<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Petani Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/petani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/petani/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 05:27:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Petani Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/petani/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani Aur Malintang Belajar Olah Kaliandra Jadi Pakan</title>
		<link>https://prokabar.com/petani-aur-malintang-belajar-olah-kaliandra-jadi-pakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:27:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#kaliandra]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Pakanternak]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar- Daun kaliandra yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tanaman hijauan dan bahan baku energi terbarukan mulai dilirik petani di Nagari III...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-aur-malintang-belajar-olah-kaliandra-jadi-pakan/">Petani Aur Malintang Belajar Olah Kaliandra Jadi Pakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar-</strong> Daun kaliandra yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tanaman hijauan dan bahan baku energi terbarukan mulai dilirik petani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, untuk diolah menjadi pakan ternak dan pakan ikan.</p>
<p>Peluang pemanfaatan tersebut diperkenalkan kepada kelompok tani kaliandra melalui pelatihan pengolahan pakan yang berlangsung di Amal Plaza, 10–11 September 2026. Selain mendapatkan pengetahuan dan praktik pengolahan, masyarakat juga menerima mesin pencacah dan mesin pembuat pelet yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan kaliandra menjadi produk pakan.</p>
<p>Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Prof. Ramaiyulis mengatakan, daun kaliandra memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan kerbau. Namun, pemanfaatannya perlu dilakukan melalui pengolahan dan formulasi yang tepat.</p>
<p>“Potensi kaliandra ini bisa untuk membuat produk makanan ternak, terutama sapi dan kambing,” kata Prof. Ramaiyulis saat memberikan materi kepada kelompok tani.</p>
<p>Menurutnya, salah satu bentuk pengolahan yang dapat diterapkan masyarakat adalah silase. Daun kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan hijauan lain, seperti batang jagung, rumput gajah, atau jerami padi.</p>
<p>Dalam praktik pembuatan silase berbahan batang jagung dan daun kaliandra, misalnya, peserta diperkenalkan dengan komposisi sekitar 70 persen batang jagung dan 30 persen daun kaliandra. Campuran tersebut kemudian dapat ditambahkan dedak dan difermentasi sebelum disimpan dalam wadah selama kurang lebih satu minggu.</p>
<p>“Batang jagung menjadi bahan utama, sedangkan kaliandra dapat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan dalam formulasi pakan,” jelasnya.</p>
<p>Selain silase, peserta juga diperkenalkan dengan pengolahan pakan ternak berbentuk pelet. Dalam proses ini, kaliandra tidak digunakan sebagai bahan tunggal, tetapi dikombinasikan dengan bahan lain sesuai kebutuhan nutrisi ternak.</p>
<p>Materi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi petani bahwa tanaman yang tersedia di sekitar mereka dapat diolah lebih lanjut sehingga memiliki fungsi dan nilai tambah yang berbeda.</p>
<p>Pemanfaatan kaliandra tidak hanya diarahkan untuk pakan ternak. Dosen PPNP Auzia Asman memperkenalkan pemanfaatan tepung kaliandra sebagai salah satu bahan dalam formulasi pakan ikan.</p>
<p>Menurut Auzia, tepung kaliandra dapat dikombinasikan dengan bahan lain, seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung tapioka, minyak ikan, vitamin, dan mineral. Formulasi bahan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pakan yang akan diproduksi.</p>
<p>Peserta kemudian mengikuti praktik pengolahan bahan menjadi pelet. Tahapan tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi kaliandra secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai proses pengolahannya.</p>
<p>Kehadiran dua narasumber dari PPNP tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan karena peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan kaliandra berdasarkan pendekatan teknologi pertanian dan peternakan.</p>
<p>Kelompok tani kaliandra juga mendapatkan dukungan sarana untuk mencoba mengembangkan pengolahan tersebut secara lebih praktis.</p>
<p>Dalam kegiatan itu diserahkan satu unit mesin pencacah, satu unit mesin pembuat pelet, serta 10 unit stup madu galo-galo.</p>
<p>Bagi petani, keberadaan mesin pencacah dan pembuat pelet menjadi sarana untuk mendukung tahapan pengolahan bahan baku. Sebelumnya, pemanfaatan kaliandra lebih banyak dilakukan dalam bentuk tanaman hijauan, sehingga pengolahan menjadi produk pakan membutuhkan peralatan yang sesuai.</p>
<p>Manajer Koperasi Amal Sejahtera Mandiri Purdiman Pirang mengapresiasi pelatihan dan dukungan sarana produksi yang diterima masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, kombinasi antara pengetahuan dan peralatan menjadi hal penting agar masyarakat dapat mencoba mengembangkan potensi kaliandra yang ada di wilayah mereka.</p>
<p>“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat sehingga dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Ia berharap peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga pengolahan kaliandra tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.</p>
<p>Apresiasi juga disampaikan Perwakilan Camat IV Koto Aur Malintang, Sumardi. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat potensi yang ada di lingkungan mereka dari perspektif yang berbeda, terutama dalam pengembangan kegiatan ekonomi.</p>
<p>Pemanfaatan kaliandra sebagai bahan pakan membuka peluang bagi masyarakat Aur Malintang untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang memiliki kegunaan lebih luas.</p>
<p>Dengan pengetahuan mengenai formulasi dan teknik pengolahan, masyarakat tidak hanya bergantung pada pemanfaatan kaliandra dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi silase maupun pelet dapat menjadi alternatif pemanfaatan sesuai kebutuhan petani dan kelompok usaha masyarakat.</p>
<p>Dukungan mesin pencacah dan pembuat pelet juga memungkinkan proses pengolahan dilakukan secara lebih efektif dibandingkan jika seluruh tahapan dilakukan secara manual.</p>
<p>Ke depan, pengetahuan dan sarana tersebut dapat menjadi modal awal bagi kelompok tani untuk menguji penerapan pengolahan pakan sesuai kondisi bahan baku, kebutuhan ternak atau ikan, serta kemampuan produksi masyarakat setempat.</p>
<p>Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan dan bantuan sarana produksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan kapasitas masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan kegiatan melibatkan PPNP sebagai institusi pendidikan yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pengolahan.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat agar potensi kaliandra yang ada dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Hernes.</p>
<p>Pelatihan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan agar bantuan peralatan yang diterima masyarakat dapat diikuti dengan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaannya.</p>
<p>“Program TJSL PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting,” ujarnya.</p>
<p>Hernes berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh kelompok tani untuk mengembangkan pemanfaatan kaliandra sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat Aur Malintang.</p>
<p>Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti PPNP menjadi penting agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang aplikatif. Harapannya, apa yang dipelajari dalam pelatihan ini dapat diuji dan dikembangkan oleh kelompok tani sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang mereka miliki.</p>
