<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pmk Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pmk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pmk/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2022 05:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pmk Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pmk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>1.122 Ekor Ternak di Tanah Datar Terjangkit PMK</title>
		<link>https://prokabar.com/1-122-ekor-ternak-di-tanah-datar-terjangkit-pmk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2022 05:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pmk]]></category>
		<category><![CDATA[#richiaprian]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Dari sebanyak 1.122 ekor hewan ternak yang tepapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tanah Datar, 1.082 ternak diantaranya sudah dinyatakan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-122-ekor-ternak-di-tanah-datar-terjangkit-pmk/">1.122 Ekor Ternak di Tanah Datar Terjangkit PMK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Dari sebanyak 1.122 ekor hewan ternak yang tepapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tanah Datar, 1.082 ternak diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan, 23 ekor dipotong bersyarat, satu ekor mati, dan 16 ekor lagi dinyatakan belum sembuh.</p>
<p>&#8220;Data kasus PMK sampai 7 November 2022 ada 1.122 ekor hewan sakit dan 1.082 ekor sembuh, 23 ekor potong bersyarat dan 1 ekor mati dan masih ada 16 ekor sisa kasus yang belum dinyatakan sembuh,&#8221; sebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar Sri Mulyani, saat menyampaikan laporan pada rapat Satuan Tugas (Satgas) PMK Tanah Datar, Selasa (8/11), di aula eksekutif kantor Bupati Pagaruyung.</p>
<p>Adapun strategi pengendalian PMK tambahnya, dapat dilakukan pengawasan lalu lintas ternak, vaksinasi dan pengobatan, biosecurity dan desinfeksi, surveilans serta dengan komunikasi, Informasi dan edukasi.</p>
<p>&#8220;Karena itulah dengan populasi sapi dan kerbau ada sekitar 42.332 ekor, vaksinasi dengan target 45% realisasinya baru 1.502 ekor. Untuk mencapai target perlu dilakukan vaksinasi sebanyak 932 ekor per hari, ini tantangan kita ke depan dan tentunya butuh dukungan semua pihak,&#8221; sampainya.</p>
<p>Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan vaksin, dinas Pertanian memiliki 30 Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner yang bisa diterjunkan langsung ke lapangan.</p>
<p>&#8220;Dari total 30 dokter hewan dan paramedik veteriner itu, bisa dijadikan 15 tim bersama Satgas Penanganan PMK dari Kabupaten Tanah Datar untuk percepatan capaian vaksin ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Richi Aprian saat memberi arahan mengatakan, meskipun kasus PMK pada ternak sudah relatif melandai, namun ia tetap meminta dinas terkait ataupun masyarakat tidak lengah.</p>
<p>&#8220;Meskipun relatif melandai, namun juga terjadi sebaran baru PMK. Tentunya hal ini menjadi komitmen kita bersama untuk mengatasinya,&#8221; kata Richi. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-122-ekor-ternak-di-tanah-datar-terjangkit-pmk/">1.122 Ekor Ternak di Tanah Datar Terjangkit PMK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terus Menurun, Kasus PMK di Payakumbuh Tinggal Enam </title>
		<link>https://prokabar.com/terus-menurun-kasus-pmk-di-payakumbuh-tinggal-enam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 16:01:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#pmk]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus PMK di Payakumbuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menyerang hewan ternak di kota Payakumbuh terus berkurang. Saat ini kasus positif pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terus-menurun-kasus-pmk-di-payakumbuh-tinggal-enam/">Terus Menurun, Kasus PMK di Payakumbuh Tinggal Enam </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar</strong> &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penyakit_mulut_dan_kuku">PMK</a> yang menyerang hewan ternak di kota Payakumbuh terus berkurang.</p>
<p>Saat ini kasus positif pada hewan ternak di Payakumbuh hanya tinggal enam ekor.</p>
<p>Kondisi ini membuat Dinas Pertanian Payakumbuh cukup optimis kasus PMK akan segera berakhir.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra mengungkapkan sebelumnya ada 274 kasus hewan ternak yang positif PMK.</p>
<p>Ia menambahkan, semua kasus tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di kota Randang tersebut.</p>
<p>&#8220;Setelah kita lakukan tindakan terhadap sapi yang positif dan bergejala, 268 sembuh. Dari data, hingga hari hanya enam yang tersisa positif PMK,&#8221; terangnya, Selasa (23/8).</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://prokabar.com/terkait-pmk-mui-tanah-datar-terbitkan-fatwa-untuk-hewan-qurban/">Terkait PMK, MUI Tanah Datar Terbitkan Fatwa Untuk Hewan Qurban  </a></strong></p>
<p>Lebih lanjut, ia memaparkan tidak ada kematian sapi dari semua kasus hewan ternak positif di Payakumbuh.</p>
