<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># prestasi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/prestasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/prestasi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 02:49:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title># prestasi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/prestasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Keluarga Destimar Miliki Hunian Baru Berkat PT Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/satu-dekade-tinggal-di-rumah-tak-layak-kini-keluarga-destimar-miliki-hunian-baru-berkat-pt-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 02:49:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[# prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Australia]]></category>
		<category><![CDATA[#bedahrumah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#hongkong]]></category>
		<category><![CDATA[#SMASemenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#WargaMiskin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Senyum haru menyelimuti wajah Destimar Irawati ketika menerima kunci rumah layak huni yang dibangun melalui dukungan PT Semen Padang bersama Forum Pemberdayaan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-dekade-tinggal-di-rumah-tak-layak-kini-keluarga-destimar-miliki-hunian-baru-berkat-pt-semen-padang/">Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Keluarga Destimar Miliki Hunian Baru Berkat PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> – Senyum haru menyelimuti wajah Destimar Irawati ketika menerima kunci rumah layak huni yang dibangun melalui dukungan PT Semen Padang bersama Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Baringin, di RT 01 RW 01, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Jumat (24/7/2026). Momen tersebut menjadi awal kehidupan baru bagi Destimar dan suaminya, Syahril, beserta tiga anak mereka yang kini dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman.</p>
<p>Bagi keluarga kecil itu, rumah baru bukan sekadar bangunan berdinding kokoh. Lebih dari itu, rumah tersebut menjadi simbol harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang diwujudkan melalui kolaborasi PT Semen Padang dengan berbagai pihak dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat kurang mampu.</p>
<p>Sebelumnya, pasangan suami istri tersebut harus bertahan hidup selama kurang lebih 10 tahun di rumah dengan kondisi yang jauh dari kata layak, yang berada di sebelah rumah barunya. Ia menceritakan, dinding rumah hanya terbuat dari tripleks, lantainya masih berupa cor kasar, sementara atap yang bocor kerap membuat air hujan masuk ke dalam rumah. Dengan penghasilan sang suami sebagai buruh harian lepas yang tidak menentu, impian memiliki rumah yang layak selama ini terasa begitu sulit untuk diwujudkan.</p>
<p>Kini, keadaan itu berubah. Destimar dan keluarganya resmi menempati rumah baru seluas 36 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Rumah tersebut dibangun menggunakan material inovasi unggulan PT Semen Padang, yakni Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), yang dikenal memiliki kualitas konstruksi yang kuat, efisien, serta mendukung pembangunan hunian yang lebih cepat dan ramah lingkungan.</p>
<p>Dengan mata berkaca-kaca, Destimar mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan keluarganya dapat memiliki rumah layak huni seperti sekarang.</p>
<p>“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PT Semen Padang, Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Baringin, dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan,” ujarnya penuh haru didampingi sang suami.</p>
<p>Prosesi serah terima rumah dilakukan oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes yang diwakili Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Nurwan dan Wahyudi, bersama Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Baringin, Doli Fajri.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa pembangunan rumah layak huni tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.</p>
<p>Menurutnya, PT Semen Padang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Bantuan rumah layak huni ini merupakan wujud kepedulian PT Semen Padang kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Kami berharap rumah ini dapat memberikan kenyamanan, rasa aman, serta menjadi penyemangat bagi keluarga penerima untuk terus meningkatkan kualitas hidup,” kata Win Bernadino.</p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan rumah yang layak tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, pendidikan anak, serta produktivitas keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, menambahkan, keberhasilan pembangunan rumah tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.</p>
<p>“Program ini dapat terlaksana berkat kolaborasi yang baik antara PT Semen Padang, Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Baringin, serta seluruh pihak yang ikut bergotong royong. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.</p>
<p>Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Baringin, Doli Fajri, mengatakan bahwa penetapan keluarga Destimar Irawati dan Syahril sebagai penerima bantuan rumah layak huni telah melalui proses yang terbuka dan partisipatif. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan hasil pendataan, pembahasan, serta diskusi bersama berbagai unsur sehingga menghasilkan kesepakatan bersama bahwa keluarga tersebut dinilai paling membutuhkan bantuan.</p>
<p>“Program ini merupakan hasil kolaborasi yang mengedepankan semangat musyawarah dan kepedulian sosial. Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Destimar Irawati beserta keluarga yang kini telah menempati rumah baru. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang nyaman, membawa keberkahan, serta menjadi penyemangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang atas komitmennya yang terus hadir membantu masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata,” ujar Doli Fajri.</p>