<p>Win mengatakan, keberlanjutan program pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pengetahuan dan sarana yang telah tersedia. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-aur-malintang-belajar-olah-kaliandra-jadi-pakan/">Petani Aur Malintang Belajar Olah Kaliandra Jadi Pakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Semen Padang Dukung Produktivitas Petani Padayo dengan Bantuan Hand Traktor</title>
		<link>https://prokabar.com/pt-semen-padang-dukung-produktivitas-petani-padayo-dengan-bantuan-hand-traktor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 00:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mesinbajak]]></category>
		<category><![CDATA[#Padayo]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=123816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar– PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor pertanian di Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-dukung-produktivitas-petani-padayo-dengan-bantuan-hand-traktor/">PT Semen Padang Dukung Produktivitas Petani Padayo dengan Bantuan Hand Traktor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar–</strong> PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor pertanian di Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Melalui Forum Nagari Kelurahan Indarung, PT Semen Padang menyalurkan bantuan berupa satu unit hand traktor kepada Kelompok Tani Kebun Bukit Atas Padayo, Jumat (1/11/2024).</p>
<p>Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Ketua Forum Nagari Indarung, Edward, kepada Ketua Kelompok Tani Kebun Bukit Atas Padayo, Zamril, dan turut disaksikan oleh Staf Tanggung Jawab Sosial &amp; Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, Yaldi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Kilangan Sofia, serta Ketua LPM Indarung Endi Mustafa. Hand traktor senilai Rp56 juta ini diharapkan dapat mempermudah pengolahan lahan di daerah perbukitan Padayo yang memiliki karakter tanah keras.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata program TJSL PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, hand traktor ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan Padayo dan bermanfaat langsung bagi petani setempat. Kelompok Tani Kebun Bukit Atas Padayo diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka,&#8221; ujar Iskandar.</p>
<p>Bantuan hand traktor ini merupakan bagian dari program &#8220;Basinergi Mambangun Nagari&#8221; (BMN), sebuah inisiatif yang didukung penuh oleh PT Semen Padang untuk memperkuat sektor pertanian di lingkungan perusahaan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p>Ketua Forum Nagari Indarung, Edward, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil usulan yang disampaikan petani dalam Musyawarah Kito (Muskito) pada akhir 2023.</p>
<p>Para petani mengeluhkan sulitnya menggarap lahan keras di daerah perbukitan. &#8220;Usulan tersebut kami sampaikan ke PT Semen Padang dan langsung mendapat respons positif. Penyaluran bantuan ini mencerminkan kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan dukungan peralatan pertanian,&#8221; ungkap Edward penuh apresiasi.</p>
<p>Ketua LPM Indarung, Endi Mustafa, juga mengajak warga untuk terus mendoakan kesuksesan PT Semen Padang agar dapat tetap bertahan di tengah persaingan industri semen. &#8220;Semakin baik kinerja PT Semen Padang, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sofia, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Kilangan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berkelanjutan PT Semen Padang terhadap masyarakat. &#8220;Sinergi antara PT Semen Padang dan Forum Nagari sangat berdampak nyata. Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan untuk memberdayakan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua Kelompok Tani Kebun Bukit Atas Padayo, Zamril, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang sangat dibutuhkan ini. &#8220;Dengan adanya hand traktor ini, kami bisa lebih mudah mengolah lahan pertanian seluas lebih dari 14 hektar, mencakup sawah dan ladang untuk tanaman cabai, kacang tanah, tomat, bawang, serta coklat, cengkeh, dan padi,&#8221; kata Zamril.</p>
<p>&#8220;Kami akan merawat alat ini dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.&#8221; Tutupnya. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-dukung-produktivitas-petani-padayo-dengan-bantuan-hand-traktor/">PT Semen Padang Dukung Produktivitas Petani Padayo dengan Bantuan Hand Traktor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</title>
		<link>https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 15:56:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#Vulkanik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=119204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Lewat tengah malam, dentuman bergema membuat kaca-kaca rumah bergetar. Setelahnya disusul bunyi gemuruh yang menakutkan, cukup lama dan membuat cemas warga....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/">4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Lewat tengah malam, dentuman bergema membuat kaca-kaca rumah bergetar. Setelahnya disusul bunyi gemuruh yang menakutkan, cukup lama dan membuat cemas warga. Di kegelapan malam tak jarang terlihat pijaran api memerah di puncak Gunung Marapi.</p>
<p>Itulah kondisi menakutkan yang sudah menjadi &#8220;makanan&#8221; sehari-hari masyarakat di sekitar Gunung berketinggian 2891 dpl itu. Kondisi yang selama 4 bulan terakhir menjadi pemandangan sehari-hari yang mereka lihat dan alami.</p>
<p>Belum pernah ada gunung yang berlokasi di teritorial Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam itu, menunjukan aktivitas vulkanik yang begitu lama dan awet seperti sekarang.</p>
<p>Seperti biasa, besok pagi mereka akan melihat debu-debu vulkanik atau kapundan itu sudah memenuhi halaman dan atap rumah, jalan-jalan, dan tentunya lahan-lahan pertanian mereka. Tak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah.</p>
<p>Tercatat, setidaknya sebanyak 5.115 KK petani pemilik lahan 1.514 ha di Tanah Datar, Sumbar, gagal panen sejak gunung yang dikagumi dan sarat cerita mitos itu terus meletus.</p>
<p>Menurut catatan BMKG sampai hari Senin (1/4/2024) gunung itu sudah mengalami erupsi sebanyak 3.876 kali sejak pertama kali meletus 3 Desember tahun lalu. Sudah hampir 4000 kali. Kecamatan X Koto mengalami dampak terparah dari siraman kepundan yang dimuntahkan Marapi.</p>
<p>Salah satu Nagari paling menderita adalah Nagari Paninjauan, yang masyarakatnya 90 persen menggantungkan hidup pada pertanian, khusunya sayur mayur dan holtikultura.</p>
<p>Gagal panen karena debu vulkanik yang kian hari kian tebal membungkus apa yang ditanam petani, adalah hal yang sudah mereka &#8220;telan&#8221;, sejak musibah itu terjadi akhir tahun lalu. Petanyaannya kini, entah kapan Marapi akan berhenti meletus.</p>
<p>Sekarang petani di Nagari yang menjadi sentra penghasil sayur mayur dan holtikultura dengan kualitas terbaik di kawasan Padang Panjang dan X Koto itu kian merana.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-119205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/4.jpg 1040w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, lebih 2000 hektar lahan hortikultura di Tanah Datar “tertimbun” abu vulkanik sejak 4 bulan ini. Kondisi itu telah menghentakkan petani ke lantai kemiskinan, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp40 miliar.</p>
<p>Sebagai wujud tanggungjawab Pemkab atas musibah yang menimpa warganya, melalui dana BTT Pemkab Tanah Datar telah disalurkan BLT uuntuk 3.545 KK yang terdampak. Itupun baru untuk tahap 1, sesuai data dari 3 Desember 2023 – 26 Januari 2024.</p>
<p>Masih ada sekitar 1.570 KK terdampak sesuai data setelah 26 Januari 2024 – akhir Maret yang belum dapat difasilitasi Pemda untuk mendapatkan BLT, karena keterbatasan anggaran daerah. Namun Pemkab yang dikomandoi Bupati Eka Putra, terus berupaya mencari dana.</p>
<p>Bupati Eka menyebut, dalam sekejap saja jumlah petani yang gagal panen, naik. Yang semula 3000an KK naik jadi 5000 KK dan hari terakhir terus meningkat hampir 7000 KK.</p>
<p>“Makin hari kian bertambah petani yang jadi korban, karena itu kami sangat memerlukan bantuan banyak pihak,” kata Sang Bupati.</p>
