<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pahlawannasional Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/pahlawannasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/pahlawannasional/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2020 01:21:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#pahlawannasional Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/pahlawannasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karakter Sutan Syahrir Sebagai Contoh Pembelajaran Bagi Penerus Bangsa</title>
		<link>https://prokabar.com/karakter-sutan-syahrir-sebagai-contoh-pembelajaran-bagi-penerus-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 01:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawannasional]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sutansyahrir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Enjeli Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas   Padang, Prokabar — Bertepatan dengan momentum Kelahiran Sutan Syahrir, yaitu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/karakter-sutan-syahrir-sebagai-contoh-pembelajaran-bagi-penerus-bangsa/">Karakter Sutan Syahrir Sebagai Contoh Pembelajaran Bagi Penerus Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><em><strong>Oleh: Enjeli Novita Sari, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas</strong></em></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p1"><span class="s2"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Bertepatan dengan momentum Kelahiran Sutan Syahrir, yaitu pada 5 Maret lalu, yang selalu diperingati dan dikenang perjuangannya, beliau adalah salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar di Indonesia, seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang telah ikut memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Nama lengkapnya Sutan Syahrir, dilahirkan di Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 5 Maret 1909. Beliau adalah pahlawan yang berasal dari keluarga Minangkabau. Salah seorang pejuang yang tidak mengenal kompromi dengan pihak penjajah. Sutan Syahrir adalah salah satu dari tujuh “Bapak Revolusi Indonesia”, beliau sekaligus Perdana Menteri Indonesia pertama.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mengulang kembali, sejarah awal mulanya dibuat kelahiran Sutan Syahrir adalah untuk mengingat dan mengenang bahwa beliau adalah salah satu pejuang yang banyak terlibat dalam memperjuangkan Kemerdekan Indonesia dari penjajahan pada saat itu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Walupun sudah ditetapkan secara resmi sebagai kelahiran Sutan Syahrir, akan tetapi tidak dijadikan sebagai hari libur nasional. Seharusnya dijadikan sebagai hari libur nasional supaya semua orang lebih mengingat akan perjuanganya untuk Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sutan Syahrir ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres Nomor 76 Tahun 1966.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Jangankan untuk mengingat perjuanganya pada saat dulu, hal kecil saja generasi muda tidak lagi mengenal siapa Sutan Syarir, bahkan hari kelahiran beliau pun banyak yang tidak tahu. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mereka telah lupa begitu saja dengan Pahlawannya yang telah berjuang mati-matian untuk melawan penjajahan demi Kemerdekaan Indonesia. Seharusnya apa yang telah diperbuat oleh para pejuang, kita harus mengingat dan berterimakasih atas jasa mereka semua kita bisa terbebas dari penjajahan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Walau begitu, perjuangan beliau sangat besar bagi Indonesia, beliau adalah seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Pada saat Indonesia masih di jajah Belanda, Sutan Syahrir bersama pejuang lainnya sudah aktif berpolitik sejak dari bangku sekolah menengah yang saat itu tergabung dalam Himpunan Pemuda Nasional. Saat duduk di bangku AMS, beliau sudah dicari-cari polisi akibat berbagai aktivitasnya untuk memerdekakan bangsa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Perjuangannya yang lain dalam kemerdekaan Indonesia melalui berbagai macam cara, mulai dari politisi diplomasi. Melalui diplomasi menjadikan ia sebagai orang pertama yang berpidato di PBB. Sutan Syahrir juga pernah mendirikan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Sutan Syarir adalah sosok yang memberikan motivasi dalam pengembangan nilai-nilai keteladanan. Karakternya yang begitu terdidik, berpengaruh baik bagi diri sendiri dan lingkungan, bangsa dan negara , serta memiliki kesadaran untuk berbuat baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Tetapi perjuangan beliau berakhir setelah ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Akan tetapi jasa dan pergorbanan beliau tetap ada sampai kapanpun. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Untuk mengenang sosoknya kita bisa mencontoh karakter-karakter yang dimiliki oleh Sutan Syahrir yang dapat menjadi contoh bagi penerus bangsa:</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">1. <strong>Patriotisme</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Penggambaran nilai patriotisme dalam diri Sutan Syahrir ditunjukan oleh Sutan Syahrir dengan sikapnya yang berani (tegas), bersifat kepemimpinan, mengorbankan jiwa dan raga. Sutan Syahrir melakukan berbagai macam cara untuk tercapainya kemerdekaan Indonesia yang sudah lama dicita-citakan. Nilai patriotisme pada diri Sutan Syahrir dapat diajarkan melalui materi sejarah sehingga memberi pengaruh bagi generasi penerus bangsa untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai patriotisme bagi Bangsa Indonesia kedepannya</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">2. <strong>Cinta Tanah Air</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala macam ancaman dan gangguan. Karakter cinta tanah air yang dimiliki oleh Sutan Syahrir bisa dijadikan pedoman atau contoh bagi penerus bangsa. Oleh karena itu, karakter cinta tanah air harus ditanamkan dalam setiap jiwa penerus bangsa yang akan menjadi tujuan hidup kedepannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">3. <strong>Rela Berkorban</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Rela berkorban merupakan sikap bersedia membantu tanpa mengharapkan imbalan, lebih mendahulukan orang banyak daripada kepentingan pribadi, ikhlas hati untuk memberikan sesuatu yang dimiliki untuk keperluan orang lain, tulus dan pantang menyerah. Sifat Sutan Syahrir yang demikian harus dimilki oleh penerus serta diajarkan kepadanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">4. <strong>Nasionalisme</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Nilai pendidikan karakter pada sikap Sutan Syahrir yang negarawan, anti penjajahan, tidak mau dilecehkan bangsa lain, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. Karakter tersabut sangat penting dimilki oleh generasi penerus bangsa agar mereka memilki kecintaan terhadap para pahlawan bangsa, agar penerus bangsa memiliki ideologi kebangsaan yang kuat, lebih mencintai bangsanya sendiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">5. <strong>Peduli Sosial</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Nilai pendidikan karakter pada Sutan Syahrir dapat dilihat dari sikap beliau yang membantu orang yang tidak mampu, menjadi relawan, ikut dalam berbagai kegiatan sosial, memperhatikan kesusahan dan meringankan beban orang lain. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus memilki sifat seperti Sutan Syahrir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2"><br />
</span>Untuk itu, sebagai masyarakat dan penerus bangsa kita harus menerapkan karakter beliau didalam kehidupan kita sehari-hari. Hendaknya hal itu bisa membuat kita jauh lebih baik lagi dan sebagai penikmat atas perjuangan pahlawan kita terdahulu, sebaiknya kita harus menjaganya agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi. Kalau bukan kita yang menjaga bangsa dan negara ini, lalu siapa lagi. <strong>(***)</strong></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/karakter-sutan-syahrir-sebagai-contoh-pembelajaran-bagi-penerus-bangsa/">Karakter Sutan Syahrir Sebagai Contoh Pembelajaran Bagi Penerus Bangsa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia 17 Nama Pahlawan Nasional Dari Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-17-nama-pahlawan-nasional-dari-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 12:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawanminangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawannasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51047</guid>

					<description><![CDATA[<p>1. Abdul Halim Abdul Halim dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 27 Desember 1911, orang tuanya berasal dari Banuhampu, Agam. Mereka bernama Achmad Sutan Iyus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-17-nama-pahlawan-nasional-dari-sumatera-barat/">Ini Dia 17 Nama Pahlawan Nasional Dari Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">1. <strong>Abdul Halim</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Abdul Halim dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 27 Desember 1911, orang tuanya berasal dari Banuhampu, Agam. Mereka bernama Achmad Sutan Iyus dan Darama. Abdul Halim adalah Perdana Menteri Indonesia pada zaman Republik Indonesia Serikat. Beliau dapat