<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#PasaAteh Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pasaateh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pasaateh/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Nov 2017 08:26:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#PasaAteh Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pasaateh/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>​Wapres JK di Pasar Atas, Pedagang Curhat</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bwapres-jk-di-pasar-atas-pedagang-curhat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2017 08:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#JK]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3606</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Sehabis badai, datang pelagi. Habis terbakar, tiba Wapres Jusuf Kalla (JK). Orang nomor dia di Indonesia ini masuk ke area yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwapres-jk-di-pasar-atas-pedagang-curhat/">​Wapres JK di Pasar Atas, Pedagang Curhat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar &#8212; </b>Sehabis badai, datang pelagi. Habis terbakar, tiba Wapres Jusuf Kalla (JK). Orang nomor dia di Indonesia ini masuk ke area yang dilalap si lago merah.<br />
Di Pasar Atas JK bilang pemerintah pusat akan turun tangan. Walikota Ramlan bilang relokasi akan dilakukan dengan baik. Sedang pedagang berharap bisa secepatnya kembali ke Pasar Atas. JK menyebut para ahli dari Unand dan pihak terkait akan meneliti bangunan yang terbakar.</p>
<p>Pada Sabtu (4/11) Wapres datang ke Padang guna meresmikan rumah sakit Unand. Setelah itu, ia meluncur ke Bukittinggi</p>
<p>Pasar Atas terbakar Senin awal pekan ini, lebih 1.000 kios terbakar. Ini kebakaran yang kesekian kali menderita pasar tradisional tersebut.&nbsp;</p>
<p>Pasar Atas terletak di Bukit Kandang Kabau di dekat Jam Gadang. Pasar itu dibangun oleh orang Kurai dan menjadi pasar Agam Tuo, sebuah konsep teritorial adat di wilayah tersebut.&nbsp;</p>
<p><b>Pesan Wapres</b></p>
<p>JK dan Ny. Mufidah Kalla menyampaikan dukacita yang dalam atas musibah tersebut Ia berharap korban kebakaran tabah serta kembali bangkit.</p>
<p>&nbsp;JK memastikan pembangunan kembali Pasar Atas dengan &nbsp;APBN, APBD &nbsp;Sumbar, APBD &nbsp;Bukittinggi dan support lainnya.</p>
<p>JK memastikan tidak akan ada pola kerjasama dengan investor, karena itu hanya akan memberatkan korban kebakaran untuk membelinya.</p>
<p>Penataan pasar yang baru harus memperhatikan estetika, fungsi, kenyamanan, keamanan. Dipertimbangkan untuk adanya lahan parkir di basement.</p>
<p>Semua langkah itu akan dikerjakan secara cepat oleh Pemko , Pemprov dan &nbsp;didukung pemerintah pusat mengingat kebutuhan vital masyarakat denham terlebih dahulu membangun pasar penampungan sementara yang layak.</p>
<p>JK minta pemerintah agar mendengarkan masukan dari &nbsp;pedagang yg menjadi korban kebakaran.<b> (laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwapres-jk-di-pasar-atas-pedagang-curhat/">​Wapres JK di Pasar Atas, Pedagang Curhat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Jika tak Pandai, Pasar Atas Bisa tak Selesai</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bjika-tak-pandai-pasar-atas-bisa-tak-selesai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2017 09:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3565</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG, PROKABAR &#8212; Pasar Atas Bukittinggi terbakar senin lalu. Masalah sekarang bagaimana relokasi pedagang dan kapan pasar itu dibangun kembali. Rapat Kamis (02/11) di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bjika-tak-pandai-pasar-atas-bisa-tak-selesai/">​Jika tak Pandai, Pasar Atas Bisa tak Selesai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>PADANG, PROKABAR &#8212;</b> Pasar Atas Bukittinggi terbakar senin lalu. Masalah sekarang bagaimana relokasi pedagang dan kapan pasar itu dibangun kembali.</p>
<p>Rapat Kamis (02/11) di gunernuran dipimpin Gubernur Irwan Prayitno. Tiga kali terbakar pedang bersikeras tetap di bangunan yang terbakar dan jangan diruntuhkan. Kini terbakar lagi, sepertinya bangunan harus diratakan dengan  tanah. Jika lalai menyelesaikannya malah tak selesai-selesai.</p>
<p>Meski mantun semua optimis bisa tuntas. Resume rapat yang diterima prokabar.com sebagai berikut:</p>
<p>Peserta rapat : gubernur, walikota bukittinggi, OPD Sumbar terkait, semen padang, BNI, bank nagari, baznas provinsi</p>
<p><b>Gubernur : </b></p>
<p>1. Pasar ateh sudah yang ke empat terbakar, perlu dievaluasi, apakah bangunan sudah tidak layak.</p>
<p>2. Dari musibah ini pasti ada jalan keluar, dan ada hikmah nya.</p>
<p>3. Baznas Prov dan Kab/ Kota saat ini sudah terkumpul 1 milyar untuk bencana, rencana sampai 1.5 M</p>
<p>4. Pikirkan bersama &#8220;mampasamoan&#8221; untuk membangun kembali pasar ateh</p>