<p>Bagaimana tidak miris, ambil contoh di Paninjauan yang subur dan mengagumkan pertanian holtikulturanya, kini benar-benar lumpuh disapu kapundan. Sesayup mata memandang, yang terlihat hanyalah dedaunan sayur mayur yang memutih diterpa abu vulkanik yang seketika membuat tanaman layu, lalu hangus.</p>
<p>Berapa waktu lalu, aktivitas Marapi sempat mereda sekitar dua minggu. Hal ini membuat semangat para petani berkobar lagi. Lahan pun mulai menghijau, senyum kembali merekah, harapan panen terbayang di pelupuk mata.</p>
<p>Tetapi apalah daya, harapan yang mulai tumbuh itu kembali redup dalam seminggu terakhir. Marapi kembali marah, menumpahkan abu-abu yang melumpuhkan tulang belulang dan harapan para petani.</p>
<p><strong><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-119206" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-271x300.jpg" alt="" width="271" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-271x300.jpg 271w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2-768x849.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/04/2.jpg 900w" sizes="(max-width: 271px) 100vw, 271px" /></strong></p>
<p>Justru volume letusan semakin tinggi. Jika semula tinggi kolom letusan masih kisaran 500-700 meter, sekarang justru naik pada kisaran ketinggian 1000 – 1500 meter dan makin sering.</p>
<p>Entah sampai kapan, &#8220;kemarahan&#8221; Marapi akan ditanggung masyarakat di daerah sekitar kaki-kaki Marapi. Entah sampai kapan, masyarakat Nagari Panyalaian, Paninjauan, Aie Angek dan lain-lainnya yang dihuni 7.068 KK terdampak itu berdomisili, bisa kembali ke ladang dengan semangat dan rasa bahagia mengolah lahan harapan meraka.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/4-bulan-4000-kali-letusan-ketika-harapan-ribuan-petani-disapu-abu-vulkanik-marapi/">4 Bulan 4000 Kali Letusan, Ketika Harapan Ribuan Petani Disapu Abu Vulkanik Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Bah Rusak Sawah Dan Irigasi Hingga Bendungan</title>
		<link>https://prokabar.com/air-bah-rusak-sawah-dan-irigasi-hingga-bendungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2023 06:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#airbah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#SawahRusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=116835</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Air bah yang melanda sebagian wilayah di kabupaten tanah datar, Selasa malam kemarin (5/12/23), merusak areal perswahan dan irigasi. selain tertutup...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/air-bah-rusak-sawah-dan-irigasi-hingga-bendungan/">Air Bah Rusak Sawah Dan Irigasi Hingga Bendungan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Air bah yang melanda sebagian wilayah di kabupaten tanah datar, Selasa malam kemarin (5/12/23), merusak areal perswahan dan irigasi. selain tertutup lumpur dan pasir, sawah juga ditutupi kayu gelondongan yang terbawa arus air dari hulu sungai dikawasan gunung marapi.</p>
<p>Armen, salah seorang pemilik sawah mengatakan setidaknya setengah hektar sawah petani dan termasuk sawah miliknya kini tertutup oleh pasir dan kayu gelondongan. Bahkan dua tumpak sawah hampir rata dengan sungai disebelahnya.</p>
<p>&#8221; ini kejadian kedua bagi saya, tapi kali ini yang paling parah,&#8221; ugkapnya.</p>
<p>Ia bersama petani lain berharap, dinas terkait bisa membantu masyarakat untuk membersihkan material kayu, pasir dan lumpur yang menutupi sawah dan saluran irigasi.</p>
<p>&#8221; bagi saya, sangat sulit jika dikerjakan sendiri apalagi gotoroyong. Liatlah, pasirnya cukup tebal,&#8221; harapnya.</p>
<p>Selain merusak sawah, satu unit bendungan juga mengalami kerusakan cukup parah bahkan hancur. Padahal, bendungan tersebut merupakan urat nadi petani dalam sistem bagi air untuk ratusan hektar sawah di dua kecamatan, Lima Kaum dan Rambatan.</p>
<p>Menurut petani, bendungan yang rusak, mengairi sawah tupo dan sawah panjang.<br />
Lebih kurang, air bendungan mengairi seratusan hektar sawah di sisi kiri dan kanan bendungan.</p>
<p>&#8221; untuk sawah tupo yang terancam itu 30 hektar itu berada di wilayah Limo Kaum, sedangkan untuk sawah panjang lebih dari 50 hektar mengairi sawah di Limo Kaum hingha jorong Panti kecamatan Rambatan,&#8221; Ugkapnya lagi.</p>
<p>Saat ini, sebagian petani mulai melakukan pembersihan saluran irigasi dari pasir dan lumpur dengan alat seadanya. Hal ini mengingat, ratusan petani di dua kecamatan tersebut baru saja mulai menggarap sawah mereka. <strong>(eym)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/air-bah-rusak-sawah-dan-irigasi-hingga-bendungan/">Air Bah Rusak Sawah Dan Irigasi Hingga Bendungan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>44,5 Hektar Sawah di Tanah Datar Diserang Hama Tikus</title>
		<link>https://prokabar.com/445-hektar-sawah-di-tanah-datar-diserang-hama-tikus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 13:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#hama]]></category>
		<category><![CDATA[#hamatikus]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#sungayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115968</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menyebut, dari 22.170 hektar lahan sawah, 44,5 hektar diantaranya diserang oleh hama tikus. Sedangkan, 500 hektar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/445-hektar-sawah-di-tanah-datar-diserang-hama-tikus/">44,5 Hektar Sawah di Tanah Datar Diserang Hama Tikus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menyebut, dari 22.170 hektar lahan sawah, 44,5 hektar diantaranya diserang oleh hama tikus. Sedangkan, 500 hektar lebih masuk kategori terancam.</p>
<p>&#8221; kami prediksi dari seluas 44,5 hektar, itu bervariasi (serangan hama tikus) ada yang mencapai 75%, dan itu tergabung kedalam 6 kelompok tani,&#8221; kata Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, Selasa (24/10/23).</p>
<p>Meski demikian kata Sri Mulyani, bagi petani yang mengalami kerusakan hasil padi lebih dari 75%, sepenuhnya telah tercover dalam asuransi usaha tani padi.</p>
<p>Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, hampir seluruh petani di 14 kecamatan mengeluhkan serangan hama tikus. Namun, terdapat beberapa kecamatan yang terkategori cukup parah seperti kecamatan Batipuh, X Koto, dan Rambatan.</p>
<p>Sementara, begitu luasnya serangan hama tikus disebutkan jika tidak begitu mempengaruhi hasil produksi padi ditahun 2023.</p>
<p>&#8221; jika kita lihat dari total luas tanam tahun 2023 dan dibandingkan tahun 2022, luas pertanaman kita bertambah, dan produktifitas kita juga meningkat. Jadi mudah mudahan, dengan cepatnya dilakukan pengendalian (hama tikus) tidak terjadi penurunan produksi padi di daerah kita,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Adapun pengendalian hama yang telah dilakukan seperti gerdal atau gerakan pengendalian bersama atau gropyokan (berburu) hama tikus dan sekaligus penggunaaan teknologi tepat guna terhadap petani.</p>
<p>Kepada petani, Sri Mulyani juga meminta kedepannya untuk bisa melakukan tanam serentak atau melakukan atur pola tanam jika menemukan kendala, salah satunya pasokan air.</p>
<p><strong>Berburu Hama Tikus</strong></p>
<p>Hama tikus telah menjadi momok bagi petani di kabupaten Tanah Datar saat ini. Pasalnya, akibat serangan hama pengerat itu, membuat sebagian besar petani harus mananggung kerugian karena hasil panen yang tidak sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan.</p>
<p>Menimalisir dampak serangan hama tikus, kelompok tani topi lawik di jorong Taratak Indah Nagari Sungayang melakukan pengendalian dengan berburu tikus.</p>
<p>Perburuan dilakukan dengan mencari lobang persembunyian tikus dan kemudian dilakukan pengasapan dengan menggunakan belerang dan berbagai jenis racun lainnya.</p>
<p>Basrizal, salah seorang petani menyampaikan, serangan hama tikus di Jorong tersebut telah berlansung sejak tiga kali musim tanam.</p>
<p>&#8221; sudah tiga kali tanam ini pak (diserang hama tikus), mudah mudahan dengan perburuan ini bisa tikus tikusnya matilah,&#8221; harapnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/445-hektar-sawah-di-tanah-datar-diserang-hama-tikus/">44,5 Hektar Sawah di Tanah Datar Diserang Hama Tikus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tanah Datar Naik 5,6 Ribu Ton</title>
