<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pariangan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pariangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pariangan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Jun 2023 14:31:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pariangan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pariangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kampung Padi Salibu Tujuan Peserta Penas Tani ke-XVI</title>
		<link>https://prokabar.com/kampung-padi-salibu-tujuan-peserta-penas-tani-ke-xvi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 14:31:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#padislibu]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#penastani2023]]></category>
		<category><![CDATA[#tabek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Peserta Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI atau Penas Tani mengunjungi Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kampung-padi-salibu-tujuan-peserta-penas-tani-ke-xvi/">Kampung Padi Salibu Tujuan Peserta Penas Tani ke-XVI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Peserta Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI atau Penas Tani mengunjungi Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar pada Senin, (12/6/2023) kemarin.</p>
<p>Nagari Tabek merupakan salah satu tujuan peserta Penas Tani yang merupakan daerah asal teknologi padi salibu.</p>
<p>Rombongan disambut Sekretaris Daerah Tanah Datar Iqbal Ramadi Payana M. Si mewakili Bupati Tanah Datar dan dilanjutkan makan bajamba.</p>
<p>Pada kesempatan itu Sekda Iqbal menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Sumatera Barat yang telah memilih Tanah Datar menjadi salah satu daerah yang dikunjungi peserta Penas Tani.</p>
<p>Sekda juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta Penas Tani.</p>
<p>&#8220;Selamat datang di Nagari Tabek Kabupaten Tanah Datar, tempat yang saat ini kita berada merupakan tempat asal mulanya padi salibu,&#8221; kata Sekda Iqbal.</p>
<p>Sekda mengatakan, padi salibu merupakan sebuah inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.</p>
<p>Padi salibu merupakan pemangkasan rumpun padi setelah panen, dengan sisa pemangkasan lima sentimeter dari permukaan tanah untuk menghasilkan tunas padi yang lebih banyak dari rumpun lamanya.</p>
<p>Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan teknologi padi salibu diantaranya, hemat tenaga kerja, hemat waktu, hemat biaya pengolahan lahan, dan meningkatkan Indek panen mencapai dua hingga tiga kali dalam setahun.</p>
<p>Sekda juga mengatakan, selain dikenal dengan kampung padi salibu, di Nagari Tabek juga terdapat cagar budaya yang berusia ratusan tahun yaitu nya Balairung Sari.</p>
<p>Balairung Sari dahulunya menjadi tempat musyawarah bagi masyarakat Minangkabau. Bangunan tersebut memiliki 17 ruang, yang di dirikan oleh arsitek Rumah Gadang Dt. Tantedjo Gurhano.</p>
<p>Diakhir sambutannya, Sekda mengajak kepada peserta Penas Tani untuk mengunjungi destinasi wisata di Tanah Datar usai peninjauan objek padi salibu tersebut.</p>
<p>Selain Balairung Sari di Nagari Tabek, juga ada Nagari Tuo Pariangan yang dinobatkan desa terindah dunia oleh majalah travel budget di Amerika.</p>
<p>&#8220;Begitupun Istano basa Pagaruyung yang merupakan destinasi unggulan di Tanah Datar. Belum lengkap rasanya ke Sumatera Barat jika belum berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanah Datar Roni Wijaya Amin mengatakan, peserta Penas Tani ke-XVI terdiri dari berbagai kelompok.</p>
<p>Kelompok pertama dikunjungi peserta dari Negara Asean diantara Malaysia, Filipina, Thailand, dan juga ada dari Jepang.</p>
<p>Selain peserta dari Asean dan Jepang Nagari Tabek juga dikunjungi peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia. <strong>(Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kampung-padi-salibu-tujuan-peserta-penas-tani-ke-xvi/">Kampung Padi Salibu Tujuan Peserta Penas Tani ke-XVI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Orang Terduga Pengedar Dan Pemakai Narkotika Diciduk Polisi</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-orang-terduga-pengedar-dan-pemakai-narkotika-diciduk-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 13:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#polrestanahdatar]]></category>
		<category><![CDATA[#satresnarkoba]]></category>