<p>5. Buat sebuah lembaga untuk dan membuat rekening guna  menampung sumbangan, agar segera bisa dipergunakan, kalau atas nama pemda maka proses nya panjang dan aturan nya sudah seperti itu, contoh saat bencana 2009, masuk sumbangan 25 M, baru bisa digunakan tahun 2011.</p>
<p>6. Himbau BUMN/D agar bisa membantu</p>
<p><b>Walikota : </b></p>
<p>1. Sumber api di blok C</p>
<p>2. 400 lebih disekeliling pasar ateh</p>
<p>3. Bantuan dari damkar kab/kota sekitar, padam api jam 1 siang</p>
<p>4. Lantai I 50 persen yang terbakar, lantai II 95 persen dan lantai III 100 persen, total toko dan lapak yg terbakar 1.190</p>
<p>4. Sudah dilakukan diundang para pedagang ke kantor balaikota untuk berdialog</p>
<p>5. Saat ini sedang bekerja Memperindah bagian depan pasar ateh</p>
<p>6. Fokus pada penampungan sementara, direncanakan dijalan perintis kemerdekaan, biaya pembangunan sekitar 13 Milyar,</p>
<p>7. Pembangunan pagar pengaman lokasi bekas kebakaran, biaya 288 juta.</p>
<p>8. Dana APBD bukittinggi yang tersedia pada belanja tidak tetap sebesar 1, 8 Milyar, sehingga belum mencukupi kebutuhan penanganan</p>
<p>9. Pasar sudah saya putuskan tidak bisa dipakai lagi dan kemaren sudah dipagar</p>
<p>10. Asuransi sudah dipanggil agar segera dibayarkan kepada pedagang, dan sudah mulai dibayarkan kepada pedagang kemarin.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>1. Semen Padang :  sementara 500 juta</p>
<p>2. BUMN : kebijakan dari kantor pusat dan menunggu surat terlebih dahulu dari gubernur kepada dirut masing-masing</p>
<p>3. Bank nagari : 100 juta</p>
<p>4. 250 juta dari biaya tak terduga dari bakeuda.</p>
<p>5. Koperasi : dana sosial dari dinas koperasi sumbar dan kab/kota</p>
<p>6. Dinas perindag : pembangunan dapat prioritas karena bencana,  tahun 2018 bisa, dengan catatan segera proposal diserahkan ke kemendag. <b>(eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bjika-tak-pandai-pasar-atas-bisa-tak-selesai/">​Jika tak Pandai, Pasar Atas Bisa tak Selesai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Waduh, Jantung Wisata Itu yang Terbakar</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bwaduh-jantung-wisata-itu-yang-terbakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2017 00:17:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#NasiKapau]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Kebakaran Pasar Atas Bukittinggi, Senin (30/10) merupakan pukulan bagi dunia wisata. Pasar Atas atau Pasar Ateh Bukittinggi, Berusia Hampir 200 Tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwaduh-jantung-wisata-itu-yang-terbakar/">​Waduh, Jantung Wisata Itu yang Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Kebakaran Pasar Atas Bukittinggi, Senin (30/10) merupakan pukulan bagi dunia wisata.</b></p>
<p>Pasar Atas atau Pasar Ateh Bukittinggi, Berusia Hampir 200 Tahun Inilah pusat bordir terbesar di provinsi Sumbar. Pasar yang dijaga oleh Jam Gadang tersebut, dikawal Istana BungHatta yang oleh lidah rakyat disebut gedung Tri Arga, tiga gunung. Datanglah ke sana, Anda akan disambut riuhnya amai-amai (ibu-ibu) pedagang, yang dengan santun memanggil Anda dengan “menantu”, sapaan akrab orang Bukittinggi untuk tamu yang singgah ke kedai mereka. Pasa Atas sekaligus adalah pusat canda ria, keteguhan dan lambang Agam Tuo, kawasan inti Kabupaten Agam yang melingkari Bukittinggi.</p>
<p>Di Pasar Atas terdapat 973 toko, sebanyak 204 petak toko berada di lantai dua yang didominasi pedagang bordiran dan tukang jahit, sebagian besar mereka berasal dari Ampek Koto, Agam. Selain itu juga ada lapak pada hari pakan sekitar 610, namun pada hari biasa sekitar 497 lapak. Juga ada pedagang lapangan 265 pedagang.</p>
<p>Di Minangkabau dikenal hari pakan atau hari balai, yaitu hari saat pasar dikunjungi. Bukittinggi hari pakannya Sabtu dan Rabu, namun kini, tidak ada bedanya, karena setiap hari ramai. Apalagi banyak pelancong yang datang. Miliran rupiah transaksi terjadi setiap hari di pasar ini dengan pengunjung yang beragam. Jika hari libur, maka Pasar Atas susah didekati dengan kendaraan. Parkirnya amat susah. Apalagi makin hari, kian banyak saja PKL yang nekat berdagang di kawasan terlarang.</p>
<p>Jika Anda masuk maka pertama-tama yang menyambut tak lain Jam Gadang, sebuah patok titik nol kilometer Bukittinggi yang dibangun 1926. Melangkah menyeberangi jalan, langsung disambut rumah makan Simpang Raya. Selain sambalnya yang enak, di sini ada kuliner ampiang dadiah, susu kerbau yang dikentalkan dicampur emping dan tengguli, enaknya bukan buatan. Tentu saja non kolesterol. Deretan kios-kios kecil memajang, di sisinya hingga ke Pasar Seni, merupakan tempat berjualan pernak-pernik apa saja, terbanyak kaos dengan berbagai kata tentang Bukittinggi.</p>
<p>Toko-tokonya di lantai satu, menjual aneka pakaian dan bordiran khas Minang. Apalagi di lantai dua. Order bukan saja dari seluruh penjuru Sumatera Barat, tapi juga dari provinsi tetangga, Jakarta dan Malaysia. Jika turis Malaysia dalam dua tahun belakangan datang membawa koper kosong ke Bandung, hal serupa sudah terjadi puluhan tahun di Bukittinggi. Di sini harga bordiran, pakaian tradisional wanita Minang, mukenah, jilbab dan entah apalagi, murah meriah. Semua jualan itu disiapkan di Bukittinggi dan nagari-nagari sekitarnya, tapi jangan cemas dulu kebutuhan modern Anda juga tersedia di sini.</p>