		<link>https://prokabar.com/alokasi-pupuk-bersubsidi-di-tanah-datar-naik-56-ribu-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Mar 2023 12:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuksubisdi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Tanah Datar untuk tahun 2023 naik sebesar 5,6 ribu ton atau dengan rincian 5.643,91 ton...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alokasi-pupuk-bersubsidi-di-tanah-datar-naik-56-ribu-ton/">Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tanah Datar Naik 5,6 Ribu Ton</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Tanah Datar untuk tahun 2023 naik sebesar 5,6 ribu ton atau dengan rincian 5.643,91 ton dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Jika pada tahun 2022 Kabupaten Tanah Datar mendapatkan kuota pupuk sebesar 12.202 ton, sementara pada tahun 2023 bertambah menjadi 17.846,91 ton.</p>
<p>&#8220;Alokasi pupuk itu terdiri dari 11.425.91 ton untuk jenis pupuk urea dan 6.421,00 ton untuk jenis pupuk NPK,&#8221; kata Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Dinas Pertanian Tanah Datar Wel Embra.</p>
<p>Meski kuota pupuk di Tanah Datar pada tahun 2023 bertambah, namun sesuai dengan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 untuk pupuk bersubsidi sudah jelas peruntukannya.</p>
<p>Yaitunya pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang melakukan usaha tani di subsektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.</p>
<p>&#8220;Sementara untuk pupuk yang disubsidi saat ini hanya jenis urea, dan jenis NPK, sedangkan pupuk jenis ZA, SP-36 dan organik yang sebelumnya disubsidi dieliminasi dari daftar subsidi,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sebagai perbedaan pada tahun 2022, penyaluran pupuk bersubsidi diatur berdasarkan dengan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diinput di kecamatan berdasarkan kebutuhan kelompok tani.</p>
<p>Asalkan tidak melebihi RDKK, berapapun pupuk yang diminta masih diperbolehkan.</p>
<p>Sementara pada 2023, dengan adanya Permentan baru tersebut, tidak adalagi RDKK, yang ada hanya alokasi pupuk kepada masing-masing petani dengan alokasi yang disanggupi pemerintah sebesar 30 persen dari RDKK.</p>
<p>&#8220;Misalnya satu orang petani diwaktu RDKK meminta untuk jatah pupuk sawahnya 200 kilo, kalau 30 persen berarti dia hanya mendapatkan 60 kilo saja. Itu sudah tercantum dengan NIK dan nama yang bersangkutan,&#8221; kata Wel Embra.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau ada yang beranggapan pupuk berkurang di Tanah Datar, itu hanya anggapan saja, badahal tidak, tapi kuotanya sudah diatur,&#8221;. Lanjutnya.</p>
<p>Terkait dengan penyaluran pupuk yang menggunakan kartu tani, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pihak penyedia dalam hal ini Bank Mandiri belum siap 100 persen. Baik pemenuhan mesin EDC maupun kartu tani bagi petani.</p>
<p>&#8220;Namun agar pupuk di Tanah Datar tetap tesampaikan, Bupati telah meminta ke pusat untuk sementara waktu membuka kembali sistem sebelumnya, dengan catatan untuk satu musim tanam,&#8221; kata Wel Embra. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/alokasi-pupuk-bersubsidi-di-tanah-datar-naik-56-ribu-ton/">Alokasi Pupuk Bersubsidi di Tanah Datar Naik 5,6 Ribu Ton</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya jadi Petani?</title>
		<link>https://prokabar.com/mengapa-saya-jadi-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2022 05:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#saya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Beberapa tahun terakhir saya menikmati hari-hari sebagi petani. Apalagi sejak Pandemi, kegiatan bertani semakin menjadi-jadi. Saya menemukan tempat terbaik, ditengah perubahan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengapa-saya-jadi-petani/">Mengapa Saya jadi Petani?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Beberapa tahun terakhir saya menikmati hari-hari sebagi petani. Apalagi sejak Pandemi, kegiatan bertani semakin menjadi-jadi.</p>
<p>Saya menemukan tempat terbaik, ditengah perubahan gaya hidup di tengah pandemi yang banyak berubah dan penuh tekanan.</p>
<p>Memakai sepatu boot, pakai topi pelindung panas, sembari bercengkrama dan &#8220;berbicara&#8221; dengan beragam tanaman, adalah nikmat yang tak ternilai.</p>
<p>Pastinya tak perlu sesak nafas memakai masker, makan siang di pondok tengah sawah, sebuah  anugerah tiada terkira, yang tak akan sebanding dengan orang kota makan di restoran termahal sekalipun.</p>
<p>Dan shalat di pematang sawah, rasakan saat wajah dan telinga Anda diterpa deru sejuknya hembusan angin ditengah terik mentari. Sunyi dan sepi, namun begitu damai.</p>
<p>Hijaunya daun-daun tanaman, harumnya aroma khas masing-masing tumbuhan, dan melihat bunga yang akan segera menjadi buah, maka nikmat mana lagi yang hendak engkau dustakan.</p>
<p>Tapi, diam-diam saya mencoba menyelami makna hidup dari proses tani. &#8220;Saya sedang menikmati hidup sebagai petani.&#8221;ucap saya ketika ada orang atau para kolega yang bertanya kenapa banting stir ke agraris.</p>
<p>Buat saya, aktivitas bercocok tanam, bergelut dengan tanah dan tanaman adalah sebuah proses yang memberi banyak pelajaran. Mulai dari proses persiapan lahan pembibitan, penyemaian, penanaman, sampai dengan waktu panen.</p>
<p>Tahapan panjang untuk mendapatkan hasil yang terbaik, dengan waktu, tenaga, biaya, dan pikiran dikerahkan semaksimal mungkin. Dengan harap hasil sebanding dengan usaha yang telah dilakukan.</p>
<p>Dari proses pengolahan yang terbilang cukup lama dalam menyita waktu ini. Petani dituntut dan dituntun sabar dan ulet demi mendapatkan hasil memuaskan.</p>
<p>Saya percaya, apa yang kita tebar atau tanam itulah yang akan kita petik dan dapatkan. Proses tak pernah mengkhianati hasil.</p>
<p>Menyelami hakikat sebuah proses yang panjang dari petani ada hal yang paling mendasar mesti terpatri pada sifat manusia. Jiwa sabar dan keuletan adalah diantaranya.</p>
<p>Sabar. Mengapa?<br />
Bertani mutlak memerlukan kesabaran penuh. Menunggu dan melewati proses yang lama, jika tanpa kesabaran, petani hampir dipastikan akan menuai kegagalan. Sama seperti bidang kehidupan yang lain, tak ada proses instan dalam pertanian.</p>
<p>Dari proses pemilihan bibit, jenis varietas tanaman, jelas bukan bersifat asal-asalan. Pilihan yang cocok dengan struktur tanah, cuaca sekitar, serta membanding berbagai jenis bibit dilihat dari sisi kelebihan dan kekurangan ikut jadi pertimbangan</p>
<p>Lalu pada tahapan penyemaian dan menyiapkan lahan, sebagai wadah bibit untuk tumbuh kembang juga jadi kajian. Sebelum dipindahkan pada lahan yang akan ditanami.</p>
<p>Selanjutnya, bibit semai yang telah cukup secara usia dan tumbuh kembangnya, barulah ditanami pada lahan yang sudah dipersiapkan.</p>
<p>Tak sampai disitu, harus dipahami sebelum penanaman, harus dilihat kedalaman dan jarak tanam, hingga berapa jumlah batang dalam satu lobang. Ini juga perlu diperhitungkan, dan tak boleh seenaknya.</p>
<p>Akhirnya, masa panen adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh petani. Jerih payah selama ini serasa terobati dengan hasil yang didapati melimpah ruah. Tapi terkadang disini pula ujian kesabaran mencapai puncaknya.</p>
<p>Ketika panen berlimpah, tapi harga jual di pasar anjlok ke titik terendah. Apa hendak dikata, hanya bisa mengurut dada sembari bergumam, Itulah rezeki kita yang diberikan Allah SWT.</p>
<p>Selain proses, bertani juga menggambarkan betapa banyak pengorbanan yang telah dilakukan, baik sisi materil maupun materil dari petani. Yang terkadang hasil pun masih saja tidak sebanding dengan pengorbanan? Jadi, harus bersabar lagi.</p>
<p>Selain kesabaran, menghadapi proses yang begitu lama dengan waktu yang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun petani dituntut selalu untuk ulet merawat tanaman yang ditanami.</p>
