<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#perang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/perang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/perang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 01:05:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#perang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/perang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</title>
		<link>https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 01:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#malvinas]]></category>
		<category><![CDATA[#perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135204</guid>

					<description><![CDATA[<p>prokabar – Rivalitas panas antara Inggris dan Argentina didalam dan luar lapangan memang bukan isapan jempol belaka. Dipastikan laga semifinal kedua negara di Piala...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/">Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>prokabar</strong> – Rivalitas panas antara Inggris dan Argentina didalam dan luar lapangan memang bukan isapan jempol belaka. Dipastikan laga semifinal kedua negara di Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) di Atlanta Stadium, berlangsung di bawah pengamanan ketat.</p>
<p>Otoritas Kota Atlanta telah meningkatkan langkah-langkah keamanan menjelang duel sarat gengsi itu. Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiket ke final. Inggris berupaya menghentikan langkah juara bertahan Argentina sekaligus mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di final Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada edisi 1966.</p>
<p>Di sisi lain, aparat keamanan AS menyadari bahwa laga tersebut juga dibayangi rivalitas historis antara kedua negara. Inggris dan Argentina pernah terlibat Perang Falklands pada 1982, konflik selama 74 hari yang menewaskan ratusan prajurit dari kedua belah pihak.</p>
<p>Hingga kini, wilayah yang dikenal sebagai Falklands oleh Inggris dan Las Malvinas oleh Argentina masih menjadi sengketa kedaulatan.</p>
<p>Sorotan terhadap laga ini semakin besar setelah Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar. Seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina sempat terekam menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Malvinas serta dua ikon sepak bola mereka, Diego Maradona dan Lionel Messi.</p>
<p>Maradona sendiri memiliki sejarah panjang dalam rivalitas ini setelah membawa Argentina mengalahkan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 lewat gol kontroversial “Tangan Tuhan”. Sementara itu, Lionel Messi berpeluang menghadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang karier internasionalnya.</p>
<p>Di tengah memanasnya atmosfer jelang pertandingan, Federasi Veteran Perang Argentina mengimbau para pendukung agar tidak mencampurkan sepak bola dengan isu politik maupun sejarah kedua negara.</p>
<p>“Kedaulatan dipertahankan melalui forum internasional dengan jalur diplomasi, kebenaran sejarah, serta klaim damai yang tidak dapat ditawar sebagaimana tercantum dalam konstitusi nasional kami,” imbaunya.</p>
<p>Federasi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga batas antara nasionalisme dan olahraga.</p>
<p>“Kami memandang penting untuk menarik garis yang jelas dan tegas antara gairah olahraga dan perjuangan nasional. Bola tetap bergulir, kebanggaan terhadap warna kebesaran kami semakin besar, tetapi ingatan sejarah tetap terjaga,” tegasnya.</p>
<p>Dari kubu Inggris, kiper Jordan Pickford memilih meredam tensi di luar lapangan. Ia menilai duel melawan Argentina tetap harus dipandang sebagai pertandingan sepak bola semata. “Ini hanya pertandingan sepak bola. Sepakbola yang akan berbicara,” kata Pickford.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-135205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak.jpg 596w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><strong>Sekilas Perang Malvinas</strong><br />
Argentina vs Inggris pernah terlibat sengketa panas bertajuk Perang Malvinas (Falkland War) selama 74 hari pada 1982. Kala itu, kedua negara memperebutkan kedaulatan Kepulauan Malvinas atau Falkland Islands yang juga meliputi Georgia Selatan serta Kepulauan Sandwich Selatan, di Samudera Atlantik Selatan.</p>
<p>Saking panasnya, sejarah perang ini selalu dibawa-bawa di nyaris setiap momen interaksi antara Argentina dan Inggris, termasuk di ranah sepak bola, seperti di Piala Dunia 1986, Piala Dunia 1998, hingga Piala Dunia 2026 yang saat ini sedang dihelat Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko</p>
<p>Tim nasional sepak bola Inggris dan Argentina memang bakal saling berhadapan di semifinal Piala Dunia 2026. Kebetulan pula, Piala Dunia kali ini digelar dalam nuansa global yang sedang tidak baik-baik saja, di tengah perseteruan antara AS dan Israel dengan Iran, juga konflik Rusia vs Ukraina yang kembali memanas.</p>
<p>Argentina melaju ke babak 4 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 3-1 atas Swiss. Lionel Messi dan kawan-kawan akan menantang Inggris yang sebelumnya telah mendepak tim kuda hitam Norwegia dengan skor ketat 2-1.</p>
<p>Bahasa internasional untuk menyebut Kepulauan Malvinas sebenarnya adalah Kepulauan Falkland untuk menjaga netralitas. Namun, Argentina dan negara-negara berbahasa Spanyol tetap menyebut obyek sengketa itu sebagai Malvinas lantaran nama Falkland Islands identik dengan Inggris.</p>
