<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pfizer Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pfizer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pfizer/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Sep 2021 23:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pfizer Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pfizer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>1.643.850 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/1-643-850-dosis-vaksin-pfizer-tiba-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2021 23:31:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pfizer]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah kembali menambah stok vaksin COVID-19 merk Pfizer dengan mendatangkan 1.643.850 dosis vaksin Pfizer pada 16 dan 17 September 2021. Kedatangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-643-850-dosis-vaksin-pfizer-tiba-di-indonesia/">1.643.850 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p3"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Pemerintah kembali menambah stok vaksin COVID-19 merk Pfizer dengan mendatangkan 1.643.850 dosis vaksin Pfizer pada 16 dan 17 September 2021.</p>
<p class="p3"><span class="s2">Kedatangan vaksin tahap ke-63 ini diperoleh pemerintah melalui skema pembelian langsung.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Sejalan dengan upaya kita bersama untuk mempercepat cakupan vaksinasi nasional, Indonesia kembali mendatangkan vaksin COVID-19 sebanyak 1,6 juta. Kali ini vaksin tidak hanya mendarat di Jakarta, tetapi juga di Semarang dan Surabaya. Sehingga, rantai distribusi dapat dipersingkat dan lebih efisien, mengingat tata kelola rantai dinginnya -70C” papar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, MEpid.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pada Kamis (16/9), sebagian vaksin tahap 63 mendarat di Semarang dan Surabaya. Vaksin yang didatangkan ke Semarang akan digunakan untuk distribusi vaksin di Semarang dan Yogyakarta. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sementara itu, vaksin yang akan mendarat di Jakarta pada malam ini, akan didistribusikan ke 13 titik di tiga Provinsi, yaitu Jawa barat, DKI Jakarta dan Banten.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Seluruh vaksin tahap ke-63 ini merupakan hasil pembelian langsung oleh pemerintah Indonesia. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Dengan kedatangan tahap ke-63 ini, maka total vaksin yang sudah tiba di Indonesia, baik dalam bentuk bahan baku (</span><span class="s4">bulk</span><span class="s2">) maupun vaksin jadi, mencapai 245.731.090 dosis.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin dan mendistribusikannya ke daerah-daerah untuk segera digunakan. Kami mengharapkan para pemangku kebijakan dan pihak-pihak pelaksana di daerah dapat menyusun strategi penyaluran dengan sebaik-baiknya sesuai karakter dan kebutuhan daerah masing-masing, karena seperti kita ketahui setiap daerah membutuhkan penanganan yang unik dan berbeda,” tutur Nadia.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">HIngga 16 September 2021, pemerintah mencatat 37 per 100 penduduk sasaran vaksinasi telah mendapatkan setidaknya satu suntikan vaksin COVID-19. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Jumlah dosis pertama yang telah disuntikkan adalah 76.153.487 dosis atau 36,57% dari total sasaran vaksinasi, sedangkan total vaksinasi dosis kedua yang telah diberikan adalah 43.484.971 dosis atau 20,88%. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/1-643-850-dosis-vaksin-pfizer-tiba-di-indonesia/">1.643.850 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Lewat Jalur Komersial</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-datangkan-vaksin-pfizer-dan-astrazeneca-lewat-jalur-komersial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2021 06:52:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#AstraZeneca]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pfizer]]></category>
		<category><![CDATA[#sinovac]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah terus memastikan keamanan pasokan vaksin COVID-19, melalui semua jalur dan mekanisme yang tersedia, dalam rangka pelaksanaan vaksinasi nasional yang menargetkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-datangkan-vaksin-pfizer-dan-astrazeneca-lewat-jalur-komersial/">Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Lewat Jalur Komersial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> </span><span class="s2">Pemerintah terus memastikan keamanan pasokan vaksin COVID-19, melalui semua jalur dan mekanisme yang tersedia, dalam rangka pelaksanaan vaksinasi nasional yang menargetkan 208 juta rakyat Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Melalui jalur komersial, pemerintah akan mendatangkan empat jenis vaksin yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Setelah vaksin Sinovac yang telah datang dalam beberapa tahap, vaksin Pfizer dan AstraZeneca melalui jalur ini juga mulai tiba di Tanah Air.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Kedatangan Pfizer sebesar 1,5 juta dosis dan AstraZeneca sebesar 567 ribu dosis ini adalah kedatangan pertama dari vaksin </span><span class="s3">business to business</span><span class="s2">-nya kita. Dari empat jenis vaksin yang dilakukan secara </span><span class="s3">business to business</span><span class="s2">, tiga sudah mengirimkan dosis pertamanya dan sudah mengirimkan beberapa juga. Pertama adalah Sinovac yang sudah mulai dari tanggal 13 Januari,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan persnya, dilansir Jumat (20/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Menkes memperkirakan, hingga akhir tahun ini pemerintah akan mampu mendatangkan sebanyak 50 juta dosis vaksin Pfizer serta 20-30 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui jalur komersial.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Diharapkan sampai akhir tahun kita bisa memperoleh 50 juta dosis dari Pfizer secara</span><span class="s3"> business to business</span><span class="s2">, sekitar 20-30 juta vaksin </span><span class="s3">business to business </span><span class="s2">dari AstraZeneca, untuk melengkapi 175 juta dosis vaksin Sinovac,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sedangkan untuk vaksin Novavax, Budi menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA untuk pengiriman 50 juta dosis vaksin. “Diharapkan akan keluar persetujuannya dalam waktu singkat ini,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain melalui jalur komersial, pemerintah juga mendatangkan vaksin melalui skema kerja sama multilateral dan bilateral, salah satunya adalah melalui Aliansi Vaksin GAVI yang didukung oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Dari GAVI kita sudah menerima vaksin AstraZeneca di awal dan kita akan juga menerima vaksin Pfizer dan Sinovac yang rencananya akan di kita terima mulai bulan ini juga,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Selain itu, Indonesia juga menerima dukungan vaksin dari Pemerintah Belanda melalui skema kerja sama bilateral yang akan datang dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, telah tiba sebanyak 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca pada hari ini, Kamis (19/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Saya dalam hal ini mengucapkan terima kasih Pak Dubes [Kerajaan Belanda untuk Indonesia], atas nama pemerintah Indonesia dan juga rakyat Indonesia atas </span><span class="s3">generosity</span><span class="s2"> dari teman-teman Belanda dan rakyat Belanda yang telah menyumbangkan dan akan kita terima jam 7 nanti pertamanya sebesar 450 ribu dosis,” ujar Menkes. </span><span class="s1">(*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-datangkan-vaksin-pfizer-dan-astrazeneca-lewat-jalur-komersial/">Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Lewat Jalur Komersial</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/59 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.010 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:07:28 by W3 Total Cache
-->