<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pemanduwisata Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pemanduwisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pemanduwisata/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jul 2024 03:57:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pemanduwisata Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pemanduwisata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kota Padang Genjot Kompetensi Pemandu Wisata Tirta demi Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan</title>
		<link>https://prokabar.com/kota-padang-genjot-kompetensi-pemandu-wisata-tirta-demi-keamanan-dan-kenyamanan-wisatawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 03:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Balawista]]></category>
		<category><![CDATA[#disparpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#KotaPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#pariwisatapadang]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi para wisatawan. Salah satu langkah tersebut adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kota-padang-genjot-kompetensi-pemandu-wisata-tirta-demi-keamanan-dan-kenyamanan-wisatawan/">Kota Padang Genjot Kompetensi Pemandu Wisata Tirta demi Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong>Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi para wisatawan.</p>
<p>Salah satu langkah tersebut adalah dengan mengadakan Pelatihan Pemandu Keselamatan Wisata Tirta bagi 40 peserta yang terdiri dari para Balawista dan Pokdarwis Kota Padang.</p>
<p>Pelatihan tersebut diadakan selama 4 hari mulai Rabu (26/6) hingga Sabtu (29/6) di HW Hotel, Kolam Renang Teratai dan Lubuk Alung Rafting.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani menegaskan peran krusial para pemandu keselamatan wisata tirta sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan wisatawan.</p>
<p>&#8220;Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu siaga memberikan pertolongan dan perlindungan kepada para wisatawan yang membutuhkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pemandu dengan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi yang mumpuni, agar mereka dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pemandu Keselamatan Wisata Tirta.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama pelatihan ini adalah agar para peserta mampu memahami dan menerapkan pengelolaan serta penanganan pencegahan kecelakaan, serta memiliki kemampuan melakukan pertolongan saat terjadi kecelakaan,&#8221; jelas Yudi.</p>
<p>Lebih lanjut, Yudi mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 40 orang yang merupakan anggota Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) pada daya tarik wisata dan belum pernah mengikuti pelatihan sejenis.</p>
<p>Ia pun menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan kesungguhan.</p>
<p>&#8220;Gunakan kesempatan ini untuk mempelajari ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya, serta tingkatkan kemampuan dan keterampilan kalian dalam memberikan pelayanan dan penyelamatan kepada para wisatawan,&#8221; pesannya.</p>
<p>Yudi tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para instruktur atas kesediaan mereka berbagi ilmu dan pengetahuan kepada para peserta.</p>
<p>&#8220;Saya yakin dengan dedikasi dan profesionalisme para instruktur, para peserta akan mendapatkan pelatihan yang berkualitas dan bermanfaat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Senada dengan Yudi, Ketua Pelaksana Diko Riva Utama pun berharap pelatihan ini dapat melahirkan pemandu-pemandu keselamatan wisata tirta yang handal dan profesional.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, kualitas pelayanan dan keamanan bagi para wisatawan di Kota Padang dapat semakin meningkat,&#8221; ujar Kabid Destinasi Wisata tersebut.</p>
<p>Diharapkan dengan pelatihan ini, Kota Padang dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisatawan dari berbagai penjuru.</p>
