<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Panorama Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/panorama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/panorama/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2018 16:30:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Panorama Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/panorama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panorama Tabek Patah di Sini Angin Menari-nari</title>
		<link>https://prokabar.com/panorama-tabek-patah-di-sini-angin-menari-nari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 16:23:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Panorama]]></category>
		<category><![CDATA[#TabekPatah]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6291</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8212; Daun-daun cemara ditiup angin lintang. Mendesau. Sebuah kopel di puncak tempat siapa saja bisa memandang ke lereng dan lembah. Aduhai!...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/panorama-tabek-patah-di-sini-angin-menari-nari/">Panorama Tabek Patah di Sini Angin Menari-nari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Tanah Datar, Prokabar &#8212; </b>Daun-daun cemara ditiup angin lintang. Mendesau. Sebuah kopel di puncak tempat siapa saja bisa memandang ke lereng dan lembah. <i>Aduhai! </i>Itulah Panorama Tabek Patah.</p>
<p>Panorama tua ini terletak di Nagari Tabek Patah, ibu kecamatan Salimpaung, Tanah Datar, Sumbar. Jauh di bawah arah ke timur terlihat hutan rakyat, sawah dan Nagari Tanjung Alam dan Barulak.</p>
<p>Panorama di ruas jalan Batusangkat-Baso/ Piladang itu, kini bersolek. Sebelumnya, panorama ini sempat mati suri dan ditinggalkan wisatawan karena tak lagi terawat. Kini, panorama terus berbenah, dan pengunjungpun mulai kembali berdatangan guna menikmati keindahan alam Luhak Nan Tuo.<br />
Untuk bisa sampai ke Panorama Tabek Patah ini, hanya berjarak sekitar 20 kilometer atau 30 menit perjalanan dari pusat kabupaten yaitunya, Batusangkar, kota kecil nan nyaman.</p>
<figure style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-6293 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0058634021212.jpg" width="1280" height="720" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0058634021212.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0058634021212-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0058634021212-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0058634021212-1024x576.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-caption-text">Panorama tabek patah.</figcaption></figure>
<p>Untuk bisa menikmati keindahan panorama ini, Anda hanya akan dikenakan karcis masuk Rp5.000 untuk wisatawan domestik dan Rp7.000 untuk wisatawan mancangera. Di lokasi wisata ini, Anda akan mendapatkan kenyamanan engan nuansa alamnya yang masih asri dan alami khas Minangkabau. Di sinilah angin bernyanyi senandung alam nan tiada duanya.<br />
Udaranya yang sejuk, secara otomatis membuat anda betah untuk berlama lama di tempat ini.</p>
<p>Dari sini Anda bakal melihat bentangan alam berupa hamparan sawah, gugusan Bukit Barisan dan Gunung Marapi yang terletak di barat panorama. Tak hanya itu, anda juga dapat melihat Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota dari atas objek wisata ini. Kerenkan!</p>
<p>Guna memanjakan pengunjung, Saat ini, pengelola juga telah menyediakan beberapa insfrastruktur pendukung. Sebut saja, pendopo, spot selfie hingga rumah pohon yang dapat dinikmati secara gratis oleh setiap wisatawan.</p>
<p>Meski demikian, objek wisata ini masih membutuhkan sentuhan tangan tangan kreatif. Terlebih, saat ini persaingan pengelolaan pariwisata di Sumatra Barat kian bersaing ketat. Tak jarang, pengunjung sebuah destinasi wisata kerap mengeluhkan minimnya insfrastruktur, sarana dan prasarana dari sebuah objek wisata tersebut.</p>
<p>“Panorama Tabek Patah sangat indah, namun masih terdapat beberapa kekurangan, seperti tidak adanya wahana permainan, baik bagi anak-anak mapun orang dewasa.</p>
<figure style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6292" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0056-796454936.jpg" width="1280" height="720" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0056-796454936.jpg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0056-796454936-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0056-796454936-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/img-20180510-wa0056-796454936-1024x576.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-caption-text">Panorama tabek patah.</figcaption></figure>
<p>Hendaknya, kekurangan tersebut dilengkapi agar wisatawan tak bosan datang ketempat ini,” ujar Fany salah seorang wisatawan asal Kota Batiah Payakumbuh. <b>(eym)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/panorama-tabek-patah-di-sini-angin-menari-nari/">Panorama Tabek Patah di Sini Angin Menari-nari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Menikmati Panorama Kelok Sembilan di Jalur Mudik Sumbar &#8211; Riau</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bmenikmati-panorama-kelok-sembilan-di-jalur-mudik-sumbar-riau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2017 13:54:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Kelok9]]></category>
		<category><![CDATA[#KelokSembilan]]></category>