<p>Program Rumah Layak Huni PT Semen Padang melalui TJSL memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan Asta Cita ke-6 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-dekade-tinggal-di-rumah-tak-layak-kini-keluarga-destimar-miliki-hunian-baru-berkat-pt-semen-padang/">Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Keluarga Destimar Miliki Hunian Baru Berkat PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke Kampus Top Indonesia hingga Australia dan Hong Kong</title>
		<link>https://prokabar.com/siswi-sma-semen-padang-raih-tiket-ke-kampus-top-indonesia-hingga-australia-dan-hong-kong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 02:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[# prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Australia]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#hongkong]]></category>
		<category><![CDATA[#SMASemenpadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar– Enam hari dalam sepekan, waktu Nayla Irza Ramadhani (18) nyaris tidak pernah lepas dari kegiatan belajar. Setelah menyelesaikan pelajaran di sekolah, ia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/siswi-sma-semen-padang-raih-tiket-ke-kampus-top-indonesia-hingga-australia-dan-hong-kong/">Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke Kampus Top Indonesia hingga Australia dan Hong Kong</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong>– Enam hari dalam sepekan, waktu Nayla Irza Ramadhani (18) nyaris tidak pernah lepas dari kegiatan belajar. Setelah menyelesaikan pelajaran di sekolah, ia kembali berpindah dari satu tempat bimbingan belajar ke tempat lainnya untuk memperdalam matematika, kimia, dan fisika. Setiap mata pelajaran bahkan dipelajarinya di tempat berbeda.</p>
<p>Hari Minggu menjadi satu-satunya waktu bagi Nayla untuk beristirahat dari rutinitas tersebut. Namun, bagi remaja kelahiran Padang, 22 September 2008 itu, jadwal padat bukanlah beban. Belajar telah menjadi bagian dari kesehariannya sekaligus jalan yang dipilih untuk mendekatkan diri pada cita-cita.</p>
<p>“Saya memang tidak bisa bermalas-malasan. Rasanya tidak nyaman kalau tidak ada kegiatan. Karena itu, saya selalu mencari aktivitas di luar rumah, salah satunya mengikuti les dari Senin sampai Sabtu,” kata Nayla saat ditemui di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).</p>
<p>Kebiasaan itulah yang secara perlahan membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan daya juang Nayla. Di balik jadwal belajar yang panjang, tersimpan sebuah cita-cita besar: menjadi ilmuwan dan memperoleh pengalaman akademik di lingkungan pendidikan terbaik.</p>
<p>Kini, kerja keras anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Irwan Kartadi Putra dan Roza Wilda itu mulai membuahkan hasil. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026, Nayla berhasil membuka jalan menuju sejumlah perguruan tinggi bergengsi di dalam dan luar negeri.</p>
<p>Di Indonesia, ia diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand) dan Program Studi Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Tidak hanya itu, kesempatan lain datang dari President University yang memberikan beasiswa kepadanya untuk menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran.</p>
<p>Kesempatan serupa terbuka dari luar negeri. Nayla telah mengikuti rangkaian seleksi untuk program studi bidang penelitian sains di Monash University, Australia. Ia juga menerima pemberitahuan dari The University of Hong Kong untuk bidang biomedis, meskipun status penerimaannya masih berada dalam daftar tunggu.</p>
<p>Namun, bagi Nayla, setiap surat penerimaan dari dua perguruan tinggi luar negeri itu bukanlah akhir dari perjalanan. Di baliknya masih terdapat pertimbangan biaya pendidikan, peluang beasiswa, kesiapan hidup jauh dari keluarga, serta pilihan yang harus dibicarakan secara matang bersama orang tua.</p>
<p>“Untuk melanjutkan pendidikan di Monash University, saya masih menantikan hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026. Beasiswa penuh tersebut menjadi salah satu penentu apakah saya dapat mewujudkan keinginan menempuh pendidikan di Australia,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, kepastian dari The University of Hong Kong juga bergantung pada dukungan pembiayaan pendidikan yang diperolehnya. “Di The University of Hong Kong, saya juga mengupayakan Beasiswa Garuda. Apabila saya mendapatkan beasiswa dan pihak pemberi beasiswa telah melaporkannya kepada The University of Hong Kong, maka pihak universitas akan memberikan keputusan akhir mengenai penerimaan saya,” sambung Nayla.</p>
<p><strong>Memilih Jalan yang Tidak Membebani Keluarga</strong></p>
<p>Di tengah banyaknya kesempatan yang terbuka, Nayla tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Setiap pilihan dibicarakannya secara matang bersama kedua orang tuanya. Nayla memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan cita-cita, tetapi juga kesiapan ekonomi keluarga. Karena itu, sembari menunggu pengumuman beasiswa dari Monash University, ia memilih melakukan pendaftaran ulang di Program Studi Farmasi Unand.</p>
<p>Keputusan tersebut menjadi pilihan paling realistis agar Nayla tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa memberikan beban berlebihan kepada orang tuanya. “Saya bersyukur atas semua kesempatan yang diperoleh. Saya memilih Unand karena ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua. Namun, saya tetap berharap memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di luar negeri, terutama di Monash University,” katanya.</p>
<p>Bagi Nayla, Unand merupakan pilihan yang aman sekaligus berkualitas. Kendati demikian, keinginannya untuk memperoleh pengalaman akademik internasional masih tersimpan kuat. Apabila belum berhasil mendapatkan beasiswa pada tahun ini, Nayla tidak menutup kemungkinan untuk kembali mencoba pada tahun berikutnya. Namun, ia juga telah mempersiapkan diri menerima setiap hasil dengan lapang dada.</p>