<p style="text-align: left">Semangat meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan ini merupakan wujud komitmen Kota Padang dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya. <strong>(pk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kota-padang-genjot-kompetensi-pemandu-wisata-tirta-demi-keamanan-dan-kenyamanan-wisatawan/">Kota Padang Genjot Kompetensi Pemandu Wisata Tirta demi Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penggiat Pariwisata: Pemerintah, Pengelola Dan Pemandu Wisata Lokal Harus Konsisten</title>
		<link>https://prokabar.com/penggiat-pariwisata-pemerintah-pengelola-dan-pemandu-wisata-lokal-harus-konsisten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 23:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Muhammad Iqbal selaku Sekretaris Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat menegaskan agar destinasi wisata suatu daerah bisa maju dan layak dikunjung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penggiat-pariwisata-pemerintah-pengelola-dan-pemandu-wisata-lokal-harus-konsisten/">Penggiat Pariwisata: Pemerintah, Pengelola Dan Pemandu Wisata Lokal Harus Konsisten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar —</strong> Muhammad Iqbal selaku Sekretaris Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat menegaskan agar destinasi wisata suatu daerah bisa maju dan layak dikunjung wisatawan, maka pemerintah daerah, pemerintah nagari bersama pengelola, pemandu beserta seluruh komponen masyarakat harus komitmen dan konsisten melakukan pengembangan pariwisata. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pelatihan pemandu wisata alam kepada 30 orang peserta dari 11 destinasi wisata Se-Kabupaten Agam, di Hotel Pusako beberapa waktu  lalu.</p>
<p>Menurutnya, saat ini masih banyak destinasi wisata yang belum terkelola dengan baik. Disebabkan masih buruknya managemen atau tata kelolanya. &#8220;Ujung tombak dari pariwisata adalah pemandu atau pramuwisata. Sementara, belum banyak pemandu yang terlatih dan memiliki lisensi,&#8221; ungkap Iqbal.</p>
<p>Selain itu, peran serta masyarakat sekitar harus ikut andil. &#8220;Masyarakat harus merasa memiliki dan berdampak positif pada perekonomiannya. Sehingga mereka merasa memiliki dan bertanggungjawab. Masyarakat sadar wisata akan lahir dengan sendirinya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ia mencontohkan majunya pariwisata di Bali. Dapat maju karena nilai-nilai kultur budaya terpelihara seiring aturan yang dibuat sesuai dengan kearifan lokal setempat. Setiap wisata mancanegara, nasional maupun tingkat lokal diatur sesuai atuaran yang berlaku. Sehingga tidak merusak tatanan nilai-nilai daerah kunjungan wisata setempat.</p>
<p>&#8220;Artinya, pemerintah pusat, pemerintah daerah terutama pemerintah nagari beserta masyarakat wajib membuat aturan dan jalur perjalanan khusus untuk wisatawan yang datang. Selain memudahkan pengelolaan, juga akan berdampak multiefek pada masyarakat. Wisatawan pun akan merasa aman, nyaman, tertip dan tentram saat berwisata ke lokasi wisata dituju,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, sarana prasarana pariwisata harus lengkap dan standar kunjungan wisatawan. Bisa standar nasional bisa pula standar internasional. Seperti sarana jalan yang memadai, hotel atau homestay yang respentatif, rumah makan atau pondok kuliner yang bersih dan higienis disertai pelayan yang ramah melayani.</p>
<p>Yang tidak kalah penting, pemandu dan masyarakat harus santun, elok dan cerdas melayani. Dengan demikian, pelayanan prima sesuai konsep sapta pesona akan terpenuhi dengan sendirinya.</p>
<p>&#8220;Pemandu juga harus menguasai cerita atau sejarah lokasi yang akan dikunjungi. Harus sangat paham dengan letak geografis, jarak tempuh, kebutuhan yang dibutuhkan wisatawan ke lokasi, sarana prasarana yang tersedia, serta aturan-aturan berlaku dari objek wisata yang dikunjung,&#8221; terang Sekretaris HPI Sumbar tersebut.</p>
<p>Iqbal kembali mencontohkan tata kelola pariwisata di Thailand. Setiap wisman yang berkunjung, harus mengikuti rute perjalanan yang diberlakukan di sana. Jika wisman itu menolak, maka petugas atau pun agen travel akan lepas tanggungjawab terhadap wisman tersebut. Jika tidak menurut dan terus melakukan perjalanan di Thailand, petugas kepolisian setempat akan menindak dan menangkap wisman tersebut. Karena dianggap wisman ilegal.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Nagari semestinya mencontoh tata kelola pariwisata Thailand, jika ingin maju dan mensejahterakan masyarakatnya. Regulasi yang jelas untuk mengatur wisatawan berkunjung ke Indonesia. Serta memiliki pemandu dan masyarakat sadar wisata ,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penggiat-pariwisata-pemerintah-pengelola-dan-pemandu-wisata-lokal-harus-konsisten/">Penggiat Pariwisata: Pemerintah, Pengelola Dan Pemandu Wisata Lokal Harus Konsisten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala BKSDA Sumbar Bantu Calon Pemandu Wisata Alam Kembangkan Potensi Diri</title>
