<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Public Relation Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/public-relation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/public-relation/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jul 2024 13:48:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Public Relation Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/public-relation/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengubah Krisis Menjadi Peluang: Peran Vital Public Relations dalam Menavigasi Situasi Genting</title>
		<link>https://prokabar.com/mengubah-krisis-menjadi-peluang-peran-vital-public-relations-dalam-menavigasi-situasi-genting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 13:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Deta Kurniawan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas Di dunia bisnis dan organisasi, krisis komunikasi bisa datang kapan saja, membawa potensi kerugian besar baik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengubah-krisis-menjadi-peluang-peran-vital-public-relations-dalam-menavigasi-situasi-genting/">Mengubah Krisis Menjadi Peluang: Peran Vital Public Relations dalam Menavigasi Situasi Genting</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Deta Kurniawan<br />
</strong><strong>Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi<br />
</strong><strong>Universitas Andalas</strong></p>
<p>Di dunia bisnis dan organisasi, krisis komunikasi bisa datang kapan saja, membawa potensi kerugian besar baik dalam hal reputasi maupun finansial. Dalam situasi krisis ini, peran Public Relations (PR) menjadi sangat vital. Public Relations yang efektif dapat mengubah badai menjadi peluang, sementara Public Relations yang gagal dapat memperburuk situasi menyebabkan kerugian yang lebih besar. Sebuah krisis yang dikelola dengan baik bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan ketangguhan dan komitmen perusahaan atau organisasi. Sementara, krisis yang ditangani dengan buruk bisa menyebabkan kerugian reputasi yang sulit dipulihkan bahkan bisa saja menjerumuskan perusahaan ke jurang kehancuran.</p>
<p>Menurut Coombs (2015), krisis adalah persepsi tentang peristiwa tak terduga yang mengancam harapan penting dari para <em>stakeholders</em> yang terkait dengan masalah kesehatan, keselamatan, lingkungan, atau ekonomi, yang dapat berdampak serius pada kinerja organisasi dan menimbulkan hasil yang negatif. Meskipun krisis merupakan sebuah peristiwa yang tidak terduga, tetapi sejatinya krisis itu sendiri dapat diprediksi. Public Relations harus bisa menyiapkan langkah-langkah mitigasi dengan baik untuk mengantisipasi krisis yang mungkin saja terjadi. Praktisi Public Relations dewasa ini bukan lagi seperti pemadam kebakaran yang sigap memadamkan api ketika api sudah berkobar, tetapi lebih dari itu, praktisi Public Relations dituntut sedini mungkin melakukan pencegahan supaya api itu tidak muncul ke permukaan. Hal ini bagaikan membangun benteng kokoh untuk meminimalisir risiko terjangan badai.</p>
<p>Namun, perjalanan perusahaan tidak seperti persamaan matematika dasar ketika x + y = 5, jika x = 3 maka y = 2. Dinamika sebuah organisasi sangat kompleks. Bahkan, ketika praktisi Public Relations sudah melakukan pemetaan yang komprehensif sekalipun, krisis itu mungkin saja bisa terjadi. Sejatinya, meskipun krisis merupakan suatu kondisi atau peristiwa yang mungkin bisa menyerang reputasi organisasi, tetapi dengan pengelolaan krisis yang baik, maka bisa saja krisis tersebut menjadi “<em>turning point in history life</em>”, yaitu suatu titik balik yang bisa memberikan pengaruh signifikan terhadap kelangsungan perusahaan.</p>
<p>Dalam menghadapi situasi krisis, Public Relations harus berani mengambil tanggung jawab melakukan komunikasi kepada <em>stakeholders</em>. Pembagian peran yang jelas antara pimpinan dan Public Relations akan mempercepat penyelesaian krisis dan meminimalkan dampak terhadap reputasi perusahaan. Tidak semua peristiwa di perusahaan mengharuskan pimpinan puncak yang menyampaikan pernyataan resmi. Untuk beberapa kasus, cukup PR yang menyampaikan informasi kepada <em>stakeholders.</em></p>