<p>Layaknya seperti merawat dan menyayangi seorang anak, seperti anak sendiri. Tanaman juga butuh itu, tak bisa diperlakukan seenaknya atau asal jadi, apalagi bersikap tak peduli.</p>
<p>Dipupuk, disirami, dibersihkan, ditunasi, diperhatikan dengan kasih sayang penuh. Perlakuan seoptimal mungkin, sembari berdoa semoga tanaman dapat memberikan hasil terbaik sesuai keinginan semua petani.</p>
<p>Dari proses panjang dalam bertani, kesabaran dan keuletan mesti dimiliki petani. Namun tak musykil bagi seluruh manusia, siapapun itu. Kuncinya sabar dan ulet, versi dunia tani dapat diaplikasikan dalam segala lini kehidupan.</p>
<p>Karena tak jarang kegagalan tidak mampu untuk ditolak, untung pun tak mampu kita raih. Memberikan makna hidup pada jiwa bagi sosok bernama manusia untuk terus berusaha dan berusaha, disertai do&#8217;a pada-Nya.</p>
<p>Manusia yang tidak luput dari unsur manusiawinya. Dirundung kekecewaan, putus harap, dan sebaliknya riang gembira pasca panen yang berlimpah hingga sombong dan lupa diri.</p>
<p>Artinya, setelah proses yang panjang segala sesuatu yang terjadi tidak hadir secara kebetulan, namun terkadang berhubungan karena prilaku kita sendiri.</p>
<p>Pada sisi lain, bertani bergelut pada tanah, lumpur, bau rerumputan, kucuran hujan, terik matahari.</p>
<p>Hakikat semua ini bahwa mencintai sesuatu dengan keikhlasan dengan memperlakukan alam secara baik, alam pun tahu membalas kebaikan manusia itu.</p>
<p>Kembali konteks bertani secara filosofi. Semailah kebaikan dengan niat yan baik. Tanamkan pada diri, dipupuk, dan dirawat.</p>
<p>Hati nurani akan terpancar bak tanaman subur. Suatu saat akan menghasilkan buah yang terbaik, yakni  budi pekerti yang terpancar dan bermanfaat berbagi kebajikan buat orang lain.</p>
<p>Karena menjadi baik adalah proses, ya seperti proses bertani. Kitalah yang menentukan, merenungi apa itu bumi (tanah) yang dipijak dan apa itu langit sebagai atap hidup ini.</p>
<p>Salam Takzim<br />
Teriring rasa hormat untuk para petani, kaum ulet, sabar, dan pekerja keras.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengapa-saya-jadi-petani/">Mengapa Saya jadi Petani?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Hektar Sawah Petani Di Koto Gadang VI Koto Diserang Hama Tikus</title>
		<link>https://prokabar.com/puluhan-hektar-sawah-petani-di-koto-gadang-vi-koto-diserang-hama-tikus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2022 06:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hama]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Musibah Hama Tikus melanda masyarakat petani Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Musibah itu telah berlangsung dua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/puluhan-hektar-sawah-petani-di-koto-gadang-vi-koto-diserang-hama-tikus/">Puluhan Hektar Sawah Petani Di Koto Gadang VI Koto Diserang Hama Tikus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Musibah Hama Tikus melanda masyarakat petani Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Musibah itu telah berlangsung dua tahun belakangan, dan awal tahun 2022 ini kembali terjadi.</p>
<p>E. Datuak Bandaro Rajo Kelompok Tani Batang Kurambik, mewakili masyarakat petani setempat mengatakan musibah hama tikus memang salah satu masalah dari petani Nagari Koto Gadang VI Koto. &#8220;Untuk tahun ini sekitar 50 hektar sawah yang mulai menguning sudah mulai diserang hama tikus ini. Dan ini jelas mulai merugikan kami,&#8221; terangnya.</p>
<p>Untuk mengatasi hama tikus ini, biasanya lebih ampuh dengan racun belerang Tiran pembasmi hama tikus. &#8220;Kendalanya saat ini tidak bisa dijual bebas. Dulunya pernah dibantu PPL atau Tim Penyuluh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu juga harus ada program goro buru hama tikus dari Kelompok Tani dengan dukungan Dinas Pertanian. &#8220;Kami juga melakukan pengendalian hama tikus dengan Burung Hantu. Namun sejauh ini belum mampu membuahkan hasil,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Walijorong Baruah, April Neldi menambahkan, dari Pemerintahan Nagari bersama Tokoh Masyarakat telah membentuk Tim Satgas Pemburu Tikus telah dibentuk dan siap untuk membantu penanganan hama tikus ini.</p>
<p>&#8220;Setiap tahunnya sesuai musim, kami masyarakat petani selalu melakukan berburu tikus. Kita juga menggalang dana kepada pihak donasi,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dalam beberapa bulan ini masyarakat banyak menggelar alek atau pesta pernikahan. Sehingga kegiatan untuk goro tertunda.</p>
<p>&#8220;Selain hama tikus, kami juga sempat terkendala musibah banjir bandang di Batang Aia Batang Kurambik dan Sungai Jawih,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Untuk kedepan lanjutnya, akan fokus ke goro memperbaiki pendangkalan sungai akibat banjir bandang. &#8220;Dan selain cara manual, masyarakat berharap dapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Agam dalam normalisasi sungai. Kemudian berlanjut pada goro berburu hama tikus,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/puluhan-hektar-sawah-petani-di-koto-gadang-vi-koto-diserang-hama-tikus/">Puluhan Hektar Sawah Petani Di Koto Gadang VI Koto Diserang Hama Tikus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Jorong Kajai, 80% Petani Alih Fungsikan Sawah Menjadi Ladang</title>
		<link>https://prokabar.com/di-jorong-kajai-80-petani-alih-fungsikan-sawah-menjadi-ladang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2022 10:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#alifungsilahan]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#TapiSelo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Pasca banjir bandang yang melanda nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Tanah Datar beberapa tahun lalu, ternyata masih menyisakan persoalan ditengah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-jorong-kajai-80-petani-alih-fungsikan-sawah-menjadi-ladang/">Di Jorong Kajai, 80% Petani Alih Fungsikan Sawah Menjadi Ladang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Pasca banjir bandang yang melanda nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Tanah Datar beberapa tahun lalu, ternyata masih menyisakan persoalan ditengah masyarakat, terutama bagi petani. Akibat bencana itu, banyak kepala bandar sebagai kebutuhan utama petani dalam pasokan air yang masih rusak.</p>
<p>Kepala bandar limo sundai salah satunya. Kondisi kepala bandar itu bisa dikatakan tidak berbentuk lagi. Padahal, kepala bandar merupakan pasokan air utama bagi sawah di Jorong Ujung Tanah dan Kajai nagari Tapi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara.</p>
<p>Kepala Jorong Kajai, Yulizar mengatakan akibat minimnya pasokan air, masyarakat kini banyak melakukan alih fungsi lahan. Alih fungsi itu berupa lahan yang sebelumnya sawah, kini telah menjadi ladang.</p>
<p>Pada umumnya, petani menanam jagung yang sebagian besar untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak ayam petelur.</p>
<p>&#8220;Biasa masyarakat kita menghasilkan beras, kini udah membeli beras&#8221; kata Yulizar.</p>
<p>Yulizar melanjutkan, setidaknya ada beberapa kepala bandar yang rusak akibat bencana 2018 lalu itu, diantaranya kepala bandar koto di jorong Mudik Lindan, kepala bandar parit rantang, sawah laweh terletak di jorong Ujung Tanah, kepala bandar kodok di jorong Kajai.</p>
<p>Sebagian kepala bandar juga sudah diperbaiki secara swadaya, dan sebagian lainnya sudah mendapatkan bantuan pemerintah melalui kelompok tani.</p>
<p>&#8221; irigasi parit rantang diperbaiki dengan bantuan pemerintah melalui kelompok tani pada tahun 2020 dan tahun 2021 ada bantuan untuk tali bandar. Sawah laweh, juga sudah diperbaiki secara swadaya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk jorong kajai sendiri ungkapnya, 80% lahan sawah kini telah alih fungsi menjadi ladang jagung. Di jorong itu, petani sangat mengandalkan aliran air dari kepala bandar limo sundai yang rusak berat.</p>
<p>&#8221; Akibat minim pasokan air, petani memilih alih fungsi lahan sawah mereka menjadi ladang. pada umumnya lahan dijadikan ladang jagung, dan sebagian ubi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Wali jorong mengaku, telah mengajukan aspirasi masyarakat untuk perbaikan pada musrenbang ditingkat nagari dan itu hampir setiap tahun. Namun belum jua terelisasi sampai saat ini.</p>