menempuh pendidikan sampai Geneeskundige Hooge School atau Sekolah Kedokteran ( Fakultas Kedokteran UI) berkat bantuan sepupu ibunya yang bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij (Pertamina). Sebelum menjadi Perdana Menteri, Abdul Halim juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">2. <strong>Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)</strong></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Buya Hamka merupakan seorang ulama, sastrawan dan politikus yang berasal dari Sumatera Barat, dilahirkan di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 17 Februari 1908. Buya Hamka meninggal ada 24 Juli 1981 di Jakarta pada usia 73 tahun. Beliau adalah ulama<span class="Apple-converted-space">  </span>yang sangat dihormati yang pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah. Beliau juga seorang sastrawan yang banyak menghasilkan karya – karya besar yang masih dibaca hingga saat ini, diantaranya buku berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">3. <b>Abdul Muis</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tokoh kelahiran Sungai Puar, Agam, Sumbar pada 3 Juli 1883 ini adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang merupakan Datuk Tumangguang Sutan Sulaiman. Beliau adalah seorang Demang yang selalu memberi perlawanan pada kebijakan Belanda di daerah Agam pada zamannya. Abdul Muis bergabung dengan Sarekat Islam, mendorong tokoh – tokoh Belanda untuk mendirikan Technische Hooge School, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga meninggal di Bandung pada 17 Juni 1959 di usia 75 tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">4. <b>Adnan Kapau Gani</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dikenal juga dengan nama A. K. Gani, beliau adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang pernah menjabat sebagai wakil Perdana Menteri, Menteri Kemakmuran, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertanian. AK Gani dilahirkan di Palembayan, Agam, Sumbar pada 16 September 1905 dan meninggal di Palembang, Sumsel pada 23 Desember 1968 di usia 63 tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">5. <b>Agus Salim</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Agus Salim dikenal juga dengan nama Mashudul Haq yang artinya pembela kebenaran. Lahir di kota Gadang, Agam pada tanggal 8 Oktober 1884 dari Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Di masa perjuangan kemerdekaan beliau aktif di dunia jurnalistik, pernah memimpin Sarekat Islam dan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sebanyak beberapa kali.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">6. <b>Bagindo Aziz Chan</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Beliau adalah walikota kedua Padang setelah kemerdekaan, menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Lahir di Padang pada 30 September 1910, beliau meninggal di usia 36 tahun. Ada dua monumen di kota Padang untuk mengenang jasa – jasanya, yaitu Simpang Tinju di persimpangan jalan Gajah Mada dan jalan Jhoni Anwar. Kemudian monumen kedua ada di dalam komplek Museum Adityawarman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">7. <b>Hazairin</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tokoh pahlawan nasional dari Sumatera Barat ini lahir di Bukittinggi pada 28 Novembe 1906 dari pasangan ZAkaria Bahri yang berasal dari Bengkulu dan Aminah dari Minangkabau. Beliau adalah seorang ahli hukum adat yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai Residen Bengkulu merangkap Wakil Gubernur Militer Sumsel, hingga mengeluarkan uang kertas yang dikenal dengan sebutan ‘Uang Kertas Hazairin’.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">8. <b>Ilyas Yakoub</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lahir di Asam Kumbang, Bayang, Pesisir Selatan pada 14 Juni 1903, Ilyas Yakoub adalah seorang ulama lulusan Mesir yang pernah memimpin mahasiswa Malaysia- Indonesia di Mesir. Ia pernah mendirikan partai Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) yang berbasis pada lembaga – lembaga pendidikan Islam Indonesia pada 1932. Meninggal pada 3 Agustus 1958 di Koto Barapak, Pesisir Selatan, Sumbar di usia 55 tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">9. <b>Tuanku Imam Bonjol</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tokoh yang sangat terkenal ini nama aslinya adalah Muhammad Shahab yang lahir pada Bonjol, Pasaman pada tahun 1772, meningggal di Lotak, Pineleng, Minahasa pada 6 November 1864. Beliau memimpin Perang Padri (1803-1838) hingga ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke berbagai tempat pengasingan di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">10. <b>Mohammad