		<category><![CDATA[#tabek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Datar mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan Narkotika. Ketiganya diamankan di dua lokasi berbeda, selasa (10/1)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-orang-terduga-pengedar-dan-pemakai-narkotika-diciduk-polisi/">Tiga Orang Terduga Pengedar Dan Pemakai Narkotika Diciduk Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Datar mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan Narkotika. Ketiganya diamankan di dua lokasi berbeda, selasa (10/1) kemarin.</p>
<p>Di lokasi pertama, tim mengamankan dua pelaku RW (31) dan YS (36) di rumah milik orang tua terduga pelaku RW tepatnya di Jorong Tanjuang Limau Nagagari Simabur, Pariangan.Dari kedua pelaku petugas menemukan barang bukti enam paket sabu dimana satu paket disimpan didalam topi dan lima Paket disembunyikan dibawah kulkas.</p>
<p>Selain itu petugas juga menyita satu unit timbangan digital serta satu set alat hisap sabu atau Bong.</p>
<p>Di lokasi kedua, petugas mengamankan satu orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan daun ganja kering. BI (40) diciduk dikediaman orang tuanya di Jorong Tabek, NagariTabek, Pariangan,</p>
<p>&#8221; Saat penggekedahan yang saksikan Kepala Jorong dan Ketua FKPM Serta Masyarakat setempat, tim berhasil menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis daun ganja kering dan satu buah kaca pirek yang diduga berisikan sabu,&#8221; tulis Kasat Narkoba AKP Desneri.</p>
<p>Saat ini, ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanah Datar untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>Pelaku RW dan YS disangkakan pasal pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 jo ayat 1, sedangkan pelaku BI disangkakan pasal 114 ayat 1 jo pasal 111 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 Undang- Undang nomot 35 tahun 2009 tentang Narkotika. <strong>(EYM)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-orang-terduga-pengedar-dan-pemakai-narkotika-diciduk-polisi/">Tiga Orang Terduga Pengedar Dan Pemakai Narkotika Diciduk Polisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</title>
		<link>https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 04:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#ampaskopi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Batik Ampas Kopi produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Batik Pariangan, Nagari Pariangan, Tanah Datar menjadi salah satu produk yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/">Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Batik Ampas Kopi produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Batik Pariangan, Nagari Pariangan, Tanah Datar menjadi salah satu produk yang dikunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat kunjungan penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Rabu, (6/7).</p>
<p>Dikatakan Sandi, kerajinan batik dari Ampas Kopi merupakan kekayaan budaya yang sangat ramah lingkungan dan butuh dukungan Pemerintah Daerah untuk terus mengembangkannya.</p>
<p>&#8220;Kepada Pemerintah Daerah melalui dinas terkait diharapkan terobosan mendukung kerajinan ini, salah satu cara dengan menjadikan Batik Ampas Kopi sebagai seragam ASN,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah seorang anggota UMKM Nurlinda Wati bersama Rahmat selepas acara penilaian mengatakan, Batik Ampas Kopi diawali dengan penelitian yang dilakukan Rina Aziz yang juga menjabat Ketua Kadinda Tanah Datar bersama Ketua Ikatan Cendekiawa Pariwisata Indonesia Prof. Azril Azhari.</p>
<p>&#8220;Percobaan membatik sudah dimulai semenjak 2 tahun lalu, berbagai kendala ditemui seperti motif batik tidak bertahan lama, namun berkat berbagai percobaan akhirnya permasalahan itu bisa diatasi,&#8221; kata Nur.</p>
<p>Ditambahkan dia, saat ini UMKM Rumah Batik Pariangan setahun belakangan sudah memproduksi Batik Ampas Kopi dan sudah dipasarkan melalui online ataupun langsung di galeri UMKM di Pariangan.</p>
<p>&#8220;Batik ini mengeluarkan aroma wangi khas kopi yang disukai konsumen, Alhamdulillah penjualan sudah cukup banyak. Dan produk Batik memanfaatkan limbah Ampas kopi ini sudah memiliki Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenhum dan HAM RI,&#8221; tukas Nur.</p>
<p>Ditambahkan Rahmat, bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin melihat langsung proses produksi Batik dari Ampas Kopi bisa datang setiap hari Sabtu dan Minggu.</p>
<p>&#8220;Di galeri UMKM ini, setiap Sabtu dan Minggu kita ada proses produksi, seperti proses mewarnai dan canting batik. Wisatawan bisa melihat langsung di galery ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Tidak itu saja, tambah Rahmat, di UMKM Rumah Batik Pariangan juga memproduksi Batik Tanah Liek.</p>
