<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Penyu Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/penyu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/penyu/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Dec 2019 08:33:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Penyu Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/penyu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pulau Penyu di Pessel Dihantam Gelombang, Pemkab Ngaku Belum Tahu</title>
		<link>https://prokabar.com/pulau-penyu-di-pessel-dihantam-gelombang-pemkab-ngaku-belum-tahu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2019 08:33:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Gelombang tinggi menghantam Pulau Penyu Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, hingga kini pantai yang digadang-gadangkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pulau-penyu-di-pessel-dihantam-gelombang-pemkab-ngaku-belum-tahu/">Pulau Penyu di Pessel Dihantam Gelombang, Pemkab Ngaku Belum Tahu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Gelombang tinggi menghantam Pulau Penyu Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, hingga kini pantai yang digadang-gadangkan itu kian mengkhawatirkan saja.</p>
<p>Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal mengaku, hingga kini tidak ada laporan masuk dari kecamatan maupun wali nagari setempat terkait hal itu.</p>
<p>&#8220;Saya belum tahu. Soalnya sampai kini belum ada laporan masuk. Nanti saya minta anggota saya untuk turun ke lokasi,&#8221; ujarnya pada wartawan Selasa (3/11) di Painan.</p>
<p>Jika terjadi abrasi, pemerintah daerah bakal membuatkan status tanggap darurat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ditandatangani bupati.</p>
<p>Sedangkan untuk penanganan, merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai di Padang. Pemerintah kabupaten, katanya, hanya bersifat pemberitahuan.</p>
<p>Wali Nagari Amping Parak, Yusmardi mengatakan, gelombang tinggi sehingga pantai di Pulau Penyu sudah terjadi sejak 15 hari terakhir. Hal itu seiring dengan tingginya gelombang.</p>
<p>Bahkan, abrasi telah menghantam ratusan pohon cemara laut di kawasan itu. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan pengikisan pantai bakal terus tergerus.</p>
<p>&#8220;Padahal itu adalah pulau tempat konservasi penyu. Dan itu satu-satunya di Kabupaten Pesisir Selatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara, Divisi Logistik Kelompok Pengawas Masyarakat Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL), Jasman berkata, lebar abrasi mencapai 40 Meter dan panjang 2 Kilometer.</p>
<p>Selama ini, pihaknya telah mengusulkan upaya penanganan melalui DPRD Provinsi, tapi hingga kini belum tereslisasi. &#8220;Ada juga informasinya bakal dikerjakan di 2020,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hasil pantauan, Pulau Penyu merupakan lokasi konservasi penyu. Ia menjadi tempat persinggahan dan tempat bertelur bagi populasi penyu, utamanya, penyu hijau.</p>
<p>Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Surat Keterangan Bupati nomor 53 tahun 2003 menetapkan sebagai Pulau Penyu Sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut,<strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pulau-penyu-di-pessel-dihantam-gelombang-pemkab-ngaku-belum-tahu/">Pulau Penyu di Pessel Dihantam Gelombang, Pemkab Ngaku Belum Tahu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PLN Sumbar Salurkan CSR Rp227 Juta Untuk Penangkaran Penyu di Pessel</title>
		<link>https://prokabar.com/pln-sumbar-salurkan-csr-rp227-juta-untuk-penangkaran-penyu-di-pessel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 15:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#PLN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52006</guid>

					<description><![CDATA[<p>Painan, Prokabar &#8211; PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat membantu Laskar Turtle Camp, yang merupakan komunitas pecinta lingkungan di Nagari Amping Parak, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pln-sumbar-salurkan-csr-rp227-juta-untuk-penangkaran-penyu-di-pessel/">PLN Sumbar Salurkan CSR Rp227 Juta Untuk Penangkaran Penyu di Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Painan, Prokabar &#8211;</strong> PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat membantu Laskar Turtle Camp, yang merupakan komunitas pecinta lingkungan di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, sebesar Rp227 juta, pada Selasa (19/11)</p>