<p>Menurut Timothy Coombs dalam bukunya berjudul <em>Protecting Organization Reputations During a Crisis: The Development and Application of Situational Crisis Communication Theory</em>, komunikasi krisis pada dasarnya adalah serangkaian upaya komunikasi yang dilakukan oleh organisasi untuk mengelola krisis guna membangun kembali citra mereka di mata pemangku kepentingan dan publik.</p>
<p>Peneliti komunikasi krisis, Sky Marsen dalam bukunya <em>Navigating Crisis: The Role of Communication in Organizational Crisis</em> mengatakan, komunikasi krisis adalah serangkaian kegiatan mulai dari cara organisasi merespons, menjelaskan, membenarkan peristiwa krisis, mengambil tindakan untuk menyelidiki penyebab krisis, hingga cara mereka mengkomunikasikan tindakan tersebut kepada publik, sangat menentukan upaya memperbaiki citra dan reputasi.</p>
<p>Salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian PR dalam melakukan komunikasi krisis adalah manajemen pesan. Public Relations harus memahami prinsip 5C’s dalam penyampaian pesannya. 5C’s tersebut adalah <em>Commitment, Cooperation, Care, Consistency &amp; Coherency, Clarity. Commitment </em>dalam artian perusahaan harus menunjukkan sekaligus menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan krisis yang tengah terjadi. Mulai dari menemukan sumber terjadinya krisis, menyelesaikan masalah, hingga meminimalisasi kemungkinan negatif yang ditimbulkan. <em>Cooperation </em>berarti bahwa perusahaan harus menyampaikan kerja sama dengan pihak-pihak tertentu saat menyelesaikan krisis. Kerja sama tersebut bisa dilakukan dengan media, pemerintah, maupun pihak lainnya. Sedangkan <em>c</em><em>are</em> di sini berarti bahwa pesan yang disampaikan hendaknya menunjukkan rasa peduli dan empati yang sungguh-sungguh dari pihak perusahaan terhadap <em>stakeholders</em> yang terkena dampak krisis.</p>
<p>Selanjutnya, <em>consistency</em> <em>and coherency </em>berarti bahwa pesan yang dikomunikasikan di tengah krisis harus menunjukkan sikap konsistensi, perhatian, dan tanggung jawab penuh akan permasalahan yang terjadi. Ketika krisis terjadi, semua pihak di perusahaan harus memberikan pernyataan yang sama. Terakhir, <em>clarity </em>dimana pesan yang disampaikan kepada publik harus jelas, mudah dipahami, sederhana, dan tidak ambigu. Tujuannya, agar tidak terjadi misinformasi yang dicerna oleh publik.</p>
<p>Dalam menghadapi situasi krisis, praktisi PR tidak cukup bertindak sebagai juru bicara perusahaan saja. Pada situasi ini memungkinkan Public Relations untuk mendengar dan mengamati lebih banyak sentimen yang diberikan oleh publik. Dengan menggali sebanyak mungkin informasi dan reaksi yang diberikan oleh publik, Public Relations mendapatkan gambaran utuh terkait dengan dinamika yang sedang dihadapi perusahaan. Hal ini akan membantu Public Relations untuk menyajikan informasi dan rekomendasi yang tepat kepada pimpinan.</p>
<p>Meskipun mungkin sulit untuk mengakui adanya krisis tertentu, menjaga pendekatan yang jujur sangatlah penting. Ketika perusahaan mencoba menutup-nutupi masalah atau mengklaim bahwa tidak ada masalah sama sekali, hal itu justru dapat menurunkan kepercayaan publik. Transparansi adalah kunci dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan tersebut. Dalam situasi krisis, PR harus bersikap terbuka mengenai fakta yang ada meskipun belum seluruh informasi tersedia. Mengarang atau memberikan informasi yang tidak akurat dengan maksud terlihat transparan bisa merusak kredibilitas perusahaan lebih jauh.</p>
<p>Public Relations harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum membuat pernyataan publik. Hal itu melibatkan pengumpulan data dan fakta yang cukup untuk memberikan gambaran yang akurat tentang situasi. Mengeluarkan pernyataan tanpa persiapan yang memadai hanya akan menambah kebingungan dan memperburuk krisis. Menyampaikan informasi yang setengah-setengah atau spekulatif dapat menimbulkan berbagai interpretasi negatif dari publik dan media, yang pada akhirnya dapat memperburuk situasi.</p>
<p>Selain itu, praktisi PR perlu memilih saluran komunikasi yang tepat untuk menyampaikan informasi selama krisis. Setiap saluran memiliki audiens yang berbeda dan cara penyampaian informasi yang efektif mungkin berbeda-beda. Misalnya, media sosial mungkin efektif untuk mencapai audiens yang lebih muda dan memberikan <em>update</em> cepat, sementara konferensi pers atau siaran pers formal mungkin lebih sesuai untuk pengumuman resmi.</p>