		<category><![CDATA[#Panorama]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi &#8211;&#160;Mudik Lebaran sambil menikmati objek wisata alam mungkin sudah lazim di banyak tempat. Tetapi menikmati keindahan arsitektur dan konstruksi rumit di belantara hutan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmenikmati-panorama-kelok-sembilan-di-jalur-mudik-sumbar-riau/">​Menikmati Panorama Kelok Sembilan di Jalur Mudik Sumbar &#8211; Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi &#8211;&nbsp;</b>Mudik Lebaran sambil menikmati objek wisata alam mungkin sudah lazim di banyak tempat. Tetapi menikmati keindahan arsitektur dan konstruksi rumit di belantara hutan dengan keindahan panoramanya belum tentu mudah ditemui.<br />
Dari yang sedikit itu, keindahan Jembatan Kelok Sembilan dengan panorama alam hutan Bukit Barisan mungkin salah satu yang patut disyukuri.</p>
<p>Iya, pemudik yang melewati Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) – Riau, pastinya akan dimanjakan dengan panorama cagar alam dan gunung-gunung, dan tentu saja kontruksi jembatan yang kokoh itu. Pemudik, umumnya dari Pekanbaru dengan tujuan Bukittinggi maupun Padang, bakal langsung disambut keindahan jembatan yang mulai dibangun sejak 2003 dan selesai pada 2013 itu.</p>
<p>Terutama pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. Memakan empat jam perjalanan dari Pekanbaru, Jembatan Kelok Sembilan memang jadi alternatif terbaik untuk transit melepas penat.</p>
<p>Ade (26), warga setempat mengakui, Jembatan Kelok Sembilan jadi tempat perhentian bagi pengguna jalan baik dari Pekanbaru, maupun sebaliknya dari Padang atau Bukittinggi.</p>
<p>Pengguna jalan, hanya berhenti sesaat untuk swafoto, istirahat minum, atau hanya sebatas cuci mata menikmati pemandangan dan menghirup udara sejuk Bukit Barisan.</p>
<p>“Biasanya ramai, apalagi mau Lebaran. Dari Pekanbaru [tujuan Sumbar] ramai sekali,” katanya, minggu lalu.&nbsp;</p>
<p>Dia mengatakan, sejak jembatan layang tersebut dioperasikan untuk umum pada 2013, maka pengguna jalan memanfaatkannya untuk istirahat. Apalagi posisinya juga berada dekat perbatasan Sumbar – Riau, atau bisa dibilang setengah perjalanan bagi pengendara dari Pekanbaru maupun dari Padang.</p>
<p><b>Jalan Berkelok</b></p>
<p>Sebenarnya, nama Kelok Sembilan merujuk jalan berkelok-kelok melewati perbukitan di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.</p>
<p>Jalan itu, jika direntang lurus hanya sepanjang 300 meter dengan lebar jalan 5 meter yang dibangun pemerintah Kolonial Belanda pada 1908-1914 untuk memperlancar transportasi dari Pelabuhan Emma Haven [Teluk Bayur] di barat Sumatra ke wilayah timur.</p>
<p>Namun, seiring berkembangnya waktu, jalan itu tak mampu lagi menampung volume kendaraan yang melewati rute tersebut, sehingga kemacetan tak terelakan. Solusinya, diusulkanlah pembuatan jembatan layang menembus dua bukit yang mengapit jalan tersebut.</p>
<p>Maka pada 2003, dimulai pembangunan Jembatan Kelok Sembilan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (sekarang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dengan konsep green construction atau ramah lingkungan karena berada di wilayah cagar alam. Pembangunan jembatan dengan biaya Rp580 miliar itu dikerjakan dalam kurun waktu 10 tahun.</p>
<p>Jembatan Kelok Sembilan dibagi dalam enam buah jembatan dengan ditambah jalan penghubung sepanjang lebih dari 1,5 kilometer.</p>
<p>Untuk enam jembatan itu, masing-masing memiliki panjang yang berbeda. Jembatan pertama dengan panjang 20 meter, jembatan kedua 230 meter, jembatan ketiga 65 meter, jembatan keempat yang paling panjang 462 meter, jembatan kelima 31 meter, dan jembatan keenam sepanjang 156 meter.</p>
<p><b>Ikon Wisata</b></p>
<p>Jembatan itu memiliki lebar 13,5 meter, sehingga sangat luas bagi kendaraan yang melewatinya. Bahkan, di sisi jembatan juga diberi ruang yang cukup luas, sehingga pengguna jalan bisa parkir kendaraan.</p>
<p>Karena, Jembatan Kelok Sembilan sudah menjadi menjadi lokasi transit dan ikon wisata baru di kawasan itu, maka banyak pula masyarakat yang memanfaatkan momen itu untuk berdagang.</p>
<p>Maka jangan heran, jika Anda melewati jalur itu akan ditemukan banyak pedagang di sisi atas jembatan dari arah Riau. Mereka, menyediakan jagung bakar, es kelapa muda, dan makanan kecil lainnya.</p>
<p>Untuk mudik Lebaran tahun ini, pemerintah menyiapkan salah satu poskonya di kawasan Jembatan Kelok Sembilan. Pokso itu juga disediakan akan berat berupa dump truck, excavator, dan peralatan lainnya mengantisipasi bencana.</p>
<p>“Kami juga sediakan posko siaga di Kelok Sembilan untuk memastikan jalur Padang – Pekanbaru lancar selama mudik Lebaran,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III, Syaiful Anwar saat memantau kesiapan jalur mudik lebaran di Sumbar, minggu lalu.&nbsp;</p>
<p>Pantauan tim BPJN III ke lokasi itu menemukan sepanjang 205 kilometer ruas Padang – Bukittinggi – batas Riau dalam kondisi bagus.</p>
<p>Bahkan, kerusakan jalan akibat banjir dan longsor di Pangkalan awal Maret lalu, yang sempat menyebabkan akses Sumbar – Riau terputus, kini tak tersisa lagi, berganti hamparan aspal yang mulus<b>. (rls)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmenikmati-panorama-kelok-sembilan-di-jalur-mudik-sumbar-riau/">​Menikmati Panorama Kelok Sembilan di Jalur Mudik Sumbar &#8211; Riau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/70 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:11:15 by W3 Total Cache
-->