<p>Jejeran patung dengan kain aneka warna menjadi konfigurasi indah di pasar ini. Sulaman yang indah pada kain akan menggoda siapa saja yang mampir. Lebih menggoda lagi rayuan para penjual. Sulaman itu dibuat gadis-gadis Bukittinggi dan sekitarnya. Hampir tiap rumah ada mesin bordir dan mesin jahit. Jika listrik PLN mati, maka terlihatlah gadis-gadis itu keluar rumah melepas lelah.</p>
<p>Harganya tentu bervariasi, mulai dari Rp 250.000-700.000, bahkan jutaan, tergantung banyak sulaman dan jenis bahan. Selain kain sulam, Anda juga bisa melihat jejeran kain songket yang dipajang di etalase toko. Songket ini juga lain pula indahnya.</p>
<p>Pasa Atas adalah etalase Bukittinggi, seperti juga Pasar Bawah dan Pasar Aur Kuniang. Yang disebut terakhir merupakan pusat pasar konveksi terbesar di Sumatera, punya jalinan khusus dengan Tanah Abang, Jakarta. Tak hanya Aur Kuniang, tapi juga Pasar Atas Bukittinggi dan Tanah Abang, ibarat dua tangan.</p>
<p><b>Sejarah Pasa Atas</b></p>
<p>Pasa Atas merupakan pasar rang Kurai, satu suku di Bukittinggi. Bukittinggi sampai sekarang disebut Koto Rang Agam (Kota Orang Agam). Agam merupakan sebuah kabupaten. Dulu, nenek moyang Agam Tuo, telah membagi produksi tiap nagari, sekarang disebut one village one product. Sebagai contoh, nasi yang enak sampai ke bulan itu, tak lain nasi kapau, dipercayakan pada warga Nagari (desa) Kapau.</p>
<p>Di atas sudah disinggung juga tentang sanjai, yaitu keripik ubi. Itu dibuat awalnya oleh orang Nagari Sanjai, bukan yang lain. Baju atau pakaian dipecayakan pada warga Ampek (IV) Angkek. Pandai perak pada warga di nagari Emil Salim, Koto Gadang, namun tetangganya, Tabek Sarojo kampungnya Irman Gusman dan Tifatul Sembiring, justru pandai emas. Pandai besi untuk orang Sungai Pua dan produsen sayur mayur Banuhampu, namun bibit sayur disediakan oleh warga Pakan Sinayan. Khusus bibit ikan dijual oleh warga Magek dan gula oleh Lawang. Satu sama lain fokus pada produksinya dan semuanya dijual ke Bukittinggi pada Sabtu dan Rabu.</p>
<p>Pasa Atas pada 2012 ini berusia 192 tahun, itu hitungan paling akurat. Sesungguhnya lebih. Sebagaimana jamaknya pasar rakyat, tumbuh dengan sendirinya, namun kemudian disentuh oleh pemerintahan kolonial Belanda.<br />
Terletak di atas tanah pasukuan Rang Kurai Lima Jorong, termasuk Agam Tuo yang yang merupakan satu dari 16 nagari di wilayah itu. Masa itu walaupun Belanda membangun di atas tanah Rang Kurai, namun tidak satupun atas nama bangunan atas orang Belanda.</p>
<p>Pasar ini pada zaman Belanda, itulah pasar satu-satunya di Bukittinggi dan dinamai Pasa Bukittinggi dibangun oleh orang Kurai. Terletak di Bukik Kandang Kabau. Seiring waktu, sekitar 1820 di resmi menjadi pasar dengan pedagang yang kian ramai. Pertama-tama yang dibangun adalah los untuk berjualan. Pedagang umumnya amai-amai (kaum wanita) yang menjual berbagai hasil ladang dan sawah. Ada juga yang berjualan barang kelontong dan dagangan lainnya. Belanda menetapkan aturan jika berjualan rempah, maka tidak boleh di tempat lain, kecuali di Pasar Atas.Untuk itu mulailah pedagang dari Sungai Pua, IV Angkek, Maninjau dan lainnya mulai berdatangan Lama-kelamaan pasar menjadi ramai, sebab Bukittinggi saat itu adalah ibukota Padang Darat (Padangche Bovenlanden).</p>
<p>Sekitar  1890 Belanda mulai membuat los pertama, yaitu bangunan tinggi tanpa sekat dengan konstruksi besi. Pada bagian atapnya dan kapnya dibuat melengkung. Sehingga rakyat menamakan los perdana tersebut dengan Los Galuang (gelung).</p>
<p>Sesuai perkembangannya, pembangunan pasar ini terus dilanjutkan oleh pemerintah Belanda. Tanah yang sepincit awalnya untuk pasar ini, kemudian terus diperlebar. Pameo &#8220;Bantuak Balando mintak tanah&#8221; menemukan buktinya. Perkembangan pasar terus berlanjut hingga kemudian dibangun 6 los lainnya. Bentuk dan konstruksinya sama dengan los seperti di pasar -pasar Minangkabau yang ada sekarang.</p>
<p>Pada los yang lebar tersebut pedagang berjualan dengan ketentuan harus rapi dan pada sore hari tidak ada satupun barang-barang yang boleh ditinggalkan. Semua barang dagangan dibawa pulang. Aturan inilah yang kemudian menyebabkan, orang Minang banyak yang terlibat aktivitas, dagang babelok, atau berdagang pindah-pindah dari pasar yang satu ke pasar yang lain menggunakan pedati.</p>
<p>Setelah selesai membangun los, kemudian didirikan kantor polisi, menjaga keamanan pasar. Kerapian dan kedisiplinan pada masa itu sangat menyolok sekali jika dibandingkan dengan pasar pasar sekarang. Garis garis yang ditentukan tempat berdagang selalu dipatuhi pedagang. Entah karena takut dengan pemerintahan Belanda atau karena sadar akan kerapian. Los dipakai hanya untuk beradagang saja. Tidak seperti fungsi los sekarang, pedagang meninggalkan barangnya dengan digembok atau ditutup dengan terpal.</p>