<p>&#8220;Laskar Turtle Camp juga aktif menangkar penyu yang merupakan salah satu satwa dilindungi,&#8221; kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang, Jeffri Husni mewakili General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto di sela-sela kegiatan di Kecamatan Sutera.</p>
<p>Pihaknya menyebut bantuan merupakan program bina lingkungan dan sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap perlindungan satwa langka.</p>
<p>Bantuan, tambahnya, merupakan upaya mewujudkan salah satu misi PLN dalam menjalankan bisnis kelistrikan yang berwawasan lingkungan.</p>
<p>Bantuan sudah diberikan Laskar Turtle Camp secara berturut-turut sejak 2017, waktu itu bantuan mencapai Rp236 juta serta pada 2018 berjumlah Rp126 juta.</p>
<p>&#8220;Jadi PLN tidak cuma jual listrik saja, tapi melalui bantuan ini kami juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli ke alam,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Melalui bantuan bina lingkungan yang diserahkan pihaknya berharap berdampak pada pemberdayaan masyarakat di Pesisir Selatan seiring dengan berkembangnya ekowisata.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191119_215937.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-52007" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191119_215937.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191119_215937.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191119_215937-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191119_215937-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Melalui bantuan pihaknya juga berharap masyarakat sekitar semakin peduli dengan aset PLN sehingga listrik tetap tersambung dengan maksimal untuk mendukung berbagai keperluan.</p>
<p>&#8220;Harapannya warga sekitar semakin peduli serta bersama-sama menjaga aset PLN untuk kepentingan dan kenyamanan bersama. Jika melihat ada yang merusak atau tindakan pencurian listrik atau jika ada pohon milik warga yang mendekati jaringan Tegangan Menengah 20kV silakan lapor ke unit terdekat atau hubungi 123,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Laskar Turtle Camp, Haridman, menyebut bantuan dari PLN akan digunakan untuk pembuatan gedung mini amphitheater, toilet, pondok diskusi, rehap sarana galeri, pembuatan website dan penyediaan kapal dengan tenaga listrik.</p>
<p>&#8220;Kami ucapkan terimakasih kepada PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat yang telah banyak membantu keberlangsungan konservasi yang kami kelola,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut dengan mendapat bantuan secara berkelanjutan dari PLN, kawasan yang dikelolanya semakin bagus sehingga banyak orang tertarik untuk berkunjung dan telah berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pln-sumbar-salurkan-csr-rp227-juta-untuk-penangkaran-penyu-di-pessel/">PLN Sumbar Salurkan CSR Rp227 Juta Untuk Penangkaran Penyu di Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! &#8216;From Sea To Sea&#8217; Bakti PT Sushi Tei Indonesia Jaga Kelestarian Laut</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-from-sea-to-sea-bakti-pt-sushi-tei-indonesia-jaga-kelestarian-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 04:26:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#CSR]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#sushitei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Restoran makanan khas Jepang Sushi Tei &#38; Sushi Kiosk dibawah naungan PT Sushi Tei Indonesia telah menjalankan program Corporate Social Responsibility...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-from-sea-to-sea-bakti-pt-sushi-tei-indonesia-jaga-kelestarian-laut/">Keren! &#8216;From Sea To Sea&#8217; Bakti PT Sushi Tei Indonesia Jaga Kelestarian Laut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Restoran makanan khas Jepang Sushi Tei &amp; Sushi Kiosk dibawah naungan PT Sushi Tei Indonesia telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR).</p>
<p>Acara yang bertema kelautan yaitu &#8216;From Sea To Sea&#8221; bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya.</p>
<p>Program ini terlaksana berkat pelanggan setia Sushi Tei &amp; Sushi Kiosk yang menyisihkan seribu rupiah saat melakukan pembelian menu tertentu (periode 1 &#8211; 31 Agustus).</p>