<p>&#8221; mungkin di musrenbang, banyak bebagai kebutuhan lainnya sehingga belum terakomodir sampai saat ini harapan masyarakat kita. Mungkin ada yang lebih butuh,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, alih fungsi lahan sawah menjadi ladang turut berdampak terhadap kebiasaan masyarakat.</p>
<p>&#8221; kebiasaan itu seperti ini, walau harga jagung tinggi namun hasil penjualan palingan masyarakat dibelikam beras dua karung. Laba lainnya, bisa jadi habis beli ini dan itu, motor buat anak dan lainnya. Artinya keuntungannya itu sesaat. Kecuali padi, biasanya masyarakat kita bisa menyimpan padi untuk mencukupi kebutuhan, jadi tidak lagi membeli seperti sekarang,&#8221; ujar Wali Jorong.</p>
<p>Ia berharap, aspirasi masyarakat untuk perbaikan tali bandar bisa menjadi perhatian pihak terkait. Pihak jorong tidak memungkiri, akibat alih fungsi lahan, berton ton padi tidak lagi dihasilkan oleh petani di daerahnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-jorong-kajai-80-petani-alih-fungsikan-sawah-menjadi-ladang/">Di Jorong Kajai, 80% Petani Alih Fungsikan Sawah Menjadi Ladang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</title>
		<link>https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 08:46:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuksubsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/">Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan kuota terbatas.</p>
<p>Harga jual pupuk kepada petani yang melambung tinggi, turut menjadi persoalan. Harga tersebut dinilai  tidak lagi terjangkau dengan kantong petani.</p>
<p>Kondisi saat ini, padi petani juga tengah diserang hama siput. Tanaman padi  banyak yang mati karena hama yang menyerang batang dan daun tanaman padi usia muda.</p>
<p>&#8221; kedala petani disini pertama sekali itu pupuk. Ampun membelinya. Harga yang biasanya Rp.7000/kg, kini Rp. 12000/kg. Comtohnya SS dan NPK,&#8221; ucap Daramin, salah seorang petani di Nagari Pariangan.</p>
<p>Daramin tak menampik, akibat kelangkaan pupuk, petani ada yang alih fungsi lahan sawah menjadi ladang. Mereka menanam cabe rawit, karena harga jual yang cukup menggiurkan saat ini.</p>
<p>&#8221; ada juga lahan sawah dijadikan cabe rawit, karena cabe rawit harganya Rp. 50 ribu/kg. Lumayan harganya, kita panen sehari dapat 5 kilo, kita sudah bisa untuk menutupi kebutuhan seminggu,&#8221; tambahnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/">Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lumbung Pangan Berkapasitas 60 Ton di Padang Gantiang Diresmikan</title>
		<link>https://prokabar.com/lumbung-pangan-berkapasitas-60-ton-di-padang-gantiang-diresmikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2021 12:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#lumbungpangan]]></category>
		<category><![CDATA[#padangantiang]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97911</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Tanah Datar, Prokabar- Ditengah keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pembangunan gudang lumbung pangan lengkap dengan sarana pendukungnya sangat dirasakan mamfaatnya. Hal ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lumbung-pangan-berkapasitas-60-ton-di-padang-gantiang-diresmikan/">Lumbung Pangan Berkapasitas 60 Ton di Padang Gantiang Diresmikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Ditengah keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pembangunan gudang lumbung pangan lengkap dengan sarana pendukungnya sangat dirasakan mamfaatnya. Hal ini diungkapkan Eka Putra, Bupati Tanah Datar saat meresmikan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Nagari Padang Ganting, Rabu (24/11).</p>
<p>Dengan bedirinya gudang lumbung pangan, Eka berharap masyarakat dapat memamfaatkan gudag tersebut secara maksimal. Terlebih, gudang dibangun dengan anggaran yang cukup besar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp. 500 juta.</p>
<p>&#8220;Saya ingin gudang lumbung pangan ini dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tidak menjadi gedung kuno, sarang laba-laba ataupun sarang burung. Secara fisik lumbung pangan merupakan tempat penyimpanan hasil produksi pertanian yang dikombinasikan dengan fasilitas alat mesin pengolahan gabah atau padi. Sehingga masyarakat tidak menjual berupa gabah lagi tapi sudah berupa beras,&#8221; Kata Bupati.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar, Hilmi menyampaikan, pembangunan LPM dan sarana pendukung sebesar Rp500 juta dilaksanakan secara swakelola oleh Gapoktan Tuan Khadi.</p>
<p>&#8220;Pembangunan fisik lumbung pangan ini berkapasitas 60 ton dengan sarana pendukung Rice Milling Unit dan lantai jemur,&#8221; katanya.</p>
<p>Selanjutnya, tokoh masyarakat Padang Ganting Darisman menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan LPM di daerahnya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, atas nama Gapoktan Tuan Khadi kami ucapkan terima kasih, karena ini memudahkan anggota kami mengolah gabah dan menstabilkan harga gabah itu sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan Darisman lagi, Gapoktan Tuan Khadi terdiri dari 7 kelompok tani yang ada di Kecamatan Padang Ganting dengan jumlah anggota 45 orang masyarakat petani. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lumbung-pangan-berkapasitas-60-ton-di-padang-gantiang-diresmikan/">Lumbung Pangan Berkapasitas 60 Ton di Padang Gantiang Diresmikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apresiasi UMKM , RumaTani Luncurkan Aplikasi Gratis Ongkir Seumur Hidup</title>
		<link>https://prokabar.com/apresiasi-umkm-rumatani-luncurkan-aplikasi-gratis-ongkir-seumur-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2021 13:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#rumatani]]></category>
		<category><![CDATA[#Startup]]></category>
		<category><![CDATA[#UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Apresiasi bagi pahlawan ekonomi bangsa, RumaTani sebuah perusahaan rintisan meluncurkan sebuah Aplikasi e-grocery baru. Sebuah Aplikasi yang khusus didesign untuk melayani...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/apresiasi-umkm-rumatani-luncurkan-aplikasi-gratis-ongkir-seumur-hidup/">Apresiasi UMKM , RumaTani Luncurkan Aplikasi Gratis Ongkir Seumur Hidup</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Apresiasi bagi pahlawan ekonomi bangsa, RumaTani sebuah perusahaan rintisan meluncurkan sebuah Aplikasi e-grocery baru.</p>
<p>Sebuah Aplikasi yang khusus didesign untuk melayani pelaku UMKM khususnya warung dalam memperoleh dan melengkapi kebutuhan suplai bahan baku dengan harga dan kualitas yang sebanding.</p>
<p>“Kami memang saat ini fokus untuk melayani warung. Mulai dari warung makan, hingga warung sembako, Insyaallah dapat memanfaatkan layanan kami untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya,&#8221; ungkap Edwin Rahmat selaku CEO RumaTani saat peluncuran aplikasi RumaTani di Resto Oemik Ika, Jakarta Selatan.</p>
<p>Menariknya, aplikasi ini memberikan Gratis Ongkir Seumur Hidup bagi penggunanya. Edwin juga menambahkan selain beragam suplai untuk memenuhi kebutuhan warung,</p>
<p>RumaTani juga hadir dengan program-program pemberdayaan yang diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perkembangan UMKM ke depannya.</p>
<p>Salah satu program yang menarik dari RumaTani adalah WARJALI, Warung Jaya Kembali. Manfaatnya seperti DIAJARIN; pelatihan seputar bisnis meliputi softskill hingga hardskill, DIPROMOIN; promosi gratis bagi UMKM di social media yang melibatkan influencer dan seleb-gram, dan yang paling menarik adalah DIMODALIN; pemberian modal berupa bahan baku dengan jangka waktu pembayaran hingga 1 minggu.</p>