<p>Di depan pasar ada areal terbuka yang dilengkapi dengan bangku-bangku dan payung. Semua teratur dan rapi. Tapi sore sudah harus kosong. Begitu juga untuk sepeda dan gerobak tidak dibenarkan terletak atau berkeliaran di areal pasar. Petugas tidak tebang pilih terhadap pedagang yang melanggar aturan ditindak. Tapi mereka tidak memakai senjata api. Masing-masing los punya fungsi dan kegunaan berbeda. Los nomor 1 dinamakan Los Kasur, di sini pasti hanya ada penjual kasur. Los berikut dinamakan Los Kumango, untuk berdagang aneka barang-barang mulai peniti sampai apa saja. Disebut juga los kelontong.</p>
<p>Selanjutnya ada Los Tembakau. Berikut los kupiah (peci nasional) tempat Bung Hatta selalu memesan peci.Yang menarik ada Los Lambuang (lambung). Untuk apa lagi, kalau menggalas kuliner khas Minang, tentunya juga nasi kapau yang terkenal itu. Lainnya los Los Maninjau, di dalamnya dipakai oleh orang asal Maninjau yang menjual hasil danaunya. Ada juga Los IV Angkat sebab dipakai pedagang asal IV Angkat yang menjual pakaian. Karena itulah kemudian terkenal konveksi IV Angkek. Pasar Bukittinggi berkembang terus dan terbukti untuk Padang Darat, pasar ini paling ramai. Di pasar ini tidak saja dijual barang eceran tapi juga sudah grosir.</p>
<p>Tapi kerapian dan kedisiplinan pedagang di Pasar Bukittinggi ini terenggut dengan kejadian Perang Dunia II. Pasar berubah sebagai tempat penampungan pengungsi. Tidak hanya los tapi gerbong kereta api dipenuhi manusia.</p>
<p>Sebab dengan kalahnya Belanda, tentara Jepang terlalu banyak datang ke Bukittinggi. Lantas mulai muncul bangunan bangunan darurat. Sebab selain penampungan tempat tinggal, jumlah pedagang bertambah pula. Di samping pedagang yang sudah menggalas sebelumnya, juga bermunculan pedagang alamiah dari berbagai daerah.</p>
<p>Di zaman pergolakan tujuh los yang ada mulai beranak cucu di lokasi yang tak luas itu. Muncullah los-los tambahan. Los pun disekat-sekat, jadilah toko. Dulu mobil pompa (pemadam kebakaran) atau kereta sampah bisa melewati lorong-lorong dalam pasar, namun pada masa itu tidak bisa lagi. Sepeda saja susah.</p>
<p>Pada 1969 oleh pemerintah kota bersama dengan DPRDGR berencana menertibkan kembali kondisi pasar. Maka ditetapkan pemakaian los hanya untuk berkedai saja. Untuk pemakaian gudang maupun tempat tinggal tidak dibenarkan lagi. Lapangan terbuka boleh untuk berdagang tapi diberi garis batas. Demi menjaga kebersihan pada pagi dan sore petuas sampah bekerja hilir mudik. Bangunan baru tidak boleh ada, sementara bangunan lama ditinjau kembali keberadaannya.</p>
<p>Tapi kerja keras menertibkan pasar di jantung kota itu tidak tuntas hingga akhirnya pada 1970 terjadi kebakaran. Musibah itu terulang lagi setahun kemudian. Namun cerita pilu kembali terulang 1 hingga 2 Februari 1972 terjadi kebakaran hebat. Api diketahui berasal dari Los Kasur dan secepat kilat merambat ke los lainnya. Semua petugasdan mobil pemadam dikerahkan.Masyarakat dan pedagang cemas dan panik, barang dagangan musnah seketika. Kejadian ini membuat langit memerah.</p>
<p>Peristiwa besar ini juga menjadi perhatian utama pemerintah provinsi dan pusat, sebab pasar ini sudah menjadi sentra perdagangan terbesar pada masa itu. Hingga pukul 06.00 WIB esoknya baru api bisa dipadamkan.</p>
<p>Menurut datanya, akibat kebakaran tersebut telah memusnahkan 6 los besar, 20 los kecil yang terdiri dari 684 petak kedai dalam areal pasar, 162 petak kedai, satu kantor pos, mushalla, WC dan kantor keamanan pasar. Barang barang dagangan tidak banyak yang dapat diselamatkan. Bahkan tercatat kerugian pada masa itu Rp589.350.000,-</p>
<p>Pada masa itu situasi dikatakan darurat hingga kemudian ada penampungan untuk pedagang, bahkan dari sini munculah pengumuman untuk menempati tempat &#8211; tempat yang ditunjuk oleh pemerintah untuk berdagang darurat. Tapi kelak berkembang menjadi tempat berdagang permanen.</p>
<p>Pasar Ateh tidak bisa berdiri sendiri, tapi berkait berkulindan dengan benteng Fort de Kock dan Kebun Bunga atau Kebun Binatang di sisinya. Benteng itu dibangun pada 1825 oleh  Kepala Opsir Militer Belanda untuk Dataran Tinggi Agam, Kapten Bauer. Lokasi benteng berada di puncak sekitar –300 meter utara Pasar Atas.</p>
<p>Fort de Kock diambil dari nama Komandan Militer dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron Hendrik Markus de Kock. Bukik Jirek satu dari 72 bukit yang ada di Bukittinggi.</p>
<p>Kini Pasar yang menyimpan sejarah itu kembali membara, pedagang merana. Dari data disebutkan kerugian mencapai Rp 1,5 T. Denyut Bukittinggi sementara melemah, tapi pedagang sudah tahan banting, sebentar lagi, mereka kembali berjual beli. <b>(lag/eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bwaduh-jantung-wisata-itu-yang-terbakar/">​Waduh, Jantung Wisata Itu yang Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Kisah Sehelai Hijab di Pasar Atas</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bkisah-sehelai-hijab-di-pasar-atas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 14:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3541</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212; Sehelai hijab yang dijual di Pasar Atas Bukittinggi, punya kisah yang panjang. Kisah itu akan tetap ada meski lebih 1.000 kios...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bkisah-sehelai-hijab-di-pasar-atas/">​Kisah Sehelai Hijab di Pasar Atas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212;</b> Sehelai hijab yang dijual di Pasar Atas Bukittinggi, punya kisah yang panjang. Kisah itu akan tetap ada meski lebih 1.000 kios di pasar itu terbakar, Senin (30/10).<br />