<p>Membanjiri media dengan berbagai konten klarifikasi juga tidak selalu efektif. Hal ini dapat membuat pesan utama tersesat di tengah-tengah informasi yang berlebihan dan berpotensi membingungkan audiens. Sebaliknya, Public Relations harus fokus pada penyampaian pesan yang jelas dan ringkas yang dapat dengan mudah dipahami oleh publik. Penggunaan media yang selektif dan strategis dalam menyampaikan informasi dapat membantu memastikan bahwa pesan yang tepat mencapai audiens yang tepat.</p>
<p>Kehadiran media sosial di era digital saat ini memang seperti pisau bermata dua bagi PR. Di satu sisi, media sosial menyediakan platform yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi dengan cepat dan luas. Dalam situasi krisis, media sosial memungkinkan Public Relations untuk berkomunikasi langsung dengan audiens, memberikan <em>update real-time</em> dan menjawab pertanyaan atau kekhawatiran publik secara cepat. Public Relations dapat memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan konten edukatif dan kreatif yang dapat membantu menenangkan situasi dan membangun kembali kepercayaan publik. Misalnya, infografis yang jelas, video penjelasan dan pernyataan resmi yang ringkas dapat digunakan untuk memberikan informasi yang akurat dan menenangkan.</p>
<p>Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Dengan kemudahan membuat akun dan penyebaran informasi, media sosial dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menggiring opini dan memperburuk situasi. Informasi yang salah atau menyesatkan dapat dengan cepat menyebar luas, menciptakan kebingungan dan ketidakpercayaan di kalangan publik. Dalam situasi krisis, rumor dan berita palsu bisa berkembang biak, memperparah keadaan dan menambah beban kerja tim Public Relations dalam mengelola krisis tersebut.</p>
<p>Selain itu, tanggapan negatif atau kritik dari pengguna media sosial dapat dengan cepat menjadi viral dan memperburuk citra perusahaan. Pengelolaan krisis yang buruk di media sosial dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan publik dan kerusakan reputasi jangka panjang. Oleh karena itu, Public Relations harus memiliki strategi yang matang dalam menggunakan media sosial selama krisis. Mereka harus siap merespons dengan cepat dan tepat terhadap informasi yang salah dan mengelola komunikasi dengan cara yang transparan dan jujur.</p>
<p>Kesuksesan Public Relations dalam mengatasi krisis komunikasi tidak hanya bergantung pada seberapa baik mereka merespons situasi tersebut, tetapi juga pada seberapa efektif mereka dalam mengelola informasi dan menjaga kepercayaan publik. Sebaliknya, kegagalan dalam menangani krisis komunikasi bisa berujung pada hilangnya reputasi yang sulit dipulihkan dan dampak finansial yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi Public Relations untuk selalu siap siaga, memiliki rencana mitigasi yang jelas dan menjaga transparansi serta kejujuran dalam setiap langkah komunikasi yang diambil. Dengan demikian, Public Relations dapat mengubah krisis menjadi peluang untuk menunjukkan ketangguhan dan komitmen perusahaan, memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, dan menjaga reputasi perusahaan tetap baik di mata publik. <strong>(*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p>Coombs. 2007. Protecting Organization Reputations During a Crisis: The Development and Application of Situational Crisis Communication Theory. Corporate Reputation Review.</p>
<p>Coombs, W. T. 2015. OnGoing Crisis Communication Planning, Mananging, and Responding (Fourth). University of Central Florida.</p>
<p>Marsen, Sky. 2020 Navigating Crisis: The Role of Communication in Organizational Crisis. International Journal of Business Communication.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengubah-krisis-menjadi-peluang-peran-vital-public-relations-dalam-menavigasi-situasi-genting/">Mengubah Krisis Menjadi Peluang: Peran Vital Public Relations dalam Menavigasi Situasi Genting</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eiger Vs Youtuber, PR Gagal Memaknai Brand</title>
		<link>https://prokabar.com/eiger-vs-youtuber-pr-gagal-memaknai-brand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2021 05:47:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Youtuber]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Widiyanarko]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata Eiger Kerato]]></category>