<p>Untuk itu pihaknya berharap agar sanitasi kandang terjaga dan kosumsi pakan dapat ditingkatkan peternak untuk daya tahan.</p>
<p>&#8220;Kita optimis, sisa enam sapi yang masih positif ini bisa sembuh dan tidak ada lagi kasus kedepannya di Payakumbuh,&#8221; ungkapnya. <strong>(*/pk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terus-menurun-kasus-pmk-di-payakumbuh-tinggal-enam/">Terus Menurun, Kasus PMK di Payakumbuh Tinggal Enam </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bergejala PMK, Pedagang Ternak Disuruh Putar Balik</title>
		<link>https://prokabar.com/bergejala-pmk-pedagang-ternak-disuruh-putar-balik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 13:08:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hewanqurban]]></category>
		<category><![CDATA[#pasarternak]]></category>
		<category><![CDATA[#pmk]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Pasca ditutup selama dua pekan sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Pasar Ternak Batusangkar kembali dibuka, Kamis (2/7)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bergejala-pmk-pedagang-ternak-disuruh-putar-balik/">Bergejala PMK, Pedagang Ternak Disuruh Putar Balik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Pasca ditutup selama dua pekan sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Pasar Ternak Batusangkar kembali dibuka, Kamis (2/7).</p>
<p>Seluruh pedagang yang hendak berniaga di pasar ternak itu terlebih dahulu harus mengikuti proses pengecekan kesehatan hewan oleh petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Kabid Peternakan, Varia Warvis mengatakan jika pihaknya atau petugas sempat menemukan beberapa pedagang yang hewan ternak mereka mengalami gejala mirip PMK. Untuk pedagang tersebut, tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam pasar ternak</p>
<p>&#8221; tadi petugas kita menemukan beberapa pedagang yang hewan ternaknya memiliki gejala mirip PMK. Untuk pedagang ini, tidak kita bolehkan masuk kedalam pasar ternak. Tentu kita menjaga ternak ternak yang sudah masuk ke pasar ternak, dan dinyatakan sehat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Penolakan pedagang ternak untuk masuk ke pasar ternak itu, Varia Warvis mengaku tidak mendapatkan perlawanan dari pedagang.</p>
<p>&#8221; alhamdulillah, tidak ada semacam perlawanan dan pedagang sudah menyadari itu (PMK), dan tidak ngotot untuk bisa masuk kedalam pasar ternak,&#8221; sampai nya.</p>
<p>Ia menjelaskan lagi, bagi pedagang yang berasal dari luar kota atau provinsi, agar bisa masuk ke dalam pasar ternak wajib melengkapi surat kesehatan dari pihak terkait. Sedangkan untuk pedagang lokal, wajib melalui pemeriksaan kesehatan hewan di pintu masuk pasar ternak Batusangkar.</p>
<p>&#8221; kita sudah mulai dari hari selasa kemarin. Karena pada selasanitu biasanya pedagang pedagang dari luar kota sudah banyak yang berdatangan, dan puncaknya itu hari ini,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bergejala-pmk-pedagang-ternak-disuruh-putar-balik/">Bergejala PMK, Pedagang Ternak Disuruh Putar Balik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkait PMK, MUI Tanah Datar Terbitkan Fatwa Untuk Hewan Qurban</title>
		<link>https://prokabar.com/terkait-pmk-mui-tanah-datar-terbitkan-fatwa-untuk-hewan-qurban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2022 03:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hewankurban]]></category>
		<category><![CDATA[#IdulAdha]]></category>
		<category><![CDATA[#muitanahdatar]]></category>
		<category><![CDATA[#PBHITanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#pmk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Datar Afrizon menyebut menyikapi penyakit mulu dan kuku (PMK) yang tengah mewabah saat ini, MUI...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-pmk-mui-tanah-datar-terbitkan-fatwa-untuk-hewan-qurban/">Terkait PMK, MUI Tanah Datar Terbitkan Fatwa Untuk Hewan Qurban</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Datar Afrizon menyebut menyikapi penyakit mulu dan kuku (PMK) yang tengah mewabah saat ini, MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.</p>
<p>Dantara pointnya disebutkan Afrizon, hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori ringan, seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan dan keluar air liur lebih dari biasanya, hukumnya sah dijadikan hewan kurban.</p>
<p>Hewan qurban yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat seperti lepuh pada kuku hingga terlepas dan atau menyebabkan pincang atau tidak bisa berjalan serta menyebabkan sangat kurus, hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban.</p>
<p>Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat dan sembuh dari PMK dalam rentang waktu yang dibolehkan kurban (tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah) maka hewan ternak tersebut sah dijadikan hewan kurban.</p>