Seorang wanita bekerja membuat sehelai jilbab di rumahnya, atas suruhan seorang pedagang. Hal ini terjadi di semua desa di sekitar kota itu. Ia diberi kain dan motif. Dikerjakan dengan mesin jahit siang atau malam. Sekali sepekan diserahkan pada bos.</p>
<p>Bos menjualnya ke Pasar Atas dan tempat lain. Dibeli konsumen dan dipakai kemudian dibawa kemana-mana.</p>
<p>Ada yang dikirim ke Tanah Abang Jakarta dan sebaliknya Tanah Abang yang kirim.</p>
<p>Tak hanya jilbab atau hijab tapi juga semua jenis pakaian wanita dan baju koko untuk pria diproduksi dan dijual di Pasar Atas.</p>
<p>Kini sebagian produksi itu akan terhenti, ekonomipun berhenti. Kelalaian berdampak pada ekonomi warga. Lantas kapan akan pulih? Sementara itu pedagang akan berjualan di lokasi darurat. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bkisah-sehelai-hijab-di-pasar-atas/">​Kisah Sehelai Hijab di Pasar Atas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Bahu-membahu di Pasar Atas Saat Kebakaran</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bbahu-membahu-di-pasar-atas-saat-kebakaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 07:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bikittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Pagi masih dingin di Bukittinggi, Senin (30/10). Api masih manyala dan raungan sirene mobil pemadam sambung-bersambung. Saat itulah warga dan pedagang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbahu-membahu-di-pasar-atas-saat-kebakaran/">​Bahu-membahu di Pasar Atas Saat Kebakaran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar &#8212;</b> Pagi masih dingin di Bukittinggi, Senin (30/10). Api masih manyala dan raungan sirene mobil pemadam sambung-bersambung. Saat itulah warga dan pedagang bahu-membahu untuk apa yang bisa diselamatkan.<br />
Pekik histeris, air mata berderai dan doa baik tanpa suara maupun dibaca keras-keras, terdengar dimana-mana. Api terus bergelora, asap hitam membubung tinggi, melampaui tingginya Jam Gadang.</p>
<p>Asap hitam itu berbau kain, plastik, juga bau kayu. Di kawasan yang &#8220;aman&#8221; pedagang menumpuk barang-barangnya. Ada kain berbal-bal, pakaian jadi dan perkakas-perkakas lain. Kaum ibu, menunggu lelaki berlari ke arah api mengambil apa yang bisa diselamatkan.</p>
<p>Kabar Pasar Atas Bukittinggi terbakar pukul 6.00 pagi itu tersiar cepat kemana-mana. Netizen memotret mempostingkan dan mengomentari fotonya. Dibagi dikomentari lagi. Sementara itu pedagang Pasar Atas mandi keringat, petugas pemadam hampir dari semua daerah di Sumbar datang ikut memadamkan api.</p>
<p>Seorang ibu pedagang pakaian wanita, terlihat mandi keringat. Ia dan anaknya berlari ke lokasi kebakaran dan kembali membawa barang-barang yang sudah diambil suaminya dari toko agak ke dalam di dekat blok C Pasar Atas.</p>
<p>Blok C merupakan sumber api, belum diketahui dari kios mana.</p>
<p>Prokabar.com yang berada di lokasi kebakaran menyaksikan, hampir semua Pasar Atas ludes. Ribuan pedagang di sana pada Senin selain termagu dan berdoa juga bekerja keras bahu-membahu bersama warga menyelamatkan barang dagangan. Meski begitu banyak yang tak bisa disentuh karena lokasi yang berbahaya.&nbsp;</p>
<p>Sampai siang Pasar Atas sebagian besar sudah jadi puing. Bara membara dan basah sisa air dari mobil pemadam.</p>
<p>Bukittinggi sejak pagi kelelahan juga warganya. <b>(laf)</b></p>
<figure style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0025.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="720" height="540" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0025.jpg" title="" class="size-full wp-image-3509" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0025.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0025-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Bahu-membahu- Inilah suasana kepanikan dan bahu-membahu di Pasar Atas Bukittinggi saat kebakaran Senin (30/10) Foto : FB Ramdalel</figcaption></figure>
<figure style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0026.jpg"><img decoding="async" width="720" height="540" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0026.jpg" title="" class="size-full wp-image-3511" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0026.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0026-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Bahu-membahu- Inilah suasana kepanikan dan bahu-membahu di Pasar Atas Bukittinggi saat kebakaran Senin (30/10) Foto : FB Ramdalel</figcaption></figure>