<p>Kegiatan CSR dari PT Sushi Tei Indonesia diselenggarakan di Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu), Sabtu (21/9) lalu. Diikuti seluruh jajaran direksi dan 200 karyawan, kegiatan ini meliputi penanaman lima ribu pohon bakau (mangrove), melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut, dan penanaman terumbu karang di dasar laut.</p>
<p>“Kami sadar bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan sebagai sebuah restoran yang mayoritas menggunakan bahan baku dari hasil laut, kami perlu mengambil bagian dalam menjaga kelestarian laut dengan mengembalikan apa yang sudah diambil dari laut, kembali ke laut – From Sea to Sea,&#8221; ujar Sonny Kurniawan selaku Direktur PT Sushi Tei Indonesia.</p>
<p>Kepulauan Seribu merupakan wajah pengelolaan perairan untuk kepulauan di Indonesia. Lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan dan ibu kota negara menjadikan Kepulauan Seribu sebagai salah satu destinasi favorit untuk warga Jakarta bahkan seluruh Indonesia.</p>
<figure id="attachment_47082" aria-describedby="caption-attachment-47082" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-47082" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/19FDFFC0-C75E-459D-9F0B-26D3B0BB19B6-1024x682.jpeg" alt="Program CSR PT Sushi Tei Indonesia 'From Sea To Sea'" width="1000" height="666" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/19FDFFC0-C75E-459D-9F0B-26D3B0BB19B6-1024x682.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/19FDFFC0-C75E-459D-9F0B-26D3B0BB19B6-300x200.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/19FDFFC0-C75E-459D-9F0B-26D3B0BB19B6-768x512.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/19FDFFC0-C75E-459D-9F0B-26D3B0BB19B6.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-47082" class="wp-caption-text">Program CSR PT Sushi Tei Indonesia &#8216;From Sea To Sea&#8217;</figcaption></figure>
<p>Namun masalah terbesar yang terjadi saat ini adalah perubahan iklim dan tingginya tingkat pencemaran, yang mengakibatkan pengurangan dan kerusakan kawasan mangrove dan terumbu karang serta kehidupan biota laut di perairan tersebut.</p>
<p>Sonny Kurniawan menambahkan, seluruh penghidupan di laut, baik langsung maupun tidak, bergantung pada keutuhan ekosistem terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.</p>
<p>Terumbu Karang berfungsi sebagai ‘jaminan’ ketersediaan ikan bagi laut. Artinya, wilayah sekitar Terumbu Karang adalah tempat berkembang biak sebagian besar ikan di laut.</p>
<p>Nutrisi masyarakat dunia yang berasal dari protein ikan laut tergantung dari keberadaan terumbu karang. Begitu juga dengan Mangrove yang membentuk tempat perlindungan yang nyaman (tempat bertelur) bagi biota laut, khususnya udang, kepiting dan ikan.</p>
<p>Sedangkan Penyu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. Laut yang sehat akan menjadi habitat berjuta-juta ikan sebagai sumber protein penting bagi manusia.</p>
<p>“Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini di Pulau Pramuka dapat membantu menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya. Kami persembahkan ini untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bermanfaat bagi bangsa dan negara hingga anak cucu kita nanti,&#8221; ujar Sonny.</p>
<figure id="attachment_47081" aria-describedby="caption-attachment-47081" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-47081" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/4018EBAE-6EF1-4666-9CE4-144C5B0B6427-1024x682.jpeg" alt="Jajaran direksi dan karyawan melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut" width="1000" height="666" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/4018EBAE-6EF1-4666-9CE4-144C5B0B6427-1024x682.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/4018EBAE-6EF1-4666-9CE4-144C5B0B6427-300x200.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/4018EBAE-6EF1-4666-9CE4-144C5B0B6427-768x512.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/09/4018EBAE-6EF1-4666-9CE4-144C5B0B6427.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-47081" class="wp-caption-text">Jajaran direksi dan karyawan melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, sebagai bagian dari kegiatan CSR, PT Sushi Tei Indonesia menggandeng Green Edelweiss Foundation (GEF) yang merupakan non-profit organization dan sudah berpengalaman dalam melakukan kegiatan konservasi.</p>