		<category><![CDATA[PT Eigerindo]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[Rony Lukito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88189</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;  Public Relation Eiger gagal dalam memaknai brand dalam kasus Youtuber Dian Widiyanarko atau @duniadian. Kasus bermula dari postingan Dian Widiyanarko yang mereview...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eiger-vs-youtuber-pr-gagal-memaknai-brand/">Eiger Vs Youtuber, PR Gagal Memaknai Brand</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com</strong> </a>&#8211;  Public Relation Eiger gagal dalam memaknai brand dalam kasus Youtuber Dian Widiyanarko atau @duniadian.</p>
<p>Kasus bermula dari postingan Dian Widiyanarko yang mereview Kacamata Eiger Kerato.</p>
<p>Pada review tersebut Eiger merasa keberatan hingga kemudian melayangkan surat pada Dian Wdiyanarko.</p>
<p>Ada tiga hal keberatan Eiger pada review kacamatan Kerato oleh Dian Widiyanarko.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> kualitas video review produk oleh Dian kurang bagus dari segi pengambilan gambar. Sehingga Eiger merasa produknya terlihat berbeda dari segi warna, bahan dan detial aksesoris kurang jelas.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> ada suara di luar video utama yang mengganggu atau noise sehingga informasi tentang Kacamata tersebut tidak jelas bagi konsumen.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> setting lokasi kurang propper bagi pengambilan gambar video.</p>
<p>Dian yang menggubris surat keberatan Eiger melalui postingan di Instagramnya sehingga banyak yang geram sikap produsen alat outdoor tersebut.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<p><strong><a href="https://prokabar.com/infografis-daftar-juara-liga-champions-chelsea-kini-koleksi-dua-trofi/">Infografis: Daftar Juara Liga Champions: Chelsea Kini Koleksi Dua Trofi</a></strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/cabang-mtq-dan-mhq-putri-sumbang-medali-untuk-iain-batusangkar/"><strong>Cabang MTQ dan MHQ putri Sumbang Medali Untuk IAIN Batusangkar</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/oman-masih-terlalu-kuat-timnas-indonesia-kalah-lagi/"><strong>Oman Masih Terlalu Kuat, Timnas Indonesia Kalah Lagi</strong></a></p>
<p>Pada akun Instagramnya, Dian merasa kaget dengan ketiga poin dalam surat keberatan Eiger.</p>
<p>&#8220;Saya kan review produk gak anda endorse, saya youtuber kaki lima belum bintang lima yang alatnya cinematik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Malah seharusnya anda berterima kasih dapat promosi gratis ke 37 ribu subscribers. Wong videonya tonenya positif,&#8221; tulis Dian dalam postingan Instagramnya.</p>
<p>Unggahan Dian di akun Instagramnya semakin ramai dan membuat geram warganet hingga tranding topic di Twitter.</p>
<p>Eiger yang menyadari surat keberatannya viral dan menjadi perbincangan negatif kemudian melayangkan permintaan maaf pada Dian dan warganet.</p>
<p>Pada kasus ini, Public Relation Eiger gagal dalam memaknai posisi brand produknya.</p>
<p>Kalau Eiger menciptakan produk untuk semua kalangan bukan hanya kalangan tertentu, maka tidak wajar perusahaan outdoor tersebut melayangkan surat keberatan.</p>
<p>Kecuali, Eiger hanya memproduksi produk untuk kalangan tertentu saja, maka wajar Public Relation PT Eigerindo Multi Produk Industri tersebut merasa keberatan dengan review video dian.</p>
<h3>Apa itu Brand?</h3>
<p>Oxford Dictionaries mendefenisikan brand sebagai is a typ of product manufactured by a particular under a particular nam.</p>
<p>Artinya, brand merupakan tipe produk yang diproduksi oleh perusahaan di bawah sebuah nama.</p>
<p>American Marketing Association mendefenisikan brand sebagai pengalaman konsumen secara keseluruhan yang membedakan suatu organisasi atau produk dari pesaingnya.</p>
<p>Defenisi jelas mengartikan sikap Eiger dalam melayangkan surat keberatan pada review Youtuber Dian sangat salah.</p>
<p>Surat keberatan tersebut malah memperburuk brand Eiger yang seharusnya menjadi pakaian banyak orang.</p>
<h3>Surat Keberatan Eiger</h3>
<p>Pada surat keberatan Eiger ada tandatangan Rony Lukito yang menjadab sebagai Chief Execultive Officer.</p>
<p>Bubuhan tandatangan ini memberi arti bahwa Eiger adalah milik publik.</p>
