<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Propaganda Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/propaganda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/propaganda/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2024 13:11:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Propaganda Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/propaganda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</title>
		<link>https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 13:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Propaganda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea yang mengatakan bahwa propaganda merupakan aktivitas komunikasi persuasif yang  dengan sengaja direncanakan untuk mempengaruhi dan mengubah sikap dan perilaku publik dengan menyebarkan informasi dan argumen palsu yang sebagian benar (Rusu &amp; Herman, 2018). Sejalan dengan itu, Rusu &amp; Herman (2018) juga mengatakan bahwa propaganda tidak bisa dianggap sebagai aktivitas subversif dan negatif melainkan bersifat menjatuhkan kekuasaan dengan cara di luar undang-undang dan terdapat perubahan secara menyeluruh dan mendasar. Hal tersebut tidak sedikit digunakan untuk merealialisasikan kepentingan luar negeri negara tersebut dengan tiga pendekatan. Pertama, propaganda dilakukan melalui aktor pemerintahan yang bertujuan untuk membentuk opini publik terkait isu-isu internasional yang dampaknya bisa dirasakan oleh suatu negara dan rakyatnya. Kedua, propaganda tidak sedikit digunakan untuk memperkokoh tindakan atau kebijakan publik suatu negara atau bahkan memperkuat branding suatu negara di mata negara lain. Ketiga, propaganda juga digunakan oleh lembaga non-pemerintah yang mencari akses terhadap saluran komunikasi global yang tujuannya juga untuk membantu merealisasikan kebijakan publik suatu negara dengan mempengaruhi opini publik  (Richard C. Vincent, 2016).</p>
<p>Setelah perang dunia pertama, propaganda tidak hanya terbatas pada peran para aktor pemerintahatan. Bentuk propaganda semakin mengalami perkembangan dengan menggunakan telegraf dan mesin cetak. Akses informasi diberikan kepada warga negara dan tentara di medan perang. Oleh karena itu propaganda telah menjadi cara yang mapan dalam mengubah dunia menjadi konflik dan peperangan yang mempengaruhi alam bawah sadar manusia (Abdulkhamidova, 2021).</p>
<p>Dewasa ini, propaganda telah beralih dari mesin cetak ke <a href="https://prokabar.com/perspektif-masyarakat-yang-dibajak-media/">media sosial</a>. Platform-platform digital seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi alat yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Karakteristik media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat dan dapat diakses oleh jutaan orang dalam hitungan detik membuatnya menjadi sarana yang sangat potensial untuk tujuan propaganda. Media sosial tidak hanya digunakan oleh pemerintah tetapi juga oleh aktor non-pemerintah, termasuk perusahaan, kelompok kepentingan, dan individu. Salah satu contoh nyata dari penggunaan propaganda di media sosial adalah dalam kampanye politik. Kampanye-kampanye ini sering kali memanfaatkan iklan berbayar dan konten viral untuk membentuk opini publik. Misalnya, pada pemilihan presiden di berbagai negara, kandidat menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan mereka, menyerang lawan politik, dan menggalang dukungan. Teknik-teknik seperti micro-targeting, di mana pesan disesuaikan dengan demografi dan preferensi pengguna tertentu, menjadi semakin umum dan efektif dalam mempengaruhi pandangan politik masyarakat.</p>
<p>Selain itu, propaganda di media sosial juga sering memanfaatkan algoritma platform untuk memperluas jangkauan pesan mereka. Algoritma ini dirancang untuk menampilkan konten yang relevan dan menarik bagi pengguna berdasarkan aktivitas online mereka. Namun, hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau bias dengan lebih efektif. Misalnya, berita palsu atau hoaks dapat dengan cepat menyebar di platform media sosial, menciptakan misinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik dan bahkan memicu tindakan sosial atau politik. Tidak hanya itu, propaganda di media sosial juga memanfaatkan &#8216;bot&#8217; dan akun-akun palsu untuk menyebarkan pesan secara otomatis. Bot ini dapat memposting, menyukai, atau membagikan konten dalam jumlah besar, menciptakan ilusi bahwa pesan tersebut didukung oleh banyak orang. Hal ini bisa memperkuat narasi tertentu dan membuatnya tampak lebih kredibel atau populer daripada yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam konteks global, propaganda melalui media sosial juga digunakan untuk mempengaruhi opini publik di negara lain. Misalnya, terdapat laporan tentang campur tangan asing dalam pemilu negara lain melalui media sosial, di mana aktor-aktor dari luar negeri menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi yang bisa mempengaruhi hasil pemilu. Konteks Ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi medan baru dalam perang informasi dan propaganda di tingkat internasional. Secara keseluruhan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam cara propaganda dijalankan. Meskipun teknik-teknik dasar dari propaganda seperti manipulasi informasi dan teknik persuasif tetap sama, media sosial telah memberikan dimensi baru dalam hal kecepatan, jangkauan, dan efektivitas penyebaran pesan. Maka ini menuntut masyarakat untuk lebih kritis dan waspada terhadap informasi yang mereka terima, serta memahami bahwa di balik banyak pesan yang tersebar di media sosial, mungkin ada agenda tertentu yang ingin dicapai oleh para penyebar propaganda.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Abdulkhamidova, F. (2021). <em>Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Running head : ROLE OF PROPAGANDA AND ITS EFFECTS ON PEOPLE ’ S CONSCIOUS Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Fazilat Abdulhamidova Public Opinion and Propaganda</em>. <em>July</em>.</p>
<p>Richard C. Vincent. (2016). Communication and Propaganda. In <em>The Red Vienna Sourcebook</em> (Issue July, pp. 232–268). https://doi.org/10.2307/j.ctvfrxrtp.41</p>
<p>Rusu, M.-L., &amp; Herman, R. (2018). The Implications of Propaganda as a Social Influence Strategy. <em>Scientific Bulletin</em>, <em>23</em>(2), 118–125. https://doi.org/10.2478/bsaft-2018-0015</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fadhlil Wafi<br />
</strong><strong>Pascasarjana Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.008 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:56:47 by W3 Total Cache
-->