<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#petanikopi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/petanikopi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/petanikopi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Jun 2020 01:46:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#petanikopi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/petanikopi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Bantu Bantu Petani Kopi di Tengah Pandemi</title>
		<link>https://prokabar.com/indonesia-bantu-bantu-petani-kopi-di-tengah-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 01:46:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendag]]></category>
		<category><![CDATA[#Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[#petanikopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi Covid-19, pada masa keketuaan di Dewan Organisasi Kopi Internasional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-bantu-bantu-petani-kopi-di-tengah-pandemi/">Indonesia Bantu Bantu Petani Kopi di Tengah Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi Covid-19, pada masa keketuaan di Dewan Organisasi Kopi Internasional (<em data-reader-unique-id="5">International Coffee Organization</em>/ICO)</p>
<p data-reader-unique-id="8">Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, yang menjabat sebagai Ketua Dewan ICO periode 2019/20 saat memimpin secara virtual jalannya Pertemuan Khusus Dewan ICO yang ke-126 pada 4-5 Juni lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan ICO yang pertama kalinya dilangsungkan secara virtual pada 1–5 Juni 2020. Tema besar yang diangkat ICO kali ini ialah “<em data-reader-unique-id="10">Building a Sustainable Global Coffee Industry Together</em>”.</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Sebagai ketua dewan, kami menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas pertanian penting yang menggerakkan roda perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan,” kata Iman.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Menurut Iman, hal ini sangat terkait dengan pencapaian tujuan-tujuan Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang ditopang secara berimbang oleh tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Lebih lanjut, Iman menyampaikan, misi utama pada pertemuan kali ini ialah mengupayakan kesepakatan di antara anggota ICO mengenai rekomendasi dan opsi kebijakan bagi seluruh negara anggota.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Selain itu, juga memperkuat kolaborasi antara ICO dengan lembaga pembangunan/donor, organisasi internasional, dan sektor swasta untuk bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapai sektor kopi.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Adapun menurut Iman, keketuaan Indonesia pada Dewan ICO ini menjadi penting dan mencerminkan kepercayaan dunia kepada Indonesia untuk mendorong keberlangsungan ekonomi dari sektor kopi melalui kemitraan antara pemerintah, petani, dan sektor industri.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Dalam konteks situasi saat ini, Indonesia akan berjuang untuk membantu petani lokal yang terpukul karena pandemi Covid-19. Sektor kopi terus mengalami tantangan penurunan harga, ditambah pandemi yang terjadi saat ini turut memperbesar tantangan tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Seluruh negara, tanpa terkecuali mengalami krisis di berbagai sektor, termasuk sektor kopi, sebagai dampak penyebaran Covid-19. Penutupan perbatasan lintas negara dan pembatasan sosial telah mengganggu rantai pasokan dan permintaan. Akibatnya, pasokan tidak dapat disalurkan dan konsumsi tertekan</p>
<p data-reader-unique-id="18">Situasi ini, menurut Iman, tidak hanya berdampak negatif kepada petani, tapi juga kepada industri kopi. Inilah, lanjut Iman, yang mendorong Indonesia di ICO untuk segera merespons dampak pandemi, terutama bagi pelaku yang sangat terdampak, seperti petani kecil dan UMKM.</p>
<p data-reader-unique-id="19">“Negara, entitas organisasi internasional, lembaga pembangunan, akademisi, dan sektor industri bersatu dan bertemu secara virtual untuk mencari solusi terbaik bagi pemulihan sektor kopi dunia,” ungkap Iman.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Pada kesempatan itu, Iman menambahkan, proyek peningkatan kapasitas untuk mendorong peningkatan konsumsi domestik menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan kali ini sebagai langkah nyata membantu petani kopi dunia, termasuk di Indonesia.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Sebelumnya, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Antonius Yudi Triantoro, juga telah memimpin Delegasi RI pada pertemuan virtual Komite Keuangan dan Administrasi pada 1–2 Juni 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Dalam acara yang masih menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Khusus Dewan ICO tersebut, Yudi menyampaikan bahwa ICO sebagai organisasi terdepan di sektor kopi harus segera merespons berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul akibat pandemi.</p>