<p>“Kalau belum diterima, saya akan mencoba lagi tahun depan. Kalau ternyata belum juga, berarti rezeki saya memang berada pada pilihan yang sekarang,” tuturnya.</p>
<p>Sikap tersebut memperlihatkan kematangan Nayla dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Ia menyimpan ambisi besar untuk menatap dunia, tetapi tetap berpijak pada kondisi keluarga. Di balik keberaniannya bermimpi, terdapat pertimbangan rasional dan kesadaran untuk selalu menyiapkan pilihan lain.</p>
<p><strong>Australia dan Mimpi Menjadi Ilmuwan</strong></p>
<p>Di antara sejumlah perguruan tinggi yang membuka kesempatan baginya, Monash University menjadi salah satu kampus yang paling menarik perhatian Nayla. Selain dikenal sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional, letak Australia yang relatif dekat dengan Indonesia menjadi pertimbangan tersendiri. Kedekatan geografis serta lingkungan Australia membuat Nayla merasa lebih percaya diri untuk menjalani pendidikan jauh dari keluarga.</p>
<p>“Saya memilih Monash University karena merupakan universitas yang bagus di Australia. Australia juga dekat dengan Indonesia. Jadi, saya tidak terlalu takut untuk pergi sendiri dibandingkan harus kuliah ke kawasan yang lebih jauh seperti Eropa atau Amerika. Begitu juga dengan The University of Hong Kong yang masih berada di kawasan Asia, dan di samping itu saya juga sudah menguasai bahasa Mandarin,” katanya.</p>
<p>Nayla menyampaikan bahwa keinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak awal, kedua orang tuanya telah mendorong Nayla untuk berani mencari pengalaman akademik internasional, terutama di kawasan Asia atau Australia. “Orang tua menyarankan saya kuliah di luar negeri. Kalau bisa sejauh mungkin untuk menambah pengalaman, tetapi masih di kawasan Asia atau Australia,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan tersebut tidak berhenti pada nasihat. Kedua orang tua Nayla turut mencari informasi mengenai perguruan tinggi, program pendidikan, agen pendidikan, prosedur pendaftaran, hingga peluang beasiswa. Bahkan, mereka juga mendampingi Nayla menyiapkan berbagai persyaratan, mulai dari nilai rapor, sertifikat akademik, akun pendaftaran, hingga sertifikat kemampuan berbahasa Inggris atau IELTS.</p>
<p>Bagi Nayla, keterlibatan orang tua menjadi sumber kekuatan terbesar dalam mengejar cita-citanya sebagai ilmuwan. Ia menyadari bahwa setiap peluang yang datang tidak hanya lahir dari kemampuan pribadi, tetapi juga dari doa, pengorbanan, dan kepercayaan keluarga. “Orang tua menaruh harapan besar agar saya dapat kuliah di luar negeri. Selama ini, mereka ikut sibuk mencari informasi dan membantu menyiapkan akun pendaftaran serta berbagai dokumen yang diperlukan,” katanya.</p>
<p>Bahasa Asing sebagai Jendela Dunia</p>
<p>Persiapan Nayla tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik. Ia memahami bahwa kemampuan berbahasa asing merupakan bekal penting untuk memasuki lingkungan pendidikan internasional. Di sela-sela kesibukannya mengikuti bimbingan belajar matematika, kimia, dan fisika, Nayla juga mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin.</p>
<p>Kedua bahasa tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperluas akses informasi, membangun komunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan global. “Saat ini saya mempelajari dan menguasai dua bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin,” ujarnya.</p>
<p>Dalam bidang akademik, Nayla mencatatkan nilai rapor dengan rata-rata 94. Selama menempuh pendidikan di SMA Semen Padang, ia konsisten berada dalam kelompok siswa berprestasi dan selalu masuk peringkat lima besar di kelas. Namun, bagi Nayla, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh peringkat. Keberanian mencari peluang, meningkatkan keterampilan, dan terus belajar di luar ruang kelas juga menjadi bagian penting dalam meraih masa depan.</p>
<p>Pengalaman itu pula yang ingin dibagikannya kepada adik-adik kelas. Nayla berpesan agar para pelajar tidak takut mencari informasi tentang pendidikan di luar negeri. Menurutnya, kesempatan untuk menempuh pendidikan di kampus internasional semakin terbuka melalui berbagai program beasiswa.</p>
<p>“Jangan takut mencari informasi dan jangan takut kuliah di luar negeri. Banyak program beasiswa yang dapat diikuti. Namun, kita juga harus memperbanyak keterampilan di luar sekolah, terutama kemampuan berbahasa asing,” katanya.</p>
<p>Sekolah yang Memberikan Ruang untuk Bertumbuh</p>
<p>Di balik perjalanan akademiknya, Nayla merasakan dukungan yang kuat dari lingkungan SMA Semen Padang. Menurutnya, para guru tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan mendukung setiap siswa untuk berkembang. “Lingkungan SMA Semen Padang sangat suportif, termasuk para gurunya. Saya merasa sangat nyaman bersekolah di sini,” ujarnya.</p>
<p>Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Nayla. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kesungguhan belajar serta kolaborasi yang terbangun antara peserta didik, keluarga, guru, sekolah, dan yayasan.</p>
<p>“Prestasi Nayla merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SMA Semen Padang. Keberhasilannya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, siswa mampu bersaing dan memperoleh kesempatan di berbagai perguruan tinggi unggulan,” kata Moethia.</p>
<p>Ia berharap Nayla mampu mempertahankan semangat belajar ketika memasuki jenjang pendidikan tinggi. Perjalanan Nayla juga diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani memiliki cita-cita besar dan bersungguh-sungguh mewujudkannya. “Kami berharap Nayla terus berprestasi di jenjang pendidikan tinggi dan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk terus bermimpi besar serta berjuang mewujudkan mimpi tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Moethia menegaskan, SMA Semen Padang akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi akademik dan nonakademik. Pembinaan tersebut diarahkan agar setiap peserta didik memiliki kesiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Inspirasi bagi Generasi Berikutnya</p>