<figure style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0027.jpg"><img decoding="async" width="720" height="960" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0027.jpg" title="" class="size-full wp-image-3512" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0027.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0027-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Bahu-membahu- Inilah suasana kepanikan dan bahu-membahu di Pasar Atas Bukittinggi saat kebakaran Senin (30/10) Foto : FB Ramdalel</figcaption></figure>
<figure style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0028.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="540" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0028.jpg" title="" class="size-full wp-image-3513" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0028.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0028-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Bahu-membahu- Inilah suasana kepanikan dan bahu-membahu di Pasar Atas Bukittinggi saat kebakaran Senin (30/10) Foto : FB Ramdalel</figcaption></figure>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbahu-membahu-di-pasar-atas-saat-kebakaran/">​Bahu-membahu di Pasar Atas Saat Kebakaran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Data Sementara : 700 Petak Toko di Pasar Ateh Terbakar</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bdata-sementara-700-petak-toko-di-pasar-ateh-terbakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 05:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Kebakaran di Pasar Ateh Bukittinggi mengakibatkan sedikitnya 700 petak toko dan kios hangus terbakar. Kios dan toko tersebut berlokasi di blok...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdata-sementara-700-petak-toko-di-pasar-ateh-terbakar/">​Data Sementara : 700 Petak Toko di Pasar Ateh Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar &#8212; </b>Kebakaran di Pasar Ateh Bukittinggi mengakibatkan sedikitnya 700 petak toko dan kios hangus terbakar. Kios dan toko tersebut berlokasi di blok A, B dan C. Toko yang terbakar rata rata berada di lantai 2 pasar tersebut. Sementara total kerugian mencapai Rp. 5 M.<br />
Api diketahui membesar sejak pukul 06.00, hingga siang ini asap masih mengepul. Namun secara umum kondisi sudah bisa diatasi oleh putugas dari Damkar Kota Bukittinggi dan bantuan dari kabupaten/kota tetangga.</p>
<p>Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran. Petugas masih melakukan normalisasi situasi di kawasan wisata ini.&nbsp;</p>
<p>Dari informasi yang dikumpulkan prokabar.com tidak ada korban jiwa dalam peristiwa.</p>
<p>Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memimpin langsung proses pemadaman api di lokasi. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdata-sementara-700-petak-toko-di-pasar-ateh-terbakar/">​Data Sementara : 700 Petak Toko di Pasar Ateh Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Ondeh Biyai Pasa Ateh&#8230;&#8230;</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bondeh-biyai-pasa-ateh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 05:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi Prokabar &#8212; Petaka itu tiba Senin (30/10) pagi. Seribu kios jadi abu. Warga di sekitar kota itu kaget bukan main. &#8220;Ondeh biyai lah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bondeh-biyai-pasa-ateh/">​Ondeh Biyai Pasa Ateh&#8230;&#8230;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi Prokabar &#8212; </b>Petaka itu tiba Senin (30/10) pagi. Seribu kios jadi abu. Warga di sekitar kota itu kaget bukan main.</p>
<p>&#8220;Ondeh biyai lah tabaka pulo Pasa Ateh, minantu den lai ndak baa ko lah kios no,&#8221; kata seorang ibu di Ampek Angkek. Maksudnya pasar sudah terbakar semoga milik menantunya aman.</p>
<p>&#8220;Apo tabaka? Bilo tabaka?</p>
<p>&#8220;Cako pagi, ibo wak&#8221;</p>
<p>Percakapan model ini terjadi hampir di semua nagari di sekitar Bukittinggi.</p>
<p>Pasar Ateh itu merupakan pasar bagi produk lokal dari daerah sekitar. Apa saja itu? Kapau, Sanjai, Bukit Apin, Gaduik, Padang Lua, Banuhampu, Pakan Sinayan,Koto Tuo, Tabek Sarojo, Koto Gadang, Balingka, Lawang, Matua, Tilatang Kamang, Pinang Balirik, Canduang dan lainnya. Setiap desa datang dengan produk khasnya sendiri-sendiri. Brand paling kuat datang dari Nagari Kapau dan Sanjai.</p>
<p>Makanya kalau Pasar Atas terbakar atai pasar manapun di  Bukittinggi yang menangis tak hanya orang kota itu tapi lebih-lebih warga sekitar. <b>(laf)</b></p>
<p>Inilah Pasar Atas yang terbakar pada Senin (10/30). Ribuan orang memotret dengan kamera HP dan disebar, sebagian di antaranya seperti ini. <strong>(Foto netizen)</strong></p>

<a href='https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/img-20171030-wa0004-jpg/'><img loading="lazy" decoding="async" width="150" height="150" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>
<a href='https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/img-20171030-wa0003-jpg/'><img loading="lazy" decoding="async" width="150" height="150" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>