<p>Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat dan sembuh dari PMK setelah lewat rentang waktu yang dibolehkan kurban (tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah) maka sembelihan hewan tersebut dianggap sedekah bukan hewan kurban.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar yang juga sebagai ketua PHBI Tanah Datar menyampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar akan memfasilitasi Shalat Idul Adha 1443 H di Lapangan Gumarang Batusangkar. Seandainya terjadi perbedaan pelaksanaan ibadah Shalat Idul Adha, pemda akan tetap memfasilitasi, namun berharap agar pelaksanaan shalat Ied ini sama di seluruh Indonesia.</p>
<p>Mena ggapi penyakit mulut dan kuku yang mewabah pada hewan ternak saat ini dikatakan Richi Aprian, bahwa Pemda sudah membentuk tim untuk melakukan sosialisasi sembari mengajak PHBI untuk ikut memfasilitasi masjid, mushalla dan surau melakukan sosialisasi dengan mengundang Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Tanah Datar sebagai narasumber.</p>
<p>“Mengingat PMK ini tergolong penyakit menular kesesama hewan dan ternak berkuku dua dan tidak menular ke manusia namun manusia bisa menjadi perantara penularannya maka saat ini pemda mengurangi seperti kegiatan pacu jawi, buru babi dan sejenisnya,“ ucap Wabup. <strong>(Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terkait-pmk-mui-tanah-datar-terbitkan-fatwa-untuk-hewan-qurban/">Terkait PMK, MUI Tanah Datar Terbitkan Fatwa Untuk Hewan Qurban</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Ternak Cubadak Tutup 14 Hari</title>
		<link>https://prokabar.com/pasar-ternak-cubadak-tutup-14-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 03:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pmk]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#virusternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokopim &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datqr akan segera melakukan penutupan terhadap pasar ternak yang ada di Tanah Datar selama 14 (empat belas)....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-ternak-cubadak-tutup-14-hari/">Pasar Ternak Cubadak Tutup 14 Hari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokopim</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datqr akan segera melakukan penutupan terhadap pasar ternak yang ada di Tanah Datar selama 14 (empat belas). Hal ini diungkapkan Bupati Eka Putra usai rapat koordinasi bersama DPRD, Forkopimda, Sekda, para Asisten, OPD terkait, para Camat, serta Asosiasi Peternak kabupaten Tanah Datar, di Gedung Indojolito Batusangkar, Selasa (16/5) malam.</p>
<p>Penutupan aktifitas pasar ternak ini, guna mengantisipasi penebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, serta meredam kekhawatiran masyarakat terutama petani dan pedagang ternak, disamping juga para pengguna dan pengkonsumsi daging.</p>
<p>“Kita tahu saat ini di Sumatera Utara dan di kabupaten tetangga sudah mulai ada hewan ternak yang terjangkit PMK, jadi untuk mengantisipasi hal ini sementara waktu kita akan menutup pasar ternak selama 14 hari,&#8221; terang Eka Putra.</p>
<p>Bupati juga menyarankan agar para pedagang ternak agar melakukan isolasi pada ternak-ternak yang baru dibelinya sebelum dibawa di pasar untuk diperjualbelikan kembali.</p>
<p>Lebih lanjut disampaikan Eka Putra, pemerintah daerah juga akan segera melakukan penganggaran untuk penanganan pengobatan pada ternak yang tertular virus PMK di Tanah Datar.</p>
<p>Terangnya, virus ini hanya menular pada ternak yang berkuku belah dan tidak beresiko untuk manusia, untuk itu kepada masyarakat Eka Putra menghimbau agar tetap tenang dan pemerintah akan melakukan upaya antisipasi lebih awal.</p>
<p>Sementara Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Saidani, juga menghimbau agar para peternak yang ada di Tanah Datar segera melapor kepada instansi terkait apabila mendapati gejala PMK pada ternak-ternak mereka.</p>
<p>Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani, menjelaskan bahwa jenis penyakit ini masa inkubasinya mulai 1-14 hari sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit. Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu.</p>
<p>Menurut Sri Mulyani, tingkat penularan penyakit ini cukup tinggi tetapi tingkat kematiannya hanya 1-5% saja.</p>
<p>“Jadi apabila ditemukan gejala pada ternak seperti ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi OPD terkait agar segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan,” ujar Sri Mulyani.</p>
<p>Dijelaskan Sri Mulyani penularan virus PMK ini bisa melalui beberapa cara, diantaranya dengan cara kontak langsung, kontak tidak langsung dan bisa juga melalui udara. Dan gejala klinis apabila hewan tertular PMK diantaranya mengalami demam, tidak nafsu makan, penurunan produksi susu yang drastic, keluar air liur yang berlebihan, luka pada kuku, bagian mulut melepuh serta gejala klinis lainnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasar-ternak-cubadak-tutup-14-hari/">Pasar Ternak Cubadak Tutup 14 Hari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/108 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.041 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 16:34:09 by W3 Total Cache
-->