<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pandaisikek Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pandaisikek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pandaisikek/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Apr 2021 17:43:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pandaisikek Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pandaisikek/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</title>
		<link>https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 17:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pandaisikek]]></category>
		<category><![CDATA[#sandiagauno]]></category>
		<category><![CDATA[#songket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Dalam lawatanya ke Sumatera Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengunjungi Sentra Songket Pandai Sikek di Kecamatan X...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/">Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah</strong> <strong>Datar, Prokabar</strong> &#8211; Dalam lawatanya ke Sumatera Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno mengunjungi Sentra Songket Pandai Sikek di Kecamatan X Koto, Rabu (21/4).</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Sandi Uno menyempatkan untuk bincang-bincang dan mendengar keluhan dan harapan pelaku usaha songket.</p>
<p>Selain itu Sandi Uno juga melihat langsung proses pembuatan kain songket sekaligus mencoba memakai peralatan tenun yang tergolong tradisional itu.</p>
<p>Sandiaga Uno mengatakan songket sebagai sub sektor ekonomi kreatif perlu untuk dikembangkan.</p>
<p>“Kita ingin kembangkan ekonomi kreatif Pandai Sikek bagian dari pola perjalanan agar Tanah Datar bisa menjadi tujuan utama bukan menjadi tujuan alternatif saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, ini yang harus kita bangun melalui adaptasi teknologi, pergerakan iven termasuk juga pengembangan desa wisata dengan harapan pendapatan masyarakat meningkat dan lapangan pekerjaan juga terbuka.</p>
<p>Terkait penurunan omzet penjualan, Menteri Sandi Uno minta pengrajin maupun pedagang untuk bersabar.</p>
<p>“Pesan saya kepada pengrajin tetap sabar, memang pandemi ini ujian buat seluruh dunia,” ungkapnya.</p>
<p>Menteri Sandi juga berharap permasalahan bahan baku, ongkos kirim yang mahal serta kondisi pandemi perlu cari solusinya.</p>
<p>“Di balik kondisi pandemi ini, bagaimana sektor-sektor ekonomi kreatif bisa beradaptasi dengan teknologi, mendapat sentuhan dan dukungan pemerintah, dunia usaha dan pentahelix, peningkatan kualitas produk, peningkatan dari segi efisiensi biayanya serta perlu subsidi ongkos kirim,” ucap Sandi.</p>
<p>Sementara, Wakil Bupati Richi Aprian di kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Parekraf ke sentra tenun Pandai Sikek.</p>
<p>“Terima kasih atas kunjungan ini, kami berharap dengan kehadiran Bapak menteri di sini dapat mensuport kami yang ada di Tanah Datar untuk mengembangkan Tanah Datar menjadi salah satu tujuan utama pariwisata, belum ke Sumatera Barat kalau belum ke Tanah Datar,” ucap Wabup. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sandiaga-uno-sektor-ekonomi-kreatif-harus-beradaptasi-dengan-teknologi/">Sandiaga Uno: Sektor Ekonomi Kreatif Harus Beradaptasi Dengan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akankah Ukiran Pandai Sikek Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman?</title>
		<link>https://prokabar.com/akankah-ukiran-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 13:14:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#pandaisikek]]></category>
		<category><![CDATA[#ukiran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Nagari Pandai Sikek adalah salah satu wilayah penghasil kerajinan ukir di Tanah Datar, Sumatera Barat. Hasil karya seni ukir dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akankah-ukiran-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman/">Akankah Ukiran Pandai Sikek Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Nagari Pandai Sikek adalah salah satu wilayah penghasil kerajinan ukir di Tanah Datar, Sumatera Barat. Hasil karya seni ukir dari tangan pengrajin ukiran Nagari Pandai Sikek saat ini tidak hanya dikenal ditingkat lokal dan domestik, bahkan hasil kerajinan mereka juga sudah sampai ke mancanegara.</p>
<p>Sejak dahulu, pandai sikek memang telah mashur sebagai pusat kerajinan tenun dan ukiran Minangkabau. Hal ini tak lain karena pengrajin ukiran di Nagari itu sangat handal dan terampil serta mampu memperlihatkan bagaimana teknik tingkat tinggi dan rumit disetiap ukiran yang mereka kerjakan sehingga memiliki nilai seni yang tinggi.</p>
<p>Sanggar ukiran Chan Umar salah satunya. Sanggar ini merupakan salah satu usaha kerajinan ukiran kayu tradisional yang terdapat di Pandai Sikek.</p>
<p>Berbagai jenis ukiran kayu dapat ditemukan disanggar itu. Termasuk ukiran yang dipadukan dengan aneka perabot lain seperti tempat tidur, kursi, lemari, bahkan hiasan ukiran yang sering kita jumpai di bangunan-bangunan kantor pemerintahan di Sumatera Barat.</p>
<p>Sanggar ukiran Chan Umar Pandai Sikek, menjadi satu dari sedikit warisan budaya asli Minangkabau yang masih bertahan sampai saat ini. Keanggunan filosofi minangkabau yang dipahatkan pada kayu-kayu surian, selalu menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi sanggar ukiran Chan Umar.</p>
<p>“Pesanan-pesanan seperti interior, kotak-kotak penyimpanan dan souvenir bermotif ukiran minang sangat digemari masyarakat internasional,” ungkap Husnil, salah seorang pengrajin seni ukir itu.</p>
<p>Hasnil, menyampaikan jika motif yang dipahatkan pada kayu kayu tersebut memiliki nama dan makna tersendiri. Sesuai dengan karakteristik adat istiadat di Minangkabau.</p>
<p>“Nama motifnya sangat banyak ragamnya, ada kaluak paku, itiak pulang patang, sikambang manih, aka cino dan lain lain,” ungkapnya.</p>
<p>Husnil juga menyayangkan, kecintaan generasi muda terhadap seni ukir minangkabau merosot seiring dengan perkembangan zaman. Jika dulu banyak ditemukan pengukir di daerah pandai sikek, akan tetapi kondisi saat ini jumlahnya malah jauh berkurang, dan hanya tinggal beberapa orang saja yang masih aktif.</p>
<p>“Faktor regenerasi juga menjadi penyebab banyak hilangnya sanggar-sanggar ukir khas minang ini. Banyak generasi muda yang merantau keluar dari nagari juga menyumbang sudah tidak adanya lagi minat pada seni ukir,” sambungnya.</p>
<p>Pertimbangan ekonomis juga menjadi alasan utama tidak diminatinya seni ukiran saat ini. Lamanya waktu pengerjaan, dinilai relatif tidak seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. Padahal, keterampilan mengukir bagi warga Pandai Sikek diwariskan secara turun temurun.</p>
<p>Kepedulian terhadap pekerja seni ukir saat ini sangatlah diperlukan. Hal ini bertujuan agar eksistensi seni ukiran khas minangkabau, khususnya di Nagari Pandai Sikek tetap bertahan ditengah tengah era globalisasi sekarang ini. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akankah-ukiran-pandai-sikek-bertahan-di-tengah-kemajuan-zaman/">Akankah Ukiran Pandai Sikek Bertahan di Tengah Kemajuan Zaman?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/60 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.188 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 13:38:03 by W3 Total Cache
-->