinta dan anggun.</p>
<p>Nah dari sini sudah jelas bahwa puisi memiliki ciri khas dan kenaikan yang estetika sendiri di setiap daerahnya dan negara serta memiliki ragam tulisan yang mudah di pahami oleh pendengar dan keharuan suasana yang ada dalam puisi tersebut. Kita akan masuk ke penjelasan puisi lama dan modren pada pembahasan kali ini yaitu sebagai berikut.</p>
<p><strong>Puisi lama</strong><br />
Puisi lama adalah puisi yang terikat akan syarat dan ketentua yang berarti terikat akan. Bait, syair, rima, irama dan puisi lama ini kebanyakan dalam pantun, gurindam, dan kaba mak dapat di artian kalau puisi lama ini menyimpulkan ciri khas yang klasik atau Kuno.</p>
<p>Dan puisi lama ini harus bersajak seperti aa,abab,acara dan pasti memiliki 4 bait atau 5 bait dalam satu puisi. Serta kebanyakan memakai majas alam seperti metafora, hiperbola, sindiran dan sebagainya.</p>
<p>Contohnya dalam puisi Indonesia yaitu puisi Aku karya Charil Anwar. Yang sangat populer di kangen masnyarakat Indonesia dari dahulu hingga sekarang ini.</p>
<p><strong>Puisi modern</strong><br />
Puisi modern adalah puisi yang tidak terikat oleh bait, irama atau peraturan lainnya. Nah biasa nya puisi baru atau modern ini kebanyakan puisi anak sekolahan yang belum tau dalam ketentuan pembuatan atau penulisan puisi yang bersangkutan dengan majas-majas dan ketentuaan lainnya atau keterikatan yang telah di tentukan oleh pengarang puisi pada zaman era modrem ini.</p>
<p>Biasanya dalam bentuk puisi baru ini memakai teknik atau metode Pikiran cepat dan poin-ponnya saja dan juga kebanyakan puisi baru ini memakai narasi dan pengalaman masa remaja yang di alami oleh si penulis puisi tersebut.</p>
<p>Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dalam artikel saya ini ialah, hari puisi dunia (Internasional) yang di selenggarakan pada tanggal 21 maret 1999. Hari perayaan puisi ini kebanyakan di negara-negara sekumpulan yang tau akan keberadaan puisi,puisi juga memiliki dua jenis puisi yaitu puisi lama dan puisi baru(modern).</p>
<p>Puisi ini juga ada memakai bahasa melayu di negara yang menggunakan bahasa melayu contohnya di negara Malaysia, dan juga puisi ini memakai majas atau pelengkap yang di tulis dalam puisi tersebut.</p>
<p>Puisi juga merupakan karya sastra tulisan yang banyak di gemari oleh anak muda dan puisi juga muda di tulis menggunakan perasaan atau rasa yang kita rasakan pada saat hati kita bahagia maka puisi yang kita tulis akan happy sedangkan kalau puisi kita bermakna sedih berarti hati si penulis lagi sedih, jadi kita harus tetap melestarikan karya tulisan yang berbentuk puisi tersebut. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hari-puisi-se-dunia-serta-bentuk-keragaman-puisi-di-daerah-dalam-setiap-negara/">Hari Puisi se Dunia Serta Bentuk Keragaman Puisi di Daerah dalam Setiap Negara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buku Puisi Sastri akan Dibedah Kritikus Handal</title>
		<link>https://prokabar.com/buku-puisi-sastri-akan-dibedah-kritikus-handal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 04:52:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#Sastri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Diskusi Buku karya Sastri Bakry akan dibedah oleh dua pembicara handal Chye Retty Isnendes dari FPBS UPI Bandung dan Jamal D...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-puisi-sastri-akan-dibedah-kritikus-handal/">Buku Puisi Sastri akan Dibedah Kritikus Handal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Diskusi Buku karya Sastri Bakry akan dibedah oleh dua pembicara handal Chye Retty Isnendes dari FPBS UPI Bandung dan Jamal D Rahman Pimred majalah sastra Horison di PDS HB Jassin pada Kamis (21/10).</p>