<p>&#8220;Kita juga memproduksi Batik Tanah Liek, khusus batik ini untuk 1 helai batik kita membutuhkan waktu produksi sampai sebulan bahkan lebih,&#8221; tukasnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/">Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sate Padeh Kuliner Khas Pariangan</title>
		<link>https://prokabar.com/sate-padeh-kuliner-khas-pariangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2022 07:55:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#satepadeh]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104683</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Selain terkenal dengan desanya yang dinobatkan sebagai desa terindah didunia, Nagari Pariangan juga dikenal sebagai asalnya sate ampera di Tanah Datar....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sate-padeh-kuliner-khas-pariangan/">Sate Padeh Kuliner Khas Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Selain terkenal dengan desanya yang dinobatkan sebagai desa terindah didunia, Nagari Pariangan juga dikenal sebagai asalnya sate ampera di Tanah Datar.</p>
<p>Sate ampera merupakan salah satu kuliner khas nagari Pariangan. Sate yang satu ini berbeda dengan rasa sate kebanyakan, dimana sate ini memiliki rasa yang pedas.</p>
<p>Sate ampera atau akrab disebut dengan sate padeh ini, hanya bisa ditemui di Nagari Pariangan dan beberapa hari pasar tradisional, seperti hari Senin di pasar Simabur, Selasa di Pasar Rambatan dan Kamis di Pasar Batusangkar.</p>
<p>Irma, salah seorang penikmat sate padeh mengaku jika rasa sate padeh jauh berbeda rasa sate lainnya. Begitu juga dengan kuah satenya yang bewarna kuning pucat yang seolah olah memiliki rasa dari bumbu tertentu.</p>
<p>Selain itu, daging sate juga terasa lebih renyah dan nikmat saat dicampur dengan kuah sate padeh.</p>
<p>&#8221; kalau sate ini ada ciri khasnya, pedas. Sate ini sangat cocok bagi yang suka makan makanan yang manis manis,&#8221; sampainya saat ditemui ketika mencicipi sate padeh, Sabtu (25/6).</p>
<p>Bagi Irma, sate ini juga sangat cocok disantap dikala cuaca dingin, seperti cuaca di nagari Pariangan yang berada di pinggang gunung marapi. Harga seporsi sate juga cukup terjangkau dan tergantung permintaan dari pada pembeli sate itu sendiri.</p>
<p>&#8221; disini kan dingin, jadi dengan rasa pedas itu sangat cocok untuk disantap. Kalau harga, bisa minta setengah atau penuh,.&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hj. Saimarni, salah seorang pedagang sate padeh mengaku jika sate ini awalnya bernama sate ampera. Namun, karena rasa sate yang pedas, banyak penikmat sate kemudian menyebutnya dengan sate padeh.</p>
<p>Kenapa sate ampera? Karena sate ini menyuguhkan berbagai jenis daging, mulai dari dari daging padat, usus dan lainnya.</p>
<p>&#8221; kalau awalnya itu saya tidak tahu ya, saya sudah mewarisi dari orang tua saya. Sejak saya kecil juga sudah ada sate ampera ini,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Jika anda berkunjung ke Tanah Datar, tidak ada salahnya untuk mencoba atau mencicipi kenikmatan rasa pedas dari sate ini.<strong> (eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sate-padeh-kuliner-khas-pariangan/">Sate Padeh Kuliner Khas Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</title>
		<link>https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 08:46:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#pupuksubsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/">Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan kuota terbatas.</p>
<p>Harga jual pupuk kepada petani yang melambung tinggi, turut menjadi persoalan. Harga tersebut dinilai  tidak lagi terjangkau dengan kantong petani.</p>
<p>Kondisi saat ini, padi petani juga tengah diserang hama siput. Tanaman padi  banyak yang mati karena hama yang menyerang batang dan daun tanaman padi usia muda.</p>
<p>&#8221; kedala petani disini pertama sekali itu pupuk. Ampun membelinya. Harga yang biasanya Rp.7000/kg, kini Rp. 12000/kg. Comtohnya SS dan NPK,&#8221; ucap Daramin, salah seorang petani di Nagari Pariangan.</p>
<p>Daramin tak menampik, akibat kelangkaan pupuk, petani ada yang alih fungsi lahan sawah menjadi ladang. Mereka menanam cabe rawit, karena harga jual yang cukup menggiurkan saat ini.</p>
<p>&#8221; ada juga lahan sawah dijadikan cabe rawit, karena cabe rawit harganya Rp. 50 ribu/kg. Lumayan harganya, kita panen sehari dapat 5 kilo, kita sudah bisa untuk menutupi kebutuhan seminggu,&#8221; tambahnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-keluhkan-kelangkaan-pupuk-dan-harga-yang-tak-terjangkau/">Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/104 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:50:38 by W3 Total Cache
-->