		<link>https://prokabar.com/kepala-bksda-sumbar-bantu-calon-pemandu-wisata-alam-kembangkan-potensi-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 05:58:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49253</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Kepala BKSDA Provinsi Sumatra Barat, Erly Sukrismanto berbagi ilmu dengan 30 orang peserta pelatihan pemandu wisata alam Se-kabupaten Agam, beberapa waktu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kepala-bksda-sumbar-bantu-calon-pemandu-wisata-alam-kembangkan-potensi-diri/">Kepala BKSDA Sumbar Bantu Calon Pemandu Wisata Alam Kembangkan Potensi Diri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar –</strong> Kepala BKSDA Provinsi Sumatra Barat, Erly Sukrismanto berbagi ilmu dengan 30 orang peserta pelatihan pemandu wisata alam Se-kabupaten Agam, beberapa waktu lalu. Ia mencoba memberikan pemahaman pengelolaan hutan dapat dimanfaatkan untuk edukasi wisata, dengan syarat tetap menjaga keutuhan ekosistemnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BKSDA sendiri bertanggung jawab melindungi, mengawasi dan menjaga kelestarian serta keutuhan hutan, khususnya Hutan Konservasi. Namun dalam materi yang disampaikan secara detail mengulas secara lengkap pemanfatan alam berupa hutan hingga menggali potensi diri dari sebuah daerah kawasan hutan beserta sumber daya manusiannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Merujuk kepada Undang-undang Nomor 5 tahun 1990, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainnya,” ungkap Erly dilansir, Jumat (18/10).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk memelihara hutan, ekosistem hutan harus dijaga dan dilestarikan. Ekosistem sendiri merupakan sistem hubungan timbal balik antara unsur dalam alam sesuai Undang-undang KSDAHE nomor 5 tahun 1990. Dapat dicontohkan seperti rantai malanan antara satu hewan dengan hewan dan tumbuhan lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Beberapa istilah yang harus dipahami seperti Hutan, Kawasan Hutan, Hutan Produksi, Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kawasan hutan merupakan wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditertapkan oleh pemerintah untuk mempertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Hutan produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan atau HHK dan HHBK. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hutan Lindung, kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai pelindung sistem penyanggah kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intruksi air laut dan memelihara kesuburan tanah. Sementara hutan Konservasi merupakan kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jika hutan dijadikan sebuah destinasi wisata alam, maka harus merujuk pada katagori hutan mana yang bisa kita kelola. Tentunya, tidak mengurangi syarat untuk tetap melindungi keutuhan ekosistem hayati dan satwanya,” terang Kepala BKSDA Tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Merujuk kepada pengembangan destinasi wisata maka Pembangunan Daya Tarik Wisata perda RIPKP Sumatra Barat nomor 3 tahun 2014 pada pasal 16, pembangunan daya tarik wisata meliputi pembangunan dan pengembangan daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik wisata hasil buatan manusia atau ivent di destinasi wisata. Pasal 18 strategi pembangunan daya tarik wisata memperkuat upaya konservasi potensi kepariwisataan dan lingkungan dalam mendukung intensifikasi daya tarik wisata.