<p>Penyerahan sertifikat apresiasi secara simbolis diserahkan oleh Ayi Subing sebagai Direktur Eksekutif Green Edelweiss Foundation kepada Sonny Kurniawan. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-from-sea-to-sea-bakti-pt-sushi-tei-indonesia-jaga-kelestarian-laut/">Keren! &#8216;From Sea To Sea&#8217; Bakti PT Sushi Tei Indonesia Jaga Kelestarian Laut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Malaysia Terengganu Observasi Konservasi Penyu di Pantai Maligi</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-universitas-malaysia-terengganu-observasi-konservasi-penyu-di-pantai-maligi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 16:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#terengganu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman Barat, Prokabar — Sebanyak lima orang mahasiswa Universitas Malaysia Terengganu (UMT) didampingi Ketua Program Studi Perairan, Pesisir dan Kelautan Pascasarjana Universistas Bung Hatta, Harfiandri...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-universitas-malaysia-terengganu-observasi-konservasi-penyu-di-pantai-maligi/">Mahasiswa Universitas Malaysia Terengganu Observasi Konservasi Penyu di Pantai Maligi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman Barat, Prokabar — </strong>Sebanyak lima orang mahasiswa Universitas Malaysia Terengganu (UMT) didampingi Ketua Program Studi Perairan, Pesisir dan Kelautan Pascasarjana Universistas Bung Hatta, Harfiandri Damanhuri melakukan kegiatan observasi dikawasan Pantai Indah Maligi Jorong Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Rabu (17/7). Observasi dilakukan dalam rangka melihat dan mengembangkan potensi kawasan pantai Maligi, baik dari segi potensi konservasi penyu, kawasan eko wisata, mangrove maupun potensi lainnya.</p>
<p>Harfiandri Damanhuri menyampaikan, bahwa kedatangannya bersama mahasiswa internasional tersebut dalam rangka untuk menjalin silaturhami sekaligus melihat potensi kawasan pantai Maligi.</p>
<p>&#8220;Kita hadir di sini untuk melakukan peninjauan dan melihat potensi yang ada yang bisa dibantu untuk pengembangannya. Kita bawa 5 orang mahasiswa yang memiliki minat khusus terhadap penyu, mangrove dan potensi perairan,&#8221; katanya.</p>
<p>Andri berharap dirinya dapat menjadi mitra bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi yang terdapat di kawasan Maligi Pasaman Barat tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Decky H Sahputra selaku pembina komunitas Pandah Art and Green Maligi yang secara intens melakukan pengelolaan potensi konservasi Penyu dan wisata di daerah tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan ketua prodi beserta mahasiswa UMT di daerah setempat.</p>
<p>Selaku pembina komunitas Pandah Art and Green dirinya berharap masukan ilmu dan pembelajaran dari ketua prodi berserta mahasiswa yang bisa disalurkan kepada masyarakat setempat.</p>
<p>&#8220;Kami mohon bimbingan jika ada kesalahan dalam hal konsep konservasi Penyu ini. Kita berharap Maligi bisa jadi ikonnya Pasaman Barat dan Maligi dapat dijadikan sebagai kawasan konservasi Penyu serta kawasan eko wisata,&#8221;pungkasnya. (<b>eym)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-universitas-malaysia-terengganu-observasi-konservasi-penyu-di-pantai-maligi/">Mahasiswa Universitas Malaysia Terengganu Observasi Konservasi Penyu di Pantai Maligi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Lokasi Ini, Edukasi Penyu dan Mangrove Disukai Banyak Orang</title>
		<link>https://prokabar.com/di-lokasi-ini-edukasi-penyu-dan-mangrove-disukai-banyak-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2018 14:27:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=12712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Wisata edukasi selalu menjadi kunjungan paling menarik bagi sekelompok keluarga dan muda-mudi. Selain menikmati suasana liburan dan pemandangan indah, wisata ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-lokasi-ini-edukasi-penyu-dan-mangrove-disukai-banyak-orang/">Di Lokasi Ini, Edukasi Penyu dan Mangrove Disukai Banyak Orang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Wisata edukasi selalu menjadi kunjungan paling menarik bagi sekelompok keluarga dan muda-mudi. Selain menikmati suasana liburan dan pemandangan indah, wisata ini juga menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang alam sekitarnya.</p>