<a href='https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/img-20171030-wa0002-jpg/'><img loading="lazy" decoding="async" width="150" height="150" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>
<a href='https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/img-20171030-wa0001-jpg/'><img loading="lazy" decoding="async" width="150" height="150" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>

<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bondeh-biyai-pasa-ateh/">​Ondeh Biyai Pasa Ateh&#8230;&#8230;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Ini Peran Pasar Atas Bagi Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bini-peran-pasar-atas-bagi-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 04:33:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3495</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212; Pasar Atas Bukittinggi yang terbakar Senin (30/10) pagi, merupakan pasar paling penting di Sumatera Barat. Pasar ini terletak di Bukit Kandang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bini-peran-pasar-atas-bagi-sumatera-barat/">​Ini Peran Pasar Atas Bagi Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212; </b>Pasar Atas Bukittinggi yang terbakar Senin (30/10) pagi, merupakan pasar paling penting di Sumatera Barat.<br />
Pasar ini terletak di Bukit Kandang Kabau satu dari 72 bukit di Bukittinggi. Di depannya ada Jam Gadang yang dibangun 1927 yang merupakan titik nol kota itu. Di sebelahnya ada Istana Negara Triarga yang kemudian dinamai Istana Bung Hatta.</p>
<p>Pasar Atas, ditemani Pasar Bawah yang dihubungkan jembatan penyebarangan pertama di Indonesia. Jembatan ini dinamai Jembatan Gantuang.</p>
<p>Dekat dari sana ada Pasar Banto dua hari lalu juga terkabar meski hanya kecil. Di kota ini juga ada Pasar Aur Kuning, pusat konveksi terbesar di Sumatera.</p>
<p>Pasar Atas dibangun pertama kali oleh rakyat bukan oleh pemerintah, namanya pasar serikat. Yang membangun rakyat dari nagari-nagari sekitar kota itu. Pasar serikat juga ada di Padang Panjang dan Batusangkar.</p>
<p>Tak jauh dari Pasar Atas persisnya antara Pasar Atas dan Pasar Bawah ada Pasar Lereng, tempat kuliner Nasi Kapau dijual.&nbsp;</p>
<p>Pasar Atas sudah sempit, berbanding terbalik dengan kemajuan wisata. Tiap hari wisatawan enjoy di sana membeli buah tangan dan menikmati kuliner.</p>
<p>Kini pasar itulah terbakar. <b>(Eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bini-peran-pasar-atas-bagi-sumatera-barat/">​Ini Peran Pasar Atas Bagi Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Pasar Atas Berkali-kali Dilalap si Jago Merah, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bpasar-atas-berkali-kali-dilalap-si-jago-merah-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 04:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3492</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212; ADUH Pasar Atas Bukittinggi terbakar lagi. Berkali-kali hal serupa terjadi. Ada apa sih? Api selalu mulai berkobar pada kios bagian dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bpasar-atas-berkali-kali-dilalap-si-jago-merah-ini-sebabnya/">​Pasar Atas Berkali-kali Dilalap si Jago Merah, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8212; </b>ADUH Pasar Atas Bukittinggi terbakar lagi. Berkali-kali hal serupa terjadi. Ada apa sih?<br />
Api selalu mulai berkobar pada kios bagian dalam dan sulit dipadamkan. Pada kebakaran besar terakhir 1997, sudah diputuskan untuk membongkar habis pasar itu, tapi pedagang menolak.</p>
<p>Kebakaran pernah terjadi Agustus 1995, &nbsp;November 1997 dan sekarang 2017. Di sini ada 1.000 petak toko dan ratusan lapak.</p>
<p>Pasar ini merupakan objek wisata belanja yang sedang dalam proses vote. Vote untuk &nbsp;pusat belanja terbaik oleh Kemenpar yang bekerja sama dengan situs jalan2.com.&nbsp;</p>
<p>Ribuan pedagang sejak pukul 06.00 WIB Senin (30/10) saat api mulai berkobar sudah memenuhi kawasan sekitar pasa itu. Mereka mengevakuasi barang-barang mereka. Peristiwa ini membuat wisatawan tertegun dan membuat beberapa jadwal mereka dikoreksi.&nbsp;</p>
<p>Sampai siang ini api masih menyala. Demikian&nbsp;<a href="http://prokabar.com">prokabar.com&nbsp;</a>dari Bukittinggi <b>(eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bpasar-atas-berkali-kali-dilalap-si-jago-merah-ini-sebabnya/">​Pasar Atas Berkali-kali Dilalap si Jago Merah, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Damkar Kesulitan Padamkan Api di Pasar Ateh</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bdamkar-kesulitan-padamkan-api-di-pasar-ateh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 01:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[bukittinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/%e2%80%8bdamkar-kesulitan-padamkan-api-di-pasar-ateh/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8212; Hingga pukul 08.30 pagi, api yang membakar Pasar Ateh, Bukittinggi belum bisa dipadamkan. Api membakar habis hampir seluruh toko di pasar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdamkar-kesulitan-padamkan-api-di-pasar-ateh/">​Damkar Kesulitan Padamkan Api di Pasar Ateh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar &#8212;</b> Hingga pukul 08.30 pagi, api yang membakar Pasar Ateh, Bukittinggi belum bisa dipadamkan. Api membakar habis hampir seluruh toko di pasar depan jam gadang tersebut.<br />