<p>Sayangnya, adanya surat keberatan dengan bubuhan tandatangan Rony Lukito menciptakan citra buruk pada perusahaan.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/efektivitas-internet-sebagai-media-promosi-di-masa-pandemi/"><strong>Efektivitas Internet sebagai Alat Promosi di Masa Pandemi</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/cyber-pr-pelaksana-fungsi-ganda-perusahaan-di-tengah-pandemi/"><strong>Cyber PR Fungsi Ganda Perusahaan di Tengah Pandemi</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/media-sosial-dan-website-corong-informasi-cyber-pr/"><strong>Media Sosial dan Website Corong Informasi Cyber PR</strong></a></p>
<p>Paling krusial adalah pandangan publik tentang karyawan Eiger sampai pada divisi Public Relation tidak mengerti tentang brand.</p>
<p>Posisinya begini, Rony Lukito dengan tandatangannya pada surat keberatan mengartikan karyawan tidak paham dengan brand purpose, core value, visi dan misi perusahaan.</p>
<p>Mirisnya yang mengawali kasus ini adalah divisi Human Capital yang memiliki tugas memberikan pemahaman pada setiap karyawan tentang Eiger.</p>
<h3>Era Media Sosial Peluang dan Kehancuran Perusahaan.</h3>
<p>Media Sosial sudah sangat tidak asing bagi publik yang sering berselancar di dunia maya.</p>
<p>Harusnya ketidakasingan ini mejadi pelajaran penting bagi perusahaan ternama.</p>
<p>Pertama, media sosial bisa menciptakan brand dan citra baik bagi perusahaan tentang produk yang akan digunakan publik.</p>
<p>Kedua, kehancuran bagi perusahaan saat perusahaan gagal mengayomi publik apalagi salah dalam bersikap atau mengambil keputusan seperti kasus Eiger dan Youtuber Dian.</p>
<p>Harusnya perusahaan menjadi lebih manusiawi di Media Sosial agar mampu memhami nilai dan alasan review dari setiap konsumen.</p>
<p>Kemudian, Public Relation bersama divisi lain hingga CEO menciptakan strategi baru agar pemahaman produk yang buruk tak terulang kembali.</p>
<h3>Bagaimana dengan Permintaan Maaf Eiger?</h3>
<p>Sikap ini sudah benar untuk menyelesaikan permasalahan secara cepat dan akurat dan manusiawi.</p>
<p>Eiger dengan permintaan maaf membuat publik sadar permasalahan ini hanya missinterpretasi tentang brand atau kasus ini hanya berawal dari oknum yang tidak mengerti tentang produk.</p>
<p>Sebenarnya PT Eigerindo bisa saja menempuh jalur hukum atas review Dian dengan dugaan merugikan perusahaan.</p>
<p>Tapi, jika jalur ini ditempuh, maka publik akan semakin geram dan Eiger akan merugi.</p>
<p>Di mata publik, perusahaan adalah Golitah dan konsumen adalah David. Publik tak akan peduli siapa yang benar dan salah di mata hukum. Mereka akan membela siapa yang lebih lemah dan meminta maaf adalah jalan terang bagi PT Eigerindo.</p>
<p>Meski permintaan maaf tak akan menghapus pandangan buruk publik, namun PT Eigerindo tetap sudah berjuang untuk mempertahankan posisi sebagai perusahaan outdoor yang layak digunakan semua kalangan.</p>
<p>Masyarakat semakin pesimistis menggunakan produk bukan karena alasan kualitas, tapi perusahaan tersebut tidak manusiawi.</p>
<p>Satu-satunya yang bisa memperbaiki keadaan ini adalah permintaan maaf dengan bubuhan tandatangan Rony Lukito.</p>
<p>Di sini publik bisa mendefenisikan bahwa perusak brand perusahaan tersebut hanyalah oknum yang tidak mengerti tentang produk.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eiger-vs-youtuber-pr-gagal-memaknai-brand/">Eiger Vs Youtuber, PR Gagal Memaknai Brand</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</title>
		<link>https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 12:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#humas]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber Pr]]></category>
		<category><![CDATA[e-goverment]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Padang &#8211;  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan besar pada dunia Humas atau Public Relation. Terutama pada Humas pemerintah, suka atau tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar.com, Padang &#8211; </strong> Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan besar pada dunia Humas atau <em>Public Relation.</em></p>
<p>Terutama pada Humas pemerintah, suka atau tidak perkembangan ini mengharuskan seluruh staf berbenah dan menyesuaikan diri.</p>
<p>Humas pemerintah harus bertransformasi dari cara-cara konvensional ke digital <em>(online).</em></p>