<p>Seperti di Komplek Konservasi Penyu di Desa Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman. Konservasi ini lahir berdasarkan SK nomor 334/523/2010 oleh Walikota Pariaman, tepatnya 20 Oktober 2010. Pada tahun 2013 terbentuklah UPT. Konservasi Penyu dan Pulau-pulau yang berada dikawasan pencadangan ini.</p>
<p>Fungsi utamanya adalah melindungi sistem penyanggah kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis flora dan fauna. Selain pemanfaatan kelestarian ramah lingkungan, juga untuk penelitian, pendidikan serta wisata bahari sehingga berdampak positif terhadap ekonomi kreatif masyarakat.</p>
<p>Aksa Prawira, aktivis peduli lingkungan di Kota Pariaman sekaligus petugas di Konservasi Penyu menyebutkan hampir seribu wisatawan tiap hari berkunjung di Konservasi Penyu ini. Selain melihat dan mengamati beragam penyu, di sini juga tersedia tempat penetasan dan perawatan hewan yang dilindungi tersebut.</p>
<p>Tidak hanya penyu, kata Aksa, di sini juga telah dibuat jembatan hutan mangrove di sekitar komplek. &#8220;Setelah menanam Taman Terumbu Karang di Pulau Ujuang Pariaman, kami terdiri dari Komunitas Tabuik Diving Club (TDC) bekerja sama dengan PT. Pertamina (DPPU) Minangkabau membangun Jembatan Hutan Mangrove sepanjang 50 meter.</p>
<p>Tujuan utama kami melindungi habitat flora dan fauna yang ada dalam hutan mangrove. Hutan ini hampir punah karena sering dibabat sama masyarakat akibat ketidaktahuannya tentang pentingnya hutan mangrove bagi kelestarian alam,&#8221; Kata Ketua TDC tersebut.</p>
<p>Selain itu lanjutnya, Taman Hutan Mangrove juga dapat dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur di sini. Menikmati kesejukan alam sambil mengenal lebih dekat hutan mangrove. Karena di jembatan tersebut juga disediakan papan informasi 8 jenis mangrove yang ada di lokasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan daftar hadir, pengunjung setiap harinya hampir mencapai ribuan setiap hari berkunjung ke sini. Akibatnya, masyarakat sekitar selaku pedagang merasakan keuntungan adanya Konservasi Penyu dan Taman Hutan Mangrove tersebut,&#8221; tutut Aksa.</p>
<p>Untuk tahun 2018 ini, PT. Pertamina akan kembali menambah pembangunan Jembatan Hutan Mangrove sepanjang 50 meter ditambah menara pemantau.</p>
<p>Yulimar Putri Safari (38) salah seorang pengunjung asal Muaro Bungo, Jambi mengatakan baru pertama kali ke Konservasi Penyu dan Jembatan Hutan Mangrove mengaku senang berlibur ke sini. Selain memberi edukasi kepada anak-anaknya, suasana asri alam mangrove serasa menyejukan mereka.</p>
<p>&#8220;Kami senang melihat dan merasakan suasana di sini. Selain sejuk juga mendapatkan pengetahuan tentang macam-macam mangrove,&#8221; kata Yulimar.</p>
<p>Taman Mangrove, lanjut ibu muda tersebut adalah salah satu taman pelindung dari abrasi laut. Selain itu, banyak hewan pantai yang hidup di dalamnya. Hewan tersebut juga dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis pula pada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sudah memang selayaknya hutan ini dilindungi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga berdampak positif pada masyarakat secara luas,&#8221; tutup Yulimar. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-lokasi-ini-edukasi-penyu-dan-mangrove-disukai-banyak-orang/">Di Lokasi Ini, Edukasi Penyu dan Mangrove Disukai Banyak Orang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isi Libur Lebaran Dengan Bermain Kepenangkaran Penyu</title>
		<link>https://prokabar.com/isi-libur-lebaran-dengan-bermain-kepenangkaran-penyu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2018 02:03:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran2018]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lebarandiminangkabau2018]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10306</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Tim gabungan Lebaran 2018 Sumatera Barat telah merekomendasikan sejumlah atraksi wisata unggulan lebaran di ranah Minangkabau. Untuk kota Padang, ada banyak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/isi-libur-lebaran-dengan-bermain-kepenangkaran-penyu/">Isi Libur Lebaran Dengan Bermain Kepenangkaran Penyu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Tim gabungan Lebaran 2018 Sumatera Barat telah merekomendasikan sejumlah atraksi wisata unggulan lebaran di ranah Minangkabau. Untuk kota Padang, ada banyak tempat wisata yang unik dan menarik, namun salah satu yang direkomendasi adalah bermain dan belajar ke penangkaran penyu.</p>