<p>Diskusi ini berawal dari tulisan pedas dari para kritikus dan sastrawan senior dan yunior , dari dalam dan luar negeri seperti Ahmadun Yosi Herfanda Arbak Othman, Dasril Ahmad, Djazlam Zainal Narudin dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Ini akan menjadi diskusi menarik, saya sangat berbesar hati jika puisi saya dikritik, dibahas maupun diapresiasi sebagaimana tulisan-tulisan yang ada di buku Mengupas Sastra Sastri,&#8221; ungkap Sastri Bakry</p>
<p>Diskusi buku ini akan dimoderatori oleh Huri Yani dari Balai Pustaka. Kegiatan ini difasilitasi Pemda DKI melalui UPT PDS HB Jassin dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.</p>
<p>Gubernur Anis Baswedan sangat <em>concern</em> dengan pembangunan seni budaya dari berbagai etnik yang ada di Jakarta. Karena itu ia mengalokasikan anggaran untuk membina dan mendorong pelaku seni untuk berkarya dan menghidupkan Jakarta.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-puisi-sastri-akan-dibedah-kritikus-handal/">Buku Puisi Sastri akan Dibedah Kritikus Handal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Budaya dan Peluncuran Buku Puisi &#8220;Ada Genderuwo di Istana&#8221; karya Fadli Zon</title>
		<link>https://prokabar.com/sarasehan-budaya-dan-peluncuran-buku-puisi-ada-genderuwo-di-istana-karya-fadli-zon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2019 11:15:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#fadlizon]]></category>
		<category><![CDATA[#gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[#sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=34367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Fadli Zon Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meluncurkan antologi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sarasehan-budaya-dan-peluncuran-buku-puisi-ada-genderuwo-di-istana-karya-fadli-zon/">Sarasehan Budaya dan Peluncuran Buku Puisi &#8220;Ada Genderuwo di Istana&#8221; karya Fadli Zon</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Fadli Zon Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meluncurkan antologi puisi bertajuk &#8216;Ada Genderuwo di Istana&#8217;. Acara peluncuran buku digelar di Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ada 25 puisi yang dihimpun bertema puisi-puisi politik khususnya puisi dengan nada kritis terhadap pemerintah. Antologi puisi yang diluncurkan diambil dari salah satu judul puisi &#8216;Ada Genderuwo di Istana&#8217;, karena kebetulan kita ingin mengusir &#8216;genderuwo&#8217; di Istana,&#8221; ungkap Fadli Zon melalui siaran tertulis yang diterima, Rabu (10/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Puisi-puisi dalam &#8216;Ada Genderuwo di Istana&#8217; disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris setebal 84 halaman. Dalam buku tersebut, dilampirkan pula kliping judul-judul berita yang menampilkan pemberitaan puisinya. Buku ini juga dilengkapi prolog yang ditulis oleh Rocky Gerung serta epilog yang ditulis oleh Ridwan Saidi,&#8221; sambung Fadli.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya mengatakan, menulis puisi lantaran sisi kebudayaan jarang disinggung. “Kita tahu, tak ada peradaban tanpa ada budaya. Saya berharap budaya makin maju dan menjadi aset nasional. Puisi harus menjadi salah satu budaya yang dijaga sebagai aset nasional,&#8221; ucap Fadli Zon. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sering kali kita tidak melihat budaya dan kebudayaan itu sebagai satu kekayaan nasional. Padahal justru sebenarnya budaya itu adalah aset atau kekayaan nasional yang sangat berharga. Karena di situ kita bisa membentuk identitas, jati diri, keberagaman, dan kebinekaan yang inheren dengan perjalanan sejarah bangsa,&#8221; jelasnya</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Peluncuran buku puisi &#8220;Ada Genderuwo di Istana&#8221; dimeriahkan oleh pembacaan puisi dari para tokoh, akademisi, seniman dan budayawan. Fahri Hamzah membacakan puisi berjudul &#8220;Arah Baru&#8221;, Ridwan Saidi membacakan puisi “Ada Genderuwo di Istana” dan puisi yang ia tulis sendiri berjudul &#8220;Rantai Sepeda Putus&#8221;. Sarasehan juga menghadirkan<span class="Apple-converted-space">  </span>pembaca puisi Neno Warisman, Dipo Alang, Tio Pakusadewo, Sang Alang, Derry Sulaeman, Dahnil Anzar Simanjuntak, hingga penyair senior Jose Rizal Manua. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Turut membaca puisi para penyanyi Camelia Malik, Evi Tamala, dan Fitria Evi Sukaesih. Acara juga diramaikan dengan penampilan dari komedian Komeng, Lieus Sungkharisma: Fauzi Baadila, Mustofa Nahra, Abrory A Djabar, Linda Djalil, Nissa Rengganis, Peri Sandi dan Bode Riswandi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam orasinya, Ridwan Saidi menyinggung kalau puisi menjadi wadah efektif untuk ekspresi kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, puisi-puisi Fadli Zon memuat pesan-pesan yang tegas dan aktual. &#8220;Puisi Fadli: Ngeri&#8221; tulis Ridwan Saidi dalam epilognya. Sementara, Rocky Gerung menulis prolognya, puisi-puisi fadli adalah cara interupsi yang cerdas. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Tak harus estetik kriteria utama sebuah puisi. Yang utama adalah ia otentik. Artinya,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">ia harus tumbuh dari radikalitas rohani. <span class="Apple-converted-space">  </span>Yaitu ekspresi jujur dari batin yang </span><span class="s1">terganggu. Terganggu oleh ketakjujuran, <span class="Apple-converted-space"> </span>terganggu oleh kemunafikan, terganggu </span><span class="s1">oleh ketidakadilan. Watak puisi adalah memang subversi: terhadap kemapanan, terhadap kepongahan, bahkan terhadap<span class="Apple-converted-space">  </span>kepastian. Karena itu, yang terucap <span class="Apple-converted-space">  </span>dalam sebait puisi adalah ggumpalan kehendak yang menginginkan yang baru. Puisi adalah interupsi terhadap arogansi. Dan dengan itu ia menemukan jalan baru&#8221; tulis Rocky dalam prolognya.</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sarasehan-budaya-dan-peluncuran-buku-puisi-ada-genderuwo-di-istana-karya-fadli-zon/">Sarasehan Budaya dan Peluncuran Buku Puisi &#8220;Ada Genderuwo di Istana&#8221; karya Fadli Zon</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi Sukmawati, Dicerca Netizen Hingga Dilaporkan ke Polisi</title>
		<link>https://prokabar.com/puisi-sukmawati-dicerca-netizen-hingga-dilaporkan-ke-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2018 07:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#PenistaanAgama]]></category>
		<category><![CDATA[#Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[#Sukmawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4886</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Puisi Sukmawati Soekarno Putri berjudul Ibu Indonesia, menuai caci maki. Netizen heboh mengutuk puisi yang dianggap menistakan agama Islam itu. Kata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/puisi-sukmawati-dicerca-netizen-hingga-dilaporkan-ke-polisi/">Puisi Sukmawati, Dicerca Netizen Hingga Dilaporkan ke Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8211; </b>Puisi Sukmawati Soekarno Putri berjudul Ibu Indonesia, menuai caci maki. Netizen heboh mengutuk puisi yang dianggap menistakan agama Islam itu. Kata &#8220;Sukmawati&#8221; jadi trending topic di Twitter sejak Selasa (3/4).</p>