<p>Kepulauan Malvinas berada sekitar 480 kilometer dari pantai Argentina. Namun, sejak tahun 1833, pulau ini dikuasai dan diperintah oleh Inggris sebagai salah satu negara imperialisme dari Eropa kala itu.</p>
<p>Di sisi lain, Argentina secara historis, juga alasan geografis, Argentina menyatakan bahwa Kepulauan Malvinas beserta wilayah dependensinya berada di bawah kedaulatan mereka sejak lepas dari Spanyol pada 1816. Dari sinilah kemudian konflik itu bermula.</p>
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong Inggris dan Argentina untuk duduk bersama demi tercapainya kesepakatan atas sengketa kedaulatan tersebut dengan mengeluarkan resolusi pada 1965 dan 1973.</p>
<p>Prosesi negosisasi sempat dilakukan, namun secara umum selalu gagal menemui titik temu yang signifikan hingga akhirnya pecahlah perang pada 1982.</p>
<p>Argentina menganggap Inggris sebagai pemicu awal konflik. Inggris dinilai merebut pulau tersebut secara paksa pada 1833 dan mengusir penduduk Argentina dari sana. Bagi Argentina, aksi tahun 1982 adalah upaya &#8220;merebut kembali&#8221; tanah air mereka yang dijajah.</p>
<p>Sebaliknya, Inggris menegaskan bahwa mereka telah menguasai dan mengadministrasi pulau tersebut secara damai sejak 1833. Inggris menganggap tindakan Argentina pada 1982 sebagai tindakan agresi ilegal tanpa provokasi terhadap wilayah kedaulatan Inggris dan warga negaranya.</p>
<p>Dikutip dari website resmi Office of the Historian (U.S. Department of State), di bawah rezim junta militer Jenderal Leopoldo Galtieri, Argentina mengirimkan pasukan komando ke Kepulauan Malvinas pada 2 April 1982.</p>
<p>Pasukan komando Argentina berhasil merebut ibu kota Kepulauan Malvinas, Stanley, dan mendudukinya. Bendera Inggris yang semula berkibar pun diturunkan lantas diganti dengan bendera Argentina.</p>
<p>Aksi militer Argentina tersebut tentu saja membuat Inggris bereaksi keras. Perdana Menteri Britania Raya waktu itu, Margaret Thatcher, langsung mengirimkan armada tugas angkatan laut berskala besar.</p>
<p>Armada Britania Raya alias Inggris yang disebut Naval Task Force ini menempuh jarak 13.000 kilometer ke Atlantik Selatan untuk merebut kembali Kepulauan Malvinas yang telah diduduki oleh pasukan Argentina.</p>
<p>Pertempuran sengit tak terelakkan. Perang terjadi di laut maupun udara. Momen paling krusial terjadi saat kapal selam Inggris menenggelamkan kapal penjelajah Argentina yang menewaskan lebih dari 323 orang.</p>
<p>Argentina tak tinggal diam. Jet tempur yang dibekali rudal diluncurkan untuk membalas serangan. Alhasil, beberapa kapal perang Inggris tenggelam di Samudera Atlantik Selatan akibat rudal-rudal yang dilepaskan oleh jet tempur milik Argentina.</p>
<p>Peperangan demi peperangan di berbagai front terus berlangsung. Taktik, amunisi, dan ketahanan masing-masing pihak diuji dalam rangkaian pertempuran yang melelahkan ini. Hingga akhirnya, pada pertengahan Juni 1982, pasukan Inggris berhasil mendarat di pulau dan mengepung ibu kota kepulauan.</p>
<p>Pengepungan tersebut membuat pasukan Argentina yang terkurung di dalam kota kewalahan dan kesulitan melawan. Kalah strategi dan stok persenjataan, demikian dinukil dari laman Imperial War Museum, Argentina akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Inggris pada 14 Juni 1982.</p>
<p><strong>Akhir Perang Malvinas dan Dampaknya</strong><br />
Perang memperebutkan Kepulauan Malvinas terbilang singkat, berlangsung selama 74 hari. Namun, pertempuran ini memakan korban jiwa yang cukup besar dan memantik dampak yang cukup signifikan.</p>
<p>Argentina kehilangan 655 prajuritnya yang gugur dalam perang tersebut. Sementara dari pihak Inggris, sebanyak 255 tentaranya tewas. Ini belum termasuk korban luka-luka dan berbagai kerugian lainnya. Ada pula 3 warga sipil dari penduduk setempat yang juga menjadi korban meninggal.</p>
<p>Kekalahan dari Inggris di Perang Malvinas teramat memalukan bagi Argentina secara politik. Bahkan, rezim junta militer di Argentina langsung runtuh dan mengembalikan sistem demokrasi di negara tersebut pada 1983, tak seberapa lama setelah perang berakhir.</p>
<p>Sebaliknya, kemenangan atas Argentina menguatkan kekuasaan Inggris atas kepulauan tersebut berserta wilayah dependensinya.</p>
<p>Selain itu, populeritas Margaret Thatcher melambung tinggi sehingga membuatnya menang dalam pemilu berikutnya tahun 1983 alias terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Britania Raya.</p>
<p>Hingga kini, berdasarkan laman resmi otoritas Kepulauan Falkland, status Kepulauan Malvinas (Falkland Islands) beserta wilayah dependensinya, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, tetap berada di bawah kendali Inggris sebagai British Overseas Territory (Wilayah Seberang Laut Britania Raya).</p>
<p>Adapun Argentina ternyata tetap mengklaim wilayah tersebut secara diplomatik. Meskipun rezim silih berganti, namun sikap dasar pemerintahnya terhadap kawasan itu tidak berubah: Kepulauan Malvinas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Argentina.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/">Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/49 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:07:50 by W3 Total Cache
-->