<p>Apresiasi juga disampaikan Ketua Yayasan Semen Padang Schools, Hasfi Rafiq. Menurutnya, pencapaian Nayla menjadi salah satu indikator berjalannya kolaborasi antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul.</p>
<p>“Kami mengucapkan selamat kepada Nayla Irza Ramadhani atas prestasi yang sangat membanggakan ini. Yayasan akan terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana pembelajaran, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta pembinaan peserta didik agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.</p>
<p>Hasfi berharap pencapaian Nayla dapat menumbuhkan optimisme di kalangan siswa SMA Semen Padang. Setiap siswa, menurutnya, memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi selama mempunyai kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan.</p>
<p>“Semoga keberhasilan Nayla menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMA Semen Padang untuk terus belajar, berinovasi, dan mengukir prestasi terbaik,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, sang ayah, Irwan Kartadi Putra, bersyukur dan bangga atas pencapaian Nayla. Karena sesuatu yang diraih anak pertamanya itu bukanlah suatu hal yang instan, melainkan buah dari doa, kerja keras, disiplin, dan kesungguhan dalam belajar selama bertahun-tahun.</p>
<p>Sebagai orang tua, sebutnya, ia hanya berusaha mendampingi, memberikan motivasi, serta membantu mencari informasi mengenai berbagai peluang pendidikan dan beasiswa yang dapat mendukung cita-citanya.</p>
<p>“Bagi kami sebagai orang tua, keberhasilan Nayla bukan hanya diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kondisi keluarga,” ujar Irwan.</p>
<p>Terkait keputusan Nayla untuk tetap memprioritaskan pilihan yang tidak membebani orang tua, menurut Irwan, keputusan tersebut merupakan bentuk kedewasaan berpikir yang membuat ia sebagai orang tua semakin bangga. Meski begitu, ia berharap apa pun jalan yang akhirnya dipilih, Nayla dapat terus belajar, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.</p>
<p>“Semoga Allah SWT memudahkan langkahnya, membuka pintu beasiswa terbaik, dan menjadikannya ilmuwan yang tidak hanya berprestasi di tingkat internasional, tetapi juga mampu mengharumkan nama keluarga, almamater, daerah, dan Indonesia,” kata karyawan PT Semen Padang ini.</p>
<p>Perjalanan Nayla memperlihatkan bahwa prestasi besar tidak diraih dalam waktu singkat. Di balik berbagai kesempatan yang datang, terdapat rutinitas belajar yang panjang, keberanian mencoba, kemampuan berbahasa asing, dukungan keluarga, serta lingkungan sekolah yang memberikan ruang untuk bertumbuh.</p>
<p>Kini, sembari mempersiapkan pendidikan di Unand, Nayla masih menantikan pengumuman beasiswa yang berpotensi membawanya melanjutkan studi ke Australia ataupun ke Hong Kong. Apa pun hasil akhirnya, ia telah membuktikan bahwa pelajar dari Padang mampu berdiri percaya diri di depan pintu kampus-kampus bergengsi di dalam dan luar negeri. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/siswi-sma-semen-padang-raih-tiket-ke-kampus-top-indonesia-hingga-australia-dan-hong-kong/">Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke Kampus Top Indonesia hingga Australia dan Hong Kong</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025</title>
		<link>https://prokabar.com/smp-semen-padang-raih-penghargaan-stratifikasi-uks-padang-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 02:08:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[# prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kesehatansekolah]]></category>
		<category><![CDATA[#SMPSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Komitmen SMP Semen Padang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik membuahkan hasil membanggakan. Sekolah binaan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/smp-semen-padang-raih-penghargaan-stratifikasi-uks-padang-2025/">SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> – Komitmen SMP Semen Padang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik membuahkan hasil membanggakan. Sekolah binaan CSR PT Semen Padang itu sukses meraih penghargaan Stratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Tingkat Kota Padang Tahun 2025 untuk kategori Standar.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Balai Kota Padang, 1 Juni 2026. Penghargaan dari Pemerintah Kota Padang itu diterima oleh Kepala SMP Semen Padang, April Chan.</p>
<p>Kepala SMP Semen Padang, April Chan, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pencapaian penting bagi SMP Semen Padang. Sebab, proses penilaian dilakukan secara berjenjang dan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota.</p>
<p>“Alhamdulillah, SMP Semen Padang berhasil meraih penghargaan Stratifikasi UKS/M Tingkat Kota Padang Tahun 2025 kategori Standar. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menjalankan berbagai program kesehatan dan menjaga lingkungan sekolah tetap sehat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Sebelum mengikuti penilaian tingkat kota, SMP Semen Padang terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat kecamatan. Pada tahap tersebut, tim penilai yang terdiri atas Camat Lubuk Kilangan dan Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian UKS.</p>
<p>Dari hasil penilaian tersebut, SMP Semen Padang dinyatakan memenuhi kriteria dan berhak mewakili Kecamatan Lubuk Kilangan untuk mengikuti penilaian tingkat Kota Padang.</p>
<p>“Setelah melalui seleksi tingkat kecamatan, SMP Semen Padang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti penilaian tingkat kota,” katanya.</p>
<p>April Chan mengungkapkan, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Semen Padang. Pasalnya, pada tahun ini hanya dua sekolah yang berhasil memperoleh penghargaan Stratifikasi UKS/M kategori Standar di tingkat Kota Padang, yaitu SMP Semen Padang dan SMP Negeri 2 Padang.</p>
<p>Ia menjelaskan, penilaian Stratifikasi UKS/M tidak hanya berfokus pada kelengkapan fasilitas kesehatan yang dimiliki sekolah, tetapi juga mencakup pelaksanaan program kesehatan, pendidikan kesehatan bagi siswa, serta kondisi lingkungan sekolah secara menyeluruh.</p>