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Visi dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terwujudnya Sumatra Barat sebagai destinasi utama pariwisata berbasis agama dan budaya di wilayah Indonesia Bagian Barat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat. Dengan misi mengembangkan destinasi wisata berbasis agama dan budaya, pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif, industri pariwisata serta kelembagaan kepariwisataan ekonomi kreatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Erly kembali menjelaskan terdapat objek dan daya tarik wisata alam. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berwenang menetapkan destinasi dan daya tarik wisata. Suatu daerah tujuan wisata harus memiliki 3 syarat daya tarik. Pertama sesuatu yang akan dilihat (Something to see), sesuatu yang bisa dikerjakan (something to do) dan sesuatu yang bisa dibeli (something to buy). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ada pula 5 unsur penting yang harus dipernuhi objek wisata yakni atraction atau menarik perhatian, facilities atau kemudahan, infrastructure atau sarana dan prasarana, transpotation atau pengangkutan serta hospitality atau keramahan kesediaan menerima tamu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak hanya itu, Mantan Kepala Bagian TU BBKSDA NTT ini juga menerangkan terdapat 8 kriteria daya tarik wisata. Seperti pertama, ada sumber daya manusia dan alam yang menimbulkan rasa senang, indah, nyaman dan bersih. Kedua aksibiliti yang tinggi. Ketiga ada ciri khusus spesifik yang bersifat langka, keempat ada sarpas pelayanan wisatawan, kelima ada nilai-nilai budaya buah karya manusia masa lampau seperti permainan tradisional, keenam ada keaslian alam dan adat dilakukan sehari-hari seperti pakaian khas tradisional yang digunakan setiap hari. Ketujuh langka atau sulit ditemukan di daerah atau di negara lain seperti tanaman Raflesia dan keindahan panaroma. Kedelapan menumbuhkan semangat dan nilai-nilai juang seperti monumen sejarah dan pahlawan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Menjadi bernilai wisata alam jika dan hanya jika pemandu mampu mejelaskan serta menyajikan interpetasi,” tegasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemandu wisata alam terlebih dahulu wajib memperkenalkan diri kepada wisatawan, kemudian baru mengulas materi tentang objek wisata yang akan dikunjungi. “Pemandu adalah ujung tombak dari pariwisata. Baik atau buruknya suatu destinasi wisata suatu daerah, akan bergantung pada pelayanan prima yang diberikan kepada wisatawan. Jika pemandu buruk, otomatis pariwisata suatu daerah akan berdampak buruk pula,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Seorang pemandu harus menjelaskan kondisi geografis, adminsitrasi daerah, akses yang akan dituju, latar belakang, sejarah objek dan daerah, struktur dan maknanya serta apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan pengunjung selama perjalanan wisata tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pengembangan destinasi wisata harus terindentifikasi daya tarik, antraksi dan daya dukung. Perencanaan desain, marketplan dan bulding. Pembangunan sarana, perhubungan dan alat komunikasi. Pengelolaan baik dari pemerintah, BUMN/BUMNAG atau swasta. Promosi melalui media cetak, media elektonik, media sosial, pameran atau expo. Serta menjalin kemitraan dengan EO, Travel Agent dan penyedia transportasi. Jika semua kebutuhan tersebut telah terpenuhi, maka pengembangan destinasi suatu daerah akan dengan mudah dan cepat maju,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kepala-bksda-sumbar-bantu-calon-pemandu-wisata-alam-kembangkan-potensi-diri/">Kepala BKSDA Sumbar Bantu Calon Pemandu Wisata Alam Kembangkan Potensi Diri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam, Ini Harapan Pemkab Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/gelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam-ini-harapan-pemkab-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 06:02:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49017</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam terus menggenjot peningkatan kualitas penggiat dan pemandu wisata pemula. Hal tersebut dalam moment Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam-ini-harapan-pemkab-agam/">Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam, Ini Harapan Pemkab Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar —</strong> Pemerintah Kabupaten Agam terus menggenjot peningkatan kualitas penggiat dan pemandu wisata pemula. Hal tersebut dalam moment Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam mendapat Dana Alokasi Kementerian Pariwisata Non Fisik.</p>