Hatta</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tokoh proklamasi kita ini lahir di Fort de Kock Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dari Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Mohammad Hatta juga seorang ekonom dan dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Beliau sangat senang membaca dan selalu membawa buku – bukunya walaupun sedang dalam pengasingan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">11. <b>Mohammad Natsir</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lahir di Lembah Gumanti, Kab. Solok pada 17 Juli 1908, Mohammad Natsir adalah seorang ulama, politisi dan juga seorang pejuang kemerdekaan. Beliau mendirikan partai Islam Masyumi dan juga dikenal di dunia internasional sebagai Presiden Liga Muslim Sedunia (World Muslim Congress) dan juga menjadi Ketua Dewan Masjid Sedunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">12. <b>Mohammad Yamin</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mohammad Yamin adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang lahir di Talawi, Sawahlunto dari orang tua bernama Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah pada 23 Agustus 1903. Beliau seorang sastrawan, sejarawan, politikus, budayawan dan juga ahli hukum. Ia merupakan salah satu perintis puisi modern indonesia dan juga merupakan pelopor Sumpah Pemuda, mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) bersama A. Kapau Gani dan Amir Sjarifoeddin, pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia, Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, juga Menteri Kehakiman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">13. <b>Rasuna Said</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Beliau adalah pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Maninjau pada 14 September 1910 yang banyak memperjuangkan hak – hak wanita. Rasuna Said melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu – satunya santri perempuan, lalu melanjutkan ke Diniyah Putri Padang Panjang. Ia fokus memperjuangkan hak wanita dalam pendidikan dan politik melalui surat kabar yang dipimpinnya sehingga Belanda harus mempersempit ruang gerak Rasuna Said.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">14. <b>Sutan Sjahrir</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lahir di Padang Panjang pada 5 Maret 1909 dan meninggal di Zurich, Swiss pada 9 April 1966 di usia 57 tahun, Sutan Syahrir adalah perdana menteri pertama di Indonesia. Sutan Sjahrir juga saudara seayah dari Rohana Kudus, seorang aktivis dan wartawan wanita dari Koto Gadang, Agam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">15. <b>Tan Malaka</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Beliau adalah aktivis kemerdekaan Indonesia dan pemimpin Partai Komunis Indonesia, pendiri Partai Murba yang lahir pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Siliki, Sumatera Barat. Penobatan gelar pahlawan nasional diberikan pada 28 Maret 1963 bagi pria yang bernama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka. Ayahnya seorang karyawan pertanian bernama HM. Rasad dan ibunya bernama Rangkayo Sinah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">16.<b> Tuanku Tambusai</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tuanku Tambusai dikenal dengan nama kecilnya yaitu Muhammad Saleh, anak dari perantau Minang yang lahir di Dalu – dalu, Nagari Tambusai, Rokan Hulu, Riau. Ayahnya bernama Tuanku Imam Maulana Kali berasal dari Rambah, seorang guru agama Islam dan ibunya bernama Munah dari nagari Tambusai. Perlawanan sengitnya terhadap Belanda membuatnya digelari Harimau Paderi dari Rokan. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1995.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">17. <b>Ruhana Kuddus</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Salah satu pejuang wanita asal Sumbar ini lahir di Nagari Koto Gadang, Agam pada 20 Desember 1884 dari ayah bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan dan ibu bernama Kiam. Ia adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang tidak mengecap pendidikan formal, melainkan belajar bersama ayahnya. Rohana mendirikan sekolah Keterampilan Khusus Perempuan pada tanggal 11 Februari 1911, memimpin koran ‘Perempuan Bergerak’, juga menjadi redaktur koran ‘Radio’ dan ‘Cahaya’, ia juga giat dalam memperjuangkan hak – hak perempuan. Sayangnya gelar Pahlawan Nasional belum disematkan kepadanya hingga saat ini. (<b>nrs</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-17-nama-pahlawan-nasional-dari-sumatera-barat/">Ini Dia 17 Nama Pahlawan Nasional Dari Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Ruhana Kuddus, Pemda Agam Ajukan Nyiak Candung Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/setelah-ruhana-kuddus-pemda-agam-ajukan-nyiak-candung-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 01:33:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nyiakcanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawannasional]]></category>