<p>Dari sisi sarana dan prasarana, SMP Semen Padang dinilai memiliki fasilitas UKS yang memadai. Ruang UKS tersedia secara terpisah untuk siswa laki-laki dan perempuan. Masing-masing ruangan dilengkapi dua tempat tidur untuk penanganan awal bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di sekolah.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga menyediakan berbagai perlengkapan penunjang layanan kesehatan, seperti timbangan berat badan, alat pemeriksaan kesehatan mata, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), alat pengukur tekanan darah, tandu, serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya yang mendukung pelayanan UKS.</p>
<p>“Fasilitas UKS menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan siswa melalui berbagai program yang terencana dan berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Selain fasilitas kesehatan, tim penilai juga mengevaluasi berbagai program UKS yang telah dijalankan sekolah. Program tersebut mencakup kegiatan edukasi kesehatan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemantauan kesehatan siswa, hingga upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.</p>
<p>Menurut April Chan, keberadaan UKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan sederhana bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini.</p>
<p>“Melalui UKS, siswa tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga belajar untuk membiasakan diri hidup sehat, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” katanya.</p>
<p>Ke depan, SMP Semen Padang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan UKS dan mengembangkan berbagai program kesehatan yang lebih inovatif. Sekolah juga berupaya mempertahankan standar yang telah dicapai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar agar semakin sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.</p>
<p>Ketua Yayasan Igasar Semen Padang, Hasfi Rafiq, mengatakan penghargaan Stratifikasi UKS/M Tingkat Kota Padang Tahun 2025 tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah mampu menghasilkan prestasi sekaligus memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.</p>
<p>“Kami bangga atas penghargaan yang diraih SMP Semen Padang. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan UKS sebagai bagian penting dalam mendukung proses pendidikan yang berkualitas,” katanya.</p>
<p>SMP Semen Padang merupakan sekolah berakreditasi A di Kota Padang yang berlokasi di lingkungan PT Semen Padang. Berdiri sejak 1971, sekolah binaan CSR PT Semen Padang ini fokus pada keunggulan akademik, pendidikan karakter, serta memiliki lingkungan Adiwiyata yang asri.</p>
<p>SMP Semen Padang merupakan salah satu satuan pendidikan di bawah Semen Padang Schools (Yayasan Igasar Semen Padang) sebagai bentuk komitmen sosial dan tanggung jawab PT Semen Padang dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi lingkungan perusahaan.</p>
<p>Hingga saat ini, Semen Padang Schools mengelola enam satuan pendidikan yang mencakup berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga menengah kejuruan. Satuan pendidikan yang dikelola antara lain TK Semen Padang, SD Semen Padang, SD Bustanul Ulum Semen Padang, SMP Semen Padang, SMA Semen Padang, dan SMK Semen Padang. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/smp-semen-padang-raih-penghargaan-stratifikasi-uks-padang-2025/">SMP Semen Padang Raih Penghargaan Stratifikasi UKS Padang 2025</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Hebatnya&#8221; PSSI: Mulai dari Tiap Sebentar Ganti Ketua, Prestasi Jalan di Tempat, sampai jadi Kendaraan Politik</title>
		<link>https://prokabar.com/hebatnya-pssi-mulai-dari-tiap-sebentar-ganti-ketua-prestasi-jalan-di-tempat-sampai-jadi-kendaraan-politik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 01:45:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[# prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ketua]]></category>
		<category><![CDATA[#Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#pssi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110863</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Berbicara prestasi sepakbola Indonesia yang sampai saat ini cenderung jalan di tempat, tak terlepas dari peran dan kinerja federasi, dalam hal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hebatnya-pssi-mulai-dari-tiap-sebentar-ganti-ketua-prestasi-jalan-di-tempat-sampai-jadi-kendaraan-politik/">&#8220;Hebatnya&#8221; PSSI: Mulai dari Tiap Sebentar Ganti Ketua, Prestasi Jalan di Tempat, sampai jadi Kendaraan Politik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Berbicara prestasi sepakbola Indonesia yang sampai saat ini cenderung jalan di tempat, tak terlepas dari peran dan kinerja federasi, dalam hal ini adalah PSSI. Uniknya atau &#8220;hebatnya&#8221;,  PSSI termasuk salah satu federasi di dunia yang paling sering gonta-ganti ketua.</p>
<p>Namun, hal itu tak berimbas kepada perbaikan, misalnya kualitas kompetisi ataupun prestasi tim nasional berkutat di situ-situ saja.</p>
<p>Ketua umum PSSI yang tidak fokus pada perannya bisa jadi masalah utama dari sepak bola Indonesia yang terus tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga.</p>
<p>Sejak 2009 tidak ada klub Indonesia yang bisa tampil pada putaran final Liga Champions Asia sebagai turnamen tertinggi antarklub AFC.</p>
<p>Klub-klub seperti Persipura Jayapura, Persija Jakarta, hingga Persib Bandung pupus di babak kualifikasi.</p>
<p>Pada kasta di bawahnya, AFC Cup, klub-klub Indonesia belum juga berbicara banyak. itu semua karena faktor kualitas liga domestik.</p>
<p>Timnas Indonesia yang belum kunjung juara Piala AFF atau SEA Games juga terkait dengan faktor dari &#8216;dalam negeri&#8217; sendiri.</p>
<p>Indonesia belum punya kompetisi yang baik, persiapan Timnas Indonesia juga cenderung tak berjalan mulus. Semua itu karena faktor pengurus yang tidak bekerja dengan serius, ketua umum PSSI juga tidak fokus.</p>