<p>Mungkin sebagian masyarakat masih belum begitu menyadari bahwa Kota Padang memiliki tempat penangkaran penyu yang berlokasi kawasan Pasie Jambak. Tidak sulit untuk mencari atau menuju lokasi wisata edukasi ini. Letaknya sekitar 2,5 kilometer dari Pasar Lubuk Buaya. Hanya dengan menyusuri jalan menuju Makko Brimob Padang Sarai, kita akan sampai ke lokasi.</p>
<p>Penangkaran penyu ini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Samudera Pasie Jambak. Cukup banyak jenis penyu yang bisa dilihat di tempat penangkaran ini. Seperti penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Keempat spesies ini menghuni Pantai Pasie Jambak.</p>
<p>“Jika ingin berlibur dan mencari wisata minat khusus seperti berwisata sambil melestarikan penyu dapat berkunjung ke lokasi ini,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi.</p>
<p>Uniknya lagi, di lokasi ini juga disediakan souvenir cantik bagi yang ingin membawa pulang buah tangan. Setiap uang yang didapat dari hasil penjualan souvenir digunakan untuk koservasi penyu.</p>
<p>Penangkaran penyu ini memang cukup menarik. Bahkan Menteri Kelautan RI, Susi Pudjiastuti juga ikut mendatangi penangkaran penyu ini saat berada di Padang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sebenarnya, untuk mencapai lokasi ini, pengunjung tidak harus menuju Lubuk Buaya. Pengunjung dapat masuk melalui jalan Pasie Nan Tigo. Namun karena putusnya jembatan ke Pasie Jambak membuat pengunjung harus berputar ke Lubuk Buaya.</p>
<p>Warga dan pokdarwis Samudera Pasia Jambak berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang putus. Sehingga akses menuju Pasie Jambak semakin mudah dan dekat.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p><b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/isi-libur-lebaran-dengan-bermain-kepenangkaran-penyu/">Isi Libur Lebaran Dengan Bermain Kepenangkaran Penyu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</title>
		<link>https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 09:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#AngsoDuo]]></category>
		<category><![CDATA[#HutanMagrove]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Tabuik]]></category>
		<category><![CDATA[#UluAmbek]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=5005</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211; </strong>Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 56 km dari Kota Padang. Kota Tabuik nama lain dari kota kecil ini memiliki 7 fakta unik dan legenda di tengah masyarakat. Dan bagi pengunjung berwisata ke Pariaman, wajib mengetahui cerita legenda tersebut. Apa saja itu? Mari kita urai satu persatu:</p>
<h4>1. Pulau Angso Duo</h4>
<figure id="attachment_5006" aria-describedby="caption-attachment-5006" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5006 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg" alt="" width="701" height="392" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg 701w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97-300x168.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 701px) 100vw, 701px" /><figcaption id="caption-attachment-5006" class="wp-caption-text">Foto : Pulau Angso Duo</figcaption></figure>
<p>Pulau Angso Duo adalah salah satu Objek wisata pertama paling menarik dan unik untuk dikunjungi. Pasalnya, di pulau dengan luas sekitar 1 hektar ini terdapat sejarah yang belum terungkap sepenuhnya dari pakar sejarah. Di pulau itu terdapat sebuah Sumur Tua, beserta beberapa Pemakaman kecil disertai satu kuburan dengan panjang 7 meter. Masyarakat mengenal kuburan tersebut mendiang Ulama Katik Sangko.</p>
<figure id="attachment_5015" aria-describedby="caption-attachment-5015" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5015" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg" alt="" width="720" height="483" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-300x201.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-768x515.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5015" class="wp-caption-text">Makam Ulama Katik Sangko</figcaption></figure>
<p>Menurut catatan naskah aksara jawi hasil transliterasi dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Addriyetti Amir dan disunting oleh Sudarmoko di buku PUITIKA Edisi Khusus Agustus 2001, Katik Sangko merupakan pengawal perjalanan Syekh Burhanuddin yang diperintah Syekh Abdulrauf as Singkili (guru dari Syekh Burhanuddin) dari Aceh kembali ke Ranah Minang. Bertujuan menyiarkan Agama Islam pada tahun 1070 Hijriah atau 1689 Masehi.</p>