<p data-reader-unique-id="23">“Berbagai tantangan keuangan dan administrasi yang dihadapi ICO saat ini perlu segera dicarikan solusi guna menjamin keberlanjutan dan relevansi organisasi,” ujar Yudi.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Sementara itu, pada 3 Juni 2020, Iman juga telah membuka dan menutup seminar internasional secara virtual dengan tema “<em data-reader-unique-id="25">Covid-19 Impact on the World Sector and Mitigation Measures”</em> yang dihadiri lebih dari 400 <em data-reader-unique-id="26">stakeholders</em> termasuk lembaga internasional dunia seperti World Bank, European Community, FAO, SCA, Rabobank, IDH-The Sustainable Trade Initiative, dan London School of Economics. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-bantu-bantu-petani-kopi-di-tengah-pandemi/">Indonesia Bantu Bantu Petani Kopi di Tengah Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nagari Duo Koto Kembangkan Perkebunan Kopi Dan Agrowisata</title>
		<link>https://prokabar.com/nagari-duo-koto-kembangkan-perkebunan-kopi-dan-agrowisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2019 09:21:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokopi]]></category>
		<category><![CDATA[#kopisumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#perkebunankopi]]></category>
		<category><![CDATA[#petanikopi]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tanjungraya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=43196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar – Pemerintahan Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam hendak mengembangkan perkebunan kopi seluas 20 hektar. Saat ini, sudah mulai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-duo-koto-kembangkan-perkebunan-kopi-dan-agrowisata/">Nagari Duo Koto Kembangkan Perkebunan Kopi Dan Agrowisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung Raya, Prokabar –</strong> Pemerintahan Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam hendak mengembangkan perkebunan kopi seluas 20 hektar. Saat ini, sudah mulai seluas 3 hektar. Program tersebut mengingat potensi alam yang subur dan cocok untuk pengembangan perkebunan kopi di sana.</p>
<p>Menurut Walinagari Duo Koto, Joni Safri, Perkebunan kopi ini melalui kerjasama dengan pemilik lahan masyarakat, yang belum dijamah dan dikelola. Terdapat puluhan bahkan ratusan hektar lahan perkebunan yang tidak dikelola pemiliknya. Padahal itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Ditambah lagi, Nagari Duo Koto juga memiliki pasar tradisional bernama Balai Akaik sebagai tempat penampungan hasil pertanian. Di Nagari lain seperti Di Nagari Koto Kaciak, Nagari Bayur, Maninjau, dan Sungai Batang juga memiliki pasar tradisional aktif sekali satu pekan.</p>
<p>Saat ini, pemerintahan nagari yang ia pimpin telah membentuk sekelompok pengelola, agar penanaman kebun kopi tersebut sesuai target dan harapan yang akan dicapai.“Kita sudah membentuk sekelompok pemuda yang sebagian besar dari pemuda. Selain memberdayakan potensi yang ada, hal tersebut memutus mata rantai pengangguran pemuda saat ini. Dan kita akan mengarahkan mereka dari hal-hal buruk menjadi positif membangun kampung,” terang Joni.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Agam telah membangun Destinasi Wisata Linggai di Nagari Duo Koto. Dan momentum ini merupakan peluang hebat untuk dilanjutkan. “Kita akan merambah segala potensi pendukung yang ada di nagari ini. Beragam peninggalan sejarah di sini yang dapat menjadi ciri khas tersendiri. Seperti Surau Gadang Usang yang sangat unit dan kiramat, Lasuang Kamba, Batu Duduak dan Batu Meja serta beragam peninggalan nenek moyang lainnya,” tutur Walinagari Duo Koto.</p>
<p>Hasil produksi kopi, akan diolah menjadi racikan kopi khas Nagari Duo Koto serta langsung mendirikan sebuah café kopi sebagai wadah atau tempat pengunjung nantinya. “Selain Kopi, kita juga telah melakukan ternak Kambing Etawa sebagi penbghasil susu Kambing. Hasil produksi susu kambing dan kopi ini menjadi daya tarik tinggi wisatawan untuk berkunjung ke sini,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, pengembangan kopi ini pengelola menggunakan pupuk kopos dan pupuk kandang. “Alhamdulillah, di Nagari Duo Koto telah memiliki peternakan Sapi dan Kambing Etawa. Dalam hal ini, kotoran sapid an kambing ataupun hewan ternak lainnya yang ada di sini, kita olah langsung menjadi pupuk,” ujar Ramadhani Putra, pengelola dari perkebunan kopi tersebut.</p>
<p>Ia melanjutkan agar perkebunan kopi lebih dan produktif, perawatan dilakukan secara ketat dan intensif. Pembersihan dilakukan dengan rutin, sehingga tidak ada satupun tanaman parasit yang mengganggu tanaman kopi. Selain itu, agar kebutuhan ekonomi masyarakat tetap mendapat secara mingguan, di sekitar perkebunan kopi juga ditanam pohon pelindung dan produktif. “Kita tahu bahwa, tanaman kopi baru bisa menghasilkan butuh waktu yang lama. Agar kebutuhan ekonomi atau pengelola dapat tetap menghasilkan, maka di sekitar kebun kita tanami Cabe. Pohon alpukat juga kita tanam sebagai pohon pelindung tanaman kopi,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-duo-koto-kembangkan-perkebunan-kopi-dan-agrowisata/">Nagari Duo Koto Kembangkan Perkebunan Kopi Dan Agrowisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/69 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:29:21 by W3 Total Cache
-->