<p>Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan mengundang dan memberikan pelatihan sekaligus menyatukan para penggiat dan pemandu wisata yang ada di Kabupaten Agam.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini bertujuan menciptakan pemandu wisata berkualitas, berkompetisi dan berkompeten. Memiliki keterampilan khusus tentang wisata dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan wisatawan,&#8221; ungkap Agusnadi kepada Prokabar.com saat melaksanakan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Se-Kabupaten Agam di Hotel Pusako Bukittinggi, Selasa (15/10).</p>
<p>Peserta lanjutnya, berjumlah 40 orang beberapa katagori pemandu alam sesuai potensi daerah yang dimiliki. &#8220;Terdapat beberapa katagori pelatihan pemandu wisata alam. Seperti Arung Jeram, Tracking, Ekowisata, Geowisata, Susur Goa atau Caving dan Paralayang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Untuk tracking diwakili dari penggiat wisata asal Kecamatan Malalak, Nagari Sungai Batang dan Komunitas Pemuda Generasi Hamka atau KPGH Tanjung Raya. Wisata Paralayang terdiri dari penggiat wisata Sejuta Jenjang, Wisata Lawang Park dan Puncak Lawang. Wisata Geowisata diwakili Nagari Tarusan Kamang, Bunga Raflesia Pasia Laweh Palupuah dan Ngarai Sianok. Arung Jeram diwakili nagari Koto Tuo dengan objek wisata Ngalau. Sementara untuk wisata Ekowisata diwakili objek wisata Lasi.</p>
<p>Pemateri berasal dari Kepala BKSDA Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Barat, Sekda Kabupaten Agam dan Tenaga Medis Profesional.</p>
<p>&#8220;Pelatihan ini kita harapkan mampu mendorong industri pariwisata berbasis lingkungan dan kemasyarakatan. Serta menyatukan pemandu wisata yang ada di Kabupaten Agam, &#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gelar-pelatihan-pemandu-wisata-alam-ini-harapan-pemkab-agam/">Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam, Ini Harapan Pemkab Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Martias Wanto: Pemandu Wisata Adalah Ujung Tombak Pariwisata</title>
		<link>https://prokabar.com/martias-wanto-pemandu-wisata-adalah-ujung-tombak-pariwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 15:46:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam memberikan pelatihan kepada 40 orang pemandu dan calon pemandu wisata se-Kabupaten Agam, Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/martias-wanto-pemandu-wisata-adalah-ujung-tombak-pariwisata/">Martias Wanto: Pemandu Wisata Adalah Ujung Tombak Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar –</strong> Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam memberikan pelatihan kepada 40 orang pemandu dan calon pemandu wisata se-Kabupaten Agam, Senin hingga Rabu (16-18/9). Dalam pelatihan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto berkesempatan memberi motivasi kepada seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuannya melayani dan wawasan tentang destinasi yang dikembangkan peserta.</p>
<p>Menurutnya, pemandu merupakan ujung tombang pariwisata Agam karena pelayan pertama yang memandu wisatawan di sebuah objek wisata. “Untuk itu, pemamdu harus memiliki kecakapan dan wawasan luas mengenai destinasi wisata yang dikelolanya,” terangnya.</p>
<p>Dari Pemerintah Kabupaten Agam sendiri terus berupaya membantu masyarakat dalam pengembangan wisata, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Salah satu contohnya meningkatkan sumber daya manusia berupa pelatihan yang telah dilaksanakan beberapa kali oleh Pemerintah Daerah melalui dana Pemerintah Pusat maupun Dana Pemda Agam sendiri,” terang Sekdakab Agam Tersebut.</p>
<p>Pemandu beserta seluruh lapisan masyarakat juga harus mampu mengembangkan cerita rakyat, sebagai daya tarik wisatawan dalam memaparkan sejarah suatu objek yang dikelola. “Saya misalkan kisah Bujang Salapan yang terkait terbentuknya Danau Maninjau. Di Sekitar Linggai, terdapat sebuah Pulau Bangau. Itu dapat dikaitkan kisahnya dengan Pulau Legenda yang ada di Koto Malintang. Agar cerita semakin menarik, masyarakat bisa membuat ceritra tokoh Si Tanjung dengan Sani,” usulnya.</p>