<p>Singkat cerita, mereka bersama-sama kembali ke kampung halaman dalam waktu dua kali periode dengan jumlah rombongan hulu balang (pendekar) yang berbeda pula. Kepulangan pertama gagal hingga yang kedua kali berhasil, melawan kelompok jahat ahli sihir. Seperti Pasukan Basa Nan Ampek (masyhur 4 orang) yaitu Kilik-kilik Jantan, Gaga Tangah Padang, Jin Paneh dan Wama. Sebelum mendarat ke pesisir Pariaman, Syekh Burhanuddin dan Katik Sangkob terlebih dahulu berlabuh di Pulau Angso duo. Mitosnya, Angso Duo dari nama Pulau itu merupakan lambang atau simbol dari dua tokoh Ulama berseragam jubah putih tersebut. Konon mereka memiliki kemampuan terbang dan berjalan di atas air, seperti Burung Angsa. Masyarakat Pariaman mengabadikan pulau bertuah tersebut sebagai pulau kiramat nan sati dengan sebutan Pulau Angso Duo.</p>
<h4>2. Konservasi Penyu</h4>
<figure id="attachment_5007" aria-describedby="caption-attachment-5007" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5007 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg" alt="" width="510" height="383" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg 510w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 510px) 100vw, 510px" /><figcaption id="caption-attachment-5007" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Kota Pariaman terletak dengan garis pantai sepanjang 12,73 km. Di samping itu juga terdapat 4 (empat) pulau kecil seperti Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak. Pulau itu disekeliling ekosistem terumbu karang. Kawasan yang merupakan kawasan penyu bertelur setiap tahun. Jenis penyu yang banyak ditemukan adalah penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Berdasarkan potensi yang terdapat pada kawasan tersebut maka dijadikan kawasan konservasi perairan daerah Kota Pariaman oleh Walikota Pariaman pada tanggal 20 Oktober berdasarkan SK No. 334/523/2010. Kemudian berpindah ke wewenang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat sesuai adanya Undang-Undang 23 Tahun 2014.</p>
<figure id="attachment_5016" aria-describedby="caption-attachment-5016" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5016" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-1024x576.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5016" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Penyu merupakan hewan yang dilindungi Indonesia sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pangawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. “Bahwa penyu berikut bagian-bagiannya termasuk telurnya merupakan satwa yang dilindungi oleh negara.” Dan peluang pemanfaatannya melalui penangkaran yang diatur PP No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.</p>
<h4>3. Taman Hutan Mangrove</h4>
<figure id="attachment_5009" aria-describedby="caption-attachment-5009" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5009 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-5009" class="wp-caption-text">Taman Hutan Mangrove</figcaption></figure>
<p>Hutan Mangrove di Kota Pariaman terletak antara Desa Apar dan Desa Mangguang. Awalnya Hutan Mangrove atau Bakau cukup luas dan terdapat habitan udang dan kepiting, menjadi santapan masyarakat setempat. Akibat minimnya kesadaran masyarakat, Hutan Bakau tersebut hanya tersisa 1 hektar, dan terancam musnah akibat seringnya penebangan dan perusakan secara liar. Hampir semua jenis mangrove ada di sini. Namun yang sudah ditanami ribuan bibit di sana adalah jenis Rhizophora.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5018 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p>Melalui penggiat atau komunitas TDC (Tabuik Diving Club) bersama Pemerintah Kota Pariaman dan PT. Pertamina (DPPU) Minangkabau, Hutan Tersebut kemudian disulap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi di Sumatra Barat. Taman Hutan Mangrove saat ini memiliki jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 1,5 meter (nantinya pembangunan dilanjutkan hingga tuntas), disertai papan informasi tentang Mangrove. Pengunjung dapat menikmati suasana asri Hutan Mangrove beserta seluk beluk manfaat Bakau bagi kehidupan Manusia.