<p>Bukan hal aneh jika PSSI hanya menjadi kendaraan politik bagi seorang ketua umum demi mendapatkan posisi yang baik dalam bidang politik.</p>
<p>Sepak bola adalah olahraga masyarakat Indonesia. Tidak saja di atas lapangan atau stadion bagus, si kulit bundar tetap bisa menggelinding dan masuk ke gawang sekalipun hanya di atas tanah merah atau atap gedung.</p>
<p>Di mana-mana masyarakat Indonesia mengenal sepak bola. Tidak mengherankan jika sepak bola Indonesia jadi sorotan bagi berbagai kalangan.</p>
<p>Karena itu juga PSSI bisa jadi media bagi ketua umum yang memiliki target tertentu mendapatkan banyak sorotan, salah satunya dari Timnas Indonesia.</p>
<p>Biasanya ketua umum PSSI akan &#8216;mati-matian&#8217; agar Timnas Indonesia, baik yang kelompok umur atau senior mendapatkan hasil bagus pada sebuah turnamen.<br />
Lewat prestasi bagus di Timnas Indonesia, ketua umum PSSI akan mendapatkan nilai tambah dalam target politiknya tersebut.</p>
<p>Sejak era Djohar Arifin Husin, tidak ada lagi ketua umum PSSI yang bisa menuntaskan tanggung jawabnya hingga satu periode.</p>
<p>Di luar La Nyalla Mattalitti yang harus mengakhiri tugasnya sebagai ketua umum PSSI pada 2015-2016 lantaran Indonesia terkena sanksi FIFA, belum ada lagi ketua PSSI yang bertahan selama satu periode.</p>
<p>Edy Rahmayadi yang terpilih pada 10 November 2016 hanya bertugas sampai Januari 2019 karena harus mengisi jabatan sebagai gubernur Sumatera Utara.</p>
<p>Mochamad Iriawan atau Iwan Bule juga mengalami pemotongan tugas selama satu tahun. Tugas Iwan Bule yang dimulai pada November 2019 semestinya berakhir pada akhir 2023.</p>
<p>Akan tetapi akibat Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, muncul desakan digelar Kongres Luar Biasa guna mendapatkan ketua umum dan pengurus PSSI baru.</p>
<p>Di luar itu Iwan Bule juga disebut-sebut ingin mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat.</p>
<p>Ketua umum PSSI yang gagal fokus pada tugasnya bukan satu-satunya penyebab sepak bola Indonesia tidak maju-maju. Tetapi bisa dianggap sebagai faktor terbesar.</p>
<p>Seandainya saja ketua umum PSSI bisa fokus pada tugasnya, maka urusan Liga Indonesia yang masih amburadul, pembinaan yang tidak konsisten, dan Timnas Indonesia yang masih puasa gelar bisa dibereskan dengan baik lewat program-program yang terencana.</p>
<p>Maka dari itu penting dari pemilik suara guna mendorong calon ketua umum PSSI yang tidak memiliki tujuan politik ke depannya.</p>
<p>Sejauh ini sudah terbukti, berbagai latar belakang ketua umum PSSI: mulai dari politikus (Nurdin Halid), mantan pemain (Djohar Arifin), Edy Rahmayadi (TNI), hingga Iwan Bule (polisi) tidak juga mengangkat prestasi sepak bola Indonesia.</p>
<p>Dorong juga sosok yang terbukti memiliki kemampuan mengatur, terutama yang berkaitan dengan sepak bola, yang baik.</p>
<p>Sepak bola Indonesia ini terkait dengan baik hal, mulai dari Pemerintah hingga ke kepolisian. Tanpa kemampuan lobi atau manajerial yang baik, program atau agenda PSSI sulit berjalan mulus.(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hebatnya-pssi-mulai-dari-tiap-sebentar-ganti-ketua-prestasi-jalan-di-tempat-sampai-jadi-kendaraan-politik/">&#8220;Hebatnya&#8221; PSSI: Mulai dari Tiap Sebentar Ganti Ketua, Prestasi Jalan di Tempat, sampai jadi Kendaraan Politik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Penjahit Pakaian Raih Gelar PhD dan Jadi Pejabat Perusahaan Listrik di Prancis</title>
		<link>https://prokabar.com/anak-penjahit-pakaian-raih-gelar-phd-dan-jadi-pejabat-perusahaan-listrik-di-prancis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2021 09:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[# prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#prancis]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96594</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar- Meski sering dicemooh karena kondisi ekonomi keluarga, tidak membuat Siska Hamdani menyerah. Anak penjahit pakaian itu berhasil mengubah nasibnya dan sukses...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anak-penjahit-pakaian-raih-gelar-phd-dan-jadi-pejabat-perusahaan-listrik-di-prancis/">Anak Penjahit Pakaian Raih Gelar PhD dan Jadi Pejabat Perusahaan Listrik di Prancis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Meski sering dicemooh karena kondisi ekonomi keluarga, tidak membuat Siska Hamdani menyerah. Anak penjahit pakaian itu berhasil mengubah nasibnya dan sukses dengan menyelesaikan PhD.</p>
<p>Saat ini, ia pun menjadi pejabat di perusahaan EDF (Électricité de France S.A), sebuah perusahaan utilitas listrik Prancis (semacam BUMN).</p>
<p>Pada medio 2000-an awal, Siska Hamdani bukan siapa-siapa. Wanita asal Nagari Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat itu hanya seorang mahasiswi berprestasi di Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP) yang mendapatkan beasiswa semester gratis dari Bumi Asih. karena meraih IP rata-rata 3,98-4.0.</p>
<p>Bahkan berkat kecerdasan yang dimilikinya, ia pun berhasil menamatkan kuliah dalam waktu 2,5 tahun dari rata-rata masa kuliah 4 tahun.</p>
<p>&#8220;Saya tamat ATIP tahun 2002. Saya bersyukur bisa tamat dari ATIP dalam waktu 2,5 tahun dan selama kuliah saya gratis uang semester, karena dapat beasiswa dari Bumi Asih. Beasiswa itu didapat karena saya meraih IP tertinggi dari untuk semua jurusan di ATIP,&#8221; kata Siska anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Yulizar (69) dan almarhumah Yasma Erni itu.</p>
<p>Sebelum kuliah di ATIP, wanita kelahiran 25 Januari 1980 itu menempuh pendidikan SD 01 Jawi-jawi dan pernah meraih juara umum di sekolahnya. Tamat tahun 1992, Siska melanjutkan sekolah ke SMP 3 Gunung Talang. Di SMP, ia pun juara berhasil meraih juara umum dan juga sering dilibatkan pihak sekolah untuk mengikuti lomba P4 tingkat Provinsi dan lomba speech contest (lomba pidato) Bahasa Inggris.</p>