<p>“Memang faktor permodalan ini sangat esensial bagi pelaku UMKM, terutamaa saat ini di mana fase ekonomi mengalami pemulihan. RumaTani dengan DIMODALIN-nya diharapkan dapat menjadi booster untuk para pemilik warung kembali bangkit saat pandemi,” ujar Fuddy Heruzady, Komisaris RumaTani.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-97454" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/SAVE_20211112_181911-864x1024.jpg" alt="" width="864" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/SAVE_20211112_181911-864x1024.jpg 864w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/SAVE_20211112_181911-253x300.jpg 253w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/SAVE_20211112_181911-768x910.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/SAVE_20211112_181911.jpg 1080w" sizes="(max-width: 864px) 100vw, 864px" /></p>
<p>Fuddy yang aktif sebagai Wakil Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah DKI Jakarta menambahkan, bukan hanya soal pemberian modal yang menjadi krusial bagi pelaku usaha, namun juga akad saat pengembaliannya.</p>
<p>“Sekarang banyak yang terjebak dengan skema permodalan ini, tapi ternyata di ujungnya ada syarat-syarat yang samar dan membebani pelaku usaha. Ini yang RumaTani hindari &amp; In Shaa Allah memudahkan untuk semua,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>“Kedepannya, harapan kami RumaTani bukan hanya sebagai wadah untuk warungwarung berkembang namun, dapat juga mengembangkan sektor hulu, pertanian sebagaimana namanya, menjadi rumah atau lumbung bagi pertanian di Indonesia,&#8221; pungkas Spudnik Sujono, Mantan DIRJEN HORTIKULUTRA yang kini aktif sebagai Senior Advisor di RumaTani. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/apresiasi-umkm-rumatani-luncurkan-aplikasi-gratis-ongkir-seumur-hidup/">Apresiasi UMKM , RumaTani Luncurkan Aplikasi Gratis Ongkir Seumur Hidup</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</title>
		<link>https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 14:44:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Melonjaknya harga pupuk di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berdampak buruk terhadap hasil panen bagi petani. Dan hasil penan tersebut bagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/">Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Melonjaknya harga pupuk di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berdampak buruk terhadap hasil panen bagi petani. Dan hasil penan tersebut bagi petani hanya untuk sekedar makan.</p>
<p>Informasi dihimpun Prokabar.com ditingkat petani, andapun jenis pupuk yang mengalami kenaikkan yakni Phoska naik dari Rp135 ribu per karung, menjadi Rp150 ribu per karung, Urea naik dari Rp125 ribu per karung menjadi Rp150 ribu per karung.</p>
<p>NPK merah naik dari Rp11 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, SS dari Rp8 ribu per kilogram menjadi Rp12 ribu per kilogram.</p>
<p>Naiknya harga pupuk tentunya, kondisi petani di &#8216;Negeri Berjuluk Sejuta Pesona&#8217; saat ini semakin tak berdaya dan tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.</p>
<p>Namun, perjuangan yang sulit di masa tanam tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh saat musim panen.</p>
<p>Catatan Prokabar.com, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), dalam lima tahun terakhir kebutuhan pupuk untuk petani mencapai 22,57-26,18 juta ton.</p>
<p>Total anggaran yang dibutuhkan Rp63 triliun-Rp65 triliun. Sementara anggaran yang disediakan hanya Rp25 triliun sampai Rp32 triliun.</p>
<p>Keterbatasan anggaran itu menyebabkan pemerintah hanya dapat mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 8,87 juta- 9,55 juta ton.</p>
<p>Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di 11 Kabupaten di Sumatera Barat pada bulan Oktober 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar mengalami peningkatan dibanding bulan September 2021 sebesar 0,35 persen, yaitu dari 110,69 menjadi 111,08.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,58 persen.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, NTP Oktober 2021 pada dua subsektor mengalami peningkatan,</p>
<p>Pertama subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,14 persen, kedua subsektor perikanan 0,34 persen dan subsektor mengalami penurunan, yakni subsektor tanaman pangan 0,02 persen, subsektor hortikultura 0,20 persen, dan subsektor<br />
peternakan 1,42 persen.</p>
<p>Salah seorang petani di Laban, Nagari Salido, Maradi (68), petani pada umumnya mengalami kesulitan, karena harga pupuk subsidi dan non subsidi terus melonjak naik.</p>
<p>&#8220;Jika dosis dikurangi, akan berdampak pada hasil panen. Mau tak mau hasil panen menyusut. Hasil panen untuk sekedar makan. Kini, kami memakai pupuk kandang dikombinasi dengan pupuk kimia dengan tujuan untuk hemat biaya,&#8221; ujarnya pada Prokabar.com Selasa (9/11).</p>
<p>Selain harga pupuk naik, harga gabah mengalami penurunan seperti gabah jenis 42 Rp330 ribu per karung, Bujang marantau Rp320 ribu per karung.</p>
<p>&#8220;Ini tidak berimbang dengan hasil panen. Harapan kami harga pupuk dapat kembali normal, sehingga hasil meningkat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lanjut, Mariadi menagatan, persoalan yang dihadapi petani tak berhenti di situ. Setelah beragam kesulitan di masa tanam, setibanya musim panen, petani harus gigit jari karena anjloknya harga. Petani tak banyak mendapatkan keuntungan, bahkan lebih banyak bertahan hidup.</p>
<p>Selain itu, petani juga berharap agar pemerintah dapat memastikan harga pupuk dan memberikan pangsa pasar harga gabah yang jelas, agar petani tidak terus merugi saat musim panen.</p>
<p>&#8220;Mestinya pemerintah perhatikan petani, jangan petani digunakan untuk kepentingan politis saja. Berikan jaminan harga pupuk yang stabil sehingga hasil produksi panen agar beruntung. Jangan sampai mau bertanam harganya naik terus, tapi untungnya turun terus,&#8221; harapnya.</p>
<p>Kondisi sulit ini akhirnya membuat banyak petani yang pusing. Sehingga, keuntungan hasil panen tidak bisa dirasakan karena untuk hasil panen hanya sekedar untuk makan dan untuk tanam kembali petani memikirkan biaya yang mahal.</p>
<p>&#8220;Ya begitulah, kondisi tersebut hampir merata dialami petani di daerah ini. Ekonomi kami sekarang morat marit,&#8221; tutupnya. <strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-harga-pupuk-melonjak-hasil-panen-petani-di-pessel-hanya-untuk-makan/">Aduh! Harga Pupuk Melonjak, Hasil Panen Petani di Pessel Hanya untuk Makan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Majelis Ta’lim XL Axiata Gelar Pelatihan Bagi Petani Sumsel</title>
		<link>https://prokabar.com/majelis-talim-xl-axiata-gelar-pelatihan-bagi-petani-sumsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 16:36:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Martapura, Prokabar — PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Majelis Ta’lim XL Axiata (MTXL) menggelar pelatihan Smartfarm Academy bagi petani di Kabupaten Ogan Komering...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/majelis-talim-xl-axiata-gelar-pelatihan-bagi-petani-sumsel/">Majelis Ta’lim XL Axiata Gelar Pelatihan Bagi Petani Sumsel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Martapura, Prokabar —</span> </strong><span class="s4">PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Majelis Ta’lim XL Axiata (MTXL) menggelar pelatihan Smartfarm Academy bagi petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Program yang ditujukan bagi para petani kecil ini memberikan pelatihan mengenai berbagai aspek yang bisa meningkatkan produktivitas peserta. Pelatihan mulai berlangsung pada Sabtu, (3/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Ketua Majlis Ta’lim XL Axiata (MTXL), Nashrul Hendarsyah mengatakan, Pembiayaan program Smartfarm Academy ini total sekitar Rp 285 juta yang berasal dari zakat karyawan dan management XL Axiata. </span></p>