Petugas Damkar Kota Bukittinggi kesulitan memadamkan api. Bahkan armada dari Kabupaten dan Kota tetangga juga diturunkan untuk membantu memadamkan api.</p>
<p>Dari pantauan Prokabar.com, puluhan unit toko dan kios ludes dimamah api. Rata rata toko tersebut menjual tekstil, souvenir dan makanan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini.</p>
<p>Pasar ateh merupakan salah satu ikon Kota Wisata Bukittinggi. Saat ini pasar ateh merupakan salah satu nominator dalam Anugrah Pesona Indonesia yang digagas oleh Kementrian Pariwisata dan ayojalanjalan.com<b> (laf)</b></p>
<p>Baca Juga : <a href="https://prokabar.com/%E2%80%8Bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/">Breaking News : Pasar Ateh Bukittinggi Terbakar</a></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bdamkar-kesulitan-padamkan-api-di-pasar-ateh/">​Damkar Kesulitan Padamkan Api di Pasar Ateh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Breaking News : Pasar Ateh Bukittinggi Terbakar</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 01:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittiggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#PasaAteh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukitinggi, Prokabar &#8212; Senin (30/10) pagi, Bukittinggi buncah, Pasar Ateh yang menjadi sentra perdagangan terbakar. Api tiba tiba membesar dari aeah dalam pasar, belum...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/">​Breaking News : Pasar Ateh Bukittinggi Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukitinggi, Prokabar &#8212;</b> Senin (30/10) pagi, Bukittinggi buncah, Pasar Ateh yang menjadi sentra perdagangan terbakar. Api tiba tiba membesar dari aeah dalam pasar, belum dikerahui penyebab kebakaran.<br />
Sejumlah pedagang terlihat panik, menyelamatkan barang dagangannya. Pasar ini kebanyakan toko dan kios menjual tekstil, barang yang mudah di lalap api.</p>
<p>Hingga saat ini belum diketahui jumlah toko yang terbakar. Petugas masih bersitungkin memadamkan api yang terus membesar.</p>
<p><iframe loading="lazy" class="my-youtube-video" title="Kebakaran di Pasa Ateh Bukittingi" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/t1vwyhlHWsg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe><br />
Pasar ateh merupakan salah satu ikon Kota Wisata Bukittinggi. Saat ini pasar ateh merupakan salah satu nominator dalam Anugrah Pesona Indonesia yang digagas oleh Kementrian Pariwisata dan ayojalanjalan.com<b> (laf)</b></p>
<p><strong>Foto dan Video oleh Dodi Esvandi</strong></p>
<p class="post-title entry-title left"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://prokabar.com/%E2%80%8Bdamkar-kesulitan-padamkan-api-di-pasar-ateh/">Damkar Kesulitan Padamkan Api di Pasar Ateh</a></p>
<p><b><br />
</b></p>
<figure style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3474" title="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001.jpg" alt="" width="480" height="853" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001-169x300.jpg 169w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0001-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi</figcaption></figure>
<figure style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3475" title="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002.jpg" alt="" width="480" height="640" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0002-225x300.jpg 225w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi</figcaption></figure>
<figure style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3476" title="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003.jpg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0003-1024x576.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi</figcaption></figure>
<figure style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3477" title="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004.jpg" alt="" width="480" height="853" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004.jpg 720w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004-169x300.jpg 169w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20171030-WA0004-576x1024.jpg 576w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi</figcaption></figure>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bbreaking-news-pasar-ateh-bukittinggi-terbakar/">​Breaking News : Pasar Ateh Bukittinggi Terbakar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/193 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.021 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:15:17 by W3 Total Cache
-->