		<category><![CDATA[#syekhsulaimanArRasuli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya harapan masyarakat Kabupaten Agam untuk menjadikan Ruhana Kuddus sebagai Pahlawan Nasional diwujudkan oleh pemerintah pusat. Penobatan wartawan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/setelah-ruhana-kuddus-pemda-agam-ajukan-nyiak-candung-jadi-pahlawan-nasional/">Setelah Ruhana Kuddus, Pemda Agam Ajukan Nyiak Candung Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya harapan masyarakat Kabupaten Agam untuk menjadikan Ruhana Kuddus sebagai Pahlawan Nasional diwujudkan oleh pemerintah pusat. Penobatan wartawan perempuan pertama ini sebagai pahlawan nasional, akan dilakukan dalam acara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara 8 November 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rahmi Artati mengaku bersyukur, karena usaha yang dilakukan selama ini direspon oleh pemerintah pusat. Sehingga Almarhumah Ruhana Kuddus akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p>“Pendiri sekolah kerajinan amai setia ini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional pada awal 2017 bersama tiga pahlawan lainnya yaitu, Siti Manggopoh, Abdul Manan dan M. Shaleh Dt Rajo Pangulu,” ujar Rahmi di Lubuk Basung, dikutip dari MC Agam, Jumat (8/11).</p>
<p>Namun, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional hanya Ruhana Kuddus, karena Kementerian Sosial menyatakan tiga pahlawan lainnya perjuangan yang dilakukan hanya setingkat daerah. Dengan dinobatkannya Ruhana Kuddus sebagai pahlawan nasional, maka saat ini Agam telah memiliki tujuh pahlawan nasional yaitu, Adenan Kapau Ganai asal Kecamatan Palembayan, Rasuna Said Kecamatan Tanjung Raya, Buya Hamka Kecamatan Tanjung Raya, Abdul Muis Kecamatan Sungai Pua, Agus Salim Kecamatan IV Koto, Abdul Halim Kecamatan Banuhampu dan yang baru Roehana Koedoes Kecamatan IV Koto.</p>
<p>“Tahun ini kita juga sudah mengusulkan satu pahlawan lagi untuk dijadikan pahlawan nasional yaitu Syekh Sulaiman Ar-Rasuli asal Kecamatan Canduang,” sebutnya.</p>
<p>Syekh Sulaiman Ar-Rasuli adalah salah seorang ulama besar dari Minangkabau yang dijuluki sebutan inyiak Canduang sekaligus pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang saat ini diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Agam untuk menjadi pahlawan nasional.</p>
<p>Syekh Sulaiman Ar Rasuli punya catatan penting dalam sejarah Sumatera Barat dan Indonesia. Sejak kecil Syekh Sulaiman Ar Rasuli belajar pada banyak guru di Sumatera Barat.</p>
<p>Tahun 1907, Inyiak Canduang kembali ke kampung halaman. Ulama ini mengajar dengan sistim pondok. Tahun 1928 Syekh Ar Tasuli merubah pola pendidikan dengan sistim kelas tanpa meninggalkan hakikat pelajaran akidah, tasawuf dan fikh.</p>
<p>Dalam pendidikan islam di Minangkabau, Syekh Ar Tasuli membentuk Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang hingga kini masih tetap eksis. MTI Canduang menghasilkan lulusan yang tersebar luas di Indonesia hingga ke luar negeri. Uniknya, MTI tetap mempertahankan pelajaran dengan kitab yang diwariskan oleh Syekh Arrasuli.</p>
<p>Sedangkan dalam pergerakan, Inyiak Canduang dan sejumlah ulama Sumbar lainnya membentuk Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Gerakan ini sempat menjadi partai politik hingga tahun 1969.</p>
<p>MTI dan Perti ini, menjadi tempat membentuk karakter masyarakat, termasuk inspirasi para tokoh untuk melawan penjajah.</p>
<p>Secara ketokohan Syekh Sulaiman Ar Rasuli, menjadi tempat menimba ilmu dan guru banyak tokoh bangsa, termasuk Soekarno yang seringkali meminta nasihat kepada Inyiak Canduang.</p>
<p>Ar Rasuli juga pernah dipercaya sebagai anggota Konstituante RI, dan kepala Mahkamah Syariah Provinsi Sumatera Bagian Tengah.</p>
<p>Penulis belasan buku ini wafat tahun 1970. Puluhan ribu masyarakat mengantar ulama besar Sumbar ini ke tempat peristirahatan terakhir. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/setelah-ruhana-kuddus-pemda-agam-ajukan-nyiak-candung-jadi-pahlawan-nasional/">Setelah Ruhana Kuddus, Pemda Agam Ajukan Nyiak Candung Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 52/56 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 5/8 queries in 0.005 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 10:38:30 by W3 Total Cache
-->