<p class="p1"><span class="s4">“Pelaksanaan program ini selama satu tahun karena kami juga memberikan pendampingan guna memastikan program ini berjalan secara efektif dan benar-benar sesuai sasaran. Termasuk dalam program ini, kami juga memberikan alat kerja seperti antara lain traktor tangan, pompa, dan sumur.&#8221; ungkapnya melalui siaran pers, Selasa (6/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Menurut Nashrul, dalam program ini, materi pelatihan menggunakan materi dari Smartfarm Academy yang mencakup teori dan praktek, seperti budidaya sayuran dan buah, perkebunan pisang dan alpukat, juga tanaman pangan jagung dan padi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s4">MTXL Axiata juga memberikan pelatihan mengenai cara panen, pengemasan, dan pemasaran. Selain itu MTXL  juga memberikan bantuan berupa traktor tangan, pompa, sumur pantek, serta bibit tanaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Total peserta sebanyak 25 orang petani yang masuk dalam kategori penerima zakat. Mereka terbagi dalam dua grup. </span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Sebanyak 10 peserta menggarap tanah di Desa Ruos, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan. Sebanyak 15 peserta lainnya menggarap tanah di Desa Dadi Rejo, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur. Masing-masing grup dibagi lagi menjadi kelompok lebih kecil yang terdiri dari lima orang petani. </span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Setiap kelompok akan mendapatkan lahan pengembangan seluas 5000 meter persegi. Lahan yang digarap para petani tersebut milik pribadi.Sementara itu para pelatih merupakan para ahli pertanian dari penyuluh pertanian dari BPP Nusa Bakti Kecamatan Belitang III  yang sudah biasa memberikan pelatihan sejenis di berbagai daerah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Untuk melaksanakan program pelatihan ini, MTXL Axiata berkolaborasi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama-sama menjalankan program Smartfarm Academy, serta mendukung Pondok Pesantren Nurul Kholic agar santrinya mempunyai keahlian bertani.</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">&#8220;Walaupun di masa pandemi, XL Axiata terus sebar kebaikan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, termasuk program meningkatkan pemberdayaan petani. Kami berharap, seusai mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat petani di sekelilingnya.&#8221; kata Nashrul.</span></p>
<p class="p1"><span class="s4">Sebelumnya, MTXL Axiata sudah melakukan program penyaluran dana zakat berupa Lapak Berkah di area Jabodetabek dan Kampung Ternak Ayam Petelur di Lamongan, Jawa Timur pada bulan Maret 2021. (<strong>rel</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/majelis-talim-xl-axiata-gelar-pelatihan-bagi-petani-sumsel/">Majelis Ta’lim XL Axiata Gelar Pelatihan Bagi Petani Sumsel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Melambung, Minggu Pagi Ceria Petani di Pasar Sayur Padang Panjang</title>
		<link>https://prokabar.com/harga-melambung-minggu-pagi-ceria-petani-di-pasar-sayur-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 05:01:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Harga]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPanjang]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Panjang, prokabar &#8211; Harga sayur di Pasar sayur Bukit Surungan, Padang Panjang, Minggu (4/4) tiba-tiba melambung untuk beberapa jenis komoditi. Hal ini membuat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-melambung-minggu-pagi-ceria-petani-di-pasar-sayur-padang-panjang/">Harga Melambung, Minggu Pagi Ceria Petani di Pasar Sayur Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Panjang, prokabar</strong> &#8211; Harga sayur di Pasar sayur Bukit Surungan, Padang Panjang, Minggu (4/4) tiba-tiba melambung untuk beberapa jenis komoditi.</p>
<p>Hal ini membuat senyum ceria petani bertebaran di tengah cuaca ekstrim dan angin kencang yang masih melanda.</p>
<p>Ojek tak henti bersileweran, hilir mudik membawa hasil pertanian warga.</p>
<p>Beragam kendaraan mengangkut macam-macam palawija ke Pasar Sayur Padang Panjang.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-terus-melanda-agam/"><strong>Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Terus Melanda Agam</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/waspada-cuaca-ekstrem-terjadi-sepekan-ke-depan/"><strong>Waspada! Cuaca Ekstrem Terjadi Sepekan ke Depan</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/herman-nazar-kembali-terpilih-dpw-pkdp-riau-ini-visi-dan-misinya/"><strong>Herman Nazar Kembali Terpilih DPW PKDP Riau, Ini Visi dan Misinya!</strong></a></li>
</ul>
<p>Ada juga satu atau dua mobil cigak baruak sarat muatan yang sama dan tujuan yang sama.</p>
<p>Dari pengamatan <em>prokabar</em>, sawi hijau yang biasanya berkutat di harga Rp2000-3000/kg, hari ini melambung sampai tiga kali lipat, berkisar Rp8-9 Ribu/kg, bahkan ada yang menembus angka Rp10 ribu.</p>
<p>Sayuran yang satu keluarga dengan pakcoy ini memang menjadi andalan bagi warga Paninjauan dan beberapa nagari lainnya di sekitar Padang Panjang.</p>
<p>&#8220;Hari ini saya bawa empat bal, satu bal rata-rata 50 kg, saya jual seharga Rp9 ribu/kg.&#8221;ujar Nurmi, amai-amai yang pulang dengan senyum lebar membawa pulang Rp1,8 juta dari pasar.</p>
<p>Sawi bisa menembus angka Rp9 ribu, adalah sesuatu yang langka terjadi.</p>
<p>Ibarat dapat durian runtuh, Nurmi,  mengaku masih ada 40 sampai 50 bal sawi di lahannya yang masih menunggu panen.</p>
<h3><strong>Harga Sayur yang Melambung Tinggi</strong></h3>
<p>Harga palawija lainnya yang melambung adalah bawang daun.</p>
<p>Sebelumnya bawang daun hanya berkisar Rp 4000 smapai Rp 5000 per kilogram.</p>
<p>Hari ini harga daun bawang bisa sampai Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kilogram.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p>Petani muda Effendi tersenyum lebar, dia hanya membawa dua ikat bawang daun masing-masing seberat 55 kilogram.</p>
<p>Total yang Effendi raih dari 55 kilogram tersebut sampai Rp 1,2 juta.</p>
<p>Belum lagi seledri yang panen perdana seberat 70 kilogram, kini harga perkilonya mencapai Rp 15 ribu.</p>
<p>Effendi bisa mengantongi sekitar Rp 2,5 juta pada pagi ini.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, semoga harga bagus ini terus bertahan.&#8221;ucapnya, sambil mematik rokoknya dengan nikmat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-84701" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/sawi-9-300x188.jpg" alt="" width="402" height="252" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/sawi-9-300x188.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/sawi-9-768x480.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/sawi-9.jpg 960w" sizes="auto, (max-width: 402px) 100vw, 402px" /></p>
<p>Selain dua komoditi di atas, harga jenis sayuran lain relatif stabil.</p>
<p>Misalnya cabai merah keriting, sudah kembali ke harga Rp40 ribu perkilo, setelah beberapa hari sebelumnya sempat anjlok ke harga Rp35 ribu/kg.</p>
<p>Cabe rawit juga mulai merangkak naik lagi. Hari ini petani bisa menjual Rp38-40 ribu  perkilogram.</p>
<p>Dalam beberapa pekan terakhir, harga rawit sempat terluncur ke harga Rp25 ribu perkilogram.</p>
<p>Yang agak terumuk adalah petani jahe. Biasanya galas yang satu ini jadi primadona, tapi dalam dalam dua bulan terakhir harganya merosot drastis.</p>
<p>Dari kisaran Rp25-28 ribu perkilo, kini dapat harga 15 ribu sudah bagus.</p>
<p>Senasib dengan bawang merah, yang kini hanya paling keras dihargai Rp20 ribu perkilo.</p>
<p>Sebelumnya, bawang merah yang kini banyak ditanam oleh petani sekitar kota Padang Panjang, sempat menembus harga 60 ribu perkilo.</p>
<h3><strong>Daftar Harga Sayur Terbaru</strong></h3>
<p>Berikut harga sayur mayur di Pasar sayur Padang Panjang, Minggu (4/4)<br />
Sawi Manis: Rp8-10 Ribu/kg<br />
Bawang Daun: Rp9-12 Ribu/kg<br />
Seledri: Rp15 Ribu/kg<br />
Cabai Merah Keriting; Rp40 Ribu/kg<br />
Jahe; Rp16 Ribu/kg<br />
Bawang merah: Rp20 Ribu/kg<br />
Terong; Rp6 Ribu/kg<br />
cabe Rawit; Rp38/kg. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-melambung-minggu-pagi-ceria-petani-di-pasar-sayur-padang-panjang/">Harga Melambung, Minggu Pagi Ceria Petani di Pasar Sayur Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 52/278 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.030 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 01:19:42 by W3 Total Cache
-->