<p>Belum lagi penggalan puisi yang beredar dari HP ke HP membuat darah sejumlah orang mendidih. &#8220;Ini kata kata penghinaan yang dibungkus puisi,&#8221; ucap Hendri, salah seorang Warga Kota Padang.</p>
<p>Di Twitter, Netizen mengutuk Sukmawati. Soekarno ikut dibawa bawa jelek. &#8220;Bu Sukmawati<br />
Bapak anda proklamator, masa anda mau dicap provokator?<br />
Puisi anda seolah menuduh Islam itu kotor,<br />
Kalau gak tau Islam sebaiknya belajar bukankah Internet bisa anda akses di layar monitor?&#8221; ungkap akun Kanamizu.</p>
<p>Ribuan Netizen lain juga menyerang Sukmawati, karena dianggap keterlaluan dalam membuat puisi.</p>
<p>Sementara itu, beberapa netizen membela Sukmawati, karena dianggap memgekspresikan dirinya sebagai budayawati. &#8221; Jadi, aku rasa tak perlu marah apalagi ngamuk-ngamuk terkait dengan puisi Ibu Sukmawati Soekarno Putri. Itu subyektifitas dan untaian rasa yang dia ungkap sebagai buah pikir dan rasa yg dia miliki,&#8221; tulis pemilik akun @dahnilanzar.</p>
<p>Sukmawati Soekarno Putri juga sudah menjelaskan alasan dia membuat puisi tersebut. Anak Presiden Soekarno ini menjelaskan bahwa ini ekspresinya dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>&#8220;Ya nggak apa-apa. Kalau saya sih jujur-jujur saja. Ibu Indonesia. Saya memang warga negara Indonesia. Saya sangat bangga dengan keindonesiaan saya. Dan keindonesiaan saya itu Bhinneka Tunggal Ika,&#8221; kata Sukmawati.</p>
<p>Kegeraman masyarakat itu juga dilampiaskan dengan melaporkan Sukmawati ke polisi. Yang sudah melaporkan adalah Aktivis Partai Hanura, Forum Umat Islam Bersatu dan GP Anshor Jawa Timur.</p>
<p>Ini isi puisi yang kontroversial itu</p>
<p><i>Ibu Indonesia</i></p>
<p><i>Aku tak tahu Syariat Islam</i><br />
<i>Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah</i><br />
<i>Lebih cantik dari cadar dirimu</i><br />
<i>Gerai tekukan rambutnya suci</i><br />
<i>Sesuci kain pembungkus ujudmu</i><br />
<i>Rasa ciptanya sangatlah beraneka</i><br />
<i>Menyatu dengan kodrat alam sekitar</i><br />
<i>Jari jemarinya berbau getah hutan</i><br />
<i>Peluh tersentuh angin laut</i></p>
<p><i>Lihatlah ibu Indonesia</i><br />
<i>Saat penglihatanmu semakin asing</i><br />
<i>Supaya kau dapat mengingat</i><br />
<i>Kecantikan asli dari bangsamu</i><br />
<i>Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif</i><br />
<i>Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia</i></p>
<p><i>Aku tak tahu syariat Islam</i><br />
<i>Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok</i><br />
<i>Lebih merdu dari alunan azan mu</i><br />
<i>Gemulai gerak tarinya adalah ibadah</i><br />
<i>Semurni irama puja kepada Illahi</i><br />
<i>Nafas doanya berpadu cipta</i><br />
<i>Helai demi helai benang tertenun</i><br />
<i>Lelehan demi lelehan damar mengalun</i><br />
<i>Canting menggores ayat ayat alam surgawi</i></p>
<p><i>Pandanglah Ibu Indonesia</i><br />
<i>Saat pandanganmu semakin pudar</i><br />
<i>Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu</i><br />
<i>Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.</i></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/puisi-sukmawati-dicerca-netizen-hingga-dilaporkan-ke-polisi/">Puisi Sukmawati, Dicerca Netizen Hingga Dilaporkan ke Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/88 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:23:23 by W3 Total Cache
-->