<p>Kabupaten Agam, memiliki keindahan terlengkap di Sumatra Barat. “Kita dianugrahi alam dan sejarah terhebat di Sumatra Barat ini. Kita punya keindahan alam Ngarai, Danau, Tarusan, Lembah, Gunung, Laut, Hutan dan sebagainnya. Nah, yang terpenting adalah bagaimana kita mengemas, mengelola dan mengembangkannya lagi. Belum lagi kulinernnya,” tutur ASN Senior Kabupaten Agam tersebut.</p>
<p>Ia berharap, pemandu dan seluruh masyarakat untuk lebih kreatif, inofatif dan gigih dalam mengembangkan disetinasi wisata yang ada. “Potensi peningkatan perekonomian masyarakat, tertumpang dengan pariwisata ini. Karena kita tidak memiliki Tambang Emas yang berlimpah kecuali kekayaan keindahan alam ini,” ulasnya.</p>
<p>Martian juga menambahkan Kehadiran penggiat, pemerhati, komunitas dan seluruh komponen lainnya, berperan aktif dalam memajukan pariwisata Agam. “Kita apresiasi Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya, yang telah mengiatkan pergerakan di tengah masyarakat. Kita dukung komunitas ini, agar terus berkarya dan meningkatkan kemampuan mereka dalam pengembangan Wisata Sejarah, Religius dan Edukasi di Kampung Halaman Buya Hamka tersebut,” pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/martias-wanto-pemandu-wisata-adalah-ujung-tombak-pariwisata/">Martias Wanto: Pemandu Wisata Adalah Ujung Tombak Pariwisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemandu Wisata Alam di Agam Mendapat Pelatihan</title>
		<link>https://prokabar.com/pemandu-wisata-alam-di-agam-mendapat-pelatihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 02:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pemanduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[#wisataagam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Sebanyak 40 orang yang terdiri dari pengurus dan pelaku Arung Jeram, Trekking, Eko Wisata, Geo Wisata, Susur Goa/ Caving dan Paralayang mengikuti...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemandu-wisata-alam-di-agam-mendapat-pelatihan/">Pemandu Wisata Alam di Agam Mendapat Pelatihan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong><span class="s1">Sebanyak 40 orang yang terdiri dari pengurus dan pelaku Arung Jeram, Trekking, Eko Wisata, Geo Wisata, Susur Goa/ Caving dan Paralayang mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata Alam di Hotel Sakura Syari’ah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin hingga Rabu (16-18/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Panitia pelaksana, Agusnadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pemandu wisata yang berkualitas. Agar mampu memberikan informasi kepariwisataan, sekaligus untuk menghasilkan tenaga terampil di bidang itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pelatihan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari,” jelas Agusnadi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Yosefriawan mengatakan, dengan besarnya potensi yang ada di Kabupaten Agam maka perlu keseriusan dalam pembangunan sektor pariwisata. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Untuk pengembangan pariwisata diperlukan upaya nyata dari Pemerintah Daerah melalui OPD, pengelola kepariwisataan daerah, dunia usaha, dan sumber daya manusia, terutama sumber daya manusia.” ungkapnya dilansir dari <i>MC Agam</i>, Selasa (17/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya menambahkan, seorang pemandu wisata ini nantinya dituntut memiliki kualifikasi yang tinggi, penguasaan terhadap bahasa, serta pengetahuan yang luas. Tidak hanya yang berkaitan dengan kepariwisataan tetapi juga seluk beluk sektor lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita sangat berharap destinasi yang ada di Kabupaten Agam dapat di kunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Untuk itu mari kita ikuti acara ini dengan sungguh-sungguh dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di daerah kita ini,” ajak yosef. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemandu-wisata-alam-di-agam-mendapat-pelatihan/">Pemandu Wisata Alam di Agam Mendapat Pelatihan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/106 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:22:34 by W3 Total Cache
-->