<p>Tamat SMP tahun 1995, Siska kemudian melanjutkan sekolah ke Kota Padang, yaitu di Sekolah Analisis Kimia Padang (SMAKPA). Di sekolah yang berada di bawah Kementerian Perindustrian itu, Siska pun juga mendapakan beasiswa gratis uang SPP, karena meraih juara umum sejak dari Catur Wulan III. Meski begitu, sekolah gratis di SMAKPA juga dicemooh orang kampung ketika itu.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa orang kampung yang mencemooh orangtua saya. Mereka bilang ke orangtua saya, kalau saya tidak tahu diuntung sekolah di SMAKPA, karena di SMAKPA itu biaya sekolahnya mahal. Tapi orangtua tidak menjawab apa kata orang itu, dan mereka yang mencemooh itu juga tidak tahu kalau saya dapat beasiswa full sejak tahun kedua,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Siska mengatakan bahwa setelah tamat dari ATIP, ia banyak mendapat nasehat dari orang-orang hebat yang merupakan akademisi di Unand, seperti Prof. Dr.H. Novesar Jamarun, MS (Pembantu Rektor I Unand 2006-2010), Zam Sibar (dosen Jurusan Kimia Unand) dan alm. Rusdi Jamal yang pernah menjadi Wakil Rektor I Unand.</p>
<p>“Mereka menyarankan saya untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Gajah Mada (UGM). Dengan senang hati, saya pun kemudian mengikuti saran tersebut,” kata Siska yang dihubungi via WhatsApp.</p>
<p>Namun, upaya Siska untuk bisa kuliah terbentur dengan kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan, karena hasil dari pekerjaan sang ayah sebagai penjahit pakaian yang nyambi menjadi petani ladang itu, hanya mampu untuk biaya kebutuhan sehari-hari keluarga dan juga biaya sekolah dua orang adik-adiknya. Ditambah lagi adanya cemooh orang kampung terhadap keinginannya untuk melanjutkan kuliah S1 di UGM.</p>
<p>Meski begitu, Siska tak menghiraukan cemooh tersebut. Ia pun kemudian mencoba untuk meminta bantuan ke teman-temannya waktu sekolah di SMAKPA. Gayung bersambut, tiga orang temannya di SMAKPA bernama Ari Satriawan, Basri Hamdani dan Andre yang saat itu sudah bekerja di Jakarta, patungan untuk meminjamkan uang sebesar Rp4 juta untuk biaya masuk UGM.</p>
<p><strong>Beasiswa dari PT Semen Padang</strong></p>
<p>Tahun 2002, Siska pun masuk sebagai mahasiwi baru di jurusan Kimia Fakultas MIPA UGM. Di tahun kedua kuliah, Siska lagi-lagi dibentur persoalan ekonomi keluarga, karena orangtuanya tidak punya uang untuk bayar semester. Bahkan ketika itu, orangtuanya juga sempat mengajukan permohonan ke Pemda dengan membawa bukti hard copy IP 3,98 yang diraihnya. Tapi sayangnya, tidak dapat bantuan saat itu.</p>
<p>“Papa begitu sedih saat itu. Saya di tanah rantau ketika itu juga panik memikirkan uang kuliah. Setiap hari saya berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan,” ungkapnya.</p>
<p>Doa-nya dijabah Allah SWT. Ia mendapatkan beasiswa sebesar Rp1,2 juta dari PT Semen Padang dan dari dana beasiswa itu lah akhirnya Siska bisa membayar uang semesternya. Bukan kali itu saja, tapi PT Semen Padang juga memberikan beasiswa sampai Siska tamat kuliah pada tahun 2004.</p>
<p>“Total beasiswa yang saya dapatkan dari PT Semen Padang sebesar Rp2,4 juta. Beasiswa tersebut saya terima setiap semester. Bagi PT Semen Padang uang sebesar itu tidak ada apa-apanya, tapi bagi saya sangat luar biasa besarnya, karena berkat beasiswa itulah saya bisa menyelesaikan kuliah saya di UGM pada tahun 2004. Alhamdulillah, terimakasih PT Semen Padang atas kontribusinya. Kalau bukan karena bantuannya, belum tentu saya bisa bekerja dan menetap di Paris. Luar biasa efek dominonya,” kata Siska.</p>
<p><strong>Kuliah di luar negeri</strong></p>
<p>Setelah tamat dari UGM, Siska kemudian diterima bekerja di Buckman Laboratories (Asia) Pte Ltd, sebuah perusahaan multi internasional asal Amerika. Oleh perusahaan, ia ditempatkan sebagai Sales Technical Support untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau selama 6 bulan. Kemudian di pertengahan 2005, ia pun mendapat tiga program beasiswa S2, yaitu beasiswa program program inpex scholarship di Jepang, beasiswa France Excellence di Ecole Nationale Supérieure de Chimie de Montpellier dan beasiswa dari Buckman Laboratories di Mervis Amerika.</p>
<p>Dari ketiga beasiswa tersebut, Siska pun mantap memilih beasiswa France Excellence, karena keahlian kimia di Prancis sangat terkenal di dunia. “Selain karena keahlian kimia Prancis sangat dikenal, motivasi saya kuliah di Prancis juga untuk ingin belajar bahasa Prancis, karena kalau untuk bahasa Inggris saya sudah fasih,” kata Siska.</p>
<p>Beasiswa France Excellence tersebut, katanya melanjutkan, tidak lah mudah untuk didapatkan. Karena beasiswa France Excellence itu diberikan kepada 150 orang di dunia dan dirinya merupakan satu-satunya dari Indonesia dan yang pertama mendapatkan beasiswa tersebut. Pada tahun 2007, ia pun berhasil mendapatkan gelar Master MSc.</p>
<p>“Begitu saya menerima beasiswa, saya juga sempat dicemooh oleh seseorang dari lembaga Prancis yang bekerja untuk membantu mahasiswa Indonesia. Mereka ketika itu memaksa saya untuk les bahasa Prancis 6 bulan, tapi saya tidak mau karena biaya lesnya mahal. Dan mereka juga tidak tahu kalau saya dapat summer class selama dua bulan belajar bahasa Prancis yang biayanya ditanggung oleh oleh Pemerintah Prancis,” katanya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan program master di Ecole Nationale Supérieure de Chimie de Montpellier dengan skala 18,5 dari 20, pada tahun 2007 Siska kemudian melanjutkan progam PhD (setingkat doktor) Doctorat en physico-chimie des matériaux polymères atau spesialis bidang polimer untuk kabel tengangan tinggi di Université Montpellier II dengan disertasinya tentang silikon untuk aplikasi pada suhu tinggi seperti kabel keamanan. Bahkan, di Université Montpellier II, penelitian dasar terkait dengan pengisian mineral, mekanisme tahan api juga telah dipatenkan dan dipublikasikan.</p>
<p>Ada lima buku yang telah ditulis dan telah dipublikasikannya, serta juga beberapa paten yang telah dikantongi Siska selama menjalani studi PhD di Prancis. Di antaranya, Composition Aqueuse Ignifuge dari FR Paten Nasional Prancis, Fabric Comprising a transpoarent, fire-resistant coating dari European Worldwide Panten, dan Polystyréne Expancé Ignifiguré par Hydroxide d&#8217;Aluminium dari FR Paten Nasional Prancis.</p>