<p>Pengaruh teknologi komunikasi dan internet sangat menunjang kegiatan <em>Public Relation.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/simpan-sabu-warga-sungai-jambu-diciduk-di-kubu-rajo-limo-kaum/"><strong>Simpan Sabu, Warga Sungai Jambu Diciduk di Kubu Rajo Limo Kaum</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/solusi-partispasi-publik-sinar-harus-diaplikasikan/"><strong>Solusi Partispasi Publik, SINar Harus Diaplikasikan</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pemkab-tanah-datar-berharap-tungku-tigo-sajarangan-berperan-dalam-pengambilan-kebijakan/"><strong>Pemkab Tanah Datar Berharap “Tungku Tigo Sajarangan” Berperan Dalam Pengambilan Kebijakan</strong></a></li>
</ul>
<p>Pengaruh ini akhirnya melahirkan <em>Cyber Public Relation </em>atau <em>Cyber PR.</em></p>
<p>Menurut Bob Julius Onggo (2004) dalam bukunya <em>Cyber Public Relations</em>, Humas melalui internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dari humas di dunia fisik.</p>
<p>Cyber PR tak lagi bergantu sepenuhnya kepada perantara seperti wartawan dan media cetak.</p>
<h3><strong>Kondisi<em> Cyber Public Relations</em></strong><strong> Pemerintah hari ini</strong></h3>
<p>Di pemerintahan, <em>Cyber PR </em>merupakan sarana penyampai pesan, publikasi dan sumber informasi bagi masyarakat.</p>
<p>Cyber PR dapat menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk terhubung dengan masyarakat.</p>
<p>Memang, Humas pemerintah sudah menggunakan Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk menunjang kegiatannya.</p>
<p>Namun, penggunaan hari ini ternyata belum efisien dan efektif menjangkau serta menarik khalayak.</p>
<h3><strong>Sudahkan media tersebut dimanfaatkan secara optimal?</strong></h3>
<p>Sebagai contoh website pemerintah terutama pada pemerintah daerah.</p>
<p>Website pemerintah seyogyanya bukanlah proyek gagah-gagahan tanpa peduli pada optimalisasi pemanfaatannya.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/opini/sipd-dan-alur-komunikasi-pembangunan-di-sumatra-barat/">SIPD dan Alur Komunikasi Pembangunan di Sumatra Barat</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/uu-kip-punya-batasan-informasi-untuk-publik/">UU KIP Punya Batasan Informasi untuk Publik</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/atasi-permasalahan-remaja-bkkbn-kembangkan-program-genre/">Atasi Permasalahan Remaja, BKKBN Kembangkan Program GenRe</a></strong></li>
</ul>
<p>Hari ini banyak yang beranggapan, <em>e-goverment </em> hanyalah proyek jualan para pedagang teknologi komunikasi dan informasi.</p>
<p>Anggapan ini tidak bisa disalahkan karena konten yang muncul hanya seadanya dan kurang menarik perhatian.</p>
<h3><strong>Tantangan  Di Era Digital</strong></h3>
<p>Perkembangan teknologi ini sangat menuntut Humas bekerja lebih profesional.</p>
<p>Mulai dari segi kelembagaan maupun dari sisi Sumber Daya Manusia dalam menghadapi derasnya informasi digital di Media Sosial.</p>
<p>Humas Pemerintah ahrus lebih cepat, akurat, dan transparan karena segala sesuatu sudah dalam bentuk digital dan sederhana.</p>
<p>Jaringan komunikasi yang luas serta alur birokrasi dan informasi yang semakin cepat juga harus menjadi perhatian Humas.</p>
<p>Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa Kehumasan Pemerintah harus berubah menjadi lebih kreatif, cepat, dan responsif.</p>
<p>Namun perlu akurasi tinggi untuk membangun <em>public trust</em>. Artinya humas harus lebih adaptif dan cepat dalam merespon isu.</p>
<p>Apalagi kini kita memasuki era<em> post truth</em>, dimana banyak data dan informasi valid yang tertutup oleh <em>hoax</em> di dunia maya, khususnya di media sosial.</p>
<p>Humas harus bisa membuat konten positif di media sosial. Tidak hanya positif tetapi juga menarik agar dilirik oleh khalayak.</p>
<p>Persepsi lama, bahwa PR hanya berfungsi sebagai <em>media relations</em>, membuat klipping, protokoler serta publikasi di konvensional media semata.</p>
<p>Humas harus mulai meninggalkan cara lama untuk menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.</p>
<p>Jelasnya profesi Humas sangat menuntut keahlian yang lebih kompleks.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/95 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.492 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 10:14:47 by W3 Total Cache
-->