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/2/">Lanjut Halaman 2 &#8211;&gt;&gt;</a></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Nelayan Penemu Penyu Langka Diberi Hadiah oleh Menteri Susi</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bnelayan-penemu-penyu-langka-diberi-hadiah-oleh-menteri-susi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2018 00:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Mansyur Ishak dan Lukman, tak menyangka akan mendapat berkah dari kerja tak sengajanya. Jumat pagi dua nelayan ini melihat penyu yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bnelayan-penemu-penyu-langka-diberi-hadiah-oleh-menteri-susi/">​Nelayan Penemu Penyu Langka Diberi Hadiah oleh Menteri Susi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Mansyur Ishak dan Lukman, tak menyangka akan mendapat berkah dari kerja tak sengajanya. Jumat pagi dua nelayan ini melihat penyu yang bertelur di belakang Pangeran Beach Hotel. Informasi ini ternyata sampai ke telinga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menteri nyentrik ini langsung mendatangi tempat tersebut.&nbsp;</p>
<p>Ternyata penyu yang ditemukan adalah jenis lekang. Spesies ini mulai sulit ditemukan di perairan Indonesia.&nbsp;</p>
<p>Kebahagiaan Menteri Susi ditunaikan dengan memberi hadiah kepada dua nelayan itu. Mansyur dan Lukman dibelikan 30 paket jaring udang yang akan didistribusikan kepada kelompok nelayan. Selain itu Menteri Susi juga memberikan asuransi nelayan maksimal Rp200 juta kepada dua nelayan asal Surau Gadang ini.&nbsp;</p>
<p>Mansyur Ishak sehari hari bekerja &#8220;maelo pukek&#8221; sedangkan Lukman biasanya memancing ikan menggunakan biduak.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ini berkah untuk kami, terima kasih Bu Menteri,&#8221; ungkap Mansyur Ishak.</p>
<p>Menteri Susi juga berpesan kepada dua nelayan itu agar secara sukarela menjaga penyu ketika bertelur di pantai Padang, khususnya di belakang Hotel Pangeran Beach. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bnelayan-penemu-penyu-langka-diberi-hadiah-oleh-menteri-susi/">​Nelayan Penemu Penyu Langka Diberi Hadiah oleh Menteri Susi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bmenteri-susi-pudjiastuti-temukan-sarang-penyu-lekang-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2018 05:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;&#160;Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti temukan sarang tukik yang lokasinya persis di belakang hotel Pangeran Beach di Padang, Sumbar, Sabtu, 10...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmenteri-susi-pudjiastuti-temukan-sarang-penyu-lekang-di-padang/">​Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;&nbsp;</b>Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti temukan sarang tukik yang lokasinya persis di belakang hotel Pangeran Beach di Padang, Sumbar, Sabtu, 10 Februari 2018. Anak penyu jenis lekang pemakan segala (omnivora) itu lalu dilepas ke Samudra Hindia.</p>
<p>Kisahnya bermula ketika sedang asyik berolahraga pagi, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti &nbsp;mengabari kalau ada dua nelayan yang sedang menemukan tukik yang batu saja keluar dari sarangnya di belakang hotel Pangeran, tempat Menteri Susi dan rombongan menginap.&nbsp;</p>
<p>Menteri Susi lantas bergegas menghampiri. Ternyata di dalam sarang terdapat 74 butir telur penyu lekang yang gemar memakan ubur-ubur itu baru saja menetas. &#8220;Ini menandakan biomas laut kita terbukti membaik seperti dirilis Universitas Santa Barbara di Amerika Serikat bahwa biomas kita naik hampir dua kali lipat,&#8221; ujar Menteri Susi.&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180210-WA0004.jpg" class="wp-image-2883 alignnone size-full"><br />
<img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180210-WA0006.jpg" class="wp-image-2885 alignnone size-full"><br />
<img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180210-WA0007.jpg" class="wp-image-2886 alignnone size-full"></p>
<p>Sehari sebelumnya, Menteri Susi juga meninjau tempat konvervasi penyu di Pasir Jambak, sekitar lima kilometer dari Kota Padang. Menteri berpesan pada manajer hotel Pangeran agar pantainya dijaga, sampah-sampahnya dibersihkan dan dilakukan kegiatan pelestarian penyu di sekitar pantai tersebut. <b>(rls)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmenteri-susi-pudjiastuti-temukan-sarang-penyu-lekang-di-padang/">​Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 46/211 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/19 queries in 0.031 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 15:23:18 by W3 Total Cache
-->