<p>“Program PhD itu juga merupakan beasiswa yang ditawarkan oleh orang Rusia di Université Montpellier II. Mereka menawarkannya, karena mereka tertarik dengan tesis saya, yaitu inovasi baru yang dapat dapat meluruskan rambut keriting orang Afrika,” bebernya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan program PhD pada tahun 2011, Siska kemudian diangkat menjadi asisten dosen di laboratorium Université Montpellier II. Kemudian pada tahun 2014-2015, menjadi asisten dosen Ingénierie des Matériaux Polymères à l’INSA de Lyon, yang merupakan pusat polimer nomor satu di Prancis. Setelah di de Lyon, Siska kemudian bekerja di Research And Innovation Engineer dari Maret 2015- Juli 2018. Dan, sejak Oktober 2018 sampai sekarang, Siska bekerja di EDF dan ditempatkan sebagai spesialis polimer di EDVANCE yang merupakan anak perusahaan EDF..</p>
<p>Kini, Siska tinggal Kota Versailles, dekat Paris, Prancis, dan telah menikah dengan ahli IT di perusahaan Saint Gobain untuk Aerospace, dan juga seorang muallaf berkebanggsaan Prancis bernama Jerome pada Desember tahun 2009 di kampung halamannya Nagari Guguk, Kabupaten Solok. Dari pernikahannya, Siska-Jerome dikaruniai dua orang anak yang masing-masing bernama Sileana Nilam (9 tahun), dan Emili Intan (2,5 tahun). Meski sudah belasan tahun di Prancis, Siska pun hingga kini masih tetap berstatus sebagai warga kebangsaan Indonesia (WNI).</p>
<p>“Sampai sekarang ini saya masih megang paspor hijau. Meski lama di Prancis dan anak saya juga sudah sekolah di Prancis, sampai sekarang tidak terpikir untuk menjadi warga negara Prancis, karena kalau menjadi warga negara Prancis, status sebagai WNI akan hilang. Tapi sebaliknya, di Prancis ini seorang WNI tidak akan berpengaruh kalau lama-lama menetap di Prancis. Saya di Prancis bayar pajak, dan saya juga punya kartu residence Prancis yang masa berlakunya 10 tahun. Kemudian, juga aneh rasanya kalau kita pulang kampung ke Indonesia, tapi minta Visa,” ujarnya.</p>
<p>Kemudian ketika ditanya apakah pihak Indonesia pernah menawarkan untuk pulang ke Indonesia dan dijanjikan pekerjaan, Siska pun mengatakan bahwa sudah ada beberapa kali tawaran menjadi dosen, yaitu dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan UGM. Di BINUS, tawaran tersebut langsung datang dari Rektornya.</p>
<p>“Sedangkan di UGM, tawaran itu dari pembibing saya waktu kuliah di UGM. Namun karena saya punya penyakit autoimun sejak 2006, makanya tawaran itu saya tolak,” katanya.</p>
<p>Selain autoimun, sebut Siska, matanya juga sudah rabun. Bahkan kalau pulang kampung, dia pun kadang dibilang sombong, padahal dirinya tidak bisa melihat orang dengan jelas, kecuali jarak dekat, misalnya sekitar 10-15 meter. Kalau lebih dari itu, agak samar pandangannya. Biaya pengobatan di Indonesia juga mahal. Sedangkan di Prancis, biaya medical ditanggung pemerintah.</p>
<p>“Kemudian kalau untuk kerja pun di Prancis juga tidak masalah. Di Prancis, toleransinya tinggi, karena yang mereka inginkan itu hanya hasil. Jadi, itulah sebabnya kenapa sampai sekarang ini saya memilih untuk menetap di Prancis ini, meskipun awalnya saya tidak ada niat sedikitpun untuk menetap di Prancis. Namun begitu, saya rutin pulang kampung sekali setahun, kecuali sejak pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.</p>
<p>Di akhir percakapan via whatsapp, Siska pun menitip pesan kepada anak-anak Sumbar dan para penerima beasiswa dari PT Semen Padang khususnya, bahwa kesuksesan yang diraih saat ini, tidak terlepas dukungan banyak pihak dan doa dari orangtua.</p>
<p>“Teruslah rajin, giat belajar dan kejar cita-cita mu. Jangan pernah menyerah dan tidak usah dihiraukan apapun ocehan dan celaaan orang lain terhadap diri mu, karena sesungguhnya saingan terberat itu adalah diri mu sendiri. Saya harap, pesan ini dapat memotivasi adik-adik saya yang mendapatkan beasiswa dari PT Semen Padang,” katanya.</p>
<p>Dihubungi terpisah Yulizar, ayah dari Siska, mengaku bersyukur dan bangga atas kesuksesan anak sulungnya itu.<br />
Ia dan istrinya sempat melarang Siska untuk melanjutkan kuliah ke Prancis, karena penghasilan Siska saat bekerja di perusahaan Amerika setelah lulus dari UGM sangat besar, sekitar 1000 US Dollar. Di tambah lagi Siska yang saat itu masih berstatus lajang, tentunya sebagai orangtua ia dan istrinya khawatir membiarkan anaknya seorang diri terpisah jauh di eropa. “Karena Siska tetap gigih pada pendiriannya, saya dan mamanya merestui keingingan Siska untuk kuliah di Prancis,” kata Yulizar.</p>
<p>Ia mengungkapkan, awalnya terasa berat melepas Siska kuliah ke Prancis, namun karena tekad anaknya itu untuk melanjutkan pendidikan sangat kuat, mau tidak mau ia sebagai orangtua tentu harus memberikan izin. “Apalagi ini untuk masa depannya Siska. Karena bagi saya sebagai orangtua, kami tidak ingin anak-anak hidup susah. Cukup kami sebagai orangtua yang merasakannya,” tutur Yulizar seraya mengungkapkan mamanya Siska sudah almarhum, beliau meninggal karena sakit pada tahun 2012 silam.</p>
<p>Kesuksesan yang diraih Siska kini turut dirasakan oleh keluarganya di kampung. Bahkan, Siska pun juga telah memberangkatkan kedua orangtuanya naik Haji ke Mekkah pada tahun 2010 dan juga ikut membantu membiayai kuliah adik bungsunya bernama Andam Sari (27) di UGM. Ibaratnya, Siska ini pambangkik batang tarandam (membangkitkan marwah/kehormatan) di keluarga. Karena berkat kerja kerasnya, adiknya juga bisa kuliah ke UGM, dan alhamdulillah juga memberangkatkan saya pergi Haji. Bahkan, Siska juga meronvasi rumah di kampung,” pungkas Yulizar. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anak-penjahit-pakaian-raih-gelar-phd-dan-jadi-pejabat-perusahaan-listrik-di-prancis/">Anak Penjahit Pakaian Raih Gelar PhD dan Jadi Pejabat Perusahaan Listrik di Prancis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/107 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:12:14 by W3 Total Cache
-->